cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsied@unisba.ac.id
Phone
+6285157882369
Journal Mail Official
bcsied@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 28282515     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2
Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, Berbusana Muslimah, Kewajiban Suami, Konsep Pendidikan, Manajemen Tahfidz Quran, Manajemen Kepesantrenan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Waktu, Mawaddah, Mentoring, Metode Tikrar, Model Pembinaan, Model Project Based Learning, Mufassir, Nilai Pendidikan, Pembelajaran Kitab Kuning, Pembelajaran Tahsin, Pendidikan Karakter, Rahmah (Sikap), Rasa Syukur (Hifdzun nafs), Religius Menulis, Remaja, Sakinah, Tanggung Jawab Pendidik. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 374 Documents
Penerapan Metode Everyone Is Teacher Here dalam Upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI Materi Pokok Fikih Ibadah Salman Azkiya Hamzah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15724

Abstract

Abstract. Based on observations made by researchers while teaching at MI Nurul Huda, this research was motivated by the lack of student activity in participating in the process of teaching and learning activities in PAI subjects, especially in class VI. According to researchers, this can happen due to a lack of teacher creativity and variations in the use of methods. learning so that teaching and learning activities become monotonous and boring for students. Following up on this problem, researchers provide a solution to student inactivity by offering the application of the everyone is a teacher method here. The aim of this research is to find out: 1) The reality of student learning activities before using the Everyone is Teacher Here method, 2) The process of applying the Everyone is Teacher Here method to Islamic Religious Education (PAI) material in the Jurisprudence of Worship, 3) The reality of student learning activities after using method everyone is a teacher here. Researchers are trying to increase student learning activities by using the Everyone is Teacher Here method with the hope that the steps taken in implementing this method can trigger student activity in teaching and learning activities. This research is included in Classroom Action Research (PTK) using a mixed method approach, namely a qualitative and quantitative approach. Qualitative data collection techniques use interviews and documentation with descriptive data analysis techniques, for quantitative data use data collection techniques using questionnaires and observation with data analysis techniques using a Likert scale. The research results show: 1) The student learning activity questionnaire in PAI subjects before the Everyone is Teacher Here method was implemented was 2.93% with a moderate interpretation, in the interval 2.60 – 3.39. 2) Learning using the Everyone is Teacher method here shows an increase in the results of observations of student learning activities, in cycle I they got a score of 33.3%, then in cycle II they got a score of 100%, so there is a difference. in cycle I and cycle II it was 67.7%. 3) The results of applying the Everyone is Teacher Here method in PAI learning to student learning activities were accumulated during the application of the Everyone is Teacher Here method in cycle I with an average value of 2.93 with a Medium interpretation, in the interval 2.60 – 3.39. This increased in cycle II with an average value of 3.82 with a High interpretation, in the interval 3.40 – 4.19. Thus, it can be concluded that the application of the Everyone is Teacher Here method in the Jurisprudence of Worship subject in class VI MI Nurul Huda Bandung can increase student learning activities. Abstrak. Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti selama mengajar di MI Nurul Huda, penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang aktifnya siswa dalam mengikuti proses kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran PAI khususnya di kelas VI, menurut peneliti hal tersebut bisa terjadi dikarenakan kurangnya kreativitas dan variasi guru dalam penggunaan metode pembelajaran sehingga kegiatan belajar mengajar menjadi monoton dan menjenuhkan bagi siswa. Menindak lanjuti persoalan tersebut peneliti memberi solusi terhadap ketidak aktifan siswa dengan menawarkan penerapan metode everyone is teacher here. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) Realitas aktivitas belajar siswa sebelum menggunakan metode everyone is teacher here, 2) Proses penerapan metode everyone is teacher here pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) materi Fikih Ibadah, 3) Realitas aktivitas belajar siswa setelah menggunakan metode everyone is teacher here. Peneliti berupaya meningkatkan aktivitas belajar siswa menggunakan metode everyone is teacher here dengan harapan langkah-langkah yang terdapat dalam pelaksanaan metode tersebut bisa memantik keaktifan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini termasuk ke dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan pendekatan mixed method yaitu pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data kualitatif menggunakan wawancara dan dokumentasi dengan teknik analisis data deskriptif, untuk data kuantitatif menggunakan teknik pengumpulan data menggunakan angket dan observasi dengan teknik analisis data menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Angket aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran PAI sebelum penerapan metode everyone is teacher here sebesar 2,93% dengan interpretasi sedang, berada pada interval 2,60 – 3,39. 2) Pembelajaran dengan menggunakan metode everyone is teacher here terdapat peningkatan hasil observasi aktivitas belajar siswa, pada siklus I mendapatkan skor 33,3% selanjutnya pada siklus II mendapatkan skor 100% dengan demikian terdapat selisih pada siklus I dan siklus II sebesar 67,7%. 3) Hasil penerapan metode everyone is teacher here pada pelajaran PAI terhadap aktivitas belajar siswa, diakumulasikan pada saat penerapan metode everyone is teacher here siklus I dengan nilai rata-rata 2,93 dengan interpretasi Sedang, berada pada interval 2,60 – 3,39. Hal ini mengalami peningkatan pada siklus II dengan nilai rata-rata 3,82 dengan interpretasi Tinggi, berada pada interval 3,40 – 4,19. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode everyone is teacher here pada pokok bahasan Fikih Ibadah di kelas VI MI Nurul Huda Bandung dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa.
Kajian Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak dalam Film Animasi Hafiz dan Hafizah Arifani Amril; Aep Saepudin; Heru Pratikno
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15726

Abstract

Abstract. Education is a process of transferring knowledge from people who know to people who don't know (students). Moral education is a conscious effort to guide and direct a person's will to achieve noble behavior and make it a habit. Moral education is very important in developing human potential, so it is necessary to instill educational values in students. The family is the main educator for children, therefore parents have the responsibility to educate children. One of parents' efforts to instill moral educational values is to provide shows that are not just entertainment but also provide teaching. The existence of the animated film Hafiz and Hafizah overcomes parents' concerns so that it continues to provide educational viewing which includes scenes containing moral educational values. The formulation of the problem in the research is: (a). What are the values of moral education in the animated film Hafiz and Hafizah? (b). What is the meaning of the moral values represented in the animated film Hafiz and Hafizah? (c). What is the content of the moral message in the animated film Hafiz and Hafizah? The objects of research in this film are the animation of Hafiz and Hafizah in the episodes Amanah A Wallet, Cleanliness Is Part of Faith, Hafiz Hiccups, Assalamualaikum Friends, I Want To Be, A Surprise for Dad. This research is library research with primary data sources, namely the Hafiz and Hafizah animation films, while secondary data sources include books, journals, etc. Which relates to the values of Islamic education. Researchers use documentation techniques in collecting data, as well as using data analysis techniques, namely content analysis. Based on the research results from the five episodes taken, it was found that the meaning of the moral values contained in the animated film Hafiz and Hafizah Abstrak. Pendidikan merupakan proses transfer pengetahuan dari orang yang tahu kepada orang yang belum tahu (peserta didik). Pendidikan akhlak adalah usaha yang dilakukan secara sadar untuk membimbing dan mengarahkan kehendak seseorang untuk mencapai tingkah laku yang mulia dan menjadikannya sebagai kebiasaan. Pendidikan akhlak sangat penting dalam pengembangan potensi manusia, sehingga perlu ditanamkan nilai-nilai pendidikan kepada peserta didik. Keluarga merupakan pendidik yang utama bagi anak, oleh sebab itu orang tua memiliki tanggung jawab dalam mendidik anak. Salah satu upaya orang tua dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan akhlak yaitu memberikan tontonan yang bukan hanya sekedar hiburan tetapi juga memberikan pengajaran. Adanya film Animasi Hafiz dan Hafizah mengatasi keresahan orang tua agar tetap memberikan tontonan yang mendidik yang didalamnya menampilkan adegan yang berisi nilai-nilai pendidikan Akhlak. Rumusan masalah dalam penelitian yaitu : (a). Apa saja nilai- nilai pendidikan akhlak dalam film animasi Hafiz dan Hafizah? (b). Bagaimana makna nilai-nilai akhlak yang direpresentasikan dalam film animasi Hafiz dan Hafizah? (c). Bagaimana isi pesan akhlak dalam film animasi Hafiz dan Hafizah?. Objek penelitian dalam film ini yaitu Animasi Hafiz dan Hafizah episode Amanah Sebuah Dompet, Kebersihan Sebagian dari Iman, Hafiz Cegukan, Assalamualaikum Sahabat, Aku Ingin Menjadi, Kejutan Untuk Ayah. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library research) dengan sumber data primer yaitu film Animasi Hafiz dan hafizah, sedangkan sumber data sekunder berupa buku-buku, jurnal,dll. Yang berkaitan dengan nilai-nilai pendidikan Islam. Peneliti menggunakan teknik dokumentasi dalam pengumpulan data, serta menggunakan teknik analisis data yaitu content analysis(analisis isi). Berdasarkan hasil penelitian dari lima episode yang diambil ditemukan makna nilai- nilai akhlak yang terdapat dalam film animasi Hafiz dan Hafizah
Konsep Ulul Albab dalam Qs. Ali Imran Ayat 190-191 dan Implikasinya Terhadap Kecerdasan Moral Anak Susi Setiawati; Eko Surbiantoro; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15752

Abstract

Abstract. This research is motivated by various phenomena that occur today where children's behavior often does not comply with applicable norms. Therefore, it is necessary to train children's moral intelligence, so that they can develop good behavior and become perfect human beings. So the problem in this research is formulated as follows: (1) What is the perspective of the commentators regarding the concept of ulul albab contained in the QS. Ali Imran verses 190-191? (2) What are the views of educational experts regarding the concept of ulul albab as moral intelligence? (3) What are the essences contained in the QS. Ali Imran verses 190- 191? (4) How is the concept of ulul albab applied to the development of moral intelligence? The aim of this research is to find out "The concept of Ulul Albab in Qs. Ali Imran Verse 190-191 and its Implications for Children's Moral Intelligence.” This research uses a qualitative approach and the methods used in the tafsir research are the tahlili tafsir method and literature review. This research discusses the importance of moral intelligence which not only emphasizes the knowledge aspect but also the spiritual aspect, so that children can live a meaningful life. Conclusion Qs. Ali Imran's verse 190-191 is about people who use their minds to think along with reciting remembrance of Allah in all situations and conditions. Dzikr is one way to get closer to Allah, so that Allah can protect the practices of his people. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai fenomena yang terjadi saat ini dimana perilaku anak sering kali tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Oleh karena itu, diperlukan melatih kecerdasan moral anak, sehingga mereka dapat mengembangkan perilaku yang baik dan menjadi insan yang sempurna. Maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana perspektif para mufasir tentang konsep ulul albab yang terkandung dalam QS. Ali Imran ayat 190-191? (2) Bagaimana pandangan para ahli pendidikan tentang konsep ulul albab sebagai kecerdasan moral? (3) Apa saja esensi yang terdapat dalam QS. Ali Imran ayat 190-191? (4) Bagaimana implikasi konsep ulul albab terhadap perkembangan kecerdasan moral?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui “Konsep Ulul Albab Dalam Qs. Ali Imran Ayat 190-191 Dan Implikasinya Terhadap Kecerdasan Moral Anak.” Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode yang digunakan dalam penelitian tafsirnya adalah metode tafsir tahlili dan studi kepustakaan. Penelitian ini membahas tentang pentingnya kecerdasan moral yang tidak hanya menekankan kepada aspek pengetahuan akan tetapi juga aspek spriritual, sehingga anak dapat hidup bermakna. Kesimpulan Qs. Ali imran ayat 190- 191 yaitu tentang orang-orang yang mempergunakan akalnya untuk berfikir dibarengi dengan berzikir kepada Allah dalam segala situasi dan kondisi. Berzikir merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah, sehingga Allah dapat menjaga perbuatan umatnya.
Pengelolaan Kegiatan Ekstrakulikuler Keagamaan Dalam Pembentukan Karakter Disiplin Siswa di SD Plus Marhas Kabupaten Bandung Rahmat Zaki Alauddin; Aep Saepudin; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15757

Abstract

Abstract. Abstract. The purpose of this research is to (1) Find out how to plan religious extracurriculars to foster student discipline at SD Plus Marhas, Bandung Regency. (2) Knowing the implementation of religious extracurriculars to foster student discipline at SD Plus Marhas, Bandung Regency. (3) Knowing the evaluation of religious extracurriculars to foster student discipline at SD Plus Marhas, Bandung Regency. (4) Knowing the supporting and inhibiting factors for religious extracurricular activities to foster student discipline at SD Plus Marhas, Bandung Regency.The results of the research show that: (1) Religious extracurricular planning to foster student discipline at SD Plus Marhas Bandung Regency was carried out in a structured manner according to the plan that had been set at the beginning of the semester. (2) The process of implementing religious extracurriculars to foster student discipline at SD Plus Marhas, Bandung Regency is going quite well according to planning. (3) Evaluation of religious extracurriculars to foster student discipline at Plus Marhas Elementary School, Bandung Regency, has had a significant effect on students at Plus Marhas Elementary School, Bandung Regency. (4) The supporting and inhibiting factors that arise regarding this problem can be resolved quite well by extracurricular coaches/educators. Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui bagaimana perencanaan program Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Alfassalam Ciranjang Cianjur. (2) Mengetahui pelaksanaan program Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Alfassalam Ciranjang Cianjur (3) Mengetahui penilaian hasil program Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Alfassalam Ciranjang Cianjur (4) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat dari program Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Alfassalam Ciranjang Cianjur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: : (1) Perencanaan program tahfidz al- Qur’an di Pondok Pesantren Alfassalam Ciranjang Cianjur ini dilakukan dengan rapat internal (2) Proses pelaksanaan program Tahfidz Al-Qura’an di pondok Pesantren Alfassalam Ciranjang Cianjur ini masih menggunakan metode turun menurun (3) Penilaian dari hasil program tahfidz al- Qur’an di Pondok Pesantren Alfassalam Ciranjang Cianjur berjalan sesuai dengan perencanaan, meski ada beberapa target yang belum tercapai (4) Faktor pendukung program ini adalah murabbi atau pembimbing yang kompeten dalam bidang tahfidz Sedangkan faktor penghambat program ini adalah kurangnya jumlah murabbi atau pembimbing tahfidz, bukan karena niat untuk Allah, santri yang malas.
Implementasi Metode Murajaah dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Alquran Juz 30 pada Murid Kelas IV di Madrasah Diniyah Ula Persis Al Jihad Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung Rafliansyah Khairullah; Erhamwilda; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15762

Abstract

Abstract. This thesis explains the implementation of the murajaah method in improving the quality of memorization of the 30th Juz of the Quran among 4th-grade students at Madrasah Diniyah Ula Persis Al Jihad, Bojongloa Kidul District, Bandung City. This research uses a qualitative approach with a descriptive type, aimed at collecting data on the implementation of the murajaah method in enhancing the memorization quality of the 30th Juz of the Quran among 4th-grade students at Madrasah Diniyah Ula Persis Al Jihad, Bojongloa Kidul District, Bandung City. The data collection techniques used are triangulation, which includes interviews, observation, and documentation. The findings of this study are that 10 minutes before class starts (with the murajaah technique with classmates) and 10 minutes before going home (with the murajaah technique with the homeroom teacher). The murajaah strategy involves looking at the Quran (for those who do not have a murajaah schedule) and without looking at the Quran (for those who have a murajaah schedule). After conducting murajaah with classmates, the homeroom teacher provides feedback and suggestions to the students on the murajaah schedule and discusses tajweed knowledge. The inhibiting factors include difficulties in application, lack of habit, difficulty finding time, and the large number of lessons to be covered daily. The supporting factors include it being fun, not boring, and having many friends. Abstrak. Skripsi ini menjelaskan mengenai implementasi metode murajaah dalam meningkatkan kualitas hafalan Alquran juz 30 pada murid kelas IV di madrasah diniyah ula persis Al Jihad Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif yang bertujuan untuk mengumpulkan data mengenai implementasi metode murajaah dalam meningkatkan kualitas hafalan Alquran juz 30 pada murid kelas IV di madrasah diniyah ula persis Al Jihad Kecaamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung. Teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi atau wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dalam penelitian ini adalah 10 menit sebelum mulai pelajaran (dengan teknik murajaah bersama teman sekelas) dan 10 menit sebelum pulang (dengan teknik murajaah bersama wali kelas). Strategi murajaahnya ialah melihat Alquran (bagi yang tidak mendapatkan jadwal murajaah) dan tanpa melihat Alquran (bagi yang mendapatkan jadwal murajaah). Setelah melakukan murajaah bersama teman sekelas, wali kelas memberi masukan dan saran kepada murid yang mendapatkan jadwal murajaah serta membahas mengenai ilmu tajwid. Faktor penghambatnya ialah kesulitan dalam pengaplikasiannya, belum terbiasa, susah mencari waktu, banyaknya pelajaran yang harus dibahas perharinya. Faktor pendukung ialah seru, tidak membosankan, banyak teman.
Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning pada Mata Pelajaran PAI untuk Membentuk Karakter Cinta Damai di Sekolah Dasar Pelita Kota Bandung 10030121114, Dina Nurdiana; Eko Surbiantoro; Dewi Mulyani
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 5 No. 1 (2025): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v5i1.18326

Abstract

Abstract. In an attempt to help students at Pelita Elementary School in Bandung City develop peaceful dispositions, this study will investigate how the Contextual Teaching and Learning (CTL) model is applied in Islamic Religious Education (PAI) courses. Data for this study was gathered by observation, interviews, and recording using a qualitative descriptive method. The study's findings demonstrate that using the CTL model can help students better comprehend the importance of cooperation, tolerance, and amicable dispute resolution. Numerous elements, including teacher preparation, school support, and student participation in the learning process, contribute to this model's success. However, this study also identifies obstacles, including limited facilities and differences in students' initial understanding of the concept of peace-loving. This study recommends strengthening the implementation of CTL through training for teachers and the integration of peace-loving values in a more comprehensive curriculum.Keyword: Contextual Teaching and Learning, Islamic Religious Education, Peace-loving Character, Elementary School Abstrak. Dalam upaya membantu anak-anak di Sekolah Dasar Pelita di Kota Bandung mengembangkan karakter cinta damai, penelitian ini akan melihat bagaimana pendekatan Pembelajaran Kontekstual (CTL) diterapkan dalam mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif yang mengumpulkan data melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model CTL dapat membantu peserta didik lebih memahami nilai-nilai kerjasama, toleransi, dan penyelesaian sengketa secara damai. Keberhasilan model ini didukung oleh berbagai faktor, seperti dukungan sekolah, pelatihan guru, dan keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Meski demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi kendala, antara lain keterbatasan fasilitas serta perbedaan pemahaman awal peserta didik tentang konsep cinta damai. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pelaksanaan CTL melalui pelatihan bagi guru dan integrasi nilai cinta damai dalam kurikulum yang lebih komprehensif.Kata Kunci: Contextual Teaching and Learning, Pendidikan Agama Islam, Karakter Cinta Damai, Sekolah Dasar
Studi Komparasi Penguatan Karakter Disiplin Melalui Ekstrakurikuler Pramuka dan Paskibra Di SMK Bintang Harapan Bekasi 10030121046, Maya Nur Awaliyah; mulyani, dewi
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 5 No. 1 (2025): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v5i1.18328

Abstract

Abstract. This study is about the comparative improvement of discipline character through extracurricular activities in the Scout (Pramuka) and Paskibra (Flag Raising) programs at SMK Bintang Harapan. This study emphasizes the importance of character education in shaping students' attitudes and behaviors, especially focusing on discipline as an important component of character development. The methodology is in the form of qualitative data collection through field notes, which are then reduced, described, analyzed, and interpreted to reveal factual insights in a natural setting. The analysis is structured into several stages, including data presentation in an integrated descriptive format and comparative analysis to answer the research questions. The findings indicate that participation in Scouting significantly increases students' self-confidence, communication skills, social abilities, and teamwork, while also instilling values such as responsibility and environmental awareness. In addition, this study highlights the positive impacts of being involved in Scouting, such as fun outdoor activities and challenges that facilitate learning in a fun environment. However, it also notes challenges such as miscommunication among members and varying personalities, which can be overcome through fostering open communication. while Paskibra develops discipline and independence through structured exercises and activities. This study concludes with recommendations for the Scout program to continue developing engaging and rewarding programs that reach a wider audience, ultimately aiming to grow a better and more character-driven generation of youth. This study contributes to the understanding of how extracurricular activities can effectively enhance character education, especially in the context of discipline. Keywords: Discipline, Character Education, Scouts, Flag Bearer Abstrak. Penelitian ini tentang peningkatan komparasi karakter disiplin melalui kegiatan ekstrakurikuler dalam program Pramuka (Pramuka) dan Paskibra (Pengibaran Bendera) di SMK Bintang Harapan. Penelitian ini menekankan pentingnya pendidikan karakter dalam membentuk sikap dan perilaku siswa, terutama berfokus pada disiplin sebagai komponen penting dari pengembangan karakter. Metodologi berupa pengumpulan data kualitatif melalui catatan lapangan, yang kemudian dikurangi, dijelaskan, dianalisis, dan ditafsirkan untuk mengungkap wawasan faktual dalam pengaturan alami. Analisis disusun menjadi beberapa tahap, termasuk presentasi data dalam format deskriptif terintegrasi dan analisis komparasi untuk menjawab pertanyaan penelitian. Temuan menunjukkan bahwa partisipasi dalam Pramuka secara signifikan meningkatkan kepercayaan diri siswa, keterampilan komunikasi, kemampuan sosial, dan kerja tim, sementara juga menanamkan nilai-nilai seperti tanggung jawab dan kesadaran lingkungan. Selain itu, penelitian ini menyoroti dampak positif dari terlibat dalam Pramuka, seperti kegiatan luar ruangan yang menyenangkan dan tantangan yang memfasilitasi pembelajaran di lingkungan yang menyenangkan. Namun, ini juga mencatat tantangan seperti miskomunikasi di antara anggota dan kepribadian yang bervariasi, yang dapat diatasi melalui membina komunikasi terbuka . sedangkan paskibra mengembangkan disiplin dan kemandirian melalui Latihan dan kegiatan terstruktur. Penelitian ini diakhiri dengan rekomendasi untuk program Pramuka untuk terus mengembangkan program yang menarik dan bermanfaat yang menjangkau khalayak yang lebih luas, yang pada akhirnya bertujuan untuk menumbuhkan generasi pemuda yang lebih baik dan lebih digerakkan oleh karakter. Studi ini berkontribusi pada pemahaman tentang bagaimana kegiatan ekstrakurikuler dapat secara efektif meningkatkan pendidikan karakter, terutama dalam konteks disiplin. Kata Kunci: Disiplin, Pendidikan Karakter, Pramuka, Paskibra
Manajemen Program Pembiasaan Bai'at Sebagai Upaya Pengembangan Keberagamaan Santri Di Ma Persis 84 Ciganitri 10030121038, Dinda Amelia Hajrin Wahyu Putri; Ayi Sobarna; Haditsa Qur'ani Nurhakim
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 5 No. 1 (2025): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v5i1.18336

Abstract

Abstract. This study examines the implementation of the bai'at habituation program as an effort to develop the religious character of students at MA Persis 84 Ciganitri, Bandung Regency. The program aims to shape students' character to exhibit Islamic morals (akhlaqul karimah) through the internalization of Islamic values conducted routinely. This study utilizes a qualitative descriptive approach, employing interviews, observations, and documentation as data collection methods. The findings reveal that the management of the bai'at habituation program involves four key stages: planning, organizing, implementation, and supervision. Factors influencing the program's effectiveness include active involvement of program managers, facility support, and student participation. The program's impact includes increased religious awareness and discipline among students in their daily lives. This study makes a significant contribution to the field of moral and Faith-based education by proposing a structured habituation strategy as an effective step to enhance students' character quality. The bai'at habituation program is designed to serve as an exemplary framework for other educational institutions to follow in fostering a generation that is faithful, devout, and morally upright. Keywords: Bai'at habituation, students religiosity, Islamic character, moral education, and program management. Abstrak. Penelitian ini mengkaji implementasi program pembiasaan bai’at sebagai upaya pengembangan keberagamaan santri di MA Persis 84 Ciganitri, Kabupaten Bandung. Program ini bertujuan membentuk karakter santri yang berakhlakul karimah melalui internalisasi nilai-nilai Islami yang dilakukan secara rutin. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data yang meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkap bahwa manajemen program pembiasaan bai’at melibatkan empat tahapan utama, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas program meliputi keterlibatan aktif pengelola, dukungan fasilitas, serta partisipasi santri. Dampak yang dihasilkan mencakup peningkatan kesadaran religius dan kedisiplinan santri dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini berperan signifikan dalam memperkaya wawasan dan pengembangan di bidang Pendidikan baik moral dan agama dengan mengusulkan strategi pembiasaan yang terstruktur sebagai langkah efektif untuk meningkatkan kualitas karakter peserta didik. Program pembiasaan bai’at diharapkan dapat berfungsi sebagai contoh atau pedoman bagi institusi pendidikan lainnya dalam upaya pembentukan generasi muda yang taat beragama, bertakwa, dan memiliki akhlak yang baik. Kata Kunci: Pembiasaan bai’at, keberagamaan santri, karakter Islami, pendidikan moral, dan manajemen program.
Pengelolaan Pembelajaran Video Based Learning Pada Mata Pelajaran Akhlak Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di Madrasah Diniyah Takmiliyah Miftahul Khoir Kabupaten Bandung 1003011977, Ahmad Hafidzin Febriana
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 5 No. 1 (2025): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v5i1.18344

Abstract

Abstract. Moral learning at Madrasah Diniyah Takmiliyah Miftahul Khoir first used the lecture, story telling, blackboard method, which caused several obstacles experienced by the madrasah, one of which was the feeling of boredom experienced by students during learning and led to a decline in student learning outcomes, one of which was moral values. The teacher and head of the madrasah discussed and decided to hold moral learning using video based learning media. This research uses a qualitative approach with descriptive methods, which places emphasis on extracting facts in depth and comprehensive analysis. Learning planning is carried out by considering the vision and mission of the madrasah to produce graduates who have noble character, achievement and quality. This program is implemented for students in grades 4 to 6 with a learning schedule every Monday, where the first week is focused on explaining the material and the second week on delivering the material via video. The research results show that video-based learning is successful in increasing student interest and involvement during the learning process. Apart from that, student achievement, especially in moral values, also showed a significant increase. However, implementing this method requires thorough preparation, especially in selecting and compiling video material that is relevant and easy for students to understand. Keyword : Morals, Video Based Learning Abstrak. Pembelajaran Akhlak di Madrasah Diniyah Takmiliyah Miftahul Khoir pertama menggunakan metode ceramah, bercerita , papan tulis yang dimana hal ini menimbulkan beberapa kendala yang di alami madrasah, salah satunya rasa jenuh yang dialami siswa saat pembelajaran dan menimbulkan menurunya hasil belajar siswa salah satunya nilai akhlak. Guru dan Kepala madrasah berdiskusi dan memutuskan untuk mengadakan pembelajaran akhlak menggunakan media video based learning. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, yang memberikan penekanan pada penggalian fakta secara mendalam dan analisis yang komprehensif. Perencanaan pembelajaran dilakukan dengan mempertimbangkan visi dan misi madrasah untuk mencetak lulusan yang berakhlak mulia, berprestasi, dan berkualitas. Program ini diterapkan pada siswa kelas 4 hingga 6 dengan jadwal pembelajaran setiap hari Senin, di mana minggu pertama difokuskan pada penjelasan materi dan minggu kedua pada penyampaian materi melalui video. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis video based learning berhasil meningkatkan minat dan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran. Selain itu, prestasi siswa, terutama dalam nilai akhlak, juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Meski demikian, penerapan metode ini membutuhkan persiapan yang matang, terutama dalam memilih dan menyusun materi video yang relevan dan mudah dipahami oleh siswa. Kata Kunci : Akhlak ,Video Based Learning
IMPLEMENTASI PROGRAM TUJUH POE ATIKAN (NYUCIKEUN DIRI) DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK DI SDN 2 TANJUNGSARI KABUPATEN PURWAKARTA 10030119143, Shofia Nurhumaira Salma; Dr. Giantomi Muhammad, M.M.Pd, Dr. H. Aep Saepudin, Drs., M.Ag
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 5 No. 1 (2025): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v5i1.18352

Abstract

Abstract. Education is a conscious and planned effort in the process of guidance and learning for individuals to grow and develop into independent, responsible, creative, knowledgeable, healthy and noble human beings. This research aims to find out how to form religious character in Tanjungsari Elementary School, Purwakarta Regency by implementing the Tujuh Poe Atikan (Nyucikeun Diri) program in terms of planning, implementation and evaluation of the program. In this study, the researcher used an analytical descriptive research method with a case study type. When planning this self-help program (Seven Poe Atikan), of course, there is a direction from the education office which includes the preparation of schedules, implementation guidelines, and strategic steps to ensure that this activity is in accordance with the goals that have been set. In addition, the school also involves parents through socialization to provide understanding and support for the program, so that its implementation can run optimally. religious character of students at SDN 2 Tanjungsari, Purwakarta Regency. Implementation activities are the core of the Self-Help Program. Where all activity processes are contained in this implementation. This self-help program which was carried out at SDN 2 Tanjungsari in 2015 aims to shape the character of students by instilling divine values to get closer to Allah. With this program, it can build students with noble character. Keywords: Religious Character, Seven Points of Victory Self-Improvement Abstrak. Pendidikan merupakan upaya sadar dan terencana dalam proses pembimbingan dan pembelajaran bagi individu agar tumbuh berkembang menjadi manusia yang mandiri, bertanggung jawab, kreatif, berilmu, sehat dan berakhlak berkarakter)mulia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembentukan karakter religius di SD Tanjungsari Kabupaten Purwakarta dengan cara menerapkan program Tujuh Poe Atikan Nyucikeun Diri dalam hal perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi program. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif analitik dengan tipe studi kasus. Ketika dalam merencanakan program nyucikeun diri Tujuh Poe Atikan ini tentunya terdapat arahan dari dinas pendidikan yang mencakup penyusunan jadwal, pedoman pelaksanaan, dan langkah-langkah strategis untuk memastikan kegiatan ini sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Selain itu, pihak sekolah juga melibatkan orang tua melalui sosialisasi untuk memberikan pemahaman dan dukungan terhadap program tersebut, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan secara maksimal. karakter religius peserta didik di SDN 2 Tanjungsari Kabupaten Purwakarta. Kegiatan pelaksanaan merupakan inti dari Program Nyucikeun Diri. Yang dimana semua proses kegiatan terdapat dalam pelaksanaan ini. program nyucikeun diri ini yang dilaksanakan di SDN 2 Tanjungsari pada tahun 2015 bertujuan membentuk karakter peserta didik dengan menanamkan nilai-nilai ilahi untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dengan program ini dapat membangun peserta didik yang berakhlak mulia. Kata Kunci: Karakter Religius, Tujuh Poe Atikan Nyucikeun Diri