cover
Contact Name
SUPIYANDI
Contact Email
supiyandi.mkom@gmail.com
Phone
+6281535262226
Journal Mail Official
juribmas@gmail.com
Editorial Address
Jl. Gurilla No. 2 Sidorejo, Kel. Bantan Timur Kec. Medan Tembung, Medan, Provinsi Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat (JURIBMAS)
Published by LKP Karya Prima Kursus
ISSN : 29623677     EISSN : 29617286     DOI : -
Focus dan scope dari Jurnal JURIBMAS (Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat) terbit pertama kali pada tahun 2022 yang dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah dari hasil pengabdian masyarakat. Jurnal JURIBMAS Lembaga Kursus dan Pelatihan Karya Prima terbit 3 (tiga) kali setahun pada bulan Maret, Juli dan Oktober. JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat bertujuan untuk menyebarluaskan hasil pemikiran dan gagasan konseptual khususnya hasil penelitian dan teknologi pendidikan untuk diwujudkan di masyarakat, meliputi (1) Pengembangan TIK, Ilmu Komputer, Bidang ilmu pengetahuan, terapan, sosial, ekonomi, kesehatan, budaya dan pelayanan administrasi, (2) Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan, pertanian, informasi dan komunikasi, dan teknologi keagamaan (3) Pengajaran dan pemberdayaan komunitas dan komunitas pelajar, pemuda, pemuda dan organisasi masyarakat secara berkelanjutan. Jurnal JURIBMAS (Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat) adalah bagian dari semangat dalam membangun giat menulis dan menyebarluaskan hasil dari Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Website JURIBMAS menyediakan dan menpublikasikan artikel-artikel jurnal yang dapat diunduh secara gratis. Jurnal JURIBMAS adalah jurnal ilmiah nasional yang merupakan yang nantinya akan menjadi referensi akademisi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 198 Documents
Model Pelatihan Edutech Berbasis Komunitas dalam Meningkatkan Kompetensi Guru dan Interaktivitas Pembelajaran di Sekolah Abdul Muis; Rahimul Harahap; Rinaldy Alidin; Putri Athirah Thaibur; Abwabul Jinan
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1000

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dan interaktivitas pembelajaran melalui implementasi model pelatihan Edutech berbasis komunitas di sekolah dan komunitas belajar. Program dilatarbelakangi oleh rendahnya pemanfaatan teknologi pendidikan dalam pembelajaran, keterbatasan literasi digital guru, serta belum optimalnya penggunaan platform digital untuk menciptakan pembelajaran interaktif. Berdasarkan need assessment, intervensi dirancang menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan koordinasi, asesmen kebutuhan, pelatihan Edutech, workshop penggunaan Learning Management System (LMS), simulasi pembelajaran digital, pendampingan implementasi, evaluasi, dan rencana keberlanjutan program. Metode pelaksanaan menggunakan model pelatihan berbasis komunitas dengan instrumen pre–post test, observasi, wawancara, dan dokumentasi kegiatan untuk mengevaluasi capaian program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi digital guru yang ditandai oleh kenaikan skor pre–post test, meningkatnya kemampuan penggunaan LMS dan media pembelajaran digital, serta berkembangnya praktik pembelajaran yang lebih interaktif dan partisipatif. Implementasi program juga menunjukkan peningkatan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, terbentuknya komunitas praktik guru, serta tumbuhnya komitmen mitra terhadap integrasi Edutech secara berkelanjutan. Secara kuantitatif, capaian program ditunjukkan melalui peningkatan kompetensi peserta, tingginya partisipasi aktif guru, dan bertambahnya perangkat pembelajaran digital yang dihasilkan. Secara kualitatif, kegiatan berkontribusi pada perubahan pola pikir guru terhadap inovasi pembelajaran digital, penguatan budaya kolaboratif, dan peningkatan kapasitas kelembagaan mitra dalam mengelola transformasi pembelajaran berbasis teknologi.Kesimpulan kegiatan menunjukkan bahwa model pelatihan Edutech berbasis komunitas efektif sebagai strategi pemberdayaan untuk meningkatkan kompetensi guru, memperkuat interaktivitas pembelajaran, serta mendukung keberlanjutan transformasi digital pendidikan. Model ini juga berpotensi direplikasi sebagai pendekatan inovatif pengabdian masyarakat untuk penguatan kualitas pembelajaran di berbagai konteks pendidikan.
Penguatan Digitalisasi UMKM melalui Implementasi Sistem Informasi dan Pendampingan Digital Marketing Berbasis Ekonomi Kreatif M. Rasyidin; Jennisa Dwina Indriani; Fettyana; Husni Mubarak; Nurmala Sridewi
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1001

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dan interaktivitas pembelajaran melalui implementasi model pelatihan Edutech berbasis komunitas di sekolah dan komunitas belajar. Program dilatarbelakangi oleh rendahnya pemanfaatan teknologi pendidikan dalam pembelajaran, keterbatasan literasi digital guru, serta belum optimalnya penggunaan platform digital untuk menciptakan pembelajaran interaktif. Berdasarkan need assessment, intervensi dirancang menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan koordinasi, asesmen kebutuhan, pelatihan Edutech, workshop penggunaan Learning Management System (LMS), simulasi pembelajaran digital, pendampingan implementasi, evaluasi, dan rencana keberlanjutan program. Metode pelaksanaan menggunakan model pelatihan berbasis komunitas dengan instrumen pre–post test, observasi, wawancara, dan dokumentasi kegiatan untuk mengevaluasi capaian program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi digital guru yang ditandai oleh kenaikan skor pre–post test, meningkatnya kemampuan penggunaan LMS dan media pembelajaran digital, serta berkembangnya praktik pembelajaran yang lebih interaktif dan partisipatif. Implementasi program juga menunjukkan peningkatan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, terbentuknya komunitas praktik guru, serta tumbuhnya komitmen mitra terhadap integrasi Edutech secara berkelanjutan. Secara kuantitatif, capaian program ditunjukkan melalui peningkatan kompetensi peserta, tingginya partisipasi aktif guru, dan bertambahnya perangkat pembelajaran digital yang dihasilkan. Secara kualitatif, kegiatan berkontribusi pada perubahan pola pikir guru terhadap inovasi pembelajaran digital, penguatan budaya kolaboratif, dan peningkatan kapasitas kelembagaan mitra dalam mengelola transformasi pembelajaran berbasis teknologi.Kesimpulan kegiatan menunjukkan bahwa model pelatihan Edutech berbasis komunitas efektif sebagai strategi pemberdayaan untuk meningkatkan kompetensi guru, memperkuat interaktivitas pembelajaran, serta mendukung keberlanjutan transformasi digital pendidikan. Model ini juga berpotensi direplikasi sebagai pendekatan inovatif pengabdian masyarakat untuk penguatan kualitas pembelajaran di berbagai konteks pendidikan
Implementasi Pertanian Cepat Panen Pascabencana Berbasis Mikrogreen, Aquaponik, dan Ecoenzym Sebagai Strategi Pemulihan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Masyarakat Tanjung Gusta Sandi, Mei Ryan; Putri, Hidayatna; Has, Dini Hardiani
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1009

Abstract

Kondisi pascabencana menyebabkan terganggunya sistem produksi pangan lokal, menurunnya ketersediaan bahan pangan, serta terbatasnya kemampuan ekonomi masyarakat. Selain itu, kelompok tani di wilayah ini belum banyak terpapar pada metode budidaya modern yang lebih praktis, efisien, dan adaptif terhadap kondisi lahan terbatas maupun pascabencana, seperti sistem aquaponik, budidaya mikrogreen, dan pemanfaatan ecoenzym. Kegiatan ini ditujukan kepada mitra sasaran yaitu kelompok tani bunga asoka dan bunga tanjung di Tanjung Gusta, Kabupaten Deli Serdang, yang merupakan salah satu wilayah terdampak banjir dengan tingkat kerusakan cukup parah. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif dan edukatif, yang mencakup sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman, keterampilan, serta kemandirian masyarakat dalam mengadopsi teknologi pertanian sederhana namun efektif. Selain itu, dilakukan juga penguatan kapasitas kelompok tani agar mampu mengelola dan mengembangkan sistem secara berkelanjutan. Hasil dari kegiatan ini yaitu 7 unit instalasi berhasil dibangun dengan 66,7% anggota mampu mengoperasikan sistem secara mandiri, keberhasilan tanam ±80%, dan survival rate ikan ±85%. Pelatihan mikrogreen menunjukkan capaian adopsi sebesar 86,7%, panen dalam ±7–14 hari, keberhasilan tanam ±85–90%, serta produksi awal ±150–250 gram per tray. Sementara itu, pembuatan eco-enzyme mencapai adopsi mandiri 66,7%, produksi awal ±2–3 liter per anggota per siklus fermentasi, dan ±70% anggota telah memanfaatkannya sebagai pupuk cair atau aktivator tanaman. Secara keseluruhan, program ini terbukti efektif mendukung ketahanan pangan keluarga, pemanfaatan lahan terbatas, pengelolaan limbah organik, dan praktik pertanian berkelanjutan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Implementation of GeoGebra Web in Geometry Learning to Improve Students' Understanding of Hybrid-Based Concepts Hendry, Hendry; Supiyandi, Supiyandi; Arifin, Dafrid Cahyadi; Triana, Yaya Sudarya; Fitriasih, Sri Hariyati
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1010

Abstract

The limited conceptual understanding of geometry among students remains a significant challenge, particularly due to the lack of interactive learning tools and ineffective integration of digital technology in classroom practices. This community service program aims to implement web-based GeoGebra within a hybrid learning environment to enhance students’ conceptual understanding of geometry. The method employed a participatory and implementation-based approach involving 32 junior high school students and 2 mathematics teachers. The program was conducted through four stages: preliminary study, program design, implementation, and evaluation. Data were collected using pre-test and post-test assessments, questionnaires, and observation sheets. Quantitative analysis was performed using percentage gain and regression analysis, while qualitative data supported behavioral evaluation. The results show a significant improvement in students’ conceptual understanding, with an average score increase from 56.25 to 82.40 and a gain of 65.38%, categorized as moderate-to-high. Furthermore, 81% of students achieved the targeted level of improvement, and student engagement reached 87.6%, exceeding the success indicator threshold. Regression analysis indicated a strong positive relationship (R² = 0.68), suggesting the intervention's effectiveness across different ability levels. In addition, the program positively influenced students’ learning behavior and provided a cost-effective solution by using open-source technology. These findings indicate that integrating GeoGebra into a hybrid learning model is an effective and scalable approach to improving geometry learning outcomes. This program also contributes to the development of sustainable, technology-enhanced educational practices in community service contexts.
Inovasi Kosmetik Alami di Sekolah: Pembuatan Deodorant Spray Ekstrak Aloe Vera Sebagai Edukasi Life Skill Niken; Aulia, Ulva; Toriq, Muhammad Auliyaa Syauqi; Subhan, Ayu Putri Brilian; Wicaksono, Gagah Dwi
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1006

Abstract

Masa remaja merupakan periode dengan aktivitas fisik tinggi yang meningkatkan produksi keringat dan pertumbuhan bakteri, terutama di area ketiak, sehingga berpotensi menimbulkan bau badan. Penggunaan deodoran menjadi salah satu upaya untuk mengatasi kondisi tersebut, termasuk melalui pemanfaatan bahan alami yang lebih aman, lebih ekonomis, dan lebih mudah diperoleh. Salah satu bahan alami yang berpotensi adalah lidah buaya (Aloe vera) yang diketahui memiliki sifat antibakteri, melembapkan kulit, serta relatif aman digunakan dalam sediaan topikal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam pembuatan deodorant spray berbahan dasar Aloe vera. Kegiatan dilaksanakan di SMA Muhammadiyah Plus Salatiga dengan melibatkan 90 siswa sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan untuk memberikan pemahaman konsep dasar, manfaat bahan alami, serta keamanan penggunaan, dilanjutkan dengan pelatihan praktik langsung (hands-on) pembuatan deodorant spray sesuai prosedur sederhana. Evaluasi dilakukan melalui observasi terhadap pemahaman dan keterampilan siswa selama kegiatan berlangsung, termasuk kemampuan mengikuti tahapan formulasi dan penggunaan alat. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa, yang ditandai dengan kemampuan peserta dalam mempraktikkan secara mandiri proses pembuatan deodorant spray. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme tinggi dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan praktis siswa, tetapi juga mendorong pemanfaatan bahan alami sebagai alternatif produk perawatan diri yang aman, sederhana, dan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut.
Pelatihan Penggunaan Sistem Informasi Distribusi Bansos Berbasis Web Terintegrasi Sensor Biometric dan Foto Timestamp Ardiansyah, Miri; Muhammad, Ali; Firizkiansah, Angge; Rizki Maulana, Imron; Astiningtyas, Damara; Setiawan, Dita; Aria Armada Djojosugito, Muhamad; Herawati Fransiska Dewi, Siti; Chotib, Achmad; Abdullah Muhammad, Hasan
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.988

Abstract

Permasalahan dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) masih sering ditemui, antara lain ketidaktepatan sasaran, duplikasi penerima, lemahnya validasi identitas, serta kurangnya transparansi dan akuntabilitas distribusi. Kondisi ini menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat dan berpotensi menghambat efektivitas program bantuan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan dan pendampingan penerapan Sistem Informasi Distribusi Bansos Berbasis Web yang terintegrasi dengan sensor biometrik sidik jari dan fitur foto berbasis timestamp sebagai mekanisme verifikasi penerima bantuan. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi tahap analisis kebutuhan mitra, perancangan sistem, pelatihan penggunaan aplikasi, serta pendampingan implementasi di lapangan. Sistem yang dikembangkan memungkinkan pencatatan data penerima secara terpusat, verifikasi identitas penerima menggunakan sidik jari, serta dokumentasi penyaluran bantuan melalui foto yang dilengkapi informasi waktu dan lokasi (timestamp). Pelatihan diberikan kepada aparat desa dan petugas distribusi bansos dengan pendekatan praktik langsung agar peserta mampu mengoperasikan sistem secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta pelatihan memiliki peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung proses distribusi bansos. Penerapan sistem ini membantu meminimalkan kesalahan data, mencegah penerimaan ganda, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penyaluran bantuan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi solusi teknologi yang berkelanjutan dalam mendukung tata kelola distribusi bansos yang lebih efektif, tepat sasaran, dan terpercaya di tingkat masyarakat.
Pengembangan Sistem Informasi Pendataan Korban dan Distribusi Bantuan Pasca Banjir di Desa Kaseh Sayang Syahputra, Irwanda; Hilyati; Angga Pratama
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.992

Abstract

Bencana banjir bandang yang terjadi pada 26 November 2025 di Desa Kaseh Sayang, Kabupaten Aceh Tamiang, menimbulkan berbagai permasalahan dalam pendataan korban dan distribusi bantuan yang masih dilakukan secara manual. Kondisi ini menyebabkan data tidak terstruktur, potensi duplikasi, keterlambatan penyaluran, serta ketidaktepatan sasaran bantuan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sistem informasi pendataan dan distribusi bantuan berbasis digital (SIDABAN) sebagai solusi dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan bantuan pascabencana. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan, implementasi, dan pendampingan dengan melibatkan perangkat desa dan relawan sebagai mitra. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan sistem SIDABAN mampu meningkatkan keteraturan data, mempermudah akses informasi, serta mendukung proses distribusi bantuan yang lebih terarah dan tepat sasaran. Selain itu, kegiatan sosialisasi dan pelatihan juga meningkatkan pemahaman serta kemampuan mitra dalam memanfaatkan teknologi dalam pengelolaan bantuan. Dengan demikian, penerapan sistem informasi berbasis partisipatif di tingkat desa dapat menjadi solusi yang efektif dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, dan keberlanjutan pengelolaan bantuan bencana.
Intervensi Komunikasi, Informasi, Dan Edukasi Sebagai Upaya Pencegahan Hordeolum Di Klinik Mata Ambon Vlissingen Putri Yulia, Ceriana; Umma, Khaerah; Pattiasina, Dhanielo J G; Uneputty, Elvido Claus; Paribrajaka, I Wayan Ardy; Siegers, Daniel J
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.998

Abstract

Latar Belakang: Hordeolum (bintitan) merupakan infeksi akut pada kelopak mata yang sering dijumpai dalam praktik klinis. Meskipun bersifat self-limiting, kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan signifikan dan berisiko mengalami komplikasi serta kekambuhan jika tidak ditangani dengan tepat. Faktor risiko yang sebagian besar dapat dimodifikasi melalui perubahan perilaku menjadikan edukasi kesehatan sebagai strategi pencegahan yang penting. Tujuan: Mengetahui efektivitas intervensi komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) terhadap peningkatan pengetahuan pasien tentang hordeolum di Klinik Mata Vlissingen, Kota Ambon. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan intervensi KIE melalui penyuluhan dan media leaflet. Sasaran kegiatan adalah 20 pasien yang dipilih dengan teknik convenience sampling. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pretest dan posttest menggunakan 10 pertanyaan yang sama, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan pada peserta setelah diberikan intervensi. Rata-rata jawaban benar meningkat dari 5 soal pada pretest menjadi hampir seluruh peserta mampu menjawab 10 soal dengan benar pada postest. Keberhasilan ini didukung oleh metode yang interaktif dan penggunaan leaflet edukasi dengan bahasa yang sederhana serta dilengkapi ilustrasi. Kesimpulan: Intervensi KIE efektif dalam meningkatkan pengetahuan pasien tentang hordeolum. Temuan ini sejalan dengan penelitian (Shin et al,2025) yang menekankan pentingnya edukasi pasien untuk mencegah rekurensi serta rekomendasi (Medscape,2024) tentang pencegahan kekambuhan melalui kebersihan kelopak mata harian. Diperlukan KIE lanjutan dengan jumlah peserta yang lebih besar untuk hasil yang lebih optimal.
Pengenalan Algoritma dan Pemrograman Dasar Berbasis Scratch untuk Menumbuhkan Minat Computational Thinking Siswa SMKN 1 Padarincang Yuwono, Joko; Tri Wahyuni, Sefta
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1013

Abstract

The low understanding of non-technology Vocational High School (SMK) students toward programming concepts and Computational Thinking (CT) is a challenge in national digital literacy development. This Community Service (PkM) activity aims to introduce algorithms and basic programming using Scratch to foster CT interest among SMKN 1 Padarincang students. The activity was conducted on April 23, 2026, involving 26 Grade X students from the Culinary and Islamic Banking Services (LPS) programs. The method used was a one-day experiential learning-based training using Scratch, covering sequence, selection (if-then), and repetition (loop) concepts. Evaluation was conducted through Pre-Test and Post-Test questionnaires using a Likert scale 1-5 with 10 items. Results showed the average Pre-Test score of 2.12 (Poor category) increased to 4.55 (Excellent category) in the Post-Test, with an average improvement of 114.6%. A total of 96.15% of participants achieved the Excellent category after training. These findings confirm that Scratch is an effective learning medium for introducing programming and CT to non-IT vocational students.
Hotspot Management Training Using Mikrotik RouterBoard to Support Independent Internet Access for the Community Setiadi, Dedi; Syahri, Riduan; Febriansyah; Gusmaliza, Debi; Masdalipa, Risnaini
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1015

Abstract

Currently, the internet has become one of the basic needs for society, one of which is in the field of education. Where many students or college students are constrained in participating in learning or searching for materials due to internet access constraints, so hotspot creation training is needed. The creation of this hotspot aims to ensure that all activities that require internet access can run smoothly. The training is carried out through community service activities as a solution to problems that occur in the community. The stages of implementing this community service consist of 4 (four) stages, namely the first stage of preparation by conducting surveys and interviews, the second stage of training implementation is carried out by delivering materials and practicing hotspot creation, the third stage is an evaluation by giving questionnaires to participants to determine the understanding of each participant, and the fourth stage is making reports and publications as outputs of community service activities. Based on the evaluation that has been carried out, it is known that the level of understanding and knowledge of the training participants has increased significantly. Before participating in the training, only 50% of participants knew about computer networks, increasing to 95%. Before participating in the training, only 5% of participants had ever created a hotspot with a Mikrotik router board, increasing to 90%. Before participating in the training, only 5% of participants were able to configure Mikrotik, increasing to 90%. Before the training, only 5% of participants were able to create a hotspot using a Mikrotik router board, increasing to 80%. Before the training, only 50% of participants understood the functions of the internet and hotspot, increasing to 95% after the training