cover
Contact Name
Diah Ika Putri
Contact Email
jurnallifescience@gmail.com
Phone
+628112118750
Journal Mail Official
jurnallifescience@gmail.com
Editorial Address
Jl. Terusan Pahlawan No.32, RW.01, Sukagalih, Kec. Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44151
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Life Science
ISSN : 2655688X     EISSN : 29644704     DOI : -
Jurnal Life Science (JLS) adalah jurnal yang menerbitkan dan mempromosikan penelitian pendidikan sains ilmiah. Jurnal ini mengkaji pendidikan dasar, menengah, tinggi, dan informal yang berkaitan dengan pendidikan sains. Dalam menerbitkan artikel ilmiah, JLS mencari artikulasi prinsip dan praktik yang digunakan oleh para peneliti untuk membuat klaim yang valid tentang dunia dan kritik mereka terhadap pendidikan sains. Penelitian dapat mengambil banyak bentuk, metode kuantitatif, kualitatif dan mixed method. JLS tertarik untuk menghasilkan penelitian yang valid dan dapat dipercaya yang mengambil berbagai bentuk dan mencakup kemampuan baru yang ada, terutama seputar teknologi. Praktik inovatif dan bagaimana hal ini berhubungan dengan pendidikan sains. Karya ilmiah yang menarik yang diterbitkan dalam JLS perlu mencerminkan keragaman. Selain itu, karya tersebut juga harus mencakup keragaman bentuk. Beberapa kajian dalam jurnal ini meliputi: kajian kurikulum pendidikan sains, penerapan dan pengembangan model pembelajaran, pengintegrasian teknologi kedalam pembelajaran sains, dan temuan biologi murni.
Articles 128 Documents
ANALISIS TENTANG GAYA BELAJAR SISWA BERDASARKAN VISUAL, AUDITORI, KINESTETIK PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI MAN 1 GARUT Leni Sri Mulyani
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.636 KB)

Abstract

ABSTRAKKeberhasilan belajar bisa dilihat dari aspek proses belajar  baik di sekolah maupun di rumah  salah satunya dapat dilihat dari learning style (LS) atau gaya belajar, sampai saat ini masih kita temukan fakta bahwa   pada setiap jenjang pendidikan di sekolah  masih banyak ditemukan hasil belajar yang belum mencapai ketuntasan minimal, terutama pada jenjang sekolah tingkat atas, dimana secara psikologi siswa usia SMA sudah menemukan model gaya belajar seperti apa yang bisa meningkatkan prestasinya, dalam penelitian ini, akan dianalisis urutan mengenai gaya belajar. Gaya belajar yang tidak sesuai dengan kondisi siswa berdampak pada tingkat pemahaman mata pelajaran yang rendah. Dalam  Penelitian ini mengambil judul “Analisis Gaya Belajar Siswa  Berdasarkan Kriteria VAK (Visual, Auditori, dan Kinestetik ) Pada Mata Pelajaran Biologi di MAN 1 GARUT”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gaya belajar siswa berdasarkan kriteria VAK. Permasalahan dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah Gaya Belajar Siswa  Berdasarkan Kriteria VAK (Visual, Auditori, Dan Kinestetik ) Pada Mata Pelajaran Biologi di MAN 1 Garut”. Penelitian ini dilakukan di MAN 1 Kabupaten Garut, Jawa Barat dan dilaksanakan pada bulan April – Mei 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantatif. Jumlah sampel yang diamati dalam penelitian ini adalah Kelas XI IPA MAN I dengan jumlah siswa sebanyak 150 siswa.. Hasil penelitian gaya belajar pada mata pelajaran Biologi Kelas XI IPA 1 di MAN I Garut tahun 2018 sebanyak 85,0%  responden adalah auditorial dengan kategori sangat  tinggi  dan sebanyak 2,5% kinestetik dengan kategori sangat rendah, dan visual  sebanyak 12,5% kategori sangat rendah.  Gaya belajar pada mata pelajaran Biologi Kelas XI IPA2 di MAN I Garut tahun 2018 sebanyak 84,6% responden adalah auditorial dengan kategori tinggi, sebanyak 12,8% visual dengan kategori sangat rendah dan sebanyak 2,6% kinestetik dengan kategori sangat rendah. Gaya belajar pada mata pelajaran Biologi Kelas X IPA 3 di MAN I Garut tahun 2018 sebanyak 77,8% adalah auditorial dengan kategori tinggi, sebanyak 13,9% visual dengan kategori sangat rendah dan sebanyak 8,3% kinestetik dengan kategori sangat rendah. Gaya belajar pada mata pelajaran Biologi Kelas XI IPA 4 di MAN I Garut tahun 2018 sebanyak 80,6% responden adalah auditorial dengan kategori tinggi, sebanyak 13,9% visual dengan kategori sangat rendah dan sebanyak 5,6% kinestetik dengan kategori sangat rendah. Gaya belajar secara umum pada mata pelajaran Biologi Kelas XI IPA di MAN I Garut tahun 2018 sebanyak 82,0% adalah auditorial dengan kategori tinggi, sebanyak 13,3% visual dengan kategori sangat rendah dan sebanyak 4,7% kinestetik dengan kategori sangat rendah. Kata Kunci  : Gaya Belajar , VAK ( Visual, Audio, Kinestetik)
ANALISIS PROFIL KETERAMPILAN PROSES SAINS (KPS) DALAM PROSES PEMBELAJARAN SISWA PADA MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI Nurhadiani S.Pd
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.784 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan keterampilan proses sains siswa dalam kegiatan pembelajaran pada materi keanekaragaman hayati di SMA NEGERI 6 GARUT. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Kegiatan pembelajaran dilakukan dalam satu kali pertemuan. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA, sedangkan sempel yang digunakan adalah kelas X MIPA 7. Istrumen yang digunakan dalam peneltian ini adalah lembar observasi. Adapun kemampuan keterampilan proses sains siswa yang diamati dalam penelitian ini adalah keterampilan mengamati, keterampilan menggunakan alat dan bahan, keterampilan mengklasifikasikan, dan keterampilan mengkomunikasikan. Analisis data yang digunakan dengan pensekoran terhadap setiap indikator kemampuan keterampilan proses sains siswa pada jenjang sangat baik sekali, baik, cukup dan kurang baik. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum tingkat kemampuan keterampilan proses sains dalam kegiatan pembelajaran berada pada predikat baik, hal ini ditunjukkan dengan presentase 72,56 %. Kondisi ini sesuai dengan data hasil penelitian yang diperoleh pada tiap indikator-indikator keterampilan proses sains yaitu: (1) Keterampilan mengobservasi 76,0 % menunjukkan keterampilan dengan predikat baik, (2) Keterampilan menggunakan alat dan bahan 83,3 % menunjukan keterampilan dengan predikat baik sekali, (3) keterampilan mengklasifikasikan 60,62%dengan predikat cukup, (4) keterampilan mengkomunikasikan 70,35 % menunjukkan predikat baik.Kata Kunci : Keterampilan Proses Sains, Lembar Observasi, Keanekaragaman Hayati AbstractThis study aims to describe the level of ability of students' science process skills in learning activities on biodiversity material in SMA 6 GARUT. The method used in this research is descriptive method. Learning activities carried out in one meeting. The population in this study were all students of class X MIPA, while the sample used was class X MIPA 7. The instrument used in this study was the observation sheet. As for the ability of students' science process skills observed in this study were observing skills, skills using tools and materials, classifying skills, and communicating skills. Analysis of the data used by scoring for each indicator of the ability of students' science process skills at a very good level, good, enough and not good. The results showed that in general the level of ability of science process skills in learning activities was in good predicate, this was indicated by a percentage of 72.56%. This condition is consistent with the research data obtained on each indicator of science process skills, namely: (1) Observation skills 76.0% show skills with good predicate, (2) Skills using tools and materials 83.3% show skills with a predicate very good, (3) the ability to classify 60.62% with enough predicate, (4) the skill of communicating 70.35% shows the good predicate.Keyword: science process skills, observation sheet, biodiversity
THE INFLUENCE OF SCIENCE, TECHNOLOGY, AND SOCIETY (STS) ON STUDENT LEARNING OUTCOMES IN THE SUBCONCEPT OF GLOBAL WARMING Mufti Ali
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.696 KB)

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study is to determine the effect of science technology and society (STS) learning model on the learning outcomes of student on the sub concepts of the global warming in class VII SMP Negeri 5 Tasikmalaya.This research was conducted in December 2017 until Juni 2018 at SMP Negeri 5 Tasikmalaya. The research method used is the "true experiment" method with the population of all classes VII SMP Negeri 5 Tasikmalaya, as many as 12 classes with the number of students 368 people. Samples were taken using cluster random sampling technique of 2 classes, namely class VII G as experimental class and VII F as control class. The instrument used is the test technique of student learning outcomes on the sub concepts global warming. This written test be in the form of multiple choice with four choices. Data analysis technique used is t test with α 0.05.The results showed that there is influence of science technology and society (STS) learning model on student learning outcomes on the sub concepts of the global warming in class VII SMP Negeri 5 Tasikmalaya Keywords : science technology and society (STS) learning model, learning    outcomes of students, and global warming.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA YANG MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN LEARNING START WITH A QUESTION (LSQ) DENGAN QUESTION STUDENT HAVE (QSH) PADA KONSEP EKOSISTEM DI SMA NEGERI 16 GARUT Ririn Herlina; Asep Rohayat; De Budi Irwan Taofik
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.807 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan metode pembelajaran Learning Start With A Question (LSQ) dengan  Question Student Have (QSH) pada konsep ekosistem di kelas X MIA SMAN 16 Garut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuasi eksperimen, dengan desain penelitian berbentuk Group Pretest and Posttest. Populasi penelitian adalah siswa kelas X MIA di SMAN 16 Garut tahun ajaran 2016/2017 yang terdiri atas enam kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X MIA 1 dan X MIA 2 dengan jumlah tiap kelas yaitu 30 orang siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling berdasarkan nilai rata-rata hampir sama atau merata. Pengambilan data penelitian menggunakan instrumen penelitian aspek kognitif. Instrumen yang digunakan yaitu berupa tes tulis berbentuk tes objektif yang berupa soal pilihan ganda dengan tes awal (Pretest) dan tes akhir (Posttest). Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil analisis data yang dilakukan pada pretest secara statistik diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen I sebesar 66 dan nilai rata-rata untuk kelas eksperimen II sebesar 62. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan awal siswa yang menggunakan metode pembelajaran Learning Start With A Question (LSQ) dengan  Question Student Have (QSH) pada konsep ekosistem. Sedangkan untuk analisis data yang dilakukan pada Posttest secara statistik diperoleh nilai rata-rata antara kelas eksperimen I dan eksperimen II adalah sebesar 71 dan  68.. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan metode pembelajaran Learning Start With A Question (LSQ) dengan  Question Student Have (QSH) pada konsep ekosistem di SMAN 16 Garut. Dan hasil belajar yang menggunakan metode pembelajaran Learning Start With A Question (LSQ) lebih baik dari pada metode pembelajaran Question Student Have (QSH).       Kata kunci: hasil belajar, Learning Start With A Question (LSQ), Question Student Have (QSH).
Pengaruh Penggunaan Metode Pembelajaran Inkuiri Berbasis Laboratorium Terhadap Hasil Belajar Siswa SMA Pada Konsep Pencemaran Air Euis Karlina
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.33 KB) | DOI: 10.31980/jls.v3i2.1669

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode pembelajaran inkuiri berbasis laboratorium terhadap hasil belajar siswa pada konsep pencemaran air di kelas x SMA Negeri 2 Garut. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas X-5 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-4 sebagai kelas kontrol yang diambil secara acak kelas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan mei 2017 di SMA Negeri 2 Garut. Instrument yang digunakan sebagai alat pengumpul data berupa tes, dengan bentuk tes pilihan ganda sebanyak 20 soal dengan 5 option. Berdasakan hasil analisis data menujukkan bahwa  tidak terdapat perbedaan kemampuan penguasaan konsep yang signifikan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Pada kelas eksperimen yang menggunakan metode inkuiri berbasis laboratorium rata-rata post-test nya (88,37). Adapun hasil belajar kelas kontrol dengan rata-rata post-test nya (48,38). Berdasarkan hasil analisis data akhir menggunakan Man-whitney maka dapat di simpulkan bahwa terdapat pengaruh peningkatan rata-rata penguasaan konsep antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada kelas eksperimen terjadi peningkatan rata-rata sebesar 45,5, sedangkan kelompok kontrol terjadi peningkatan sebesar 12,2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan metode pembelajaran inkuiri berbasis laboratorium terhadap hasil belajar siswa pada konsep pencemaran air kelas x di SMA Negeri 2 Garut.Keywords: Metode pembelajaran inkuiri berbasis laboratorium, konsep pencemaran air, dan hasil belajar
ANALISIS KESESUAIAN LKS BIOLOGI KELAS X DENGAN KTSP DI SMAN KABUPATEN GARUT Siti Nurkamilah
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.205 KB)

Abstract

ABSTRAKBerlatar belakang ingin mengetahui persentase kesesuaian antara materi dan evaluasi yang ada pada LKS Biologi kelas X dengan KTSP di SMAN Kabupaten Garut dalam hal ini silabus yang digunakan di sekolah masing-masing, maka dilakukan penelitian yang berjudul “ Analisis Kesesuaian LKS Biologi Kelas X dengan KTSP di SMAN Kabupaten Garut”. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif serta insrumen penelitian berupa wawancara dan lembar observasi dengan tujuan dapat mengetahui persentase kesesuaian antara materi dan evaluasi yang ada pada LKS Kelas X dengan KTSP di SMAN Kabupaten Garut. Teknik penelitian dilakukan dengan cara Sampel penelitian ini diambil dari 9 (Sembilan) Sekolah Menengah Atas Kelas X di Kabupaten Garut. Dari hasil penelitian diketahui bahwa persentase rata-rata kesesuaian antara materi pada LKS Kelas X dengan KTSP di SMAN Kab Garut adalah sebesar 67,6%. Sedangkan persentase rata-rata kesesuaian antara evaluasi pada LKS kelas X dengan KTSP di SMAN Kabupaten Garut adalah sebesar 52,5%.
Efektivitas Strategi Pembelajaran Everyone is a Teacher Here Terhadap Hasil Belajar Siswa SMP pada Konsep Ekosistem Ai Wina Nuraina; De Budi Irwan Taofik
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.293 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas strategi Everyone Is a Teacher Here terhadap konsep ekosistem. Desain penelitian ini One Group Pretest Posttest Design. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-experimental. Populasinya dalam penelitian ini adalah siswa kelas tujuan salah satu SMPN di Kabupaten Garut sebanyak 9 kelas. Sementara itu, sampelnya yaitu kelas tujuh B. Tekhnik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Teknik pengolahan data menggunakan kriteria KKM dan Gain Ternormalisasi serta rata-rata tingkat Penguasaan (RTP).  Berdasarkan hasil post-test yang didapat 28 siswa memperoleh nilai lebih besar 75 dengan persentase 77,78. Penerapan strategi Everyone Is a Teacher Here pada konsep ekosistem adalah efektif. Gain Ternormalisasi menunjukkan hasil yang baik dengan persentase 52,78 pada kategori baik, 41,6 persen pada kategori sedang dan 5,55 persen pada kategori rendah (<g>=0,637) berada pada kategori sedang. RTP menunjukkan hasil yang sangat baik dengan tercapainya 84,72 persen berada pada kriteria tinggi.Kata Kunci: Strategi Everyone Is a Teacher Here, Gain  Ternormalisasi, Hasil Belajar.
JENIS DAN PERSEBARAN ANGGREK DI BEBERAPA LOKASI DI TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI Sriwahjuningsih M.Si
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.613 KB)

Abstract

Abstrak Saat ini diperkirakan keberadaan dan kekayaan jenis anggrek di alam sudah mengalami perubahan. Salah satu cara untuk mengetahui kekayaan atau keberadaan jenis-jenis anggrek di suatu kawasan yaitu dengan cara menidentifikasi dan menginventarisasi jenis di habitat alamnya. Pulau Jawa merupakan salah satu kawasan yang memiliki tingkat endemisitas jenis-jenis anggrek yang cukup tinggi termasuk di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). TNGC merupakan lahan bekas alih fungsi kawasan dari hutan produksi sehingga ada kemungkinan flora dan fauna yang ada di kawasan Gunung Ciremai telah berkurang termasuk tumbuhan anggrek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan identifikasi jenis-jenis anggrek yang ada di hutan alam TNGC dan melakukan pengecekan keberadaan dan persebaran jenis anggrek di beberapa Blok di TNGC yaitu : Blok Kopi Cilaja, Gunung Putri dan Cigorowong. Pada kegiatan ini, didapatkan 13 jenis anggrek dimana keanekaragaman anggrek yang tertinggi terdapat di Kopi Cilaja sebanyak 11 jenis, Gunung Putri sebanyak 9 jenis dan Blok Cigorowong hanya 1 jenis. Setelah dilakukan diidentifikasi, dari 15 jenis angrek  yang  ditemukan  ternyata  9  jenis  termasuk  ke  dalam  jenis  anggrek  epifit  dan  6  jenis  anggrek terrestrial atau tanah. Apabila diklasifikasi berdasarkan nilai jual, dari 15 jenis yang ditemukan hanya 8 jenis anggrek yang mempunyai nilai jual. Berdasarkan hal ini, ke-8 jenis anggrek ini sangat cocok untuk dikembangkan dan dibudidaya terutama dalam rangka pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan TN Gunung Ciremai. Kata Kunci        : identifikasi, anggrek, Taman Nasional Gunung Ciremai, 
Pengaruh Penggunaan Media Animasi Terhadap Penguasaan Konsep Sistem Sirkulasi Siswa SMA Kelas Sebelas Halin Zakiyah
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.185 KB) | DOI: 10.31980/jls.v3i1.1650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan media animasi terhadap penguasaan konsep sistem sirkulasi pada siswa kelas sebelas IPA SMA di Kota Garut. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen, pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas XI IPA satu sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA dua sebagai kelas kontrol yang diambil secara acak kelas. Instrumen yang digunakan sebagai alat pengumpul data berupa test soal objektif pilihan ganda (multiple choice) untuk mengetahui perbedaan penguasaan konsep yang menggunakan media animasi dan media gambar. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa penguasaan konsep menunjukkan perbedaan kemampuan yang signifikan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Pada kelas eksperimen yang menggunakan media animasi rata-rata pre-test nya (40,50) dan rata-rata post-test nya (80,66). Adapun hasil belajar pada kelas kontrol yang menggunakan media gambar rata-rata pre-test nya (41,00) dan rata-rata post- test nya (72,00). Berdasarkan hasil analisis data terlihat perbedaan peningkatan rata-rata penguasan konsep antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada kelas eksperimen terjadi peningkatan rata-rata sebesar 40,16, sedangkan kelompok kontrol terjadi peningkatan sebesar 31,00. Hasil perhitungan uji Mann Whitney diperoleh nilai Signifikansi (0,000 < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pengaruh penggunaan media animasi terhadap penguasaan konsep sistem sirkulasi pada siswa SMA kelas sebelas.Keywords: Media Animasi, sistem Sirkulasi, dan penguasaan Konsep
ANALISIS KADAR KLOROFIL DAUN CANTIGI (Vaccinium varingiaefolium) BERDASARKAN JARAK DARI KAWAH PAPANDAYAN DI TAMAN WISATA ALAM PAPANDAYAN Lida Amalia
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.719 KB)

Abstract

Abstract:"ANALYSIS OF CHLOROPHYLL CONTENT IN CANTIGI LEAF (Vaccinium varingiaefolium) BASED ON DISTANCE FROM PAPANDAYAN CRATER IN NATURE PARK PAPANDAYAN". Plants that are found around the Papandayan Crater are cantigi (Vaccinium varingiaefolium). It is known that the height of the cantigi plant is increasing with increasing distance from the crater. This is due to the conditions around the crater with the amount of sulfur gas released from the crater. Thus, a study was conducted to determine the chlorophyll content of cantigi leaves (Vaccinium varingiaefolium) at different distances from the Papandayan Crater. The method used in this study is descriptive method, with leaf population of cantigi plants (Vaccinium varingiaefolium) in the Papandayan Nature Park. The sample in this study is leaves cantigi plant (Vaccinium varingiaefolium) which are in a radius or distance of 0-25 m (R1), 25-50 m (R2), and 50-75 m (R3) from the Papandayan Crater. Samples were taken randomly as many as 10 leaves from 10 trees in each distance category. Based on the results of the study it can be seen that the average levels of chlorophyll a, chlorophyll b and total chlorophyll at a distance of 0-25 m are 3.60 mg / L, 2.80 mg / L and 6.50 mg / L respectively. At a distance of 25-50 m is 3.79 mg / L, 3.10 mg / L and 6.89 mg / L, while at a distance of 50-75 m is 4.00 mg / L, 3.90 mg / L and 7.90 mg / L. Based on the results of statistical tests it can be seen that there are significant differences. Thus it can be concluded that the distance from the Papadayan crater affects the chlorophyll content of the cantigi leaves, the farther of distance from the crater, the more chlorophyll content.. Keywords: Cantigi Leaf Chlorophyll Content, Distance from Papandayan Crater.

Page 2 of 13 | Total Record : 128