cover
Contact Name
Putu Mega Putra
Contact Email
megabizland@gmail.com
Phone
+6285227679500
Journal Mail Official
info@paris.ipb-intl.ac.id
Editorial Address
Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Jalan Kecak, No. 12, Gatot Subroto Timur Denpasar - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
ISSN : -     EISSN : 28283325     DOI : https://doi.org/10.22334/paris
Core Subject : Economy, Social,
Paris memuat publikasi ilmiah di bidang pendidikan, pariwisata, bisnis dan kewirausahaan. dengan cakupan bidang sebagai berikut tetapi tidak hanya terbatas pada: 1. Pendidikan pariwisata, 2. Pengembangan kepariwisataan, 3. Pariwisata Berkelanjutan, 4. Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal, 5. Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal, 6. Pengembangan Ekonomi, Bisnis digital, Kewirausahaan, Koperasi, Industri Kreatif, dan UMKM, 7. Seni, sastra, dan budaya, serta integrasi nasional dan harmoni sosial dalam bidang pariwisata.
Articles 1,502 Documents
Upaya Supervisor Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Pramusaji Lawadanu, I Komang Adi; Yani, Ni Wayan Mega Sari Apri
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i3.733

Abstract

Mads Lange Restaurant Ubud merupakan ruang makan tenda bertingkat di Camp. Dari hasil pengamatan pertama ditemukan complaint dari tamu mengenai pelayanan di Mads Lange Restaurant. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk menemukan upaya-upaya yang dilakukan supervisor dalam meningkatkan kualitas pelayanan pramusaji dan kendala-kendala yang dihadap supervisor dalam menerapkan standar pelayanan pramusaji. Deskriptif kualitatif merupakan metodelogi penelitian yang digunakan, dalam proses penelitian ini teknik pengumpulan data yang dimanfaakan berupa observasi (pengamatan), wawancara (melakukan tanya jawab dengan pihak informan), dokumentasi (mencari dokumen-dokumen berupa gambar yang terkain dengan penelitian). Deskriptif kualitatif merupakan metodelogi penelitian yang digunakan. Dari hasil pengumpulan data didapatkan kendala-kendala yang ditangani oleh pelayan yaitu minimnya disiplin pelayan dalam mengikuti pelatihan-pelatihan, tidak akuratnya waktu penyerahan makanan, kurang tanggapnya pelayan terhadap masalah selama oprasional, kurangnya perhatian pelayan terhadap tamu. Upaya dari Supervisor dalam meningkatakan kemampuan pelayanan peramusaji yaitu dengan melaksanakn pelatihan SOP (Standar Oprasional Prosedur), memberikan pelajaran product knowledge, memberikan breifings kepada pramusaji dan selalu mengecek grooming pelayan. Mads Lange Restaurant Ubud is a terraced tented dining area at Camp. Based on the results of initial observations, complaints were found from guests about the service at Mads Lange Restaurant. The purpose of this study was to find out the efforts made by supervisors in improving the quality of waitress service and the constraints faced by supervisors in implementing server service standards. In this study the type of data used was qualitative, in the process of this research the data collection techniques used were observation (observations), interviews (doing questions and answers with related parties), documentation (looking for documents related to this research). The data analysis technique used is descriptive qualitative. From the results of data collections, it was found that the obstacles faced by the waiter were the low discipline of the waiter in participating in the training, the inaccuracy of the food serving time, the lack of responsiveness of the waiter to problems during operations, the lack of attention of the waiter towards guests. The Supervisor's efforts to improve the quality of waiter service are by providings SOP (Standard Operational Procedure) trainings, providing product knowledge training, providing briefings to waiters and always checking the grooming of waiters.
Pemanfaatan Nangka Muda sebagai Bahan Pengganti Daging dalam Pembuatan Sempol Ayam Setiawan, I Made Ari; Mahendra, I Wayan Eka
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i3.734

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pemanfaatan nangka muda Sebagai bahan Pengganti daging dalam pembuatan sempol ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas sempol dari segi rasa, tekstur, warna dan aroma, serta untuk mengetahui berapa lama masa simpan dari produk sempol nangka muda ini. Dari hasil uji organoleptik yang di tujukan kepada 15 orang panelis dan uji masa simpan produk yang dilakukan, peneliti akhirnya mendapatkan hasil bahwa kualitas sempol berbahan dasar nangka muda ini menunjukan hasil yang baik mulai dari segi rasa, tekstur, warna beserta aromanya dengan kualitas rasa mendapatkan skor tertinggi dengan total skor 68 dan kualitas warna mendapatkan nilai terendah yaitu dengan total skor 56 sedangkan pada hasil uji masa simpan produk penulis mendapatkan hasil yaitu sempol yang disimpan pada suhu ruangan hanya bertahan selama dua hari, sedangkan sempol yang disimpan pada suhu lemari Pendingin memiliki masa simpan yang lebih lama yaitu empat hari. This study the authors discuss the use of young jackfruit as a substitute for meat in the manufacture of chicken sempol. This study aims to determine the quality of sempol in terms of taste, texture, color and aroma, as well as to find out how long the shelf life of this young jackfruit sempol product is. From the results of the organoleptic tests addressed to 15 panelists and the product shelf life tests carried out, the researchers finally got the result that the quality of sempol made from young jackfruit showed good results starting in terms of taste, texture, color and aroma with taste quality getting a score highest with a total score of 68 and color quality got the lowest score with a total score of 56 while in the results of the product shelf life test the authors get the result that sempol stored at room temperature only lasts for two days, while sempol stored at refrigerator temperature has a shelf life the longer one is four days.
Pengolahan Bawang Dayak sebagai Pangan Fungsional Berupa Aioli Caroline, Jessica; Supartini, Ni Luh
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i3.735

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas pengolahan pangan fungsional berupa Aioli berbahan dasar bawang dayak dalam segi rasa, tekstur, aroma dan warna, serta mengetahui tanggapan masyarakat terhadap produk tersebut. Selain itu, penelitian ini mengamati daya tahan Aioli bawang Dayak pada suhu ruangan dan menghitung harga jual untuk satu resep Aioli bawang dayak dengan berat 150 gram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan teknik pengumpulan data eksperimental dengan menyebarkan formulir uji organoleptik kepada 20 orang panelis yang merupakan kolega dan masyarakat yang tinggal di sekitar peneliti. Dari segi rasa, perlakuan P1 memiliki perpaduan rasa gurih dan pedas dari bawang putih dengan rasa sepat dari bawang dayak. Sedangkan P2 memiliki rasa sepat khas bawang dayak dan sedikit rasa manis dari pickling water. Aroma pada perlakuan P1 merupakan perpaduan aroma khas bawang putih dan bawang dayak. Pada perlakuan P2 terdapat aroma khas bawang dayak dan tambahan aroma dari bahan aromatik. Penambahan ekstrak bawang dayak tidak terlalu memberi dampak pada tekstur karena ekstrak bawang dayak tersaring dengan baik sehingga perlakuan P1 dan P2 sama-sama memiliki tekstur yang lembut dan mengkilap. Terdapat perbedaan warna yang cukup signifikan akibat penambahan ekstrak bawang dayak pada produk sehingga perlakuan P1 memiliki warna jingga dan perlakuan P2 berwarna merah muda keunguan. Dalam penelitian ini, perlakuan P1 mendapat akumulasi nilai sebesar 229 dan perlakuan P2 sebesar 329. Maka, berdasarkan akumulasi nilai akhir tersebut dapat disimpulkan bahwa masyarakat lebih menyukai perlakuan P2. Kedua perlakuan memiliki daya tahan produk yang sama yaitu terbatas hingga 4 hari pada suhu ruangan dan harga jual untuk 1 resep Aioli berbahan dasar bawang Dayak adalah Rp 62.500 dengan isi 150 gr per pack. This study aims to evaluate the quality of functional food processing in the form of Aioli made from Dayak onion in terms of taste, texture, aroma, and color, and to find out the public's response to this product. In addition, this study observed the durability of Dayak onion Aioli at room temperature and calculated the selling price for one Dayak onion Aioli recipe weighing 150 grams. This study used a quantitative approach and used experimental data collection techniques by distributing organoleptic test forms to 20 panelists who were colleagues and the community living around the researchers. In terms of taste, the P1 treatment has a blend of savory and spicy flavors from garlic with the astringent taste of Dayak onions. Meanwhile, P2 has a pungent taste typical of Dayak onions and a slightly sweet taste from pickling water. The aroma in the P1 treatment is a blend of the typical aroma of garlic and Dayak onions. In the P2 treatment, there was a distinctive aroma of Dayak onions and an additional aroma from aromatic ingredients. The addition of Dayak onion extract did not significantly affect the texture because the Dayak onion extract was well filtered so that the P1 and P2 treatments both had a soft and shiny texture. There is a significant color difference due to the addition of Dayak onion extract to the product so that the P1 treatment has an orange color and the P2 treatment has a purplish pink color. In this study, treatment P1 received an accumulated value of 229 and treatment P2 of 329. So, based on the accumulated final score it can be concluded that the public prefers treatment P2. Both treatments have the same product durability which is limited to 4 days at room temperature and the selling price for 1 Aioli recipe made from Dayak onions is IDR 62,500 with 150 gr per pack.
Analisis Prosedur Penyimpanan Bahan Makanan Setiono, Daniel; Sudarmawan, I Wayan Eka
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i3.736

Abstract

Prosedur penyimpanan bahan makanan yang benar sangat penting dalam memastikan bahwa makanan yang disajikan aman dan berkualitas tinggi. Salah satu cara untuk mempertahankan kualitas bahan makanan yaitu dengan menyimpannya dengan benar di fasilitas penyimpanan yang sesuai, serta memastikan kondisinya tetap terjaga sampai digunakan untuk produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana proses penyimpanan bahan makanan di dapur Restoran The Sayan House. Rumusan masalah yang diteliti yaitu bagaimana kesesuaian prosedur penyimpanan bahan makanan di restoran The Sayan House dengan penerapan di lapangan. Peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan tekhnik pengumpulan data yaitu observasi, dokumentasi dan wawancara. Peneliti melakukan penelitian langsung (observasi) ke kitchen The Sayan House selama menjalani program training dan melakukan wawancara secara offline dengan HeadChef melalui tatap muka secara langsung. Dari hasil penelitian yang didapatkan, peneliti melakukan perbandingan tentang temperatur, tempat penyimpanan bahan makanan serta sistem FIFO (First In Fisrt Out). Dari hasil perbandingan tersebut masih ada yang belum sesuai antara kenyataan dengan teori yaitu temperatur penyimpanan sayur dan buah, area gudang tempat penyimpanan, pencampuran bahan makanan, dan formulir permintaan barang gudang. Correct food storage procedures are very important in ensuring that the food served is safe and of high quality. One way to maintain the quality of food ingredients is to store them properly in suitable storage facilities, and ensure that they are in good condition until they are used for production. This study aims to find out how to store food ingredients in the kitchen of The Sayan House Restaurant. The formulation of the problem under study is how appropriate the procedure for storing food ingredients at The Sayan House restaurant is with its application in the field. Researchers conducted research using data collection techniques, namely observation, documentation and interviews. The researcher conducted direct research (observation) into the kitchen of The Sayan House while undergoing the training program and conducted offline interviews with the Head Chef through face to face. From the research results obtained, the authors made comparisons about temperature, food storage areas and the FIFO (First In First Out) system. From the results of this comparison, there are still differences between reality and theory, namely the storage temperature of vegetables and fruit, the warehouse area for storage, the mixing of food ingredients, and the warehouse goods request form.
Analisa Taking Order dalam Peningkatkan Kinerja Pramusaji Andani , Desak Komang Tri; Sinaga, Firman
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i3.737

Abstract

Industri Pelayanan makan dan minuman yang pesat termasuk di USA menuntut pelaku usaha menciptakan kualitas pelayanan guna mempertahankan kesetian pelanggan terhadap jasa yang ditawarkan sehingga kelangsungan usaha tetap terjaga.Restaurant salah satu dapartement yang berpengaruh pada industry pariwisata. Restaurant merupakan tempat yang dikunjungi orang dengan tujuan mencari berbagai makanan dan minuman. Restaurant biasanya menyajikan keunikan tersendiri sebagai ciri khas melalui menu masakan, hiburan, atapun tampilan fisik bangunan. Salah satu oprasional yang harus diperhatikan adalah terkait dengan taking order tersebut. Order taker/Pramusaji adalah orang yang bertanggung jawab atas penyajian makanan di suatu restaurant ia juga bisa dikatakan sebagai jantung dari sebuah restaurantkarna keberasilan restaurant tergantung atas kepuasan tamu. Penelitian ini dilakukan dengan bertujuan untuk mengetahui kendala dalam menerapkan taking order di Restaurant 43.1 Stratton Mountain Resort, Mengetahui solusi yang tepat saat terjadi masalah , saat menerapkan taking order di Restaurant 43.1 Stratton Mountain Resort. Metode yang digunakan penelitian ini adalahkualitatif yaitu dengan melakukan wawancara ,observasi, Partisipasi selama penulis melakukan on the job training di Restaurant 43.1Stratton Mountain Resort. Adapun hasil dari penelitian ini adalah mengetahui pramusaji/order taker mengalami kendala dalam bahasa dan pemahaman menu serta mengetahui Solusi yang tepat untuk menangani masalah tersebut. Jadi kesimpulannya adalah. Bahwa order taker adalah bagian terpenting dari restaurant yang berhubungan dengan kenyamanan tamu dan berhubungan erat dengan tujuannya didirikannya restaurant yaitu mencari income atau profit. The fast food and drink service industry, including in the USA, requires business actors to create quality service in order to maintain customer loyalty. Restaurant is a place visited by people with the aim of looking for various kinds of food and drinks. One of the operations that must be considered is related to the restaurant's order-taking system. The order taker/waiter is the person who is responsible for serving food in a restaurant. He can also be said to be the heart of the restaurant because the success of the restaurant depends on guest satisfaction and of course the waiter has the responsibility for guest satisfaction. This research was conducted with the aim of knowing the obstacles in implementing order taking at Restaurant 43.1 Stratton Mountain Resort and finding the right solution when a problem occurs, when implementing order taking at Restaurant 43.1 Stratton Mountain Resort. The method used in this research is qualitative, namely by conducting interviews, observation, participation during the authors on the job training at Restaurant 43.1 Stratton Mountain Resort USA. The results of this study are to find out that waiters / order takers experience problems in language and understanding the menu and find out the right solutions to deal with these problems. So the conclusion is that order takers are the most important part of a restaurant that is related to guest comfort and is closely related to the purpose of establishing a restaurant, namely seeking income or profits.
Implementasi Strategi Promosi dalam Meningkatkan Penjualan Menu Makanan pada Masa Pandemi Covid-19 Iriani, Dian Setiawati; Rinayanthi, Ni Made
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i3.738

Abstract

Tetiba Coffee Eatery merupakan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan yang mengalami penurunan penjualan akibat dampak dari pandemi covid-19. Perlu strategi promosi yang efektif agar penjualan pada menu makanan kembali meningkat. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi promosi yang dilakukan oleh Tetiba Coffee Eatery untuk meningkatkan penjualan menu makanan. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi promosi yang dilakukan oleh Tetiba Coffee Eatery untuk meningkatkan penjualan pada menu makanan pada masa pandemi Covid-19. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, studi dokumentasi, dan wawancara. Untuk metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa strategi promosi yang digunakan Tetiba Coffee Eatery dalam meningkatkan penjualan menu makanan pada masa pandemi Covid-19 ini adalah advertising, direct promotion dan menggunakan sales promotion. Kesimpulan yang didapat adalah hasil dari strategi promosi yang digunakan oleh Tetiba Coffee Eatery sudah sesuai dengan apa yang diharapkan, terdapat peningkatan penjualan menu makanan terutama sejak kembalinya Tetiba Coffee Eatery dibuka pada pertengahan Oktober 2020. Tetiba Coffee Eatery is one of the coffee shops in South Jakarta that has experienced a decline in sales due to the impact of the covid-19 outbreak. An effective promotional strategy is needed so that sales on the food menu increase again. So the purpose of this study is to find out how the promotional strategy carried out by Tetiba Coffee Eatery to increase sales on the food menu during the Covid-19 pandemic. The data collection methods used in this research are observation, documentation study, and interviews. The data analysis method used is descriptive qualitative method. The results of this study indicate that the promotional strategies used by Tetiba Coffee Eatery in increasing food menu sales during the Covid-19 pandemic are advertising, direct promotion and using sales promotion. The conclusion obtained is that the results of the promotional strategies used by Tetiba Coffee Eatery are in accordance with what is expected, there is an increase in food menu sales, especially since the return of Tetiba Coffee Eatery opened in mid-October 2020.
Substitusi Tepung Kacang Hijau dalam Pembuatan Sponge Cake Pranita, Feby; Widhyandanta, I Gede Dirga Surya Arya
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i3.739

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui kualitas dari substitusi tepung kacang hijau dalam pembuatan sponge cake yang terdiri dari rasa, aroma, tekstur, dan warna. Untuk mengetahui uji daya tahan serta biaya produksi substitusi tepung kacang hijau dalam pembuatan sponge cake. Teknik pengumpulan data menggunakan penelitian eksperimen & kuesioner, serta menggunakan teknik analisis data yang berupa analisis deskriptif kuantitatif & tes uji organoleptik. Hasil dari kualitas substitusi tepung kacang hijau dalam pembuatan sponge cake memiliki rasa sangat enak, dengan tekstur lembut, menghasilkan aroma yang harum dan memiliki warna yang cukup cerah. The purpose of this study was to determine the quality of mung bean flour substitution in making sponge cake, which consists of taste, flavor, texture, and color. To determine the durability test and the production cost of mung bean flour substitution in making sponge cake. Data collection techniques used were experimental research & questionnaires, as well as using data analysis techniques in the form of quantitative descriptive analysis & organoleptic tests. The result of the quality of mung bean flour substitution in making sponge cake has a very good taste, with a soft texture, produces a fragrant flavor, and has a fairly bright color.
Pemanfaatan Buah Buni (Antidesma Bunius (L. Spreng) dalam Produk Olahan Minuman Wine Kaya Antioksidan Purnamasari, Gusti Agung Ayu Nirmala; Purnantara, I Made Hadi
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i3.740

Abstract

Pemanfaatan merupakan suatu kegiatan, proses, cara atau perbuatan menjadikan sesuatu yang sudah ada menjadi lebih bermanfaat atau dengan kata yaitu berfaedah. Salah satu produk olahan minuman yang sudah dikenal luas dan terkenal di kalangan masyarakat adalah Wine. Wine adalah minuman berakohol yng dhasilkan dari hasl fermentasi buah - buahan yang sudah dihancurkan dan diambil jus buahnya saja untuk difermentasi menjadi wine. Slah stu buah yang sering digunakan sebagai bahan baku pmbuatan wine adlah buah anggur, oleh karena itu penulis tertarik untuk mencoba dan mengetahui pemanfaatan wine berbahan dasar buah buni sebagai pengganti buah anggur dalam pembuatan wine pda umumnya. Tjuan dri penelitiian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perbandingan wine berbahan dasar buah buni dilihat dari segi warna, rasa, aroma, tekstur, penampilan, daya tahan, minat beli konsumen dan biaya produksi. Dalam data ini menggnakan analisiis ujii organoleptiik dengann responden sebanyak 30 pnelis. Dengan daya tahan wine buah buni ini dapat bertahan selama 1 bulan dalam suhu ruang dan dapat bertahan selama kurang lebih 2 bulan jika diletakan dalam chiller atau suhu berpendingin. Sedangkan biaya produksi dalam pembuatan wine berbahan dasar buah buni adalah Rp 65.000. Utilization is an activity, process, way or action to make something that already exists more useful or in the word useful. One of the processed beverage products that is widely known and famous among the public is Wine. Wine is a alcoholic beverage produced from the fermentation of fruits that have been crushed and taken only fruit juice to ferment into wine. One fruiit that is often used as raw materiial for winemaking is grapes, therefore the author is interested in trying and knowing the use of wine made from grapes as a substitute for grapes in winemaking in general. The purpose of this study is to find out how the comparison of wine made from buni fruit in terms of color, taste, aroma, texture, appearance, durability, consumer buying interest and production costs. In thiis data using organoleptiic test analysiis with respondents as many as 30 pnelists. With the durability of this bean fruit wine can last for 1 month at room temperature and can last for approximately 2 months if placed in a chiller or refrigerated temperature. While the production cost in making wine made from buni fruit is Rp 65,000.
Implementasi Standard Operational Procedure (SOP) Opening and Closing Restaurant Wibawa, I Gede Made Agus Guna; Sulasmini, Ni Made Ayu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i3.741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi Standard Operational Procedure (SOP) Opening And Closing Restaurant di The Trans Resort Bali. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif yaitu dengan cara menyesuaikan (SOP) Opening dan Closing Restaurant dengan kenyataan dilapangan untuk mengetahui apakah semua prosedur yang berlaku disudah dilakukan dengan baik dan benar. Berdasarkan hasil obervasi yang telah dilakukan terdapat dua prosedur pada saat opening dan closing yang tidak dilakukan. Prosedur yang tidak dilakukan adalah 1) Prepare dan set up semua table dengan placemate, cutletires set, salt and papper bowl dan sugar bowl, 2) Pindahkan ke dalam semua kursi yang berada di area pooldeck/outside restoran untuk menghindari kursinya basah apabila terjadi hujan pada malam hari, sehingga prosedur yang tidak dilakukan tidak sesuai dengan Standard Operational Procedure (SOP). Industri perhotelan atau restoran dapat merujuk pada penilitian ini untuk meninjau kembali penerapan (SOP) pada saat opening dan closing. This study aims to find out how the implementation of the Standard Operational Procedure (SOP) Opening And Closing Restaurant at The Trans Resort Bali. The methods used in data collection are observation and interviews. The data analysis technique used was descriptive qualitative, namely by adjusting the Opening and Closing Restaurant (SOP) with the reality on the ground to find out whether all the procedures that apply have been carried out properly and correctly. Based on the results of the observations that have been made, there are 2 procedures during opening and closing that were not carried out. The procedures that were not carried out were 1) Prepare and set up all the tables with placemates, cutletires sets, salt and paper bowls and sugar bowls, 2) Move all the chairs in the pooldeck/outside area of the restaurant to avoid the chairs getting wet when it rains. at night, so the procedures that are not carried out are not in accordance with the Standard Operational Procedure (SOP). The hotel or restaurant industry can refer to this research to review the implementation (SOP) during opening and closing.
Kualitas Muffin dengan Bahan Campuran Tepung Ubi Jalar Ungu Suta, I Made Binara; Praminatih, Gusti Ayu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i3.742

Abstract

Muffin adalah jenis cake yang tergolong dalam kategori quickbread, yaitu roti yang dalam proses pembuatannya tidak lama atau hanya memerlukan waktu singkat karena dalam pembuatan muffin menggunakan bahan pengembang kimia yang dapat memberikan efek ngembang secara cepat, misalnya bahan pengembang baking powder/ baking soda (Pratiwi, 2013). Penelitian ini berfokus pada eksperimen cara pembuatan muffin dengan mengunakan campuran tepung ubi jalar ungu dan juga untuk mengetahui kualitas muffin dari segi rasa, aroma, tekstur dan warna, mengetahui daya tahan serta mengkaji biaya yang dikeluarkan dalam pengolahan muffin menggunakan campuran tepung ubi jalar ungu. Pendekatan penilaian menggunakan penelitian eksperimen yang dilakukan oleh 25 orang panelis melalui tes uji organoleptik, observasi, analisis biaya dan minat calon konsumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas muffin dengan bahan campuran tepung ubi jalar ungu termasuk dalam kriteria enak dari segi rasa, tekstur yang lembut, aroma yang kuat apabila dihidangan dalam keadaan hangat dan mempunyai warna menarik. Hasil rekap uji daya tahan muffin dengan bahan campuran tepung ubi jalar ungu mampu bertahan selama 3 hari. Dari hasil analisis biaya peroduksi membutuhkan biaya sebesar Rp. 39.085 untuk satu resep ( 20 cup) dan untuk biaya per 1 cup muffin yaitu sebesar Rp. 1.955. dengan persentase 100 % yang dihasilkan melalui uji minat konsumen. Muffins are a type of cake that belongs to the quickbread category, namely bread that does not take long to make or only takes a short time to make because muffins use chemical leavening agents that can give a fast expanding effect, for example baking powder/baking soda. 2013). This research focuses on experiments on how to make muffins using a mixture of purple sweet potato flour and also to determine the quality of muffins in terms of taste, aroma, texture and color, determine their durability and examine the costs incurred in processing muffins using a mixture of purple sweet potato flour. Approach to the assessment using research experiments conducted by 25 panelists through organoleptic tests, observations, cost analysis and interest in prospective customers. The results showed that the quality of muffins made from purple sweet potato flour was included in the criteria for delicious taste, soft texture, strong aroma when served warm and attractive colors. The results of the durability test recap of muffins with a mixture of purple sweet potato flour can last for 3 days. From the results of the analysis of production costs requires a fee of Rp. 39,085 for one recipe (20 cups) and for the cost per 1 muffin cup, which is Rp. 1955. with the proportion of 100% generated through consumer interest test.

Filter by Year

2022 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 8 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2025 Vol. 4 No. 7 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2025 Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2025 Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2025 Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2025 Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2025 Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 10 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 3 No. 12 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Desember 2024 Vol. 3 No. 11 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis November 2024 Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Oktober 2024 Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis September 2024 Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024 Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024 Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024 Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024 Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024 Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024 Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024 Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2024 Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 12 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis More Issue