cover
Contact Name
Yosi Oktarina
Contact Email
oktarinayosi@unja.ac.id
Phone
+628117441717
Journal Mail Official
jini@unja.ac.id
Editorial Address
Jln. Letjend Soeprapto No.33 Telanaipura, Kota Jambi
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia
Published by Universitas Jambi
ISSN : 2722922X     EISSN : 27229211     DOI : https://doi.org/10.22437/jini.v3i1.18214
Core Subject : Health,
Jurnal Imiah Ners Indonesia (JINI) is an open access that which is published by Nursing Science Study Program - Medical Faculty and Health Science Jambi University publish each year in May and November with a total of six articles in each publication. Focus and Scope of Jurnal Ilmiah Ners Indonesia are : Medical Surgical Nursing Emergency Nursing Critical and Intensive Care Nursing Community Nursing Pediatric Nursing Geriatric Nursing Mental Health Nursing Nursing Management Palliative Care Nursing
Articles 72 Documents
Caring Perawat dengan Stres Hospitalisasi pada Anak Pra Sekolah di Ruang Rawat Inap Anak Listiana, Ridya; Kustriyani, Menik; Sakti Widyaningsih, Tri
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 2 No 2 (2021): November 2021
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.673 KB) | DOI: 10.22437/jini.v2i2.15464

Abstract

Child care in hospital results in children having to be separated from their environment, resulting in children experiencing stress, to prevent severe stress involving the role of nurses in caring for children during hospitalization. The purpose of this study was to determine the relationship between nurse caring and hospitalization stress in pre-school children. This type of research is quantitative associative with a cross sectional approach. Sampling with consecutive sampling technique as many as 38 respondents. Researchers conducted an ethical test at RSUD Batang. Respondents were given an explanation and filled out informed consent before the study. The researcher guarantees the confidentiality of the respondents from the beginning to the end of the study. The study was conducted in July 2020 at RSUD Batang . The research instrument uses a questionnaire sheet. Univariate data analysis is presented in the Frequency Distribution table and the research data were analyzed using the Spearman Rank test with p value = 0.000 with r value = -0.639. The results of this study showed that there was a relationship between nurse caring and hospitalization stress in pre-school children in the inpatient room. Abstrak Perawatan anak di rumah sakit mengakibatkan anak harus berpisah dengan lingkungannya sehingga mengakibatkan anak mengalami stres, untuk mencegah stres yang berat melibatkan peran perawat dalam merawat anak selama menjalani hospitalisasi.tujuan penelitian ini mengetahui hubungan caring perawat dengan stres hospitalisasi pada anak pra sekolah. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif assosiatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik consecutive sampling sebanyak 38 responden. Peneliti melakukan uji etik di RSUD Batang. Responden diberikan penjelasan dan mengisi informed consent sebelum penelitian. Peneliti menjamin kerahasiaan responden mulai dari awal sampai akhir penelitian. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2020 di RSUD Batang.Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner. Analisa data univariat disajikan dalam tabel Distribusi Frekuensi dan data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Rank Spearman dengan hasil p value = 0,000 dengan nilai r hitung = -0,639. Hasil penelitian ini ada hubungan caring perawat dengan stres hospitalisasi pada anak pra sekolah di ruang rawat inap. Kata Kunci : caring perawat, stres hospitalisasi, anak pre sekolah
Faktor Yang Mempengaruhi Self Care Pada Remaja Yang Mengalami Dismenore di Long Ikis Kalimantan Timur Fatmawati, Atikah; Wahyu Ariyanti, Fitria; Putri Kurniasari, Harni
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 2 No 2 (2021): November 2021
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.017 KB) | DOI: 10.22437/jini.v2i2.15548

Abstract

Dysmenorrhea is still one of the most common conditions experienced by adolescents of reproductive age. Self-care when experiencing dysmenorrhea is important to pay attention to maintain reproductive health. The purpose of this study was to identify factors that influence self-care in adolescents with dysmenorrhea. An online survey-based cross-sectional study was conducted to identify factors that influence self-care when experiencing dysmenorrhea. The sampling technique used proportionate stratified random sampling with a sample size of 60 people. The Adolescent Dysmenorrheic Self-Care Scale (ADSCS) used the instrument, consisting of 40 statement items with four answer choices on a Likert scale. The statistical test was used to identify the relationship between variables, namely Pearson Correlation and Spearman Rho. The results showed that the average value of the ADSCS was 108.62 (SD 14.480), with the average of each indicator, namely seeking knowledge 12.6 (SD 2.026), emotional expression 16.6 (SD 3.385), seeking help 10.6 (SD 2.352), control over external factors 19 (SD 3.135), resource utilization 34.7 (SD 6851), and self-control 15 (SD 2.393). There is a relationship between age (p value 0.000; r 0.439), age at menarche (p value 0.000; r 0.439), information exposure (p value 0.011; r 0.324), source of information (p value 0.007; r 0.347), menstrual status (p value 0.000; r 0.463), and complaints during menstruation (p value 0.007; r 0.347) with self-care performed when experiencing dysmenorrhea. Understanding adolescent self-care behaviors and related factors can help identify potentially harmful or ineffective adolescent behaviors, so that appropriate management and education plans can be developed. Active participation of adolescents, health workers, schools, and parents is needed to maintain and maintain positive self-care behaviors when experiencing dysmenorrhea. Abstrak Dismenore masih menjadi salah satu kondisi yang banyak dialami oleh remaja pada usia reproduktif. Perawatan diri saat mengalami dismenore menjadi penting untuk diperhatikan guna menjaga kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi factor yang mempengaruhi self-care pada remaja yang mengalami dismenore. Studi cross sectional berbasis survey online dilakukan untuk mengidentifikasi factor yang mempengaruhi self-care saat mengalami dismenore. Teknik sampling menggunakan proportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel 60 orang. Instrument yang digunakan adalah Adolescent Dysmenorrheic Self-Care Scale (ADSCS), terdiri dari 40 item pernyataan dengan 4 pilihan jawaban berskala Likert. Uji statistic yang digunakan untuk mengindentifikasi hubungan antar variable yaitu Pearson Correlation dan Spearman Rho. Hasil penelitian didapatkan rata-rata nilai dari ADSCS adalah 108.62 (SD=14.480), dengan rata-rata masing-masing indicator, yaitu mencari pengetahuan 12.6 (SD=2.026), ekspresi emosi 16.6 (SD=3.385), mencari bantuan 10.6 (SD=2.352), control atas factor eksternal 19 (SD=3.135), pemanfaatan sumber daya 34.7 (SD=6.851), dan pengendalian diri 15 (SD=2.393). Terdapat hubungan antara usia (p value 0.000; r=0.439), usia menarche (p value 0.000; r=0.439), keterpaparan informasi (p value 0.011; r=0.324), sumber informasi (p value 0.007; r=0.347), status menstruasi (p value 0.000; r=0.463), dan keluhan saat menstruasi (p value 0.007; r=0.347) dengan self-care yang dilakukan saat mengalami dismenore. Memahami perilaku perawatan diri remaja dan faktor yang terkait dapat membantu mengidentifikasi perilaku remaja yang berpotensi berbahaya atau tidak efektif, sehingga dapat disusun rencana manajemen dan pendidikan yang tepat. Peran serta aktif remaja, tenaga kesehatan, sekolah, dan orang tua dibutuhkan untuk dapat menjaga dan mempertahankan perilaku positif perawatan diri yang dilakukan saat mengalami dismenore. Kata kunci: dismemore; self-care; remaja
Hubungan Pengetahuan, Kedekatan Ibu dan Pola Asuh Terhadap Kesiapan Remaja Menghadapi Menstruasi Pertama (Menarche) di SMP Negeri 04, 06, dan 17 Kota Jambi Meinarisa, Meinarisa; Anita Sari, Lisa; Mardiantika, Bella
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 2 No 2 (2021): November 2021
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.416 KB) | DOI: 10.22437/jini.v2i2.15572

Abstract

Young women who experience menarche often feel confused and sad. Adolescents who are not ready to face menarche will have a desire to refuse, they will feel menstruation as something cruel and threatening, this situation can continue in a more negative direction. SMP did not dare talk to his parents when experienced menarche. This research is a quantitative research with cross sectional design which aims to determine the relationship between knowledge, closeness of mother and child to the readiness of adolescents to face first menstruation ( menarche ) in SMP Negeri 04, 06 and 17 Jambi City. Population of 172 people with a sample size of 119 people, the sampling technique is proportional random sampling technique. The data was obtained by using a questionnaire for SMPN 04 and 0 6 students and google form on the SPN 17 student. Data were analyzed univariate and bivariate using the Chi-Square test. The results show that s ebanyak 45 (37,8 %) respondents have less knowledge, 71 (59,7 %) closeness to the mother well, 52 (43,7 %) mothers parenting is democratic, as many as 62 (52,1 %) said they were ready to face the first menstruation (menarche). The results of the test statisti k showed no significant relationship between knowledge ( p-value 0,001) , the proximity of the mother ( p-value 0,003 ) and the pattern of parenting (p-value 0,007) with the readiness of teenagers face first menstruation (menarche) in SMP Negeri 04, 06, and 17 Jambi City. It is expected that the schools work together with teachers BK to do counseling as scheduled and periodical about menstruation first (menarche) to increase the knowledge of adolescent and do consul about health reproduction in adolescents at school. Abstrak Remaja putri yang mengalami menarche sering merasakan kebingungan dan kesedihan.Remaja yang belum siap menghadapi menarche akan timbul keinginan untuk menolak, mereka akan merasa haid sebagai sesuatu yang kejam dan mengancam, keadaan ini dapat berlanjut ke arah yang lebih negatif. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, kedekatan ibu dan anak terhadap kesiapan remaja menghadapi menstruasi pertama (menarche) di SMP Negeri 04, 06 dan 17 Kota Jambi. Populasi sebanyak 172 orang dengan jumlah sampel sebanyak 119 orang, teknik pengambilan sampel dengan teknik proporsional random sampling.. Data diperoleh dengan cara menggunakan kuesioner pada siswi SMPN 04 dan 0 6 dan google form pada siswi SPN 17. Data dianalisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 45 (37,8%) responden mempunyai pengetahuan yang kurang, sebanyak 71 (59,7%) kedekatan dengan ibu baik, sebanyak 52 (43,7%) pola asuh ibu adalah demokratis, sebanyak 62 (52,1%) mengatakaan siap menghadapi menstruasi pertama (menarche). Hasil uji statistic menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p-value 0,001), kedekatan ibu (p-value 0,003) dan pola asuh (p-value 0,007) dengan dengan kesiapan remaja menghadapi menstruasi pertama (menarche) di SMP Negeri 04, 06, dan 17  Kota Jambi. Diharapkan agar pihak sekolah bekerja sama dengan guru BK untuk melakukan penyuluhan secara terjadwal dan berkala tentang menstruasi pertama (menarche) untuk meningkatakan pengetahuan remaja serta melakukan konsul tentang kesehatan reproduksi pada remaja di sekolah. Kata kunci: pengetahuan, kedekatan ibu, pola asuh, dan menarche.
Interaksi Sosial pada Lansia yang Tinggal Bersama Keluarga Anita Sari, Lisa
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 2 No 2 (2021): November 2021
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.394 KB) | DOI: 10.22437/jini.v2i2.15575

Abstract

In 2025 projected the number of elderly people amount 14.9% and in 2030 reach 16.4%. The thing that become problems in the elderly likes decreasing in physical and psychological beside decline in social interaction function. Social interaction in the elderly is very important. Elderly who often alone so that, they less interaction can cause them to feel isolated, to feel that they are no longer useful. The purpose of this study was to identify how the social interaction in the elderly with their families. This research is an analytical descriptive that will provide an overview of the social interactions in the elderly. The number of samples is 120 elderly who are in the working area of Puskesmas ​​Paal V Kota Jambi by using accidental sampling technique. Data collection was done by using a questionnaire. Data analysis in this study was carried out using univariate analysis. Based on the results of the study, the elderly who were in the working area of ​​the Puskesmas Paal V were obtained as many as 65 respondents (54.2%) had low social interactions, this was influenced by physical conditions that resulted in them rarely leaving the house, while their children were busy working and back home in the afternoon. The elderly at risk of mental problems, so it is hoped that family members and health workers can modify the daily activities of the elderly so that the elderly continue to have activities, so that social interactions continue to run well. Abstrak Ditahun 2025 diproyeksikan bahwa jumlah lansia sebanyak 14.9% dan ditahun 2030 akan mencapai 16.4%. Hal yang seringkali menjadi permasalahan pada lansia disamping penurunan fungsi fisik dan psikologis yaitu menurunnya interaksi sosial pada lansia. Interaksi sosial pada lansia sangatlah penting. Lansia yang lebih sering menyendiri sehingga kurang berinteraksi dapat mengakibatkan mereka memiliki perasaan terisolir, hingga merasa diri mereka tidak lagi lagi berguna. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana interaksi sosial pada lansia bersama keluarga. Penelitian ini merupakan deskriptif analitik yang akan memberikan gambaran tentang interaksi sosial lansia. Jumlah sampel sebanyak 120 lansia yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Paal V Kota Jambi dengan menggunakan tekhnik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan univariate analysis. Berdasarkan hasil penelitian, lansia yang berada di wilayah kerja Puskesmas Paal V diperoleh sebanyak 65 responden (54.2%) memiliki interaksi sosial yang kurang baik, hal ini dipengaruhi oleh kondisi fisik yang mengakibatkan mereka jarang keluar rumah, sementara anak mereka sibuk bekerja dan baru pulang pada sore harinya. Lansia beresiko terkena masalah mental, sehingga diharapkan kepada anggota keluarga maupun petugas kesehatan untuk dapat memodifikasi aktifitas lansia sehari-hari agar lansia tetap memiliki kegiatan, sehingga interaksi sosial tetap berjalan dengan baik. Kata kunci : lansia, interaksi sosial, keluarga
Hubungan Persepsi Penyakit dan Manajemen Koping dengan Depresi pada Pasien Diabetes Mellitus Anggraini, Devi; Astuti, Ani; Octavia, Dian
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 3 No 1 (2022): May 2022
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.952 KB) | DOI: 10.22437/jini.v3i1.18212

Abstract

DM is a chronic disease that can lead to hopelessness so that it can lead to depression. Several factors are also associated with the incidence of depression in people with diabetes mellitus, namely the perception of the disease and coping management. This study aims to determine the relationship between disease perception and coping management with depression in clients with diabetes mellitus. This research is a quantitative research with a cross sectional research design. The population in this study were all diabetes mellitus clients who visited the Putri Ayu Public Health Center, Jambi City in 2020, amounting to 1,810 people and sampling was done using accidental sampling technique as many as 95 people. The instrument used a questionnaire and the analysis used univariate and bivariate with chi-square test. The results of the univariate analysis showed that there were 66 (69.5%) respondents who had a perception of the disease in the positive category, there were 69 (72.6%) respondents who had coping management in the adaptive category and there were 54 (56.8%) respondents who did not experience depression at diabetes mellitus client. The results of the bivariate analysis showed that there was a relationship between disease perception (p=0.00) and coping management (p=0.00) with depression in diabetes mellitus clients at Putri Ayu Health Center Jambi City in 2021. It is hoped that the Puskesmas, especially nurses, will hold a program health services to provide counseling for patients with diabetes mellitus who experience depression that with continuous examinations it is possible for patients with diabetes mellitus to recover Abstrak Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang dapat menimbulkan keputusasaan sehingga dapat menimbulkan terjadinya depresi. Beberapa faktor juga dikaitkan dengan kejadian depresi pada penderita diabetes mellitus yaitu persepsi penyakit dan manajemen koping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi penyakit dan manajemen koping dengan depresi pada klien diabetes mellitus. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh klien diabetes mellitus yang berkunjung ke Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi Tahun 2020 yang berjumlah 1.810 orang dan pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik accidental sampling sebanyak 95 orang. Instrument menggunakan kuisioner Epidemiologic Studies Depression Scale  (CES-D), BPIQ (Brief Perception of Illness Questionaire) dan Jalowiec Coping Scale. Analisa penelitian menggunakan univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara persepsi penyakit (p=0,00) dan manajemen koping (p=0,00) dengan depresi pada klien diabetes mellitus di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi Tahun 2021. Diharapkan pihak Puskesmas khususnya perawat untuk mengadakan program kesehatan untuk memberikan konseling  bagi pasien diabetus mellitus yang mengalami depresi bahwa dengan adanya pemeriksaan terus dilakukan memungkinkan pasien diabetes mellitus dapat sembuh. Kata kunci : Persepsi Penyakit, Manajemen Koping, Depresi, DM
Hubungan Dimensi Servqual dengan Kepuasan Pasien BPJS Kesehatan di Ruang Rawat Inap RS Bhayangkara Jambi Tahun 2021 Sarah, Sarah; Buhari, Basok; Maylina Sari, Rian
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 3 No 1 (2022): May 2022
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.128 KB) | DOI: 10.22437/jini.v3i1.18214

Abstract

The hospital servqual dimension is very important because it affects patient satisfaction. A good servqual dimension can lead to a sense of satisfaction in each patient. Low customer satisfaction will have an impact on decreasing the number of patient visits which will affect the profitability of health facilities. This study aims to determine the relationship between servqual dimensions and patient satisfaction with BPJS Kesehatan. This study is a quantitative study with a cross sectional research design. The population in this study were all BPJS patients in 2020, which amounted to 2,323 people and sampling was carried out using the accidental sampling technique of 93 people. This research was carried out from 5 to 31 July 2021 in the Inpatient Room at Bhayangkara Hospital Jambi. Data was collected using a questionnaire and the results of this study were analyzed by univariate and bivariate using chi-square statistical test. The results of the analysis show that there is a relationship between the servqual dimension and BPJS health patient satisfaction in the Bhayangkara Jambi Hospital Inpatient Room in 2021 with a P-Value value of 0.000. it is necessary to conduct regular training or training for nurses so that they can contribute to increasing patient satisfaction. Abstrak Dimensi servqual rumah sakit sangat penting karena mempengaruhi kepuasan pasien. Kepuasan pelanggan yang rendah akan berdampak terhadap menurunnya jumlah kunjungan pasien yang akan mempengaruhi profitabilitas fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dimensi servqual dengan kepuasan pasien bpjs kesehatan.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien BPJS di   pada Tahun 2020 yang berjumlah 2.323 orang dan pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik accidental sampling sebanyak 93 orang. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 5 s/d 31 Juli Tahun 2021 di Ruang Rawat Inap RS Bhayangkara Jambi. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan hasil penelitian ini dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan antara hubungan antara dimensi servqual dengan kepuasan pasien BPJS kesehatan dengan nilai p-value 0,000. Kualitas pelayanan dikatakan baik oleh pasien, ditentukan oleh kenyataan apakah jasa yang diberikan bisa memenuhi kebutuhan pasien, dengan menggunakan persepsi pasien tentang pelayanan yang diterima. Didimpulkan bahwa dimensi sevqual berkaitan erat dengan pasien BPJS kesehatan. Kata kunci : Dimensi Servqual, Kepuasan, Pasien BPJS
Hubungan Lama Penggunaan Gawai Dengan Gangguan Pola Tidur Pada Siswa Siswi Di SMA Negeri Kota Jambi Destina, Yesi; Anita Sari, Lisa; Octavia, Dian
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 3 No 1 (2022): May 2022
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.095 KB) | DOI: 10.22437/jini.v3i1.18261

Abstract

Sleep needs that are not met will have an impact on the physical and psychological aspects. Using gadgets for too long is one of the factors that can affect the lack of fulfillment of adolescent sleep needs. The purpose of this study was to find out the relationship between gadget use and disturbed sleep patterns in students. This research is a quantitative research with a cross sectional design, the sampling technique is proportional random sampling technique. This research was conducted in July 2021. The data was obtained by using a questionnaire distributed via the google form link. Data were analyzed univariate and bivariate using Chi-Square test. The results of the univariate analysis showed that most of the respondents experienced severe sleep pattern disorders as much as 68.7%, most of the respondents' use of gadgets was high as much as 53.3%. Bivariate analysis showed p-value was 0.000 (p <0.05). So it can be concluded that there is a significant relationship between the use of gadgets and sleep pattern disorders in students at SMAN Jambi in 2021. It is hoped that the school will cooperate with the relevant health department to conduct counseling on a scheduled and regular basis about the use of gadgets and disturbed sleep patterns in students. /I to increase the knowledge of adolescents and conduct counseling about the health of the use of gadgets and the problem of sleep disturbances at school. Abstrak Kebutuhan tidur yang tidak terpenuhi akan berdampak pada segi fisik maupun psikis. Menggunakan gawai yang terlalu lama adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kurangnya pemenuhan kebutuhan tidur remaja. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan gawai dengan gangguan pola tidur pada siswa/i. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, teknik pengambilan sampel dengan teknik proporsional random sampling. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Juli tahun 2021. Data diperoleh dengan cara menggunakan kuesioner yang dibagikan melalui link google form. Data dianalisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisa univariat menunjukan bahwa sebagian besar responden mengalami gangguan pola tidur berat sebanyak 68,7%, sebagian besar penggunaan gawai responden adalah tinggi sebanyak 53,3%. Analisa bivariat menunjukan p-value adalah 0,000 (p <0.05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan anatarapenggunaan gawai dengan gangguan pola tidur pada siswa/i di SMAN Jambi Tahun 2021. Diharapkan agar pihak sekolah bekerja sama dengan dinas kesehatan terkait untuk melakukan penyuluhan secara terjadwal dan berkala tentang penggunaan gawai dan ganggaun pola tidur pada siswa/i untuk meningkatkan pengetahuan remaja serta melakukan konsul tentang kesehatan penggunaan gawai dan masalah gangguan pola tidur di sekolah. Kata kunci : Gangguan Pola Tidur, Gawai
Pengaruh Pemberian Bubuk Daun Pepaya California (Carica Papaya) terhadap Mortalitas Jentik Nyamuk Mariani, Rina; Nurlinawati, Nurlinawati; Mulyani, Sri
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 3 No 1 (2022): May 2022
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.492 KB) | DOI: 10.22437/jini.v3i1.18262

Abstract

Diseases transmitted by mosquitoes are diseases that have a high risk of mortality and morbidity. One of the efforts to overcome the mosquito life cycle is by giving larvicides. The use of natural larvicides can be a safer alternative for health. Plants that have the potential as natural larvicides to kill mosquito larvae are papaya leaves (Carica Papaya). This study aims to determine the effect of giving powdered papaya california (Carica Papaya) leaves to the mortality of mosquito larvae. This research is a quantitative research with Intac Group Comparison research design. The research instrument used an observation sheet. Purposive sampling with a total of 50 samples were grouped into 4 treatment groups with a dose of 60 mg, 150 mg, 300 mg, 500 mg and 1 control group. Data analysis in the form of univariate analysis and using Wilcoxon statistical test. The lowest larval mortality was at a dose of 60 mg (10%) and the highest mortality was at a dose of 500 mg (60%). The results of the analysis in the 60 mg, 150 mg and 300 mg treatment groups obtained p-value > 0.05 so that there was no significant difference between the 60 mg, 150 mg, and 300 mg papaya leaf powder treatment groups and the control group. The 500 mg group had a p-value of 0.011 <0.05, so it can be concluded that there was a significant difference between the treatment group with 500 mg papaya leaf powder and the control group. Giving papaya leaf powder with a concentration of 500 mg has an effect on the mortality of mosquito larvae. Abstrak Penyakit yang ditransmisikan oleh nyamuk merupakan penyakit yang memiliki risiko tinggi pada mortalitas dan morbiditas. Salah satu upaya penanggulangan daur hidup nyamuk  dengan pemberian larvasida. Penggunaan larvasida alami dapat menjadi pilihan alternatif yang lebih aman bagi kesehatan. Tanaman yang memiliki potensi sebagai larvasida alami untuk membunuh jentik nyamuk ialah daun pepaya (Carica Papaya). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bubuk daun pepayacalifornia (Carica Papaya) terhadap mortalitas jentik nyamuk. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Intac Group Comparasion. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah 50 sampel yang dikelompokan menjadi 4 kelompok perlakuan dengan dosis 60 mg, 150 mg, 300 mg, 500 mg dan 1 kelompok kontrol. Analisis data berupa analisis univariat dan menggunakan uji statistik wilcoxon. Mortalitas jentik terendah pada dosis 60 mg (10%) dan mortalitas tertinggi pada dosis 500 mg (60%). Hasil analisis pada kelompok perlakuan 60 mg, 150 mg dan 300 mg didapatkan nilai p-value > 0,05 sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan bubuk daun pepaya dosis 60 mg, 150 mg, dan 300 mg dengan kelompok kontrol. Kelompok 500 mg  memiliki nilai p-value 0,011 < 0,05, maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan bubuk daun pepaya konsentrasi 500 mg dengan kelompok kontrol. Pemberian bubuk daun pepaya dengan konsentrasi 500 mg  mempunyai pengaruh terhadap mortalitas jentik nyamuk. Kata kunci : Mortalitas, Jentik nyamuk, Daun pepaya
Model Simulasi Penanggulangan Bencana di Desa Kuala Dasal, Kecamatan Merlung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat Imran, Suryadi
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 3 No 1 (2022): May 2022
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.709 KB) | DOI: 10.22437/jini.v3i1.18300

Abstract

Kuala Village consists of Merlung District, West Tanjung Jabung Regency, Jambi Province, most of the population of around 1,012 people are Malays. From the results of a survey of 1,012 residents, 99.09% do not know how to provide life support and fire disaster management, 0.1% are health workers who only know how to help disasters related to forest fires, but do not know how to triage forest fire victims. This study aims to determine the effect of the disaster management simulation model in Kuala Dasal Village, Merlung District, Tanjung Jabung Barat Regency, Jambi Province. The research design is a case study, using The Crunch and refense models. The sampling technique used is quota sampling with 100 respondents as the research sample. The results showed that there was an increase in knowledge, attitudes and psychomotor after following this simulator model with The Crunch and Refense models. Community understanding of the level of knowledge, attitudes, and behavior as well as psychomotor, where after following this simulation model the community can provide assistance and mitigate the impact of the fire disaster in Kuala Dasal village. Abstrak Desa Kuala terdiri dari Kecamatan Merlung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, sebagian besar penduduk sekitar 1.012 jiwa adalah suku Melayu. Dari hasil survey terhadap 1.012 penghuni 99,09% tidak mengetahui cara memberikan pertolongan hidup dan penanggulangan bencana kebakaran, sebanyak 0,1% merupakan tenaga kesehatan yang hanya mengetahui cara membantu bencana yang berkaitan dengan hutan kebakaran, tetapi tidak tahu bagaimana melakukan triase korban kebakaran hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model simulasi penanggulangan bencana di Desa Kuala Dasal Kecamatan Merlung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Desain Penelitian adalah Case Study, dengan menggunakan The Crunch and refense models, Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah kuota sampling dengan 100 responden yang menjadi sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan peningkatan pengetahuan, sikap dan psikomotorik setelah mengikuti model simulator ini dengan The Crunch and refense models. Pemahaman masyarakat terhadap tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku serta psikomotorik, dimana setelah mengikuti model simulasi ini masyarakat mampu memberikan pertolongan dan mitigasi dampak bencana kebakaran di Desa Kuala Dasal. Kata kunci : Model Simulasi, Bencana
Gambaran Ketercapaian Terapi Pada Anak Dengan Autisme di Poli Sub Spesialis RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang Fatmawati, Atikah; Mujiadi, Mujiadi; Prastya, Anndy; Sudiyanto, Henry; Primayu Abadi, Yemima
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 3 No 1 (2022): May 2022
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.419 KB) | DOI: 10.22437/jini.v3i1.18319

Abstract

Children with special needs can experience limitations in terms of communication, social interaction, and behavior. One of them is on autism. Particular therapy is needed to optimize the period of growth and development in children with autism. This study aimed to describe the therapeutic achievement of children with autism at the Sub Specialist Polyclinic of RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. A descriptive study using secondary data from report cards or contact books was recorded based on the assessment of therapeutic aspects, which was carried out for three months. The sampling technique used purposive sampling with a total sample of 38 people. Data analysis was carried out descriptively to describe the achievement of therapy. The results showed that most of the therapeutic achievements in children with autism were achieved (73.3%). The therapy is given according to the indications or difficulties experienced by children with autism. The results also showed that most of the children who received therapy achieved the criteria for therapy and improvement in therapy outcomes within one month. Autism is a disorder that cannot be cured but can be treated. Understanding the condition of children with autism and providing appropriate therapy needs to be considered by health workers and parents. Abstrak Anak berkebutuhan khusus dapat mengalami keterbatasan dari segi komunikasi, interaksi sosial dan perilaku. Salah satunya adalah pada autisme. Dibutuhkan terapi khusus untuk dapat mengoptimalkan periode tumbuh kembang pada anak dengan autisme. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan ketercapaian terapi pada anak dengan autisme di Poli Sub Spesialis RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Penelitian ini merupakan studi deskriptif menggunakan data sekunder dari buku rapor atau buku penghubung yang tercatat berdasarkan penilaian aspek terapi yang dilakukan selama 3 bulan. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 38 orang. analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan ketercapaian terapi. Hasil penelitian menunjukkan ketercapaian terapi pada anak dengan autisme sebagian besar (73.7%) berada pada kategori tercapai. Terapi yang diberikan sesuai dengan indikasi atau kesulitan yang dialami oleh anak dengan autisme. Hasil penelitian juga menunjukkan sebagian besar anak yang mendapat terapi, mampu mencapai kriteria terapi dan perbaikan dalam hasil terapi dalam waktu satu bulan. Autisme adalah gangguan yang tidak bisa disembuhkan, namun bisa diterapi. Pemahaman terhadap kondisi anak dengan autisme dan pemberian terapi yang sesuai perlu untuk diperhatikan tidak hanya oleh tenaga kesehatan tetapi juga oleh orang tua. Kata kunci : Anak, Autisme, Ketercapaian, Terapi