cover
Contact Name
Agung Nugroho
Contact Email
lp3mkil2021@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lp3mkil2021@gmail.com
Editorial Address
https://jurnal.lp3mkil.or.id/index.php/kastral/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Kajian Sastra Nusantara Linggau ( KASTRAL)
Published by LP3MKIL
ISSN : 27982483     EISSN : 27982491     DOI : https://doi.org/10.55526/kastral.v2i2
Jurnal KASTRAL (Kajian Sastra Nusantara Linggau) adalah jurnal OJS memuat artikel di bidang sastra baik sastra daerah, Indonesia, maupun asing. Jurnal ini berkaitan dengan bentuk apresiasi, analisis, pengkajian dan pembelajaran di bidang sastra. Jurnal ini diperuntukkan bagi para peneliti, dosen, guru, mahasiswa dan praktisi untuk menyampaikan hasil penelitiannya di bidang sastra
Articles 98 Documents
ANALISIS NASKAH DRAMA “ATAS NAMA IBU” KARYA AJENK BUDI ASTUTY MELALUI PENDEKATAN FEMINISME Rosita, Anggi; Dwi Onistia; Fera Septiana; Fitria Azzahra; Intan Vatressia; Puja Salma
Kajian Sastra Nusantara Linggau ( KASTRAL) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Kastral
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/kastral.v4i2.761

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis naskah drama “Atas Nama Ibu” karya Ajenk Budi Astuty melalui pendekatan feminisme. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, sumber data diambil dari buku dan karya tulis yang mendukung dalam penelitian serta teknik pengumpulan data analisis hasil dan pembahasan diambil dari teks naskah drama “Atas Nama Ibu” karya Ajenk Budi Astuty dengan membaca, mencatat, dan menganalisis langsung dari naskah dramanya. Hasil dan pembahasan yang didapatkan yaitu terdapat cinta dan pengorbanan, konsep seks dan gender, kekuasaan patriarkal, feminisme dalam karya sastra, analisis karakter perempuan dan representasi perempuan.
ANALISIS NASKAH DRAMA “LAWAN CATUR” KARYA KENETH ARTHUR MELALUI PENDEKATAN PRAGMATIK Kaluhung, Yayuk; Rere Nita Alfisa Ulfa; Amalia; Kolla Sahpitri; Tatang Rizky
Kajian Sastra Nusantara Linggau ( KASTRAL) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Kastral
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji naskah drama "Lawan Catur" karya Kenneth Arthur dengan menggunakan pendekatan pragmatik, yang memandang karya sastra sebagai sarana untuk menyampaikan tujuan tertentu kepada pembaca. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami makna karya sastra tersebut, lalu dianalisis sesuai sudut pandang pembaca. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naskah drama ini menyoroti dan mengkritisi isu-isu politik dalam ranah pemerintahan. Dalam naskah ini, terdapat dialog-dialog yang mengangkat isu politik, agama, dan moral yang ihadapi oleh setiap tokoh. Penelitian ini juga mencakup pembahasan tentang istilah-istilah karya sastra, sinopsis naskah drama. pendekatan pragmatik. definisi drama, serta penggalan dialog-dialog dalam naskah tersebut. Dari pembahasan yang dilakukan, naskah "Lawan Catur" menggambarkan sifat dan tindakan yang sering kali dilakukan oleh pemerintah dalam kehidupan nyata, memperlihatkan relevansi dan kritik sosial yang dikandung dalam karya ini. Dengan demikian. penelitian ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana drama ini dapat diinterpretasikan dan diterima oleh pembaca dalam konteks sosial dan politik kontemporer.
ANALISIS NASKAH DRAMA ASAL-USUL BANYUWANGI MENGGUNAKAN PENDEKATAN MIMETIK Tendya Yunus; Dea Melka Novita Sari; Nisa Chanda Eliyansyah; Suci Lirih Indah Sari; Tiara Anggun Sari; Yasin Deta
Kajian Sastra Nusantara Linggau ( KASTRAL) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Kastral
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas analisis naskah drama "Asal-Usul Banyuwangi" dengan menggunakan pendekatan mimetik. Pendekatan ini menekankan hubungan antara karya sastra dan realitas di luar karya tersebut, di mana karya sastra dianggap sebagai cerminan dari kehidupan nyata. Dalam naskah drama ini, terdapat konflik yang mencerminkan keretakan hubungan keluarga, di mana karakter Rupaksa merasa dikhianati dan Surati berada dalam dilema antara masa lalu yang kelam dan masa depan yang lebih cerah.Dialog-dialog dalam naskah menunjukkan ketidakpercayaan dan prasangka yang dapat menyebabkan kekerasan dalam rumah tangga. Misalnya, Banterang menuduh Surati berencana untuk membunuhnya, yang berujung pada tindakan tragis di mana Banterang akhirnya menyesali perbuatannya setelah menyadari kesalahannya Hal ini menggambarkan pentingnya komunikasi yang baik dalam hubungan untuk menghindari kesalahpahaman yang dapat berujung pada tindakan kekerasan. Melalui analisis ini, penulis menunjukkan bahwa karya sastra tidak hanya mencerminkan realitas, tetapi juga memberikan pelajaran tentang hubungan manusia dan konsekuensi dari tindakan yang diambil berdasarkan prasangka. Pendekatan mimetik membantu dalam memahami bagaimana naskah ini menggambarkan realitas kehidupan, serta bagaimana karakter-karakter dalam drama ini berinteraksi dengan situasi yang mereka hadapi. Secara keseluruhan, artikel ini memberikan wawasan tentang bagaimana naskah drama dapat digunakan untuk menganalisis isu-isu sosial yang relevan, serta pentingnya memahami konteks di balik setiap tindakan yang diambil oleh karakter dalam cerita
Analisis Pendekatan Moral Pada Naskah Drama Keong Mas Putri Maharani; Lia Rukmaini; Rida; Salsa Nadhillah; Rahmadani; Rikardho
Kajian Sastra Nusantara Linggau ( KASTRAL) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Kastral
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai moral yang terkandung dalam naskah drama "Keong Mas," sebuah cerita rakyat dari Jawa Timur dan Madura. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yang berfokus pada penggambaran keadaan objek penelitian tanpa melibatkan angka. Pendekatan ini mengidentifikasi nilai moral berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Nurgiyantoro, yang membagi nilai moral menjadi tiga aspek: nilai moral individu, nilai moral sosial, dan nilai moral religius. Hasil analisis menunjukkan bahwa naskah drama "Keong Mas" mengandung sembilan nilai moral, dengan rincian satu nilai moral individu, lima nilai moral sosial, dan tiga nilai moral religius. Temuan ini menyoroti pentingnya hubungan manusia dengan diri sendiri, sesama, dan Tuhan, serta menggambarkan bagaimana nilai-nilai tersebut berperan dalam kehidupan manusia. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana karya sastra dapat mencerminkan realitas sosial dan nilai-nilai budaya yang ada dalam masyarakat.
ANALISIS NASKAH DRAMA “PEMEAN (JEMURAN)” MENGGUNAKAN PENDEKATAN SOSIOLOGI MASYARAKAT Dini Wijayanti; Riski Aprilia; Erry Esa Aprilliansyah; Siti Wulandari; Nurul Fitriyani; Ema Syaidah
Kajian Sastra Nusantara Linggau ( KASTRAL) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Kastral
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/kastral.v4i2.766

Abstract

Penelitian ini menganalisis naskah drama berjudul Pemean (Jemuran) menggunakan pendekatan sosiologi masyarakat. Drama ini dipilih karena memiliki nilai sosial yang tinggi, baik dari segi bahasa maupun penggambaran karakter yang mencerminkan kehidupan sosial sehari-hari. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif untuk menggali aspek sosial yang relevan. Drama Pemean menyoroti dinamika sosial masyarakat melalui interaksi antar tetangga, di mana nilai-nilai sosial, perbedaan kelas, dan tekanan budaya yang tercermin dalam dialog dan karakter. Hasil analisis menunjukkan bahwa drama ini tidak hanya merepresentasikan realitas sosial, tetapi juga memberikan kritik terhadap fenomena sosial seperti budaya pamer dan tekanan sosial. Melalui pendekatan sosiologi masyarakat, drama ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian serupa yang mengkaji hubungan antara karya sastra dan kehidupan sosial.
TEORI BACON DAN MILL DALAM KAJIAN ILMU APRESIASI SASTRA INDONESIA murti, Sri Murti; Yundi Fitrah; Akmal; Maizar Karim
Kajian Sastra Nusantara Linggau ( KASTRAL) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Kastral
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/kastral.v4i2.768

Abstract

Facon menghasilkan data empiris hanya dapat membantu untuk sampai pada hasil deduktif yang benar-benar diketahui, sehingga memungkinkan pengetahuan berkembang dan teori-teori baru muncul. Metode logis harus diganti dengan induksi modern untuk memperoleh kebenaran ilmiah yang konkrit, praktis, dan logis mensistematisasikan prosedur ilmiah dan menghasilkan manfaat positif bagi umat manusia. Bacon berhasil menyebarkan metode induksinya sendiri, sehingga Bacon dikenal sebagai bapak filsafat modern. Kritiknya terhadap logika Aristoteles tradisional melahirkan teori logika modern. Pengaruh induksi yang diperkenalkan bernyanyi francis Bacon dapat memberikan donasi krusial pada metode berpikir yg menggantikan kesimpulan serta singgasananya. Penggunaan metode logika deduktif yang berlebihan dalam jangka panjang akan menyebabkan kematian sains, tidak mampu menaklukkan alam untuk membantu manusia bertahan hidup. Dengan demikian, tidak akan ada penemuan baru, karena nalar akan kembali menjadi nalar. Silogisme hanyalah pengulangan. Selain itu mengenai teori keilmuan John Stuarts Mill banyak akademisi menghadapi tantangan ketika menguraikan konsep atau filosofi dari tokoh-tokoh terkemuka, yang mengarah pada kebutuhan akan penjelasan yang lebih mendalam. Oleh karena itu, dalam menjelaskan gagasan John Stuart Mill tentang utilitarianisme, eksplorasi yang komprehensif akan dilakukan untuk memfasilitasi pemahaman yang lebih mudah diakses tentang kerangka kerja konseptual Mill. Mill memulai proses ini dengan memperkenalkan konsep baru yang dikenal sebagai "prinsip kegunaan", seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Prinsip ini menyatakan bahwa tindakan-tindakan secara moral adalah bajik dan adil jika mereka berkontribusi pada tujuan menyeluruh untuk memajukan keadilan, sebaliknya dianggap tercela secara moral jika mereka selaras dengan tujuan-tujuan yang jahat.
ANALISIS TINDAK TUTUR LOKUSI, ILOKUSI, PERLOKUSI NASKAH DRAMA JAKA TARUB DAN TUJUH BIDADARI KARYA AKHUDIAT MENGGUNAKAN PENDEKATAN PRAGMATIK kristia wijayanti
Kajian Sastra Nusantara Linggau ( KASTRAL) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Kastral
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/kastral.v4i2.769

Abstract

Jaka Tarub dan 7 Bidadari adalah sebuah lakon klasik yang menceritakan kisah pertemuan antara dunia manusia dan kahyangan. Cerita berpusat pada Jaka Tarub, seorang pemuda desa, yang secara tidak sengaja menemukan selendang milik Nawang Wulan, salah satu dari tujuh bidadari. Dengan menyembunyikan selendang tersebut, Jaka Tarub memaksa Nawang Wulan untuk tinggal di dunia manusia. Lakon ini mengeksplorasi tema cinta, pengorbanan, dan konsekuensi dari tindakan yang didorong oleh keinginan pribadi.
Analisis Pendekatan Ekspresif dalam Naskah Drama "Air Mata Senja" karya Joni Hendri Olin Aima; Nadia Tuljana; Sumiyanti; Dhea Putri Desrandra Syafitri; Devi
Kajian Sastra Nusantara Linggau ( KASTRAL) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Kastral
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/kastral.v4i2.771

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menganalisis tokoh utama dalam naskah drama "Air Mata Senja" karya Joni Hendri. Melalui pendekatan ekspresif, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menginterpretasikan karakter tokoh utama sebagai cerminan pemikiran, ide, dan emosi pengarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis naskah drama "Air Mata Senja" dengan fokus pada tokoh utama. Proses analisis meliputi tiga tahap, yang pertama biografi pengarang untuk memahami latar belakang dan pengaruhnya terhadap karya, kedua, penafsiran pemahaman drama secara mendalam untuk mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik seperti tema, plot, dan karakter, serta ketiga, kajian berdasarkan tinjauan psikologis atau kejiwaan pengarang. Integrasi hasil analisis tahap pertama dan kedua untuk menginterpretasikan karakter tokoh utama sebagai refleksi dari pemikiran dan emosi pengarang.

Page 10 of 10 | Total Record : 98