cover
Contact Name
SUPIYANDI
Contact Email
supiyandi.mkom@gmail.com
Phone
+6281535262226
Journal Mail Official
juribmas@gmail.com
Editorial Address
Jl. Gurilla No. 2 Sidorejo, Kel. Bantan Timur Kec. Medan Tembung, Medan, Provinsi Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat (JURIBMAS)
Published by LKP Karya Prima Kursus
ISSN : 29623677     EISSN : 29617286     DOI : -
Focus dan scope dari Jurnal JURIBMAS (Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat) terbit pertama kali pada tahun 2022 yang dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah dari hasil pengabdian masyarakat. Jurnal JURIBMAS Lembaga Kursus dan Pelatihan Karya Prima terbit 3 (tiga) kali setahun pada bulan Maret, Juli dan Oktober. JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat bertujuan untuk menyebarluaskan hasil pemikiran dan gagasan konseptual khususnya hasil penelitian dan teknologi pendidikan untuk diwujudkan di masyarakat, meliputi (1) Pengembangan TIK, Ilmu Komputer, Bidang ilmu pengetahuan, terapan, sosial, ekonomi, kesehatan, budaya dan pelayanan administrasi, (2) Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan, pertanian, informasi dan komunikasi, dan teknologi keagamaan (3) Pengajaran dan pemberdayaan komunitas dan komunitas pelajar, pemuda, pemuda dan organisasi masyarakat secara berkelanjutan. Jurnal JURIBMAS (Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat) adalah bagian dari semangat dalam membangun giat menulis dan menyebarluaskan hasil dari Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Website JURIBMAS menyediakan dan menpublikasikan artikel-artikel jurnal yang dapat diunduh secara gratis. Jurnal JURIBMAS adalah jurnal ilmiah nasional yang merupakan yang nantinya akan menjadi referensi akademisi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 185 Documents
Model Pelatihan Edutech Berbasis Komunitas dalam Meningkatkan Kompetensi Guru dan Interaktivitas Pembelajaran di Sekolah Abdul Muis; Rahimul Harahap; Rinaldy Alidin; Putri Athirah Thaibur; Abwabul Jinan
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1000

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dan interaktivitas pembelajaran melalui implementasi model pelatihan Edutech berbasis komunitas di sekolah dan komunitas belajar. Program dilatarbelakangi oleh rendahnya pemanfaatan teknologi pendidikan dalam pembelajaran, keterbatasan literasi digital guru, serta belum optimalnya penggunaan platform digital untuk menciptakan pembelajaran interaktif. Berdasarkan need assessment, intervensi dirancang menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan koordinasi, asesmen kebutuhan, pelatihan Edutech, workshop penggunaan Learning Management System (LMS), simulasi pembelajaran digital, pendampingan implementasi, evaluasi, dan rencana keberlanjutan program. Metode pelaksanaan menggunakan model pelatihan berbasis komunitas dengan instrumen pre–post test, observasi, wawancara, dan dokumentasi kegiatan untuk mengevaluasi capaian program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi digital guru yang ditandai oleh kenaikan skor pre–post test, meningkatnya kemampuan penggunaan LMS dan media pembelajaran digital, serta berkembangnya praktik pembelajaran yang lebih interaktif dan partisipatif. Implementasi program juga menunjukkan peningkatan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, terbentuknya komunitas praktik guru, serta tumbuhnya komitmen mitra terhadap integrasi Edutech secara berkelanjutan. Secara kuantitatif, capaian program ditunjukkan melalui peningkatan kompetensi peserta, tingginya partisipasi aktif guru, dan bertambahnya perangkat pembelajaran digital yang dihasilkan. Secara kualitatif, kegiatan berkontribusi pada perubahan pola pikir guru terhadap inovasi pembelajaran digital, penguatan budaya kolaboratif, dan peningkatan kapasitas kelembagaan mitra dalam mengelola transformasi pembelajaran berbasis teknologi.Kesimpulan kegiatan menunjukkan bahwa model pelatihan Edutech berbasis komunitas efektif sebagai strategi pemberdayaan untuk meningkatkan kompetensi guru, memperkuat interaktivitas pembelajaran, serta mendukung keberlanjutan transformasi digital pendidikan. Model ini juga berpotensi direplikasi sebagai pendekatan inovatif pengabdian masyarakat untuk penguatan kualitas pembelajaran di berbagai konteks pendidikan.
Penguatan Digitalisasi UMKM melalui Implementasi Sistem Informasi dan Pendampingan Digital Marketing Berbasis Ekonomi Kreatif M. Rasyidin; Jennisa Dwina Indriani; Fettyana; Husni Mubarak; Nurmala Sridewi
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1001

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dan interaktivitas pembelajaran melalui implementasi model pelatihan Edutech berbasis komunitas di sekolah dan komunitas belajar. Program dilatarbelakangi oleh rendahnya pemanfaatan teknologi pendidikan dalam pembelajaran, keterbatasan literasi digital guru, serta belum optimalnya penggunaan platform digital untuk menciptakan pembelajaran interaktif. Berdasarkan need assessment, intervensi dirancang menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan koordinasi, asesmen kebutuhan, pelatihan Edutech, workshop penggunaan Learning Management System (LMS), simulasi pembelajaran digital, pendampingan implementasi, evaluasi, dan rencana keberlanjutan program. Metode pelaksanaan menggunakan model pelatihan berbasis komunitas dengan instrumen pre–post test, observasi, wawancara, dan dokumentasi kegiatan untuk mengevaluasi capaian program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi digital guru yang ditandai oleh kenaikan skor pre–post test, meningkatnya kemampuan penggunaan LMS dan media pembelajaran digital, serta berkembangnya praktik pembelajaran yang lebih interaktif dan partisipatif. Implementasi program juga menunjukkan peningkatan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, terbentuknya komunitas praktik guru, serta tumbuhnya komitmen mitra terhadap integrasi Edutech secara berkelanjutan. Secara kuantitatif, capaian program ditunjukkan melalui peningkatan kompetensi peserta, tingginya partisipasi aktif guru, dan bertambahnya perangkat pembelajaran digital yang dihasilkan. Secara kualitatif, kegiatan berkontribusi pada perubahan pola pikir guru terhadap inovasi pembelajaran digital, penguatan budaya kolaboratif, dan peningkatan kapasitas kelembagaan mitra dalam mengelola transformasi pembelajaran berbasis teknologi.Kesimpulan kegiatan menunjukkan bahwa model pelatihan Edutech berbasis komunitas efektif sebagai strategi pemberdayaan untuk meningkatkan kompetensi guru, memperkuat interaktivitas pembelajaran, serta mendukung keberlanjutan transformasi digital pendidikan. Model ini juga berpotensi direplikasi sebagai pendekatan inovatif pengabdian masyarakat untuk penguatan kualitas pembelajaran di berbagai konteks pendidikan
Implementasi Pertanian Cepat Panen Pascabencana Berbasis Mikrogreen, Aquaponik, dan Ecoenzym Sebagai Strategi Pemulihan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Masyarakat Tanjung Gusta Sandi, Mei Ryan; Putri, Hidayatna; Has, Dini Hardiani
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1009

Abstract

Kondisi pascabencana menyebabkan terganggunya sistem produksi pangan lokal, menurunnya ketersediaan bahan pangan, serta terbatasnya kemampuan ekonomi masyarakat. Selain itu, kelompok tani di wilayah ini belum banyak terpapar pada metode budidaya modern yang lebih praktis, efisien, dan adaptif terhadap kondisi lahan terbatas maupun pascabencana, seperti sistem aquaponik, budidaya mikrogreen, dan pemanfaatan ecoenzym. Kegiatan ini ditujukan kepada mitra sasaran yaitu kelompok tani bunga asoka dan bunga tanjung di Tanjung Gusta, Kabupaten Deli Serdang, yang merupakan salah satu wilayah terdampak banjir dengan tingkat kerusakan cukup parah. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif dan edukatif, yang mencakup sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman, keterampilan, serta kemandirian masyarakat dalam mengadopsi teknologi pertanian sederhana namun efektif. Selain itu, dilakukan juga penguatan kapasitas kelompok tani agar mampu mengelola dan mengembangkan sistem secara berkelanjutan. Hasil dari kegiatan ini yaitu 7 unit instalasi berhasil dibangun dengan 66,7% anggota mampu mengoperasikan sistem secara mandiri, keberhasilan tanam ±80%, dan survival rate ikan ±85%. Pelatihan mikrogreen menunjukkan capaian adopsi sebesar 86,7%, panen dalam ±7–14 hari, keberhasilan tanam ±85–90%, serta produksi awal ±150–250 gram per tray. Sementara itu, pembuatan eco-enzyme mencapai adopsi mandiri 66,7%, produksi awal ±2–3 liter per anggota per siklus fermentasi, dan ±70% anggota telah memanfaatkannya sebagai pupuk cair atau aktivator tanaman. Secara keseluruhan, program ini terbukti efektif mendukung ketahanan pangan keluarga, pemanfaatan lahan terbatas, pengelolaan limbah organik, dan praktik pertanian berkelanjutan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Implementation of GeoGebra Web in Geometry Learning to Improve Students' Understanding of Hybrid-Based Concepts Hendry, Hendry; Supiyandi, Supiyandi; Arifin, Dafrid Cahyadi; Triana, Yaya Sudarya; Fitriasih, Sri Hariyati
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1010

Abstract

The limited conceptual understanding of geometry among students remains a significant challenge, particularly due to the lack of interactive learning tools and ineffective integration of digital technology in classroom practices. This community service program aims to implement web-based GeoGebra within a hybrid learning environment to enhance students’ conceptual understanding of geometry. The method employed a participatory and implementation-based approach involving 32 junior high school students and 2 mathematics teachers. The program was conducted through four stages: preliminary study, program design, implementation, and evaluation. Data were collected using pre-test and post-test assessments, questionnaires, and observation sheets. Quantitative analysis was performed using percentage gain and regression analysis, while qualitative data supported behavioral evaluation. The results show a significant improvement in students’ conceptual understanding, with an average score increase from 56.25 to 82.40 and a gain of 65.38%, categorized as moderate-to-high. Furthermore, 81% of students achieved the targeted level of improvement, and student engagement reached 87.6%, exceeding the success indicator threshold. Regression analysis indicated a strong positive relationship (R² = 0.68), suggesting the intervention's effectiveness across different ability levels. In addition, the program positively influenced students’ learning behavior and provided a cost-effective solution by using open-source technology. These findings indicate that integrating GeoGebra into a hybrid learning model is an effective and scalable approach to improving geometry learning outcomes. This program also contributes to the development of sustainable, technology-enhanced educational practices in community service contexts.
Inovasi Kosmetik Alami di Sekolah: Pembuatan Deodorant Spray Ekstrak Aloe Vera Sebagai Edukasi Life Skill Niken; Aulia, Ulva; Toriq, Muhammad Auliyaa Syauqi; Subhan, Ayu Putri Brilian; Wicaksono, Gagah Dwi
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1006

Abstract

Masa remaja merupakan periode dengan aktivitas fisik tinggi yang meningkatkan produksi keringat dan pertumbuhan bakteri, terutama di area ketiak, sehingga berpotensi menimbulkan bau badan. Penggunaan deodoran menjadi salah satu upaya untuk mengatasi kondisi tersebut, termasuk melalui pemanfaatan bahan alami yang lebih aman, lebih ekonomis, dan lebih mudah diperoleh. Salah satu bahan alami yang berpotensi adalah lidah buaya (Aloe vera) yang diketahui memiliki sifat antibakteri, melembapkan kulit, serta relatif aman digunakan dalam sediaan topikal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam pembuatan deodorant spray berbahan dasar Aloe vera. Kegiatan dilaksanakan di SMA Muhammadiyah Plus Salatiga dengan melibatkan 90 siswa sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan untuk memberikan pemahaman konsep dasar, manfaat bahan alami, serta keamanan penggunaan, dilanjutkan dengan pelatihan praktik langsung (hands-on) pembuatan deodorant spray sesuai prosedur sederhana. Evaluasi dilakukan melalui observasi terhadap pemahaman dan keterampilan siswa selama kegiatan berlangsung, termasuk kemampuan mengikuti tahapan formulasi dan penggunaan alat. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa, yang ditandai dengan kemampuan peserta dalam mempraktikkan secara mandiri proses pembuatan deodorant spray. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme tinggi dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan praktis siswa, tetapi juga mendorong pemanfaatan bahan alami sebagai alternatif produk perawatan diri yang aman, sederhana, dan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut.