cover
Contact Name
Putu Mega Putra
Contact Email
megabizland@gmail.com
Phone
+6285227679500
Journal Mail Official
info@paris.ipb-intl.ac.id
Editorial Address
Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Jalan Kecak, No. 12, Gatot Subroto Timur Denpasar - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
ISSN : -     EISSN : 28283325     DOI : https://doi.org/10.22334/paris
Core Subject : Economy, Social,
Paris memuat publikasi ilmiah di bidang pendidikan, pariwisata, bisnis dan kewirausahaan. dengan cakupan bidang sebagai berikut tetapi tidak hanya terbatas pada: 1. Pendidikan pariwisata, 2. Pengembangan kepariwisataan, 3. Pariwisata Berkelanjutan, 4. Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal, 5. Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal, 6. Pengembangan Ekonomi, Bisnis digital, Kewirausahaan, Koperasi, Industri Kreatif, dan UMKM, 7. Seni, sastra, dan budaya, serta integrasi nasional dan harmoni sosial dalam bidang pariwisata.
Articles 1,502 Documents
Gluten Free Muffin Berbahan Dasar Tepung Pisang Kepok Permana, Malik Rama; Efendi, Moch Nur
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i2.721

Abstract

Muffin adalah jenis kue yang dibuat dalam ukuran kecil. Meskipun muffin yang terbuat dari tepung terigu mengandung gluten tinggi, muffin tersebut tentunya tidak direkomendasikan untuk masalah kesehatan seperti penyakit celiac, penyakit autoimun usus, dan intoleransi gluten non-celiac. Peneliti berharap dapat dilakukan penelitian tentang pemanfaatan tepung pisang kepok untuk diolah menjadi muffin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seperti apa kualitas muffin bebas gluten sehingga dapat dinikmati oleh orang-orang berkebutuhan khusus, dan metode yang digunakan adalah deskriptif dan kualitatif yang didukung dengan uji sensori terhadap 30 responden. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian menunjukkan bahwa muffin yang menggunakan tepung pisang kepok memiliki tekstur yang lebih lembut, warna yang menarik, aroma yang enak, dan rasa yang jauh lebih unggul dibandingkan muffin yang menggunakan tepung terigu. Harga muffin berbahan dasar tepung pisang kapok dijual dengan harga Rp. 5000 per pcs. Minat beli masyarakat diperoleh berminat membeli muffin berbahan tepung pisang kepok. Muffin is a type of cake that is made in small sizes. Muffins made from wheat flour are high in gluten and are of course not recommended for health conditions such as celiac disease, intestinal autoimmune disease, and non-celiac gluten intolerance. Researchers hope to study the use of kepok banana flour to be processed into muffins. This study aims to investigate the quality of gluten-free muffins that can be enjoyed by people with special needs. The method used is descriptive and qualitative, supported by sensory testing with 30 respondents. Collect data using interview, observation, and documentation techniques. The results of the research on muffins with kepok banana flour have a softer texture, attractive colors, delicious aroma, and a very good taste compared to muffins using wheat flour. The price for muffins made from kapok banana flour is sold at Rp. 5000 per pcs. Public interest in buying was obtained interested in buying muffins made from kepok banana flour.
Perbandingan Dua Jenis Kunyit sebagai Rekomendasi Bahan Dasar Pembuatan Kunyit Asam Karuni, Ni Komang Ayu Citta; Arianty, A.A.A Arun Suwi
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i2.722

Abstract

Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mencari perbandingan dua jenis kunyit yaitu kunyit kuning dan kunyit putih dari segi rasa, aroma, tekstur dan warna saat dijadikan jamu kunyit asam, serta mencari minat beli konsumen pada jamu kunyit asam jika dijadikan sebuah produk hotel. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu penelitian eksperimen. Penelitian ini dilakukan dengan membuat jamu kunyit asam menggunakan kunyit kuning dan kunyit putih, sampel pada penelitian ini berjumlah 35 orang, dengan metode pengumpulan data kuesioner, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu jamu kunyit asam menggunakan kunyit kuning (P1) dari segi rasa mendapatkan kriteria sangat enak, segi aroma mendapatkan kriteria wangi, segi tekstur mendapat kriteria kental, dan segi warna mendapatkan kriteria cukup menarik. Kemudian jamu kunyit asam menggunakan kunyit putih (P2) dari segi rasa mendapatkan kriteria cukup enak, segi aroma mendapatkan kriteria kurang beraroma, segi tekstur mendapatkan kriteria kental, dan segi warna mendapatkan kriteria cukup menarik. Perbandingan kedua jenis kunyit ini saat dijadikan jamu kunyit asam ada pada rasa dan aroma yang mana kunyit kuning (P1) lebih enak dari segi rasa dan lebih wangi dari segi aroma dibandingkan dengan kunyit putih (P2). Pada pembuatan jamu kunyit asam disarankan menggunakan kunyit kuning karena dapat memberikan rasa dan aroma yang lebih baik. The purpose of this study is to find a comparison of two types of turmeric, namely yellow turmeric and white turmeric in terms of the taste, aroma, texture and color when it is made into turmeric tamarind herbal drinks or jamu kunyit asam, and to find consumer’s interest in this herbal drinks. The research approach used was experimental research. The study is made by making this turmeric tamarind herbal drinks with yellow and white turmeric, with 35 peoples in this study as a sample, using the method of collecting data from the questionnaire, observation and documentation. As a result of this study, using yellow turmeric (P1) in terms of taste get very good criteria, in terms of aroma get fragrant, texture get viscous criteria, and color get quite interesting criteria, then as a result using white turmeric (P2) in terms of taste get pretty good criteria, in terms of aroma get less scented criteria, texture does get viscous criteria, and color does get quite interesting criteria. This comparison of these two varieties of turmeric is in the flavor and aroma of, which a yellow turmeric (P1) is more particular in taste and more fragrant in aroma than white turmeric (P2). A yellow turmeric is recommended for making a better flavor and aroma.
Kualitas Pasta Gluten Free Berbahan Dasar Tepung Sukun pada Spaghetti Aglio E Olio Putri, Ni Made Ari Montessori Kartika; Widhyandanta, I Gede Dirga Surya Arya
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i2.723

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah untuk mengetahui kualitas organoleptik dari pasta gluten free berbahan dasar tepung sukun pada Spaghetti Aglio E Olio, mengetahui daya tahan pasta gluten free berbahan dasar tepung sukun pada suhu ruangan dan suhu lemari pendingin, serta mengetahui biaya produksinya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif serta dilakukannya observasi dan pembagian kuesioner kepada 30 orang panelis. Melalui uji organoleptik dari tiga produk yang diujikan (P(0), P(1), dan P(2)), diperoleh hasil bahwa pasta gluten free berbahan dasar tepung sukun pada Spaghetti Aglio E Olio P(2) memiliki nilai rata-rata tertinggi yaitu 3,9, 3,9, 3,8, 3,9 dengan rasa yang gurih, berbumbu yang pas, dan tidak terlalu berminyak, tekstur yang padat dan kenyal yang pas, warna cokelat pucat, dan aroma tepung sukun yang pas. Pasta gluten free berbahan dasar tepung sukun pada Spaghetti Aglio E Olio dapat bertahan selama 1 hari di suhu ruang dengan wadah tertutup dan di dalam lemari pendingin dengan wadah tertutup dapat selama 5 hari. The purpose of this study are to determine the organoleptic quality of gluten-free pasta made from breadfruit flour in Spaghetti Aglio E Olio, knowing the storage durability in room temperature and refrigerator, and knowing the production cost of it. This study used quantitative methods and conducted observations and distributed questionnaires to 30 panelists. Through organoleptic tests of the three products tested (P(0), P(1), and P(2)), it was found that gluten-free pasta made from breadfruit flour in Spaghetti Aglio E Olio P(2) had the highest average score with 3.9, 3.9, 3.8, 3.9 that has a savory taste, just the right seasoning, and not too oily, has the right density and chewy texture, pale brown color, and the right aroma of breadfruit flour. Gluten-free pasta made from breadfruit flour in Spaghetti Aglio E Olio can last for 1 day at room temperature with a closed container and in the refrigerator with a closed container for 5 days.
Pemanfaatan Ubi Ungu Dalam Pembuatan Donat sebagai Jajanan Berbasis Pangan Lokal Darmayani, Ni Made; Praminatih, Gusti Ayu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i2.724

Abstract

Tujuan dari penelitian Pemanfaatan Ubi Ungu Dalam Pembuatan Donat Sebagai Jajanan Berbasis Pangan Lokal ini adalah untuk mengetahui kualitas dari rasa, aroma, tekstur, warna. Selain itu untuk mengetahui daya tahan donat dengan penambahan ubi ungu, mengetahui biaya yang diperlukan dan minat konsumen terhadap donat dengan ubi ungu. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan melakukan eksperimen dengan tiga perbandingan yaitu 0 %, 25 % dan 50 % kemudian diujikan organoleptik kepada 30 panelis. Hasil yang didapat pada P0 yaitu, warna coklat muda, rasa enak, aroma kurang harum, tekstur lembut dan dapat bertahan selama 3 hari pada suhu ruang. P1 menghasilkan donat dengan warna ungu muda,rasa enak, aroma cukup harum, tekstur sangat lembut dan dapat bertahan selama 3 hari pada suhu ruang. P2 menghasilkan donat dengan warna ungu tua, rasa sangat enak, aroma harum, tekstur sangat lembut dan dapat bertahan selama 2 hari pada suhu ruang. Biaya produksi yang diperlukan untuk membuat donat ini sebesar Rp 33.139 menghasilkan 30 pcs donat, dengan berat 24gr setiap pcs. Berdasarkan hasil uji minat konsumen dapat disimpulkan bahwa 93.33% responden tertarik untuk membeli donat dengan pemanfaatan ubi ungu. The purpose of the research on the Utilization of Purple Sweet Potatoes in Making Donuts as Local Food-Based Snacks is to determine the quality of taste, smell, texture, color. In addition, to find out the durability of donuts with the addition of purple sweet potatoes, knowing the costs needed and consumer interest in donuts with purple sweet potatoes. In this study using quantitative methods, namely conducting experiments with three comparisons, namely 0%, 25% and 50% with codes P0, P1, and P2 then tested organoleptic to 30 respondents. The result of P0 is from the quality of light brown color, good taste, less fragrant aroma, soft texture and can last for 3 days at room temperature. P1 produces donuts with a light purple color, good taste, quite fragrant aroma, very soft texture and can last for 3 days at room temperature. P2 produces donuts with dark purple color, very good taste, fragrant aroma, very soft texture and can last for 2 days at room temperature. The production cost required to make this donut amounted to Rp 33,139 resulting in 30 pcs of donuts, weighing 24gr/ pcs. Based on the results of the consumer interest test, it can be concluded that 93.33% of respondents are interested in buying donuts with the use of purple sweet potatoes.
Penambahan Wortel pada Pembuatan Dodol Suryani, Ni Made Indah; Kuntariati, Utik
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i2.725

Abstract

Dodol selaku makanan tradisional khas Indonesia yang termasuk dalam makanan pencuci mulut dengan berbahan dasar tepung beras , tepung ketan, santan kelapa dan gula. Tujuan penelitian ini ialah guna memahami kualitas dodol melalui bahan campuran wortel. Metode penelitian ini ialah metode penelitian kuantitatif melalui jenis penelitian eksperimental dan Teknik pengumpulan data yang dilaksanakan melalui observasi dan kuesioner. Ketika menetapkan kualitas dari dodol wortel dinilai melalui menggunakan Teknik uji organoleptic yang diujikan kepada 30 panelis melalui aspek yang di uji meliputi aspek rasa , warna , tekstur dan aroma. Temuannya yang sudah dilaksanakan dengan 2 buah dodol. Yaitu dodol tanpa campuran wortel (sample A) dan dodol dengan campuran wortel (sample B) selaku pembanding. Berlandaskan temuannya didapati dodol tanpa campuran wortel (sample A) memiliki kualitas rasa enak, warna cukup menarik,, tekstur kenyal, dan aroma cukup sedap sedangkan dodol dengan campuran wortel (sample B) memiliki kualitas rasa sangat enak, warna sangat menarik , tekstur kenyal dan aroma sedap. Dodol is a traditional Indonesian food which is included in desserts made from rice flour, glutinous rice flour, coconut milk and sugar. The purpose of this study was to determine the quality of dodol with carrot mixture. The research method applied in this study is a quantitative research method with experimental research types and data collection techniques carried out by observation and questionnaires. In determining the quality of carrot dodol, it was assessed using an organoleptic test technique that was tested on 30 panelists with the aspects tested covering aspects of taste , color , texture and aroma. The results of research that has been done with 2 lunkheads. Namely dodol without a mixture of carrots (sample A) and dodol with a mixture of carrots (sample B) as a comparison. Based on the results of the study it was found that dodol without carrot mixture (sample A) had good taste quality, quite attractive color, chewy texture, and quite delicious aroma while dodol with carrot mixture (sample B) had very good taste quality , very attractive color, texture chewy and smells good.
Identifikasi Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Tamu Berkunjung ke Restoran Yanti, Ni Made Viki Dwi; Sanjaya, I Wayan Kiki
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i2.726

Abstract

Penelitian ini mengidentifikasi faktor–faktor yang mempengaruhi tamu berkunjung ke Eeny Meeny Restaurant Frankston, Australia. Restoran yang menjual berbagai macam healty food, vegan dan gluten free food. Lokasinya yang sangat strategis di kawasan pusat perbelanjaan dan kawasan dekat dengan pantai. Eeny Meeny Restaurant memiliki produk makanan yang paling sangat diminati oleh banyak tamu yaitu “Fritters” (Sweet corn and coriander fritter, sweet chili, sour cream, plus bacon or avocado optional). Harga yang ditawarkan Eeny Meeny Restaurant bersaing dengan kompetitor lainnya di daerah Frankston, Victoria. Kegiatan promosi dilakukan secara periklanan melalui instagram dan facebook serta promosi melalui website. Metode dalam penelitian ini mengunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan kuesioner. Tujuan dari penelitian ini untuk membuktikan bahwa faktor – faktor tidak di analisis tetapi diidentifikasi serta memang teori 7P (product, place, price dan promotion) itu sangat cocok dengan motivasi pelanggan berkunjung ke Eeny Meeny Restaurant. Hasil penelitian ini bahwa faktor 7P (produk, place, price, promotion) sangat mempengaruhi keputusan pembelian tamu saat berkunjung ke Eeny Meeny Restaurant. Jenis sampel yang digunakan kan adalah teknik quota sampling dengan 100 responden, dan disebarkan secara online menggunakan google form. This study identified the factors that influence guests visiting Eeny Meeny Restaurant Frankston, Australia. Eeny Meeny Restaurant is a restaurant that sells various kinds of healthy food, vegan and gluten free food. The location is very strategic and is in a shopping center area and an area close to the beach. Eeny Meeny Restaurant has food products that are most in demand by many guests, namely “Fritters” (Sweetcorn and coriander fritter, sweet chili, sour cream, plus optional bacon or avocado). The prices offered by Eeny Meeny Restaurant are competitive with other competitors in the Frankston area, Victoria. Promotional activities are carried out in advertising via Instagram and Facebook as well as promotion through the website. The method used in this study is quantitative with data collection techniques including observation, interviews and distributing questionnaires. The purpose of this study is to prove that the factors are not analyzed but identified and indeed the 7P theory (product, place, price and promotion) is very compatible with the customer's motivation to visit Eeny Meeny Restaurant. The results of study is to show that the 7P factors (product, place, price, promotion) greatly influence the purchasing decisions of guests when they visit Eeny Meeny Restaurant. The type of sample used is the quota sampling technique with 100 respondents, and distributed online using the Google form.
Crepes dengan Penambahan Kunyit sebagai Pewarna Alami Dewi, Ni Putu Ayu Padma; Rinayanthi , Ni Made
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i2.728

Abstract

Tujuan dari penelitian crepes dengan penambahan kunyit sebagai pewarna alami adalah untuk mengetahui kualitas crepes yang ditambahkan kunyit berdasarkan segi warna, aroma, rasa, tekstur, serta untuk mengetahui daya tahan, menganalisis minat konsumen terhadap crepes dengan penambahan kunyit serta jumlah biaya produksi yang diperlukan untuk pembuatan crepes dengan penambahan kunyit. Pendekatan penelitian menggunakan penelitian experimen dan menggunakan metode kuantitatif, penelitian eksperimen dilakukan dengan membuat crepes dengan penambahan kunyit sebagai pewarna alami, dan diuji oleh 20 panelis dengan uji organoleptik, dan analisis minat konsumen serta uji daya tahan. Hasil penelitian ini berupa kualitas crepes dengan penambahan kunyit sebagai pewarna alami adalah sangat enak dari segi rasa, beraroma sedap, tekstur yang crispy dan mempunyai warna yang sangat menarik. Pada hasil uji daya tahan crepes dengan penambahan kunyit yang sudah dipanggang mampu bertahan selama 2 hari untuk warna yang menarik, aroma, dan rasa yang dapat dikonsumsi dan mampu bertahan selama 2 jam untuk tekstur yang crispy. Pada hasil analisis biaya untuk pembuatan crepes dengan penambahan kunyit sebagai pewarna alami memerlukan biaya Rp. 30.000,-. The purpose of research on crepes with the addition of turmeric as a natural dye is to determine the quality of the crepes added with turmeric in terms of color, aroma, taste, texture, then to know the durability, analyzing consumer interest in crepes with the addition of turmeric and how much production costs are needed in making crepes with the addition of turmeric. The research approach used is experimental research and uses quantitative methods, This experimental research was carried out by making crepes with the addition of turmeric as a natural dye, then tested by 20 panelists with organoleptic tests, and analysis of consumer interest and durability tests.The results of this study are the quality of the crepes with the addition of turmeric as a natural dye which is very good in terms of taste, has a delicious aroma, crispy texture and has a very attractive color. From the results of the endurance test, crepes with the addition of turmeric can last for 2 days for an attractive color, aroma, and taste that can be consumed and can last for 2 hours for a crispy texture. From the results of the cost analysis to making crepes with the addition of turmeric as a natural dye, it costs Rp. 30.000,-.
Pembuatan Roti Focaccia Berbahan Dasar Pengembang Ragi Alami (Sourdough) Raja, Anak Agung Ngurah Putra Adnyana; Dewi, I Gusti Ayu Melistyari
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i2.729

Abstract

Tujuan dari penelitian terhadap penggunaan ragi alami atau yang dikenal dengan sourdough ini adalah sebagai alternatif dari penggunaan instant yeast pada pembuatan roti untuk menguji apakah ragi alami atau sourdough bisa atau layak dijadikan bahan pengganti dari instant yeast. Penelitian ini dilakukan dengan cara membuat roti focaccia dengan bahan dasar pengembang ragi alami (sourdough) yang nantinya akan diukur dari berbagai aspek seperti: rasa, tekstur, aroma dan warna. Penulis menggunakan pendekatan penelitian eksperimen, yang mana diterapkan dengan menggunakan bahan dasar ragi yang berbeda pada pembuatan roti untuk kemudian diuji lebih lanjut oleh panelis berdasarkan tes organoleptik, observasi, dan analisis biaya. Hasil penelitian ini adalah roti focaccia yang memiliki kualitas yang baik dari segi rasa, tekstur yang lembut, aroma, warna dan harga yang ekonomis. Dari hasil uji daya tahan roti dengan bahan pengembang alami (sourdough) mampu bertahan selama lebih dari 3 hari. Selain itu, dari perolehan hasil analisis biaya dalam pembuatan roti sourdough membutuhkan biaya Rp20.070,00. The purpose of research on the use of natural yeast or what is known as sourdough is as an alternative to the use of instant yeast in bread making to test whether natural yeast or sourdough can or deserves to be used as a substitute for instant yeast. This research was conducted by making focaccia bread with sourdough as the basic ingredient which will be measured from various aspects such as: taste, texture, aroma and color. The author uses an experimental research approach, which is applied using different yeast base ingredients in bread making to be further tested by panelists based on organoleptic tests, observations, and cost analysis. The results of this study are focaccia bread which has good quality in terms of taste, soft texture, aroma, color and economical price. From the results of the resistance test of bread with natural leavening agents (sourdough) it can last for more than 3 days. In addition, from the results of the cost analysis in making sourdough bread, it costs Rp. 20,070.00.
Pengolahan Brownies dengan Selai Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus)
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i2.730

Abstract

Tujuan dari penelitian Pengolahan Brownies Dengan Selai Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) adalah untuk mengetahui prosedur pembuatan brownies dengan menambahkan selai buah naga dan untuk mengetahui hasil akhir brownies selai buah naga dari segi rasa, warna, tekstur dan aroma. Pendekatan jenis data yang dioakai ialah jenis data kuantitatif yang diuji oleh 30 panelis dengan tes organoleptic dan observasi. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan melalui 2 buah brownies, yakni brownies cokelat (P0) dan brownies dengan selai buah naga (P1) selaku pembanding. Berlandaskan temuannya, didapati brownies cokelat (P0) memiliki kualitas rasa sangat enak, warna menarik, tekstur lembut dan aroma harum sedangkan brownies dengan selai buah naga (P1) memiliki kualitas rasa enak, warna sangat menarik, tekstur lembut dan aroma harum. The purpose of the research on Processing Brownies With Red Dragon Fruit Jam (Hylocereus Polyrhizus) is to find out the process of making brownies by adding dragon fruit jam and to find out the end result of dragon fruit jam brownies in terms of taste, color, texture and aroma. The type of data approach used is quantitative data types tested by 30 panelists with organoleptic tests and observations. The results of research that has been done with 2 brownies, namely chocolate brownies (P0) and brownies with dragon fruit jam (P1) as a comparison. Based on the results of the study, it was found that chocolate brownies (P0) had very good taste, attractive colors, soft texture and fragrant aroma, while brownies with dragon fruit jam (P1) had good taste, very attractive colors, soft texture and fragrant aroma.
Analisis Penerapan Prosedur Pelayanan Pramusaji Salt Restaurant Muliawan, I Nyoman; Aprinica, Ni Putu Isha
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i2.731

Abstract

Penelitian ini membahas tentang analisis penerapan prosedur pelayanan pramusaji Salt Restaurant di Eastin Ashta Canggu. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui bagaimana penerapan SOP dan mengetahui apa saja hambatan dalam menjalankan SOP di Salt Restaurant Canggu. Penelitian ini dilakukan dari bulan Maret 2023 sampai bulan Juni 2023 dan jenis penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Salt Restaurant Canggu memiliki 1 Manager, 1 Supervisor, 2 Waiter , 3 Dw Waiter, 2 Dw Waitress, 2 Dw hostes, dan 2 Training. Hasil dari penelitian ini yaitu SOP yang ada di Salt restaurant belum sepenuhnya dijalankan oleh waiter/waitress, hanya 82% yang sudah diterapkan dengan baik dan ada lagi 18% yang belum diterapkan dengan baik. Agar penerapan SOP di Salt restaurant berjalan dengan baik maka sebaiknya perlu evaluasi dan penekanan terhadap pentingnya penerapan standar operating procedure, dan memberikan pelatihan terhadap waiter/waitress agar penerapan SOP berjalan dengan lancar. This study discusses the analysis of the implementation of the Salt Restaurant service procedures at Eastin Ashta Canggu. The purpose of this research is to find out how the SOP is implemented and to find out what are the obstacles in carrying out the SOP at Salt Restaurant Canggu. This research was conducted from March 2023 to June 2023 and the type of research is descriptive qualitative. Salt Restaurant Canggu has 1 Manager, 1 Supervisor, 2 Waiters, 3 Dw Waiters, 2 Dw Waitress, 2 Dw hostesses, and 2 Training. The results of this study are that the SOPs in Salt restaurants have not been fully implemented by waitresses/waitresses, only 82% have been implemented properly and there is another 18% which have not been implemented properly. In order for the implementation of SOP at a Salt Restaurant to run well, it is better to evaluate and emphasize the implementation of standard operating procedures, and provide training to waiters so that the implementation of the SOP runs smoothly.

Filter by Year

2022 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 8 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2025 Vol. 4 No. 7 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2025 Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2025 Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2025 Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2025 Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2025 Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 10 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 3 No. 12 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Desember 2024 Vol. 3 No. 11 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis November 2024 Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Oktober 2024 Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis September 2024 Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024 Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024 Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024 Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024 Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024 Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024 Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024 Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2024 Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 12 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis More Issue