cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsied@unisba.ac.id
Phone
+6285157882369
Journal Mail Official
bcsied@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 28282515     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2
Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, Berbusana Muslimah, Kewajiban Suami, Konsep Pendidikan, Manajemen Tahfidz Quran, Manajemen Kepesantrenan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Waktu, Mawaddah, Mentoring, Metode Tikrar, Model Pembinaan, Model Project Based Learning, Mufassir, Nilai Pendidikan, Pembelajaran Kitab Kuning, Pembelajaran Tahsin, Pendidikan Karakter, Rahmah (Sikap), Rasa Syukur (Hifdzun nafs), Religius Menulis, Remaja, Sakinah, Tanggung Jawab Pendidik. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 374 Documents
Upaya Peningkatan Motivasi Menghafal Al-Qur’an Siswa Kelas XI Melalui Program Reward di SMAN 2 Lembang Amelia Indah Lestari; Aep Saepudin
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15661

Abstract

Abstract. Abstract. This research is motivated by the low motivation of students in memorising the Qur'an, in addition to the infak program SMAN 2 Lembang is also motivated by the reward program, with the existence of this, there must be a spirit to build motivation by giving rewards. This reward program aims to motivate students to memorise the Qur'an. This research uses a qualitative approach with analytical descriptive method. Data collection methods used observation, interviews, and documentation. Data analysis used data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicate that efforts to increase the motivation to memorise the Qur'an of class XI students through the reward program at SMAN 2 Lembang have increased very well. Where this can be seen from the planning in this reward program, namely with a special time and each year will be the same, standardisation of program participants containing worship reports, and a minimum memorization requirement of 1 juz. The implementation of this reward programme is carried out through administrative selection and interviews, Al-Qur'an memorisation selection, and munaqosyah at the end of the test. The evaluation of this reward programme is by monitoring the Al-Qur'an memorisation monitoring card. The motivation needed in the reward programme is intrinsic and extrinsic motivation. The supporting and inhibiting factors in this reward programme are the daily infaq of students and GTK, the worship report card containing the 5 daily prayers, the memorisation control card, qualified facilities and facilitators, and student laziness due to lack of intrinsic motivation. It can be concluded that the reward programme at SMAN 2 Lembang has increased students' motivation in memorising the Qur'an. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya motivasi siswa dalam menghafalkan Al-Qur’an, selain dari pada itu program infak SMAN 2 Lembang juga melatarbelakangi hadirnya program reward, dengan adanya hal tersebut harus adanya suatu semangat dalam membangun motivasi dengan cara pemberian reward. Program reward ini bertujuan untuk memberikan motivasi siswa dalam menghafal Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Metode pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun analisis datanya menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan motivasi menghafal Al-Qur’an siswa kelas XI melalui program reward di SMAN 2 Lembang mengalami peningkatan yang sangat baik. Dimana hal tersebut dapat terlihat dari perencanaan dalam program reward ini yaitu dengan adanya waktu khusus dan setiap tahun akan sama, adanya standarisasi peserta program yang memuat rapot ibadah, serta adanya syarat hafalan minimal 1 juz. Pelaksanaan program reward ini dilakukan melalui seleksi administrasi dan wawancara, seleksi bacaan Al-Qur’an, serta adanya munaqosyah di akhir pengetesan. Evaluasi dari program reward yaitu pemantauan kartu monitoring hafalan Al-Qur’an. Motivasi yang dibutuhkan dalam program reward yakni motivasi intrinsik maupun ekstrinsik. Faktor pendukung dan penghambat dalam program reward ini yaitu ada nya infak harian siswa dan GTK, rapot ibadah dengan memuat 5 waktu shalat, kartu kontrol hafalan, fasilitas dan fasilitator yang mumpuni, serta adanya rasa malas terhadap pribadi siswa dikarenakan motivasi intrinsik yang kurang. Maka dapat disimpulkan bahwa program reward di SMAN 2 Lembang telah mengalami peningkatan motivasi dalam menghafalkan Al-Qur’an siswa-siswi.
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Nilai-Nilai Religius untuk Mencegah Kenakalan Remaja di Sekolah SMAN 9 Bandung Rissa Sahidah; Erhamwilda; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15665

Abstract

Abstract. This research describes in depth the efforts of Islamic Religious Education (PAI) teachers in instilling religious values as a preventive effort against juvenile delinquency at SMAN 9 Bandung. This research is a field research with a qualitative approach. Data analysis involves three stages, namely data reduction, presentation, and conclusion. The results showed that (1) at SMAN 9 Bandung there were two types of juvenile delinquency which included mild to moderate forms. (2) The efforts of PAI teachers in preventing juvenile delinquency include: a) prevention in the classroom, b) out-of-class programs and activities, and c) collaboration between all school parties, PAI teachers, and BK teachers. (3) Supporting factors in this effort include a supportive school program and support from parents and religious leaders, while inhibiting factors include students' identity crisis and lack of attention to students. Abstrak. Penelitian ini mendeskripsikan secara mendalam upaya guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan nilai-nilai religius sebagai upaya preventif terhadap kenakalan remaja di SMAN 9 Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Analisis data melibatkan tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) di SMAN 9 Bandung terdapat dua jenis kenakalan remaja yang termasuk ke dalam bentuk ringan hingga sedang. (2) Upaya guru PAI dalam mencegah kenakalan remaja mencakup: a) pencegahan di dalam kelas, b) program dan kegiatan luar kelas, dan c) kolaborasi antara seluruh pihak sekolah, guru PAI, dan guru BK. (3) Faktor pendukung dalam upaya ini antara lain program sekolah yang mendukung serta dukungan dari orang tua dan tokoh agama, sementara faktor penghambat meliputi krisis identitas siswa dan kurangnya perhatian terhadap siswa.
Efektivitas Pembelajaran Al-Qur’an Melalui Tutor Sebaya terhadap Peningkatan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Siswa Kelas 1 DTA Nurul Anwar (Bandung) Rifa Siti Ayu Bakta; Erhamwilda; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15668

Abstract

Abstract. Learning to read the Qur'an in schools is often ineffective. This can be attributed to a number of factors, including low interaction between teachers and students and between students and other students. This results in a less conducive atmosphere, often even causing a tense classroom atmosphere and a hesitant attitude to ask questions and become a boring routine.The purpose of this study is to find out the ability to read the Qur'an of students before and after using the peer tutor learning method, as well as to find out the learning process of reading the Qur'an through peer tutors in grade 1 students of DTA Nurul Anwar Bandung. This study uses a qualitative approach with the Classroom Action (PTK) research method which focuses on a problem, namely the lack of ability of DTA Nurul Anwar students to read the Qur'an. The subject of this study is 20 students in grade 1 of DTA Nurul Anwar. Data acquisition in this study uses observation, interview and documentation techniques. Based on the results of data analysis through the observation process carried out, it can be concluded that there is a significant improvement in the ability to read the Qur'an in grade 1 of DTA Nurul Anwar using the peer tutor method. This is marked by the results of the percentage of the initial test (pretest) of 25%, the results of the evaluation of the first cycle of 45%, the results of student observation in the first cycle of 64%, the results of student evaluation in the second cycle of 85%, the results of student observation in the second cycle of 82.9% and the results of the final test (post-test) of 90%. Abstrak. Kegiatan pembelajaran membaca Al-Qur’an di sekolah seringkali tidak efektif. Hal ini dapat dikaitkan dengan sejumlah faktor, termasuk rendahnya interaksi antara guru dengan siswa serta antara siswa dengan siswa lain. Hal ini mengakibatkan suasana yang kurang kondusif, bahkan seringkali menimbulkan suasana kelas yang tegang serta sikap sungkan bertanya dan menjadi rutinitas yang membosankan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan membaca Al-Qur’an siswa sebelum dan sesudah menggunakan metode pembelajaran tutor sebaya, serta untuk mengetahui proses pembelajaran membaca Al-Qur’an melalui tutor sebaya pada siswa kelas 1 DTA Nurul Anwar Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berfokus pada suatu permasalahan yakni kurangnya kemampuan siswa DTA Nurul Anwar dalam membaca Al-Qur’an. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 1 DTA Nurul Anwar yang berjumlah 20 siswa. Perolehan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data melalui proses observasi yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an pada kelas 1 DTA Nurul Anwar dengan menggunakan metode tutor sebaya. Hal ini ditandai dari hasil persentase tes awal (pretest) sebesar 25%, hasil evaluasi siklus I sebesar 45%, hasil observasi siswa pada siklus I sebesar 64%, Hasil evaluasi siswa pada siklus II sebesar 85%, hasil observasi siswa pada siklus II sebesar 82,9 % dan hasil tes akhir (post-test) sebesar 90%.
Implementasi Kegiatan Dzikir Pagi Al-Ma’surat dalam Membentuk Karakter Islami Siswa di SMP PGII 2 Bandung Nur Sabila Sa'diah; Mujahid, Mujahid Rasyid; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15670

Abstract

Abstract.This thesis research discusses the implementation of al-ma'surat morning dhikr which is always routinely carried out at SMP PGII 2 Bandung. The purpose of the al-ma'surat dhikr activity is so that students have Islamic character. The type of research used in this study is a type of field research using a qualitative descriptive approach where the author wants to describe and explain the facts in the field. The objectives of this study are to: (1) To describe the application of dhikr al-ma'surat activities in shaping the Islamic character of students at SMP PGII 2 Bandung. (2) To describe the supporting and inhibiting factors of al-ma'surat dhikr activities in shaping the Islamic character of students at SMP PGII 2 Bandung. (3) To describe the positive impact of dhikr al-ma'surat activities in shaping the Islamic character of students at SMP PGII 2 Bandung. The results of the study show that the implementation of dhikr al-ma'surat has 4 stages, namely: Preparation stage, implementation stage, closing stage, and evaluation. Then the supporting factors in the implementation of al-ma'surat morning dhikr are the existence of al-ma'surat dhikr books, facilities in the form of mosques and the existence of a GDS (Prayer Discipline Movement) Team to discipline students, as well as a religious team to guide the implementation of al-ma'surat dhikr. In addition to supporting factors, there are also inhibiting factors in its implementation, such as students lacking focus during the implementation of dhikr al-ma'surat. Abstrak. Penelitian skripsi ini membahas mengenai implementasi dzikir pagi al-ma’surat yang selalu rutin dilakukan di SMP PGII 2 Bandung. Tujuan kegiatan dzikir al-ma’surat agar peserta didik memiliki karakter Islami. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang mana penulis ingin menggambarkan dan menjelaskan fakta-fakta yang ada di lapangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Untuk mendiskripsikan penerapan kegiatan dzikir al-ma’surat dalam membentuk karakter Islami siswa di SMP PGII 2 Bandung. (2) Untuk mendiskripsikan faktor pendukung dan penghambat kegiatan dzikir Al-ma’surat dalam membentuk karakter Islami siswa di SMP PGII 2 Bandung. (3) Untuk mendiskripsikan dampak positif kegiatan dzikir al-ma’surat dalam membentuk karakter Islami siswa di SMP PGII 2 Bandung. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa implementasi dzikir al-ma’surat ada 4 yaitu: Tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap penutup, dan evaluasi. Kemudian faktor pendukung dalam pelaksanaan dzikir pagi al-ma’surat yaitu adanya buku dzikir al-ma’surat, fasilitas berupa Masjid dan adanya Tim GDS ( Gerakan disiplin Shalat) untuk menertibkan siswa, serta tim keagamaan untuk memandu pelaksanaan dzikir al-ma’surat. Selain faktor pendukung,terdapat juga faktor penghambat dalam pelaksanaannya, diantaranya seperti siswa kurang fokus saat pelaksanaan dzikir al-ma’surat.
Penguatan Pribadi Muslim Melalui Kegiatan Ekstrakulikuler Tahfidz Di Smp Telkom Bandung Nida Nur Rosiddah; Dedih Surana; Eko Surbiantoro
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15672

Abstract

Abstrak. Penelitian ini mengarah pada empat rumusan permasalahan yang meliputi: 1) perencanaan kegiatan ekstrakurikuler tahfidz 2) proses pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler tahfidz 3) pentingnya kegiatan ekstrakurikuler tahfidz dalam penguatan kepribadian muslim dan 4) hambatan dan pendukung kegiatan ekstrakurikuler tahfidz untuk memperkuat kepribadian muslim. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dari bulan Mei-Juni 2024. Ruang lingkup subjek dalam penelitian adalah siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tahfidz, sedangkan pembicara pendukung lainnya antara lain kepala sekolah, pelatih ekstrakurikuler tahfidz, dan pelatih ekstrakurikuler tahfidz. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini terkait penguatan kepribadian muslim melalui kegiatan ekstrakurikuler tahfidz menunjukkan bahwa: 1) perencanaan kegiatan ekstrakurikuler tahfidz dilakukan dengan mencocokkan jadwal hari efektif dan seleksi hafalan siswa 2) Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler tahfidz yaitu kegiatan pembukaan, Kegiatan Inti dan Kegiatan Penutupan 3) Pentingnya kegiatan ekstrakurikuler tahfidz untuk memperkuat kepribadian muslim adalah kontrol dari sekolah yaitu kemahasiswaan dan kepala bidang prestasi dan ekstrakurikuler yang dilaksanakan setiap kali 4) Faktor pendukung kegiatan ekstrakurikuler tahfidz untuk penguatan kepribadian muslim adalah apresiasi dari sekolah bagi siswa yang telah mencapai target menghafal dengan memberikan piagam dan uang pembinaan serta sarana prasarana. Sementara itu, faktor penghambat adalah ada mahasiswa yang minatnya kurang optimal, dan antusiasme dan fokus yang tidak stabil membuat konsentrasi menurun.
Nilai-Nilai Karakter Religius dalam Film 99 Nama Cinta dan Relevansinya dengan Pendidikan Agama Islam Sri Hartini; Asep Dudi Suhardini; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15674

Abstract

Abstract. The film "99 Names of Love" was shown on the big screen for the first time in November 2019 and tells the story of Talia, a career woman who works as a television host for a gossip program even though she neglects her religious obligations. Then he was met by the figure Qibla who changed his life for the better. This film received quite good attention from the public and received several awards. In Talia's self-improvement process there are Islamic teachings which include the values ​​of aqidah, sharia and morals. In the context of Islamic religious education, this film is an interesting research object because it depicts how religious values ​​can be realized in everyday life through the main characters. This research aims to explore these values ​​more specifically and analyze their relevance in the context of Islamic religious education. This research methodology uses a qualitative approach with analysis from Roland Barthes' semiotic theory. The results of this research found that there were six scenes that depicted religious character values. The analysis also highlights values ​​such as patience and obedience, which are at the core of Islamic religious practices, which are illustrated through the process of growth and transformation of the characters of the main characters in the film. By linking these values ​​to Islamic principles such as ikhlas (sincerity) and tawakal (complete trust in Allah), this research shows how films can act as an effective medium in conveying moral and spiritual messages to audiences. The implication is that films can be used as a powerful tool in teaching religious values ​​to the younger generation, as well as enriching their learning experiences about religious practices in an ever-changing contemporary context. Abstrak. Film "99 Nama Cinta" ditampilkan di layar lebar pertama kali pada November 2019 menceritakan tokoh Talia wanita karier yang berprofesi sebagai pembawa acara televisi program gosip walaupun dia melalaikan kewajiban agamanya. Kemudian dia dipertemukan oleh tokoh Kiblat yang mengubah hidupnya menjadi lebih baik. Film Ini mendapat sorotan yang cukup baik dari masyarakat dan mendapatkan beberapa penghargaan. Dalam dalam proses perbaikan diri Talia terdapat ajaran Islam yang termasuk dalam nilai-nilai akidah, syariah dan akhlak. Dalam konteks pendidikan agama Islam, film ini menjadi objek penelitian yang menarik karena menggambarkan bagaimana nilai-nilai keagamaan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui karakter-karakter utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami nilai-nilai tersebut secara lebih spesifik dan menganalisis relevansinya dalam konteks pendidikan agama Islam. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis dari teori semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian ini ditemukan ada enam scene yang menggambarkan nilai-nilai karakter religius . Analisis juga menyoroti nilai-nilai seperti kesabaran dan ketaatan, yang merupakan inti dari praktik keagamaan Islam, yang diilustrasikan melalui proses pertumbuhan dan transformasi karakter tokoh utama dalam film. Dengan mengaitkan nilai-nilai ini dengan prinsip-prinsip Islam seperti ikhlas (ketulusan) dan tawakal (kepercayaan sepenuhnya pada Allah), penelitian ini menunjukkan bagaimana film dapat berperan sebagai medium yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan moral dan spiritual kepada penonton. Implikasinya adalah bahwa film dapat digunakan sebagai alat yang kuat dalam mengajarkan nilai-nilai agama kepada generasi muda, serta memperkaya pengalaman belajar mereka tentang praktik keagamaan dalam konteks kontemporer yang terus berubah.
Pengelolaan Morning Talk dalam Pembentukan Karakter Islami Hanifah Mardliyah Kurnia; Nan Rahminawati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15677

Abstract

Abstract. This research is motivated by the fact that there are still many students who lack This research is motivated by the fact that there are still many students who lack confidence, there are fights between students, children who are ostracized to bullying, and there are still many students who do not care about Islamic character in themselves. This morning talk program aims to provide additional knowledge to students so that they can add insight into (a) planning the morning talk program (b) implementing the morning talk program (c) educator evaluation of the morning talk program. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. Data collection methods used interviews, observations, and documentation studies. Data analysis used data reduction, data presentation, and data verification. The results of this study indicate that the management of the morning talk program in Islamic character building at MI Darul Furqan Lembang has been running quite well. Where this can be seen from (a) planning in morning talk activities begins with determining the objectives to be achieved, then students are taught to memorize daily prayers to be applied in everyday life. (b) Implementation in the morning talk program which is held every morning after the dhuha prayer at 08.05-08.20. The implementation of the morning talk program in Islamic character building is carried out through the preparation of teaching meetings held by the student division ahead of the new school year, both regarding the teaching module, the preparation of a rotating schedule of teachers in implementing the program. (c) The evaluation of the morning talk program is that educators monitor students' participation and their understanding of the material presented by conducting periodic tests. So it can be concluded that the management of the morning talk program at MI Darul Furqan Lembang is effective in shaping students' Islamic character. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya siswa yang kurang percaya diri, adanya pertengkaran antar siswa, anak yang dikucilkan sampai dengan bullying, serta masih banyak siswa yang belum memperdulikan karakter Islami dalam dirinya. Program morning talk ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tambahan kepada siswa guna memperluas wawasan untuk mengetahui (a) perencanaan program morning talk (b) pelaksanaan program morning talk (c) evaluasi pendidik terhadap program morning talk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Metode pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Adapun analisis datanya menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan program morning talk dalam pembentukan karakter Islami di MI Darul Furqan Lembang sudah berjalan cukup baik. Dimana hal tersebut dapat terlihat dari (a) perencanaan dalam kegiatan morning talk dimulai dengan menentukan tujuan yang ingin dicapai, kemudian peserta didik diajarkan untuk menghafal doa-doa harian untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (b) Pelaksanaan di dalam program morning talk tersebut dimana dilaksanakan setiap pagi hari setelah shalat dhuha pada pukul 08.05-08.20. Pelaksanaan program morning talk dalam pembentukan karakter Islami dilakukan melalui persiapan rapat ajar yang diadakan oleh divisi kesiswaan menjelang tahun ajaran baru, baik itu mengenai modul ajar, penyusunan jadwal bergilir bagi para guru dalam pelaksaan program tersebut. (c) Evaluasi dari program morning talk yaitu pendidik memantau partisipasi peserta didik dan pemahamannya terkait materi yang disampaikan dengan mengadakan tes secara rutin. Maka dapat disimpulkan bahwa pengelolaan program morning talk di MI Darul Furqan Lembang sudah efektif dalam pembentukan karakter Islami siswa-siswi.
Eksplorasi Penggunaan Gawai sebagai Media Pembelajaran terhadap Proses Pembelajaran Kognitif pada Mata Pelajaran PAI di Kelas VIII SMP PGII 2 Bandung Cyka Putri Miryani; dedih surana; iwan sanusi
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15678

Abstract

Abstract. The background of this study is the low interest and motivation of students towards learning PAI. This is reflected in boredom when the teacher teaches, sleepiness during lessons, difficulty maintaining concentration, and the tendency of students to chat that can disturb other friends. All these factors have a negative impact on the learning process and outcomes. This study aims to understand the effect of using gadgets as PAI learning media on the cognitive learning outcomes of VIII grade students of SMP PGII 2 Bandung. This study assumes that the use of devices can increase the effectiveness and efficiency of learning, make students more interactive, and encourage teachers to be more innovative in creating flexible and internet-based learning media. It is expected that the use of devices can affect cognitive learning outcomes which include the ability to remember, understand, apply, analyze, assess, and create. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques include observation, in-depth interviews, documentation, and literature study. The research participants were VIII grade students of PGII 2 Bandung Junior High School and teachers who taught PAI. Data analysis was conducted by interpreting and understanding data obtained from various sources. The research findings show that the use of gadgets as learning media has a positive impact on students' cognitive learning outcomes. Abstrak. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya minat dan motivasi peserta didik terhadap pembelajaran PAI. Hal ini tercermin dari rasa bosan saat guru mengajar, rasa mengantuk selama pelajaran, kesulitan menjaga konsentrasi, serta kecenderungan peserta didik untuk mengobrol yang dapat mengganggu teman-teman lainnya. Semua faktor ini memberikan dampak negatif pada proses dan hasil pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh penggunaan gawai sebagai media pembelajaran PAI terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas VIII SMP PGII 2 Bandung. Penelitian ini berasumsi bahwa penggunaan gawai dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran, membuat siswa lebih interaktif, serta mendorong guru untuk lebih inovatif dalam menciptakan media pembelajaran yang fleksibel dan berbasis internet. Diharapkan penggunaan gawai dapat memengaruhi hasil belajar kognitif yang meliputi kemampuan mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, menilai, dan mencipta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Partisipan penelitian adalah siswa kelas VIII SMP PGII 2 Bandung serta guru-guru yang mengajar PAI. Analisis data dilakukan dengan menafsirkan dan memahami data yang diperoleh dari berbagai sumber. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gawai sebagai media pembelajaran memberikan dampak positif terhadap hasil belajar kognitif siswa. Siswa merasa lebih mudah mengakses dan memahami materi yang diberikan oleh guru melalui internet, serta dapat menonton video terkait mata pelajaran PAI, sehingga materi lebih mudah dipahami. Selain itu, penggunaan gawai mendorong guru untuk lebih inovatif dalam menyampaikan materi, menciptakan suasana kelas yang lebih menyenangkan dan penuh antusiasme, serta meningkatkan interaktivitas siswa dalam proses pembelajaran.
Efektivitas Program Pembinaan Kecakapan Vokasional Santri Melalui Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Selvi Riani; nurul, Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15684

Abstract

Abstrak.Tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) perencanaan program pembinaan kecakapan vokasional santri melalui Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) pondok pesantren Darul Falah Cisalak Subang 2) pelaksanaan kegiatan pembinaan kecakapan vokasional melalui program Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) di pondok pesantren Darul Falah Cisalak Subang 3) Evaluasi program Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) pondok pesantren Darul Falah Cisalak Subang 4) Efektivitas program Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) di pondok pesantren Darul Falah Cisalak Subang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Didasarkan pada hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perencanaan meliputi perumusan visi dan misi, keterampilan yang dipilih; pelaksanaan mencakup waktu dan tempat pelatihan, penerimaan instruktur, perekrutan peserta, pembagian dana dari APBN melalui KEMNAKER, kurikulum, dan pengawasan program; evaluasi kegiatan selama kegiatan berlangsung dan setelah pelatihan; serta efektivitas.
Pengaruh Pembelajaran Adab Berbusana terhadap Etika Berbusana Muslimah Siswi Kelas XI Man 1 Kota Bandung Tahun Pelajaran 2022-2023 Selvi Putri Wahyutiara; Asep Dudi Suhardini; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15690

Abstract

Abstract. Dress ethics learning in the context of Islamic religious education is crucial for Muslimah students, especially in maintaining moral values and ethical dressing according to religious teachings. This research aims to identify the influence of dress ethics learning on Muslimah dress ethics outside of school among Class XI students of MAN 1 Kota Bandung in the academic year 2022-2023. The research employed a quantitative descriptive approach using field research methods, involving the entire population of Class XI female students of MAN 1 Kota Bandung as the sample. The findings indicate that the majority of students have received good dress ethics learning at school, as evidenced by their choices in attire that covers the aurah, appropriate materials, and suitability with environmental conditions. However, there are still challenges in applying Muslimah dress ethics outside of the school environment, such as forgetting to pray before wearing or removing clothing. Statistical analysis reveals a significant positive correlation between dress ethics learning and the practice of Muslimah dress ethics, indicating that better dress ethics learning correlates with better implementation of Muslimah dress ethics outside of school. This study underscores the importance of comprehensive and consistent religious education in shaping attitudes and practices of Muslimah students' attire. The implications of these findings can serve as a basis for enhancing religious education curricula that effectively support understanding and practice of Muslimah dress ethics aligned with Islamic values among students of MAN 1 Kota Bandung. Abstrak. Pembelajaran adab berbusana dalam konteks pendidikan agama Islam sangat penting bagi siswi Muslimah, khususnya dalam menjaga nilai-nilai moral dan etika berbusana sesuai ajaran agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pembelajaran adab berbusana terhadap etika berbusana Muslimah di luar sekolah pada siswi Kelas XI MAN 1 Kota Bandung tahun pelajaran 2022-2023. Metode penelitian lapangan digunakan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, melibatkan seluruh populasi siswi Kelas XI MAN 1 Kota Bandung sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswi telah mendapatkan pembelajaran adab berbusana yang baik di sekolah, terbukti dari pilihan busana yang menutup aurat, material yang sesuai, serta kesesuaian dengan kondisi dan lingkungan. Meskipun demikian, masih ada tantangan dalam menerapkan etika berbusana Muslimah di luar lingkungan sekolah, seperti lupa berdoa sebelum mengenakan atau melepas busana. Analisis statistik menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara pembelajaran adab berbusana dengan praktik etika berbusana Muslimah, menunjukkan bahwa semakin baik pembelajaran adab berbusana, semakin baik juga implementasi etika berbusana Muslimah di luar sekolah. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya pendidikan agama yang menyeluruh dan konsisten dalam membentuk sikap dan praktik berbusana siswi Muslimah. Implikasi dari hasil ini dapat digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan kurikulum pendidikan agama yang lebih efektif dalam mendukung pemahaman dan praktik berbusana Muslimah yang sesuai dengan nilai-nilai Islam di kalangan siswi MAN 1 Kota Bandung.