cover
Contact Name
Alkausar Saragih
Contact Email
jurnalpendidikanips@umnaw.ac.id
Phone
+6281362192627
Journal Mail Official
jurnalpendidikanips@umnaw.ac.id
Editorial Address
https://jurnal-lp2m.umnaw.ac.id/index.php/JP-IPS/Editorial
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN IPS
ISSN : 23017732     EISSN : 27233006     DOI : -
Jurnal Pendidikan IPS (JP-IPS) adalah jurnal yang menggunakan model blind review yang dapat diakses online. Tujuan dari JP-IPS adalah untuk menerbitkan jurnal yang berisi artikel berkualitas yang akan dapat menyumbangkan pemikiran dari perspektif teoritis dan empiris untuk kemajuan teknologi dan pendidikan. Tulisan-tulisan di JP-IPS akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pemikiran kritis dalam bidang ilmiah secara umum, khususnya di bidang Ilmu Pendidikan IPS. Lingkup bidang yang terkandung dalam JP-IPS mencakup bidang-bidang berikut: Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Pendidikan Sejarah Pendidikan Ekonomi Pendidikan Geografi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi Pendidikan Akuntansi Pendidikan Tata Niaga Pendidikan Administrasi Perkantoran Pendidikan Sosiologi Pendidikan Koperasi Pend Kependudukan dan Lingkungan Hidup Pendidikan Ekonomi Koperasi Bidang Pendidikan Ilmu Sosial Lain Yang Belum Tercantum Artikel yang diterbitkan tentang hasil penelitian dan tinjauan pustaka dengan metodologi penelitian yang dapat diterima, studi kualitatif, studi kuantitatif, atau kombinasi keduanya, analisis statistik, studi kasus, penelitian lapangan, dan studi sejarah. JPIPS menerima manuskrip dari berbagai kalangan terkait, seperti peneliti yang relevan, dosen, profesor, mahasiswa, guru, Praktisi, ilmuwan, dan lainnya.
Articles 128 Documents
PERBEDAAN KECEPATAN DAN KETEPATAN MENJAWAB SOAL DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI WHATSAPP DAN GOOGLE FORM PADA PELAJARAN EKONOMI Dina Ariska, Nurjannah
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 3 No. 2 (2022): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jpips.v3i2.1618

Abstract

Jenis Penelitian yang digunakan adalah Penelitian berjenis kuantitatif. Instrumen pengumpulan data adalah tes yang berbentuk Esai sebanyak 30 butir. Adapun menggunakan Teknik Eksperimen. Dimana seluruh jumlah populasi dan sempel keseluruhan adalah 18 orang sebagai sampel penelitian. Dari hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar menggunakan model pembelajaran menggunakan Aplikasi Whatsapp sebesar 87,7 dan menggunakan model pembelajaran menggunakan Aplikasi Google Form sebesar 86,3. Sedangkan hasil perhitungan uji t diperoleh hasil taraf signifikasi dengan a= 0,05 dan dk = (n1 +n2– 2) = (18 + 18 – 2) = 34, maka diperolehkan hasil t hitung = 0,03 dan t tabel = 1.734di dapat dari tabel distribusi t, dengan thitung< ttabel ,dengan demikian hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian ini yaitu: “ada perberbedaan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran menggunakan Aplikasi Whatsapp dan menggunakan Aplikasi Google Form pada pelajaran ekonomi siswa kelas X SMK Multi Karya Medan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) Hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran menggunakan Aplikasi Whatsapp lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Aplikasi Google Form. (2) Terdapat perbedaan antara Model Pembelajaran Aplikasi Whatsapp dengan Aplikasi Google Form terhadap hasil belajar Siswa.
PEMANFAATAN E-LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA Diviarti Az’zahra, Samio
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 3 No. 2 (2022): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jpips.v3i2.1625

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh dari pemanfaatan E-Learning terhadap hasil belajar Ekonomi siswa kelas XI SMA Swasta Istiqlal Delitua. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Swasta Istiqlal Delitua. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Swasta Istiqlal Delitua T.A 2021-2022 yang berjumlah 54 siswa kelas IPSyang terdiri dari 2 kelas dan 95 siswa IPA yang terdiri dari 3 kelas. Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 SMA Swasta Istiqlal Delitua T.A 2021-2022. Sampel dari penelitian ini sebanyak satu kelas XI IPA 1 berjumlah 32 siswa, dan satu kelas XI IPA 2 yang berjumlah 32 siswa jadi jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 64 siswa dengan penerapan sistem pembelajaran E-Learning dengan media yang berbeda. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes hasil belajar yang berupa pilihan ganda dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa nilai rata-ratanya sebesar 79,0781 dengan simpangan baku sebesar 7,3318. Dan hasil dari perhitungan Uji Hipotesis maka diperoleh hasil yang signifikan, dengan R = 0,9484, maka diperoleh hasil t hitung = 10.07 dan t tabel = 1.68. di dapat dari daftar distribusi t, dengan t hitung > tabel, atau 10.07 > 1.68 maka Ho di tolak, sehingga Ha di terima kebenarannya atau signifikan, karena ada perbedaan hasil belajar Ekonomi yang di terapkan kepada siswa dengan sistem E-Learning di kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 SMA Swasta Istiqlal Delitua.
KETERAMPILAN MENGAJAR GURU TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI Murniwati Halawa, Rijal, Cita Ayni Putri Silalahi
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 3 No. 2 (2022): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jpips.v3i2.1629

Abstract

Keterampilan dasar mengajar bagi guru diperlukan agar guru dapat melaksanakan perannya dalam pengelola proses pembelajaran, sehingga pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efesien. Berdasarkan hasil observasi awal yang saya lakukan di SMK Negeri 1 Lolotua, di peroleh data bahwa kemampuan guru berbeda-beda, hal ini ditunjukan dari perbedaannya masih ada guru yang kurang terampil dalam menyampaikan pembelajaran. Dan diproleh data dari seorang guru mata pelajaran ekonomi disekolah tersebut, bahwa ditinjau dari segi kemampuan bahwasannya kemampuan siswa berbeda-beda. Perbedaan itu mengakibatkan hasil belajar yang bervariasi. Hipotesis penelitian ini adalah:“ada pengaruh keterampilan mengajar guru terhadap prestasi Belajar ekonomi siswa kelas XI SMK Negeri 1 Lolotua TA. 2021/2022. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa di Kelas XI SMK Negeri 1 Lolotua TA.2021/2022 berjumlah 355 siswa dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang (random sampling). Dari hasil pembahasan dan analisa data yang di peroleh ternyata terdapat pengaruh yang positif antara keterampilan guru mengajar terhadap prestasi belajar ekonomi kelas XI SMK Negeri 1 Lolotua TA. 2021/ 2022. Dari perhitungan di bawah menunjukkan bahwa besarnya nilai (hitung) adalah 3,26 sedangkan besarnya nilai t (tabel) n = 50 dan α = 0,05 adalah 2,011 dengan demikian rumusan hipotesis yang telah ditetapkan dalam penelitian ini dapat di terima kebenarannya sebab t (hitung) > t (tabel), 3,26 > 2,011.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE (VCT) TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA Irma Yunita, Rijal
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 3 No. 2 (2022): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jpips.v3i2.1658

Abstract

Jenis Penelitian yang digunakan adalah Penelitian berjenis kualitatif. Instrumen pengumpulan data adalah angket dan tes yang berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 butir. Adapun teknik sampling yang digunakan yaitu teknik total Sampling. Dimana seluruh jumlah populasi keseluruhan adalah 40 orang sedangkan yang ditetapkan sampel berjumlah 40 orang sebagai sampel penelitian. Dapat di simpulkan rata-rata nilai hasil belajar mengguakan metode pembelajaran value clarification techique adalah 85. Sedangkan hasil pengujian hipotesis dengan menggunkan rumus uji korelasi product moment diperoleh besarnya nilai korelasi hasil perhitungan (r) sebesar 0,718 sedangkan besarnya nilai (r) dalam table krelasi adalah 0,304 untuk N = 40 dan signifikan 5 % taraf kepercayaan 95 % dengan demikian hipotesis yang di tetapkan dapat diterima kebenarannya sebab nilai r (hitung) > r (tabel). Hal ini berarti terdapat pengaruh metode pembelajaran VCT terhadap hasil belajar ekonomi oleh siswa kelas X SMA PAB 9 Patumbak T.A. 2021/2022. Kesimpulan dari penelitian ini adalah menggunakan model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) dapa tmeningkatkan hasil belajara siswa.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SELF DIRECTING LEARNING (SDL) Humisar Rismawati Hutauruk
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 3 No. 2 (2022): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jpips.v3i2.1664

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: Meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Kelas VII-4 melalui Model pembelajaran Self Directing Learning (SDL) di SMP Negeri 1 Labuhan Deli Tahun Pelajaran 2019/2020. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Metode Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VII-4 SMP Negeri 1 Labuhan Deli sebanyak 34 orang. Teknik yang digunakan untuk memperoleh data adalah menggunakan test, angket dan observasi. Rentang nilai untuk tes adalah 1-100. Teknik analisa data yang digunakan adalah menggunakan perhitungan jumlah nilai rata-rata siswa, persentase jumlah siswa yang tuntas dan persentase jumlah siswa yang tidak tuntas. Hasil Penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar dengan menerapkan Model pembelajaran Self Directing Learning (SDL) dengan hasil sebagai berikut: terdapat peningkatan rata-rata hasil belajar siswa, dimana pada tes awal rata-rata hasil belajar siswa adalah 33,82, pada siklus I meningkatkan menjadi 65,88 kemudian pada siklus II meningkat lagi menjadi 75,59 terdapat peningkatan jumlah siswa yang tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tuntas hanya 0%, meningkat menjadi 64,71% pada siklus I kemudian meningkat lagi menjadi 82,35% pada siklus II, terdapat penurunan jumlah siswa yang tidak tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tidak tuntas mencapai 100%, pada siklus I menjadi 35,29 % kemudian pada siklus II menurun lagi menjadi 17,65% dengan kata lain hanya 6 siswa yang memperoleh nilai di bawah 70 dan selebihnya (28) siswa memperoleh di atas 70.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN KETERAMPILAN MELALUI METODE PEMBELAJARAN EKSPERIMEN Diana Dewita
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 3 No. 2 (2022): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jpips.v3i2.1665

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Keterampilan di Kelas IX-3 melalui Metode Pembelajaran Eksperimen di SMP Negeri 1 Labuhan Deli Tahun Pelajaran 2019/2020. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Metode Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas IX-3 SMP Negeri 1 Labuhan Deli sebanyak 29 orang. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data adalah menggunakan test, angket dan observasi. Rentang nilai untuk tes adalah 1-100. Instrumen yang di gunakan untuk pengelolaan data adalah menggunakan perhitungan jumlah rata-rata siswa yang tuntas, persentase jumlah siswa yang belum tuntas dan persentase jumlah siswa yang sudah tuntas. Hasil Penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar dengan menerapkan Metode pembelajaran Eksperimen dengan hasil sebagai berikut: (1) terdapat peningkatan rata-rata hasil belajar siswa, dimana pada test awal rata-rata hasil belajar siswa adalah 41,73 pada siklus I meningkatkan menjadi 66,55 kemudian pada siklus II meningkat lagi menjadi 77,93, terdapat peningkatan jumlah siswa yang tuntas, dimana pada test awal jumlah siswa yang tuntas hanya 0%, meningkat menjadi 65,52% pada siklus I kemudian meningkat lagi menjadi 89,66 pada siklus II, terdapat penurunan jumlah siswa yang tidak tuntas, dimana pada test awal jumlah siswa yang tidak tuntas mencapai 100%, pada siklus I menjadi 34,48% kemudian pada siklus II menurun lagi menjadi 10,34% dengan kata lain hanya 3 siswa saja yang memperoleh nilai 60 dan selebihnya (26) siswa memperoleh nilai 70 dan di atas 70.
KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) MELALUI WORKSHOP Indrasyah Sitompul
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 3 No. 2 (2022): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jpips.v3i2.1666

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam menerapkan Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) melalui workshop di SMP Negeri 1 Labuhan Deli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan sekolah melalui 2 siklus, dimana masing-masing siklus memiliki tahap: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan dan Pengamatan, (3) Evaluasi dan (4) Refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru guru yang mengajar di SMP Negeri 1 Labuhan Deli dengan jumlah 30 guru. Teknik pemgumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, kuesioner dan studi dokumentasi.Teknik analisa data yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik perhitungan persentase jumlah guru yang telah menerapkan pembelajaran berbasis proyek (project based learning) dan persentase jumlah guru yang belum menerapkan Pembelajaran berbasis proyek (project based learning). Hasil penelitian menunjukkan: (1). Terdapat peningkatan jumlah guru yang menerapkan Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) dari 30 guru guru, baru 22 (73,33%) guru menerapkan Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) pada siklus I kemudian meningkat pada siklus II menjadi 27 (90,0%) guru yang sudah mampu menerapkan Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) pada proses pembelajaran di dalam kelas; (2) Terdapat penurunan jumlah guru yang tidak mampu menerapkan pembelajaran berbasis proyek (project based learning), dari 30 guru guru, sebanyak 8 (26,67%) guru belum mampu menerapkan Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) pada siklus I kemudian pada siklus II terjadi penurunan jumlah guru yang belum mampu menerapkan Pembelajaran berbasis proyek (project based learning), menjadi 3 (10,0%) guru yang belum mampu menerapkan Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) secara utuh; (3) Kompetensi profesional guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis proyek (project based learning) dapat ditingkatkan melalui workshop.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN IPS MELALUI METODE BLENDED LEARNING Roulina Agustini
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 3 No. 2 (2022): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jpips.v3i2.1667

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1). Meningkatkan hasil belajar siswa, (2). Meningkatkan aktivitas belajar siswa. (3). Meningkatkan pemahaman siswa dan pembelajaran yang menggunakan metode Blended Learning. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Metode Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa VIII-1 SMP Negeri 1 Labuhan Deli sebanyak 32 siswa. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data adalah menggunakan test, angket dan observasi. Teknik analisa data yang digunakan adalah dengan metode penilaian yaitu: data yang diperoleh dilakukan evaluasi berdasarkan hasil belajar Blended Learningsiswa. Evaluasi hasil belajar Blended Learningsiswa diberi rentang nilai dari 0 – 100. Kemudian data dihitung dari nilai rata-rata siswa, persentase jumlah siswa yang tuntas dan persentase jumlah siswa yang belum tuntas memenuhi kriteria ketuntasan minimal. Hasil Penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar siswa dengan menerapkan metode pembelajaran Blended Learning dengan hasil sebagai berikut: (1) terdapat peningkatan rata-rata hasil belajar siswa, dimana pada tes awal rata-rata hasil belajar siswa adalah 45,94, pada siklus I meningkatkan menjadi 63,75% kemudian pada siklus II meningkat lagi menjadi 67,5%, terdapat peningkatan jumlah siswa yang tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tuntas hanya 0%, meningkat menjadi 53,13% pada siklus I kemudian meningkat lagi menjadi 81,25% pada siklus II, terdapat penurunan jumlah siswa yang tidak tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tidak tuntas mencapai 100%, pada siklus I menjadi 46,87% kemudian pada siklus II menurun lagi menjadi 18,75% dengan kata lain hanya 6 siswa saja yang memperoleh nilai 60 dan selebihnya (26) siswa memperoleh nilai 70 dan di atas 70. Penerapan metode Pembelajaran Blended Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM MENERAPKAN KETERAMPILAN BERTANYA MELALUI WORKSHOP Torangi Siburian
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 3 No. 2 (2022): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jpips.v3i2.1702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam menerapkan Keterampilan Bertanya melalui workshop di SMP Negeri 4 Pancur Batu, SMP Bhakti Bangsa dan SMP Valentine. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan sekolah melalui 2 siklus, dimana masing-masing siklus memiliki tahap: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan dan Pengamatan, (3) Evaluasi dan (4) Refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru guru yang mengajar di SMP Negeri 4 Pancur Batu, SMP Bhakti Bangsa dan SMP Valentine Kabupaten Deli Serdang dengan jumlah 30 guru guru.Teknik pemgumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, kuesioner dan studi dokumentasi.Teknik analisa data yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik perhitungan persentase jumlah guru yang telah menerapkan Keterampilan Bertanya dan persentase jumlah guru yang belum menerapkan Keterampilan Bertanya. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Penerapan Keterampilan Bertanya pada siklus I pada proses pembelajaran di kelas sudah diterapkan oleh 14 (70,0%) guru dan pada siklus II meningkat menjadi 17 (85,0%) guru yang mampu menerapkan Keterampilan Bertanya pada proses pembelajaran didalam kelas. Hal ini berarti terjadi peningkatan jumlah guru yang menerapkan Keterampilan Bertanya sebanyak 3 orang guru (15%). (2) Jumlah guru yang tidak mampu menerapkan Keterampilan Bertanya berkurang dengan hasil bahwa pada siklus I terdapat 6 (30,0 %) guru yang belum mampu menerapkan Keterampilan Bertanya namun pada Siklus II menurun menjadi 3 (15,0%) guru yang belum mampu menerapkan Keterampilan Bertanya secara utuh. (3) Kompetensi Profesional guru dalam menerapkan Keterampilan Bertanya dapat ditingkatkan melalui Workshop.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN SENI BUDAYA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN IMPROVE Nurmalia
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 3 No. 2 (2022): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jpips.v3i2.1703

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: Meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Seni Budaya di Kelas VII-6 melalui Model pembelajaran Improve di SMP Negeri 1 Labuhan Deli Tahun Pelajaran 2018/2019. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Metode Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VII-6 SMP Negeri 1 Labuhan Deli sebanyak 32 orang. Teknik yang digunakan untuk memperoleh data adalah menggunakan test, angket dan observasi. Rentang nilai untuk tes adalah 1-100. Teknik analisa data yang digunakan adalah menggunakan perhitungan jumlah nilai rata-rata siswa, persentase jumlah siswa yang tuntas dan persentase jumlah siswa yang tidak tuntas. Hasil Penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar dengan menerapkan Model pembelajaran Improve dengan hasil sebagai berikut: terdapat peningkatan rata-rata hasil belajar siswa, dimana pada tes awal rata-rata hasil belajar siswa adalah 30,63, pada siklus I meningkatkan menjadi 64,06 kemudian pada siklus II meningkat lagi menjadi 74,69 terdapat peningkatan jumlah siswa yang tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tuntas hanya 0%, meningkat menjadi 59,38% pada siklus I kemudian meningkat lagi menjadi 81,25% pada siklus II, terdapat penurunan jumlah siswa yang tidak tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tidak tuntas mencapai 100%, pada siklus I menjadi 40,62% kemudian pada siklus II menurun lagi menjadi 18,75% dengan kata lain hanya 6 siswa yang memperoleh nilai di bawah 70 dan selebihnya (28) siswa memperoleh di atas 70.

Page 8 of 13 | Total Record : 128