cover
Contact Name
Firmansyah
Contact Email
firmanyk@gamail.com
Phone
+6282277629282
Journal Mail Official
pendalasabdimas@gmail.com
Editorial Address
Jl. Rambutan Dusun Caru, Desa Pendem, Kec. Junrejo, Kode Pos 65321, Kota Batu, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota batu,
Jawa timur
INDONESIA
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 28077334     DOI : https://doi.org/10.47006/pendalas
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat (ISSN: Proses; E-ISSN:2807-7334) adalah jurnal yang menerbitkan hasil-hasil penelitian bidang pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan, sosial budaya, sosial keagamaan, sosial ekonomi, dan hasil riset penelitian kebijakan publik. PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural Jawa Timur. PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat menerima artikel hasil penelitian bidang pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan, sosial budaya, sosial keagamaan, sosial ekonomi, hasil riset penelitian kebijakan publik dari para ahli dan para peneliti dari berbagai disiplin ilmu yang terkait dengan Aim and Scope jurnal. Jurnal ini terbit satu tahun 3 kali yakni: Januari, May, September.
Articles 157 Documents
PENINGKATAN MUTU LAYANAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) KOTA JAMBI Nadiyah; Sumanto; Euis Mawaddah Sariniwati; Megawati; Robinas; Engki Saputra
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): PENDALAS
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v6i2.840

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini merupakan fondasi penting bagi perkembangan anak dan pembangunan sumber daya manusia, tetapi peningkatan mutunya masih menghadapi rendahnya partisipasi pendidikan prasekolah, perkembangan teknologi digital, keterbatasan profesionalisme pendidik, dan kebutuhan penerapan kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas pengelola serta guru Pendidikan Anak Usia Dini mengenai investasi pendidikan sejak dini, pemanfaatan teknologi secara aman dan seimbang, profesionalisme pendidik, serta kebijakan pemerintah dalam memperluas akses dan meningkatkan mutu layanan. Kegiatan dilaksanakan melalui lokakarya selama dua hari pada 13–14 Oktober 2025 di Aula Griya Mayang, Kota Jambi, dengan melibatkan 250 pengelola dan guru. Metode kegiatan mencakup penyampaian materi, diskusi interaktif, tanya jawab, dan sosialisasi program pemerintah. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman peserta mengenai pendidikan anak usia dini sebagai investasi strategis jangka panjang, penggunaan media digital sesuai tahap perkembangan anak, dan pentingnya integrasi pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, serta perlindungan. Peserta juga memperoleh informasi mengenai penyediaan lembaga negeri di setiap kecamatan, beasiswa peningkatan kualifikasi guru, bantuan pendidikan bagi keluarga kurang mampu, dan perlindungan ketenagakerjaan. Kegiatan menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan penyelenggara pendidikan dalam meningkatkan mutu layanan menuju Indonesia Emas 2045.
REGULATION OF DIGITAL ISLAMIC COMMUNICATION IN STRENGTHENING PUBLIC ETHICS IN ISLAMIC HIGHER EDUCATION ENVIRONMENTS Muhammad Alif Alfaruqi; Hasan Sazali
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): PENDALAS
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v6i3.810

Abstract

Transformasi digital telah memperluas praktik dakwah di lingkungan perguruan tinggi Islam, namun sekaligus menghadirkan persoalan berupa disinformasi keagamaan, rendahnya literasi media, lemahnya verifikasi informasi, dan kebutuhan akan tanggung jawab akademik dalam ruang publik digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan regulasi komunikasi dakwah digital, etika komunikasi Islam, literasi media, dan tanggung jawab akademik dalam memperkuat etika publik di lingkungan perguruan tinggi Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan. Data bersumber dari artikel jurnal ilmiah, buku, prosiding, dokumen kebijakan, dan laporan lembaga yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi komunikasi dakwah digital memiliki empat dimensi utama, yaitu normatif, akademik, sosial, dan transformasional. Etika dakwah digital bertumpu pada nilai ṣidq, amanah, tabayyun, dan maslahah, sedangkan literasi media berfungsi memperkuat kemampuan kritis dalam mengakses, memverifikasi, mengevaluasi, dan memproduksi informasi. Tanggung jawab akademik diwujudkan melalui komunikasi berbasis keilmuan, sumber yang kredibel, moderasi, dan akuntabilitas. Integrasi keempat unsur tersebut membentuk kerangka komunikasi Islam yang adaptif, etis, kredibel, dan berorientasi pada penguatan etika publik di perguruan tinggi Islam.
SMALLHOLDER OIL PALM REPLANTING AS AN INSTRUMENT FOR COMMUNITY EMPOWERMENT TO SUPPORT SOCIO-ECONOMIC CONDITIONS IN NORTH PADANG LAWAS REGENCY Julpian Harahap; Sofyandi Lubis
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): PENDALAS
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v6i3.860

Abstract

Rendahnya produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat dan kompleksitas proses peremajaan menjadi persoalan penting bagi keberlanjutan pendapatan dan kondisi sosial ekonomi petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan Program Peremajaan Sawit Rakyat sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat serta menguji pengaruh implementasi program terhadap dampak sosial ekonomi petani di Kabupaten Padang Lawas Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-analitis melalui survei terhadap 30 petani peserta program yang dipilih berdasarkan keterlibatan langsung dalam kegiatan peremajaan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis melalui statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, serta regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas bibit unggul memperoleh penilaian tertinggi pada aspek implementasi dengan nilai rata-rata 4,63, sedangkan kepuasan terhadap layanan kelembagaan menjadi dampak tertinggi dengan rata-rata 4,50. Perubahan pendapatan memperoleh rata-rata terendah sebesar 4,07 karena sebagian tanaman belum memasuki fase produksi penuh. Analisis regresi menunjukkan bahwa implementasi program berpengaruh positif dan signifikan terhadap dampak yang dirasakan petani dengan nilai R² sebesar 0,638. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas implementasi program merupakan faktor penting dalam memperkuat pemberdayaan dan kondisi sosial ekonomi petani.
PERAN PENDIDIKAN ISLAM TERHADAP PERKEMBANGAN EMOSIONAL PADA PESERTA DIDIK DI MAN 1 MEDAN Nurul Ulya; Ficki Padli Pardede; Lasmaroha Sitompul
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): PENDALAS
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v6i3.866

Abstract

Perkembangan emosional merupakan bagian penting dalam proses pendidikan karena berkaitan dengan kemampuan peserta didik mengelola emosi, berinteraksi sosial, menghadapi tekanan, dan membangun kematangan kepribadian. Pendidikan Islam memiliki potensi strategis dalam mendukung perkembangan tersebut melalui internalisasi nilai-nilai religius, khususnya sabar, syukur, dan pembiasaan salat. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendidikan Islam dalam perkembangan emosional peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 1 Medan serta memahami pemaknaan informan terhadap nilai sabar, syukur, dan salat dalam kehidupan peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi Alfred Schutz. Informan dipilih secara purposif dan melibatkan wali kelas, guru Pendidikan Agama Islam, guru Bimbingan Konseling, serta peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam berperan dalam membangun ketenangan, pengendalian diri, disiplin, tanggung jawab, dan kematangan emosional. Nilai sabar membantu peserta didik mengelola frustrasi dan perilaku impulsif, syukur mendorong ketenangan serta penerimaan diri, sedangkan salat dimaknai sebagai praktik spiritual yang mendukung disiplin dan regulasi emosi.
STRATEGI PEMBELAJARAN NILAI AGAMA DAN MORAL MELALUI METODE BERCERITA Lasmaroha Sitompul; Ficki Padli Pardede; Nurul Ulya
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): PENDALAS
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v6i3.867

Abstract

Pembentukan nilai agama dan moral pada peserta didik menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan meningkatnya persoalan karakter dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut menuntut strategi pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan nilai secara kognitif, tetapi juga mampu menyentuh aspek afektif dan perilaku. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pembelajaran nilai agama dan moral melalui metode bercerita, meliputi perencanaan, pelaksanaan, penguatan, serta implikasinya terhadap pembentukan karakter peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan. Data diperoleh dari buku ilmiah, artikel jurnal nasional dan internasional, serta literatur relevan mengenai pendidikan karakter, perkembangan moral, dan metode bercerita. Data dianalisis melalui identifikasi, klasifikasi, analisis isi, sintesis tematik, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode bercerita memiliki potensi pedagogis dalam menginternalisasikan nilai agama dan moral melalui pengintegrasian aspek kognitif, afektif, dan perilaku. Strategi yang efektif mencakup pemilihan cerita sesuai perkembangan peserta didik, penggunaan media yang menarik, penyampaian interaktif, diskusi reflektif, keteladanan, dan penguatan perilaku positif. Metode bercerita juga berpotensi mengembangkan empati, penalaran moral, tanggung jawab, serta kepedulian sosial peserta didik.
DIMENSI FILOSOFIS ILMU KOMUNIKASI: KAJIAN ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, AKSIOLOGI, DAN ETIKA KOMUNIKASI DI ERA DIGITAL Nurrahman; Elfi Yanti Ritonga; Erwan Effendy
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): PENDALAS
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v6i3.869

Abstract

Transformasi digital telah mengubah hakikat komunikasi, proses pembentukan pengetahuan, orientasi nilai, dan standar etika dalam praktik komunikasi kontemporer. Namun, kajian ilmu komunikasi masih cenderung membahas dimensi ontologi, epistemologi, aksiologi, dan etika secara terpisah sehingga belum menghasilkan pemahaman filosofis yang integratif terhadap kompleksitas komunikasi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengintegrasikan keempat dimensi tersebut sebagai fondasi filosofis ilmu komunikasi di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan. Data bersumber dari buku teori dan filsafat komunikasi, artikel jurnal ilmiah, prosiding, dan publikasi akademik relevan yang dikaji melalui dokumentasi, klasifikasi tematik, reduksi data, penyajian data, dan sintesis interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara ontologis komunikasi telah bergeser dari proses transmisi linear menuju konstruksi makna yang dinamis, relasional, dan multidimensional. Secara epistemologis, ilmu komunikasi bersifat multiparadigma melalui pendekatan positivistik, interpretatif, dan kritis. Secara aksiologis, komunikasi berorientasi pada kebenaran, keadilan, kebermanfaatan, dan tanggung jawab sosial, tetapi menghadapi tekanan kepentingan ekonomi, politik, dan algoritmik. Secara etis, disinformasi, ujaran kebencian, manipulasi informasi, dan pelanggaran privasi menegaskan kebutuhan akan integrasi fondasi filosofis untuk membangun ilmu dan praktik komunikasi yang kritis, etis, serta bertanggung jawab.
PESAN AKHLAK PADA KONTEN YOUTUBE HANDY BONY SEMANGAT HIJRAH DI KALANGAN GEN Z Jacky Raihanta Barus; Khatibah; Joko Susanto
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): PENDALAS
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v6i3.872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kategori pesan akhlak, menganalisis dominasi kategori tersebut, serta menganalisis respons audiens Generasi Z terhadap pesan akhlak dalam konten video "Hijrah" pada kanal YouTube Handy Bony, @Pro-You Channel. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis isi proses interaktif Miles dan Huberman, melalui tahapan reduksi data, kategorisasi, dan penarikan kesimpulan. Unit analisis adalah setiap pesan dakwah yang memuat satu nilai akhlak, dan dihitung satu kali meskipun disebut berulang dalam satu segmen video. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga kategori pesan akhlak, yaitu akhlak kepada Allah SWT, akhlak kepada diri sendiri, dan akhlak kepada sesama manusia. Akhlak kepada diri sendiri menjadi kategori paling dominan, yang menunjukkan bahwa dakwah Handy Bony menekankan transformasi personal meninggalkan kebiasaan buruk, menjaga kehormatan diri, dan konsistensi berubah sebagai basis hijrah sebelum diwujudkan dalam relasi sosial. Pola ini merepresentasikan proses pembentukan karakter Generasi Z yang berjenjang, dimulai dari penguatan hubungan spiritual, dilanjutkan perubahan diri, dan diwujudkan dalam hubungan sosial. Respons audiens pada kolom komentar didominasi ekspresi istiqamah, hijrah, dan doa, yang mengindikasikan keterlibatan afektif audiens, bukan sekadar pemahaman kognitif atas pesan dakwah. Temuan ini menegaskan YouTube sebagai media dakwah digital yang efektif mendorong transformasi moral generasi muda secara bertahap dari dimensi spiritual, personal, hingga sosial.