cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsied@unisba.ac.id
Phone
+6285157882369
Journal Mail Official
bcsied@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 28282515     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2
Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, Berbusana Muslimah, Kewajiban Suami, Konsep Pendidikan, Manajemen Tahfidz Quran, Manajemen Kepesantrenan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Waktu, Mawaddah, Mentoring, Metode Tikrar, Model Pembinaan, Model Project Based Learning, Mufassir, Nilai Pendidikan, Pembelajaran Kitab Kuning, Pembelajaran Tahsin, Pendidikan Karakter, Rahmah (Sikap), Rasa Syukur (Hifdzun nafs), Religius Menulis, Remaja, Sakinah, Tanggung Jawab Pendidik. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 374 Documents
Nilai-Nilai Pendidikan yang Terkandung dalam Hadits Riwayat Ahmad No. 21693 tentang Akhlak Peserta Didik terhadap Pendidikan Rifia Arfianti; Mujahid Rasyid; Fitroh
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15640

Abstract

Abstract. Educators and learners are very important components in education. One important aspect that is closely related to educators and students is manners and morals. As the purpose of education is to make students become a noble character. In addition, globalization has brought a wide impact, including in education. Azyumadi mentioned that the global age has many positives and negatives. One of the negative impacts is making students lose their original identity. Therefore, the author raises research on the Educational Values Contained in Hadith No. 21693 Ahmad's About the Morals of Learners Towards Educators. This reaseach aims to (1) find out the opinion of hadith commentators about Ahmad’s Hadith No. 21693 (2) describe the essence of Ahmad’s Hadith No. 21693 (3) know the opinion of education experts about the morals of students (4) analyze the values of moral education of students contained in Ahmad’s Hadith No. 21693. The method used in this research is literature (Library Reasech). Through an analytical descriptive approach. The hadith method approach uses the tausiq, tashih, tathbiq, takhrij and tahlili methods, namely by collecting the opinions of the muhadittsin, then analyzing with literature, namely by collecting data that is related to the discussion of researchers. The results of the research suggest that the values of education in the Ahmad History Hadith No. 21693 are (1) respect and obedience to educators (2) glorification of science and knowledgeable people (3) ethics and virtue in learning (4) compassion and empathy in social interaction. Abstrak. Pendidik dan peserta didik merupakan komponen yang sangat penting dalam pendidikan. Salah satu aspek penting yang sangat terkait dengan pendidik dan peserta didik adalah adab dan akhlak. Sebagaimana tujuan pendidikan adalah menjadikan peserta didik menjadi seorang yang berakhlak mulia. Disamping itu globalisasi telah membawa dapak yang luas termasuk dalam pendidikan. Azyumadi menyebutkan bahwa zaman global memiliki banyak positif dan negatif. Salah satu dampak negatifnya adalah membuat pelajar kehilangan identitas aslinya. Oleh sebab itu, penulis mengangkat penelitian tentang Nilai-nilai Pendidikan Yang Terkandung Dalam Hadist Riwayat Ahmad No. 21693 Tentang Akhlak Peserta Didik Terhadap Pendidik.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pendapat para pensyarah hadits tentang Hadits Riwayat Ahmad No. 21693 (2) mendeskripsikan esensi Hadits Riwayat Ahmad No.21693 (3) mengetahua pendapat ahli pendidikan tentang akhlak peserta didik (4) menganalisis nilai-nilai pendidikan akhlak peserta didik yang terkandung pada Hadits Riwayat Ahmad No. 21693.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepustakaan (Library Reasech). Melalui pendekatan deskriptif analitik. Adapun pendekatan metode hadits menggunakan metode tausiq, tashih, tathbiq, takhrij dan tahlili, yaitu dengan mengumpulkan pendapat para muhadittsin, lalu menganalisis dengan kepustakaan yaitu dengan cara mengumpulkan data yang ada keterkaitan dengan pembahasan peneliti. Hasil penelitian mengemukakan bahwa nilai-nilai pendidikan dalam Hadits Riwayat Ahmad No. 21693 adalah (1) hormat dan patuh kepada pendidik (2) memuliakan ilmu dan orang yang berilmu (3) etika dan adab dalam belajar (4) kasih sayang dan empati dalam interaksi sosial.
Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak dalam Film Budi Pekerti Karya Wregas Bhanuteja Nurul Khofifah; Dudi, Asep; Hayati, Fitroh
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15641

Abstract

Abstract. Moral education is one of the key educational components influencing national progress as it plays a crucial role in shaping an individual's character. Education is an essential requirement for human life that must be fulfilled throughout one's lifetime. Without education, it would be impossible for humans to advance rapidly in life. This guidance counselor often provides reflections to his students, which have a positive impact on them. The moral values conveyed in the film "Budi Pekerti" include: I. Sincerity (Ikhlas): Sincerity involves performing actions solely as acts of worship for the sake of Allah; II. Patience (Sabar): Patience is the behavior of restraining oneself from actions contrary to Islamic teachings or controlling one's desires when facing life's trials; III. Truthfulness (Berkata benar): In the film, Bu Prani demonstrates noble behavior by speaking the truth even when not believed. Truthfulness or honesty is highly encouraged in Islam, as Allah commands His servants to be honest in their actions, both for themselves and others. Honesty is a moral aspect with positive value, whereas its opposite includes lies and deceit. Abstrak. Pendidikan akhlak adalah salah satu pendidikan yang membengaruhi kamajuan bangsa karena pendidikan akhlak sangat penting dalam pembentukan karakter individu. Pendidikan merupakan kebutuhan mutlak bagi kehidupan manusia yang harus dipenuhi sepanjang hayat. Dalam film budi pekerti mengisahkan seorang guru yang terlibat pertengkaran lalu ada yang merekam dan viral. guru bk ini sering memberikan refleksi untuk anak didiknya, namun berefek baik untuk muridnyaNilai-nilai akhlak yang terkandung dalam film Budi Pekerti: I. Ikhlas ikhlas yaitu perbuatan yang diniatkan sebagai ibadah semata-mata karena Allah Swt II. Sabar, merupakan perilaku menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Islam, atau berusaha untuk mengendalikan hawa nafsu dalam menghadapi segala cobaaan hidup. III. Berkata benar Sikap Bu Prani pada adegan tersebut berakhlak mulia dengan sesama manusia dengan berkata benar meskipun tidak dipercaya. Berkata benar atau jujur adalah perbuatan yang sangat dianjurkan karna Allah menyuruh hambanya untuk jujur terhadap perbuatannya, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Kejujuran adalah aspek moral yang memiliki nilai positif dan baik. Kejujuran punya kata lain seperti berterus terang. Lawan dari kejujuran adalah kebohongan, kecurangan dan lain-lain.sedang.
Upaya Orang Tua dalam Menanamkan Sikap Religiusitas Remaja di Masjid Al-Ma’ruf Desa Sukajaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Nova Amelia Putri; Asep Dudi Suhardini; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15642

Abstract

Abstract. The role of parents in instilling religiosity in adolescents is a very important aspect in character and moral formation. In shaping the religious attitudes of adolescents, in particular, this study examines the role played by parents in shaping the religious attitudes of adolescents, focusing on the influence carried out in the environment of the Al-Ma'ruf mosque. The objectives of this study are: 1) To find out the description of the profile of adolescents in the Al-Ma'ruf Mosque, Sukajaya Village, Lembang District, West Bandung Regency, 2) To find out the description of religious behavior of adolescents in the Al-Ma'ruf Mosque, Sukajaya Village, Lembang District, West Bandung Regency, 3) To find out how the role of parents in instilling religious attitudes of adolescents in the Al-Ma'ruf Mosque, Sukajaya Village, Lembang District, West Bandung Regency, 4) To find out and describe the strategies of parents in instilling religiosity attitudes in adolescents at the Al-Ma'ruf Mosque, Sukajaya Village, Lembang District, West Bandung Regency. This study uses a qualitative approach with in-depth interview techniques with parents and adolescents who are active in the mosque. The results of the study show that parents have a central role in influencing the development of adolescents' religious attitudes through various ways, including religious education, role models, and active participation in religious activities. Abstrak Peran orang tua dalam menanamkan sikap religiusitas pada remaja merupakan aspek yang sangat penting dalam pembentukan karakter dan moral. Dalam membentuk sikap religius remaja, khususnya dari studi ini mengkaji peran yang dimainkan oleh orang tua dalam membentuk sikap religius remaja, dengan fokus pada pengaruh yang dilakukan di lingkungan masjid Al-Ma'ruf. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) Untuk mengetahui gambaran profil remaja di Masjid Al- Ma’ruf Desa Sukajaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, 2) Untuk mengetahui gambaran perilaku religius remaja di Masjid Al-Ma’ruf Desa Sukajaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, 3) Untuk mengetahui bagaimana peran orang tua dalam menanamkan sikap religiusitas remaja di Masjid Al-Ma’ruf Desa Sukajaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, 4) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi orang tua dalam menanamkan sikap religiusitas pada remaja di Masjid Al-Ma’ruf Desa Sukajaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap orang tua dan remaja yang aktif di masjid tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran sentral dalam mempengaruhi perkembangan sikap religius remaja melalui berbagai cara, termasuk pendidikan agama, teladan, dan partisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick pada Pembelajaran PAI terhadap Minat Siswa Kelas V SD Negeri Jatisari Bandung Yulli Fathul Aini; Helmi Aziz; Dewi Mulyani
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15643

Abstract

Abstract. Student learning interest is an important part of student learning development. Learning interest is of the efforts to realize maximum student learning outcomes occurs because of changes in behavior after participating in the teaching and learning process so that optimal learning achievement is achieved. This study aims to determine the effect of the cooperative learning model of talking stick type on PAI learning on student interest in the material let's live simply and sincerely in class V SD Negeri Jatisari Bandung. The research method used in this research is quasi-exsperimental design with the form of non-equivalent control group design.The sample of this study consisted of two classes, namely the experimental class (V A) and the control class (V B). The results showed that there was an effect of the cooperative learning model of talking stick type on PAI learning material let's live simply and sincerely on students' interest in learning. This is evidenced by the increase in student interest in learning in the experimental class (treated) higher than the control class. In the experimental class, the average value of students' interest in learning was 72, while in the control class it was 59.6. The results of hypothesis testing using the independent t test of learning interest obtained a significance value (p) of 0.000. This figure is smaller than 0.05 so it can be concluded that Ho is rejected and Ha is accepted, meaning that the use of the talking stick type cooperative learning model has an influence on student interest in learning. Abstrak. Minat belajar siswa merupakan bagian penting dalam perkembangan belajar siswa. Minat belajar harus terpenuhi karena salah satu upaya untuk mewujudkan hasil belajar siswa yang maksimal hal tersebut terjadi karena adanya perubahan perilaku setelah mengikuti proses belajar mengajar sehingga tercapai prestasi belajar yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe talking stick pada pembelajaran PAI terhadap minat siswa materi mari hidup sederhana dan ikhlas pada kelas V SD Negeri Jatisari Bandung. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah quasi exsperimental design dengan bentuk desain non equivalent control group desain. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 24 Februari s/d 28 Maret 2024 di kelas V SD Negeri Jatisari Bandung tahun ajaran 2023/2024. Sampel penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas eksperimen (V A) dan kelas kontrol (V B). Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe talking stick pada pembelajaran PAI materi mari hidup sederhana dan Ikhlas terhadap minat belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya minat belajar siswa pada kelas eksperimen (yang diberi perlakuan) lebih tinggi dari kelas kontrol. Pada kelas kelas eksperimen nilai rata-rata minat belajar siswa yaitu 72, sedangkan pada kelas kontrol 59,6. Hasil uji hipotesis menggunakan uji t independent minat belajar nilai signifikansi (p) diperoleh 0,000. Angka tersebut lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima artinya penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick memberikan pengaruh terhadap minat belajar siswa.
Pengelolaan Program Pembinaan Kader Perempuan di Lingkungan Kohati (Korps HmI-Wati) Cabang Bandung Iqhlima Yustpika Putri; Nan Rahminawati; Asep Dudi Suhardini
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15644

Abstract

Abstract. The HmI-Wati Corps (Kohati) is part of a special body within HmI that focuses on fostering women related to issues related to women. Kohati was inaugurated during the congress in Solo on the fourth decree on September 17, 1966 with Kohati's basic guideline "Women are the pillars of the state" and has developed to this day. The issue of womenhood needs to be researched and studied, the rampant issue of women's dignity has greatly decreased in this world and in Indonesia. The problem that exists today, the lack of understanding of the role of women in the public and domestic realms, to answer this problem, there is the management of the cadre system at HmI wati as a forum for women's development which includes planning, organizing, moving, and supervising to improve quality. The purpose of this study is to find, identify and review the cadre system of the Bandung Branch of the HmI-Wati Corps. The research method used is qualitative analysis, which is expected to produce the output of HmI-Wati cadres who can have knowledge about the role of women in the public and domestic realms.The result of this study is that the HmI-Wati Corps Bandung Branch carries out cadres based on HmI guidelines, has an organized organizational structure, implements effective cadres so that HmI-Wati cadres have a good understanding of the role of women in the public and domestic realms, and are active in improving the quality of HmI-Wati cadres. Abstrak. Korps HmI-Wati (Kohati) merupakan bagian badan khusus di dalam HmI yang memiliki fokus dalam pembinaan perempuan terkait isu yang berkaitan dengan perempuan. Kohati di resmikan ketika kongres di solo pada penetapan keputusan yang keempat pada tanggal 17 September 1966 dengan Pedoman dasar Kohati “Wanita adalah tiang negara” dan berkembang sampai saat ini. Masalah tentang keperempuanan perlu diteliti dan dikaji, maraknya isu marwah perempuan sangat menurun di dunia ini dan di negara Indonesia. masalah yang ada saat ini, kurangnya pemahaman peran perempuan di ranah public dan domestic, untuk menjawab persoalan tersebut adanya pengelolaan sistem pengkaderan di HmI wati sebagai wadah pembinaan perempuan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pergerakan, dan pengawasan untuk meningkatkan kualitas. Tujuan dari penelitian ini yaitu menemukan, mengidentifikasi dan mengkaji sistem pengkaderan Korps HmI-Wati Cabang Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif diharapkan menghasilkan output Kader HmI-Wati dapat memiliki pengetahuan tentang peran perempuan di ranah public dan domestic. Hasil penelitian ini adalah Korps HmI-Wati Cabang Bandung menjalankan pengkaderan berdasarkan pedoman HmI, memiliki struktur organisasi terorganisir, menerapkan pengkaderan efektif sehingga kader HmI-Wati memiliki pemahaman yang baik tentang peran perempuan di ranah public dan domestic, serta aktif untuk meningkatkan kualitas kader HmI-Wati.
Pembentukan Karakter Tasamuh melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka di Sekolah Menengah Kejuruan Swasta Mutiara Bangsa Annisa Sa'diah; Sobar Al Ghazal; Asep Dudi Suhardini
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15647

Abstract

Abstract. The formation of student character takes a long time so one of the strategies used is to integrate student character. Every religion essentially has good teachings to apply in life. However, in fact there are still acts of violence labeled as religious which are carried out by certain religious radical groups, therefore bonds are needed that can accommodate aspirations and strengthen fraternal relations so as not to cause incidents that harm other people. In Islam, tasamuh is tolerance which includes social harmony in society. The results of this research can be concluded that the formation of tasamuh character through extracurricular activities is understanding that every religion has good teachings to apply in life which is very important. So that tasamuh can become the basis for efforts to integrate student character at Mutiara Bangsa Health Vocational School, or anywhere else. Abstrak. Pembentukan karakter peserta didik yang dimana membutuhkan waktu yang lama sehingga salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan mengintegrasikan karakter siswa. Setiap agama pada hakikatnya memiliki ajaran yang baik untuk diterapkan dalam kehidupan. Akan tetapi pada faktanya masih ada terjadi tindakan kekerasan yang berlabel agama yang dimana dilakukan oleh kelompok radikal agama tertentu, oleh sebab itu dibutuhkan ikatan yang dapat menampung aspirasi serta mengeratkan hubungan persaudaraan agar tidak menimbulkan kejadian yang merugikan orang lain. Dalam islam tasamuh ini merupakan toleransi yang mencangkup kerukunan sosial masyarakat. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembentukan karakter tasamuh melalui kegiatan ekstrakulikuler yaitu memahami bahwa setiap agama memiliki ajaran yang baik untuk diterapkan dalam kehidupan yang sangat penting. Sehingga tasamuh ini dapat menjadi landasan bagi upaya integrasi karakter siswa di Smks Kesehatan Mutiara Bangsa, atau dimanapun.
Peran Orang Tua terhadap Keberhasilan Pembelajaran Anak di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Nurul Muttaqien Desa Mandalamekar Kabupaten Bandung Khasyanil Mudhauwamah; Rasyid, Mujahid
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15653

Abstract

Abstract. his study emphasizes the importance of parental support and involvement in enhancing the effectiveness and efficiency of children's education, particularly within the context of madrasahs and religious education. Effective communication between parents and the school is seen as a key factor in supporting the learning process and fostering the religious character of children. The research aims to investigate how education and learning processes are conducted in madrasahs, explore the role of parents in supporting the success of educational programs in madrasahs, and identify the planning, implementation, evaluation processes, as well as the supporting and inhibiting factors that influence educational success. The study uses a qualitative approach with descriptive methods, gathering data through direct observation, in-depth interviews, and document analysis. The findings reveal that parents play a crucial role in fulfilling the basic needs of children, such as financial support and balanced nutrition, which are essential for their health and development. Parents are also actively involved in supporting educational programs in madrasahs, including religious activities and Qur’an learning. Despite challenges like children’s attraction to games and technology, as well as the parents’ limited knowledge of religious education, they still recognize the importance of guiding their children in religious studies at home. Collaboration between parents and madrasahs is vital in ensuring a holistic educational experience for children. Abstrak. Penelitian ini menyoroti peran penting dukungan dan keterlibatan orang tua dalam meningkatkan efektivitas pendidikan anak di madrasah, khususnya dalam pendidikan agama. Komunikasi efektif antara orang tua dan sekolah dianggap sebagai faktor kunci dalam mendukung proses pembelajaran serta pengembangan karakter religius anak. Tujuan penelitian ini adalah meneliti pelaksanaan pendidikan di madrasah, mengeksplorasi peran orang tua dalam mendukung program pembelajaran, serta mengidentifikasi proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan faktor pendukung atau penghambat keberhasilan pendidikan. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua berperan dalam memenuhi kebutuhan dasar anak, seperti kebutuhan finansial dan nutrisi, yang penting untuk kesehatan dan perkembangan mereka. Orang tua juga aktif mendukung program pembelajaran di madrasah, termasuk kegiatan keagamaan dan pengajaran Al-Qur’an. Meskipun demikian, tantangan yang dihadapi meliputi ketertarikan anak pada game dan teknologi serta keterbatasan pengetahuan agama orang tua. Namun, mereka tetap berusaha mendampingi anak dalam belajar agama di rumah dan bekerja sama dengan pihak madrasah untuk meningkatkan pembelajaran agama. Kolaborasi yang baik antara orang tua dan madrasah sangat penting dalam mendukung pendidikan yang holistik bagi anak-anak.
Program Intrakurikuler Tahfidz Al-Qur’an dalam Peningkatan Hafalan Santri di Mu’allimin Persatuan Islam 27 Situ Aksan Bandung Alfina Azzahra; Dedih Surana; Haditsa Qur’ani Nurhakim
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15656

Abstract

Abstract. Qur'an-based education aims to preserve the purity of the Qur'an through memorization. The Tahfidz program is typically included in the curriculum for one hour per week. This research at Mu'allimin Persatuan Islam 27 Situ Aksan Bandung integrates Qur'an memorization into its intramural program to enhance students' memorization skills. Using a qualitative approach and descriptive-analytical methods, the findings reveal that the Tahfidz program at Mu'allimin Persatuan Islam 27 revives the tradition of Qur'an memorization, improves students' memorization skills, and integrates Qur'anic teachings into daily activities. The program includes daily lessons, recitation sessions, memorization exams, and Tasmi' for every five Juz memorized. Support from parents, teachers, and a conducive pesantren environment is crucial, despite challenges such as limited teacher resources and internal student factors. Abstrak. Pendidikan berbasis Al-Qur'anbertujuan menjaga kemurnian Al-Qur'an melalui hafalan. Program Tahfidz biasanya dimasukkan dalam kurikulum selama satu jam per minggu. Penelitian di Mu'allimin Persatuan Islam 27 Situ Aksan Bandung ini mengintegrasikan hafalan Al-Qur'an ke dalam program intrakurikuler untuk meningkatkan hafalan siswa. Dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-analitis, temuan menunjukkan bahwa program Tahfidz di Mu'allimin Persatuan Islam 27 menghidupkan kembali tradisi hafalan Al-Qur'an, meningkatkan keterampilan hafalan siswa, dan mengintegrasikan ajaran Al-Qur'an dalam kegiatan sehari-hari. Program ini mencakup pelajaran harian, sesi tilawah, ujian hafalan, dan Tasmi' setiap lima Juz. Dukungan dari orang tua, guru, dan lingkungan pesantren yang kondusif sangat penting, meskipun ada tantangan seperti keterbatasan guru dan faktor internal siswa.
Implementasi Program Bina Pribadi Islami (BPI) dalam Membentuk Karakter Islami pada Peserta Didik Kelas Sembilan di SMPIT Ibnu Khaldun Lembang Zirli Fera Zaira Zunaba; Mujahid Rasyid; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15657

Abstract

Abstract. The character of students in this day and age is declining due to globalisation that continues to develop and advance. Therefore, school is one of the places for character education, where students are supervised, guided, and directed, especially Islamic character. SIT has a typical kediniyahan programme, namely the Islamic Personal Development programme. The purpose of this study is to determine the preparation; implementation; evaluation; supporting and inhibiting factors of the Islamic Personal Development programme in shaping Islamic character in grade nine students at SMPIT Ibnu Khaldun Lembang. The approach used is qualitative and descriptive method. The research subjects were the principal, BPI coach, mentor, and grade nine students. Data collection techniques used, namely interviews, observation, and documentation. The results of this study, from the preparation of programme activities which include planning BPI activities, mapping the material, allocating time, allocating the place of activity, designing strategies in instilling character values, and determining the method. Then, in the implementation, starting from the opening, core activities, and closing activities, it involves students in organising and leading BPI activities, as a form of strategy in instilling Islamic character values. In addition, evaluating the worship of amal yaumiyah is one of the mentor's strategies in instilling an attitude of being honest, trustworthy, and responsible. Furthermore, the evaluation is in the form of a typical curriculum report card, and the assessment aspects include knowledge, attendance, attitude, and amal yaumiyah. Based on the evaluation of the BPI programme, that this BPI programme has a good impact starting from worship, knowledge, and of course their Islamic character which has begun to be embedded. The supporting factors are competent human resources, curriculum, school carrying capacity and infrastructure. While the obstacles are the lack of human resources, and the influence of social media. Abstrak. Karakter peserta didik di zaman sekarang ini semakin menurun akibat globalisasi yang terus berkembang dan maju. Oleh karena itu sekolah sebagai salah satu tempat pendidikan karakter, yang dimana peserta didik diawasi, dibimbing, dan diarahkan, terutama karakter Islami. SIT memiliki program khas kediniyahan, yaitu program Bina Pribadi Islami. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui persiapan; pelaksanaan; evaluasi; faktor pendukung dan penghambat program Bina Pribadi Islami dalam membentuk karakter Islami pada peserta didik kelas Sembilan di SMPIT Ibnu Khaldun Lembang. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dan metode desktiptif. Subjek penelitiannya, yaitu kepala sekolah, Pembina BPI, mentor, dan peserta didik kelas Sembilan. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yakni wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini, dari persiapan kegiatan program yang meliputi perencanaan kegiatan BPI, pemetaan materi, pengalokasian waktu, pengalokasian tempat kegiatan, merancang startegi dalam menanamkan nilai-nilai karakter, serta menentukan metodenya. Kemudian, dalam pelaksanaanna dimulai dari pembukaan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup melibatkan peserta didik dalam mengatur dan memimpin kegiatan BPI, sebagai bentuk stategi dalam menanamkan nilai-nilai karakter Islami. Selain itu, pengevaluasian ibadah amal yaumiyah merupakan salah satu stategi mentor dalam menanamkan sikap bersikap jujur, amanah, dan tanggung jawab. Selanjutnya, pengevaluasiannya dalam bentuk rapor kurikulum khas, dan aspek penilaiannya mencakup pengetahuan, kehadiran, sikap, dan amal yaumiyah. Berdasarkan pengevaluasian program BPI, bahwa program BPI ini membawa dampak yang baik mulai dari ibadah, ilmunya, dan tentunya karakter Islami mereka yang sudah mulai tertanam. Faktor pendukungnya yakni SDM yang kompeten, kurikulum, daya dukung sekolah dan sarana prasarana. Sedangkan penghambatnya adalah jumlah SDM yang kurang, dan pengaruh sosial media.
Implementasi Program Mentoring Melalui Tutor Sebaya dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an di MTS Al-Musyawarah Lembang Nisa Asipa Ulhayat; Aep Saepudin; Sobar
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15660

Abstract

Abstract. The background to this research is that many school children cannot read the Al-Qur'an well. Learning the Al-Qur'an cannot be done instantly, special learning is needed. Therefore, Mts Al-Musyawarah has a mandatory program that its students must follow, namely the Al-Qur'an Mentoring Program using the peer tutoring method. This program is designed to help students who are not yet fluent in reading the Al-Qur'an. The purpose of this research is to analyze planning, implementation, evaluation, supporting factors and obstacles in the Mentoring Program through Peer Tutors in Improving Al-Qur'an Reading Ability. The method used in this research is descriptive qualitative. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation. The research results show that the implementation of the Mentoring program through Peer Tutors in Improving Al-Qur'an Reading Ability at Mts Al-Musyawarah Lembang is going well. Students experience an increase in reading after participating in mentoring. This program is carried out on Tuesday-Thursday using the peer tutoring method where the mentors are the upperclassmen they teach. Peer tutoring is effective in improving the ability to read the Koran because students feel comfortable, open and social support from peers increases student activity. Evaluation of the mentoring program includes attendance, student progress and mentor performance. The supporting factors for this program are the support of the school, teachers and good cooperation between mentors & coaching teachers. Meanwhile, the inhibiting factors in this program are the lack of supervisory teachers, as well as the lack of student enthusiasm. Abstrak. Latar belakang penelitian ini adalah banyaknya anak sekolah belum bisa membaca Al-Qur’an dengan baik, untuk mempelajari Al-Qur’an tidak dapat dilakukan secara instan diperlukan pembelajaran khusus. Maka dari itu Mts Al-Musyawarah memiliki program wajib yang harus diikuti oleh siswanya yaitu Program Mentoring Al-Qur’an dengan menggunakan metode tutor sebaya, program ini dirancang untuk membantu siswa yang belum lancar membaca Al-Qur’an . Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, faktor pendukung dan hambatan dalam Program Mentoring melalui Tutor Sebaya dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan program Mentoring melalui Tutor Sebaya dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an di Mts Al-Musyawarah Lembang berjalan dengan baik. Siswa mengalami peningkatan membaca setelah mengikuti mentoring. Program ini dilakukan pada hari selasa-kamis dengan metode tutor sebaya dimana para mentor merupakan kakak kelas yang diajar nya. Tutor sebaya efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an karena siswa merasa nyaman, terbuka dan dukungan sosial dari teman sebaya meningkatkan keaktifan siswa. Evaluasi program mentoring mencangkup kehadiran, kemajuan siswa dan kinerja mentor. Faktor pendukung dari program ini adalah dukungan pihak sekolah, guru dan kerjasama yang baik antara mentor & guru pembina. Sedangkan, faktor penghambat dalam program ini adalah kurangnya guru pembina, serta kurangnya semangat siswa.