cover
Contact Name
Muji Setiyo
Contact Email
muji@unimma.ac.id
Phone
+6285642328333
Journal Mail Official
urecol@ums.ac.id
Editorial Address
Konsorsium LPPM Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Prosiding University Research Colloquium
ISSN : 24079189     EISSN : 26210584     DOI : -
University Research Colloquium (URECOL) merupakan forum seminar nasional yang memberikan kesempatan untuk diseminasi, diskusi, dan mendapatkan follow up atas luaran penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5,547 Documents
PENGARUH KEDEKATAN TEMPAT TINGGAL DENGAN PANTAI TERHADAP TEKANAN DARAH DAN KESEHATAN MENTAL (SEBUAH STUDI OBSERVASIONAL DI INDONESIA) Romadhon, Yusuf Alam
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

"Pendahuluan: Transisi epidemiologi telah melanda berbagai negara di dunia termasuk Indonesia. Hipertensi dan problem kesehatan mental telah menjadi permasalahan kesehatan utama secara nasional di Indonesia. Pemahaman yang memadai mengenai faktor risiko lingkungan merupakan suatu tuntutan seiring dengan perubahan lingkungan yang dramatis akhir-akhir ini. Lingkungan pantai merupakan salah satu faktor lingkungan yang perlu diketahui sebagai faktor risiko / protektif penyakit kardiovaskuler dan gangguan kesehatan mental. Masih terbatas pengetahuan mengenai hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kedekatan tempat tinggal dengan pantai terhadap tekanan darah dan kesehatan mental. Metode: Penelitian berdesain potong lintang ini, merekrut subyek penelitian yang merupakan anggota keluarga atau tetangga dekat dari mahasiswa FK UMS yang aman dari penularan Covid-19. Penelitian ini dilakukan selama dua tahun 2020 dan 2021. Data yang diambil meliputi data demografik, dan hasil pengukuran tekanan darah sistolik/diastolic, serta pengisian mandiri kuesioner depression anxiety stress scale-21 (DASS-21). Hasil: rerata tekanan darah sistolik, tingkat gejala depresi, ansxietas dan stress lebih tinggi secara berurutan rerata (SD) dan p <70km vs 70km+ sebagai berikut 120.12(15.48) vs 118.31(14.88) p=0.030; 1.99 (2.37) vs 1.55(1.98) p=0.000; 2.75(2.58) vs 2.30(2.44) p=0.001; 3.23( 3.03) vs 2.80(3.13) p=0.010. Kesimpulan: Mereka yang bertempat tinggal kurang dari 70 km dekat dengan pantai secara signifikan lebih tinggi tekanan darah sistolik, tingkat gejala depresi, anxietas dan stress dibandingkan dengan yang lebih jauh. "
FOUR COMPOUNDS IN AEGLE MARMELOS ARE POTENTIAL AS ANTIDIABETIC BY TARGETING PPARG IN SILICO Santoso, Broto; Yuliani, Ratna
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The protein PPARG, which has 2 types of binding-site pockets as coactivators and corepressors, can be a target for type 2 antidiabetes. Aegle marmelos has been reported to contain 181 compounds, and some parts of this plant have antidiabetic activity. Dynamic interactions between PPARG and compounds contained in A. marmelos are believed to occur. This study aims to determine their in silico affinities. Initial preparation and modification of ligands and proteins have been conducted using protoss (proteins.plus) and UCSF chimera. The protein is conditioned with and without water content, which is actively involved in ligand-protein interactions. Molecular docking is performed using the standard SeeSAR mode. The obtained data represent a range between the lower and upper bounds of predicted affinity values, which are analyzed and presented alongside visual data on ligand-protein interactions. The results of this study indicate that almost half of the compounds contained in A. marmelos (48.1%) have a strong affinity for the coactivator-type binding-site pocket on PPARG, while 25.4% of the compounds interact with its corepressor-type, and the rest do not or have weak interactions with the binding-site pocket on PPARG. Fatty acid compounds have a strong affinity for both types of binding-site pockets on PPARG. Therefore, fatty acids might have no antidiabetic activity, which targets PPARG. There are 4 non-fatty acid compounds that only bind and interact with the coactivator-type on PPARG, namely N-[2-methoxy-2-[4-(3-methylbut-2-enoxy)phenyl]ethyl]-3-phenylprop-2-enamide, epoxyaurapten, 4-[2-(2,6-dimethoxy-4-prop-2-enylphenoxy)propyl]-2-methoxyphenol, and 7-(2,6,7-trihydroxy-7-methyl-3-methylideneoctoxy)chromen-2-one. Hence, these compounds might have antidiabetic activity. Further studies are needed to compare the antidiabetic activities of active compounds in A. marmelos, both individually and in combination.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS LOW BACK PAIN ET CAUSA ISCHIALGIA DENGAN TENS, ESWT, EXERCISE, DAN STRETCHING: CASE REPORT Putra, Bima Lesmana; Santoso, Totok Budi; Musrifah, Indriyani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

"Pendahuluan: Ischialgia adalah kondisi dimana pasien mengalami nyeri atau paresthesia pada saraf skiatik atau akar saraf lumbosacral.Topik yang perlu digali lebih dalam kasus ini adalah faktor risiko yang rentan. Hal ini dapat berupa kualitas pelayanan kesehatan yang kurang memadai, kurangnya informasi, terbatasnya cakupan, dan rendahnya kualitas pelayanan terhadap spesifikasi Ischialgia . Presentasi Kasus: Pasien Tn.T, 40 tahun, seorang Dosen dengan diagnosa medis low back pain Ischialgia , datang untuk pengobatan low back pain, nyeri yang dirasakan menjalar dari panggul sampai paha.Pasien mengeluhkan nyeri pada area panggul sampai paha (menjalar). Pasien dulu pernah jatuh kurang lebih 2 tahun yang lalu ketika berdiri dan duduk terlalu lama sekitar 1 jam pasien mulai merasakan nyeri pada area panggulnya. Beberapa hari terakhir pasien merasakan nyeri pada panggulnya dan juga menjalar ke kaki, terlebih jika pasien itu berdiri atau duduk terlalu lama maka nyeri tersebut akan timbul. Metode: Hasil Visual analog scale yang di peroleh setelah melakukan terapi sebanyak 3 kali pertemuan dengan menggunakan intervensi Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS), Extracorporeal Shock Wave Therapy (ESWT), Exercise, dan Stretching terdapat penurunan paresthesia gerak hip dextra. Hasil dan pembahasan: Stretching pasif ditujukan untuk untuk mengurangi rasa sakit, memberikan stabilisator batang bawah melalui pengembangan aktif otot perut, gluteus maximus, dan paha belakang. ESWT memiliki pengaruh gelombang kejut pada titik pemicu di otot tulang belakang dan daerah otot kuadratus lumborum sehingga pencapaian kemanjuran terapeutik tertinggi. TENS akan menyebabkan penekanan aktifitas simpatis yang berdampak peningkatan aliran darah sehingga pengangkutan yang berpengaruh terhadap nyeri juga akan meningkat sehingga menyebabkan terjadinya penurunan nyeri. Kesimpulan: Penatalaksanaan Fisioterapi kasus Low Back Pain Et Causa Ischialgia dengan menggunakan intervensi Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS), Extracorporeal Shock Wave Therapy (ESWT), Exercise, dan Stretching dengan 3 kali pertemuan menunjukan hasil meregangnya otot ekstensor lumbal dan spasme otot yang berakibat penurunan nyeri punggung bawah. "
MANAJEMEN FISIOTERAPI PADA PASIEN POST ORIF RECONSTRUCTIONS ET CAUSA MALUNION TIBIAL PLATEAU FRACTURE SINISTRA: CASE REPORT Pasya, Muhammad Sena Nurrahman; Mustiko, Prihantoro Larasati; Rahayu, Umi Budi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malunion Tibial plateau fractures is a popular term used to describe fractures that occur in the upper joint of the tibia. This injury is common and accounts for approximately 1% of all fractures in the adult population. Tibial plateau fractures have a substantial impact on patients' lives, resulting in decreased quality of life and decreased participation in sports activities. Rehabilitation plays an important role in patients with Sinistra Tibial Plateau Fracture Malunion because it can help in restoring mobility, strength and function of the fractured extremity. Post ORIF Fracture Tibial Plateau conditions cause pain, edema, decreased joint range of motion, muscle weakness, and decreased ability to perform functional activities. The implementation of the physiotherapy program in this case aims to determine the effect of providing physiotherapy intervention in the form of ankle pumping exercise in reducing pain and reducing edema, active assisted exercise in increasing muscle strength, and walking using a walker to optimize the functional activity of Post ORIF Fracture Tibial Plateau patients. This research method was carried out directly on 1 respondent with the condition Post ORIF Fracture Tibial Plateau Sinistra by giving physiotherapy 4 therapy sessions to Mr. IA (32 years). After the ankle pumping exercise therapy, active assisted exercise, and walking using a walker with an intensity of 8 repetitions, 3 sets were carried out for 4 days (1 session per day). The results of four exercise sessions showed a decrease in pain measured using the Numeric Pain Rating Scale, a decrease in edema using the Meter Line, an increase in muscle strength measured using Manual Muscle Testing, and an increase in functional activity measured using the Barthel Index. The conclusion was that the physiotherapy program in the case of Post ORIF Fracture Tibial Plateau Sinistra was proven to be able to reduce pain, edema, increase muscle strength and increase functional activity.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIS : CASE REPORT Firdaus, Muhammad Yusuf; Santoso, Totok Budi; Prayitno, P
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) merupakan penyakit yang dapat dicegah dan diobati, disebabkan oleh peradangan pada saluran nafas karena paparan kronis gas atau partikel berbahaya. The Asia Pacific Chronic Obstructive Pulmonary Disease Round Table Group memperkirakan jumlah pasien PPOK sedang-berat di negara-negara asia pasifik tahun 2006 mencapai 56,6 juta populasi dengan prevalensi 6,3%. Insiden PPOK lebih banyak terjadi pada pria. Kejadian PPOK juga lebih sering terjadi pada individu yang lebih tua (lansia) terutama diatas 75 tahun .Presentasi Kasus: Pasien Tn. C yang berusia 58 tahun dengan diagnosa medis Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) datang ke RS Paru Respira dengan keluhan sesak nafas Pasien mengalami batuk sejak tahun 2018 dan sudah berobat ke fasilitas kesehatan terdekat namun tidak kunjung membaik. Pasien memiliki riwayat merokok namun sudah berhenti.Metode: Penelitian dilakukan di bulan Januari 2024. Pasien diberikan intervensi modalitas Micro Wave Diathermy (MWD), Latihan Thoracic expansion exercise (TEE), latihan endurance dan streching.Hasil dan pembahasan: Dari hasil NRS untuk sesak nafas dan Ekspansi thoraks didapatkan hasil dapat menurukan derajat sesak nafas dan dapat meningkatkan ekspansi thoraks. Micro wave diathermy digunakan untuk mengurangi myeri dan spasme yang dirasakan oleh pasien,latihan Thoracic Expansion Exercise dugunakan untuk meningkatkan ekspansi thoraks, latihan endurance digunakan untuk kemampuan pasien dan streching untuk meningkatkan mobilitas dinding dada dan meningkatkan fungsi pernapasanKesimpulan: Penatalaksanaan Fisioterapi kasus Low Back Pain Et Causa Ischialgia dengan menggunakan intervensi Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS), Extracorporeal Shock Wave Therapy (ESWT), Exercise, dan Stretching dengan 3 kali pertemuan menunjukan hasil meregangnya otot ekstensor lumbal dan spasme otot yang berakibat penurunan nyeri punggung bawah.
PENGARUH LARUTAN IRIGASI SALURAN AKAR TERHADAP TIMBULNYA NYERI PASCA PERAWATAN: LITERATURE REVIEW Widyastuti, Noor Hafida; Oktavia, Ananda
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Nyeri pasca perawatan saluran akar bersifat multifaktorial, salah satunya yaitu faktor penggunaan larutan irigasi. Tujuan literature review ini untuk mengetahui pengaruh bahan irigasi chlorhexidine atau bahan irigasi lain terhadap nyeri pasca perawatan saluran akar. Metode: observasional deskriptif melalui penelusuran pustaka (Literature Review) dengan menggunakan gaya penulis vancouver style. Sumber data yang digunakan yaitu Science Direct, ProQuest, NCBI. Hasil: tidak ada perbedaan signifikan jenis larutan irigasi yang digunakan dalam kejadian nyeri pasca perawatan saluran akar, namun penggunaan Qmix (EDTA, CHX, deterjen nonspesifik, dan air) sebagai larutan irigasi menghasilkan tingkat nyeri pasca operasi yang lebih rendah dalam 24 jam dibandingkan larutan lainnya. Simpulan: nyeri pasca perawatan saluran akar melibatkan berbagai faktor, sehingga mencari korelasi yang jelas antara tingkat rasa sakit dengan jenis larutan irigasi tertentu menjadi sulit untuk dilakukan.
STUDI KASUS LANGKA : BARRETS ESOFAGUS USIA MUDA Kurniati, Yuni Prastyo; Wibowo, Wahyu Aji
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Barrett Esofagus dapat berkembang menjadi Adenokarsinoma Esofagus/EAC. Kanker dengan insiden yang meningkat cepat dan berlangsung buruk. Kanker ganas ini bertambah pesat di Amerika Serikat dan negara lain. Namun, sebagian besar kasus terdeteksi terlambat, dengan tingkat kematian 90%. Barrett Esofagus merupakan satu-satunya prekursor EAC. Transformasi bermula dari displasia tingkat rendah, ke tingkat tinggi kemudian berkembang sebagai EAC. Beberapa riset melaporkan perkembangan lesi ini menjadi kanker esofagus semakin meningkat di Asia seiring dengan meningkatnya prevalensi BE dan sebagian besar pada usia >70 tahun. Studi lesi ini masih sangat jarang dilakukan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Sehingga kasus ini merupakan temuan unik, langka dan berharga. Tujuan: Melaporkan dua kasus langka tentang Barretts Esofagus pada usia muda. Metode: Studi kasus menggunakan pendekatan klinis dan tinjauan pustaka dari Ilmu Penyakit dalam dan Patologi Anatomi. Hasil : dua kasus berasal dari laki-laki, usia 26 tahun dan 33 tahun, dengan keluhan kolik abdomen dan ulu hati terasa panas, yang menjalar hingga ke atas sehingga leher seperti tercekik. Diagnosa klinis awal mengarah pada suspek cancer Gaster dan Tumor Gastro esofageal junction. Kemudian dilakukan pemeriksaan Endoskopi sebagai pendekatan diagnosis oleh ahli Penyakit Dalam. Endoskopi memperlihatkan Esofagus tampak hiperemis dengan break lebih dari 5 mm, terdapat massa yang berbenjol-benjol serta rapuh. Tonus Lower spinchter esofageal mulai menurun, namun tak terlihat varises. Hasil Endoskopi menyebutkan Esofagitis dengan tumor Gastro Esofageal Junction. Massa tersebut dilakukan biopsi dan dilanjutkan Pemeriksaan Patologi Anatomi. Gambaran Mikroskopis mendapatkan keping jaringan dengan mukosa berlapiskan epitel squamous kompleks, sebagian erosif. Diantaranya ditemukan area mukosa yang mengalami metaplasia intestinal. Daerah submucosa mengandung kelenjar berstruktur tubular hingga berkelok dengan dinding berlapiskan epitel kolumner bergoblet. Tak ditemukan sel ganas. Hasil ini sesuai dengan Barretts Esofagus. Kesimpulan : Kasus ini memperbanyak pengetahuan dan informasi kasus langka tentang barretts Esofagus pada Usia muda.
HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN KURANG GERAK DENGAN KUALITAS HIDUP PADA KOMUNITAS LANSIA DI POSYANDU LANSIA SAPTA WREDATAMA Wijianto, W; Wulandari, Nanda Dias
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

"Latar Belakang: Lanjut usia yakni orang yang memasuki umur 60 tahun keatas. Lanjut usia adalah fase akhir pada proses penuaan yang akan berakibat kepada tiga aspek yakni biologis, ekonomi dan juga sosial. Kualitas hidup pada lansia dapat dilihat dari kesehatan. Melakukan aktivitas bagi para lansia yaitu jalan diluar rumah, melakukan olaraga ringan, melakukan ibadah, menyapu lantai, mengepel lantai, memasak makanan dan mencuci piring atau pakaian. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan kurang gerak dan kualitas hidup terhadap orang- orang lanjut usia. Metode : Pada penelitian ini dilakukan dengan memakai penelitian kuantitatif dengan scross-sectional study. Sampel yang diambil menggunakan teknik total sampling dan didapatkan sampel yang berjumlah 36 responden. Data diambil dengan cara menjawab kuesioner secara langsung dengan menggunakan kuesioner Physical Activities Scale for Elderly (PASE) dan kuesioner WHOQOL-Bref. Hasil data dianalisa dengan aplikasi SPSS dengan uji univariat, uji normalitas dan uji bivariat Pearson. Hasil : Hasil penelitian ini yaitu uji pearson mendapatkan hasil correlation coefficient (koefisien korelasi) 0.888 serta nilai signifikasi yaitu sebesar 0.000 < 0.05, yang artinya ada hubungan yang bermakna. Kesimpulan : ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara Kebiasaan Kurang Gerak dengan Kualitas Hidup pada Komunitas Lansia di Posyandu Lansia Sapta Wredatama. "
SCABIES RISK FACTORS IN PATIENTS WITH MENTAL DISORDERS AND THE LONG-TERM TREATMENT OPTIONS IN INDONESIA Astiyani, Roro Flaviana Bayu; Harioputro, Dhani Redhono; Susilo, R. Satriyo Budhi; Sumandjar, Tatar
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Scabies is still common in Indonesia, although the national prevalence of scabies cannot yet be explained. This study was conducted to assess the prevalence of scabies and risk factors in patients with mental disorders. The patients in this study were patients who received treatment at a mental hospital for scabies infection (n=94) from January 2022 to August 2023. There were 53 male patients (56.38%). There were 41 female patients (43.61%). The patients consisted of 35 patients who had previously been treated at a rehabilitation center (37.23%) and 59 patients who had previously been treated at home (62.76%). A cross-sectional analytical study showed that male patients previously treated at home were more likely to experience scabies attacks. The hospital develops scabies infection control guidelines, provides patient therapy with scabicides, and performs skin examinations on inpatients upon admission. Infection control teams should be aware that scabies can cause outbreaks. Insufficient screening is a risk factor for scabies infection entry to hospital. So preventive action against scabies, such as examining patients when they enter the hospital and treating all suspicious patients, are effective in preventing the infection of scabies.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA PASIEN PENDERITA PNEUMONIA DAN CHRONIC OBSTRUCTIVE PULMONARY DISEASE : STUDI KASUS Riyanto, Azmi Fitrah Mithra; Widodo, Agus; Utami, Multasih Nita
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Case presentation: Bp. TH, aged 73, is known to have suffered from pneumonia due to a bacterial infection of Streptococcus pneumonia in the lower respiratory tract. In addition, the patient has suffered from chronic obstructive pulmonary disease (COPD) and cardiomegaly, the patient is a smoker. The patient suffered from shortness of breath accompanied by coughing and chest pain on Monday, October 30, 2023. The patient was transferred to RSUD Paru Dungus for treatment. Methods: This study is a kind of case report or case study. The Modified Medical Research Council (mMRC) dyspnea scale is used to measure the degree of dysplasia during activity due to shortness of breath. To measure the degree of difficulty for the patient to breathe using a modified borg scale rate of perceived exertion. Thorax cage development is measured using the midline, and oxygen saturation (SPO2) measurement is done using a fingertip pulse oximeter. Results: systolic blood pressure drops from 160 mm Hg to 130 mm Hg. SPO2 increases by 4%. The Borg scale decreases from 4 (sort of hard) to 2. (easy). Conclusion: There is an increase in SPO2 oxygen saturation levels, and shortness of breath complaints have decreased on the measurement results of the mBorg scale, but measuring the mMRC dyspnea scale shows no change either, which can be understood to mean that there has been no improvement or decrease in disability when performing activity due to shortness. Keywords: Pneumonia; COPD; Dyspnea PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA PASIEN CHRONIC OBSTRUCTIVE PULMONARY DISEASE DENGAN KOMORBID PNEUMONIA: STUDI KASUS AbstrakPresentasi kasus: Bp. TH, usia 73 tahun diketahui menderita pneumonia akibat infeksi bakteri streptococcus pneumoniae pada sistem saluran napas bawah. Selain itu pasien di diagnosa telah menderita chronic obstructive pulmonary disease (COPD) , cardiomegaly dan pasien adalah perokok. Pasien mengalami sesak nafas disertai dengan batuk dan nyeri dada pada hari senin 30-10-2023, pasien dilarikan ke RSUD Paru Dungus untuk dirawat. Metode: Studi ini berjenis case report atau studi kasus. Modified medical research council (mMRC) dyspnea scale digunakan untuk mengukur tingkat disablitas pada saat melakukan aktifitas akibat sesak napas. Untuk mengukur tingkat kesulitan pasien untuk bernapas menggunakan modified borg scale rate of perceived exertion. Pengembangan sangkar thorax diukur menggunakan midline dan pengukuran saturasi oksigen (SPO2) menggunakan fingertip pulse oximeter. Hasil: Tekanan darah sistol menurun dari 160 mm Hg menjadi 130 mm Hg. Peningkatan SPO2 sebanyak 4%. Penurunan nilai skala borg dari skor 4 (sort of hard) menjadi 2 (easy). Kesimpulan: Adanya peningkatan kadar saturasi oksigen SPO2 ,keluhan sesak napas mengalami penurunan pada hasil pengukuran mBorg scale akan tetapi untuk pengukuran mMRC dyspnea scale tidak menunjukkan perubahan maupun, yang dapat diartikan bahwa belum ada perbaikan atau penurunan disabilitas ketika melakukan aktifitas akibat sesak napas.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang Teknik dan Rekayasa Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang Kebencanaan Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang Pengabdian Masyarakat Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang Sosial, Ekonomi dan Psikologi Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang Sosial, Ekonomi dan Psikologi Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang Pengabdian Masyarakat Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang MIPA dan Kesehatan Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang Teknik dan Rekayasa Proceeding of The 17th University Research Colloquium 2023: Mahasiswa (Student Paper Presentation)0 Proceeding of The 18th University Research Colloquium 2023: Bidang Pengabdian Masyarakat Proceeding of The 18th University Research Colloquium 2023: Bidang Teknik dan Rekayasa Proceeding of The 18th University Research Colloquium 2023: Bidang MIPA dan Kesehatan Proceeding of The 18th University Research Colloquium 2023: Bidang Sosial, Ekonomi dan Psikologi Proceeding of The 18th University Research Colloquium 2023: Bidang Kebencanaan Proceeding of The 18th University Research Colloquium 2023: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama Proceeding of The 17th University Research Colloquium 2023: Bidang Kebencanaan Proceeding of The 17th University Research Colloquium 2023: Bidang MIPA dan Kesehatan Proceeding of The 17th University Research Colloquium 2023: Mahasiswa (Student Paper Presentation) Proceeding of The 17th University Research Colloquium 2023: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama Proceeding of The 17th University Research Colloquium 2023: Bidang Pengabdian Masyarakat Proceeding of The 17th University Research Colloquium 2022: Bidang Sosial, Ekonomi dan Psikologi Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation) Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation) A Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation) B Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Ekonomi dan Bisnis Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Pendidikan Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Pengabdian Masyarakat Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang MIPA dan SOSHUM Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Pendidikan, Humaniora dan Agama Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper) Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Teknik dan Rekayasa Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Sosial, Ekonomi, dan Psikologi Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kebencanaan dan Pengabdian Masyarakat Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Pengabdian Kepada Masyarakat Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Teknik dan Rekayasa Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Sosial Ekonomi dan Psikologi Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang Pendidikan dan Humaniora Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sosial Humaniora dan Ekonomi Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Pengabdian Masyarakat Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sains dan Teknologi Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Pendidikan dan Agama Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Lingkungan dan Kebencanaan Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Pengabdian Masyarakat Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Kebencanaan Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Teknik dan Rekayasa Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Mahasiswa (student paper presentation) Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa More Issue