cover
Contact Name
Putu Mega Putra
Contact Email
megabizland@gmail.com
Phone
+6285227679500
Journal Mail Official
info@paris.ipb-intl.ac.id
Editorial Address
Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Jalan Kecak, No. 12, Gatot Subroto Timur Denpasar - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
ISSN : -     EISSN : 28283325     DOI : https://doi.org/10.22334/paris
Core Subject : Economy, Social,
Paris memuat publikasi ilmiah di bidang pendidikan, pariwisata, bisnis dan kewirausahaan. dengan cakupan bidang sebagai berikut tetapi tidak hanya terbatas pada: 1. Pendidikan pariwisata, 2. Pengembangan kepariwisataan, 3. Pariwisata Berkelanjutan, 4. Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal, 5. Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal, 6. Pengembangan Ekonomi, Bisnis digital, Kewirausahaan, Koperasi, Industri Kreatif, dan UMKM, 7. Seni, sastra, dan budaya, serta integrasi nasional dan harmoni sosial dalam bidang pariwisata.
Articles 1,502 Documents
Strategi Pengembangan Desa Menuju Agrowisata Berbasis Masyarakat Secara Berkelanjutan Adam, Marcellino Dominicus; Susanti, Putu Herny; Sari, Retno Juwita
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i8.853

Abstract

Desa Petiga yang terletak di Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan Bali, merupakan salah satu desa yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata sektor agrowisata. Mata pencaharian masyarakat Desa Petiga yang didominasi oleh petani tanaman hias menjadikan sumber daya manusia yang dapat mendukung pemanfaatan potensi agrowisata yang ada. Namun, terdapat permasalahan yang ditemui dimana pemanfaatan potensi agrowisata dan partisipasi masyarakat belum maksimal dalam pengembangan agrowisata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pengembangan agrowisata dan partisipasi masyarakat dalam pengembangannya.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik penentuan informan pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Informan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu informan kunci yaitu Kepala Desa Petiga dan petani serta peternak yang terdapat di Desa Petiga, sedangkan informan pangkal pada penelitian ini adalah Kepala Bidang Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan dan Akademisi yaitu dosen dari Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, studi dokumen dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini berupa reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan analisa SWOT. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa strategi pengembangan agrowisata berbasis masyarakat di Desa Petiga memerlukan strategi yang agresif dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang. Untuk tingkat partisipasi masyarakat Desa Petiga dalam pengembangan desa sendiri masih merupakan tingkat partisipasi insentif material yang artinya masyarakat hanya berpartisipasi jika terdapat bantuan secara materialistik. Saran yang dihasilkan pada penelitian ini adalah memaksimalkan kolaborasi antar stakeholders dengan menggunakan konsep pentahelix. Petiga Village, located in Marga District, Tabanan Regency, Bali, possesses significant potential to be developed as a tourist attraction, particularly in the agrotourism sector. The community's primary occupation as ornamental plant farmers provide a strong human resource base to support the existing agrotourism potential. However, challenges persist due to the underutilization of this potential and the lack of community participation in tourism development. This study aims to identify strategies for agrotourism development and community participation. A descriptive qualitative method was employed, with purposive sampling for informant selection. Key informants included the Head of Petiga Village, local farmers, and breeders, while primary informants comprised the Head of the Tabanan Regency Tourism Office and academics from the International Tourism and Business Institute. Data collection involved observation, interviews, document studies, and documentation. Data analysis included data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The study's results indicate that developing community-based agrotourism in Petiga Village requires aggressive strategies that leverage existing strengths and opportunities. Currently, community participation is at the level of material incentive participation, meaning the community engages only when material benefits are provided. The study recommends enhancing collaboration among stakeholders using the pentahelix concept.
Sinergi Pentahelix dalam Pengelolaan Pariwisata di Desa Wisata Sayan Saskarawati, Ni Putu Ayu; Sari, Retno Juwita; Aditya, I Wayan Putra
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i8.854

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang sinergi stakeholder dalam pengelolaan Desa Wisata Sayan serta menganalisis tahapan Desa Wisata Sayan berdasarkan Tourist Area Life Cycle (TALC). Namun berkembangnya Desa Sayan sebagai Desa Wisata, belum sejalan dengan pengelolaan dari sumber daya manusia (SDM). Oleh karena itu sinergi dari stakeholder sangat perlu untuk dilakukan. Sinergi dari stakeholder dikaji dari pokok permasalahan, yaitu (1) Bagaimana tahapan TALC yang ada di Desa Wisata Sayan, (2) Bagaimana peran dan sinergi stakeholder dalam pengelolaan pariwisata di Desa Wisata Sayan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini di temukan (1) Saat ini Desa Wisata sayan berada di tahapan development (pengembangan) yang ditunjukkan dari indikator adanya atraksi buatan dan pendukung, fasilitas memadai, promosi yang intens, dan jumlah kunjungan yang meningkat, (2) Peran dan sinergi dari stakeholder yang dapat dilakukan oleh akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media seperti saling bekerjasama satu sama lain dan melakukan kolaborasi. Adanya sinergi maksimal yang dilakukan stakeholder untuk Desa Wisata Sayan dapat menjadikan Desa Wisata Sayan siap menyambut kunjungan wisatawan. This study examines the synergy among stakeholders in the management of Sayan Tourism Village and analyzes the stages of Sayan Tourism Village based on the Tourist Area Life Cycle (TALC). However, the development of Sayan Village as a Tourism Village has not been in line with the management of human resources (HR). Therefore, the synergy among stakeholders is essential. The synergy of stakeholders is examined from the core issues, namely (1) What are the TALC stages in Sayan Tourism Village, (2) How is the role and synergy of stakeholders in the management of tourism in Sayan Tourism Village. This study uses qualitative research methods. Data collection was conducted through observation, interviews, and literature studies. The results of this study found, (1) Currently, Sayan Tourism Village is at the development stage as indicated by the presence of artificial and supporting attractions, adequate facilities, intensive promotion, and an increasing number of visitors, (2) The role and synergy of stakeholders that can be carried out by academics, businesses, communities, governments, and media include working together and collaborating. The maximum synergy performed by stakeholders for Sayan Tourism Village can make Sayan Tourism Village ready to welcome tourists.
Pengembangan Wisata Spiritual di Taman Beji Sudamala Sari, Ni Wayan Frena Herlina; Semadi, Gusti Ngurah Yoga; Putra, Dewa Putu Kiskenda Erwanda
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i8.855

Abstract

Wisata spiritual adalah tren yang sedang berkembang dalam industri pariwisata global, ditandai dengan meningkatnya minat dan potensi pengalaman berkualitas tinggi. Bentuk pariwisata ini menekankan apresiasi yang mendalam terhadap lingkungan alam dan keterlibatan yang menghormati tradisi budaya lokal. Taman Beji Sudamala yang terletak di Desa Sayan menjadi contoh tren ini dengan menawarkan aktivitas seperti ritual melukat di tengah pemandangan alam yang menakjubkan. Meski memiliki potensi yang cukup baik, situs ini belum sepenuhnya dioptimalkan sehingga menyebabkan daya tarik ini masih belum berkembang sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai posisi Taman Beji Sudamala dalam Tourism Area Life Cycle (TALC) dan menyusun strategi untuk meningkatkan perannya sebagai destinasi wisata spiritual di Desa Sayan. Data dikumpulkan melalui beragam metode termasuk observasi, wawancara, tinjauan dokumentasi, studi literatur, dan kuesioner, yang berpuncak pada analisis SWOT yang komprehensif. Temuan menunjukkan bahwa Taman Beji Sudamala saat ini berada pada tahap keterlibatan TALC, ditandai dengan keterlibatan dan kontrol masyarakat lokal yang signifikan. Lebih lanjut, analisis SWOT menyarankan beberapa jalur strategis untuk pengembangan: peningkatan produk, inisiatif pemasaran yang ditargetkan, upaya pelestarian lingkungan, dan peningkatan praktik pengelolaan lokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan Taman Beji Sudamala. Intinya, penelitian ini memberikan peta jalan untuk memanfaatkan Taman Beji Sudamala potensi wisata spiritual, memastikan pertumbuhan berkelanjutan dan meningkatkan pengalaman pengunjung di Desa Sayan. Spiritual tourism is a growing trend in the global tourism industry, characterized by increasing interest and potential for high-quality experiences. This form of tourism emphasizes a deep appreciation of the natural environment and respectful engagement with local cultural traditions. Taman Beji Sudamala, located in Sayan Village, is an example of this trend by offering activities such as the melukat ritual amidst stunning natural views. Even though it has quite good potential, this site has not been fully optimized, which means this attraction is still not fully developed. This research aims to assess the position of Taman Beji Sudamala in the Tourism Area Life Cycle (TALC) and develop strategies to increase its role as a spiritual tourism destination in Sayan Village. Data was collected through a variety of methods including observation, interviews, documentation review, literature study, and questionnaires, culminating in a comprehensive SWOT analysis. Findings indicate that Taman Beji Sudamala is currently at the TALC involvement stage, characterized by significant local community involvement and control. Furthermore, the SWOT analysis suggests several strategic paths for development: product improvements, targeted marketing initiatives, environmental conservation efforts, and improved site management practices tailored to the needs of Taman Beji Sudamala. In essence, this research provides a roadmap for exploiting Taman Beji Sudamala spiritual tourism potential, ensuring sustainable growth and enhancing the visitor experience in Sayan Village.
Destinasi Wisata Pesisir: Strategi Pengembangan Desa Cemagi Hermawan, I Gede Rama Kananda; Praminatih, Gusti Ayu; Trimandala, Nyoman Agus
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i8.856

Abstract

Pengembangan pariwisata merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas dari daya tarik yang ada di sebuah wilayah. Desa Cemagi menjadi salah satu desa yang memiliki potensi, terutama pada wilayah pesisirnya. Wilayah pesisir merupakan wilayah yang tidak terpengaruhi pasang surut air laut. Penelitian ini memiliki tujuan untuk megetahui bagaimana potensi yang dimiliki wilayah pesisir Desa Cemagi serta bagaimana pengembangannya dalam pariwisata. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan meggunakan teori 6A, yakni Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas, Ancillary, Aktivitas, dan Kesediaan paket wisata, serta menggunakan teori pengembangan dengan analisis SWOT, yaitu melihat Kekuatan, Kelemahan, Peluang, serta Ancaman yang dimiliki Desa Cemagi. Dengan teori yang digunakan akan mampu menyelesaikan permasalah mengenai kurang meratanya pemasaran daya tarik wisata pesisir Desa Cemagi. Penelitian ini memiliki hasil, yaitu Desa Cemagi sudah memenuhi teori 6A sebagai ketentuan desa wisata, namun masih ada salah satu atraksi yang belum bisa dijalankan secara berkala dengan strategi pengembangan, yaitu melakukan promosi yang maksimal dan merata untuk setiap daya tariknya serta bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Badung untuk melengkapi fasilitas sesui dengan visi misi Kabupaten Badung. Tourism development is an effort to improve the quality of existing attractions in an area. Cemagi Village is one of the villages that has potential, especially in the coastal area. Coastal areas are areas that are not affected by tides. This research aims to find out what potential the coastal area of Cemagi Village has and how it can be developed in tourism. This researched used qualitative descriptive analysis used the 6A theory, namely Attractions, Accessibility, Amenities, Accessories, Activities and Availability of Toured Packages, and uses development theory with SWOT analysis, namely Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats of Desa Cemagi. With the theory used, we will be able to solve the problem of unequal marketing of the coastal tourist attraction of Cemagi Village. This research has the result that Cemagi village has fulfilled the 6A theory as a tourist village requirement, however, there is still one attraction that cannot be run regularly with a development strategy, namely, carrying out maximum and even promotion for each attraction and collaborating with the district government. Badung to complete facilities in accordance with the mission and mission of Badung Regency.
Pengembangan Air Terjun Riam Dait Sebagai Daya Tarik Wisata Alam Qifiona, Marchella; Susanti, Putu Herny; Sari, Retno Juwita
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i8.857

Abstract

Pengaruh Daya Tarik Wisata dan Seni Fotografi dalam Meningkatkan Keputusan Berwisata Aling, Florenza Angeli Nazaretha; Semara, I Made Trisna; Amir, Firlie Lanovia
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i8.858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh daya tarik wisata dan seni fotografi secara parsial dan simultan terhadap keputusan berwisata di KDTWK Kintamani. Pengambilan sampel terhadap responden dalam penelitian ini yaitu sebanyak 100 responden. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Analisis Regresi Linear Berganda. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa daya tarik wisata scecara simultan berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan berwisata, kemudian seni fotografi juga berpengaruh positif signifikan terhadap keputusaan berwisata oleh wisatawan Besarnya pengaruh pemasaran daya tarik wisata dan seni fotografi terhadap keputusan berwisata adalah 59,2%. Kesimpulannya semakin baik daya tarik wisata dan aktivitas seni fotografi yang terdapat di KDTWK Kintamani, maka akan semakin meningkatkan keputusan wisatawan dalam berwisata di KDTWK Kintamani. This research aims to determine the partial and simultaneous influence of tourist attractions and the art of photography on travel decisions at KDTWK Kintamani. The sampling of respondents in this research was 100 respondents. The data analysis technique used in this research is the Multiple Linear Regression Analysis Test. From the research results, it can be seen that tourist attractions simultaneously have a significant positive effect on travel decisions, then the art of photography also has a significant positive effect on tourists' travel decisions. The magnitude of the influence of tourist attraction marketing and photography art on travel decisions is 59.2%. In conclusion, the better the tourist attraction and photography art activities found at KDTWK Kintamani, the more it will improve tourists' decisions about traveling to KDTWK Kintamani.
Persepsi Wisatawan terhadap Problematika Kemacetan di Kawasan Wisata Canggu terhadap Niat Berkunjung Kembali Arimau, Meilani; Susanti, Putu Herny; Praminatih, Gusti Ayu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i8.859

Abstract

Kawasan wisata Canggu, khususnya Jalan Raya Canggu, Tibubeneng, telah menjadi tujuan populer bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Popularitas Canggu menimbulkan permasalahan pada kemacetan yang dapat memberikan kesan atau persepsi bagi wisatawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi wisatawan domestik dan mancanegara terhadap kondisi kemacetan lalu lintas di kawasan wisata Canggu. Pengumpulan data melalui observasi, kuesioner, wawancara, mendalam, dan dokumentasi terhadap wisatawan yan menjadi responden dan pihak terkait (stakeholder) yang menjadi informan. Teknik analisis data menggunakan teori dari persepsi, wisatawan, kemacetan, dan kawasan wisata. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Untuk mengetahui pola dan tema utama dalam kesan pengunjung, data diperiksa dengan metode reduksi data, penyajian data, dan penyusunan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemacetan di Jalan Raya Canggu, Tibubeneng, secara signifikan mempengaruhi pengalaman wisatawan terhadap niat berkunjung kembali. Wisatawan menyatakan bahwa kemacetan tersebut dapat mengurangi waktu yang dapat mereka habiskan untuk menikmati atraksi wisata, memicu ketidaknyamanan, dan bahkan dapat mempengaruhi persepsi positif mereka terhadap destinasi tersebut secara keseluruhan. Selain itu, wisatawan domestik dan mancanegara juga menyoroti kebutuhan akan solusi yang efektif untuk mengatasi masalah kemacetan, seperti peningkatan infrastruktur jalan dan transportasi publik yang lebih baik. Kesimpulannya, penelitian ini menggaris bawahi pentingnya memperhatikan persepsi wisatawan terhadap problematika kemacetan di kawasan wisata Canggu. Dengan memahami pandangan dan kebutuhan wisatawan, pemangku kepentingan dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan persepsi wisata dan menjaga keberlanjutan pariwisata di kawasan tersebut. The Canggu tourist area, especially Jalan Raya Canggu, Tibubeneng, has become a popular destination for local and foreign tourists. However, this popularity has also led to increased congestion problems which can impact the tourist experience. The aim of this research is to find out the views of respondents, both domestic and foreign tourists, regarding the problem of traffic jams in the tourist area. By using in-depth interview procedures, questionnaires, observation and documentation of respondents, namely visitors to Canggu, the research methodology uses a qualitative descriptive approach. To find out the main patterns and themes in visitors' impressions, the data was examined using data reduction methods, data presentation, and drawing up conclusions. The research results show that traffic jams on Jalan Raya Canggu, Tibubeneng, significantly influence tourists' experiences regarding their intention to visit again. Tourists state that such congestion can reduce the time they can spend enjoying tourist attractions, trigger discomfort, and can even affect their positive perception of the destination as a whole. In addition, domestic and foreign tourists also highlighted the need for effective solutions to overcome congestion problems, such as improving road infrastructure and better public transportation. In conclusion, this research underlines the importance of paying attention to tourists' perceptions of the problem of traffic jams in the Canggu tourist area. By understanding the views and needs of tourists, stakeholders can take appropriate steps to improve the tourism experience and maintain the sustainability of tourism in the region.
Peran Generasi Z Dalam Pelestarian Kesenian Genggong Sebagai Upaya Pengembangan Culture Tourism Pratiwi, Ni Luh Putu Dita; Jayendra, Putu Sabda; Aditya, I Wayan Putra
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i8.860

Abstract

Generasi Z merupakan generasi yang memiliki karakteristik cerdas, kreatif, terampil menggunakan teknologi serta peka terhadap isu-isu sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran generasi Z dalam pelestarian kesenian genggong sebagai upaya pengembangan culture tourism Desa Batuan dan bertujuan untuk menganalisis hubungan implikasi dari adanya peran generasi Z dalam pelestarian kesenian genggong terhadap pengembangan culture tourism di Desa Batuan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data-data dalam penelitian ini diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, studi kepustakaan dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa generasi Z di Desa Batuan memiliki empat peran penting dalam pelestarian kesenian genggong yaitu berperan dalam pendidikan, berperan dalam promosi, berperan dalam industri pariwisata dan berperan dalam pemberdayaan komunitas lokal. Sedangkan, hasil dari implikasi yang ditimbulkan dari adanya peran tersebut yaitu implikasi positif yang berpengaruh terhadap perkembangan culture tourism di Desa Batuan mulai dari segi ekonomi, sosial hingga budaya. Generation Z is a generation that has the characteristics of being smart, creative, skilled in using technology and sensitive to social issues. The purpose of this study is to determine the role of generation Z in the preservation of genggong art as an effort to develop culture tourism in Batuan Village and aims to analyze the relationship between the implications of the role of generation Z in preserving genggong art on the development of culture tourism in Batuan Village. This research uses descriptive qualitative research methods. The data in this study were obtained using observation techniques, interviews, literature studies and documentation studies. The results of this study state that generation Z in Batuan Village has four important roles in the preservation of genggong art, namely a role in education, a role in promotion, a role in the tourism industry and a role in empowering local communities. Meanwhile, the results of the implications arising from this role are positive implications that affect the development of culture tourism in Batuan Village ranging from economic, social to cultural aspects.
Analisis potensi wisata dan strategi pengembangan daya tarik wisata pantai blue lagoon bali : Analysis of tourism potential and development strategy of blue lagoon beach tourism attraction Paramitha, Anisa
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v1i1.1

Abstract

Pemerintah Kabupaten Karangasem memiliki misi untuk menciptakan destinasi pariwisata yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan melalui semangat kearifan lokal. Pantai Blue Lagoon merupakan salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Karangasem. Pantai Blue Lagoon belum dikelola dan dikembangkan menjadi produk wisata yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi wisata dan strategi pengembangan Pantai Blue Lagoon agar dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan, sosial budaya, dan ekonomi masyarakat lokal di Desa Padangbai. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan analisis SWOT. Hasil penelitian ini mengidentifikasi potensi wisata Pantai Blue Lagoon dengan komponen 4A; atraksi, fasilitas, aksesibilitas, dan layanan tambahan. Strategi pengembangan yang dapat digunakan di kawasan Pantai Blue Lagoon sebagai destinasi wisata alam antara lain; pengembangan produk wisata minat khusus, pengembangan pemasaran, pengembangan lingkungan (fisik, sosial budaya, ekonomi) dan perencanaan pengelolaan Pantai Blue Lagoon.
Penerapan sop (standart operating procedure) butler di villa massilia : Sop for implementation (standard operating procedure) butler at villa massilia Adi, Anak Agung Ketut Krisman
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v1i1.3

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Villa Massilia yang membahas penerapan Standar Operasional Prosedur butler di Villa Massilia. Mengingat pentingnya SOP (Standar Operasional Prosedur) dalam pelayanan butler maka adapun tujuan penelitian Untuk mengetahui penerapan SOP (Standart Operational Procedure) Butler oleh Villa Massilia agar dapat melayani tamu sesuai dengan SOP (Standart Operational Procedure) Butler sehingga kedepannya penelitian ini berguna untuk meningkatkan kinerja butler dalam melayani tamu. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yaitu, observasi, studi dokumen, dan wawancara bebas terpimpin serta teknik analisis data yaitu, deskriftif kualitatif. Hasil penelitian menujukan Standar Operasional Prosedur butler sudah dilakukan dengan baik, namun masih ada beberapa yang belum dilakukan diantarnya seperti (kurangnya etika dan sopan santun dalam melayani permintaan tamu pada malam hari) itu dikarenakan situasi dilapangan yang kurang memadai. Butler perlu meningkatkan kembali pengimplementasian SOP Butler agar tidak terjadi kembali keluhan yang sama di kemudian hari dengan cara memberikan pelatihan tentang SOP tersebut secara berkala baik secara teori maupun praktek dan juga memberikan Training di setiap minggunya. Perlu ditingkatkan kembali hal- hal yang sudah sesuai pada poin SOP agar lebih terciptanya kepuasan tamu.

Page 70 of 151 | Total Record : 1502


Filter by Year

2022 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 8 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2025 Vol. 4 No. 7 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2025 Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2025 Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2025 Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2025 Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2025 Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 10 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 3 No. 12 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Desember 2024 Vol. 3 No. 11 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis November 2024 Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Oktober 2024 Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis September 2024 Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024 Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024 Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024 Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024 Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024 Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024 Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024 Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2024 Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 12 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis More Issue