cover
Contact Name
masyhuri rifai
Contact Email
elmaqraiqt@gmail.com
Phone
+6282345133563
Journal Mail Official
elmaqra@iainkendari.ac.id
Editorial Address
Jl. Mekar. BTN Nur 4 Ranomeeto Konawe Selatan
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
El-Maqra' : Tafsir, Hadis dan Teologi
ISSN : 29633982     EISSN : 2829114X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Kajian jurnal meliputi berbagai hal yang berhubungan dengan al-Qur’an, tafsir, ilmu-ilmu al-Qur’an, ilmu-ilmu tafsir, living al-Qur’an, pemikiran tokoh tentang al-Qur’an, ilmu al-Qur’an, tafsir, ilmu tafsir dan seterusnya; demikian pula meliputi hal yang berhubungan dengan hadis, ilmu-ilmu hadis, living hadis, pemikiran tokoh tentang hadis dan sebagainya. Bahkan kajian berkaitan dengan theology seperti Perkembangan Teologi dan Keagamaan, sejarah, penelitian keagaamaan islam.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 94 Documents
ASPEK MAGIS DALAM TRADISI JAPPI-JAPPI PADA MASYARAKAT BUGIS MUSLIM KENDARI
EL-MAQRA' Vol 4, No 1 (2024): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v4i1.8596

Abstract

Tradisi jappi-jappi adalah salah satu bentuk resepsi fungsional Al-Qur’an yang ditemukan dalam komunitas masyarakat Muslim Bugis di kota Kendari yang mengamalkan surah Al-Fātiḥah untuk menemukan barang hilang. Berangkat dari fenomena tersebut artikel ini bertujuan untuk menganalisis lebih komprehensif terkait praktik tradisi jappi-jappi sebagai proses asimilasi dan islamisasi budaya lokal dengan menggunakan perspektif teori living qur’an. Artikel ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan integrasi keilmuan antara studi Al-Qur’an, sosial, dan historis. Temuan dalam artikel ini menunjukan bahwa tradisi jappi-jappi memiliki proses pelaksanaanya dimulai dengan melaksanaakan shalat sunnah hajat sebanyak dua rakaat, berdzikir, dan membacakan  surah Al-Fātiḥah kedalam air, kemudian artikel ini menemukan transmisi tradisi jappi-jappi yang ternyata dipelopori oleh Syekh Ahmad Khatib Sambas ia merupakan seorang ulama sufistik yang memadukan dua ilmu tarekat, artikel ini juga mengungkap mayoritas masyarakat setuju dengan dipraktikannya tradisi jappi-jappi. Maka tradisi jappi-jappi merupakan sebuah fenomena resepsi Al-Qur’an yang terjadi di kalangan Muslim Bugis di Kota Kendari.    
BIAS PATRIARKHI DALAM PRAKTIK POLIGINI DI KALANGAN DA’I PERSPEKTIF TAFSIR MAQASHIDI
EL-MAQRA' Vol 4, No 1 (2024): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v4i1.7227

Abstract

The issue of polygyny is still controversial not only among the public, but also among Da'i, Ulama, Mufassir from classical to contemporary. This research will examine the patriarchal bias in the practice of polygyny which is widely narrated by Da'i circles. This study aims to analyze more objectively the verses about polygyny in the Qur'an using the maqasidi interpretation paradigm approach as a method of interpretation (as methodology) to further review the relationship between the interpretation of polygynous verses and the maqasid al-syari' principle. ah and maqashid al-qur'an and reveal maqashid behind polygynous verses that have been understood in society. The results of this study indicate that this verse has only reached the initial stage of interpretation where the ultimate goal or main maqasid of the verse is contained in the value of justice.
KHOTMUL QUR’AN: PEMAKNAAN SPIRITUALITAS DALAM PERINGATAN 100 TAHUN PONDOK MODERN DARUSSALAM, GONTOR
EL-MAQRA' Vol 4, No 1 (2024): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v4i1.8330

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi tentang praktik Khotmul Qur’an dalam konteks Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo. Al-Qur’an, sebagai panduan utama dalam kehidupan, mendapat perhatian khusus dalam tradisi Khotmul Qur’an di pesantren tersebut. Pada konteks Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Khotmul Qur’an menjadi simbol semangat dan komitmen para santri untuk mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Khotmul Qur’an juga menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antar santri dan antara santri dengan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami fenomena Khotmul Qur’an dalam konteks Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi deskriptif. Subjek penelitian melibatkan santri yang aktif dalam kegiatan Khotmul Qur’an dan beberapa guru pembimbing. Hasil penelitian memberikan wawasan mendalam tentang pemaknaan Al-Qur’an dan dampaknya dalam kehidupan masyarakat pesantren. Khotmul Qur’an dalam Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor menjadi sorotan utama, dengan penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi pada pemahaman lebih lanjut tentang fenomena pembacaan Al-Qur’an di masyarakat. Prospek penelitian ini melibatkan pengembangan lebih lanjut terkait praktik keagamaan di lembaga pendidikan Islam dan implikasinya dalam pengembangan pesantren.
RESEPSI FUNGSIONAL AMALAN QS. IBRĀHĪM/14:41 STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN HAFALAN QURAN AHLUL ZIKRI WAL FIKRI DI DESA TAPULAGA KECAMATAN SOROPIA KABUPATEN KONAWE PROVINSI SULAWESI TENGGARA
EL-MAQRA' Vol 4, No 1 (2024): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v4i1.7355

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Resepsi fungsional amalan QS. Ibrāhīm/14:41 Studi Kasus di Pondok Pesantren Hafalan Quran Ahlul Zikri Wal Fikri. Penelitian ini bertujuan untuk Pertama mendeskripsikan wacana QS. Ibrāhīm/14:41 dalam literatur tafsir, Kedua menelusuri prosesi serta respon pengamalan bagi pimpinan dan para santri dalam pembacaan QS. Ibrāhīm/14:41, Ketiga mengungkap hubungan pengamalan doa melancarkan hafalan al-Qur’an terhadap QS. Ibrāhīm/14:41 dalam tinjauan resepsi al-Qur’an. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data kemudian dianalisis berdasarkan kerangka teori yang digunakan sebagai pisau analisis yaitu teori living Qur’an yang menggunakan resepsi fungsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama wacana QS. Ibrāhīm/14:41 dalam literatur tafsir tidak memiliki relasi dari amalan doa melancarkan hafalan, Kedua tradisi pembacaan QS. Ibrāhīm/14:41 dilaksanakan setiap hari sebelum melakukan penyetoran hafalan al-Quran dengan memiliki runtutan tata cara, Adapun menurut respon pimpinan yaitu dapat dijadikan sebagai strategi dalam melancarkan/memudahkan menghafal al-Quran. Sedangkan respon santri ada 85% santri memperoleh manfaat sebagai praktik doa mempermudah menghafal Quran, Ketiga tipologi tinjauan resepsi al-Qur’an terjadi karena adanya transmisi dan transformasi dalam pengamalan doa melancarkan hafalan yang menggambarkan adanya proses transfer pengetahuan, adaptasi, penyesuaian diri, perubahan praktik dan interpretasi dalam pengamalan.  Bacaan QS. Ibrāhīm/14:41, Resepsi Fungsional, Pondok pesantren hafalan Quran ahlul zikri wal  fikri
SIFAT BERLEBIH LEBIHAN DALAM BERAGAMA (KAJIAN MA’NĀ CUM-MAGHZĀ TERHADAP QS. AL-NISĀ’/4:171) Irmayanti, Sitti Hastuti; Akbar, Muh; Safrudin, Moh
EL-MAQRA' Vol 4, No 2 (2024): November
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v4i2.9818

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menelusuri konsep sifat berlebih lebihan dalam penafsiran tafsir klasik dan kontemporer terhadap QS. al-Nisā/4:171, menganalisa penafsiran al-Nisā’/4:171 perspektif ma’nā cum-maghzā, serta mengetahui relevansi guluw dalam QS. al-Nisā’/4:171 di era kekinian. Penelitian ini berbasis kualitatif atau library search (kepustakaan) dengan menggunakan pendekatan teks dan konteks melalui kerangka ma’nā cum-maghzā yang digagas oleh Sahiron Syamsuddin yaitu dengan mendeskripsikan guluw pada abad ke-7, Intratekstual dan Intertekstualitas (analisis linguistik), melihat historis secara mikro maupun makro dan mengungkap signifikansi ayat. Adapun hasil temuan dengan tinjauan analisis tekstual mengungkap guluw dalam QS. al-Nisā’/4:171 menjelaskan tentang sikap berlebih-lebihan, melampaui batas, keterlaluan, pemujaan, dan pengukultusan sehingga menjadikan seorang Nabi menjadi Tuhan yang mereka sembah. Dengan tinjauan analisis historis pada QS. al-Nisā’/4:171 menunjukkan awal mula munculnya perilaku tersebut karena adanya rasa kesombongan yang ada di hati para pemuka agama sehingga menyembunyikan kebenaran yang sebenarnya dari kaumnya para Ahl Al-Kitab. Kemudian, melalui analisis tekstual dan konteks historis, sikap guluw yang terjadi di era kekinian ini dapat dilihat dari berlebihan dalam bermahabbah kepada seorang Habib, Kyai, dan Ustadz. Bahkan tak jarang sampai mengkultuskan mereka. Implikasi dari kajian tersebut bahwa QS. al-Nisā’/4:171 sebenarnya mampu menjadi solusi di tengah-tengah permasalahan masyarakat. Larangan untuk tidak bersikap berlebih-lebihan (guluw) dan anjuran untuk menyampaikan kebenaran yang terdapat pada QS. al-Nisā’/4:171 harus dikaji lagi agar memperoleh maksud utama ayat untuk konteks kekinian.
SIMBOLISME QS. AL-FATIHAH DALAM TRADISI PENANAMAN ARI-ARI BAYI DI MASYARAKAT BOMBANA Hidayanti, Nurul; Ikhsan, Muh
EL-MAQRA' Vol 4, No 2 (2024): November
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v4i2.10285

Abstract

Penelitian ini membahas tentang tradisi Penanaman ari ari anak bayi dengan menggunakan sobekan Qs Al-Fatihah. Penelitian ini merupakan salah satu bentuk tradisi yang hanya ditemukan di kalangan Masyarakat di Desa Watu-watu Kec Lantari Jaya Kab Bombana. tokoh yang melakukan tradisi ini biasanya disebut sebagai paksandro dengan adanya penomenal tersebut maka peneliti menganggap penting untuk diteliti lebih lanjut, terkait hubungan antara Al Qur’an dengan budaya, tradisi yang di peraktekkan oleh Masyarakat di Desa Watu-watu Kec Lantari Jaya Kab Bombana maka masalah yang di angkat dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pertama Bagaimanakah praktik penanam ari ari anak bayi dalam melakukan tradisi dengan menggunakan sobekan Qs Al-Fātiḥah sebagai media penanaman Ari Ari di desa Watu-watu kabupaten bombana kedua Bagaimana resepsi fungsional Al Qur’an dapat berkontribusi dalam mengembangkan wacana dari fungsi Al Qur’an sebagai media tanam ari ari ketiga Bagaimanakah dampak penanaman ari ari dengan menngunakan Qs Al-fatihah sebagai media penanam ari ari Bagaimana resepsifungsional Al-Qur’an dapat berkontribusi dalam mengembangkan wacana fungsi Al-Qur’an. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan sumber data primer dan skunder. Penelitian ini menerapkan pendekatan integrasi keilmuan antara studi Al-Qur’an, sosial dan historis Teknik pengumpulan data yang di lakukan didalam penelitian ini yaitu dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian Teknik analisis data yang digunakan di penelitian ini adalah analisis deskriptif, yang merupakan bentuk penelitian dengan cara mendeskripsikan data yang diperoleh. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa. Penelusuran penelitian tradisi penanaman Ari-ari bersumber dari turun temurun masyarakat setempat yang hingga saat ini masih ada, di dalam proses tradisi penanaman ari-ari ada beberapa tahapan yang di lakukan oleh pak sandro yakni menanam ari ari yang dalam pelaksanannya tak berhenti melafadzkan Qs Al-fatihah dan wirid hingga ari ari tersebut selesai di tanam.Qs Al-fatihah yang di gunakan sobekan al-Qur’an bisa berupa tulisan tangan dari ayat 1-7. Dalam tradisi tidak semua masyarakat desa melakukan tradisi penanaman ari ari. adapun resepsi Qs Al-fatihah yakni penanaman ari ari yamh melinatkan Qs Al-fatihah boleh dilakukan karena sesuai maknanya yakni sebagai do’a.
KONSEP CEMAS DAN RASA TAKUT BERLEBIH DALAM QS. AL-BAQARAH (STUDI ASINONIMITAS) kasmin, kasmin; Zuhrah, Nikmatuz; Fatirawahidah, Fatirawahidah; Danial, Danial
EL-MAQRA' Vol 4, No 2 (2024): November
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v4i2.7042

Abstract

Fokus penelitian ini adalah mengkaji studi asinonimitas konsep cemas dan takut dalam QS. Al-Baqarah. Tujuan penelitian ini, ingin mengungkapkan makna dari kata cemas dan takut  terkait konteks penggunaannya dalam QS. Al-Baqarah dan juga menjelaskan bagaimana relevansi analisis makna khauf dan khasyyah menurut Al-Qur’an dengan makna takut dalam bahasa Indonesia. Jenis penelitian ini bersifat kepustakaan atau (library research), dengan analisis menggunakan metode muqaran. Hasil penelitian ini, menguatkan bahwa tidak adanya sinonimitas dalam QS. Al-Baqarah pada kata khauf dan khasyyah, meskipun keduanya memiliki arti yang sama namun penggunaan makna dan kedudukan kata khauf dan khasyyah berbeda. Khauf adalah ketakutan kepada ganjaran Allah terhadap perbuatan yang dilakukannya yang kemudian hari akan dipertanggung jawabkan, khauf ketakutan pada sesuatu yang akan terjadi dimasa yang akan datang seperti takut pada makhluk dan kedudukannya lebih rendah dibandingkan khasyyah. Sedangkan khasyyah adalah ketakutan kepada Allah akan keagungan dan kekuasaannya dan kedudukannya lebih tinggi dari khauf, perbedaan kedudukan tersebut berdasarkan objek ketakutan  dan lebih tinggi untuk ditakuti adalah Allah bukan makhluknya. Adapun relevansi khauf dan khasyyah dalam QS. Al-Baqarah dengan kamus Indonesia yaitu ketakutan yang menambah kedekatan kepada Allah dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangannya. Berbeda apa yang diartikan dalam bahasa Indonesia, takut sebagai sesuatu yang dihindari dan mendatangkan bencana.
PENDEKATAN TAFSIR AL-MISBAH DAN TAFSIR AT-THABARI TERHADAP KONSEP TAUBAT NASUHA DALAM QS. AT-TAHRIM [66]:8 Fatmawati, Fatmawati; Gaffar, Abdul; Rifai, Masyhuri
EL-MAQRA' Vol 4, No 2 (2024): November
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v4i2.9832

Abstract

fokus penelitian ini adalah QS At-tahrim 66:8. untuk memahami makna tersebut diperlukan penafsiran para ahli tafsir. dalam menganalisis ayat tersebut terdapar beberapa perbedaan penafsiran tentang taubat Nasuha pada tafsir al-misbah dan tafsir at-thabari. berwal dari latar belakang tersebut penelitian ini bertujuan untuk(mengetahui bagaimana pendapat ulama dalaam menafsirkan taubat nasuha dalam kitab tafsir al- misbah dan at-thabari. teknik mengumpulan data yang digunakan yaitu kepustakaan. sumber data primer merupakan kitab tafsir al- misbah dan kitab tafsir at=thabari. teknik analisis data denfan menggunakan komparatif ( perbandingan). pendekatan penelitian menggunakan pendekatan tafsir. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa:1berikut beberapa penafsiran Ahli tafsir tentang taubat nasuha(1) tafsir jalalain taubat yang semurni- murninya, (2) tafsir Al-Quran taubat dengan sungguh-sungguh, (3) tafsir al-misbah taubat yang menasehati,(4) tafsir ibnu katsir memiliki hati yang benung dalam hal ini iya mengemukakan 23 pendapa, (5) tafsir at-thabari taubat yang sesungguhnya yang tidak akan kembali lagi pada perbuatan dosa sebelumnya, (6)tafsir al- munir taubat yang sejujur-jujurnya menyesali yang telah lalu dan yidak akan mengulanginya. 2, persamaan tafsir ayat tersebut, ayat itu ditujukan untuk orang-orang yang beriman, dalam menafsirkan keduanya melakukan tarjih ( pertimbangan) jika ada perbedaan pendapat pada makna kata tertentu, dana menguatkan pendapat salah satunya. sedangkan perbedaannya tafsir al- misbah menafsirkan kata taubat nasuha lebih luas maknanya yaitu di artikan sebagai" nasehat" karna menurutnya manusia merupakan mahluk yang sering khilaf maka harus terus di ingatkan dengan cara menasehati.
TELAAH KRITIS: ANALISIS KRITIK MUHAMMAD MUSTHAFA AS SIBAI TERHADAP PEMIKIRAN AHMAD AMIN Amamatu Shobiro, Khodijah Firdaus; Hendiyanti, Nisa; Arifin, Aziz
EL-MAQRA' Vol 4, No 2 (2024): November
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v4i2.9467

Abstract

Penelitian ini menganalisis kritik Muhammad Musthafa As-Sibai terhadap pemikiran Ahmad Amin, dua tokoh intelektual besar di dunia Islam. As-Sibai, seorang ulama dan pemikir Islam yang berpengaruh, dikenal karena pandangannya yang tegas dan komprehensif terhadap pemikiran modern dalam Islam. Ahmad Amin, sebaliknya, merupakan tokoh reformis yang sering kali menyuarakan pandangan progresif yang kadang berbenturan dengan pandangan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi latar belakang kritik As-Sibai terhadap Ahmad Amin, mengidentifikasi poin-poin utama dari kritik tersebut, serta menganalisis dampaknya terhadap perkembangan pemikiran Islam kontemporer. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif, melibatkan analisis teks-teks utama karya kedua tokoh serta literatur sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kritik As-Sibai terhadap Ahmad Amin berfokus pada interpretasi teks-teks agama, metodologi pemikiran, dan pandangan mereka mengenai modernitas dan tradisi. As-Sibai menekankan pentingnya menjaga otentisitas ajaran Islam dan waspada terhadap pengaruh pemikiran Barat yang dianggap dapat merusak esensi Islam. Sementara itu, Ahmad Amin mendorong reinterpretasi dan adaptasi ajaran Islam agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Analisis ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat perbedaan mendasar antara kedua pemikir, kritik As-Sibai terhadap Ahmad Amin merupakan refleksi dari dinamika intelektual dalam Islam yang terus berusaha menyeimbangkan antara pelestarian tradisi dan penerimaan terhadap perubahan. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana debat intelektual seperti ini berkontribusi pada pembentukan wacana keislaman yang dinamis dan beragam.
RESEPSI PENGAMALAN DOA KEMUDAHAN DALAM MENGHAFAL AL-QUR’AN DI PONDOK PESANTREN DARUL IHSAN WAWOGGURA Syam, Abd. Rahman; Trisnawati, Ira; Hasanah, Miratul
EL-MAQRA' Vol 4, No 2 (2024): November
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v4i2.10502

Abstract

Tradisi pembacaan surah Al-ˋAlaq sebagai doa untuk mempermudah hafalan Al-Qur'an merupakan bentuk resepsi Al-Qur'an yang ditemukan di Pondok Pesantren Darul Ihsan Wawonggura. Berangkat dari fenomena ini, penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara fungsi Al-Qur'an sebagai doa kemudahan dengan resepsi budaya yang diterapkan oleh santri putri di pesantren tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sosio-fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini berasal dari ajaran KH. Muhammad Munawwir, pimpinan Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta. Tradisi ini meliputi beberapa tahapan, dimulai dengan niat, dilanjutkan dengan doa khusus, dan diakhiri dengan pembacaan QS. Al-ˋAlaq. Praktik ini berfungsi sebagai resepsi fungsional Al-Qur'an yang signifikan dalam membantu santri mengatasi kesulitan dalam menghafal. Tradisi ini berperan penting dalam mengembangkan fungsi Al-Qur'an sebagai doa kemudahan di Pondok Pesantren Darul Ihsan.

Page 6 of 10 | Total Record : 94