cover
Contact Name
Diana Irvindiaty Hendrawan
Contact Email
dianahendrawan@trisakti.ac.id
Phone
+6221-5663232
Journal Mail Official
jurnalfaltl@trisakti.ac.id
Editorial Address
Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan - Universitas Trisakti Jalan Kyai Tapa No. 1 Grogol, Jakarta Barat, Indonesia Phone: (62-21) 566 3232 Fax: (62-21) 564 4270
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bhuwana
Published by Universitas Trisakti
ISSN : -     EISSN : 27979881     DOI : https://dx.doi.org/10.25105
Jurnal Bhuwana menerima materi dengan focus tema Lingkungan dan Kota namun tidak terbatas pada sosio-spasial lingkungan dan permukiman, urban design & planning, konservasi, preservasi dan revitalisasi kawasan, pengelolaan lingkungan, energi baru terbarukan, bioteknologi, transportasi, pengelolaan limbah, green/eco city serta keselamatan dan kesehatan kerja.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "VOLUME 5, NUMBER 1, MEI 2025" : 10 Documents clear
KONSEP RANCANGAN PERBAIKAN RUANG LUAR PADA SCIENCE TECHNO PARK UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI MALANG Lamadike, Safrudin Lamadike; Rizki Alfian
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 5, NUMBER 1, MEI 2025
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v5i1.21732

Abstract

Ruang luar, aksesibilitas, dan fasilitas memiliki keterkaitan dalam merancang dan mengoptimalkan fungsi ruang. Ruang yang baik seharusnya dapat diakses oleh siapa pun tanpa memandang status sosial, usia, serta kondisi fisik manusia. Dalam masyarakat yang beragam, arsitek harus dapat mengidentifikasi berbagai konflik dan menciptakan desain yang responsif terhadap kebutuhan sosial. Dengan adanya fasilitas dan aksesibilitas yang tersedia, diharapkan semua pengguna termasuk penyandang disabilitas dapat memiliki akses yang sama dengan orang lain tanpa batasan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kesesuaian rancangan ruang luar yang ada pada Science Techno Park, menganalisis, dan menghasilkan konsep perbaikan fasilitas agar memenuhi ketentuan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 30 Tahun 2006 tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan, dan dengan memperhatikan aspek lingkungan fisik (suhu, pencahayaan, kebisingan). Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan kuesioner kepada penggua ruang luar Science Techno Park, kemudian proses analisis menggunakan pemikiran Gold dan Rustam Hakim yang dikuatkan oleh Setyabudi. Hasil analisis menunjukkan bahwa jalur pejalan kaki, tempat parkir, serta rambu dan marka perlu diperbaiki, serta perlunya penambahan elemen hijau dan fasilitas pendukung. Kesimpulan dari penelitian ini adalah merekomendasikan perbaikan dalam bentuk konsep rancangan fasilitas ruang luar yang lebih fungsional, aman, dan nyaman, serta memenuhi ketentuan yang berlaku.
KAJIAN PERKEMBANGAN WILAYAH PROVINSI SULAWESI BARAT Wali, Aco Hasran; Situmorang, Rahel; Taki, Herika M.
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 5, NUMBER 1, MEI 2025
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v5i1.22043

Abstract

Sulawesi Barat merupakan provinsi hasil pemekaran dari Provinsi Sulawesi Selatan dengan dasar Undang-Undang No 26 Tahun 2004 pada tanggal 5 Oktober 2004. Tujuan pemekaran Provinsi Sulawesi Barat adalah akselerasi pembangunan, walaupun sampai saat ini masih terlihat adanya ketimpangan antar-kabupaten. Setelah pemekaran Provinsi Sulawesi Barat, Provinsi memiliki PDRB Per Kapita terendah dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terendah di Pulau Sulawesi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji perkembangan wilayah yang ada di Provinsi Sulawesi Barat dari tahun 2004-2024. Penelitian ini menggunakan metode campuran yaitu: pendekatan deskriptif kuantitatif, analisis spasial dan analisis indeks komposit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan lahan terbangun bertambah dari 7.860 Ha (0,5%) menjadi 35.256 % Ha (2,1%) pada tahun 2024. Kabupaten dengan perkembangan fisik terbesar adalah Polewali Mandar, diikuti oleh Majene, Mamuju, Mamuju Tengah, Pasangkayu dan Mamasa. Dalam perkembangan sosial, Kabupaten Polewali Mandar memiliki klasifikasi paling rendah, sedangkan Kabupaten Mamasa dengan klasifikasi tertinggi. Perkembangan ekonomi tertinggi berada di Kabupaten Pasangkayu, sedangkan Kabupaten Mamuju, Polewali Mandar dan Majene masuk dalam kategori sedang dan Mamasa dengan Mamuju tengah masuk dalam kategori rendah.
OPTIMALISASI RUTE PENGANGKUTAN SAMPAH DI KOTA MAKASSSAR MENGGUNAKAN METODE TRAVELING SALESMAN PROBLEM Abbas, Isnani Fatmasari; Benno Rahardyan
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 5, NUMBER 1, MEI 2025
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v5i1.22258

Abstract

Pengangkutan sampah di Kota Makassar hanya dilakukan satu kali ritasi per hari akibat hambatan lalu lintas, keterbatasan bahan bakar, dan pengelolaan armada yang tidak efisien menyebabkan penumpukan sampah di beberapa wilayah. Optimalisasi pengangkutan melalui perencanaan rute, peningkatan ritasi, dan efisiensi armada menjadi kebutuhan mendesak untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah optimalisasi rute pengangkutan menggunakan metode Traveling Salesman Problem (TSP) dengan Algoritma Nearest Neighbor, yang bertujuan menemukan rute terpendek melintasi semua titik pengumpulan sampah menuju TPA Tamangapa tanpa menambah armada baru. Penelitian ini dilakukan di 14 kecamatan di Kota Makassar dengan menganalisis 45 titik Transfer Depo/TPS dump truck dan 35 titik arm roll truck. Hasil optimalisasi menunjukkan peningkatan ritasi menjadi 2–3 kali per hari, dengan total jarak tempuh optimal 1.087,30 km untuk dump truck dan 770,5 km untuk arm roll truck, dibandingkan dengan kondisi eksisting yang hanya mencakup 577,6 km (dump truck) dan 388,3 km (arm roll truck). Efisiensi operasional tercapai dengan pengurangan armada menjadi 19 dump truck dan 14 arm roll truck. Optimalisasi rute ini meningkatkan efisiensi pengangkutan dan efektivitas armada.
IMPLEMENTATION OF THE TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) CONCEPT AT TANAH ABANG STATION, TANAH ABANG, CENTRAL JAKARTA Taki, Herika Muhamad; Alisha Putri Negara; Parapat, Ros Dwita Gresia
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 5, NUMBER 1, MEI 2025
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v5i1.22537

Abstract

Reduced land for development, congestion due to the large number of private transportation, and air pollution are some of the problems of big cities like Jakarta that deserve to be solved with efficient solutions. Transit Oriented Development (TOD) is a concept for developing a transit facility that has the principle of maximizing land and improving adequate public facilities. Tanah Abang Station is one of the largest stations in Jakarta which acts as a Primary Activity Center. In this regard, planning is needed so that the Tanah Abang station is integrated with other modes of transportation to increase the effectiveness of the station in the development of the area and activities around it. The research aims to see the suitability of the application of the TOD area at Tanah Abang Station by analyzing the supporting facilities there and the availability of transportation facilities with the help of ArcGis software to determine the suitability conditions of the TOD concept
DESAIN LANSKAP KOMPLEKS STADION PAKANSARI BERBASIS BIOMIMIKRI Ritonga, Najma Muzayyan; hadi, akhmad arifin
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 5, NUMBER 1, MEI 2025
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v5i1.22541

Abstract

Proses urbanisasi dan kebutuhan akan kualitas hidup menyebabkan tuntutan yang lebih tinggi terhadap pasokan dan kualitas ruang hijau publik. Ruang publik yang dibutuhkan oleh pengguna dapat diekspresikan dalam desain lanskap stadion yang indah, nyaman, dan fungsional untuk digunakan sebagai infrastruktur yang mendukung kegiatan olahraga. Lanskap stadion memiliki peran RTH yang penting untuk dimaksimalkan. Kawasan Stadion Pakansari diharapkan dapat memenuhi kebutuhan ruang terbuka hijau publik sekaligus menjadi lokasi pendukung kegiatan olahraga aktif yang memiliki nilai regeneratif dan ekologis dari konsep biomimikri yang akan diadopsi dalam konsep. Konsep biomimikri merupakan sebuah pendekatan dengan cara mengambil, mentransfer, dan mengintegrasikan inspirasi dari alam atau proses-prosesnya ke dalam sebuah desain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan desain lanskap stadion berupa ruang terbuka hijau publik dan mendorong kegiatan olahraga. Metode yang digunakan berupa pendekatan analisis spasial, deskriptif kualitatif, dan deskriptif kuantitatif yang diperoleh melalui metode simulasi 3D, observasi lapang, studi pustaka, kuesioner offline, dan wawancara. Alternatif desain yang dihasilkan akan menentukan desain akhir sebagai bentuk respon preferensi masyarakat.
PERANCANGAN LANSKAP FASILITAS WISATA PADA BLOK EKOTURISME TAMAN WISATA ALAM BANING, SINTANG, KALIMANTAN BARAT Enos Rendra Layuk; Qurrotu Aini Besila; Reza Fauzi
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 5, NUMBER 1, MEI 2025
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v5i1.22588

Abstract

Kota Sintang mempunyai perbedaan signifikan dari pusat perkotaan      lain  karena adanya ekosistem hutan gambut yang melekat dalam Taman Wisata Alam Baning, yang terletak di tengah-tengah pusat kota. Ekosistem hutan gambut ini memiliki dampak yang cukup besar pada lingkungan sekitarnya, berperan sebagai kawasan konservasi, penyerap karbon, dan tak kalah pentingnya sebagai destinasi wisata alam. Penelitian ini diarahkan untuk menggambarkan secara spasial area yang layak dikembangkan demi mendukung Taman Wisata Alam (TWA) Baning, serta menentukan jenis infrastruktur yang dapat dibangun untuk memastikan pengelolaan area wisata yang sejalan dengan prinsip ekologi. Dari hasil analisis SWOT yang dilakukan, terungkap serangkaian strategi yang dapat diterapkan untuk pengembangan TWA Baning, di antaranya adalah pendorong minat wisata khususnya dalam bentuk aktivitas seperti jogging track, fasilitas edukasi fauna dan flora, pusat informasi, zona komersial, area parkir yang memadai, dan lain sebagainya. Pendekatan pengembangan dan penyusunan infrastruktur wisata di TWA Baning mengusung konsep ekowisata, di mana sumber daya alam dan aspek budaya diintegrasikan secara bertanggung jawab untuk memastikan keberlanjutan. Keberadaan infrastruktur penunjang menjadi esensial dalam pengelolaan Taman Wisata Alam Baning sebagai tujuan wisata ekologi yang komprehensif.
POLA KONSUMSI AIR MINUM DI KABUPATEN PURWOREJO Winarni, W.; Yanidar, Ramadhani
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 5, NUMBER 1, MEI 2025
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v5i1.22609

Abstract

Dalam sistem distribusi air minum, fluktuasi pemakaian air tiap jam dalam 1 hari digunakan untuk perencanaan reservoir dan operasional pompa distribusi, sedangkan kebutuhan air jam puncak digunakan dalam perencanaan dimensi pipa distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pola konsumsi air minum sehingga dapat memperbaiki operasional sistem distribusi. Pada studi ini dilakukan analisis pola konsumsi di 2 reservoir distribusi Kabupaten Purworejo dengan pengumpulan data konsumsi air tiap jam selama 7 hari di meter induk reservoir. Pola konsumsi di Kutoarjo menunjukkan adanya 2 puncak pemakaian dengan faktor jam puncak 1,27, sedangkan pola konsumsi di Tuk Songo berkisar pada konsumsi rata-rata dengan faktor jam puncak 1,07. Penyimpanan air di Reservoir Kutoarjo adalah 6,14% terhadap konsumsi harian atau 182,3 m3 terhadap volume aktual 850 m3, sedangkan Reservoir Tuk Songo hanya menyimpan 0,56% atau 29,2 m3 terhadap volume aktual 400 m3. Tidak terjadi penyimpanan air di reservoir. Diperlukan penelitian lanjut dan data yang lebih luas untuk mendapatkan pemahaman lebih baik mengenai pola konsumsi air agar diperoleh perencanaan pengelolaan operasional serta pengembangan jaringan pipa distribusi yang efektif, sehingga dapat meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.
TINGKAT KOHESI PERUMAHAN BERPAGAR TAMANDIPONEGORO, LIPPO KARAWACI, TANGERANG Rani, Bethany Jaffa; Wiranegara, Hanny Wahidin; Taki, Herika Muhamad
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 5, NUMBER 1, MEI 2025
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v5i1.22610

Abstract

Strong cohesion within a community is reflected in its residents, where they feel a strong sense of togetherness, frequently interact, and engage in activities with neighbors, showing a keen interest in staying in the area. Conversely, communities with low cohesion experience the opposite. Gated communities are often promoted as ideal environments for fostering community ties due to the social-economic homogeneity of residents and enhanced security. Additionally, there is a connection between the level of community cohesion and the willingness to report or intervene in criminal activities. This study aims to assess the level of cohesion in the gated community of Taman Diponegoro using the Housing Cohesion Instrument developed by Buckner (1988), known for its reliability. The research covers Taman Diponegoro and Rolling Hills, which feature similar housing designs and prices. The survey method, along with second-order confirmatory factor analysis (CFA) and scoring, was used. Out of 154 members in the WhatsApp group, 48 participated. Results show that cohesion is moderate, with residents rarely visiting each other. The large number of housing units, over 100, aligns with the rise of individualism. To improve cohesion, limiting the number of homes in gated communities is recommended.
PEMILIHAN MODA PENGGUNA KRL DI STASIUN SUDIMARA KOTA TANGERANG SELATAN Deneza Thahirah; Rahel Situmorang; Martina Cecilia Adriana
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 5, NUMBER 1, MEI 2025
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v5i1.22830

Abstract

Kota Tangerang Selatan sebagai daerah penyangga ibukota DKI Jakarta yang menjadi salah satu pilihan lokasi perumahan bagi pekerja di ibukota. Kereta Commuter Line (KRL) merupakan moda angkutan umum utama yang digunakan di Tangerang Selatan oleh penglaju untuk menuju Jakarta. Stasiun Sudimara merupakan stasiun terpadat di kecamatan Ciputat.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pemilihan moda penglaju menuju Stasiun Sudimara di Kota Tangerang Selatan. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner kepada penglaju KRL yang naik dari stasiun Sudimara sebanyak 104 responden. Teknik analisis penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan tabulasi silang (crosstab). Temuan penelitian menunjukkan preferensi yang kuat terhadap sepeda motor (57,7%), yang menyoroti kesenjangan dalam penyediaan pilihan transportasi umum yang efisien. Hal ini menunjukkan bahwa investasi dalam infrastruktur transportasi umum dan kebijakan yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sangat penting untuk mobilitas perkotaan yang berkelanjutan di Tangerang Selatan.
DARI AKSES MENUJU RASA MEMILIKI: TINJAUAN SISTEMATISPENGGUNAAN RUANG TERBUKA HIJAU BERDASARKAN USIA,GENDER DAN KEMAMPUAN. Nur Intan Mangunsong; Agus Budi Purnomo; Inavonna; MI Ririk Winandari
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 5, NUMBER 1, MEI 2025
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v5i1.23167

Abstract

Ruang terbuka hijau perkotaan (RTHP) diakui semakin penting perannya dalam mendukung keberlanjutan, inklusivitas, dan kesejahteraan masyarakat kota. Kajian literatur sistematis ini merangkum penelitian-penelitian terkait desain inklusif, aksesibilitas, dan rasa memiliki dalam taman perkotaan, serta menyoroti perbedaan-perbedaan berdasarkan faktor usia, gender, dan kemampuan. Penelusuran komprehensif terhadap studi-studi terindeks Scopus dilakukan dari rentang tahun 2019 hingga 2025, menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang terstruktur serta penilaian kualitas yang ketat. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa elemen-elemen desain lingkungan utama antara lain pencahayaan, penunjuk arah, pemeliharaan, dan keragaman struktural memiliki dampak signifikan terhadap persepsi pengguna mengenai keamanan dan kepuasan. Selain itu, terungkap bahwa persepsi keamanan yang berbeda menurut gender, serta efektivitas desain yang peka terhadap usia seperti keberadaan taman bermain inklusif dan ruang intergenerasi—merupakan faktor penting dalam meningkatkan tingkat penggunaan taman. Kajian ini juga menemukan bahwa representasi komunitas dan proses perencanaan yang partisipatif berperan penting dalam menumbuhkan rasa memiliki dan keterikatan emosional, khususnya di kalangan kelompok marjinal. Di samping itu, struktur tata kelola serta model aksesibilitas ekonomi turut diidentifikasi sebagai faktor penentu bagi distribusi RTHP yang adil dan pengelolaan yang efektif. Temuan dalam kajian ini menegaskan pentingnya prinsip keadilan spasial dan kerangka interseksional dalam praktik perencanaan. Desain taman yang inklusif dan berkeadilan terbukti secara signifikan dapat meningkatkan keterlibatan pengguna dalam jangka panjang, memperkuat kohesi komunitas, dan mendukung keberlanjutan lingkungan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10