cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsied@unisba.ac.id
Phone
+6285157882369
Journal Mail Official
bcsied@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 28282515     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2
Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, Berbusana Muslimah, Kewajiban Suami, Konsep Pendidikan, Manajemen Tahfidz Quran, Manajemen Kepesantrenan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Waktu, Mawaddah, Mentoring, Metode Tikrar, Model Pembinaan, Model Project Based Learning, Mufassir, Nilai Pendidikan, Pembelajaran Kitab Kuning, Pembelajaran Tahsin, Pendidikan Karakter, Rahmah (Sikap), Rasa Syukur (Hifdzun nafs), Religius Menulis, Remaja, Sakinah, Tanggung Jawab Pendidik. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 374 Documents
Nilai-Nilai Aqidah Islam yang Terkandung dalam Novel Kembara Rindu Karya Habiburrahman El Shirazy Intan Nurfauziah; Sobar Al Ghazal; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.709 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4597

Abstract

Abstract. Nowadays value of aqidah has an important role for a person in living life, especially in the understanding and application of islamic religious values that he embraced. Aqidah value the main key for a person to live in harmony. Aqidah value can be obtained from anywhere, not only fixated on textbooks, but also can be obtained from literary works, one of which is novelsThis study aims to explore and analyze the values of aqidah and character typology contained in the Novel kembara rindu so that readers can understand and learn from the wisdom conveyed by the author. This research discusses the values of moral education contained in the novel of fouras the main characters, This research uses qualitative approach which is descriptive analysis approach, and using literature research method.The results of this study are moral values conducted by 4 main characters in the novel, one of which is Syifa who has an honest nature and Ridho who religious blessing and trust And also in the novel contained aqidah values such as,(1) such as taqarub to Allah such as praying, praying, blessing Allah, dzikir, istighfar and reading the Qur'an (2) Typology of characters in novels related to aqidah, such as hard workers, syaja'ah (brave), religious , honest and helpful (3) The implications of the values of aqidah in the novel of the longing traveler for a Muslim, such as praying, seeking religious knowledge, religious and gentle educators, broadcasting the Qur'an, covering aurat and loving orphans. Abstrak. Dewasa ini, nilai- nilai aqidah memiliki peranan penting bagi seseorang dalam menjalani kehidupan, terutama dalam pemahaman serta penerapan nilai-nilai agama Islam yang dianutnya. Nilai-nilai Aqidah dapat diperoleh darimana saja, tidak hanya terpaku kepada buku pelajaran, namun juga dapat diperoleh dari karya sastra, salah satunya adalah novel.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu pendekatan deskriptif analisis,Hasil penelitian ini adalah nilai-nilai aqidah yang dilakukan oleh empat tokoh utama di dalam novel, salah satunya dalah syifa yang memiliki sifat jujur dan ridho yang religius dan amanah. Dan juga di dalam novel tersebut terkandung nilai-nilai aqidah seperti, (1)seperti taqarub kepada Allah seperti berdoa,sholat, ridho Allah,dzikir, istighfar dan membaca Al-Qur’an(2)Tipologi tokoh di dalam novel yang berkaitan dengan aqidah, seperti pekerja keras, syaja’ah (berani), religius,jujur dan tolong menolong (3)Implikasi nilai-nilai aqidah dalam novel kembara rindu bagi seorang muslim,seperti menunaikan sholat,menuntut ilmu agama,pendidik yang religius dan penuh kelembutan,mensyiarkan Al-Qur’an, menutup aurat dan menyayangi anak yatim.
Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Dalam Novel Ada Surga di Rumahmu Karya Oka Aurora Yani Amelia Wati; Mujahid Rasyid; Helmi Aziz
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.184 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4601

Abstract

Abstract. Moral education is an Islamic teaching which certainly gets very serious attention. Moral education must be carried out intensively, so that a person can fortify his physical and spiritual development with religious knowledge. Given that there are still many phenomena of low student morals. In addition to Al-Quran and Hadith as the main source of moral education and formal education textbooks, literary works such as novels can also be used as media in learning. Given in a novel there are many messages or messages that can be learned. The purpose of this study was to obtain an in-depth picture of the values ​​of moral education in the novel Ada Surga di Rumahmu Karya Oka aurora. In this study the author uses the type of library research (library research). Based on the results of the study, the values ​​of moral education contained in the Ada Langit di Rumahmu novel are (1) morals towards God, such as faith in God, humility, sincerity, gratitude and prayer. (2) morals towards oneself, such as patience, trust, honesty, and courage. (3) morals towards fellow human beings, such as respect, affection, advice, and help. (4) morals towards parents, such as birrul walidain. The characters contained in the novel Ada Heaven in Your Home by Oka Aurora are (1) Ramadan, namely the spirit of achieving goals, and being firm. (2) Abuya Karim i.e. merciful and brave. (3) Umi Humaira is a hard worker and gentle. (4) Buya Athar, namely self-confidence. (5) Raniah is quiet and diligent. (6) Longing is hospitality. (7) Kirana is manners. Abstrak. Pendidikan akhlak merupakan ajaran islam yang tentu saja mendapat perhatian yang sangat serius. Pendidikan akhlak harus dilakukan secara intensif, agar seseorang dapat membentengi perkembangan jasmani dan rohaninya dengan ilmu agama. Mengingat masih banyak ditemukan fenomena gejala rendahnya akhlak peserta didik. Selain Al-Quran dan Hadist sebagai sumber utama pendidikan akhlak kemudian buku pelajaran pendidikan formal, karya sastra seperti novel juga bisa dijadikan media dalam pembelajaran. Mengingat dalam sebuah novel banyak ditemui amanat atau pesan yang dapat diambil pelajarannya. Tujuan dari peneleitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi mendalam tentang nilai-nilai pendidikan akhlak dalam novel Ada Surga di Rumahmu karya Oka aurora. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Beradasarkan hasil penelitian, nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam novel Ada Surga di Rumahmu, yaitu (1) akhlak terhadap Allah, seperti beriman kepada Allah, husnudzon, ikhlas, syukur dan berdoa. (2) akhlak terhadap diri sendiri, seperti sabar, amanah, jujur, dan keberanian. (3) akhlak terhadap sesama manusia, seperti menghormati, kasih sayang, nasihat, dan tolong menolong. (4) akhlak terhadap orang tua, seperti birrul walidain. Adapun karakter tokoh yang terdapat dalam novel Ada Surga di Rumahmu karya Oka Aurora yaitu (1) Ramadhan, semangat menggapai cita-cita, dan teguh pendirian. (2) Abuya Karim, penyayang dan pemberani. (3) Umi Humaira, Pekerja keras dan lemah lembut. (4) Buya Athar, percaya diri. (5) Raniah, pendiam dan rajin. (6) Rindu yakni ramah tamah. (7) Kirana yakni sopan santun.
Pengelolaan Program Cerdas Spiritual dalam Pembentukan Akhlakul Karimah di SMA Angkasa Lanud Husein Sastranegara Bandung Iqbal Arfah Gunawan; Nadri Taja; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.176 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4604

Abstract

Abstract. The formation of morality is the most important education in addition to science education. In various ways, schools carry out moral formation for students, one of which is SMA Angkasa Lanud Husein Sastranegara Bandung which makes spiritual intelligence programs as a means to form morality. The purpose of this study is to examine the planning, implementation, evaluation and factors that are inhibiting and supporting the spiritual intelligent program to form akhlaq karimah. This study uses a qualitative-descriptive method, namely collecting information about the status of existing symptoms without any engineering. The results of this study indicate that (1) the planning of the spiritual intelligent program includes the background of the formation of the spiritual intelligent program, the objectives of the spiritual intelligent program, indicators of the spiritual intelligent program, the methods used in the spiritual intelligent program and time allocation for the intelligent program. spiritual. (2) The implementation of this spiritual intelligent program is a habit that is carried out every day such as testing the reading of the Qur'an, the habit of reading the Qur'an or Asmaul Husna and continued by praying, habituation of dhuha prayer, habituation of midday prayer in congregation, habituation Friday prayers, the implementation of daughterhood, habituation of infaq and shodaqoh and commemorating major Islamic holidays. (3) Evaluation in forming akhlaq karimah is quite good in its implementation by students, but there are several obstacles and obstacles to achieve it. (4) The inhibiting and supporting factors in this spiritual intelligent program include facilities and infrastructure, student behavior and less than optimal conditioning and support from educators. Abstrak. Pembentukan akhlakul karimah menjadi pendidikan yang paling utama disamping pendidikan ilmu pengetahuan. Dengan berbagai cara sekolah melakukan pembentukan akhlak untuk peserta didik salah satunya SMA Angkasa Lanud Husein Sastranegara Bandung yang menjadikan program cerdas spiritual sebagai sarana untuk membentuk akhlakul karimah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji perencanaan, implementasi, evaluasi dan faktor yang menjadi penghambat serta pendukung dalam program cerdas spiritual untuk membentuk akhlakul karimah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif yaitu mengumpulkan informasi mengenai status gejala yang ada tanpa adanya rekayasa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) perencanaan program cerdas spiritual meliputi latar belakang terbentuknya program cerdas spiritual, tujuan program cerdas spiritual, indikator program cerdas spiritual, metode yang digunakan dalam program cerdas spiritual dan alokasi waktu untuk program cerdas spiritual. (2) Implementasi program cerdas spiritual ini merupakan pembiasaan yang dilakukan setiap harinya seperti pengetesan baca Al-Qur’an, pembiasan membaca Al-Qur’an atau asmaul husna serta dilanjutakn dengan berdo’a, pembiasaan shalat dhuha, pembiasaan shalat dzuhur berjamaah, pembiasaan shalat jum’at, pelaksanaan keputrian, pembiasaan infaq serta shodaqoh dan memperingati hari-hari besar Islam. (3) Evaluasi dalam membentuk akhlakul karimah sudah cukup baik dalam pelaksanaannya oleh peserta didik, namun ada beberapa hambatan serta kendala untuk mencapainya. (4) Faktor yang menjadi penghambat serta pendukung dalam program cerdas spiritual ini meliputi sarana dan prasarana, perilaku peserta didik dan kurang maksimalnya pengondisian dan dukungan dari tenaga pendidik.
Implementasi Metode Cerita Islami dalam Pembiasaan Moral Keagamaan di SD Homeschooling Group Abdurrahman Bin Auf Cibinong Khamila Nisrina Zain; Nan Rahminawati; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.035 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4606

Abstract

Abstract. Religious moral habituation becomes an urgency for children who need to be planted since childhood with the developments that occurred in their time. Seeing from one of the Islamic based Homeschools, namely the Abdurrahman bin Auf Homeschooling Group, there is habituation in strengthening children's morals, namely by studying siroh which spurs children to be able to apply these moral habits in themselves in their daily lives. The method used in this study is a descriptive qualitative method. In terms of collecting data, the researcher used observation, interview, and documentation studies. The goal is to find out what parents and teachers do who educate their children at school and at home. And the results of this study show that children's habituation in religious morals that occurs in their daily lives is reflected in the results of siroh learning that has been studied at school and is also accompanied by encouragement from their parents at home. Abstrak. Pembiasaan moral keagamaan menjadi urgensi bagi anak yang perlu ditanam sejak kecil dengan perkembangan-perkembangan yang terjadi pada zamannya. Melihat dari salah satu Homeschooling yang berbasis Islami yaitu Homeschooling Group Abdurrahman bin Auf ini terdapat pembiasaan dalam penguatan moral anak-anak yaitu dengan mempelajari siroh yang memacu anak-anak untuk dapat menerapkan pembiasaan moral tersebut di dalam dirinya dalam kesehariannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif bersifat deskriptif. Dalam hal mengumpulkan data, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Tujuannya untuk mengetahui apa saja yang dilakukan orangtua dan guru yang mendidik anak-anak saat di sekolah dan dirumah. Dan hasil penelitian ini menunjukkan pembiasaan-pembiasaan anak dalam moral keagamaan yang terjadi di kesehariannya berkaca dari hasil belajar siroh yang sudah dipelajari di sekolah dan juga disertai bantuan dorongan dari orangtuanya dirumah.
Implikasi Pendidikan dari Al-Qur'an Surah Al-Hujurat Ayat 11-12 tentang Upaya Pencegahan Perilaku Bullying Patonah; Aep Saepudin; Eko Surbiantoro
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.601 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4608

Abstract

Abstract. Based on the background of the problem in this study states that the regulation regarding the prohibition of Bullying has been listed in the Qur'an QS.Al-hujurat verses 11-12 that occurred since the prophetic period as well as in the Constitution it has been stated that this act of bullying is also prohibited, but seeing the current situation as the development of the age of Bulying's behavior is increasingly rife and has become commonplace in the community, and education is due to the lack of public understanding of moral values contained in the Qur'an. This study aims to 1) knowing the opinions of the mufassir regarding QS.Al-hujurat 11-12, 2) finding the essence contained in the QS.Al-Hujurat 11-12, 3) finding implications regarding education about morals that exist in QS.Al-hujurat 11-12 in an effort to prevent Bullying behavior, the approach used in this study is a qualitative approach, while the method used is a descriptive analysis method with a type of literature that is in a way that is in a way collect data that is related to the discussion of researchers. Based on the results of the analysis of this study shows that the educational implications of QS.Al-hujurat verses 11-12, 1) Prohibition not to make fun of others, 2) Orders not to self-deprecate and call others with bad titles, 3) Prohibition not to su'udzaan (hunting prejudice), 4) Orders not to use (Ghibah) against fellow Muslims. Efforts in the prevention of Bullying are carried out by several methods first, the method of transparency. Second, the habituation method. Methods, advice. Third, the tarhib method. Abstrak. Berdasarkan latar belakang masalah pada penelitian ini menyatakan bahwa peraturan mengenai larangan Bullying sudah tercantum dalam Al-Qur’an QS.Al-hujurat ayat 11-12 yang terjadi sejak zaman masa kenabian begitupun dalam UUD telah dinyatakan bahwa tindakan bullying ini juga terlarang, akan tetapi melihat situasi kondisi saat ini seiring perkembangan zaman tindak perilaku Bulying ini semakin marak terjadi dan sudah menjadi hal yang dianggap lumrah di lapisan masyarakat, maupun pendidikan hal ini disebabkan kurangnya pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai akhlak yang ada didalam Al-qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pendapat para mufassir mengenai QS.Al-hujurat 11-12, 2) menemukan esensi yang terkandung dalam QS.Al-Hujurat 11-12, 3) menemukan implikasi mengenai pendidikan tentang akhlak yang ada dalam QS.Al-hujurat 11-12 dalam upaya pencegahannya terhadap perilaku Bullying, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, sedangkan metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan jenis kepustakaan yaitu dengan cara mengumpulkan data yang ada keterkaitan dengan pembahasan peneliti. Berdasarkan Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa implikasi Pendidikan dari QS.Al-hujurat ayat 11-12, 1) Larangan untuk tidak mengolok-olok orang lain, 2) Perintah untuk tidak mencela diri sendiri dan memanggil orang lain dengan gelaran yang buruk, 3) Larangan untuk tidak su'udzaan (berburuk sangka), 4) Perintah untuk tidak menggunjing (Ghibah) terhadap sesama muslim. Upaya dalam pencegahan Bullying dilakukan dengan beberapa metode yang Pertama, metode keteladanan. Kedua, metode pembiasaan. Metode, nasihat. Ketiga, metode tarhib.
Upaya Sekolah dalam Meningkatkan Akhlakul Kharimah Peserta Didik melalui Pembiasaan Kegiatan Sehari-hari di MI Ar-Rahmah Bandung Violiza El Syafira; Aep Saepudin; Helmi Aziz
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.364 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4609

Abstract

Abstract. Moral education is the main education taught by schools in addition to science education. There are various ways schools do for moral education, one of which is at MI Ar-Rahmah, Bandung, which makes habituation activities a means to improve the morals of students. The purpose of this research is to examine the objectives, habituation programs, methods and evaluations carried out by schools in carrying out habituation activities in order to improve the morals of students.This study uses a qualitative descriptive method because the authors describe how calm the school's efforts in improving morals in schools are through daily habituation activities. In this study, the authors used the technique of observation, interviews, and documentation to retrieve research data.The results of this study indicate that: (a). MI Ar-Rahmah's goal is to improve morality, namely creating human beings and from attitudes and attitudes towards Allah swt, fellow humans, and the community environment. (b). The programs in schools vary depending on their respective achievements, including the congregational midday prayer, the habit of saying greetings, memorizing short letters, and so on. (c). The method to improve morality at MI Ar-Rahmah Bandung is through repetition of habituation of daily activities. (d). Evaluation in improving morality at MI Ar-Rahmah Bandung has been quite well carried out by students but there are several obstacles and obstacles in achieving it. Abstrak. Pendidikan akhlak mejadi pendidikan utama yang diajarkan oleh sekolah disamping pendidikan ilmu pengetahuan. Berbagai cara sekolah lakukan untuk pendidikan akhlak salah satunya di MI Ar-Rahmah kota Bandung yang menjadikan kegiatan pembiasaan sebagai sarana untuk meningkatkan akhlak peserta didik. Tujuan dari penulitian ini adalah untuk mengkaji tujuan, program-program pembiasaan, metode serta evaluasi yang dilakukan sekolah dalam melakukan kegiatan pembiasaan guna meningkatkan akhlak peserta didik.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif karena penulis mendeskripsikan tenang bagimana upaya sekolah dalam meningkatkan akhlakul kharimah di sekolah melalui kegiatan pembiasaan sehari-hari. Dalam penelitian ini penulis menggunakan Teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengambil data penelitian.Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: (a). Tujuan MI Ar-Rahmah untuk meningkatkan akhlakul kharimah yaitu menciptakan insan kamil dan dari sikap dan sikap terhadap Allah swt, sesama manusia, dan lingkungan masyarakat. (b). Program-program yang ada di sekolah berbeda-beda tergantung pencapaian nya masing-masing diantarnya ada sholat dzuhur berjamaah, pembiasaan mengucapkan salam, hafalan surat-surat pendek, dan lain-lain. (c). Metode untuk meningkatkan akhlakul kharimah di MI Ar-Rahmah Bandung yaitu melalui pengulangan pembiasaan kegiatan sehari-hari. (d). Evaluasi dalam meningkatkan akhlakul kharimah di MI Ar-Rahmah Bandung sudah cukup baik dilaksanakan oleh peserta didik namun ada beberapa hambatan dan kendala dalam mencapainya.
Metode Mahamah dalam Pendidikan Akhlak Siswa di MA Multiteknik Asih Putera Alfi Riza Nugraha; Asep Dudi Suhardini; Dewi Mulyani
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.659 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4611

Abstract

Abstract. Morals are a system that requires methods to determine effective and efficient learning. With this research, the researcher will examine the court method in the moral education of students. This study aims to determine the basis for the application of the court method to students, the implementation of the court method in student moral education and educational analysis of the implementation of the court method. This research uses qualitative research with descriptive method. The court method itself is a method that emphasizes punishment to students with the aim that students can obey school rules and develop into better individuals. The Court itself is held once a week, precisely on Friday. In its implementation, the Supreme Court itself is divided into 3 sessions, namely; student reporting, student reporting to students and student reporting to students led by Kodi and Kodiah. Abstrak. Akhlak merupakan sebuah sistem yang memerlukan metode sehingga menentukan pembelajaran yang berjalan efektif dan efisen. Dengan adanya penelitian ini maka peneliti akan mengkaji tentang metode mahkamah dalam pendidikan akhlak siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui landasan penerapan metode mahkamah pada siswa, implementasi metode mahkamah dalam pendidikan akhlak siswa dan analasis pendidikan terhadap implementasi metode mahkamah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Metode mahkamah sendiri merupakan metode yang mengedepankan hukuman kepada siswa dengan tujuan agar para siswa dapat taat terhadap aturan sekolah dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Mahkamah sendiri dilasanakan 1kali disetiap minggunya tepatnya di hari jum’at. Dalam pelaksanaannya mahakamah sendiri terbagi menjadi 3 sesi yaitu; pengakuan siswa, pelaporan siswa terhadap siswa dan pelaporan siswa terhadap siswa dengan dipimpin oleh kodi dan kodiah.
Analisis tentang Proses Pembelajaran BTQ dengan Metode Al-Barqy di SD Muhammadiyah 7 Kota Bandung Aghnia Rahmadhanti; Ayi Sobarna; A. Mujahid Rasyid
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.508 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4613

Abstract

Abstract. The purpose of this study was to determine: (1) Planning of learning to read and write the Koran in SD Muhammadiyah 7 Bandung. (2) The implementation process of learning to read and write the Koran using the Al-Barqy method at Muhammadiyah 7 Elementary School in Bandung. (3) The results of the evaluation of learning to read the Koran using the Al-Barqy method on the ability to read the Koran at Muhammadiyah 7 Elementary School in Bandung. This research is a descriptive qualitative research. The research subjects are BTQ teachers. Data collection methods used are observation, interviews, documentation. The results showed that: (1) In planning BTQ learning the Al-Barqy method before starting the lesson made lesson plans and always prepared materials to be given to students. (2) The BTQ learning process with the Al-Barqy method, the teacher learns with stories or with songs. During the learning process to write, the teacher gives an example of writing on the blackboard or sometimes students also write from the Al-Barqy book (3) learn to read and read the Qur'an using a percentage that is 80% fluent in reading the Qur'an , 18.8% are not yet smooth and 1.2% still need guidance. BTQ using Al-Barqy in SD Muhammadiyah 7 Bandung is quite effective. The teacher evaluates it every month and always puts more emphasis on writing and reading. Abstrak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Perencanaan pembelajaran baca tulis Al- Quran di SD Muhammadiyah 7 Kota Bandung. (2) Proses pelaksanaan dari pembelajaran baca tulis Al Quran menggunakan metode Al-Barqy di SD Muhammadiyah 7 Kota Bandung. (3) Hasil dari evaluasi pembelajaran baca tulis Al-Quran menggunakan metode Al-Barqy terhadap kemampuan baca tulis Al- Qur’an di SD Muhammadiyah 7 Kota Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subyek penelitian nya adalah guru BTQ. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dalam perencanaan pembelajaran BTQ metode Al-Barqy ini sebelum memulai pembelajaran membuat RPP dan selalu menyiapkan materi untuk diberikan kepada para siswa. (2) Proses pembelajaran BTQ dengan metode Al-Barqy ini guru melakukan pembelajaran dengan cerita atau dengan lagu. Saat proses pembelajaran untuk penulisan, guru memberi contoh menuliskan di papan tulis atau terkadang juga siswa menyalin dari buku Al-Barqy (3) Mayoritas untuk kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an hasilnya dengan menggunakan persentasi yaitu 80% lancar baca Al-Qur’an, 18,8% belum lancar dan 1,2% masih butuh bimbingan. BTQ menggunakan Al-Barqy di SD Muhammadiyah 7 Kota Bandung ini sudah cukup efektif. Guru melakukan evaluasi itu setiap bulan dan selalu lebih ditekankan kepada menulis dan juga membaca.
Peran Motivasi Guru PAI dalam Peningkatan Kedisiplinan Siswa di SD Al-Husainiyyah Bandung Lina Erliana; Helmi Aziz; Sobar Al Ghazal
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.9 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4614

Abstract

Abstract. Islamic education is one of the basic sciences that plays an important role in shaping the character of the mindset and behavior of students. Initial observations made at SD Al-Husainiyyah Bandung became the basis that it turned out that there were several problems with regard to student discipline. The reality showed a tendency such as some students not doing homework or assignments. Therefore PAI teachers or classroom teachers are required to motivate students in discipline and encourage children to apply disciplined attitudes. Based on this phenomenon, the problem in this research is formulated "What is the role, what should be done in increasing motivation, how are the supporting and inhibiting factors of discipline". Furthermore, the objectives in this study are described in the following points: (1) to be able to reveal how efforts are made to improve student discipline at Al-Husainiyyah Elementary School, (2) to analyze how the role of PAI teachers in improving student discipline at SD AL-Husainiyyah Husainiyyah, (3) to determine the supporting and inhibiting factors of discipline in Al-Husainiyyah Elementary School. The researcher used qualitative descriptive method. The data sources used are primary data sources, namely teachers of Islamic education subjects at Al-Husainiyyah Elementary School Bandung and secondary data sources in the form of documents. With data collection techniques, namely interviews, observations. Conducting interviews with teachers of Islamic religious education subjects at SD Al-Husainiyyah Bandung. The data analysis techniques used in this study were data reduction, data presentation. The results of this study: that the PAI teacher's efforts to improve discipline are by providing understanding and understanding, the supporting supporting factors are that the students have received new knowledge and are easy to apply and the inhibiting factor is that there are still some students who are lazy so that they do not discipline. Abstrak. Penddikan Agama Islam merupakan salah satu ilmu dasar yang memegang peranan penting dalam pembentukan karakter pola pikir dan tingkah laku siswa. Pengamatan awal yang dilakukan di SD Al-Husainiyyah Bandung menjadi dasar bahwa ternyata terdapat beberapa masalah berkenaan dengan kedisiplinan siswa.Kenyataan menunjukan kecenderungan seperti sebagian siswa tidak mengerjakan pekerjaan rumah atau tugas. Oleh karena itu guru PAI atau guru kelas dituntut untuk memotivasi siswa dalam kedisiplinan dan mendorong anak-anak untuk menerapkan sikap disiplin.. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan “ Bagaimana peran, Apa yang harus dilakukan dalam meningkatkan motivasai, bagaimana faktor pendukung dan penghambat dari kedisiplinan “. Selanjutya, tujuan dalam penelitian ini di uraikan dalam pokok-pokok sebagai berikut: (1) untuk apat mengungkapkan bagaimana upaya dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SD Al-Husainiyyah, (2) untuk menganalisis bagaimana peran guru PAI dalam menigkatkan kedisiplinan siswa di SD AL-Husainiyyah, (3) untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dari kedisiplinan di SD Al-Husainiyyah. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitataif. Adapun sumber data yang digunakan adalah sumber data primer yaitu guru mata pelajaran pendidikan Agama Islam SD Al-Husainiyyah Bandung dan data sumber sekunder berupa dokumen. Dengan teknik pengumpulan data yaitu waawancara, observasi. Melakukan wawancara dengan guru mata pelajaran pendidikan agama Islam SD Al-Husainiyyah Bandung. .Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah redukasi data, penyajian data. Hasil dari penelitian ini: bahwa upaya guru PAI dala menngkatkan kedisiplinan ialah dengan memberikan pengertian dan pemahaman, faktor pendukung pendukung ialah para siswa udah dalam menerima pengerahuan yang baru serta mudah dalam pengaplikasiannyapun dan faktor pnghambat ialah masih ada beberapa siswa yang bermalas-malasan sehingga ia tidak disiplin.
Analisis Kegiatan Ekstrakulikuler Rohani Islam (ROHIS) terhadap Pembentukan Karakter Islami di SMKN 1 Karawang Muhammad Arkan Ikhtisyanuddin; Enoh; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.348 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4618

Abstract

Abstract. This study aims to determine the level of student interest in joining Rohis extracurricular activities, what activities are carried out by Rohis extracurricular activities and the impact of these activities. The results of this study indicate that the extracurricular activities of Rohis have an impact on students because these activities have made students to be diligent in praying 5 times a day, giving charity to the needy and being polite. So in this study revealed 3 problems as follows: 1) How is the level of student activity in Islamic Spiritual Organizations (Rohis) at SMKN 1 Karawang. 2) What are the Islamic characters in Islamic Spiritual (Rohis) extracurricular students at SMKN 1 Karawang. 3) What is the impact of Islamic spiritual extracurricular activities on the formation of Islamic character in SMKN 1 Karawang. Through the qualitative approach above, the researcher will try to read the phenomenon in an observational, documentary, and internal way using structured interview techniques. The important points will generally refer to the formulation of the problem that has been determined. The results of this study will show how much impact extracurricular activities have on Islamic character. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketertarikan siswa mengikuti ekstrakurikuler Rohis, kegiatan apa saja yang dilakukan oleh ekstrakurikuler Rohis dan dampak dari kegiatan tersebut. Penelitian ini Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kegiatan ekstrakurikuler Rohis berdampak kepada siswa karena kegiatan tersebut telah membuat siswa menjadi rajin dalam melakukan sholat 5 waktu, beramal kepada yang membutuhkan dan berlaku sopan santun. Maka dalam penelitian ini mengungkapkan 3 permasalahan sebagai berikut: 1) Bagaimana tingkat aktivitas siswa dalam Organisasi Rohani Islam (Rohis) di SMKN 1 Karawang. 2) Apa saja karakter Islami pada ekstrakulikuler Rohani Islam (Rohis) siswa di SMKN 1 Karawang. 3) Bagaimana dampak kegiatan ekstrakurikuler rohani Islam terhadap pembentukan karakter Islami di SMKN 1 Karawang. Melalui pendekatan kualitatif di atas, maka peneliti akan berusaha membaca fenomena secara observasional, dokumentatif, dan di dalami menggunakan teknik wawancara secara terstruktur. Poin-poin penting secara garis besar akan mengacu pada rumusan masalah yang sudah ditentukan. Hasil pada penelitian ini akan menunjukkan seberapa besar dampak kegiatan ekstrakurikuler terhadap karakter Islami.