cover
Contact Name
Diah Ika Putri
Contact Email
jurnallifescience@gmail.com
Phone
+628112118750
Journal Mail Official
jurnallifescience@gmail.com
Editorial Address
Jl. Terusan Pahlawan No.32, RW.01, Sukagalih, Kec. Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44151
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Life Science
ISSN : 2655688X     EISSN : 29644704     DOI : -
Jurnal Life Science (JLS) adalah jurnal yang menerbitkan dan mempromosikan penelitian pendidikan sains ilmiah. Jurnal ini mengkaji pendidikan dasar, menengah, tinggi, dan informal yang berkaitan dengan pendidikan sains. Dalam menerbitkan artikel ilmiah, JLS mencari artikulasi prinsip dan praktik yang digunakan oleh para peneliti untuk membuat klaim yang valid tentang dunia dan kritik mereka terhadap pendidikan sains. Penelitian dapat mengambil banyak bentuk, metode kuantitatif, kualitatif dan mixed method. JLS tertarik untuk menghasilkan penelitian yang valid dan dapat dipercaya yang mengambil berbagai bentuk dan mencakup kemampuan baru yang ada, terutama seputar teknologi. Praktik inovatif dan bagaimana hal ini berhubungan dengan pendidikan sains. Karya ilmiah yang menarik yang diterbitkan dalam JLS perlu mencerminkan keragaman. Selain itu, karya tersebut juga harus mencakup keragaman bentuk. Beberapa kajian dalam jurnal ini meliputi: kajian kurikulum pendidikan sains, penerapan dan pengembangan model pembelajaran, pengintegrasian teknologi kedalam pembelajaran sains, dan temuan biologi murni.
Articles 128 Documents
PENGARUH PEMBERIAN Trichoderma DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PENGENDALIAN PENYAKIT LAYU Fusarium PADA TANAMAN CABAI KERITING (Capsicum annum L.) VARIETAS TM 99 Nina Nurjanah
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.819 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai dosis Trichoderma terhadap pengendalian penyakit layu Fusarium di pertanaman cabai keriting (Capsicum annum L. ) dan untuk mengetahui dosis manakah yang paling signifikan dalam mengendalikan penyakit layu Fusarium di pertanaman cabai keriting. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan lima kali ulangan. Perlakuan dosis Trichoderma terdiri dari lima perlakuan yaitu A (0 gram/polybag), B (5 gram/polybag), C (10 gram/polybag), D (15 gram/polybag), E (20 gram/polybag). Pengamatan dilakukan pada persentase tingkat serangan layu Fusarium tiap bulan. Berdasarkan hasil uji statistik terdapat perbedaan yang signifikan pada persentase tingkat serangan layu Fusarium pada berbagai dosis Trichoderma (0,05). Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan perlakuan E (20 gram/ polybag) memberikan hasil terbaik dalam pengendalian penyakit layu Fusarium dengan rata-rata persentase serangan 20%, sedangkan perlakuan A(0 gram/ polybag) menunjukkan rata-rata persentase tingkat serangan layu Fusarium tertinggi yaitu 77%, sedangkan perlakuan B (5 gram/ polybag) rata-rata persentase tingkat serangan layu Fusarium sebesar 70%, perlakuan C (10 gram/ polybag) rata-rata persentase tingkat serangan layu Fusarium sebesar 45%, perlakuan D (15 gram/ polybag) rata-rata persentase tingkat serangan layu Fusarium sebesar 29%.Kata Kunci : Trichoderma sp, Fusarium sp, Cabai Keriting (Capsicum annum L.) AbstractThis study aims to find out the effect of various doses of Trichoderma on the control of Fusarium withered disease in curly chili peppers (Capsicum annum L.) and to find out which doses are most significant in controlling Fusarium withered disease in curly chili peppers. The method used in the study was an experimental method with a randomized group design (RAK) with five treatments and five repeats. Trichoderma dose treatment consists of five treatments namely A (0 grams / polybag), B (5 grams / polybag), C (10 grams / polybag), D (15 grams / polybag), E (20 grams / polybag). Observations were made at the percentage rate of Fusarium withered attacks each month. Based on the results of statistical tests there was a significant difference in the percentage rate of Fusarium withered attacks at various doses of Trichoderma (0.05). Observations in the field showed the treatment E (20 grams / polybag) provided the best results in the control of Fusarium withered disease with an average attack percentage of 20%, while the treatment A(0 grams / polybag) showed the average percentage of the highest Fusarium withered attack rate at 77%, while the B treatment (5 grams / polybag) average percentage of Fusarium withered attack rate by 45%, D treatment (15 grams/polybag) averaged fusarium withered attack rate percentage of 29%. Keywords: Trichoderma sp, Fusarium sp, Curly Chili (Capsicum annum L.)
Penentuan Kadar Total Tanin dari Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia) Rismayanti Fatonah; Sri Mulyaningsih; Chevi Ardiana
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.563 KB) | DOI: 10.31980/jls.v3i2.1670

Abstract

Penelitian ini berjudul Penentuan Kadar Total Tanin dari Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keberadaan senyawa tanin dan hasil penentuan kadar total tannin dari ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, dengan metode pengambilan sampel secara purposive sampling, sampel yang digunakan adalah daun binahong (Anredera cordifolia) yang sudah tua. Untuk teknik pengumpulan data dilakukan secara kualitatif dengan uji fitokimia dan kuantitatif dengan uji kadar. Menentukan kadar tanin pada ekstrak sampel dilakukan analisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Penelitian dilakukan pada bulan Mei - Juni 2021. Ekstraksi tanin pada daun binahong (Anredera cordifolia) dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 95%. Pada penelitian ini data dianalisis menggunakan uji regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia) mengandung senyawa tanin yang dibuktikan dengan warna hijau kehitaman dan kadar total tanin dari ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia) sebesar 0,230 mg GAE/g ekstrak atau sebesar 23%.Keywords: Ekstrak daun binahong, kadar tanin total
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Buah Ceremai (Phyllanthus Acidus) terhadap Penggumpalan Susu Sapi Jenis FH (FRIESH HOLLAND) dalam Pembuatan Keju Chevi Ardiana,M.PKim
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.618 KB)

Abstract

AbstrakSusu merupakan nutrisi tambahan yang dibutuhkan oleh manusia. Kebutuhan akan susu terus meningkat. Susu yang sering dikonsumsi oleh manusia sebagian besar berasal dari susu sapi. Hasil olahan dari susu sapi diantaranya keju. Keju dihasilkan dari hasil pemisahan antara whey dan curd melalui proses fermentasi. Proses ini melibatkan aktivitas mikroba yang berlangsung secara aerob dan anaerob. Pembuatan keju melibatkan proses penggumpalan susu dengan bantuan enzim rennet. Enzim rennet tergolong sukar untuk didapatkan dan harganya relatif mahal. Sehingga diperlukan pengganti dari enzim tersebut dalam proses penggumpalan susu. Ekstrak buah ceremai (Phyllanthus Acidus) dapat digunakan dalam proses penggumpalan susu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak buah ceremai ((Phyllanthus Acidus) yang optimal berpengaruh terhadap proses penggumpalan susu sapi jenis FH (Friesh Holland) dalam pembuatan keju dilihat dari waktu penggumpalannya. Ekstrak buah ceremai (Phyllanthus Acidus) diperoleh dengan cara menghancurkannya dengan menggunakan blender sampai halus, kemudian dituangkan ke dalam saringan dan diperas untuk mendapatkan cairannya (ekstrak). Ekstrak ini digunakan untuk 5 perlakuan dengan variasi konsentrasinya 50%, 60%, 70%, 80%,dan 90%. dengan 5 pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi ekstrak buah ceremai 90% menghasilkan waktu penggumpalan yang optimal dengan rata-rata waktu penggumpalannya 5,4 menit. Berdasarkan fakta tersebut menunjukkan bahwa ekstrak buah ceremai (Phyllanthus Acidus) berpengaruh terhadap waktu penggumpalan susu sapi dalam pembuatan keju sehingga dapat dijadikan bahan alternatif pengganti enzim rennet dalam pembuatan keju dari susu sapi. Kata-kata kunci: konsentrasi, ekstrak buah ceremai, susu sapi.
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI BAWANG PUTIH ( Allium sativum ) DENGAN VARIETAS BERBEDA SECARA IN VITRO TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli. Dewi Hernawati
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.766 KB)

Abstract

Abstrak: Bawang putih memiliki potensi sebagai pengganti antibiotik. Karena selain mudah untuk diaplikasikan sebagai obat, bawang putih telah menjadi salah satu tanaman tertua yang dibudidayakan sehingga bawang putih dapat ditemukan di seluruh dunia. Varietas bawang putih sangat beragam, baik itu yang ada di Indonesia maupun yang berasal dari luar negara Indonesia seperti china, tiongkok dan lain sebagainya. Metode penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen kuantitatif  dilakukan terhadap tiga varietas bawang putih yang paling sering kita jumpai di masyarakat, sebagai antibakteri dari bakteri Escherichia coli penyebab penyakit radang usus dan diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ketiga varietas bawang putih memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli  serta untuk mengetahui jenis varietas bawang putih yang paling efektif digunakan terhadap penghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Adapun manfaat yang didapat adalah sebagai informasi tambahan bahwa bawang putih yang diuji dapat digunakan sebagai alternatif obat herbal yang digunakan untuk upaya penyembuhan penyakit diare. Metode Pengujian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode InVitro secara Difusi Kertas Cakram dengan menggunakan empat perlakuan dan enam kali pengulangan. Perlakuan yang digunakan adalah yang pertama (Cont - ), kedua (V.Bs), ketiga (V.Bk), dan keempat (V.Bt), dengan satu konsentrasi yang sama yaitu 80% sehingga mendapatkan hasil uji statistik yang menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil rata-rata perlakuan yang didapat terhadap aktivitas antibakteri Escherichia coli, dan menunjukan bahwa varietas bawang putih ShinChung paling efektif menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli.  Kata Kunci: InVitro, Antibakteri, Bawang Putih (Allium sativum), Bakteri          Escherichia coli 
Penggunaan Minyak Tanaman Serai Wangi (Cymbopogon Nardus L) Sebagai Repellent Senyawa Lipid Alami Nyamuk Chevi Ardiana; Sri Mulynaingsih; Melisa Nursuciani; Leni Sri Mulyani
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.67 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya tolak (repellent) minyak tanaman serai wangi (Cym-bopogon nardus L.) sebagai zat anti nyamuk organik alami. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua perlakuan dan enam belas kali pengulangan. Populasi penelitian adalah nyamuk jenis Culex sp. Nyamuk ini terdapat di daerah Samarang, Kabupaten Garut. Berdasarkan hasil penentuan sampel (16×1 × 10 sampel) diperoleh 160 sampel. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus – Oktober 2021 dan bertempat di Laboratorium Biologi, Institut Pendidikan Indonesia (IPI), Garut. Analisis data yang digunakan, yaitu: observasi(pengamatan secara langsung). Dimana, pengujian dilakukan setiap satu jam sekali selama enam jam berturut-turut sampai didapatkan hasil untuk perhitungan daya tolak (repellent). Hasilnya menunjukkan minyak atsiri serai wangi pada konsentrasi 97.91 persen mempunyai daya tolak (repellent) selama 2 jam. Berdasarkan hasil penelitian, maka minyak atsiri serai wangi (Cymbopogon nardus L dapat digunakan sebagai zat anti nyamuk alami walaupun daya tolak (repellent) nya hanya sampai 2 jam. Minyak hasil penelitian tersebut dapat digunakan secara berulang-ulang atau digunakan ketika nyamuk aktif menggigit.Kata kunci : Minyak serai wangi, repellent senyawa lipid, Obat anti nyamuk, Nyamuk Culex sp
Isolasi dan Karakterisasi Selulosa Mikrokristal dari Nata De Coco untuk Bahan Pembuatan Tablet Chevi Ardiana,M.PKim
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.499 KB)

Abstract

AbstrakNata de coco merupakan salah satu produk makanan hasil fermentasi Acetobacter xylinum dalam substrat air kelapa yang mengandung gula yang merupakan selulosa bakteri, yang identik dengan selulosa yang berasal dari tumbuhan. Selulosa merupakan suatu bahan yang penting untuk membuat berbagai sediaan farmasi. Hasil penelitian memperlihatkan, isolasi dengan metode ekstraksi menggunakan natrium hidroksida 18% menghasilkan a-selulosa dengan rendemen sebesar 93,48%, kemudian dilanjutkan dengan hidrolisa a-selulosa menggunakan 2,5N asam klorida dan menghasilkan mikrokristalin selulosa dengan rendemen sebesar 78,79%. Karakterisasi selulosa yang diperoleh meliputi pH, susut pengeringan, berat jenis, kompresibilitas dan daya serap air. Pengukuran derajat keputihan, ukuran partikel dan analisis menggunakan spektrofotometer inframerah, scanning electron microscope (SEM) serta difraktometer sinar-x dilakukan terhadap selulosa mikrokristal. Berdasarkan data yang diperoleh dapat dikatakan bahwa selulosa mikrokristal dan Avicel PH-102 mempunyai spektrum inframerah dan difraksi sinar-x yang mirip serta rumus kimia yang sama yaitu (C6H10O5)n. Kata – kata kunci: Isolasi, Selulosa Mikrokristal, Nata De Coo, Ekstraksi.
Efektivitas Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) pada Materi Sistem Reproduksi Manusia di SMA Lusi Susanti
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.864 KB) | DOI: 10.31980/jls.v3i1.1651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model auditory intellectually repetition (AIR) terhadap hasil belajar siswa pada materi sistem gerak manusia. Metode penelitian ini adalah pre-experimental. Instrumen berbentuk tes objektif berupa pretest dan posttest. Yang menjadi sampel yaitu kelas XI IPA 2. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata sebelum pembelajaran sebesar 40,33 dan setelah pembelajaran sebesar 79,11. Peningkatan hasil belajar kategori tinggi diraih oleh 15 siswa (33,30%), kategori sedang diraih oleh 30 siswa (66,70%). Ketuntasan belajar mencapai angka sebesar 86,70%. Berdasarkan analisis data hasil belajar dinyatakan bahwa Model pembelajaran Auditory, Intellectualy, Repetition (AIR) pada materi sistem reproduksi manusia efektif dilihat dari hasil belajar siswa.Keywords: Efektivitas, Auditory Intellectualy Repetition (AIR), Sistem Reproduksi Manusia
PEMANFAATAN LIMBAH MINYAK BEKAS PENGGORENGAN TAHU SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN BIODIESEL De Budi Irwan Taufik
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.262 KB)

Abstract

AbstractThis research is entitled “Utilization of “tofu/ soybean curd” used oil waste as a basic of biodiesel making”. This research aims to “Find out whether the used frying oil can be used as a base for biodiesel, and how is the quality of the biodiesel produced?". The oil used in this study is new and used palm oil commonly used as an ingredient for frying tofu obtained from 4 (four) tofu factories in the Karacak area of Garut Regency. Making biodiesel uses the method put forward by Mike Pelly found in Mike's method in Spanish: Formula de Mike Pelly (Mike Pelly, 2003: February 24). Furthermore, testing is carried out on Specific Gravity, Thickness (Kinematic Viscosity 400C, mm2 / s), Flash point (Flash Point, 0F), and Calculated Rate (Index Calculated Index). The processing technique used for this study is the F Test and the t Test. From the four data tested, the results obtained are Fcount <Ftable, which means the variation of the two samples is homogeneous. From processing data with t test, the results obtained where tcount < ttabie, which means that between biodiesel from used oil is not significantly different from biodiesel from new oil. So that from the results of research and discussion, it was concluded that the frying oil used in Transesterification reactions can produce Biodiesel that meets the ASTM Standard and can be used as an alternative energy source for diesel.Keywords: Utilization, Waste, Basic Materials, Biodiesel
PENGARUH MEDIA PDA (POTATOS DEXTROSE AGAR) DENGAN KONSENTRASI DEXTROSE YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN MISELIUM JAMUR TIRAM PUTIH ( Pleurotus ostreatus ) Mustofa Jamil
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.7 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi Dextrose yang berbeda dalam media PDA (Potatos Dextrose Agar) terhadap pertumbuhan miselium jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan jumlah perlakuan sebanyak lima perlakuan, antara lain penambahan Dextrose dengan konsentrasi 10 gram, 15 gram, 20 gram, 25 gram, dan 30 gram. Jumlah sampel penelitian yaitu sebanyak 25 media. Setelah dilakukan inokulasi atau peletakan bibit jamur tiram kedalam media selanjutnya penginkubasian selama dua belas hari dan dilakukan pencatatan pertumbuhan setiap dua hari sekali, kemudian data pertumbuhn miselium jamur tiram putih diolah menggunakan uji statistik diantaranya uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis (anova) dan uji lanjutan (post hoc test). Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data menggunakan uji statistik, dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pengaruh penambahan konsentrasi Dextrose yang berbeda terhadap pertumbuhan miselium jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Adapun pemberian konsentrasi Dextrose yang berpengaruh optimum untuk pertumbuhan miselium jamur tiram putih, yaitu penambahan Dextrose dengan konsentrasi 20 gram dengan parameter yang diukur adalah percepatan pertumbuhan miselium per dua hari satu kali selama dua belas hari.Kata kunci : PDA (Potatos Dextrose Agar), pertumbuhan,  jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) AbstractThis reasearch aims to determine the effect of different Dextrose concentrations in PDA (Potatos Dextrose Agar) media on the growth of white oyster mushroom mycelium (Pleurotus ostreatus). The method used in this reasearch was the experimental method and used a completely randomized design (CRD) with a total treatment of five treatments, including the addition of Dextrose with a concentration of 10 grams, 15 grams, 20 grams, 25 grams, and 30 grams. The number of research samples is 25 media. After inoculating or laying the seeds of oyster mushrooms into the media then incubating for twelve days and recording the growth every two days, then the white oyster mushroom mycelium growth data was processed using statistical tests including normality test, homogeneity test, hypothesis test (ANOVA) and test advanced (post hoc test). Based on the results of research and data processing using statistical tests, it can be seen that there are significant differences in the effect of adding different Dextrose concentrations to the growth of white oyster mushroom mycelium (Pleurotus ostreatus). The administration of Dextrose concentration which has the optimum effect for the growth of white oyster mushroom mycelium, namely the addition of Dextrose with a concentration of 20 grams with the measured parameters is the acceleration of mycelium growth every two days once for twelve days. Keywords: PDA (Potatos Dextrose Agar), growth, white oyster mushroom (Pleurotus ostreatus)
Pengaruh Model Improve Terhadap Hasil Belajar Siswa SMA Kelas Sepuluh Pada Konsep Archaebacteris dan Eubacteria Saepul Rohman
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.996 KB) | DOI: 10.31980/jls.v3i2.1671

Abstract

Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa yang menggunakan model improve sebagai kelas eksperimen dengan metode diskusi sebagai kelas kontrol pada mata pelajaran biologi pada konsep archaebacteria dan eubacteria. Penelitian ini termasuk pada quasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatf. Peneltian menggunakan desain control group pretest-postest. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di SMA Negeri 16 Garut. Adapun sampel penelitian yang ditetapkan melalui tekhnik claster random sampling yakni X MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan X MIPA 3 sebagai kelas kontrol. Tekhnik pengumpulan data menggunakan tes objektif. Analisis hipotesis melalui Uji Mann Whitney. Peneltian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara yang menggunakan model improve dengan yang menggunakan metode diskusi pada konsep archaebacteria dan eubacteria yaitu hasil belajar kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol.Keywords: Pembelajaran model improve, konsep archaebacteria dan eubacteria, hasil belajar

Page 3 of 13 | Total Record : 128