cover
Contact Name
Diah Ika Putri
Contact Email
jurnallifescience@gmail.com
Phone
+628112118750
Journal Mail Official
jurnallifescience@gmail.com
Editorial Address
Jl. Terusan Pahlawan No.32, RW.01, Sukagalih, Kec. Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44151
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Life Science
ISSN : 2655688X     EISSN : 29644704     DOI : -
Jurnal Life Science (JLS) adalah jurnal yang menerbitkan dan mempromosikan penelitian pendidikan sains ilmiah. Jurnal ini mengkaji pendidikan dasar, menengah, tinggi, dan informal yang berkaitan dengan pendidikan sains. Dalam menerbitkan artikel ilmiah, JLS mencari artikulasi prinsip dan praktik yang digunakan oleh para peneliti untuk membuat klaim yang valid tentang dunia dan kritik mereka terhadap pendidikan sains. Penelitian dapat mengambil banyak bentuk, metode kuantitatif, kualitatif dan mixed method. JLS tertarik untuk menghasilkan penelitian yang valid dan dapat dipercaya yang mengambil berbagai bentuk dan mencakup kemampuan baru yang ada, terutama seputar teknologi. Praktik inovatif dan bagaimana hal ini berhubungan dengan pendidikan sains. Karya ilmiah yang menarik yang diterbitkan dalam JLS perlu mencerminkan keragaman. Selain itu, karya tersebut juga harus mencakup keragaman bentuk. Beberapa kajian dalam jurnal ini meliputi: kajian kurikulum pendidikan sains, penerapan dan pengembangan model pembelajaran, pengintegrasian teknologi kedalam pembelajaran sains, dan temuan biologi murni.
Articles 128 Documents
Pengaruh Strategi pembelajaran Giving Question and Getting Answer (GQGA) Melalui Video Conference Terhadap Hasil Belajar Siswa SMA pada Konsep Jamur Novia Nurul Awaliyah; Asep Rohayat; Diah Ika Putri
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.97 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran giving question and getting answer (GQGA) dan seberapa besar pengaruh strategi pembelajaran GQGA melalui video conference terhadap hasil belajar siswa pada konsep jamur di salah satu SMAN di kota Garut. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experimental (eksperimen semu) dengan sifat asosiatif dan menggunakan rancangan eskperimen Non Equivalen Pretest-Posttes Group Design. Sampel dalam penelitian diambil dua kelas dengan cara acak kelompok (Random Sampling) yaitu kelas sepuluh MIPA 6 (kelompok eksperimen) dan kelas sepuluh MIPA 7 (kelompok kontrol) dengan jumlah siswa sebanyak 53. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrument berupa tes objektif (pilihan ganda) sebanyak 35 butir soal. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh skor rata-rata hasil post-test siswa pada kelompok eksperimen (dengan menggunakan strategi pembelajaran GQGA) adalah 83,37 dan skor rata-rata hasil post-test kelompok control (dengan menggunakan strategi pembelajaran konvensional) adalah 70,61. Teknik analisis data menggunakan uji parametrik, yaitu uji hipotesis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan nilai Sig 0,000 < alpha (0,05) maka terdapat pengaruh strategi pembelajaran Giving Question and Getting Answer (GQGA) melalui video conference terhadap hasil belajar siswa SMA pada konsep jamur. Sedangkan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh strategi pembelajaran Giving Question and Getting Answer (GQGA) terhadap hasil belajar siswa menggunakan uji gain ternormalisasi pada kelompok eksperimen yang menggunakan strategi pembelajaran Giving Question and Getting Answer didapatkan nilai rata-rata sebesar 61,90 dan nilai rata-rata pada kelompok kontrol dengan menggunakan pembelajaran konvensional yaitu sebesar 35,86. Maka besarnya pengaruh strategi pembelajaran Giving Question and Getting Answer (GQGA) sebesar 26,03.Kata kunci: Hasil Belajar, Jamur, Strategi pembelajaran Giving Question and Getting Answer (GQGA).  
Indeks Ekologi Gastropoda sebagai Bioindikator Tingkat Pencemaran Air Tawar Situ Bangendit Nurul Fitri; Hudiana Hernawan; Sri wahjuningsih
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/jls.v4i2.2350

Abstract

Beberapa aktivitas masyarakat disekitar perairan situ secara langsung maupun tidak langsung dapat berdampak terhadap kualitas perairan sungai diantaranya dapat mempengaruhi faktor-faktor biotik dan abiotik yang mengakibatkan rusaknya ekosistem di perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui indeks ekologi gastropoda sebagai bioindikator pencemaran air yang terdapat di Ekowisa Situ Bagendit pada bulan April – Juni 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, metode pengumpulan data dan metode penentuan stasiun dengan purposive sampling method terhadap 10 stasiun. Sampel yang diambil meliputi pengukuran parameter biotik (gastropoda) serta abiotik. Hasil pengukuran parameter biotik penelitian menunjukkan famili dari tiga stasiun berjumlah 5 famili diantaranya famili Thiaridae, famili Ampullariidae, famili Viviparidae, Lymnaeidae dan Famili Littorinidae, dan terdiri dari 16 spesies dengan total 1495 individu. Rata-rata nilai indeks keanekaragaman adalah 1,6860 termasuk kategori sedang, kenekaragaman tertinggi adalah spesies Melanoides formensis (0,3570) dan terendah adalah, spesies Thiara rufis (0,0044). Rata-rata nilai indeks kelimpahan adalah, 100,6091 termasuk kategori sangat banyak, nilai kelimpahan tertinggi pada spesies Melanoides formosensis (28,2274) dan terendah pada spesies Thiara rufis (0,01). Rata-rata nilai indeks dominansi adalah, 0,1852 termasuk kategori rendah nilai dominansi tertinggi pada spesies Melanoides formosensis (0,0796) dominansi terendah pada spesies Thiara rufis (0). Rata-rata nilai indeks kemerataan adalah, 28,5078 termasuk kategori stabil, nilai kemerataan tertinggi pada spesies Pomaceae maculata (3,5338) dan Lymnea Rubiginosa (3,5338) terendah pada spesies Thiara rufis (0). Rata-rata nilai indeks kepadatan adalah, 149,5 termasuk kategori tinggi, nilai kepadatan tertinggi pada spesies Melanoides formenssis (42,2) terendah pada spesies Thiara rufis (0,1).Kata Kunci: Gastropoda, indeks ekologi
Pemberian Variasi Konsentrasi Senyawa Sitokinin BAP terhadap Pertumbuhan Tanaman Begonia (Begonia ”orphan c. fox”) Chevi Ardiana; Sri Rahayu; Dewi Hernawati
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/jls.v4i2.2351

Abstract

Sitokinin merupakan senyawa hormon pada tumbuhan yang dihasilkan dari turunan (derivate) adenin dan/atau fenilurea molekul yang mengatur berbagai proses seluler. Fungsi utama senyawa ini adalah mengatur perkembangan sel-sel pada tumbuhan, sedangkan fungsi lainnya, diantaranya: menunda proses penuaan daun, mendorong pertumbuhan tunas samping dan luas daun, dan merangsang pertumbuhan akar menjadi lebih panjang. Dalam penelitian ini, tanaman Begonia (Begonia”orphan c. fox”) dipilih sebagai sampel penelitian karena tanaman ini salah satu tanaman hias yang banyak diminati masyarakat. Tanaman ini mempunyai banyak variasi bentuk, warna, dan ukuran daun sehingga tanaman Begonia banyak dijadikan sebagi tanaman hias. Tujuan penelitan ini adalah mengetahui pengaruh pemberian senyawa sitokinin pada berbagai variasi konsentrasi terhadap tinggi tanaman dan panjang daun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Eksperimen dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAK). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang daun dan tinggi tanaman yang maksimal diperoleh masing-masing, yaitu: panjang daun 10,93 dan tinggi tanaman 13,82 cm pada konsentrasi 3 ppm.Kata Kunci: Sitokinin, Konsentrasi, Pertumbuhan
Uji Kadar Flavonoid Total dari Ekstrak Daun Alpukat (Persea americana Mill.) Sri Mulyaningsih; Hajar Sofarina Yasrifah; De Budi Irwan Taofik
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/jls.v4i2.2352

Abstract

Penelitian yang berjudul “Uji Kadar Flavonoid Total dari Ekstrak Daun Alpukat (Persea americana Mill.) bertujuan untuk mengetahui hasil uji kualitatif senyawa flavonoid dan kadar flavonoid total dari daun aplukat (Persea americana Mill.). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan yaitu daun alpukat yang sudah tua sebanyak 100 g. Teknik pengumpulan data secara kualitatif melalui uji fitokimia dan kuantitatif pada uji kadar total plavonoid. Penentuan kadar total flavonoid dibantu dengan Spektrofotometer Uv-Vis. Setiap sampel diuji sebanyak tiga kali. Ekstraksi kandungan kimia dari daun alpukat (Persea americana Mill.) dilakukan dengan metode maserasi menggunakan senyawa etanol 95%. Analisis data pada penelitian ini dengan uji Regresi linier sederhana yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsentrasi yang diukur dengan absorbansi yang dihasilkan. Persamaan regresi liniernya yaitu Y= 0,0724x-0,0185. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa daun alpukat (Persea americana Mill.) mengandung senyawa palvonoid dengan kadar total sebesar 67,058 mg QE/g ekstrak atau 6,7058%.Kata Kunci: Ekstrak Daun Alpukat, Uji Kadar total Flavonoid
Analisis Kemampuan Literasi Sains Siswa pada Penerapan Beberapa Model Pembelajaran Ulfah Latifah; Lida Amalia; Diah Ika Putri
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/jls.v4i2.2348

Abstract

Penelitian ini berjudul “Analisis Kemampuan Literasi Sains Siswa pada Penerapan Beberapa Model Pembelajaran”. Bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi sains siswa pada penerapan beberapa model pembelajaran. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur yang menggunakan metode deskriptif dari hasil penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2015-2019, dan menggunakan database Google Scholar. Beberapa model pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan literasi sains siswa terdapat empat model pembelajaran yaitu: model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dengan metode praktikum dan demonstrasi multimedia interaktif (MMI), model inquiry terbimbing, learning cycle 5E, dan model inquiry. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada penerapan beberapa model pembelajaran bahwa keempat model pembelajaran tersebut efektif digunakan pada saat proses pembelajaran berlangsung dan meningkatkan kemampuan literasi sains siswa. Kata Kunci: Model pembelajaran, literasi sains siswa
Efektivitas Penggunaan Media Youtube sebagai Media Pembelajaran terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Materi Keanekaragaman Hayati Lusiani Lusiani; Dewi Hernawati; De Budi Irwan Taofik
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/jls.v4i2.2349

Abstract

Penelitian ini berjudul “Efektivitas Penggunaan Media YouTube Sebagai Media Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X pada Materi Keanekaragaman Hayati”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1. Kemampuan awal siswa sebelum menggunakan media YouTube pada materi keanekaragaman hayati; 2. Hasil belajar siswa setelah menggunakan media YouTube pada materi keanekaragaman hayati; 3. Efektivitas penggunaan media YouTube sebagai media pembelajaran terhadap hasil belajar siswa kelas X pada materi keanekaragaman hayati. Metode dalam penelitian ini adalah pre-eksperimental design. Desain penelitian yang digunakan yaitu One-Group Pretest-Posttest Design. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Purposive sampling, yaitu untuk mengetahui efektivitas penggunaan media YouTube Berbantuan Video Education sebagai media pembelajaran pada materi Keanekaragaman Hayati melalui empat analisis yaitu: Uji Gain Ternormalisasi; Kategori tinggi dengan persentase 52,6 persen, kategori sedang dengan persentase 18,4 persen, kategori rendah persentase 10,5persen, kategori tetap dengan persentase 2,6 persen, kategori terjadi penurunan dengan persentase 15,8 persen; Uji Pemahaman, siswa yang belum menguasai 18,4 persen yang berhasil 81,6 persen; Rata –Rata Tingkat Penguasaan seluruh siswa adalah 81 persen; Ketuntasan belajar yaitu 81,6 persen. penggunaan media YouTube sebagai media pembelajaran efektif terhadap hasil belajar siswa kelas x pada materi keanekaragaman hayati.Kata Kunci: YouTube, Hasil Belajar, Efektivitas pembelajaran
Pengaruh Media Berbasis Limbah Organik terhadap Pertumbuhan Maggot (Hermetia illucens) Gina Ayu Hanifah Amini; Asep Rohayat
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/jls.v5i1.2677

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media berbasis limbah organik terhadap pertumbuhan maggot (Hermetia illucens) serta untuk mengetahui media yang paling optimal terhadap pertumbuhan maggot (Hermetia illucens). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan untuk setiap perlakuannya. Media yang digunakan pada penelitian ini diantaranya limbah pisang, limbah sawi putih, limbah ampas kelapa dan limbah ampas tahu. Pemeliharaan dilakukan selama 18 hari kemudian diamati pertumbuhannya. Parameter yang diukur pada penelitian ini adalah berat dan panjang maggot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang terbaik adalah perlakuan limbah ampas tahu dengan nilai rata – rata berat maggot 98.85 gram dan panjang maggot 1.703 cm. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa media limbah ampas tahu memiliki potensi untuk digunakan sebagai media pertumbuhan maggot.Kata Kunci: Maggot, Pertumbuhan, Limbah Pisang, Limbah Sawi Putih, Limbah Ampas Kelapa, Limbah Ampas Tahu
Pengaruh Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum) terhadap Daya Hambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Bonita yunpayani; Leni Sri Mulyani
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/jls.v5i1.2680

Abstract

Jahe merah memiliki kandungan minyak atsiri dan oleoresin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan manakah konsentrasi ekstrak jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) yang paling efektif terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 6 perlakuan. Penelitian ini menggunakan 24 sampel dengan uji  hipotesis yang digunakan yaitu Uji Kruskal-wallis dan Uji Schefee. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah diameter zona hambat. Hasil penelitian ini menunjukan jika ekstrak jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Konsentrasi ekstrak jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) yang paling efektif terhadapat daya hambat bakteri staphylococcus aureus adalah 100% dengan daya hambat rata-rata 24mm. Kata Kunci: Ekstrak jahe, jahe merah, daya hambat, Staphylococcus aureus
Perbandingan Hasil Belajar yang Menggunakan Model Pembelajaran Crossword Puzzle Dengan Word Square Pada Materi Ekosistem Siswa Kelas X Shalma Nurrul Khotimah; Sri Mulyaningsih; Siti Nurkamilah
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/jls.v5i1.2608

Abstract

Akar masalah pada penelitian ini yaitu salah satunya belajar siswa yang belum mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) sehingga dapat mempengaruhi pada hasil belajar siswa. Kondisi belajar siswa di MAN 1 Garut dapat dikatakan efektif tetapi alangkah lebih baiknya menggunakan model pembelajaran yang lebih bervariatif sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang memuaskan/sesuai dengan harapan. Faktor penyebab timbulnya akar masalah dibagi menjadi dua, yaitu Faktor Internal dan Faktor eksternal. Faktor Internal yaitu terdapat beberapa siswa yang kurang fokus pada saat diberikan materi pelajaran Biologi dikarenakan kurang bervariatifnya model pembelajaran yang digunakan sehingga membuat siswa mejadi bosan maka dengan hal ini dapat berpengaruh besar terhadap hasil belajar siswa, sedangkan untuk Faktor Eksternal yaitu salah satunya Lingkungan yang membuat siswa kurang termotivasi dalam mempelajari materi yang sebelumnya sudah diberikan oleh guru. Berdasarkan hasil observasi tersebut diperlukan salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan cara menggunakan pembaharuan model pembelajaran yang akan diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar berlangsung diantaranya menggunakan model pembelajaran Crossword Puzzle dengan model pembelajaran Word Square. Kata kunci: Crossword Puzzle, Word Square dan Hasil Belajar
Perbandingan Kemampuan Koagulasi Empat Macam Biji Polong-Polongan (Famili Fabaceae) Wida Silfia; Lida Amalia; Chevi Ardiana
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/jls.v5i1.2694

Abstract

Banyak sumber air yang tingkat kekeruhannya melebihi standar baku mutu yang telah ditetapkan, sehingga memerlukan usaha penjernihan. Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan cara koagulasi menggunakan koagulan alami dari biji polong-polongan. Oleh karena itu dilakukan penelitian tentang kemampuan koagulasi empat macam biji polong-polongan, yaitu biji kelor (Moringa oleifera), biji asam jawa (Tamarindus indica L.), biji kacang babi (Vicia faba), dan biji kacang merah (Phaseolus vulgaris). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) kemampuan koagulasi dari empat macam biji polong-polongan (Famili Fabaceae), 2) perbedaan kemampuan koagulasi dari empat macam biji polong-polongan (Famili Fabaceae), dan 3) kemampuan koagulasi yang lebih efektif dan efisien dari empat macam biji polong-polongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini  adalah metode eksperimen dengan menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan melakukan pengukuran terhadap kadar kekeruhan, DO, pH, suhu, dan waktu penggumpalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan koagulasi dari empat macam biji polong-polongan (Famili Fabaceae). Biji kacang babi tidak mempunyai kemampuan koagulasi dalam proses menjernihkan air. Biji kelor mempunyai kemampuan paling efektif dan efisien dalam proses penjernihan air dengan rata-rata penurunan kekeruhan sebesar 90,75%, penambahan oksigen terlarut 16,47, suhu , pH 6,06 dan waktu penggumpalan selama 106 menit. Kata Kunci: Famili Fabaceae; Kekeruhan; Koagulas

Page 5 of 13 | Total Record : 128