cover
Contact Name
Yosi Oktarina
Contact Email
oktarinayosi@unja.ac.id
Phone
+628117441717
Journal Mail Official
jini@unja.ac.id
Editorial Address
Jln. Letjend Soeprapto No.33 Telanaipura, Kota Jambi
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia
Published by Universitas Jambi
ISSN : 2722922X     EISSN : 27229211     DOI : https://doi.org/10.22437/jini.v3i1.18214
Core Subject : Health,
Jurnal Imiah Ners Indonesia (JINI) is an open access that which is published by Nursing Science Study Program - Medical Faculty and Health Science Jambi University publish each year in May and November with a total of six articles in each publication. Focus and Scope of Jurnal Ilmiah Ners Indonesia are : Medical Surgical Nursing Emergency Nursing Critical and Intensive Care Nursing Community Nursing Pediatric Nursing Geriatric Nursing Mental Health Nursing Nursing Management Palliative Care Nursing
Articles 72 Documents
Health Literacy tentang Pola Menyusui pada Ibu Nifas di Rumah Sakit Lavalette Malang: Studi Deskriptif Fatmawati, Atikah; Suhartanti, Ika; Eka Rahmawati, Diana
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 3 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jini.v3i2.20129

Abstract

Health literacy can affect the treatment process. The impact is that patients can use health information to access and understand the context of health services. So that it can increase access and capacity effectively through cognitive and social roles in the health sector. No exception for postpartum mothers. A lot of information must be owned and applied to care for yourself and your baby, especially regarding breastfeeding patterns. The purpose of this study was to describe the health literacy about breastfeeding patterns of postpartum mothers at Lavalette Hospital Malang. The descriptive study used the Health Literacy Survey-Short Form (HLS-SF) questionnaire. The sampling technique used quota sampling with a total sample of 30 people. Data analysis was carried out descriptively to describe health literacy about breastfeeding patterns in postpartum mothers. The results showed that the health literacy of postpartum mothers was mostly in the good category. Health literacy is influenced by several aspects, including the individual's capacity to access, understand, assess and apply the information provided. The postpartum period is one of the crucial periods in the life cycle of mothers and babies, so an adequate understanding of various information is needed. The hope is to reduce maternal mortality during the puerperium and imporve mother’s skills about good breastfeeding patterns. The ability to access, understand, assess, and apply information must be possessed by postpartum mothers so that they are not mistaken in carrying out care during the postpartum period and breastfeeding patterns can occurred properly. Abstrak Health literacy dapat berpengaruh pada proses perawatan. Dampaknya adalah pasien mempunyai kemampuan dalam menggunakan informasi kesehatan seperti mengakses dan memahami konteks pelayanan kesehatan. Sehingga hal tersebut dapat meningkatkan akses dan kapasitas dengan efektif melalui peran kognitif dan sosial dalam bidang kesehatan. Tidak terkecuali pada ibu nifas. Terdapat banyak informasi yang harus dimiliki dan diaplikasikan dalam upaya perawatan diri sendiri dan bayinya, khususnya terkait pola menyusui. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan health literacy tentang pola menyusui pada ibu nifas di Rumah Sakit Lavalette Malang. Studi deskriptif menggunakan kuesioner Health Literacy Survey-Short Form (HLS-SF). Teknik sampling menggunakan quota samplingdengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan health literacy tentang pola menyusui pada ibu nifas. Hasil penelitian menunjukkan health literacy pada ibu nifas sebagian besar berada pada kategori baik. Health literacy dipengaruhi oleh beberapa aspek meliputi kapasitas individu untuk mengakses, memahami, menilai dan mengaplikasikan informasi yang diberikan. Masa nifas adalah salah satu masa yang krusial dalam siklus kehidupan ibu dan bayi, sehingga diperlukan pemahaman berbagai macam informasi yang adekuat. Harapannya adalah dapat menurunkan angka kematian ibu pada masa nifas dan meningkatkan keterampilan ibu tentang pola menyusi yang baik. Kemampuan untuk mengakses, memahami, menilai, dan mengaplikasikan informasi harus dimiliki oleh ibu nifas, agar tidak salah dalam melakukan perawatan pada masa nifas dan pola menyusui dapat terjadi secara baik. Kata kunci: health literacy, ibu, menyusui, nifas
Hubungan Lama Hemodialisis dengan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Bhayangkara Kota Jambi Permata Sari, Selvi; AZ, Rasyidah; Maulani, Maulani
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 3 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jini.v3i2.20204

Abstract

Hemodialysis therapy can improve the physical, psychological, social, and economic conditions of patients with chronic kidney failure, because they have to live with the condition for life. This will affect the quality of life of patients, so the length of hemodialysis is one of the factors that affect the quality of life of patients with chronic kidney failure. This research is a quantitative research with cross sectional design. This study involved all 35 patients undergoing hemodialysis in the Hemodialysis Room at Bhayangkara Hospital, Jambi City in August. This study involved 29 respondents. The sampling technique was carried out by using a total population sample. The analysis in this study was univariate and bivariate, using a questionnaire sheet. The univariate results showed that in the hemodialysis room at Bhayangkara Hospital, Jambi City in 2020, there were 16 (55.2%) respondents with hemodialysis > 12 months and 18 (62.1%) respondents. with moderate quality of life in patients with chronic kidney failure. The results of bivariate analysis showed that in the hemodialysis room at Bhayangkara Hospital Jambi City in 2020 there was a relationship between length of hemodialysis and quality of life of patients with chronic kidney disease with a p-value of 0.001. It was found that the quality of life of dialysis patients was closely related to the length of their treatment. Abstrak Terapi hemodialisis dapat memperbaiki kondisi fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi pasien gagal ginjal kronis, karena mereka harus hidup dengan kondisi tersebut seumur hidup. Hal ini akan mempengaruhi kualitas hidup pasien, sehingga lama menjalani hemodialisis merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronis. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini melibatkan seluruh 35 pasien yang menjalani hemodialisa di Ruang Hemodialisa RS Bhayangkara Kota Jambi pada bulan Agustus. Penelitian ini melibatkan 29 responden. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan total sampel populasi. Analisis dalam penelitian ini adalah univariat dan bivariat, dengan menggunakan lembar angket.Hasil univariat menunjukkan bahwa di ruang hemodialisa RS Bhayangkara Kota Jambi tahun 2020 terdapat 16 (55,2%) responden dengan hemodialisis > 12 bulan dan 18 (62,1%) responden dengan kualitas hidup sedang pada pasien penyakit ginjal kronik.Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa di ruang hemodialisa RS Bhayangkara Kota Jambi tahun 2020 terdapat hubungan antara lama menjalani hemodialisa dengan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik dengan p-value 0,001. Ditemukan bahwa kualitas hidup pasien dialisis berkaitan erat dengan lamanya perawatan mereka, sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin lama menjalani dialysis maka semakin dapat menyesuaikan hidup pasien. Kata kunci: Lama hemodialisa, kualitas hidup, penyakit ginjal kronik
Hubungan Penggunaan Metamfetamin dengan Ansietas pada Pasien di Poliklinik NAPZA Sastriani, Devi; Yuniar Sari, Niken; Sujiah, Sujiah
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 3 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jini.v3i2.21240

Abstract

Anxiety is a normal and healthy reaction to stress. However, anxiety followed with constant fear and worry that create the uncomfortable feeling that disrupts daily one’s daily activities should be further examined. Anxiety can be triggered by methamphetamine consumption. This research was conducted to examine the relationship between methamphetamine consumption and anxiety. This quantitative was performed using a cross-sectional approach. Research population included all patients at the at the Drug Polyclinic (Merpati) Regional Psychiatric Hospital, Lampung Province done from June 2022 to July 2022. A total sampling technique was carried out to select 37 patients as samples. The univariate analysis done in this research showed that most patients were adults aged between 20-60 years old with high school education background. All respondents were unmarried males who started consuming methamphetamine between 2011-2020. The highest level of anxiety experienced by respondents was severe anxiety. The results of bivariate analysis indicated the presence of a significant relationship between methamphetamine consumption and anxiety (p-value 0.01). The findings of this research are expected to raise health workers’ awareness about the importance of health education regarding the risk of anxiety to patients who consume methamphetamine in order to identify their anxiety level and proper ways to overcome it. Abstrak Ansietas merupakan kondisi yang normal dan merupakan reaksi sehat terhadap stress. Namun, jika mengalami ansietas dengan ketakutan dan kekhawatiran terus-menerus yang mengakibatkan penderitanya merasa tidak nyaman serta sulit untuk beraktifitas, maka perlu penanganan lebih lanjut. Salah satu penyebab timbulnya ansietas adalah penggunaan zat metamfetamin (shabu).  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara penggunaan metamfetamin (shabu) dengan ansietas pada pasien di Poliklinik Napza (Merpati) RS Jiwa Daerah Provinsi Lampung. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dari penelitian ini seluruh pasien yang datang ke Poliklinik Napza (Merpati) dari bulan Juni 2022 sampai Juli 2022. Pengambilan sampel menggunakan tehnik total sampling yaitu 37 orang. Hasil analisa univariat penelitian ini yaitu sebagian besar berada pada usia dewasa antara 20-60 tahun dengan tingkat  pendidikan SMA. Seluruh responden berjenis kelamin laki-laki berstatus belum menikah. Tahun mulai menggunakan yaitu tahun 2011-2020. Responden terbanyak merupakan pengguna metamfetamin (shabu). Tingkat ansietas terbanyak yang dialami yaitu ansietas berat. Hasil analisa bivariat menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara penggunaan metamfetamin (shabu) dengan ansietas (p-value 0,01). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman pada tenaga kesehatan tentang pentingnya pendidikan kesehatan tetang ansietas pada pasien pengguna metamfetamin (shabu) agar mengetahui tingkat ansietas yang dialami dan cara mengatasianya. Kata Kunci : Ansietas, Metamfetamin (shabu), Rumah Sakit Jiwa
Hubungan Pemberian Reward dengan Motivasi Kerja Perawat di Ruang Inap Rumah Sakit Kuswantoro, Edy; Kustriyani, Menik; Arifianto, Arifianto
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 3 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jini.v3i2.21366

Abstract

Nurses are the main key in a service. As a form of professional service, nursing is expected to improve the quality of the hospital in providing nursing care, be it promotive, preventive, curative and rehabilitative. By giving rewards aims to maintain the motivation of these employees so that they are always in good condition, so that the quality of hospital services increases. This research uses quantitative research, which is a non-experimental research with cross sectional design. The sample technique used in this study is Proportionate Random Sampling with a sample size of 102 respondents. Bivariate analysis was performed using the Rank Spearman Correlation test. The results of research and data analysis obtained Rho = 0,462 and ρ value of 0,000. The Rho value indicates that reward giving with work motivation is in moderate correlation strength with unidirectional correlation. The results of P value indicate that the hypothesis is accepted that there is a significant relationship between the provision of rewards and the work motivation of the nurses who work in the Inpatient Room of dr. Ario Wirawan Salatiga Hospital. Conclusion of this study indicate that there is a significant relationship between giving rewards and the work motivation of the nurses who work in the hospital room of dr. Ario Wirawan Salatiga. Abstrak Perawat menjadi kunci utama dalam sebuah pelayanan Sebagai bentuk pelayanan profesional, keperawatan diharapkan dapat meningkatkan mutu Rumah Sakit dalam memberikan asuhan keperawatan, baik itu bersifat promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative. Dengan pemberian reward bertujuan untuk menjaga motivasi pegawai tersebut supaya selalu dalam kondisi yang baik, sehingga mutu pelayanan Rumah Sakit meningkat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Proportionate Random Sampling dengan jumlah sampel 102 responden. Penelitian ini menggunakan alat ukur kuesioner pemberian reward dan motivasi kerja. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian dan analisis data diperoleh Rho = 0,462 dan p value sebesar 0,000 < 0. Nilai Rho tersebut menunjukkan bahwa pemberian reward dengan motivasi kerja berada dalam kekuatan korelasi sedang dengan arah korelasi yang searah. Hasil p value menunjukkan hipotesis diterima bahwa ada hubungan yang signifikan antara pemberian reward dengan motivasi kerja perawat pelaksana di Ruang Inap RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga. Simpulan hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan signifikan pemberian reward dengan motivasi kerja perawat pelaksana di Ruang Inap RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga. Dengan adanya reward yang jelas dapat mempengaruhi motivasi kerja perawat dalam melakukan asuhan keperawatan. Kata kunci : Perawat, reward, motivasi kerja
Pijat Oketani untuk Meningkatkan Produksi Air Susu Ibu pada Ibu Post Partum: Literature Review Nur Farida, Lisnawati; Ismiakriatin, Pentya
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 3 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jini.v3i2.21368

Abstract

Breastfeeding mothers often experience problems in the form of lack of milk. Oketani massage was known to be effective to increase breast milk production in postpartum mothers. The purpose of this study was to obtain an overview of giving oketani massage in increasing breast milk production based on empirical studies of the last 10 years. The design of this study used was a literature review with inclusion criteria in accordance with the PICOS format. Methods in searching for sources or articles through the National Library of Indonesia's E-Resources database, Proquest, Science Direct and Google Scholar (years 2011-2021) published in English and Indonesian. The keywords used were related to Breast Milk Production and Oketani Massage. Based on the Literature Review of 7 research journals, it was found that oketani massage was effective in increasing milk production, because oketani massage could stimulate the strength of the pectoralis muscle and make the breasts soft and elastic, making it easier for the baby to suck. Therefore, Oketani massage can be used as an alternative intervention in increasing breast milk in post partum mothers. Abstrak Ibu menyusui sering mengalami kendala berupa ASI kurang, atau tidak lancar. Salah satu cara yang diketahui dapat meningkatkan produksi ASI selama proses menyusui adalah dengan pijat oketani. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran pemberian pijat oketani dalam meningkatkan produksi ASI berdasarkan studi empiris 10 tahun terakhir. Desain penelitian ini menggunakan literature review dengan kriteria inklusi yang sesuai dengan format PICOS. Metode dalam pencarian sumber atau artikel melalui database E-Resources Perpusnas, Proquest, Scient Direct dan google Scholar (tahun 2011-2021) yang diterbitkan dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Kata kunci yang digunakan terkait dengan Produksi ASI dan Pijat Oketani. Berdasarkan Litelature Review dari 7 Jurnal penelitian didapatkan hasil bahwa pijat oketani efektif dalam meningkatkan produksi ASI, karena pijat oketani dapat menstimulus kekuatan otot pectoralis dan membuat payudara menjadi lembut dan elastis sehingga memudahkan bayi untuk menghisap. Oleh karena itu, Pijat oketani dapat dijadikan alternatif intervensi dalam meningkatkan ASI pada ibu post partum.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Praktik SADARI pada Remaja Putri di Kabupaten Bungo Indah Fitriwati, Citra; Meinarisa, Meinarisa
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 3 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jini.v3i2.21386

Abstract

WHO states that the number of breast cancer patients increases by about 7 million people every year. One that is cheap and easy to do is BSE. The purpose of this study was to identify factors related to the practice of mindfulness among young women in Bungo Regency. This research is a quantitative research with a cross sectional design. The research sample was teenagers aged 20-25 years in the Pasir Putih Village area of Muara Bungo. The sampling technique is proportional random sampling technique. The results of the study were knowledge about breast cancer showed that most of the respondents had sufficient knowledge, namely 69 people (74.5%), knowledge about the practice of early detection of breast cancer showed that most of the respondents had good knowledge as many as 63 people (68.6%). the support of health workers in the practice of self-examination showed that most of the respondents answered that the support of health workers was good, namely as many as 84 people (91.4%), the practice of early detection of breast cancer with self-examination showed that most of the respondents did less than perfect early detection practices as many as 71 people (77.1%). Based on the results of statistical tests using the Chi Square test, the Chi Square value was 0.067 with a p-value of 0.796 for the breast knowledge variable, the Chi Square value was 9.023 with a p-value of 0.003 for the BSE knowledge variable. 1,000 with a p-value of 1,000 for the health worker support variable, while for the timeliness of BSE implementation, the value is 7,836 with a p-value of 0,005. It is known that the variables of conscious practice knowledge and timeliness of BSE implementation have a relationship with BSE practice in adolescents. Abstrak WHO menyatakan bahwa jumlah penderita kanker payudara meningkat sekitar 7 juta orang setiap tahun. Salah satu yang murah dan mudah dliakukan adalah SADARI. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik SADARI pada remaja putri di Kabupaten Bungo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Sampel penelitian adalah remaja usia 20-25 tahun di wilayah Kelurahan Pasir Putih Muara Bungo. Teknik pengambilan sampel dengan teknik proportional random sampling. Jumlah sampel adalah total sampel dengan kumlah 92 responden. Pengolahan data dalam penelitian ini adalah uji Chi Square. Hasil penelitian adalah pengetahuan tentang penyakit kanker payudara menunjukkan bahwa sebagian besar responden berpengatahuan cukup yaitu sebanyak 69 orang (74,5%), pengetahuan tentang praktik deteksi dini kanker payudara menunjukkan bahwa sebagian besar responden berpengatahuan baik yaitu sebanyak 63 orang (68,6%) dukungan tenaga kesehatan dalam praktik SADARI menunjukkan bahwa sebagian besar responden menjawab dukungan tenaga kesehatan baik yaitu sebanyak 84 orang (91,4%), praktik deteksi dini kanker payudara dengan SADARI menunjukkan bahwa sebagian besar responden melakukan praktik deteksi dini kurang sempurna yaitu sebanyak 71 orang (77,1%). Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan Uji Chi Square didapatkan hasil Chi Square sebesar 0,067 dengan p-value sebesar 0,796 untuk variable pengetahuan payudara, didapatkan hasil Chi Square sebesar 9,023 dengan p-value sebesar 0,003 untuk variable pengetahuan SADARI, didapatkan hasil nilai Chi Square sebesar 1,000 dengan p-value sebesar 1,000 untuk variable dukungan tenaga kesehatan, sedangkan untuk ketepatan waktu pelaksanaan SADARI didapatkan nilai sebesar 7,836 dengan p-value sebesar 0,005. diketahui bawa variabel pengetahuan praktik SADARI dan ketepatan waktu pelaksanaan SADARI terdapat hubungan dengan praktik SADARI pada remaja. Disarankan bagi remaja putri untuk dapat melakukan SADARI secara rutin. Kata kunci: SADARI, remaja, ketepatan waktu, pengetahuan praktik SADARI
Perbedaan Sikap Mahasiswa dalam Merawat Pasien Menjelang Ajal di Institusi Keperawatan Umum dan Berciri Agama A'la, Muhamad Zulfatul; Siswoyo, Siswoyo; Maghfiroh, Rahmawati L.
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 4 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jini.v4i1.24890

Abstract

Students attitude towards palliative care is essential to improve the quality service for dying patients. Ideally, this positive attitudes must be flexible in interpersonal relationship and build up a direct communication, psycological relationship between patient and family, and considering of taking care of dying patients. This research determined the differences between attitude of nursing students at nursing institution with general nursing curriculum and nursing curriculum of religion in caring for dying patients. This research used stratified random sampling method and cross-sectional design. The data used Frommelt Attitudes towards the Care of the Dying Care Form B of Indonesian version (FATCOD-B-I) quesionnarrie in 102 correspondents. The result of this research showed that there is difference attitudes between nursing students from nursing institution with general nursing curriculum (104,18±7,557) and at nursing institution with curriculum of religion (99,82±8,532) in taking care of dying patients with P=0.008. The factors that affect the result is academic background, level of experience, training education of nursing students. For future to know about other factor of attitude toward caring of dying patient such as age and culture.   Abstrak Sikap mahasiswa dalam perawatan menjelang ajal merupakan hal yang esensial dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan menjelang ajal. Idealnya, fleksibel dalam hubungan interpersonal, adanya keinginan untuk menjalin komunikasi terbuka, pemikiran psikologis yang berkaitan dengan pasien dan keluarga, dan menganggap merawat pasien menjelang ajal merupakan hal yang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sikap mahasiswa dalam merawat pasien menjelang ajal di institusi pendidikan dengan kurikulum keperawatan umum dan kurikulum keperawatan berciri agama di wilayah Jember. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif komparatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Frommelt Attitudes towards the Care of the Dying Care Form B of Indonesian version (FATCOD-B-I) dengan 102 responden. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sikap mahasiswa dari institusi pendidikan dengan kurikulum keperawatan umum (104,18±7,557) dan mahasiswa dari institusi pendidikan dengan kurikulum keperawatan berciri agama (99,82±8,532) dalam merawat pasien menjelang ajal dengan P=0.008. Faktor – faktor yang dapat mempengaruhi yaitu level akademik, pengalaman dalam merawat pasien menjelang ajal, pelatihan perawatan pasien menjelang ajal. Penelitian menyarankan untuk meneliti faktor lain terkait faktor usia dan budaya yang dapat mempengaruhi sikap mahasiswa dalam merawat pasien menjelang ajal. Kata Kunci: Kurikulum, Mahasiswa, Sikap, Perawatan Paliatif  
Hubungan Pengetahuan, Peran Petugas Kesehatan, dan Dukungan Keluarga terhadap Perilaku Pencegahan Stunting pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Pondok Meja Jambi Tahun 2023 Azarine, Sherin; Meinarisa, Meinarisa; Sari, Putri Irwanti
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 4 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jini.v4i1.24906

Abstract

Suffering from chronic malnutrition during early childhood leads to stunting. This study aims to investigate the correlation between pregnant women's preventive behavior and their knowledge, support from health workers, and family support in the Pondok Meja Muaro Health Center Jambi in 2023. The research utilized an associative analysis design and a cross-sectional approach. The instrument used in this study was a questionnaire by testing the validity and reliability tests. The findings indicated that the majority of pregnant women exhibited positive stunting prevention behaviors, with 39 participants falling under the "good" category. (52.7%), knowledge in the good category, 28 pregnant women (37.8%), health workers in the good category, 40 pregnant women (54.1%), good category of family support as many as 27 pregnant women (36.5%). The proportion test using the Spearman's rho correlation test showed that there was a relationship between knowledge (p-value=0.001), the role of health workers (p-value=0.001), and family support (p-value=0.001) with stunting prevention behavior in pregnant women. It is hoped that health workers can improve education about stunting. Abstrak Stunting yaitu permasalahan anak usia dini berupa malnutrisi kronis akibat malnutrisi sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, peran tenaga kesehatan maupun dukungan keluarga terhadap prilaku preventif ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pondok Meja Muaro Jambi 2023. Penelitian memakai desain analisis asosiatif dan menggunakan pendekatan cross sectional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner (angket) dengan melakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar perilaku pencegahan stunting kategori baik sebanyak 39 ibu hamil (52,7%), pengetahuan kategori baik sebanyak 28 ibu hamil (37,8%), peran petugas kesehatan kategori baik sebanyak 40 ibu hamil (54,1%), dukungan keluarga kategori baik sebanyak 27 ibu hamil (36,5%). Uji proporsi dengan uji korelasi Spearman's rho didapatkan hasil terdapat hubungan pengetahuan (p-value=0,001), peran petugas kesehatan (p-value=0,001), dan dukungan keluarga (p-value=0,001) dengan perilaku pencecahan stunting pada ibu hamil. Diharapkan bagi petugas kesehatan dapat meningkatkan edukasi mengenai stunting. Kata Kunci: Stunting, Pengetahuan, Peran Petugas, Dukungan Keluarga.
Pengaruh Aktivitas Fisik terhadap Fungsi Kognitif pada Lanjut Usia: Kajian Literatur Agustana, Rinanda Septiani; Suparto, Tirta Adikusuma; Sumartini, Sri; Purwandari, Asih; Puspita, Wahyoe
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 4 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jini.v4i1.24971

Abstract

The problem that occurred in the elderly was a decrease in body function in line with increasing age, one of which was a decrease in cognitive function. Prevention efforts that could be done were by doing physical activity. This study aimed to determine the effect of physical activity on cognitive function in the elderly. The design used in this study was a literature review from database search results that could be accessed through Science Direct, GARUDA, and Google Scholar with articles in the last 5 years (2015-2020). A literature search using the keywords "Physical Activity, Cognitive Function, Brain, Elderly". The search results of 6 articles that had been found using experimental methods showed that some physical activities carried out in the elderly with a duration of administration for 30-60 minutes, with a frequency of 3-5 times a week, and an interval of 1 day for rest could affect and improve cognitive function in the elderly. Physical activity affected cognitive function because regular physical activity could stimulate proteins in the brain to maintain and assist in the process of forming new cells in the brain. Some physical activities that could be done by the elderly included brain exercise, aerobic exercise, healthy walking, and aquatic exercise. Abstrak Permasalahan yang terjadi pada lansia adalah penurunan fungsi tubuh sejalan dengan bertambahnya usia, salah satunya adalah penurunan fungsi kognitif. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aktivitas fisik terhadap fungsi kognitif pada lansia. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah kajian literatur dari hasil pencarian database yang bisa diakses melalui Science Direct, GARUDA, dan Google Scholar dengan artikel dalam rentang waktu 5 tahun terakhir (2015-2020). Pencarian literatur menggunakan kata kunci “Aktivitas Fisik, Fungsi kognitif, Otak, Lanjut usia”. Hasil pencarian dari 6 artikel yang telah ditemukan menggunakan metode eksperimen menunjukan bahwa beberapa aktivitas fisik yang dilakukan pada lansia dengan lama pemberian selama 30-60 menit, dengan frekuensi 3-5 kali dalam seminggu, dan selang waktu 1 hari untuk istirahat mampu mempengaruhi serta meningkatkan fungsi kognitif pada lansia. Aktivitas fisik mempengaruhi fungsi koginitf karena aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin mampu menstimulasi protein pada otak guna mempertahankan dan membantu dalam proses pembentukan sel baru pada otak. Beberapa aktivitas fisik yang dapat dilakukan oleh lansia meliputi senam otak, latihan aerobik, jalan sehat, dan latihan akuatik. Kata Kunci: Aktivitas Fisik, Fungsi kognitif, Lanjut usia
Penerapan Terapi Bermain Mewarnai untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Hospitalisasi pada Anak Usia 3-6 Tahun: Studi Kasus Sari, Putri Irwanti; Pordaningsih, Reny; Erwinsyah, Erwinsyah; Prasetya, Rifki Dwi
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 4 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jini.v4i1.25069

Abstract

Anxiety is the first reaction that appears or is felt by the patient and his family when the patient must be treated suddenly or unplanned as soon as he starts hospitalization, anxiety will continue to accompany the patient and his family in every treatment action against the patient's illness. The purpose of this study was to find out the description of the Application of Coloring Play Therapy to Reduce Hospitalization Anxiety Levels in Children Aged 3-6 Years in Kenari Room Rs Tk III Dr Bratata Jambi. This research was a case study with a descriptive approach. Anxiety in children aged 3-6 years, a total of two children, was observed for 3 days. Anxiety was observed before and after the coloring play therapy was given After the application of coloring play therapy in this study, it was found that coloring play therapy could reduce the anxiety level of children who were hospitalized. Conclusion: Coloring therapy is a therapy that can help reduce anxiety levels in hospitalized children. Abstrak Kecemasan merupakan reaksi pertama yang muncul atau dirasakan oleh pasien dan keluarganya disaat pasien harus dirawat mendadak atau tanpa terencana begitu mulai masuk rumah sakit, kecemasan akan terus menyertai pasien dan keluarganya dalam setiap tindakan perawatan terhadap penyakit yang diderita pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran Penerapan Terapi Bermain Mewarnai untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Hospitalisasi Pada Anak Usia 3-6 Tahun di Ruang Kenari Rs Tk III Dr Bratanata Jambi. Desain Penelitian yang digunakan adalah deskriptif untuk mengetahui gambaran Penerapan Terapi Bermain Mewarnai pada 2 orang anak usia 3-6 tahun selama 3 hari dengan mengobservasi kecemasan anak sebelum dan sesudah terapi bermain mewarnai diberikan. Setelah dilakukan penerapan terapi bermain mewarnai pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa terapi bermain mewarnai dapat menurunkan tingkat kecemasan anak yang di hospitalisasi. Kesimpulan : Terapi bermain mewarnai merupakan terapi bermain yang dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan pada anak yang dihospitalisasi. Kata Kunci: Terapi bermain mewarnai, Kecemasan, Hospitalisasi