cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsied@unisba.ac.id
Phone
+6285157882369
Journal Mail Official
bcsied@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 28282515     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2
Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, Berbusana Muslimah, Kewajiban Suami, Konsep Pendidikan, Manajemen Tahfidz Quran, Manajemen Kepesantrenan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Waktu, Mawaddah, Mentoring, Metode Tikrar, Model Pembinaan, Model Project Based Learning, Mufassir, Nilai Pendidikan, Pembelajaran Kitab Kuning, Pembelajaran Tahsin, Pendidikan Karakter, Rahmah (Sikap), Rasa Syukur (Hifdzun nafs), Religius Menulis, Remaja, Sakinah, Tanggung Jawab Pendidik. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 374 Documents
Implikasi Pendidikan QS. Ali Imron Ayat 104 tentang Amar Ma’ruf Nahi Munkar terhadap Akhlak Ahmad Yusuf Afandi; Sobar Al Ghazal; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.394 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4629

Abstract

Abstract. The purpose of this research is to know the content of QS. Ali Imron verse 104 according to the commentators, knowing the opinion of education experts about amar ma'ruf nahi munkar, knowing the essence of the QS. Ali Imran verse 104 and knowing the implications of amar ma'ruf nahi munkar in moral education. This study uses a descriptive-analytical method of collection technique, namely library research by studying in depth various interpretations, books and articles related to the subject matter of the research. The results contained in the Qur'an Surah Ali Imran verse 104 are (1) To be a good human being before Allah, there is an obligation that must be carried out to get to his pleasure, namely amar ma'ruf nahi munkar, whether using actions or words and the weakest way to prevent evil is to use the heart. (2) A person who believes must instill in his heart to invite and teach good things to others so that they can live in harmony and avoid the wrath of Allah subhana wata'ala., In conclusion, Amar ma'ruf nahi munkar is an obligation that must be done In carrying out its implementation, it is necessary to have a group of Muslims engaged in the field of da'wah who always give warnings, whenever there are signs of division and deviation. firmly calls for virtue, enjoins what is right (good) and forbids what is evil (evil). Abstrak. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui isi kandungan QS. Ali Imron ayat 104 menurut para mufassir, mengetahui pendapat para ahli pendidikan tentang amar ma’ruf nahi munkar, mengetahui esensi QS. Ali Imran ayat 104 dan mengetahui implikasi amar ma’ruf nahi munkar dalam pendidikan akhlak, Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis teknik pengumpulan yaitu kepustakaan (library research) dengan mengkaji secara mendalam berbagai tafsir, buku dan artikel yang berhubungan dengan pokok masalah penelitian. Hasil yang terdapat dalam Al-Qur’an surah Ali Imran ayat 104 adalah (1) Untuk menjadi manusia yang baik di hadapan allah maka ada sebuah kewajiban yang harus di jalan kan untuk menuju ridho nya yaitu amar ma’ruf nahi munkar, baik itu menggunakan perbuatan atau perkataan dan selemah-lemah mencegah kemunkaran yaitu menggunakan hati. (2) Seseorang yang beriman haruslah menanamkan dalam hati nya untuk mengajak dan mengajarkan hal yang baik kepada sesama nya agar dapat hdup rukun dan terhindar dari murka nya Allah subhana wata’ala., Kesimpulannya Amar ma’ruf nahi munkar merupakan suatu kewajiban yang harus di laksanakan dalam pelaksanaan nya perlu adanya segolongan umat islam yang bergerak dalam bidang dakwah yang selalu memberi peringatan, bila mana nampak gejala-gejala perpecahan dan penyelewengan Karena pada ayat ini di perintahkan agar supaya di antara umat Islam ada segolong umat yang berlatih di bidang dakwah yang dengan tegas menyerukan kebajikan, menyuruh kepada yang makruf (baik) dan mencegah yang mungkar (keji).
Pembelajaran Akidah Akhlak Dimasa Pandemi Daryani Umbara; Enoh; Ikin Asikin
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.856 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4635

Abstract

Abstract. The objectives of this study are to: (1) describe the learning planning of moral aqidah education at MI Babur Royyan during a pandemic. (2) Describing the implementation of moral aqidah education learning at MI Babur Royyan during a pandemic. (3) Describe the evaluation of moral aqidah education at MI Babur Royyan during a pandemic. (4) Describe the supporting and inhibiting factors of moral aqidah education at MI Babur Royyan during the pandemic. This research uses a qualitative approach and the type is descriptive qualitative. The research is located at MI Babur Royyan. In-depth interviews were conducted with MI school principal Babur Royyan, Akhlah Akidah teachers, and several sixth grade students accompanied by documentation and observations made by researchers in collecting research data. The results of this study indicate that: (1) learning planning at MI Babur Royan During this pandemic, it is still following the recommendations of the government and madrasa policies in planning learning during the pandemic. (2) The implementation of moral aqidah learning at MI Babur Royan is carried out online and offline. Online learning is carried out through Whats APP groups and offline learning is carried out with a limited time, the learning process uses the lecture method, question and answer. (3) the evaluation/assessment of Akidah Akhlak Education is carried out by assessing skills through daily assignments given through whats app groups, Attitude assessment is carried out through teacher observations during offline learning, and knowledge assessment is carried out through exams conducted offline by taking questions at school and do it at home. (3) the supporting factor for learning morals during this pandemic is cellphones owned by students, while the constraining factor is the power of the internet, besides that teachers find it difficult to controlcellphones in using cellphones. Abstrak. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk: (1)mendeskripsikan perencanaan pembelajaran Pendidikan akidah akhlak di MI Babur Royyan pada pandemic. (2)Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Pendidikan akidah akhlak di MI Babur Royyan pada pandemic. (3)Mendeskripsikan evaluasi Pendidikan akidah akhlak Di MI Babur Royyan Pada pandemic. (4)Mendeskripsikan factor pendukung dan penghambat Pendidikan akidah akhlak Di MI Babur Royyan Pada pandemic. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenisnya berupa deskriptif kualitatif. Penelitian berlokasi di MI Babur Royyan. Wawancara mendalam dilakukan Bersama kepala sekolah MI Babur Royyan, Guru akidah akhlah, dan beberapa siswa kelas VI disertai dengan dokumentasi dan observasi yang dilakukan peneliti dalam mengambil data penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) perencanaan pembelajaran di MI Babur Royan Pada masa pandemic ini tetap mengikuti anjuran pemerinta dan kebijakan madrasah dalam perencanaan pembelajaran dimasa pandemic. (2) Pelaksanaan pembelajaran akidah akhlak di MI Babur Royan dilakukan dengan daring dan luring. Pembelajaran daring dilakukan melaului Whats APP grup dan pembelajaran luring dilaksanakan dengan waktu terbatas, proses pembelajaranya menggunakan metode ceramah, tanya jawab. (3) evaluasi/penilaian Pendidkan Akidah Akhlak dilakukan dengan penilaian keterampilan lewat tugas tugas harian yang diberikan melalui whats app grup, penilaian Sikap dilakukan melalui observasi guru pada saat pembelajaran luring, dan penilaian pengetahuan dilakukan melalui ujian yang dilakukan secara luring dengan mengambil soal disekolah dan mengerjakanya dirumah. (3) factor pendukung pembelajaran akidah akhlak dimasa pandemic ini yaitu hanphone yang dimiliki siswa, sedangkan factor penghamat yaitu kekuatan internet, selain itu juga guru sulit mengontrol penggunaan hanphone siswa dalam penggunaan hanphone.
Analisis Nilai-Nilai Karakter dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Virga Novryansyah; Dedih Surana
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.151 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4779

Abstract

Abstract. Through his literary work in the form of a novel, Buya Hamka contributed to advancing the education in Indonesia by contributing to his critical thoughts in the novel entitled “The Singking of Van Der Wijck”. The Researcher wants to carry out this research to find out and analyze what character education is contained in the novel “The Singking of Van Der Wijck”. The research method used in this research is descriptive qualitative method, which aims to describe, summarize, phenomena, and situations of social reality that occur in society. Through this method the researcher tries to observe and understand the object of research with the aim and obtaining the meaning of each words, text, sentence and paragraph. The result of this study indicate that Buya Hamka has succeeded in contributing knowledge intelligently and critically inserted into every word, text, sentence and paragraph contained in the novel “The Singking of Van Der Wijck”. It makes the readers have a devout and pious personality and know the values of character education, especially the educational values of teaching Islamic Religious Education. Abstrak. Melalui karya sastra yang berbentuk novel, Buya Hamka, turut berkontribusi dalam memajukan bidang pendidikan di Indonesia. Dengan turut membantu menyumbangkan pemikiran-pemikiran kritisnya dalam novel yang berjudul “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck”. Maka dari itu peneliti ingin mengangkat penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pendidikan karakter apa saja yang terkandung dalam novel “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck”. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan, meringkaskan, fenomena dan situasi realita sosial yang terjadi di masyarakat. Melalui metode ini peneliti berusaha mengamati dan memahami objek penelitian dengan tujuan untuk memperoleh dan mendapatkan makna, arti dari setiap kata, teks, kalimat dan paragraf. Hasil penelitian ini menunjukan bahwasannya, Buya Hamka berhasil memberikan sumbangsih ilmu-ilmu pengetahuan yang dengan cerdas dan kritis disisipkan kedalam setiap kata, teks, kalimat dan paragraf yang terdapat dalam novel “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck”. Sehingga menjadikan pembacanya memiliki pribadi yang taat dan bertakwa serta mengetahui nilai-nilai pendidikan karakter terutama nilai-nilai pendidikan pada ajaran agama Islam.
Implikasi Pendidikan dari Qur’an Surat An-Nisa Ayat 36 tentang Etika Bertetangga terhadap Upaya Penanaman Etika Bertetangga di Keluarga Azkia Rahman Kafie; Aep Saepudin; Eko Surbiantoro
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.5094

Abstract

Abstract. Human is a social being which means he needs another human being. Human cannot control his own life in daily life. As a result, humans need help of other humans. Islam has established rules and moral values for every believer, including those related to social life that ensure happiness for every Muslim. However, based on what is happening today, Muslims themselves are far from the principles that have been set by Islam. Neighbors are part of one form of life socialization. As a social being, everyone has a desire to have a neighbor. The reason is, without neighbors, the neighborhood will not be comfortable. However, having neighbors who do not know manners is also one of the causes of uncomfortable housing. The purpose of this study is to find out the opinions of Mufassir about QS. An-Nisa verse 36, to find out the Essence of QS. An-Nisa verse 36 according to Mufassir, to find out the opinions of Education experts on neighboring Ethics, to find out the Educational Implications of QS. An-Nisa verse 36 concerning Neighboring Ethics towards the Efforts to Invest Neighboring Ethics in the Family. This study uses a qualitative approach. The research is carried out by observing on certain sources, examining books, articles or others related to the title. The type of the research used is library research, which is carried out to solve a problem that basically rests on a critical and in-depth review of relevant literature materials. In obtaining data, facts and information that will complete and explain the problems in writing the thesis, the researcher uses descriptive methods. The essence of Surat An-Nisa verse 36 is: 1) a benchmark of one's faith seen from the actions of one's neighbors, 2) positioning neighbors as part of the family, and 3) good interactions in the family to build harmonious relationships among neighbors. Meanwhile for the Educational Implications of the Surah An-Nisa verse 36 concerning Neighborly Ethics on Education in the Family is that 1) people are obliged to instill a religious soul in family members, 2) families participate in community activities in the community, 3) parents and family members foster love and affection for neighbors, and 4) good neighbors are a source of happiness. Abstrak. Manusia adalah makhluk sosial yang artinya membutuhkan manusia lainnya. Manusia tidak dapat mengontrol kehidupannya sendiri dalam sehari-hari. Akibatnya, manusia membutuhkan bantuan manusia lain. Islam telah menetapkan aturan serta nilai moral bagi setiap pemeluknya, termasuk yang berkaitan dalam kehidupan sosial yang menjamin kebahagiaan bagi setiap muslim. Namun, berdasarkan apa yang terjadi saat ini, umat Islam sendiri jauh dari prinsip-prinsip yang sudah ditetapkan oleh Islam. Bertetangga merupakan bagian dari salah satu bentuk sosialisasi kehidupan. Sebagai makhluk sosial, setiap orang memiliki keinginan untuk mempunyai tetangga. Alasannya, tanpa adanya tetangga, lingkungan tempat tinggal tidak akan nyaman. Akan tetapi, memiliki tetangga yang tidak tahu sopan santun jua menjadi salah satu penyebab tidak nyamannya tempat tinggal. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pendapat para Mufassir tentang QS. An-Nisa ayat 36, mengetahui Esensi dari QS. An-Nisa ayat 36 menurut para Mufassir, mengetahui pendapat para pakar Pendidikan tentang Etika Bertetangga, mengetahui Implikasi Pendidikan dari QS. An-Nisa ayat 36 tentang Etika Bertetangga Terhadap Upaya Penanaman Etika Bertetangga di Keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan dengan mencermati sumber tertentu, mencari, menelaah buku-buku, artikel atau lainnya yang berkaitan dengan judul. Jenis penelitian yang digunakan adalah kepustakaan (library research), yaitu tela’ah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penela’ah kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Dalam memperoleh data, fakta dan informasi yang akan melengkapkan dan menjelaskan permasalahan dalam penulisan skripsi, peneliti menggunakan metode deskriptif. Esensi dari Surat An-Nisa ayat 36 yaitu: 1) tolok ukur keimanan seseorang dilihat dari perbuatan terhadap tetanggnya, 2) memposisikan tetangga sama halnya bagian dari keluarga, dan 3) interaksi yang baik di keluarga membangun hubungan yang harmonis di kalangan tetangga. Sedangkan untuk Implikasi Pendidikan dari Surat An-Nisa Ayat 36 tentang Etika Bertetangga Terhadap Pendidikan di Keluarga adalah 1) orang tua berkewajiban untuk menanamkan jiwa yang religius kepada anggota keluarga, 2) anggota keluarga ikut berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan di rukun warga, 3) orang tua dan anggota keluarga menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang kepada tetangga, dan 4) tetangga yang baik merupakan sumber kebahagiaan.
The Concept of Moral Education in the Family Based on the Quran Surah Al-Isra' Verses 23-24 Aditya Muhammad Anugrah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.5137

Abstract

Abstract. Moral education is an effort to develop morals so that humans have noble morals. The number of students fighting, drinking, gambling, insulting their parents, and even killing them shows a moral collapse among young people. As a result, methodical action to remedy this scenario is necessary, including enhancing the important role of parents and instructors in promoting student morale. In these circumstances, parents play an important role and are the most effective community to encourage good behavior in children. This research is a type of library research or library research. Library research is a type of research that collects data from various written sources, this study uses a qualitative research approach. The primary data in this study is a study of the text of the Qur'an, especially Surah iAl-Isra' verse i23-24. As well as various interpretations of Al such as the interpretation of Al Misbah, the interpretation of Al iAzhar, the interpretation of Jalalain and other interpretations. The main reason the author takes Surah Al-Isra' verses i23-24 is because there is an interest in the author of that letter, which according to the author still has values that have not been previously described. The data analysis techniques used by the authors in this study are content analysis techniques and literature review. The results of this study show that there are several essences contained in Al-Qur'an Surah Al-Isra' verses 23-24, namely: (1) Morals towards Allah Subhanahu Wata'ala, (2) Morals towards Family. The values of moral education in the Al-Qur'an surah Al-Isra' verses 23-24 are: (1) Tauhid Education and (2) Birrul Walidain Education (Morals Against Old People). Abstrak. Pendidikan akhlak imerupakan upaya untuk mengembangkan akhlak agar manusia berakhlak mulia. Banyaknya siswa yang berkelahi, minum minuman keras, berjudi, menghina orang tua, bahkan membunuh mereka menunjukkan keruntuhan moral di kalangan anak muda. Akibatnya, tindakan metodis untuk memulihkan skenario ini diperlukan, termasuk meningkatkan peran penting orang itua idan instruktur dalam mempromosikan moral siswa. Dalam keadaan ini, orang itua memainkan peran penting dan merupakan komunitas yang paling efektif iuntuk mendorong perilaku baik anak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan atau library research. Penelitian kepustakaan merupakan jenis penelitian yang mengumpulkan data-data idari berbagai sumber tertulis, penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Data primer dalam penelitian ini adalah kajian teks Al-Qur’an, khususnys Surat iAl-Isra’ iayat i23-24. Serta berbagai tafsir Al seperti tafsir Al Misbah, tafsir Al iAzhar, tafsir Jalalain dan tafsir-tafsir lainnya. Alasan utama penulis mengambil Surat Al-Isra’ iayat i23-24 karena ada ketertarikan penulis terhadap surat itu iyang imenurut penulis masih ada inilai nilai iyang belum terdeskripsikan sebelumnya. Adapun teknik analisis data yang idigunakan oleh penulis dalam penelitian ini yaitu teknik analisis konten (Content iAnalysis) dan pengkajian literatur. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat beberapa esensi yang terkandung dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra’ ayat 23-24 yaitu: (1) Akhlak iterhadap Allah Subhanahu Wata’ala, (2) Akhlak terhadap Keluarga. Nilai-nilai pendidikan akhlak dalam Al-Qur’an surat Al-Isra’ ayat 23-24 yaitu: (1) Pendidikan Tauhid dan (2) Pendidikan Birrul Walidain (Akhlak Terhadap Orang iTua).
Pengelolaan Pembelajaran Inklusi pada Mata Pelajaran PAI Bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SMP Ibnu Sina Bandung Syavira Nurlita
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.5497

Abstract

Abstract. Children with special needs are still underestimated by the general public. And also children with special needs are able to get national education that is equivalent to normal children. Therefore education for children with special needs is indeed very important to support their belief in following the level of education in accordance with their level of intelligence. In this study, it discusses how to manage inclusive school education, specifically in PAI subjects at SMP Ibnu Sina Bandung. The research method used is descriptive qualitative. Then the research subjects were 7 informants consisting of the Principal of the Ibnu Sina Middle School, 2 PAI teachers, and 4 accompanying teachers. Data collection techniques: Observation, documentation, and interviews. Data analysis techniques: Data collection, data reduction, and data presentation. The results of the research show that: (1) In inclusive learning planning there is a curriculum that is adapted according to the conditions and needs of children, class management, teacher mapping, making individual learning programs, preparing lesson schedules, learning materials and learning media. (2) In the implementation of inclusive learning in PAI subjects for Slow leaner children, Autistic children, and Dyslexic children who are accompanied by a companion teacher. (3) In the learning evaluation carried out in inclusive schools, namely the evaluation carried out, namely diagnostic evaluation and formative evaluation. (4) The driving factors and inhibiting factors for inclusive learning are external and internal factors. Abstrak. Anak berkebutuhan khusus masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat umum. Dan juga anak berkebutuhan khusus mampu mendapatkan pendidikan nasional yang setara dengan anak normal. Maka dari itu pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus memang sangat penting untuk menunjang kepercayaan mereka dalam mengikuti jenjang pendidikan sesuai dengan tingkat kecerdasan yang dimiliki. Pada penelitian ini membahas tentang bagaimana pengelolaan pendidikan sekolah inklusi khusus nya pada mata pelajaran PAI di SMP Ibnu Sina Bandung, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan pembelajaran sekolah inklusi, pelaksanaan pembelajaran inklusi, evaluasi pembelajaran inklusi, serta faktor pendorong dan penghambat pembelajaran inklusi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Kemudian subjek penelitian 7 narasumber yang terdiri dari Kepala Sekolah SMP Ibnu Sina, 2 guru PAI, dan 4 Guru pendamping. Teknik pengumpulan data: Observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data: Pengumpulan data, Reduksi data, dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukan Bahwa: (1) Pada perencanaan pembelajaran inklusi terdapat kurikulum yang diadaptasikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anak, pengelolaan kelas, pemetaan guru, pembuatan program pembelajaran individu, penyusunan jadwal pelajaran, materi pembelajaran serta media pembelajaran. (2) Pada pelaksanaan pembelajaran inklusi pada mata pelajaran PAI pada anak Slow leaner, anak Autis, dan pada anak Disleksia yang didampingi oleh guru pendamping. (3) Pada evaluasi pembelajaran yang dilakukan pada sekolahan inklusi yaitu evaluasi yang dilakukan yaitu evaluasi diagnostic dan evaluasi formatif. (4) Pada faktor pendorong dan penghambat pembelajaran inklusi yaitu terdapat pada faktor eksternal dan internal.
Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Pada Buku Tidak di Ka'bah, di Vatikan, atau di Tembok Ratapan Tuhan ada di Hatimu karya Husein Ja'far Al-Hadar Farhan Fauzi; Ayi Sobarna; Heru Pratikno
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.5511

Abstract

Abstract. Along with the development of information technology, the anonymous phenomenon of using digital shows attitudes that are contrary to social values, such as the spread of hate speech, production and dissemination of false information (hoaxes) and various online fraud and crime. In forming and changing ahakt attitudes not only through formal education, but also through work, one of the works is the book Tidak di Ka’bah, di Vatikan, atau di Tembok Ratapan Tuhan da di Hatimu by Husein Ja'far Al-Hadar. This book explains the importance of having a moral attitude in living everyday life. Therefore, this book is present in the midst of phenomena that often occur in society. The purpose of this research is to describe the values of moral education, the essence of moral education, and the implications of moral education in the book Tidak di Ka'bah, di Vatican, atau di Tembok Ratapan Tuhan ada di Hatimu by Husein Ja'far Al-Hadar. The research method used is literature study. While the approach used in this research is descriptive qualitative research. Qualitative research is research based on natural phenomena that occur in society. Therefore, qualitative research describes what phenomena occur in society both from words and deeds. Literature study is the method used in this research, literature study is by reading and understanding from various existing literature relevant to the research being taken in order to obtain the data to be used. The results of this study conclude that moral education is a very important aspect that must be possessed by every Muslim community because morals are interrelated with faith. In this book there are 15 morals contained, namely: caring for others, humble, self-control, kind-minded, competing in kindness, responsibility, critical thinking, fairness, tolerance, low self-esteem, compassion, inner independence, patience and love, respect and sympathize. Abstrak. Seiring berkembangnya teknologi informasi, fenomena anonim dalam menggunakan digital menunjukan sikap yang bertentangan dengan nilai sosial masyarakat seperti penyebaran ujaran kebencian (hate speech), produksi dan penyebaran informasi palsu (hoaks) dan berbagai penipuan online dan kriminalitas. Dalam membentuk dan mengubah sikap akhakt tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi bisa juga melalui karya, salah satu karya yaitu dengan buku Tidak di Ka’bah, di Vatikan, atau di Tembok Ratapan Tuhan ada di Hatimu karya Husein Ja’far Al-Hadar. Di dalam buku ini dijelaskan akan pentingnya memiliki sikap akhlak dalam menjalani kehidupan sehari-hari oleh sebab itu, buku ini hadir di tengah fenomena-fenomena yang sering terjadi di tengah masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan apa saja nilai-nilai pendidikan ahklak, esensi pendidikan ahklak, dan implikasi pendidikan ahklak dalam buku Tidak di Ka’bah, di Vatikan, atau di Tembok Ratapan Tuhan ada di Hatimu karya Husein Ja’far Al-Hadar. Metode penelitian yang digunakan ini adalah studi pustaka. Sedangkan pendekatan yang digunakan penelitian ini penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang berdasarkan fenomena alamiah yang terjadi di masyarakat. Oleh karena itu, penelitian kualitatif mendeskripsikan fenomena apa yang terjadi di masyarakat baik dari perkataan maupun perbuatan. Studi pustaka merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini, studi pustaka adalah dengan membaca dan memahami dari berbagai literatur yang ada dan relevan dengan penelitian yang diambil guna memperoleh data yang akan digunakan. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan akhlak merupakan aspek yang sangat penting yang harus dimiliki oleh setiap umaat muslim karena akhlak saling berkaitan dengan iman. Dalam buku ini ada 15 akhlak yang terkandung yaitu: peduli sesama, rendah hati, kontrol diri, berbaik sangka, berlom-lomba dalam kebaikan, tanggung jawab, berpikir kritis, berlaku adil, toleransi, rendah diri, kasih sayang, merdeka dalam diri, sabar dan mengasihi, hormat dan bersimpati.
Korelasi Pembinaan Sikap Jujur dan Disiplin Siswa Terhadap Hasil Pengukuran Behaviorisme Menurut Guru PAI dan Guru BK di Salah Satu Sekolah Jenjang Menengah Cisaat Sukabumi Razi Rafsanjani; Erham Wilda
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.5537

Abstract

Abstract. This study explains how the correlation between honest attitudes and student discipline, how to foster honest attitudes and student discipline on ithe results of measuring behaviorism, and how much influence behaviorism has on honest attitudes and student discipline. The identification in this study the lack of honesty and discipline of student was caused by various factors including sosial factors, environment, lack of attetion from parent, and lack teachers of in using a method or approach in educating students. This can be seen from the many students who are often late to iclass, do not pay monthly fees to school are difficult to regulate. This study uses quantitative approach to the descriptive method to find out how the correlation between fostering honest and disciplined attitudes towards measuring behaviorism. The samples in this study i60 students and two teachers. The data analysis tecnique used the likert scale and iregression. Results this study indicate that honesty and discipline are quite good with an average score of 72% honest attitude, 78% average student discipline, an 80,86% teachers assessment of istudent. The value of the correlation coeficient final results of fostering attitudes of istudent has an R ivalue of 0,447 with significance number of X1 Sig= 0.010 igreater than> i0,05, iand X2 Sig. 0.001<0.05 and X2 Sig. 0.001<0.05, which means that it can be said that the dependent variables X1, X2, and Y. Have significant relationship or influence of 44,7%. Abstrak. Penelitian ini menjelaskan mengenai bagaimana korelasi antara sikap jujur dan disiplin siswa, bagaimana pembinaan sikap jujur dan disiplin siswa terhadap hasil pengukuran behaviorisme, serta seberapa besar pengaruh behaviorisme terhadap sikap jujur dan disiplin siswa. Identifikasi masalah dalam penelitian ini kurangnya sikap jujur dan disiplin siswa disebabkan berbagai faktor diantaranya fakror pergaulan, lingkungan, kurang nya perhatian orang tua, dan kurangnya guru dalam menggunakan metode atau pendekatan dalam mendidik siswa. Fenomena tersebut dapat di lihat dari banyak nya siswa yang sering terlambat masuk kelas, tidak membayarkan uang bulanan ke sekolah, sulit di atur terhadap tata tertib dan lain sebagainya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode deskriptif untuk mengetahui bagaimana korelasi antara pembinaan sikap jujur dan disiplin terhadap pengukuran ibehaviorisme. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X berjumlah 60 siswa. Sedangkan teknik analisis data peneliti menggunakan skala likert dengan analisis regresi. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat sikap jujur dan disiplin terbilang cukup baik dengan nilai rata-rata sikap jujur 72%, nilai rata-rata disiplin isiswa i78%, dan penilaian guru terhadap siswa 80,86%. Nilai koefisiansi korelasi mempunyai nilai R sebesar= 0,447 dengan angka signifikansi X1 Sig. 0,010>0,05, dan X2 Sig. 0,001<0,05 maka dapat dikatakan antara variabel terikat X1, X2, dan Y memiliki hubungan atau pengaruh cukup signifikan sebesar 44,7%.
Implikasi Pendidikan dari QS. Az-Zumar ayat 9-10 tentang Taat dan Bertakwa Kepada Allah terhadap Upaya Pembinaan Akidah dan Akhlak Hadist Dwi Fajri Muhammad Darmawan; Eko Subiantoro; Helmi Aziz
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.5567

Abstract

Abstract. The role of faith and morals has a very important position in making us as educators able to teach and provide a good understanding to a child. The reason for this research was raised because it was motivated by several phenomena that occurred in modern times, namely cases of deviations in faith and morals that occurred. Through this, it is necessary to develop aqeedah and develop akhlak. This study aims to find out the opinion of the mufassir, the essence of the verses in QS. Az-Zumar verses 9-10, the opinion of experts regarding the development of aqeedah and morality, to find out the implications of qs az-zumar verses 9-10 about obeying and fearing Allah SWT for the development of akidah and morality. This research uses a qualitative approach and a descriptive-analytic method with a literature study. The content of this verse is that these believers obey Allah, they carry out the night prayer while he is afraid and hopes, they are people who think about the verses of Kauniyah, maintain a relationship with Allah, and the command to emigrate to develop goodness and be patient in facing it. According to coaching experts, what can be done is to direct feelings, train thoughts, teach the concept of the pillars of Islam, study commendable behavior and educate firmness in faith and be ready to sacrifice for it. The implications of QS. Az-Zumar verses 9-10 this is that a Muslim must seek guidance on feelings and become a thinking person so that he does not experience deviations, educators, namely parents and teachers can learn an understanding of carrying out true faith so that they can prohibit children regarding matters of faith, giving understanding of spiritual intelligence, giving advice to children regarding true faith and noble morals. Abstrak. Peran akidah dan akhlak memiliki kedudukan yang sangat penting menjadikan kita sebagai pendidik untuk bisa mengajar dan memberikan pemahaman yang baik kepada seorang anak Alasan penelitian ini diangkat karena dilatarbelakangi oleh beberapa fenomena yang terjadi di zaman modern yaitu maraknya kasus penyimpangan akidah dan akhlak yang terjadi. Melalui hal tersebut maka dibutuhkan pembinaan akidah dan pembinaan akhlak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapat para mufassir, esensi ayat yang ada pada QS. Az-Zumar ayat 9-10, pendapat para ahli mengenai pembinaan akidah dan akhlak, serta mengetahui implikasi pendidikan dari QS. Az-Zumar ayat 9-10 tentang taat dan bertakwa kepada Allah terhadap upaya pembinaan akidah dan akhlak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-analitik dengan studi literatur. Hasil penelitian dari ayat ini ialah orang mukmin tersebut taat kepada Allah mereka melaksanakan sholat malam, mereka ialah orang yang berfikir merenungi ayat-ayat kauniyah, bertakwa kepada Allah, dan perintah untuk berhijrah mengembangkan kebajikan serta bersabar menghadapinya. Menurut para ahli pembinaan yang dapat dilakukan yaitu melakukan pengarahan terhadap perasaan, melakukan pembinaan pemikiran, mengajari konsep rukun islam membiasakan perilaku terpuji dan mendidik keteguhan dalam akidah. Implikasi dari QS. Az-Zumar ayat 9-10 ini ialah seorang muslim harus berupaya melakukan pengarahan terhadap perasaan serta menjadi orang yang berfikir agar tidak mengalami penyimpang, pendidik yaitu orang tua dan guru dapat mempelajari pemahaman mengenai akidah yang benar agar dapat mengajarkan kepada anak mengenai persoalan akidah, memberikan pemahaman berkaitan kecerdasan spiritual, memberikan nasehat berkenaan akidah dan akhlak yang mulia.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti melalui Model Discovery Learning Isna Ayu Nurmaidah Isna; Huriah Rachmah; Dedih Surana
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.5662

Abstract

Abstract. The research was conducted at SDN Babakan Sukamulya class IV with the aim of knowing whether there was an increase in student learning outcomes through model discovery learning on Islamic Religious Education subjects and Budi Pekerti (PAIBP). This study uses a quantitative approach, method quasi experiment with a design shape Nonequivalent Control Group Design. The results of research in the experimental class (IVB) and control class (IVA) shows 1) The learning process in the experimental class seen from the preparation of the Learning Implementation Plan (RPP) of 92.30% components are complete, while 7.69% sub components are incomplete. Implementation learning results in a percentage of 90.4% in the very category satisfactory out of 19 sub-indicators with a score of 95, while 2 sub-indicatorsothers get a score of 10 with a percentage of 9.52%; 2) Learning outcomes students experienced an increase after being given the model treatment discovery learning including cognitive with an average before (58.23) after (90.77), affective before (71.9) after (92.45), psychomotor before (73.8) after (86.68). Differences in learning outcomes between control classes and experimentally proven by test analysist, cognitive t count (6,874) > t table (2.018), affective t count (10,145) > t table (2.018), psychomotor t count (3,002) > t table (2.018), so it is concluded that the model discovery learning can improve student learning outcomes PAIBP lessons in class IV; 3) Factors supporting the learning process influenced by school factors, RPP, LKPD, assessment instruments, model sused. The inhibiting factor is the need for adaptation regarding the model learning used as well as field conditioning is required separation between the experimental class and the control class. Abastrak. Penelitian dilakukan di SDN Babakan Sukamulya kelas IV bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar siswa melalui model discovery learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, metode quasi eksperimen dengan bentuk desain Nonequivalent Control Grup Desain. Hasil penelitian di kelas eksperimen (IVB) dan kelas kontrol (IVA) menujukkan 1) Proses pembelajaran di kelas eksperimen dilihat dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebesar 92,30 % komponen sudah lengkap, sedangkan 7,69% sub komponen belum lengkap. Pelaksanaan pembelajaran mengahasilkan persentase sebesar 90,4% dengan kategori sangat memuaskan dari 19 sub indikator dengan skor 95, sedangkan 2 sub indikator lainnya mendapatkan skor 10 dengan peresentase sebesar 9,52%; 2) Hasil belajar siswa mengalami peningkatan setelah diberi perlakuan model discovery learning diantaranya kognitif dengan rata-rata sebelum (58,23) setelah (90,77), afektif sebelum (71,9) setelah (92,45), psikomotor sebelum (73,8) setelah (86,68). Perbedaan hasil belajar antara kelas kontrol dan eksperimen dibuktikan dengan analisis uji t, ranah kognitif t hitung (6,874) > t tabel (2,018), ranah afektif t hitung (10,145) > t tabel (2,018), ranah psikomotor t hitung (3,002) > t tabel (2,018), jadi, disimpulkan bahwa model discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAIBP di kelas IV; 3) Faktor pendukung proses pembelajaran dipengaruhi oleh faktor sekolah yaitu RPP, LKPD, Instrument penilaian, model yang digunakan. Faktor penghambat yaitu perlunya adaptasi mengenai model pembelajaran yang digunakan serta pengkondisian lapangan diharuskan adanya pemisahan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.