cover
Contact Name
Firmansyah
Contact Email
firmanyk@gamail.com
Phone
+6282277629282
Journal Mail Official
pendalasabdimas@gmail.com
Editorial Address
Jl. Rambutan Dusun Caru, Desa Pendem, Kec. Junrejo, Kode Pos 65321, Kota Batu, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota batu,
Jawa timur
INDONESIA
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 28077334     DOI : https://doi.org/10.47006/pendalas
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat (ISSN: Proses; E-ISSN:2807-7334) adalah jurnal yang menerbitkan hasil-hasil penelitian bidang pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan, sosial budaya, sosial keagamaan, sosial ekonomi, dan hasil riset penelitian kebijakan publik. PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural Jawa Timur. PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat menerima artikel hasil penelitian bidang pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan, sosial budaya, sosial keagamaan, sosial ekonomi, hasil riset penelitian kebijakan publik dari para ahli dan para peneliti dari berbagai disiplin ilmu yang terkait dengan Aim and Scope jurnal. Jurnal ini terbit satu tahun 3 kali yakni: Januari, May, September.
Articles 157 Documents
PENGARUH METODE DIKTE VISUAL TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS SISWA KELAS DELAPAN DI SMP ISLAM HASANAH PEKANBARU Marjeki Ansyapitra; Esya Suci Vivela; Haslin Gustia; Siti Aisah; Siti Khodijah; Jeny Desvita Sari
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): PENDALAS
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v6i2.844

Abstract

Keterampilan menulis bahasa Arab merupakan kompetensi yang menuntut ketepatan penulisan huruf, ejaan, tanda baca, kerapian, dan kesesuaian makna. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa peserta didik kelas VIII SMP Islam Hasanah Pekanbaru masih mengalami kesulitan memahami teks dikte dan menuliskannya kembali secara tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh metode dikte visual terhadap kemampuan menulis bahasa Arab peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen berbentuk pretest-posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 55 peserta didik yang terdiri atas 28 peserta didik pada kelas eksperimen dan 27 peserta didik pada kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes tertulis, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, perhitungan N-Gain, dan Independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen meningkat dari 60,18 menjadi 80,32, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 59,63 menjadi 68,44. Nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,52 berada pada kategori sedang, sedangkan kelas kontrol sebesar 0,24 berada pada kategori rendah. Hasil uji hipotesis memperoleh nilai t hitung sebesar 6,241 dengan signifikansi 0,000, sehingga metode dikte visual berpengaruh signifikan terhadap kemampuan menulis peserta didik. Metode ini dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan ketelitian, konsentrasi, daya ingat visual, dan keterampilan menulis bahasa Arab.
NIAT SEBAGAI MOTIVASI PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN PERSPEKTIF HADITS Kasmiati; Hikmal Akbar; Nazwa Maulida Afrizal; Almutiatul Faiza; ⁠Indra Fahriansyah; Umi Maimunah
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): PENDALAS
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v6i2.845

Abstract

Niat merupakan fondasi batin yang menentukan arah, nilai, dan kesungguhan suatu perbuatan, termasuk aktivitas belajar. Dalam praktik pendidikan, peserta didik sering mengikuti pembelajaran sebagai kewajiban formal tanpa pemaknaan spiritual yang kuat, sehingga motivasi belajar mudah melemah ketika menghadapi kesulitan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukan niat sebagai sumber motivasi peserta didik dalam pembelajaran berdasarkan perspektif hadis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data primer bersumber dari hadis sahih riwayat al-Bukhari dan Muslim tentang keterkaitan amal dengan niat, serta hadis pendukung dari Abu Dawud, sedangkan data sekunder diperoleh dari kitab, buku, dan artikel ilmiah mengenai niat, motivasi, dan pendidikan Islam. Data dianalisis melalui seleksi sumber, klasifikasi tema, analisis isi, interpretasi makna hadis, dan sintesis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa niat merupakan kehendak hati yang menetapkan tujuan belajar, sedangkan motivasi merupakan daya penggerak yang menerjemahkan tujuan tersebut ke dalam kesungguhan, ketekunan, dan konsistensi belajar. Niat yang ikhlas mengarahkan pembelajaran pada dua tujuan utama, yaitu penghambaan kepada Allah dan pelaksanaan tanggung jawab manusia sebagai khalifah yang memelihara bumi. Dengan demikian, penguatan niat belajar dapat membentuk motivasi intrinsik, tanggung jawab moral, dan ketahanan peserta didik dalam menghadapi hambatan pembelajaran. Pendidik perlu menanamkan orientasi niat yang benar melalui pembiasaan, keteladanan, refleksi, dan pengaitan materi dengan tujuan penciptaan manusia.
TRANSFORMASI KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGHADAPI ERA ARTIFICIAL INTELLIGENCE DI SDIT ZIA SALSABILA Masruroh Lubis; Nana Mahrani; Dairina Yusri; Ismi Fauziah; Nikmatur Ridha
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): PENDALAS
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v6i2.72

Abstract

AbstrakPerkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan signifikan terhadap praktik pembelajaran, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Kondisi ini menuntut guru PAI untuk mentransformasikan kompetensinya agar mampu mengintegrasikan teknologi secara efektif tanpa mengabaikan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi kompetensi guru Pendidikan Agama Islam dalam menghadapi era Artificial Intelligence di SDIT Zia Salsabila. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru PAI, guru kelas, peserta didik, dan orang tua. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, member checking, dan peer debriefing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi kompetensi guru PAI mencakup penguatan kompetensi pedagogik, profesional, digital, serta etik dan spiritual. AI dimanfaatkan untuk menyusun perangkat pembelajaran, mengembangkan media pembelajaran, menyusun asesmen, dan meningkatkan kreativitas pembelajaran sehingga proses belajar menjadi lebih efektif dan interaktif. Meskipun demikian, implementasi AI masih menghadapi tantangan berupa kesenjangan literasi digital guru, perlunya verifikasi terhadap validitas informasi keislaman, serta pentingnya penguatan etika digital dalam penggunaan AI. Strategi sekolah dalam mengembangkan kompetensi guru dilakukan melalui pelatihan berkelanjutan, komunitas belajar profesional, kebijakan penggunaan AI yang bertanggung jawab, serta kolaborasi dengan orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AI berperan sebagai teknologi pendukung yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran PAI apabila diintegrasikan dengan kompetensi profesional guru, nilai-nilai keislaman, dan pendidikan karakter. Kata Kunci: Artificial Intelligence, kompetensi guru, Pendidikan Agama Islam Abstract The development of Artificial Intelligence (AI) has brought significant changes to educational practices, including the teaching of Islamic Religious Education. This situation requires Islamic Religious Education teachers to transform their competencies so that they can integrate technology effectively without neglecting Islamic values. This study aims to analyze the transformation of Islamic Religious Education teachers’ competencies in responding to the era of Artificial Intelligence at SDIT Zia Salsabila. The study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving the school principal, Islamic Religious Education teachers, classroom teachers, students, and parents. Data were analyzed using the interactive model proposed by Miles, Huberman, and Saldaña, which includes data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. Data trustworthiness was ensured through source triangulation, methodological triangulation, member checking, and peer debriefing. The findings indicate that the transformation of teachers’ competencies encompasses the strengthening of pedagogical, professional, digital, ethical, and spiritual competencies. AI was utilized to design instructional materials, develop learning media, construct assessments, and enhance instructional creativity, thereby making the learning process more effective and interactive. Nevertheless, the implementation of AI continues to face several challenges, including disparities in teachers’ digital literacy, the need to verify the validity of Islamic information, and the importance of strengthening digital ethics in the use of AI. The school’s strategies for developing teachers’ competencies include continuous professional training, professional learning communities, responsible AI-use policies, and collaboration with parents. This study concludes that AI serves as a supportive technology capable of improving the quality of Islamic Religious Education when it is integrated with teachers’ professional competencies, Islamic values, and character education. Keywords: Artificial Intelligence; teacher competence; Islamic Religious Education
DAKWAH AKADEMIK DI ERA MEDIA BARU: TRANSFORMASI OTORITAS KEILMUAN DOSEN DAKWAH DALAM KOMUNIKASI ISLAM DIGITAL Muhammad Alif Alfaruqi; Hasan Sazali
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): PENDALAS
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v6i1.780

Abstract

Perkembangan media baru telah mengubah pola produksi, penyebaran, dan penerimaan pengetahuan keislaman, sekaligus menggeser dasar pembentukan otoritas keilmuan di ruang digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi otoritas keilmuan dosen dakwah, perannya sebagai komunikator akademik, kontribusinya dalam menyampaikan nilai-nilai Islam yang moderat dan berbasis ilmu pengetahuan, serta bentuk adaptasi dakwah akademik dalam ekosistem media digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui penelitian kepustakaan. Data diperoleh dari buku, artikel jurnal, laporan lembaga, dan dokumen akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi dan analisis tematik dengan penguatan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otoritas keilmuan dosen dakwah tidak lagi hanya dibentuk oleh gelar, posisi institusional, dan kompetensi akademik, tetapi juga oleh kredibilitas publik, kemampuan komunikasi, interaksi dengan audiens, dan literasi digital. Dosen dakwah berperan sebagai penghubung antara pengetahuan akademik dan kebutuhan masyarakat melalui penyampaian pesan Islam yang akurat, kontekstual, moderat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Adaptasi dakwah akademik dilakukan melalui diversifikasi platform, penyederhanaan bahasa akademik, pengembangan konten multimedia, komunikasi dialogis, serta kolaborasi digital. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi kompetensi akademik, etika komunikasi Islam, dan kecakapan digital merupakan fondasi utama penguatan dakwah akademik pada era media baru.
INTEGRASI ADMINISTRASI PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN MADRASAH: STUDI KASUS DI MIS AR RUM MEDAN MARELAN Muhammad Ali Hanafiah; Leni Masnidar Nasution; Laila Wardati; Khairuddin YM; Amar Tarmizi
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): PENDALAS
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v6i2.801

Abstract

Administrasi pendidikan berperan penting dalam meningkatkan efektivitas tata kelola madrasah, tetapi berbagai penelitian terdahulu masih membahas administrasi kurikulum, peserta didik, tenaga kependidikan, sarana prasarana, keuangan, dan hubungan masyarakat secara terpisah. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi berbagai komponen administrasi pendidikan dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan MIS Ar Rum Medan Marelan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik yang dilaksanakan pada Februari–April 2026. Data diperoleh melalui observasi nonpartisipatif, wawancara semi-terstruktur terhadap 12 informan yang dipilih secara purposif, dan analisis dokumen. Data dianalisis menggunakan model interaktif melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik, pemeriksaan anggota, diskusi sejawat, dan penelusuran audit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pengelolaan madrasah dibentuk oleh keterhubungan administrasi kurikulum, peserta didik, tenaga pendidik dan kependidikan, sarana prasarana, keuangan, serta hubungan madrasah dengan masyarakat. Namun, keterbatasan tenaga administrasi, tingginya beban administratif guru, pengelolaan arsip manual, dan belum optimalnya digitalisasi masih menjadi hambatan. Penelitian ini menegaskan administrasi pendidikan sebagai sistem tata kelola terintegrasi yang mendukung koordinasi, akuntabilitas, dan efektivitas pelayanan madrasah.
STRATEGI PENGELOLA DALAM MENINGKATKAN KINERJA INSTRUKTUR PADA LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN: STUDI KASUS DI LKP KARYA PRIMA MEDAN Adinda Farah Diba; Sani Susanti
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): PENDALAS
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v6i2.815

Abstract

Kinerja instruktur merupakan faktor penting dalam menjaga mutu pembelajaran pada lembaga kursus dan pelatihan, tetapi pengelola masih menghadapi persoalan kedisiplinan, penyesuaian kompetensi, pemanfaatan teknologi, serta konsistensi evaluasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengelola dalam meningkatkan kinerja instruktur di Lembaga Kursus dan Pelatihan Karya Prima Medan melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan dan pengendalian. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data diperoleh dari satu pengelola dan dua instruktur yang dipilih secara purposif melalui observasi partisipatif, wawancara terstruktur mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan kemudian keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan diarahkan pada kedisiplinan, pengembangan kompetensi, dan kemampuan adaptasi teknologi, meskipun penyampaian target belum sepenuhnya seragam. Pengorganisasian dilakukan melalui pembagian tugas berdasarkan kompetensi dan pengaturan jadwal, sedangkan pelaksanaan mencakup pengarahan, motivasi, pelatihan, komunikasi melalui pertemuan teknis dan kelompok WhatsApp, serta penyediaan fasilitas pembelajaran. Pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan kehadiran, pemantauan pembelajaran, evaluasi materi, dan pemberian umpan balik. Strategi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kedisiplinan, tanggung jawab, kesiapan mengajar, dan profesionalisme instruktur, tetapi masih memerlukan standar perencanaan dan instrumen evaluasi kinerja yang lebih terstruktur.
KEBIJAKAN KOMUNIKASI DALAM MENANGGULANGI DISINFORMASI BERBASIS KECERDASAN BUATAN DI MEDIA SOSIAL: STUDI LITERASI DIGITAL MAHASISWA Ahmad Syukri Siregar; Hasan Sazali
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): PENDALAS
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v6i2.828

Abstract

Disinformasi berbasis kecerdasan buatan meningkatkan skala, kecepatan, dan daya persuasi informasi menyesatkan di media sosial melalui produksi otomatis, manipulasi visual dan audiovisual, identitas sintetis, personalisasi pesan, serta pengulangan algoritmik, sedangkan kedekatan mahasiswa dengan teknologi digital belum selalu diikuti kemampuan verifikasi informasi yang memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakter disinformasi berbasis kecerdasan buatan, mengidentifikasi kerentanan dan kapasitas literasi digital mahasiswa, serta merumuskan model kebijakan komunikasi publik yang adaptif. Penelitian menggunakan kajian literatur integratif terhadap 34 publikasi ilmiah, laporan kebijakan, regulasi, dan dokumen resmi yang diterbitkan pada 2020–2026, kemudian dianalisis melalui ekstraksi informasi, pengodean tematik, perbandingan antarsumber, dan triangulasi jenis sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan yang berorientasi pada penghapusan konten dan klarifikasi setelah informasi menjadi viral tidak memadai sehingga kebijakan yang efektif harus bersifat preventif, adaptif, partisipatif, transparan, dan berbasis bukti dengan mengintegrasikan pemetaan risiko, respons cepat, pendidikan literasi media dan kecerdasan buatan, verifikasi informasi, partisipasi mahasiswa sebagai pemeriksa fakta sebaya, transparansi moderasi, serta kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, media, platform digital, dan masyarakat sipil.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN LITERASI DIGITAL DALAM MENCEGAH DISINFORMASI DAN MENINGKATKAN ETIKA KOMUNIKASI MAHASISWA DI PERGURUAN TINGGI Muhamad Irham; Hasan Sazali
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): PENDALAS
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v6i1.829

Abstract

Transformasi komunikasi digital di perguruan tinggi memperluas akses mahasiswa terhadap pengetahuan, tetapi sekaligus meningkatkan paparan terhadap disinformasi, manipulasi visual, ujaran kebencian, pelanggaran privasi, dan praktik komunikasi yang tidak etis. Karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan literasi digital dalam mencegah disinformasi dan meningkatkan etika komunikasi mahasiswa dengan menelaah desain kebijakan, pelaksanaan program, faktor pendukung dan penghambat, serta model penguatan yang relevan bagi perguruan tinggi. Penelitian menggunakan kajian literatur integratif terhadap 32 sumber ilmiah dan dokumen kebijakan yang diterbitkan pada 2020–2025, ditelusuri melalui basis data ilmiah dan situs lembaga resmi, kemudian dianalisis melalui pemetaan sumber, pengodean tematik, perbandingan antarsumber, dan sintesis argumentatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan literasi digital yang efektif tidak cukup dilaksanakan melalui seminar insidental, tetapi harus diintegrasikan ke dalam kurikulum, pembelajaran berbasis kasus, layanan perpustakaan, tata kelola kemahasiswaan, komunikasi kelembagaan, teknologi informasi, dan mekanisme penanganan pelanggaran; model yang dihasilkan mencakup lima dimensi, yaitu regulasi, pendidikan, budaya, teknologi, dan akuntabilitas, dengan keberhasilan yang ditentukan oleh komitmen pimpinan, kompetensi dosen, kolaborasi lintas unit, partisipasi mahasiswa, serta evaluasi berkelanjutan.
ETIKA KOMUNIKASI: TELAAH LITERATUR TENTANG PENGERTIAN, UNSUR, PRINSIP DAN TUJUAN DALAM PERSPEKTIF ILMU KOMUNIKASI Zeira S. Ritonga; Elfi Yanti Ritonga; Erwan Effendy
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): PENDALAS
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v6i2.833

Abstract

Transformasi komunikasi digital memperluas akses masyarakat terhadap informasi, tetapi juga meningkatkan risiko disinformasi, ujaran kebencian, pelanggaran privasi, manipulasi konten, dan rendahnya tanggung jawab dalam berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep, unsur, prinsip, dan tujuan etika komunikasi serta menjelaskan relevansinya bagi penguatan literasi digital dan pendidikan masyarakat pada era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui penelitian kepustakaan dengan sumber berupa buku ilmiah, artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi, serta dokumen organisasi internasional yang relevan. Data dianalisis menggunakan analisis isi dan sintesis tematik melalui tahapan identifikasi, klasifikasi, perbandingan, interpretasi, dan perumusan hubungan antarkonsep. Hasil kajian menunjukkan bahwa etika komunikasi merupakan sistem nilai yang melekat pada komunikator, pesan, media, komunikan, konteks, dampak, dan umpan balik. Prinsip utamanya mencakup kejujuran, tanggung jawab, keadilan, keterbukaan, penghormatan terhadap martabat manusia, dan akuntabilitas, sedangkan tujuannya meliputi pembangunan kepercayaan, perlindungan kepentingan publik, pembentukan dialog yang sehat, serta pencegahan penyalahgunaan informasi. Dalam pendidikan masyarakat, etika komunikasi menjadi landasan untuk menilai kredibilitas informasi, menghormati hak digital, menggunakan media secara bertanggung jawab, dan menghadapi konten berbasis kecerdasan buatan. Kajian ini menegaskan bahwa etika komunikasi perlu diintegrasikan ke dalam pendidikan literasi digital untuk membangun ekosistem komunikasi yang kritis, inklusif, dan bertanggung jawab.
METODE STATISTIK SOSIAL DAN TATA KELOLA DATA DALAM PERSPEKTIF ILMU SOSIAL Maulana; Evi Sulistia Wati; Mastikawati Mastikawati; Rama Juni Pratama Putra; Hajrul Aswat; Sumarni
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): PENDALAS
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v6i2.838

Abstract

Tata kelola pemerintahan daerah masih menghadapi tantangan berupa fragmentasi data, lemahnya integrasi antara kajian akademik dan praktik kebijakan, serta belum optimalnya pemanfaatan statistik sosial dalam pengambilan keputusan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat pemahaman dan penerapan tata kelola pemerintahan berbasis data melalui Seminar Internasional LOGIC 2025 bertema Social Statistics Methods and Data Governance in Social Sciences Perspective. Kegiatan dilaksanakan pada 15–16 Juli 2025 di Universitas Jambi melalui pemaparan kebijakan, diskusi interaktif, pertukaran pengetahuan, dokumentasi kegiatan, dan pembentukan kemitraan kelembagaan. Peserta kegiatan melibatkan unsur pemerintah daerah, akademisi, praktisi kebijakan, dan mitra internasional. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan kebijakan berbasis bukti telah diterapkan dalam penyusunan lebih dari 300 Peraturan Wali Kota Jambi, pengembangan transformasi digital pemerintahan, pemanfaatan data demografi, serta pelaksanaan program pembangunan inklusif. Kegiatan ini juga menghasilkan kerja sama formal antara Pemerintah Kota Jambi dan Universitas Jambi yang ditindaklanjuti dengan pembentukan Laboratorium Kebijakan Pemerintahan. Kolaborasi tersebut memperkuat legitimasi ilmiah kebijakan daerah, memperluas jejaring akademik internasional, dan menyediakan ruang berkelanjutan bagi penelitian serta evaluasi kebijakan. Seminar ini menegaskan bahwa integrasi statistik sosial, tata kelola data, dan kolaborasi pemerintah dengan perguruan tinggi menjadi fondasi penting bagi pelayanan publik yang transparan, adaptif, dan berkelanjutan.