cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsied@unisba.ac.id
Phone
+6285157882369
Journal Mail Official
bcsied@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 28282515     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2
Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, Berbusana Muslimah, Kewajiban Suami, Konsep Pendidikan, Manajemen Tahfidz Quran, Manajemen Kepesantrenan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Waktu, Mawaddah, Mentoring, Metode Tikrar, Model Pembinaan, Model Project Based Learning, Mufassir, Nilai Pendidikan, Pembelajaran Kitab Kuning, Pembelajaran Tahsin, Pendidikan Karakter, Rahmah (Sikap), Rasa Syukur (Hifdzun nafs), Religius Menulis, Remaja, Sakinah, Tanggung Jawab Pendidik. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 374 Documents
Analisis Kontruktivisme terhadap Performa Guru dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kelas X SMA Darul Hikmah Munazzah Hurun Ainun; Asep Dudi Suhardini; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.919 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4339

Abstract

Abstract. In a learning process a teacher must give birth to various kinds of learning concepts, one of which is constructivism. Constructivism in a learning process where students actively build knowledge based on their cognitive structure, educators act as facilitators and providers of learning that focus on the success of active students and build concepts from their experiences. The purpose of this study was to determine whether there was a good influence in learning Islamic religious education (PAI) after applying the principles of constructivism. The method used is a qualitative method with a descriptive research type of case study. From this research, the teachers of class Xa IPA and Xb IPS are. Research data collection techniques using interviews, observation, and documentation. Data analysis includes steps of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Test the validity of the data using triangulation. The results of data analysis showed that constructivism on teacher performance in Islamic religious education (PAI) learning in the class showed that constructivism analysis went well because according to the lesson plan implementation plan, the learning process was more varied so that students became active. The teacher's performance in the preparation of the lesson plans is in accordance with the principles of constructivism which has an effect on increasing student learning outcomes. Obstacles to implementing constructivism in Islamic religious education (PAI) learning are the difficulty of teachers in giving concrete and realistic examples in the learning process, teachers who do not want to change the learning model, schools are still limited in providing facilities such as media, projectors and so on. Abstrak. Dalam suatu proses pembelajaran seorang guru harus melahirkan berbagai macam konsep belajar salah satunya adalah kontruktivisme. Konstruktivisme dalam suatu proses belajar dimana siswa aktif membangun pengetahuan yang dilandasi oleh struktur kognitif yang dimilikinya, pendidik berperan sebagai fasilitator dan penyedia pembelajaran yang berfokus pada suksesnya siswa aktif dan membangun konsep-konsep pengalamanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh baik dalam pembelajaran pendidikan agama Islam (PAI) setelah menerapkan prinsip konstruktivisme. Metode digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif tipe studi kasus. Dari penelitian ini adalah guru kelas Xa IPA dan Xb IPS. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data meliputi langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil analisis data menunjukan bahwa konstruktivisme terhadap performa guru dalam pembelajaran pendidikan agama Islam (PAI) di kelas tersebut menunjukkan analisis konstruktivisme berjalan dengan baik karena sesuai rencana pelaksanaan pembelajaran RPP membuat proses pembelajaran lebih bervariasi sehingga siswa menjadi aktif. Perfoma guru dalam penyusunan RPP diantaranya sesuai dengan prinsip konstruktivisme berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Kendala menerapkan konstruktivisme dalam pembelajaran pendidikan agama Islam (PAI) guru kesulitan dalam memberi contoh yang konkrit dan realistik dalam proses pembelajaran, guru yang tidak ingin mengubah model pembelajaran, sekolah masih terbatas dalam menyediakan fasilitas seperti media, proyektor dan sebagainya.
Implementasi Program Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam Pembinaan Akhlak Islami Siswa Kelas X di SMA Muhammadiyah Singaparna Ahmad Faisal; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.31 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4357

Abstract

Abstract. Education must actually carry out the mission of islamic moral development so that students and graduates of educational institutions can participate in filling development well and succeed without leaving islamic moral values. One of the programs to improve Islamic morals that needs to be developed in the Islamic moral development program is the implementation of Al-Islam and Kemuhammadiyahan. Efforts to establish Islamic morals are also in line with the objectives of National education as stated in the National Education Law No. 20 of 2003 Article 3. The purpose of this study is to identify the management of the implementation of the Al-Islam and Kemuhammadiyahan programs in the development of Islamic morals at Muhammadiyah Singaparna High School in the form of planning, implementation, and evaluation. The research method used is descriptive analytic with a qualitative approach. The data collection techniques used are in the form of interviews, field observations (observations), and documentation studies. The results of this study show that: (1) Planning for the implementation of the Al-Islam and Kemuhammadiyahan programs in the development of Islamic morals has not had careful planning, the implementation of the Al-Islam and Kemuhammadiyahan Programs refers to the vision of school schools, namely to create superior graduates, entrepreneurial abilities based on leadership spirit and noble morals. Through this program, it is hoped that students will have faith and devotion to Allah SWT, have a noble character, as well as have a good personality according to Indonesian norms and culture (2) Implementation of the implementation of the Al-Islam and Kemuhammadiyahan programs through three activities; a) Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT), b) Extracurricular Tahfidz and c) Islamic Competition d) recitation of educators. (3) Evaluation of activities shall be carried out through the Principal, Coach and person in charge of the activity. Abstrak. Pendidikan sejatinya harus mengemban misi pembinaan akhlak yang islami sehingga peserta didik dan para lulusan lembaga pendidikan dapat berpartisipasi dalam mengisi pembangunan dengan baik dan berhasil tanpa meninggalkan nilai-nilai akhlak islami. Salah satu program untuk meningkatkan akhlak islami yang perlu dikembangkan dalam program pembinaan akhlak islami adalah implementasi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. upaya pembentukan akhlak islami juga selaras dengan tujuan pendidikan Nasional seperti tercantum dalam UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 Pasal 3. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengelolaan implementasi program Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam pembinaan akhlak islami di SMA Muhammadiyah Singaparna dalam bentuk perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi lapangan (pengamatan), dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan implementasi program Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam pembinaan akhlak islami belum memiliki perencanaan yang matang, implementasi Program Al-Islam dan Kemuhammadiyahan mengacu pada visi sekolah sekolah yaitu untuk terciptanya lulusan yang unggul, berkemampuan wirausaha dilandasi jiwa kepemimpinan dan akhlak mulia. Melalui program ini diharapkan siswa memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, berakhlak mulia, sekaligus memiliki kepribadian yang baik sesuai norma dan budaya Indonesia (2) Pelaksanaan implementasi program Al-Islam dan Kemuhammadiyahan melalui tiga kegiatan; a) Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT), b) Ekstrakulikuler Tahfidz dan c) Lomba Islami d) pengajian tenaga pendidik. (3) Evaluasi kegiatan dilakukan melalui Kepala Sekolah, Pembina dan penanggung jawab kegiatan.
Konsep Ulul Albab dalam QS. Ali Imran Ayat 190-194 dan Implikasinya pada Pendidikan Karakter Mia Rosmiati; Eko Surbiantoro; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.847 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4377

Abstract

Abstract. According to Ibn Katsir Ulul Albab is a man of perfect intellect and intelligence. Lafaz "Ulul Albab" is repeated 16 times in the Qur'an. However, the meaning of ulul albab is still in general, it is only explained in general that ulul albab is a person who has a mind. In it, it has not been seen the true characteristics of the ulul albab itself. Some verses of the Qur'an acknowledge that man is the being with the best creation, this is a fitri privilege over other beings, especially when it comes to thinking. Based on this, what is of interest to researchers is what are the true characteristics of Ulul Albab in the Qur'an? is there any character education values in Ulul Albab that we can take? In this study, the researcher examined the concept of Ulul Albab in the Qur'an Surat Ali Imran verses 190-194. This research uses a descriptive-analytical mentode with a type of library research (Library research). Researchers take steps that identify, collect, process, and review existing data related to the Ulul albab problem in the form of primary and secondary data. The results of this study are: There are characteristics in Ulul Albab that can be implications for character education. As for the characteristics of Ulul Albab in QS. Ali-Imran verses 190-194 is that Ulul Albab always carries out the commandments of Allah and stays away from all His prohibitions; have the constancy of faith; good at taking wisdom in every thing that has happened; always keeping the promises he had made. Abstrak. Menurut Ibnu Katsir Ulul Albab adalah orang yang mempunyai akal dan kecerdasan yang sempurna. Lafaz “Ulul Albab” diulang 16 kali dalam Al-Qur’an. Akan tetapi, pemaknaan ulul albab masih secara umum, hanya dijelaskan secara garis besar bahwa ulul albab itu orang yang memiliki pikiran. Didalamnya belum nampak karakteristik sebenarnya dari ulul albab itu sendiri. Beberapa ayat Al-Qur'an mengakui bahwa manusia adalah makhluk dengan ciptaan terbaik, inilah keistimewaan yang fitri dari pada makhluk lain, terutama dalam hal berpikir. Berdasarkan hal tersebut, yang menjadi ketertarikan peneliti adalah bagaimana karakteristik yang sebenarnya dari Ulul Albab di dalam Al-Qur’an? apakah di dalam Ulul Albab terdapat nilai-nilai pendidikan karakter yang dapat kita ambil? Dalam penelitian ini, peneliti meneliti konsep Ulul Albab dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 190-194. Penelitian ini menggunakan mentode deskriptif-analitis dengan jenis penelitian kepustakaan (Library research). Peneliti mengambil langkah-langkah yaitu mengidentifikasi, mengumpulkan, mengolah, dan meninjau data yang ada terkait dengan masalah Ulul albab dalam bentuk data primer dan sekunder. Hasil dari penelitian ini adalah: Terdapat karakteristik dalam Ulul Albab yang dapat di implikasikan pada pendidikan karakter. Adapun ciri Ulul Albab dalam QS. Ali-Imran ayat 190-194 adalah bahwa Ulul Albab selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya; memiliki keteguhan iman; pandai mengambil hikmah dalam setiap hal yang telah terjadi; selalu menepati janji yang telah dibuatnya.
Implikasi Pendidikan dari QS. Al-Isra ayat 23 dan 24 tentang Birrul Walidain terhadap Upaya dalam Membentuk Adab Anak Kepada Orang Tua Muhammad Kurnia Pratama; Aep Saepudin; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.369 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4386

Abstract

Abstract. This verse explains Birrul Walidain, which is an obligation that is Fardhu'Ain for children to make their parents happy and obey their orders, but in fact there are still many children's behavior that is not fair to parents. Therefore, the formulation of the problem emerged, namely: (1) What is the content of the interpretation of QS. Al-Isra 'verse 23 and 24 according to the commentators? (2) What is the essence of the interpretation of QS. Al-Isra 'verse 23 and 24? (3) What are the opinions of experts regarding educational efforts in shaping children's etiquette to their parents? (4) What are the implications of education in QS. Al-Isra 'verse 23 and 24 on efforts to shape children's manners to their parents?. This study uses qualitative methods with collection techniques, namely documentation studies by reviewing studies on interpretations, books, literature, notes, reports related to the subject matter of the research. From this research, obtained the content of Qs. Al-Isra verses 23 and 24 that there are several ways to fulfill the obligations that must be carried out by a child to his parents, namely taking care of them when they are old, not saying bad words, not treating them badly, and always saying to them words. gentle, kind, and with respect. According to education experts, there are educational efforts in shaping children's manners to parents, namely by giving understanding by parents and accompanied by self-awareness. Abstrak. Ayat ini menerangkan Birrul Walidain yaitu suatu kewajiban yang bersifat Fardhu‘Ain bagi anak untuk membahagiakan hati kedua orang tua dan menuruti perintahnya, namun pada faktanya masih banyak perilaku anak yang tidak wajar terhadap orang tua. Maka dari itu, munculah rumusan masalah yaitu: (1) Apa isi tafsir QS.Al-Isra’ ayat 23 dan 24 menurut para mufassir? (2) Apa esensi dari tafsir QS.Al-Isra’ ayat 23 dan 24? (3) Bagaimana pendapat para pakar tentang upaya pendidikan dalam membentuk adab anak kepada orang tua? (4) Bagaimana implikasi pendidikan dalam QS.Al-isra’ ayat 23 dan 24 terhadap upaya dalam membentuk adab anak kepada orang tua?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan yaitu studi dokumentasi dengan penelaahan studi terhadap tafsir, buku, literatur, catatan, laporan yang berhubungan dengan pokok masalah penelitian. Dari penelitian ini, diperoleh isi kandungan Qs. Al-Isra ayat 23 dan 24 bahwa ada beberapa cara untuk menunaikan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seorang anak kepada orang tua, yaitu memelihara keduanya ketika tua, tidak mengucapkan perkataan yang buruk, tidak memperlakukan mereka dengan buruk, dan senantiasa mengucapkan kepada keduanya perkataan yang lembut, baik, dan disertai penghormatan. Menurut para ahli Pendidikan terdapat upaya pendidikan dalam membentuk adab anak kepada orang tua yaitu dengan cara diberikannya pemahaman oleh orang tua dan dibarengi dengan kesadaran diri sendiri.
Implementasi Pendidikan Toleransi pada Mata Pelajaran PAI di SMPN 1 Arjawinangun Bella Sela Avila
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.871 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4417

Abstract

Abstract. Penelitian ini membahas tentang pendidikan toleransi melalui pembelajaran mata pelajaran PAI di sekolah SMN 1 Arjawinangun.Berbeda dengan penelitian yang lain, penelitian ini akan lebih membahas tentang suatu proses penanaman nilai toleransi di sekolah. Penelitian ini akan menguraikan bagaimana cara guru dalam menyampaikan nilai-nilai toleransi melalui suatu proses pembelajaran di kelas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran PAI mampu memberikan pengetahuan secara lebih mendalam tentang Islam, serta golongan-golongan yang lainnya. Dalam proses pembelajaran, guru menyampaikan nilai-nilai toleransi melalui metode ceramah ini dipergunakan untuk memberikan gambaran implementasi nilai-nilai kebebasan beragama kepada siswa, dan didalam kegiatan ceramah ini ditunjukkan untuk memberikan arahan dan pemahaman kepada siswa mengenai arti pentingnya toleransi dan tanya jawab. Abstrak. This study discusses tolerance education through learning PAI subjects at SMN 1 Arjawinangun school. In contrast to other studies, this study will discuss more about a process of inculcating the value of tolerance in schools. This study will describe how teachers convey the values of tolerance through a learning process in the classroom. The method used in this study is a qualitative method with data collection techniques through interviews, observations, and document studies. This research shows that PAI learning is able to provide deeper knowledge about Islam, as well as other groups. In the learning process, the teacher conveys the values of tolerance through this lecture method which is used to provide an overview of the implementation of the values of religious freedom to students, and in this lecture activity it is shown to provide direction and understanding to students about the importance of tolerance and question and answer.
Peningkatan Kedisiplinan Siswa terhadap Prestasi Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas X SMK PGII 2 Bandung Irma Fadilah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.596 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4426

Abstract

Abstract. Discipline is a step that makes students successful in carrying out their learning in school. Therefore, it is able to influence the success of students in their learning achievements. So, in carrying out discipline, there needs to be planning, implementation, and evaluation in carrying it out in order to be able to apply discipline properly and on target. So, based on this, researchers conducted research on "Improving Student Discipline on the Achievements of Akidah Akhlak class X smk PGII 2 Bandung subjects." The purpose of this study is to find out how discipline is applied by schools and teachers to students, and how discipline is implemented by students to their achievements in learning. The research method used is a quality method with a descriptive nature. And the data collection techniques used are observation, interview, questionnaire, and documentation. The type of data used is qualitative data. Furthermore, in conducting data analysis, techniques are carried out with data reduction, data presentation, triangulation and conclusion withdrawal (verification). The result of this study is that students are able to carry out all the rules applied by the school but, not all students are able to carry it out obediently. With the discovery of some students who still have not implemented a series of disciplines in school. However, thus, the discipline carried out by the school is able to encourage students to be more active, enthusiastic, and can get satisfactory results in their learning achievements in moral subjects and other subjects. Abstrak. Kedisiplinan merupakan langkah yang menjadikan siswa berhasil dalam melaksanakan pembelajarannya disekolah. Oleh karenanya penting bagi guru dan sekolah untuk bisa memberikan serangkaian peraturan yang mampu mencetak karakter siswa disiplin. Karenanya hal tersebut mampu meberikan pengaruh terhadap keberhasilan siswa dalam prestasi belajarnya. Sehingga didalam melaksanakan kedisiplinan perlu adanya perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi didalam menjalankannya agar mampu menerapkan kedisiplinan secara baik dan tepat sasaran. Maka berdasarkan hal tersebut peneliti melakukan penelitian mengenai “Peningkatan Kedisiplinan Siswa terhadap Prestasi mata pelajaran Akidah Akhlak kelas x smk pgii 2 Bandung.” Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kedisiplinan yang diterapkan oleh sekolah dan guru terhadap siswa, dan bagaimana kedisiplinan yang dilaksanakan oleh siswa terhadap prestasinya dalam belajar. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitiatif dengan bersifat deskriptif. Dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, kuisioner, dan dokumentasi. Jenis data yang digunakan yaitu data kualitatif. Selanjutnya, dalam melakukan teknik analisis data dilakukan dengan, reduksi data, penyajian data, triangulasi dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian ini adalah siswa mampu menjalankan semua peraturan yang diterapkan oleh sekolah namun, belum semua siswa mampu menjalankannya dengan taat. Dengan ditemukannya beberapa siswa yang masih belum melaksanakan serangkaian kedisiplinan disekolah. Namun dengan demikian kedisplinan yang dilakukan oleh sekolah mampu meningkatkan siswa untuk lebih giat, semangat, dan bisa mendaptkan hasil yang memuaskan didalam prestasi.
Analisis Program Sekolah Mengaji di SDN Panggilingan 01 Bandung Teriana Nopianti; Enoh; Dewi Mulyani
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.24 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4455

Abstract

Abstract. Considering that currently in general school-age children, especially at SDN Calling 01, which is more precisely grade 5, have not been able to read the Qur'an well, while reciting the Koran is very important and useful for people who study it, so as not to lose the child's love -children to the Qur'an and keep inflaming the holy verses of the Qur'an. This study aims to: 1.) Find out how the planning of the Koran school activity program is implemented at SDN Callingan 01 2.) the process of implementing the Koran program at SDN Callingan 01 3.) Knowing the supporting and inhibiting factors in implementing the Koranic school program at SDN Callingan 01. Based on the results of the analysis, it is shown that before implementing the school program, the school and the teacher of the Koran held a maximum learning plan. So from the results that the researchers got, regarding the study program at SDN Callingan 01 the learning indicators were able to be followed by students well so that learning scores could be achieved and categorized as complete. Abstrak. Mengingat saat ini pada umumnya anak-anak usia Sekolah terutama di SDN Panggilingan 01 yang lebih tepatnya kelas 5 belum mampu untuk membaca Al- Qur’an dengan baik, sedangkan mengaji itu sangat penting dan bermanfaat bagi orang yang mempelajarinya, agar tidak hilangnya rasa cinta anak-anak terhadap Al-Qur’an dan tetap menggelorakan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Penelitian ini yang bertujuan untuk :1.) Mengetahui bagaimana perecanaan program kegiatan Sekolah mengaji yang diterapkan di SDN Panggilingan 01 2.) proses pelaksanaan program mengaji di SDN Panggilingan 01 3.) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam melaksanakan program Sekolah mengaji di SDN Panggilingan 01. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa sebelum melaksanakan program Sekolah mengaji pihak Sekolah dan guru mengaji mengadakan perencanaan pembelajaran yang maksimal. Maka dari hasil yang peneliti dapat, mengenai program Sekolah mengaji di SDN Panggilingan 01 indikator pembelajaran mampu diikuti siswa-siswi dengan baik sehingga dapat tercapainya nilai pembelajaran dan dikategorikan tuntas.
Program Rohis DKM Al-Ma’wa di SMAN 1 Cianjur dalam Meningkatkan Sikap Sosial Anggota Rohis di SMAN 1 Cianjur Zainal Mutaqien; Ikin Asikin; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.612 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4497

Abstract

Abstract. This study aims to determine: (1). The program carried out by the management of ROHIS DKM Al-Mawa at SMAN 1 Cianjur in improving social attitudes. (2). social attitudes of spiritual members towards SMAN 1 Cianjur in improving social attitudes. (3). The role of administrators and members of ROHIS DKM Al-Mawa at SMAN 1 Cianjur towards other students in improving social attitudes. This research is a quantitative research located at SMA Negeri 1 Cianjur in Cianjur regency. Data collection uses two methods, namely questionnaires and documentation. The method used is the survey method, namely by collecting research data information with samples that are analyzed from population data. While the approach used is quantitative. All data were analyzed using a quantitative approach and descriptive statistical analysis, namely by using product moment correlation analysis techniques and t tests which were then analyzed by simple regression analysis to test the proposed hypothesis. The results of this study indicate that 1). The influence of the program carried out by the management of ROHIS DKM Al-Mawa at SMAN 1 Cianjur in improving social attitudes. (2). There is an influence of social attitudes of spiritual members towards SMAN 1 Cianjur in improving social attitudes. (3). There is an influence of the role of administrators and members of ROHIS DKM Al-Mawa at SMAN 1 Cianjur on other students in improving social attitudes. Keywords: Influence, Spiritual Program, Mosque Prosperity Council And Social Attitude. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1).Program yang dilakukan oleh pengurus ROHIS DKM Al-Mawa di SMAN 1 Cianjur dalam meningkatkan sikap sosial. (2).sikap sosial anggota rohis terhadap di SMAN 1 Cianjur dalam meningkatkan sikap sosial. (3). Peranan pengurus dan anggota ROHIS DKM Al-Mawa di SMAN 1 Cianjur terhadap siswa lain dalam meningkatakan sikap sosial. Peneltian ini merupakan penelitan kuantitatif yang berlokasi di SMA Negeri 1 Cianjur di kabupatern Cianjur. Pengumpulan data menggunakan dua metode yaitu angket dan dokumentasi. metode yang digunakan metode survei yaitu dengan cara mengumpulkan informasi data penlitian beru sampel yang dianalisis dari data populasi. Sedangkan Pendekatan yang digunakan kuantitatif. Keseluruhan data dianalisis mengunakan pendekatan kuantitatif dan analisis statistic deskriptif yaitu dengan menggunakan teknik analisis korelasi product moment dan uji t yang kemudian di analisis dengananalisis regresi sederhana untuk menguji hipotesis yang telah diajukan. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa diperoleh terdapat 1). Pengaruh Program yang dilakukan oleh pengurus ROHIS DKM Al-Mawa di SMAN 1 Cianjur dalam meningkatkan sikap sosial. (2).Terdapat pengaruh sikap sosial anggota rohis terhadap di SMAN 1 Cianjur dalam meningkatkan sikap sosial. (3). Terdapat pengaruh peranan pengurus dan anggota ROHIS DKM Al-Mawa di SMAN 1 Cianjur terhadap siswa lain dalam meningkatakan sikap sosial.
Implikasi Pendidikan dari Al-Quran Surat Adz-Dzariyat Ayat 56 tentang Tujuan Penciptaan Manusia terhadap Upaya Pendidikan dalam Membentuk Manusia yang Taat Beribadah Intan Taufikurrohmah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.295 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4500

Abstract

Abstract. God created humans by being given advantages over other creatures, namely reason to carry out the purpose of life on earth as QS. Adz-Dzariyat verse 56 is to worship Allah SWT. because if people do not fulfill their obligations, they will feel or be considered empty-hearted and meaningless in their lives. In order to be able to carry out the obligations/goals of life, people must be educated so that they can become obedient people, basically the main purpose of education in Islam according to the Al-Quran is to build people who are aware of their basic duties while in the world so that in living life including carrying out the education process, both from students and educators, should be based on a form of devotion to Allah SWT alone. Education becomes a container for humans to form and develop the mind to carry out its obligations, in forming the mind is of course related to the intellectual, emotional, spiritual. therefore, in order to form people who obey Allah SWT, various educational efforts are needed to make it happen. The purpose of this research is to find out the opinions of commentators on QS Adz-Dzariyat verse 56, to understand the essence of QS Adz-Dzariyat verse 56, to know the opinions of experts on educational efforts in shaping people who obey worship, to know the implications of education from Al-Quran Surat Adz -Dzariyat verse 56 about the purpose of human creation against educational efforts in forming people who obey worship. The essence that can be taken from QS. Adz-Dzariyat verse 56 that is: God created Jinn and humans only to worship, Parents and teachers must be educators from an early age to realize the purpose of human creation, In order to realize the purpose of human creation, it is necessary to make several efforts to develop the mind in order to be obedient human beings worship. Abstrak. Allah menciptakan manusia dengan diberi kelebihan dari makhluk lain yaitu akal untuk menjalankan tujuan hidupnya di muka bumi sebagaimana QS. Adz-Dzariyat ayat 56 yaitu untuk beribadah kepada Allah SWT. karena jika manusia tidak melaksanakan kewajibannya ia akan merasa atau dianggap kosong hatinya dan tidak bermakna hidupnya. Agar dapat melaksanakan kewajiban/ tujuan hidup, manusia harus dididik supaya bisa menjadi manusia yang taat beribadah, pada dasarnya tujuan pokok pendidikan dalam islam menurut Al-Quran adalah agar membangun insan yang sadar akan tugas pokok selama di dunia sehingga dalam menjalani kehidupan termasuk melaksanakan proses pendidikan, baik dari siswa maupun pendidik, harus didasari sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT semata. Pendidikan menjadi sebuah wadah bagi manusia untuk membentuk serta mengembangkan akal untuk menjalankan kewajibannya, dalam membentuk akal tentunya berkaitan dengan intelektual, emosi, ruhani. maka dari itu untuk membentuk manusia taat beribadah kepada Allah SWT diperlukan berbagai upaya pendidikan untuk mewujudkannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu Mengetahui pendapat para mufasir terhadap Q.S Adz-Dzariyat ayat 56, Memahami esensi dari Q.S Adz-Dzariyat ayat 56, Mengetahui pendapat para ahli mengenai upaya pendidikan dalam membentuk manusia yang taat beribadah, Mengetahui implikasi pendidikan dari Al-Quran Surat Adz-Dzariyat ayat 56 tentang tujuan penciptaan manusia terhadap upaya pendidikan dalam membentuk manusia yang taat beribadah. Esensi yang dapat di ambil dari QS. Adz-Dzariyat ayat 56 yaitu: Allah menciptakan Jin dan manusia hanya untuk beribadah, Orang tua maupun guru tentulah menjadi pendidik sejak dini untuk mewujudkan tujuan penciptaan manusia, Untuk mewujudkan tujuan penciptaan manusia tersebut perlu mengadakan beberapa upaya untuk mengembangkan akal agar dapat menjadi manusia yang taat beribadah.
Implikasi Pendidikan Menurut Persfektif Al-Qur’an Surat An-Nuur Ayat 30-31 tentang Adab Menjaga Pandangan Syifa Laelatussa’adah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.758 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4531

Abstract

Abstract: Qur'an has so many values ​​of knowledge that can be a reference where we can know which ones are good and which ones are bad because with the revelation of the Qur'an it can be a guide for mankind that contains various laws and Shari'a that regulate human life. One of them is about etiquette in maintaining the view. Therefore, this study aims: (1) To find out the opinion of the commentators about the QS. An-Nuur verses 30-31. (2) To know the essence of the commentators about the QS. An-Nuur verses 30-31. (3) To find out what the opinion of the experts about adab maintaining views. (4) To find out the educational implications and essence of the QS. An-Nuur verses 30-31. While the research method used . This research uses a descriptive qualitative research methodology using library research techniquesthatuse descriptive analysis methods and tahlili systematically by collecting, sorting, parsing and explaining both from asbabunnuzul, munasabah verses, mufrodat meanings and the meaning of lafadz and explanations from hadith, books and other supporting books. From this research, several conclusions were obtained, namely: that there are adabs in maintaining views. The essence of QS An-Nuur Verse 30-31: (1) A believer is obliged to hold his gaze from seeing things that are forbidden. (2) A believer is obliged to hold his gaze and guard his private parts, namely to cover it so that it is not seen by other people who are not lawful to see it. (3) A believer is obliged to close his eyes and cover his nakedness from seeing the parts of other people's bodies that become his nakedness. (4) A believer is obliged to hold his gaze by not showing jewelry to certain people who are not makhramnya. The Educational Implications of QS An-Nuur Verses 30-31 are: (1) Educational Understanding Regarding Maintaining Views (2) Strengthening Religious Awareness (3) Instilling Character Education (4) Family and Peer Education. Abstrak: Al-Qur’an memiliki begitu banyak nilai-nilai pengetahuan yang dapat menjadi acuan dimana kita dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk karena dengan turunnya Al-Quran dapat menjadi petunjuk umat manusia yang memuat berbagai hukum dan syariat yang mengatur kehidupan manusia. salah satunya yaitu mengenai adab dalam menjaga pandangan. Oleh karna itu, penelitian ini bertujuan : (1) Untuk mengetahui pendapat para mufassir tentang QS. An-Nuur ayat 30-31. (2) Untuk mengetahui esensi dari para mufassir tentang QS. An-Nuur ayat 30-31.(3) Untuk mengetahui apa pendapat para pakar tentang adab menjaga pandangan.(4)Untuk mengetahui implikasi pendidikan dan esensi dari QS. An-Nuur ayat 30-31. Sedangkan metode penelitian yang digunakan Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik penelitian kepustakaan (library research) yang mengguanakan metode analisis deskriptif dan tahlili yang secara sistematis dengan cara mengumpulkan, memilah, mengurai serta menjelaskan baik dari asbabunnuzul, munasabah ayat, makna mufrodat maupun makna lafadz serta penjelasan dari hadis, kitab maupun buku penunjang lainnya Dari penelitian ini, diperoleh beberapa kesimpulan yaitu : bahwa teradapat adab-adab dalam menjaga pandangan. Esensi QS An-Nuur Ayat 30-31: (1) Seorang mukmin berkewajiban untuk menahan pandangan dari melihat hal-hal yang di haramkan. (2) Seorang mukmin berkewajiban menahan pandangan serta menjaga kemaluannya, yaitu menutupinya agar jangan sampai terlihat oleh orang lain yang tidak halal melihatnya. (3) Seorang mukmin berkewajiban untuk memejamkan mata dan menutup aurat dari melihat bagian-bagian badan orang lain yang menjadi aurat baginya. (4) Seorang mukmin berkewajiban untuk menahan pandangan dengan tidak menampakkan perhiasan kepada orang-orang tertentu yang bukan makhramnya. Implikasi Pendidikan Dari QS An-Nuur Ayat 30-31 adalah: (1) Pemahaman Pendidikan Mengenai Menjaga Pandangan (2) Memperkuat Kesadaran Beragama (3) Menanamkan Pendidikan Karakter (4) Pendidikan Keluarga dan Teman Sebaya.

Page 11 of 38 | Total Record : 374