cover
Contact Name
Djoni Hatidja
Contact Email
dhatidja@unsrat.ac.id
Phone
+628124442829
Journal Mail Official
dhatidja@unsrat.ac.id
Editorial Address
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sam Ratulangi Jl. Kampus Kleak Manado 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sains
ISSN : 14123770     EISSN : 25409840     DOI : https://doi.org/10.35799/jis.v22i2.40961
Jurnal Ilmiah Sains (Journal of Scientific Sciences) is the Journals Published by Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sam Ratulangi University. Jurnal Ilmiah Sains Published Twice a Year, i.e April and October. Jurnal Ilmiah Sains  welcomes full research articles in the area of Mathematics and Natural Sciences from the following subject areas: Mathematics Statistics Computer Science Physics Chemistry Biology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 345 Documents
Pengaruh Lama Fermentasi terhadap Total Asam, Total Bakteri Asam Laktat dan Warna Kefir Belimbing Manis (Averrhoa carambola) Sri Mulyani; Kusuma Melati Faizun Sunarko; Bhakti Etza Setiani
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 21 Nomor 2, Oktober 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.567 KB) | DOI: 10.35799/jis.21.2.2021.31416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi terhadap total asam, total bakteri asam laktat dan warna L*a*b* dari water kefir buah belimbing manis. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan yang  diteliti   adalah  variasi  lama  fermentasi  yaitu  12  jam  (t1),  24  jam  (t2),  36  jam  (t3),  dan  48  jam  (t4). Water kefir dibuat dari belimbing manis dengan menggunakan grain water kefir sebanyak 5%, sukrosa sebanyak 8%(b/v). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap total asam, total bakteri asam laktat, nilai L* warna dan nilai a* warna serta tidak berpengaruh secara nyata (p>0,05) pada nilai b* warna. Semakin lama fermentasi dapat  meningkatkan total asam, total bakteri asam laktat, nilai L* warna serta menurunkan nilai a* warna.Kata kunci: Bakteri asam laktat; belimbing manis; water kefirFermentation Time Effect on Total Acid, Total Lactic acid Bacteria Color of Star Fruit Water KefirABSTRACTThis study aims to determine the effect of fermentation time on total acid, total lactic acid bacteria and color lab of sweet star fruit water kefir. The research design used was a completely randomized design (CRD), with 4 treatments and 5 replications. The experimental treatments were variation of fermentation time of 12 hours (t1), 24 hours (t2),36 hours (t3), and 48 hours (t4).  Water kefir is made from sweet starfruit using 5% water kefir grains and 8% sucrose. The results showed that different fermentation time had a significant effect on total acid, total lactic acid bacteria, color L* value and color a* value and had no significant effect (p.0,05) on color b* values. The longer the fermentation will increase the total acid, the total lactic acid bacteria, the L* color value and decrease the a* color value.Keywords: Lactic acid bacteria; star fruit; water kefir
Struktur dan Komposisi Vegetasi pada Suksesi di Muara Sungai Unda, Kabupaten Klungkung, Bali I Made Saka Wijaya; Gede Surya Indrawan; Putu Angga Wiradana; I Made Sara Wijana; Abd. Rahman As-syakur; Adi Ariyanto Wibisono; Viryanando Evan Rahardja
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 21 Nomor 1, April 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.862 KB) | DOI: 10.35799/jis.21.1.2021.31744

Abstract

 Letusan Gunung Agung pada tahun 1963 memberikan dampak ekologis di sekitar muara Sungai Unda, Kabupaten Klungkung, Bali. Lahar yang mengalir melalui sungai tersebut menyebabkan terjadinya suksesi primer akibat tutupan pasir dan batu. Selama 57 tahun, muara Sungai Unda tidak hanya mengalami suksesi alam, tetapi juga mengalami suksesi antropogenik melalui pemanfaatan sebagai tambang pasir, lahan pastura, dan permukiman sementara.  Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari struktur dan komposisi vegetasi pada suksesi di muara Sungai Unda. Penentuan struktur vegetasi dilakukan pada 8 stasiun penelitian dengan menggunakan metode plot dengan jumlah 24 plot pohon (20 x 20 m) dan 48 plot vegetasi lantai (1 x 1 m). Data dianalisis menggunakan parameter ekologis seperti densitas, densitas relatif, frekuensi, frekuensi relatif, dominansi, dominansi relatif, dan nilai penting, serta dilengkapi dengan indeks keragaman Shannon-Weiner (H’), indeks dominansi (C), dan indeks keseragaman (E). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semak dan rumput merupakan bentuk hidup yang paling menentukan struktur vegetasi di Muara Sungai Unda. Beberapa spesies penyusun vegetasi tersebut merupakan tumbuhan invasif seperti yang harus dikontrol populasinya adalah Typha angustifolia, Ipomoea carnea, Chromolaena odorata, Lantana camara, dan Vachellia farnesiana. Berdasarkan indeks yang digunakan, keanekaragaman vegetasi termasuk dalam kategori tinggi, tanpa ada jenis yang mendominasi, dengan persebaran yang merata.Kata kunci: Gunung Agung; spesies invasive; suksesi antropogenik; vegetasi suksesiStructure and Composition of Successional Vegetation in Unda River, Klungkung Regency, BaliABSTRACTMount Agung eruption in 1963 caused major ecological impact around Unda River, Klungkung Regency, Bali. The volcanic mudflow that surpass the Unda River watershed initiate the primary succession in those areas. This research aimed to study the structure and composition of successional vegetation in Unda River. Twenty-four tree plots (20 x 20 m) and 48 understorey plots (1 x 1 m) derived from 8 research stations were used to determine the structure of vegetation. The data analyzed by ecological parameters, such as density, relative density, frequency, relative frequency, dominancy, relative dominancy, and importance value, then completed with Shannon-Weiner diversity index (H’), dominancy index (C), and evenness index (E). The results shown that the vegetation structure in Unda River determined by two major growth form: shrubs and grasses. Some notable invasive species that should be controlled are Typha angustifolia, Ipomoea carnea, Chromolaena odorata, Lantana camara, and Vachellia farnesiana. Based on the three indexes, the vegetation diversity was categorized as high diversity, without any species domination, and the distribution of the species are uniformKeywords: Anthropogenic succession; invasive species; Mount Agung; successional vegetation
Efektivitas Antioksidan dari Ekstrak Bunga Kasumba Turate (Carthamus tinctorius L.) dan Potensinya Sebagai Antihiperkolesterolemia Juwita Wita Yasir; Lidya Irma Momuat; Julius Pontoh
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 21 Nomor 2, Oktober 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1016.041 KB) | DOI: 10.35799/jis.v21i2.32555

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menganalisis kandungan metabolit sekunder dan efektivitas antioksidan dari ektrak etanol bunga kasumba turate (Carthamus tinctorius L.), serta potensinya sebagai antihiperkolesterolemia. Bunga kasumba turate yang telah dikeringanginkan, dihaluskan dan dimaserasi dengan pelarut etanol 70%, lalu dievaporasi pelarutnya. Ekstrak etanol (EE) yang diperoleh dipartisi berturut-turut dengan pelarut n-heksana, etil asetat dan air, sehingga diperoleh ekstrak fraksi n-heksana (FH), etil asetat (FEA) dan air (FA). Selanjutnya, EE, FH, FEA, dan FA diuji kandungan metabolit sekundernya (metode Harborne) dan efektivitas antioksidannya (metode DPPH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa EE dan FEA mengandung alkaloid, fenolik, flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. FA mengandung fenolik, flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. FH mengandung alkaloid, flavonoid dan triterpenoid. Efektivitas antioksidan bunga kasumba turate (dinyatakan dalam IC50) yang tertinggi pada FEA, diikuti FH, FA dan EE, dengan nilai IC50 53,59, 75,45, 77,43, dan 89.,9 µg/mL. Hasil kajian menunjukkan bahwa bunga kasumba turate dapat menghambat oksidasi LDL dan menurunkan kadar kolesterol darah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak bunga kasumba turate memiliki efektivitas antioksidan yang kuat dan efek antihiperkolesterolemia.Kata kunci: Antihiperkolesterolemia; antioksidan; Carthamus tinctorius L.; etanolAntioxidant Effectiveness of Kasumba Turate Flower Extract (Carthamus tinctorius L.) and Its potential as an AntihypercholesterolemiaABSTRACTResearch has been carried out to analyze the secondary metabolite content and antioxidant effectiveness of the ethanol extract of kasumba turate flower (Carthamus tinctorius L.), as well as its potential as antihypercholesterolemia. Kasumba turate flowers that have been dried and mashed, macerated with 70% ethanol solvent, then evaporated the solvent. The ethanol extract (EE) obtained was partitioned successively with n-hexane, ethyl acetate and water as solvents, so that the extracts of the n-hexane (FH), ethyl acetate (FEA) and water (FA) fractions were obtained. Furthermore, EE, FH, FEA, and FA were tested for their phytochemical content (Harbourne method) and antioxidant effectiveness (DPPH method). The results showed that EE and FEA contained alkaloids, phenolics, flavonoids, saponins, tannins and triterpenoids. FA contains phenolics, flavonoids, saponins, tannins and triterpenoids. FH contains alkaloids, flavonoids and triterpenoids. The antioxidant effectiveness of casumba turate flower (expressed in IC50) was highest in FEA, followed by FH, FA and EE, with IC50 values of 53,59, 75,45, 77,43, and 89,19 g/mL, respectively. The results of the literature review show that kasumba turate flowers can inhibit LDL oxidation and reduce blood cholesterol levels. This study concluded that kasumba turate flower extract has a strong antioxidant effectiveness and antihypercholesterolemic effect.Keywords: Antihypercholesterolemia; antioxidant; Carthamus tinctorius L.; ethanol
Karakter Morfologi dan Identifikasi Hama pada Tanaman Dalugha (Cyrtosperma merkusii (Hassk.) Schott) di Kabupaten Kepulauan Talaud Propinsi Sulawesi Utara Paulus L. Leu; Orbanus Naharia; Emma Mauren Moko; Aser Yalindua; Jantje Ngangi
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 21 Nomor 1, April 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1398.487 KB) | DOI: 10.35799/jis.21.1.2021.32737

Abstract

Tanaman dalugha (Cyrtosperma merkusii (Hassk.) Schott) merupakan tanaman endemik di Propinsi Sulawesi Utara yang perlu dilindungi dari serangan organisme pengganggu tumbuhan. Karakter morfologi dan Identifikasi hama sangat perlu untuk kajian ilmiah tentang budidaya tanaman endemik dalugha sebagai sumber pangan lokal di Sulawesi Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter morfologi dan identifikasi hama pada tanaman dalugha. Lokasi penelitian di desa Moronge, Kecamatan Moronge, Kabupaten Kepulauan Talaud. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, pengambilan sampel hama ditentukan dengan teknik purposive sampling. Karakter morfologi dan identifikasi hama dilakukan dengan menggunakan buku kunci determinasi serangga hama dan aplikasi google lens dengan tingkat akurasi pengenalan spesies hewan yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya keragaman hama pada tanaman dalugha yang terbagi dalam tiga kelas: Kelas Gastropoda yaitu Bekicot (Achatina fulica), Keong semak (Bradybaena similaris), Siput hijau (Rhinocochlis nasuta), Siput pita (Caracolus marginella),  Siput kebun (Cornu aspersum), dan Sumpil (Subulina octona);  Kelas Insekta yaitu Belalang hijau (Oxya servile), Jangkrik semak (Tettigonia caudate), Kumbang daun (Asphaera lustrans), Kepik kaki daun tumbuhan (Leptoglossus australis), Kutu kebul (Bemisia tabaci), Semut kebun hitam (Lasius niger), Ulat tanduk talas (Theretra oldenlandiae), Kecoa (Periplaneta americana L.), dan Kecoa surinam (Pycnoscelus surinamensis); serta Kelas Oligochaeta yaitu Cacing tanah (Lumbricus rubellus).Kata kunci: dalugha; hama; identifikasi; morfologi; Sulawesi Utara Morphological Characteristics and Pest Identification on Dalugha Plants (Cyrtosperma merkusii (Hassk.) Schott) in Talaud Islands District, North Sulawesi Province ABSTRACTDalugha plants (Cyrtosperma merkusii (Hassk.) Schott) are endemic plants in North Sulawesi Province which need to be protected from attack by plant-disturbing organisms. Morphological characters and identification of pests are very necessary for scientific studies on the cultivation of endemic plants of dalugha as a local food source in North Sulawesi. This study aims to determine the morphological characters and identification of pests in dalugha plants. The research location is in Moronge Village, Moronge District, Talaud Islands Regency. This study used a qualitative descriptive method, the sampling of pests was determined by purposive sampling technique. Morphological characters and identification of pests were carried out using the key book for insect pest determination and the Google Lens application with an accurate level of recognition of animal species. The results showed that there was a diversity of pests in Dalugha plants which were divided into three classes: Gastropod class namely Bekicot (Achatina fulica), Keong semak (Bradybaena similaris), Siput hijau (Rhinocochlis nasuta), Siput pita (Caracolus marginella), Siput kebun (Cornu aspersum), and Sumpil (Subulina octona); Class Insects are Belalang hijau (Oxya servile), Jangkrik semak (Tettigonia caudate), Kumbang daun (Asphaera lustrans), Kepik kaki daun tumbuhan (Leptoglossus australis), Kutu kebul (Bemisia tabaci), Semut kebun hitam (Lasius niger), Ulat tanduk (Theretra oldenlandiae), Kecoa (Periplaneta americana L.), and Kecoa surinam (Pycnoscelus surinamensis) and Oligochaeta class namely Cacing tanah (Lumbricus rubellus).Keywords: dalugha; identification; morphology; North Sulawesi; pest
Arang Aktif Gambut sebagai Filter Logam Berat Mercury (Hg) Sri Fatmawati; Nur Inayah Syar; Suhartono Suhartono; Dara Maulina; Ridwan Ariyadi
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 21 Nomor 1, April 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.019 KB) | DOI: 10.35799/jis.21.1.2021.32908

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji filter arang aktif gambut dalam menyerap logam berat mercury (Hg) pada air sungai Kahayan yang tercemar. Proses pembuatan arang aktif melalui beberapa tahap yaitu: tahap karbonisasi, tahap penghalusan, dan tahap pengaktifan secara fisika. Mutu arang aktif mengacu pada persyaratan SNI 06-3730-1995 meliputi kadar air dan kadar abu. Hasil uji mercury analyzer menunjukkan bahwa arang aktif gambut mampu menyerap logam berat mercury (Hg) dalam air. Kadar logam berat mercury (Hg) berkurang setelah dilakukan proses adsorbsi yaitu sebagai berikut: ukuran serbuk gambut 40 mesh mampu menyerap logam berat mercury (Hg) sebesar 50 % ; ukuran serbuk gambut 60 mesh d mampu menyerap logam berat mercury (Hg) sebesar 75%.Kata kunci: arang aktif; gambut; logam berat; mercuryPeat Activated Charcoal as a Heavy Metal Mercury (Hg) Filter ABSTRACTThis study aims to test the activated peat charcoal filter to absorb heavy metal mercury (Hg) in polluted Kahayan river water. The process of making activated charcoal goes through several stages, namely: the carbonization stage, the refining stage, and the physical activation stage. The quality of activated charcoal refers to the requirements of SNI 06-3730-1995 including moisture content and ash content. The results of the mercury analyzer test showed that peat-activated charcoal was able to absorb heavy metal mercury (Hg) in water. The heavy metal mercury (Hg) content was reduced after the adsorption process was carried out, namely as follows: the size of 40 mesh peat powder can absorb heavy metal mercury (Hg) by 50%; Peat powder size of 60 mesh can absorb 75% of the heavy metal mercury (Hg).Keywords: activated carbon; peat; heavy metals; mercury
Karakteristik Fisik, Total Padatan dan Hedonik Velva Nangka dengan Penambahan Gum Arab Sebagai Penstabil Siti Susanti; Valentinus Priyo Bintoro; Danur Restu Amanullah
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 21 Nomor 2, Oktober 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.933 KB) | DOI: 10.35799/jis.v21i2.33861

Abstract

Velva nangka (VN) merupakan ekstensifikasi usaha pengolahan nangka sebagai hidangan pencuci mulut beku yang disukai. VN yang berkualitas menggunakan bahan penstabil yaitu kombinasi Carboxyl Methil Celullose (CMC) dan Gum Arab (GA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan GA sebagai bahan penstabil tunggal terhadap karakteristik fisik (overrun dan waktu pelelehan), total padatan dan hedonik VN. GA dengan variasi konsentrasi 0; 0,25; 0,5; 0,75; dan 1% terhadap total adonan digunakan sebagai penstabil pada pembuatan VN. Penambahan GA berpengaruh nyata pada karakteristik fisik dan total padatan serta hedonik tekstur namun tidak mempengaruhi rasa dan aroma VN. VN dengan penstabil GA 1% mempunyai overrun terendah (P<0,05) sedangkan GA >0,25-1% menghasilkan VN dengan waktu pelelehan lebih lama dan total padatan lebih tinggi (P<0,05). Penambahan GA >0,5-1% menghasilkan VN dengan tekstur yang makin disukai (P<0,05). Penambahan penstabil GA lebih dari 0,25% dalam adonan mampu menghasilkan VN berkualitas baik ditinjau dari karakteristik fisik dan total padatan dengan tekstur yang disukai.Kata kunci: Gum arab; nangka; penstabil; velva Characteristic of Physicals, Total Solids and Hedonik of Jackfruit Velva with Addition of Arabic Gum as StabilizerABSTRACTJackfruit velva (JV) is a business extensification of the jackfruit processing as a preferred frozen dessert. Good quality JV used a stabilizer such as combination of Carboxyl Methyl Cellullose (CMC) and Arabic Gum (AG). This study aimed to get more insight the effect of AG addition as a single stabilizer to the physical characteristics (overrun and melting time), total solids and hedonic JV. AG in various concentration of 0; 0.25; 0.5; 0.75; and 1% of the total dough was used as a stabilizer in the JV manufacture. The addition of AG significantly affected the physical characteristic, total solids and texture hedonic without any effect on the flavor and aroma of JV. JV with 1% AG stabilizer had the lowest overrun (P<0.05) while >0.25-1% AG resulted in JV with longer melting time and higher total solids (P<0.05). The addition of >0.5-1% AG resulted JV more favorable texture (P<0.05). The addition of more than 0.25% AG stabilizer in the dough was able to produce good quality JV in the aspects of physical characteristics and total solids with a preferred texture.Keywords: Arabic gum; jackfruit; stabilizer; velva
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Rumput Laut Eucheuma spinosum Segar dari Perairan Pulau Nain Sulawesi Utara Lena Jeane Damongilala; Fitje Losung; Verly Dotulong
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 21 Nomor 1, April 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.074 KB) | DOI: 10.35799/jis.21.1.2021.33881

Abstract

Penelitian terhadap ekstrak metanol, fraksi etil asetat, dan fraksi butanol dari rumput laut Eucheuma spinosum menggunakan metode Disc Diffusion Test dilakukan untuk mengetahui peranannya sebagai antibakteri Escherichia coli ATCC 25922, dan Staphylococcus aureus ATCC 6538. Sebagai kontrol digunakan ekstrak (negatif) pelarut metanol, dan Amoxicilin. Konsentrasi sampel uji ditetapkan 10.000 ppm. Hasil pengujian menunjukkan adanya  aktivitas antibakteri yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat terhadap bakteri Escherichia coli ATCC 25922.  Besarnya zona hambat secara berurutan untuk ekstrak metanol, fraksi  butanol, dan fraksi etil asetat, ialah : 6,98 mm, 7,85 mm, dan 7,88 mm.  Nilai zona hambat tersebut, relatif sama untuk setiap sampel uji. Sampel uji juga menunjukkan terdapat aktivitas antibakteri, ditandai dengan terbentuknya zona hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 6538.  Besarnya zona hambat secara berurutan untuk ekstrak metanol, fraksi  butanol, fraksi etil asetat,  dan kontrol negatif pelarut metanol, ialah : 7,42 mm, 14.40 mm, 7,90 mm, dan 6,75 mm.  Zona hambat fraksi butanol lebih tinggi dibanding yang lain, ini menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus pada fraksi butanol lebih tinggi dibanding fraksi lainnya.Kata kunci:  Antibakteri;  Eucheuma spinosum;  Escherichia coli; Staphylococcus aureus Antibacteria Activities of Extract Sea Algae  Eucheuma spinosum Fresh from Nain Island Waters North Sulawesi  ABSTRACTA research on antibacterial activity of methanol extract, ethyl acetate, and butanol fraction from Eucheuma spinosum seaweed using the disc diffusion method to know the role as  antibacterial activity was tested against Escherichia coli ATCC 25922 and Staphylococcus aureus ATCC 6538. Methanol was used as negative control while amoxicillin was used as positive control. The concentration of the test sample was set at 10,000 ppm. The antibacterial activity was indicated by the formation of an inhibition zone against the tested microorganisms. The inhibition zones against E.coli for methanol extract, butanol fraction, and ethyl acetate fraction were 6.98 mm, 7.85 mm, and 7.88 mm, respectively.  The value of the zone of inhibition is relatively the same for each sample.  In addition, the inhibition zones of methanol extract, butanol and ethyl acetate fraction against Staphylococcus aureus were 7.42 mm, 14.40 mm, 7.90 mm, and 6.75 mm, respectively. The inhibition zone of the butanol fraction is higher than the others, this indicated that the antibacterial activity for butanol fraction is higher than other fractions. Keywords: Antibacterial activity; Eucheuma spinosum; Escherichia coli; Staphylococcus aureus
Isolasi dan Identifikasi Saponin dari Ekstrak Leunca (Solanium ningrum L) Secara Spektrofotometri Infra Merah Aden Dhana Rizkita; Sintia Ayu Dewi; Emas Agus Prastyo Wibowo; Iham Maulana
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 21 Nomor 2, Oktober 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.798 KB) | DOI: 10.35799/jis.v21i2.34635

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa saponin dengan maserasi menggunakan etanol 95% sampai mendapat ekstrak kering sebanyak 20 gram dengan dipanaskan menggunakan evaporator. Ekstraksi kedua dilakukan menggunakan corong pisah dengan pelarut dietil eter dan n-butanol. Identifikasi saponin dilakukan dengan tiga parameter uji diantaranya uji busa, uji warna dan gugus fungsi menggunakan Spektrofotometer Infra Merah. Hasil pengukuran Spektrofotometri Infra Merah menunjukkan Ekstrak Daun Launca mengandung beberapa gugus fungsi sebagai berikut : gugus –OH (puncak yang lebar pada bilangan gelombang 3444,87 cm-1), regang –CH alifatik simetri (bilangan gelombang 2926,01 cm-1 dan2854,65 cm-1, regang C=C tidak terkonjugasi pada bilangan gelombang 1606,7 cm-1, adanya regang C-H (bilangan gelombang 1074,35 cm-1 dan 1045,42 cm-1), dan adanya vibrasi bengkokan simetris C-O pada bilangan gelombang 1386,82 cm-1.Kata kunci: Daun leunca; spektrofotometer infra merah; saponin Isolation and Identification of Saponin from Leunca (Solanium ningrum L) Extract by Infrared SpectrophotometryABSTRACTThis research was conducted to isolate and identify saponin compounds by maceration using 95% ethanol to obtain 20 grams of dry extract by heating using an evaporator. The second extraction was carried out using a separating funnel with diethyl ether and n-butanol as solvents. Saponin identification was carried out with three test parameters including foam test, color test and functional group using Infrared Spectrophotometer. Infrared Spectrophotometry measurement results show that the Launca Leaf Extract contains the following functional groups: -OH group (wide peak at wave number 3444.87 cm-1), aliphatic symmetrical -CH stretch (wave number 2926.01 cm-1 and 2854 ,65 cm-1, unconjugated C=C stretch at wave number 1606.7 cm-1, presence of CH stretch (wave number 1074.35 cm-1 and 1045.42 cm-1), and the presence of symmetrical bending vibration of CO at wave number 1386.82 cm-1.Keywords: Infrared spectrophotometer;  leunca leaf; saponin
Perkembangan Awal Larva Ikan Mas (Cyprinus carpio L) dari Induk yang Diberi Pakan dengan Penambahan Kurkumin Livana Dethris Rawung; Jacson Saruan; Debby J.J. Rayer; Emma Mauren Moko
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 21 Nomor 2, Oktober 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.383 KB) | DOI: 10.35799/jis.v21i2.35338

Abstract

Perkembangan awal larva sangat dipengaruhi oleh ketersediaan makanan yang berasal dari kantung telurnya. Tidak terpenuhi nutrisi pada masa awal perkembangan dapat mempengaruhi perkembangan larva. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur diameter telur hasil pemijahan  dan panjang badan pada awal perkembangan larva ikan mas dari induk yang diberi pakan dengan penambahan kurkumin. Penelitian ini menggunakan induk betina ikan mas yang diberikan suplementasi kurkumin pada beberapa dosis yaitu 0%; 0,25%; 0,5%; 1%; dan 2%.  Ikan yang telah matang gonad kemudian dipijahkan. Telur yang telah terbuahi kemudian diambil untuk ditetaskan dan diamati perkembangan larvanya selama 2 hari setelah penetasan (hsp). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perlakuan suplementasi kurkumin dengan dosis 0,5% yang diberikan dalam pakan induk betina ikan mas memberikan nilai yang optimal terhadap diameter telur hasil pemijahan (p<0,05) dan panjang badan larva sampai pada umur 2 hsp (p<0,05), namun panjang mutlak larva sampai pada 2 hsp tidak menunjukkan adanya perbedaan antar perlakuan (p>0,5). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa suplementasi kurkumin dengan konsentrasi 0,5% pada induk betina ikan mas dapat mengoptimalkan pertumbuhan larva pada awal kehidupannya.Kata kunci : Cyprinus carpio; kurkumin; larva Early Development of Common Carp Larva from Broodstock Fed Diet Supplemented with CurcuminABSTRACTThe early growth of the larva is greatly influenced by the availability of food from the egg yolk. Insufficiency of nutrition in the early stages of development can affect the development of larva. The purpose of this study was to know the early growth of larva from broodstock supplemented with curcumin. This study used the female broodstock of common carp that supplemented with curcumin at several doses; 0%; 0,25%; 0,5%; 1%; and 2%. The fishes that had been mature were spawned, and the fertilized eggs were taken to be hatched. The larva was observed for 2 days after hatching (dah). The results showed that the treatment of curcumin supplementation with a dose of 0,5% given in the common carp feed gave an optimal value for egg diameter (p <0,05) and body length of the larva until the age of 2 dah (p <0,05), but did not differ for absolute length growth (p>0,05).Keywords: curcumin; Cyprinus carpio; larva
Karakteristik Pektin Kulit Buah Sukun (Artocarpus altilis (Park.) Fosberg) dan Uji Kemampuan Adsorpsi Logam Berat pada Limbah Laboratorium Stifera Semarang Khoirul Anwar; Mardiyono Mardiyono; Nuraini Harmastuti
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 22 Nomor 1, April 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.316 KB) | DOI: 10.35799/jis.v22i1.35537

Abstract

Uji karakteristik pektin kulit buah sukun (Artocarpus altilis (Park.) Fosberg) dan uji kemampuan adsorpsi logam berat pada limbah laboratorium stifera Semarang. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan kondisi optimum pektin kulit buah sukun dalam menyerap ion Pb2+ dan Cd2+ terhadap parameter variasi berat, lama waktu kontak, pH dan ukuran partikel serta menentukan persentase penurunan kadar ion Pb2+ dan Cd2+ pada limbah cair laboratorium farmasi. Metode isolasi pektin dilakukan dengan menggunakan metode konvensional dan dilakukan pengujian karakteristik pektin yaitu uji kadar air, kadar abu, berat ekivalen, kadar metoksil, kadar galakturonat, derajat esterifikasi, identifikasi FTIR dan GC-MS. Uji kemampuan adsorpsi logam berat dengan 4 variasi optimasi yaitu berat pektin yaitu 100, 300 dan 500 mg; lama waktu kontak 30, 60, 90 dan 120 menit; pH 4, 5, 6 dan 7; variasi ukuran partikel 80, 100 dan 120 mesh, metode analisis menggunakan alat spektrofotometri serapan atom. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa berat optimum terjadi pada 500 mg, lama waktu kontak 90 menit, pH 5 dan ukuran partikel 120 mesh baik ion Pb2+ dan Cd2+. Hasil tersebut diaplikasikan pada limbah laboratorium farmasi dan didapatkan rata-rata persentase penurunan ion logam Pb2+90,53% dan ion Cd2+ 91,51%.Kata kunci: Adsorpsi; kulit buah sukun; pektinCharacteristics of Breadfruit Peel Pectin (Artocarpus altilis (Park.) Fosberg) and Ability Test of Heavy Metal Adsorption in Waste Stifera Laboratory SemarangABSTRACTCharacteristic test of pectin of breadfruit peel (Artocarpus altilis (Park.) Fosberg) and test of heavy metal adsorption ability in laboratory waste Stifera Semarang. The aim of this study was to determine the optimum conditions for pectin to absorb Pb2+ and Cd2+ ions on the parameters of weight variation, contact time, pH and particle size and to determine the percentage decrease in Pb2+ and Cd2+ ion levels in pharmaceutical laboratory wastewater. Pectin isolation method was carried out using conventional methods and the characteristics of pectin were tested, namely water content, ash content, equivalent weight, methoxyl content, galacturonic content, esterification degree, FTIR identification, GC-MS. Heavy metal adsorption ability test with optimization variations, namely the weight of pectin is 100, 300, 500 mg; length of contact time 30, 60, 90, 120 minutes; pH 4, 5, 6, 7; variation of particle size 80, 100, 120, analytical method using atomic absorption spectrophotometry. The results showed that the optimum weight occurred at 500 mg, contact time of 90 minutes, pH 5 and particle size of 120 both Pb2+ and Cd2+ ions. These results were applied to pharmaceutical laboratory waste and the average percentage reduction of metal ions Pb2+ was 90.53% and Cd2+ ions were 91.51%.Keywords: Adsorption; breadfruit peel; pectin