cover
Contact Name
Frangky Silitonga
Contact Email
nlapotulo@btp.ac.id
Phone
+6281266329747
Journal Mail Official
mekar@btp.ac.id
Editorial Address
Batam Tourism Polytechnic The Vitka City Complex Jl. Gajah Mada, Tiban, Batam, Kepulauan Riau, INDONESIA 29425 Phone : +62 778 3540889
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Jurnal Mekar
ISSN : 28294009     EISSN : 28294114     DOI : -
JURNAL MEKAR merupakan singkatan dari Jurnal Manajemen Divisi Kamar, diterbitkan oleh Prodi Manajemen Divisi Kamar Pariwisata Politeknik Pariwisata Batam. Semua artikel yang diterbitkan melalui Jurnal Mekar ini berkaitan dengan pengembangan keilmuan manajemen Divisi Kamar dan Pariwisata. Terbit dalam dua kali setahun yakni bulan April dan Oktober.
Articles 65 Documents
KUALITAS KEBERSIHAN SEBAGAI STRATEGI DIFERENSIASI DALAM KEWIRAUSAHAAN HOTEL EKONOMIS DI BATAM Lubis, Arina Luthfini; Kurniawan, Adi
JURNAL MEKAR Vol. 4 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Puslitabmas Batam Tourism Polytecnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59193/jmr.v4i2.449

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena rendahnya tingkat okupansi pada Hotel 01 Batam yang berbanding terbalik dengan potensi daya tarik visual dan harga yang kompetitif. Meskipun hotel ini memiliki konsep tematik unik bertema Mesir kuno, sejumlah ulasan pelanggan menunjukkan keluhan terhadap aspek kebersihan dan kenyamanan fasilitas. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana kualitas kebersihan berperan dalam menciptakan nilai pembeda bagi hotel ekonomis, serta bagaimana kepuasan pelanggan berperan dalam memperkuat hubungan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas kebersihan terhadap strategi diferensiasi, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kepuasan pelanggan sebagai variabel mediasi, dalam konteks kewirausahaan perhotelan di Batam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori dan metode analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS 4.0. Data diperoleh dari 75 responden yang merupakan tamu Hotel 01 Batam, dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup dengan skala Likert lima poin, yang mengukur tiga konstruk utama: kualitas kebersihan, kepuasan pelanggan, dan strategi diferensiasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas kebersihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, dan kepuasan pelanggan berpengaruh signifikan terhadap strategi diferensiasi. Selain itu, kualitas kebersihan juga memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap strategi diferensiasi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kualitas kebersihan tidak hanya menjadi faktor layanan dasar, tetapi juga merupakan strategi kewirausahaan penting yang dapat meningkatkan kepuasan pelanggan sekaligus memperkuat nilai diferensiasi hotel ekonomis. Temuan ini memberikan implikasi bahwa manajemen hotel perlu menempatkan kebersihan sebagai elemen strategis dalam membangun keunggulan bersaing dan memperkuat citra merek hotel di pasar perhotelan yang kompetitif.
PERAN PRODUK USAHA DAN PELAYANAN DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN KONSUMEN: STUDI KASUS WAGOBAR BANDUNG Nur Shadrina, Najwa; Reksa Gentala Bayu, Anggana; Raihana Hanifah, Aisyah; Hindayani, Purna; Fitrianty, Rattikah
JURNAL MEKAR Vol. 4 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Puslitabmas Batam Tourism Polytecnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59193/jmr.v4i2.459

Abstract

Industri makanan dan minuman merupakan sektor yang terus mengalami pertumbuhan signifikan dari tahun ke tahun. Hal ini mendorong munculnya beragam restoran dan tempat makan dengan kategori lain yang tidak hanya menyajikan menu makanan dan minuman dengan cita rasa yang tinggi, namun juga pelayanan, konsep, suasana makan, dan tata ruang restoran yang menarik. Memiliki restoran maupun rumah makan tentu tidak hanya melihat pelayanan dan sarana yang baik agar dapat bersaing dengan usaha produk lain, namun yang t idak kalah penting adalah memberikan produk usaha yang dapat membuat konsumen puas sesuai SOP yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produk usaha dan pelayanan di Wagobar Bandung. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan metode deskriptif, serta kajian data dengan teori APKL dan USG diharapkan dapat membantu pelaku usaha dalam menjaga kualitas produk. Data yang digunakan diperoleh dari google review dan e-commerce Wagobar dan wawancara langsung kepada pemilik. Penelitian ini menunjukkan bahwa fokus utama permasalahan adalah kualitas produk usaha, khususnya mutu dan kesegaran makanan.
ANALISIS PENERAPAN MANAJEMEN OPERASIONAL PADA GARWA COFFEE Ayu Khafifah, Niswa; Alfia Putri, Raira; Sholaita, Tyanasyalia; Huwaida Hurumatillah, Zahra; Hindayani, Purna; Fitrianty, Rattikah
JURNAL MEKAR Vol. 4 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Puslitabmas Batam Tourism Polytecnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59193/jmr.v4i2.460

Abstract

Garwa Coffee yang menghadapi berbagai permasalahan internal, mulai dari lokasi usaha yang kurang strategis hingga ketiadaan sistem kerja dan strategi pemasaran yang efektif. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa Garwa Coffee mengalami hambatan dalam pengelolaan operasional akibat tidak adanya sistem penjadwalan pembelian bahan baku, kurangnya pencatatan kegiatan operasional, ketidakjelasan target pasar, serta ketiadaan tim pemasaran khusus. Selain itu, belum diterapkannya sistem kerja shift dan rendahnya inisiatif dalam menjangkau pelanggan baru berdampak pada stagnasi penjualan. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan melalui penerapan strategi operasional yang terstruktur, pembentukan tim pemasaran, sistem dokumentasi yang konsisten, serta pelatihan karyawan dalam manajemen waktu dan teknik penjualan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan manajerial dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing usaha Garwa Coffee
PENETAPAN STATUS KAMPUNG WISATA PADA KELURAHAN TEBING TINGGI OKURA KOTA PEKANBARU Yanti, Risna; Fitria Hasibuan, Ika; Handayani, Elwira; Abdisalam, Fazli; Febdarina, Sri; Lestari, Lisa
JURNAL MEKAR Vol. 4 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Puslitabmas Batam Tourism Polytecnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59193/jmr.v4i2.461

Abstract

This research examines the Determination of Tourism Village Status in Tebing Tinggi Okura Village, Pekanbaru City. This study aims to determine the status of Tebing Tinggi Okura Village based on the ASEAN Community-Based Tourism Standard (ASEAN CBT) tourism village assessment criteria. The scope of this study covers eight criteria and sub-criteria for tourism village assessment. The location is Tebing Tinggi Okura Village, Rumbai Timur District, Pekanbaru City.This research was conducted from October 2024 to April 2025. The data used were qualitative, while the data sources were primary and secondary. Data collection techniques included field research (in-depth interviews, observations, and questionnaires) using the Delphi method, triangulation techniques, and literature review. The data analysis technique used was descriptive analysis. Based on the research results, which refer to the eight criteria for tourism village assessment according to the ASEAN Community-Based Tourism (CBT) Standard, it can be concluded that Okura Tourism Village is still in the early stages of developing its community-based tourism potential. Administratively, the village has a tourism institution in the form of a Tourism Awareness Group (Pokdarwis). In terms of environmental quality, the village is considered quite good, but there is no collectively directed management system or program. Community participation in tourism is also low. Support services such as tour guides, tourist information, reservation systems, and itinerary planning are not yet available. Food and beverages are still basic and served only during annual events, while the existing homestays are not yet professionally managed and only operate seasonally. Based on these indicators, Okura Tourism Village can currently be classified as a pioneering tourism village.
PENGELOLAAN SERVICE ENCOUNTER SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEPUASAN PENGUNJUNG DI DESTINASI WISATA TANGKUBAN PERAHU, JAWA BARAT Rizki Muttaqien, Raden; Permana, Aa
JURNAL MEKAR Vol. 4 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Puslitabmas Batam Tourism Polytecnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59193/jmr.v4i2.462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengelolaan service encounter terhadap tingkat kepuasan pengunjung di destinasi wisata Tangkuban Perahu, Jawa Barat. Sebagai salah satu objek wisata alam unggulan, Tangkuban Perahu memiliki potensi besar dalam menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, data menunjukkan adanya fluktuasi jumlah kunjungan serta indikasi bahwa kepuasan wisatawan belum optimal, terutama dalam aspek pelayanan dan interaksi antara pengunjung dengan penyedia jasa wisata. Service encounter menjadi faktor penting dalam membentuk persepsi wisatawan terhadap kualitas layanan dan pengalaman berkunjung secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kuantitatif untuk memperoleh gambaran mengenai pengelolaan service encounter yang diterapkan oleh pengelola serta dampaknya terhadap kepuasan pengunjung. Data dikumpulkan melalui survei terhadap wisatawan yang berkunjung ke Tangkuban Perahu, dengan analisis yang difokuskan pada dimensi kualitas interaksi, profesionalisme pemandu, dan efektivitas pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan service encounter yang baik — melalui peningkatan kompetensi pemandu wisata, perbaikan fasilitas, serta komunikasi yang efektif memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengunjung. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan interaksi layanan sebagai strategi utama dalam meningkatkan pengalaman wisata dan daya saing destinasi pariwisata alam di Jawa Barat.