cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsied@unisba.ac.id
Phone
+6285157882369
Journal Mail Official
bcsied@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 28282515     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2
Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, Berbusana Muslimah, Kewajiban Suami, Konsep Pendidikan, Manajemen Tahfidz Quran, Manajemen Kepesantrenan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Waktu, Mawaddah, Mentoring, Metode Tikrar, Model Pembinaan, Model Project Based Learning, Mufassir, Nilai Pendidikan, Pembelajaran Kitab Kuning, Pembelajaran Tahsin, Pendidikan Karakter, Rahmah (Sikap), Rasa Syukur (Hifdzun nafs), Religius Menulis, Remaja, Sakinah, Tanggung Jawab Pendidik. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 374 Documents
Implementasi Pendidikan dari Q.S An-Nisa Ayat 9 tentang Quranic Parenting terhadap Qaulan Sadidan Nadila Oktaviyani; Sobar Al Ghazal; Eko Surbiantoro
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.203 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3547

Abstract

Abstrak.Upaya yang berupa tindakan membentuk keluarga merupakan hal yang wajar bagi setiap manusia untuk menciptakan generasi yang unggul. Untuk mencapai tujuan hidup tersebut, diperlukan konsep yang baik dan mempersiapkan generasi yang sesuai dengan Al-Qur'an. Allah menurunkan Surat An-Nisa ayat 9 yang di dalamnya memerintahkan manusia untuk menjaga ahli warisnya dengan bertakwa dan menggunakan kutipan yang baik (qaulan sadidan). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode deskriptif-analitis, jenis penelitiannya adalah Library Research (penelitian kepustakaan) dengan pengumpulan data studi kepustakaan. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa orang tua dalam memberikan bimbingan kepada anak harus mengacu kepada Al-Qur’an dengan keikhlasan dan cinta serta kasih sayang serta memiliki rasa tanggung jawab dengan kesabaran dan keikhlasan. Dalam mengasuh dan mendidik anak, orang tua membutuhkan pola komunikasi yang baik dengan anaknya, yaitu dengan kutipan yang baik (qaulan sadidan). Implementasi yang terkandung dalam Al-Qur'an Surah An-Nisa ayat 9 adalah (1) Membimbing anak-anak yang mengacu pada Al-Qur'an. (2) Orang tua takut kepada Allah dalam menjaga anaknya. (3) Orang tua menjamin kesejahteraan anak. (4) Orang tua harus mengucapkan kata-kata yang baik (qaulan sadidan) kepada anak-anaknya. Abstrak. Upaya berupa tindakan membentuk suatu keluarga merupakan fitrah bagi setiap manusia agar menciptakan generasi yang unggul. untuk mencapai tujuan hidup tersebut diperlukannya sebuah konsep yang baik serta menyiapkan generasi yang sesuai dengan Al-Qur'an. Allah menurunkan surat An-Nisa ayat 9 yang didalam nya memerintahkan kepada manusia untuk menjaga ahli warisnya dengan bertakwa kepada Allah serta menggunakan kutipan yang baik ( qaulan sadidan ). Penelitian ini menggunakan pendekatan pendekatan, metode deskriptif-analisis, jenis penelitian yaitu Library Research (penelitian kepustakaan) dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur. Dari penelitian ini, diperolah simpulan bahwa orang tua ketika melakukan bimbingan kepada anak harus mengacu kepada Al-Qur’an dengan modal keikhlasan serta cinta dan kasih sayang kepada anak dan memiliki rasa tanggung jawab dengan penuh kesabaran dan penuh kesungguhan. Dalam mengasuh dan mendidik anak, orang tua memerlukan pola komunikasi yang baik dengan anaknya yaitu dengan perkataan yang baik (qaulan sadidan). Implementasi yang terdapat dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 9 adalah (1) Membimbing anak mengacu kepada Al-Qur’an. (2) Orang tua hendaknya bertakwa kepada Allah dalam mengurus anak. (3) Orang tua hendaknya menjamin kesejahteraan anak. (4) Orang tua harus berbicara dengan tutur kata yang baik (qaulan sadidan) kepada anak.
Adab dalam Menuntut Ilmu Menurut Perspektif Syeikh Muhammad Syakir dalam Kitab Washoya Al Abaa’ Lil Abnaa Eva Defani Suti; Eko Surbianto; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.596 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3572

Abstract

Abstract. The Indonesian nation is currently reaching its peak in facing various educational problems, especially the decline of morals and the loss of adab. Adab can be interpreted as a reflection of a person's good or bad. The word adab is usually addressed specifically to pupils. Students are defined as people who want to gain knowledge. Science is a knowledge that can provide instructions for a person to understand between right and wrong, as well as the provision of man to obtain salvation and well-being both in the world and in the hereafter. Based on this phenomenon, the problem in this study is formulated as follows: "Who is Sheikh Muhammad Syakir?" And "How is the adab of students in studying according to the perspective of Sheikh Muhammad Syakir in the Book of Washoya Al-Abaa' lil Abnaa?". This type of research is Library Research (literature research). The data collection technique used in this study is a document related to the studying adab to Sheikh Muhammad Syakir. Meanwhile, the data analysis technique uses a content analysis method related to primary data and secondary data. The results of the study were: 1) Sheikh Muhammad Syakir was a great scholar whose one of his works was the book of Washoya Al-Abaa' lil Abnaa. 2) Adab studied in the book of Washoya Al-Aba‟ Lil Abna by Sheikh Muhammad Syakir is a commendable part of morals that must be possessed by students in studying so that it is facilitated, launched, and useful for the knowledge they have gained. Abstrak. Bangsa Indonesia saat ini mencapai puncak dalam menghadapi berbagai permasalahan pendidikan, khususnya kemerosotan akhlak dan hilangnya adab. Adab dapat dimaknai sebagai cerminan dari baik buruknya seseorang, terhormat atau tercelanya nilai seseorang, mulia atau hinanya seseorang. Kata adab biasanya ditujukan khusus kepada murid. Murid diartikan sebagai orang yang menghendaki untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Ilmu adalah sebuah pengetahuan yang bisa memberikan petunjuk bagi seseorang untuk memahami antara yang benar dan yang salah. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: “Siapakah Syeikh Muhammad Syakir itu?” Dan “Bagaimana adab murid dalam menuntut ilmu menurut perspektif Syeikh Muhammad Syakir dalam Kitab Washoya Al-Abaa’ lil Abnaa?”. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Library Research (penelitian kepustakaan). Teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah dokumen yang berkenaan dengan adab menuntut ilmu menurut Syeikh Muhammad Syakir. Sedangkan teknik analisis datanya menggunakan metode analisis isi (content analysis) yang berkaitan dengan data primer dan data sekunder. Hasil dari penelitian in: 1) Syeikh Muhammad Syakir adalah seorang ulama besar yang salah satu karyanya itu adalah kitab Washoya Al-Abaa’ lil Abnaa. 2) Adab menuntut ilmu dalam kitab Washoya Al-Aba‟ Lil Abna karya Syeikh Muhammad Syakir adalah bagian akhlak terpuji yang harus dimiliki oleh peserta didik dalam menuntut ilmu supaya dimudahkan, dilancarkan, serta bermanfaat ilmu yang diperolehnya.
Upaya Guru Madrasah dalam Peningkatan Kemampuan Hafalan Qs. An-Naba [78] dan Qs. An-Nazi’at [79] melalui Irama Murattal terhadap Siswa Kelas F di MDT Ulul Ilmi Rida Fitrianingsih; Nan Rahminawati; Eko Surbiantoro
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.353 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3577

Abstract

Abstract. Teachers 'efforts affect the success of students in a learning, both in a change of attitude and improving the students' ability itself. This study aims to analyze the learning program, identify learning steps, examine the learning method, finding supporting factors and healing. This research uses a qualitative descriptive approach. This data collection technique uses observation methods, interviews, and documentation. The results of this study are: (a) the program of the membrane of the Qur'an is developed using murattal. (b) The learning steps are initiated learning by dyingho, using muruttal rhythm, giving new haphazards by adding three verses every day, students imitate reading and repeating it to hat, depositing his memorization, and ending learning with dyingho using Murattal Irah. (c) the method used is ziyadah, sima’i, jama', kitabah, and takrir (d) supporting factors are student interest, parental support, repeating haphas while listening to muruttal rhythm, and complete facility. While the inhibitory factor is the lazy sense of students. Abstrak. Upaya guru mempengaruhi keberhasilan siswa di dalam suatu pembelajaran, baik dalam suatu perubahan sikap maupun peningkatan kemampuan siswa itu sendiri. Penelitian ini bertujuan menganalisis program pembelajaran, mengidentifikasi langkah-langkah pembelajaran, mengkaji metode pembelajaran, menemukan faktor pendukung dan penghambanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu: (a) Program pembelajaran hafalan Al-Qur’an dikembangkan dengan menggunakan irama murattal. (b) Langkah pembelajarannya yakni memulai pembelajaran dengan berdo’a menggunakan irama murattal, memberikan hafalan baru dengan menambah tiga ayat setiap harinya, siswa meniru bacaan dan mengulangnya hingga hafal, menyetorkan hafalannya, dan mengakhiri pembelajaran dengan berdo’a menggunakan irama murattal. (c) Metode yang digunakan yaitu ziyadah, sima’i, jama’, kitabah, dan takrir (d) Faktor pendukung yaitu minat siswa, dukungan orangtua, mengulang hafalan sambil mendengarkan irama murattal, dan lengkapnya fasilitas. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu rasa malas siswa.
Nilai-Nilai Pendidikan Multikultural dalam Al-Qur’an Surat Al-Hujurat Ayat 13 Muhammad Fadillah Mochtar; A. Mujahid Rasyid
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.782 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3579

Abstract

Abstract. The background of this research is the multicultural situation in Indonesia. Indonesia's wealth is a source of strength as well as a potential source of problems. Many conflicts arise because of fanaticism and lack of tolerance. Multicultural education is considered very relevant to the Qur'an which contains universal values. The formulation of the problem raised in this study is about the values of multicultural education in the Qur'an Surah Al-Hujurat verse 13 and the relevance of multicultural education to Islamic education. This study aims to determine the values of multicultural education contained in the letter Al-Hujurat verse 13 and the relevance of multicultural education with Islamic education. This research is a type of library research, namely research in which the object of research is explored through various library sources. To discuss the problems in this research, the preparation uses a maudu'i interpretation study approach. This method the author uses to analyze verses that talk about the same theme, which then relates the preparation to an explanation of multicultural education. So that a common ground can be found, that the Qur'an has also explained the multicultural values contained in it. The results of this study indicate that multicultural education in Q.S Al-Hujurat verse 13 contains 1) the values of multicultural education: a) peace, b) justice, c) brotherhood, d) respect and respect, e) tolerance. 2) multicultural education is very relevant to the goals of Islamic education that students are expected to become human beings with noble character and can appreciate the diversity of cultures around them. Multicultural education is very important to be taught as an educational science that is needed by all people. Abstrak. Penelitian ini berlatar belakang karena keadaan Indonesia yang multikultur. Kekayaan yang dimiliki Indonesia merupakan sumber kekuatan sekaligus sumber potensi timbulnya persoalan. Banyak konflik yang timbul karena fanatisme dan kurang nya sikap toleransi. Pendidikan multikultural dirasa sangat relevan dengan A-Qur’an yang mengandung nilai-nilai universal. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini yaitu mengenai nilai-nilai pendidikan multikultural dalam AlQur’an surat Al-Hujurat ayat 13 dan relevansi pendidikan multikultural dengan pendidikan islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan multiultural yang terkandung dalam surat Al-Hujurat ayat 13 dan relevansi pendidikan multikultural dengan pendidikan islam. Penelitian ini adalah penelitian jenis library research, yaitu penelitian di mana objek penelitiannya digali lewat berbagai sumber kepustakaan. Untuk membahas permasalahan-permasalahan dalam penelitian ini, penyusunan menggunakan pendekatan kajian tafsir maudu’i.metode ini penulis gunakan untuk menganalisis ayat-ayat yang membicarakan tema yang sama, yang kemudian penyusunan kaitkan dengan paparan mengenai pendidikan multikultural. Sehingga dapat ditemukan titik temu, bahwa Al-Qur’an pun telah menjelaskan nilai-nilai multikultural yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian ini menunjukkan pendidikan multikultural dalam Q.S Al-Hujurat ayat 13 mengandung 1) nilai-nilai pendidikan multikultural : a) perdamaian, b) keadilan, c) persaudaraan, d) menghargai dan menghormati, e) toleransi. 2) pendidikan multikultural sangat relevan dengan tujuan pendidikan islam bahwa siswa diharapkan dapat menjadi manusia yang berakhlak mulia dan dapat menghargai keberagaman budaya di sekitarnya. Pendidikan multikultural sangat penting untuk di ajarkan sebagai ilmu pendidikan yang sangat di butuhkan oleh semua kalangan.
Pengulangan Kata AIlaahu Ma’allah dari Q.S An-Naml Ayat 60-64 sebagai Landasan Metode Pengulangan dalam Pembelajaran Aqidah Ade ayu Shella setiyani; Nan Rahminawati; Eko Surbiantoro
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.174 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3613

Abstract

Abstract. This research is motivated by several phenomena that occur in today's era of rampant polytheism among people who claim to be Muslims for this reason, it is necessary to cultivate aqidah which really must be instilled in the soul, not only to recognize themselves as Muslims but must be applied in daily morals and worship. day. This statement leads to the need to analyze Qs. An-Naml verses 60-64. The purpose of this study was to determine: 1) Opinions of the commentators about the content of Qs. An-Naml verses 60-64, 2) The essence contained in Qs. An-Naml verses 60-64, 3) Opinions of educational experts about the method of cashing in learning aqidah, 4) Educational implications of repetition methods in learning aqidah. Thus, in this study, it is expected to know the method that will be applied in learning aqidah. This study uses a qualitative approach and the method used in the interpretation research is the Tahlili interpretation method and literature study. This study explains about aqidah, which is faith or belief which is an absolute requirement that underlies self-servitude and fully commits oneself to Allah SWT. For that we need an appropriate method or method to instill the aqidah education. The conclusions contained in Qs. An-Naml verse 60-64 is about faith in Allah SWT which is very important and is an important subject in human life. Because in faith in the true and strong God can uphold sharia and noble character and avoid shirk and kufr, this requires planting aqidah education to children with the right method, effective and efficient, namely the method of repetition combined with a way of thinking and paying attention to everything. Allah's creation. From the results of this study, it can be seen that the cultivation of aqidah will truly be embedded if it uses an appropriate method or method in learning, for that we need several aspects that encourage this both in terms of educators, from the infrastructure and the environment and society in order to achieve this. goal that everyone hopes for. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa fenomena yang terjadi dizaman sekarang maraknya kemusryikan dikalangan masyarakat yang mengaku dirinya sebagai muslim untuk itu diperlukanlah penanaman aqidah yang benar-benar harus ditanamkan di dalam jiwa bukan hanya sekedar mengakui dirinya sebagai umat Islam tetapi harus diaplikasikan dalam akhlak dan ibadah sehari-harinya. Pernyataan ini mendorong kepada perlunya menganalisis Qs. An-Naml ayat 60-64. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) Pendapat para mufasir tentang isi Qs. An-Naml ayat 60-64, 2) Esensi yang terkandung di dalam Qs. An-Naml ayat 60-64, 3) Pendapat para ahli pendidikan tentang metode penguangan dalam pembelajaran aqidah, 4) Implikasi pendidikan tentang metode pengulangan dalam pembelajaran aqidah. Dengan demikian dalam penelitian ini diharapkan dapat mengetahui metode yang akan diterapkan dalam pembelajaran aqidah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode yang digunakan dalam penelitian tafsirnya adalah metode tafsir Tahlili dan studi kepustakaan. Penelitian ini menjelaskan tentang aqidah merupakan iman atau kepercayaan yang menjadi syarat mutlak yang melandasi penghambaan diri serta mengikatkan diri sepenuhnya kepada Allah Swt .untuk itu diperlukanlah sebuah cara atau metode yang tepat untuk menanamkan pendidikan aqidah tersebut Kesimpulan yang terdapat dalam Qs. An-Naml ayat 60-64 yaitu tentang keimanan kepada Allah Swt yang sangat penting dan merupakan pokok penting dalam kehidupan manusia. Karena dalam keimanan kepada Allah yang benar dan kuat dapat tegaknya syariah dan akhlak yang mulia serta terhindarnya dari perbuatan syirik dan kekufuran maka hal ini memerlukan penanaman pendidikan aqidah kepada anak dengan metode yang tepat efektif dan efesien yaitu metode pengulangan yang dipadukan dengan cara berpikir dan memperhatikan segala ciptaan Allah Swt. Dari hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa penanaman aqidah itu akan benar-benar tertanam jika menggunakan sebuah cara atau metode yang pas dalam pembelajaran, untuk itu diperlukan beberapa aspek yang mendorong hal tersebut baik dari segi pendidik, dari sarana prasarananya dan lingkungan serta masyarakat supaya dapat mencapai tujuan yang diharapkan oleh semua orang.
Pengaruh Program Pembiasaan Hidup Bersih terhadap Kedisiplinan Hidup Sehat dan Bersih bagi Siswa di SMPN 2 Cerenti Riau Khofifah Arro'uf; Asep Dudi Suhardini; Helmi Aziz
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.256 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3692

Abstract

Abstract. The cleaning process in schools will run effectively if aspects of the habituation program are carried out properly. With the encouragement of teachers to students will make the school clean and healthy. Clean living habituation programs are all activities that are in school, all of which must be carried out regularly and repeatedly every day by students so that they form a pattern of habituation to clean living. This study aims to 1). To find out an overview of the clean living program for students at SMPN 2 Cerenti Riau 2). To find out a description of the discipline of healthy and clean living for students at SMPN 2 Cerenti Riau 3). To find out how much influence the clean living habit program has on the discipline of healthy and clean living for students at SMPN 2 Cerenti Riau. The method used in this study is a quantitative approach using the expost facto method which is correlational. The population of this study were members of the student council of SMPN 2 Cerenti. Research data collection techniques using observation, interviews, questionnaires, documentation. The data analysis used in this study was a simple linear analysis technique using a computer program called SPSS version 22. The results showed that there was an influence between the clean living habit program on the discipline of healthy and clean living for students at SMPN 2 Cerenti. Because the regression results show that the correlation value is 0.595. This value can be interpreted that the relationship between the two research variables is in the good category. And the value of r square or coefficient of determination (KD) which shows how much influence is formed by the interaction of the independent and dependent variables. The value of R square obtained is 0.354, so it can be interpreted that the independent variable has a contribution effect of 35.4% on the dependent variable. Abstrak. Proses kebersihan di sekolah akan berjalan dengan efektif jika aspek program pembiasaan di laksanakan dengan benar. Dengan adanya dorongan dari guru kepada siswa akan menjadikan sekolah bersih dan sehat. Program pembiasaan hidup bersih adalah seluruh kegiatan yang berada di sekolah, yang semuanya harus dilaksanakan secara teratur dan berulang-ulang setiap hari oleh siswa sehingga terbentuk menjadi sebuah pola pembiasaan hidup bersih. Penelitian ini bertujuan untuk 1). Untuk mengetahui gambaran tentang program hidup bersih bagi siswa di SMPN 2 Cerenti Riau 2). Untuk mengetahui gambaran tentang kedisiplinan hidup sehat dan bersih bagi siswa di SMPN 2 Cerenti Riau 3). Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh program pembiasaan hidup bersih terhadap kedisiplinan hidup sehat dan bersih bagi siswa di SMPN 2 Cerenti Riau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode expost facto yang bersifat korelasional. Populasi penelitian ini adalah anggota Osis SMPN 2 Cerenti. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan Teknik observasi, wawancara, angket, dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teknik analisis linier sederhana dengan menggunakan program komputer Bernama SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara program pembiasaan hidup bersih terhadap kedisiplinan hidup sehat dan bersih bagi siswa di SMPN 2 Cerenti. Karena dari hasil regresi menunjukkan bahwa nilai korelasi adalah 0,595. Nilai ini dapat di interprestasikan bahwa hubungan kedua variabel penelitian berada dalam kategori baik. Dan nilai r square atau koefisien determinasi (KD) yang menunjukkan seberapa besar pengaruh yang dibentuk oleh interaksi variabel bebas dan terikat. Nilai R square yang diperoleh adalah 0,354, sehingga dapat di tafsirkan bahwa variabel bebas memiliki pengaruh kontribusi sebesar 35,4% terhadap variabel terikat.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Al-Qur’an pada Siswa Kelas III Lufi Nur Shalma; Fitroh Hayati; Dewi Mulyani
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.297 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3693

Abstract

Abstract. The objectives of this study are 1) knowing how the role of Islamic Religious Education teachers in overcoming difficulties reading the Qur'an in grade III students at SDN 1 Kayuambon, 2) knowing the strategies used by Islamic Religious Education teachers in overcoming difficulties reading the Qur'an in grade III students at SDN 1 Kayuambon, 3) knowing the supporting and inhibiting factors experienced by Islamic Religious Education teachers in overcoming the difficulty of reading the Qur'an in grade III students of SDN 1 Kayuambon. The type of research used is qualitative research. The data sources in the study are teachers and learners. The research instruments used are observation guidelines, interview guidelines and documentation. The data analysis techniques used are data reduction techniques, data presentation and data verification. The results of the study can be as follows: 1) The role of teachers in overcoming difficulties in reading the Qur'an is not only as a guide, facilitator, and motivator but teachers also carry out learning activities by forming groups, increasing learning hours, and changing learning methods 2) Learning strategies carried out using the demonstration method, quantum teaching learning model, and contextual approach. 3) Supporting factors and inhibiting factors in overcoming the difficulty of reading the Qur'an for students of SDN 1 Kayuambon, namely supporting factors for the existence of learning facilities, parental support, and the existence of demonstration learning methods. Meanwhile, the inhibiting factors are limited time, and the lack of students in reading the Qur'an outside of school. Abstrak. Tujuan dari penelitian ini yaitu 1) mengetahui bagaimana peran guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kesulitan membaca Al-Qur’an pada peserta didik kelas III di SDN 1 Kayuambon, 2) mengetahui strategi yang digunakan guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kesulitan membaca Al-Qur’an pada peserta didik kelas III di SDN 1 Kayuambon, 3) mengetahui faktor pendukung dan penghambat yang dialami guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kesulitan membaca Al-Qur’an pada peserta didik kelas III SDN 1 Kayuambon. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian adalah guru pendidikan agama Islam dan peserta didik. Adapun instrumen penelitian yang digunakan yaitu pedoman observasi, pedoman wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian dapat yaitu sebagai berikut: 1) Peran guru dalam mengatasi kesulitan membaca Al-Qur’an tidak hanya sebagai pembimbing, fasilitator, dan motivator tetapi guru juga melakukan kegiatan pembelajaran dengan melakukan membentuk kelompok, menambah jam pembelajaran, dan merubah metode pembelajaran 2) Strategi pembelajaran yang dilakukan yaitu dengan menggunakan metode demonsrasi, model quantum teaching learning, dan pendekatan kontekstual. 3) Faktor pendukung dan faktor penghambat dalam mengatasi kesulitan membaca Al-Qur’an siswa SDN 1 Kayuambon, yaitu faktor pendukung adanya fasilitas pembelajaran, adanya dukungan orangtua, dan adanya metode pembelajaran demonstrasi. Sedangkan faktor penghambat yaitu, adanya keterbatasan waktu, dan kurangnya peserta didik dalam membaca Al-Qur’an diluar sekolah.
Studi Komparasi Metode Iqro’ dan Metode Jibril dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an pada Santri di Masjid Jami Al-Azhar Kelurahan Pajajaran Bandung Rudanem; Enoh Nuroni
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.086 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3695

Abstract

Abstract. The data in the field obtained information about the existence of students who were old enough to be able to read the Qur'an and there were two methods used by teaching teachers, namely the Iqro method and the Jibril method. This study aims: (1) To find out how the ability to read the Qur'an using the Iqro' method and the Jibril method at the Santri at Jami Al-Azhar Mosque, Pajajaran Village, Bandung (2) To find out how the differences in the ability to read the Qur'an use the Iqro method ' and the method of Jibril on Santri at Jami Al-Azhar Mosque, Pajajaran Village, Bandung. The approach used in this study uses a quantitative approach with a quasi-experimental method. The results of this study are: (1) The ability to read the Qur'an of students using the Iqro' method obtained the highest score of 82.26 and the lowest score of 72.22. The average value of the Iqro' pretest method is 68.00 and the Iqro' post-test value is 77.31 with a good category. The ability to read the Qur'an of students using the Jibril method obtained the highest score of 79.69 and the lowest score of 71.52 with the average pretest score of Jibril's method 67.17 and the post-test score of Jibril's method 74.93 in good category. (2) Based on the results of the Wilcoxon test, the Iqro method and the Jibril method, the Asymp value is obtained. Sig. (-2 tailed) of 0.000 <0.05 and the results of the Mann Whitney test obtained the Asymp value. Sig. (-2 tailed) 0.023 <0.05 so that the hypothesis is accepted, it can be concluded that there are differences in the ability of students to read the Qur'an using the Iqro' method and those using the Jibril method. When viewed from the average value of the Iqro '29.08 method, it is greater than the average value of the Jibril method of 19.92. So it can be concluded that the Iqro' method is more effective than the Jibril method in improving the ability to read the Qur'an in students at the Jami Alazhar Mosque, Pajajaran Village, Bandung. Abstrak. Data dilapangan diperoleh informasi adanya santri yang lama untuk bisa membaca Al-Qur’an dan adanya dua metode yang digunakan oleh guru mengajar, yaitu metode Iqro’ dan Metode Jibril. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui bagaimana kemampuan membaca Al-Qur’an menggunakan metode Iqro’ dan metode Jibril Pada Santri di Masjid Jami Al-azhar Kelurahan Pajajaran Bandung (2) Untuk mengetahui bagaimana perbedaan kemampuan membaca AlQur’an menggunakan metode Iqro’ dan metode Jibril Pada Santri di Masjid Jami Al-azhar Kelurahan Pajajaran Bandung. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Hasil penelitian ini adalah: (1) Kemampuan membaca Al-Qur’an santri yang menggunakan metode Iqro’ diperoleh nilai tertinggi 82,26 dan nilai terendah 72,22. Dengan nilai rata-rata pretest metode Iqro’ yaitu 68,00 dan nilai postes metode Iqro’ yaitu 77,31 dengan kategori baik. Kemampuan membaca Al-Qur’an santri yang menggunakan metode Jibril diperoleh nilai tertinggi 79,69 dan nilai terendah 71,52 dengan nilai rata-rata pretest metode Jibril yaitu 67,17 dan nilai postes metode Jibril yaitu 74,93 dengan kategori baik. (2) Berdasarkan dari hasil Uji Wilcoxon metode Iqro’ dan metode Jibril diperoleh nilai Asymp. Sig. (-2 tailed) sebesar 0,000 < 0,05 dan hasil uji Mann Whitney diperoleh nilai Asymp. Sig. (-2 tailed) 0,023 < 0,05 sehingga hipoteis diterima, dapat disimpulakn bahwa terdapat perbedaan kemampuan santri dalam membaca Al-Qur’an yang menggunakan metode Iqro’ dan yang menggunakan metode Jibril. Jika dilihat dari nilai rata-rata metode Iqro’ 29,08 lebih besar dari nilai rata-rata metode Jibril 19,92. Maka dapat disimpulakn bahwa metode Iqro’ lebih efektif dibandingkan metode Jibril dalam meningkatkan kemampuan memebaca Al-Qur’an pada santri di Masjid Jami Alazhar Kelurahan Pajajaran Bandung.
Upaya Guru Mengatasi Kesulitan Peserta Didik Kelas VI dalam Membaca Al-Qur’an di SDIT Al-Maqom Cimahi Putri Tatim Aulia; A. Mujahid Rasyid; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.536 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3704

Abstract

Abstract. Many parents want their children's education to be better, especially in the field of Islam, one of which is in terms of reading the Qur'an, many parents choose to send their children to Islamic-based schools, entrust their children to school and entrust their children's education to schools such as in SDIT Al-Maqom Cimahi where the storefront is a school but inside is a boarding school, so that children get more education in the field of Islam. Based on the results of a survey in the field regarding the ability to read the Qur'an of class VI students, there are 25% or 14 students out of 55 students who are still having difficulties. The purpose of the study was to determine the efforts of religious teachers to overcome the difficulties of class VI students at SDIT Al-Maqom Cimahi in reading the Qur'an. The approach used in this study is a qualitative research approach with descriptive methods, data sources obtained from primary and secondary data and data collection techniques through interviews, observations and questionnaires. The results of the discussion discuss the difficulties experienced by students in reading the Qur'an, namely in understanding the hijaiyah letter, the difficulty in understanding the hijaiyah letter and the difficulty in understanding recitation. Then the factors that affect students' difficulties in reading the Qur'an are because of the students' internal factors. Then external factors, from the school environment and environmental factors of friends. Efforts that can be made to overcome the difficulties of SDIT Al-Maqom students in reading the Qur'an are carried out by schools and grade VI teachers of SDIT Al-Maqom. Abstrak. Banyak orang tua yang menginginkan pendidikan anaknya lebih baik terutama dalam bidang agama Islam, salah satunya yaitu dalam hal membaca Al-Qur’an, banyak orang tua memilih memasukkan anaknya di sekolah yang berbasis Islami, mempercayakan anaknya disekolah dan menitipkan pendidikan anaknya kepada sekolah seperti di SDIT Al-Maqom Cimahi dimana etalasenya adalah sekolah namun di dalamnya pesantren, dengan begitu anak memperoleh banyak pendidikan bidang agama Islam lebih banyak. Berdasarkan hasil survey di lapangan terkait kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik kelas VI terdapat 25% atau 14 peserta didik dari 55 siswa yang masih mengalami kesulitan. Tujuan penelitian untuk mengetahui upaya guru agama yang dilakukan dalam mengatasi kesulitan peserta didik kelas VI SDIT Al-Maqom Cimahi dalam membaca Al-Qur’an. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, sumber data diperoleh dari data primer dan sekunder dan teknik pengambilan data melalui wawancara, observasi dan angket. Hasil pembahasan membahas kesulitan yang dialami siswa dalam membaca Al-Qur’an yaitu dalam pemahaman huruf hijaiyah kesulitan pemahaman huruf hijaiyah Dan kesulitan dalam pemahaman tajwid. Lalu faktor yang mempengaruhi siswa kesulitan dalam membaca Al-Qur’an yaitu karena faktor internal diri siswa. Lalu faktor eksternal, dari lingkungan sekolah dan faktor lingkungan teman. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesulitan siswa SDIT Al-Maqom dalam membaca Al-Qur’an dilakukan oleh sekolah dan guru kelas VI SDIT Al-Maqom.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter yang Berkualitas pada Siswa di SMA PGRI Leuwiliang Triya Puja Lestari; A. Mujahid Rasyid; Helmi Aziz
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.541 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3712

Abstract

Abstract. The islamic religious education teacher has a key role in the process of shaping character in students, as the islamic education teacher is the principal teacher in charge of the student development process at school. The formation of a good character will print generations on good learners too, to lead a nation in the future. Based on the above statements, researchers are conducting studies related to the role of the islamic religious education teacher in shaping a quality character in students at PGRI Leuwiliang high school? , as for the purpose in this study is to know the role of the islamic religious education teacher in shaping a quality character in students of PGRI Leuwiliang high school. The study is a descriptive qualitative, The data sources of the research came from human or informers, both a religious education teacher and a principal. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. It is hoped that the study will be able to obtain the needed data in this study, gaining concrete consistent with it. From the results of the study it can be summed up and understood that the role of the islamic religious education teacher in shaping a quality character in students at pgri leuwiliang high school was already acting quite well. Where a teacher performs his role not only as a teacher but as an educator, in this case a teacher ACTS as a mentor, a teacher ACTS as a motivator in order to achieve the goal of character education. Abstrak. Guru Pendidikan Agama Islam mempunyai peran penting dalam proses pembentukan karakter pada siswa, karena Guru Pendidikan Agama Islam merupakan guru utama yang bertanggung jawab pada proses pembentukan karakter siswa di sekolah. Pembentukan karakter yang baik akan mencetak generasi pada peserta didik yang baik pula, untuk memimpin bangsa dimasa depan. Berdasarkan pernyataan diatas, peneliti melakukan penelitian terkait bagaimana peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter yang berkualitas pada siswa di SMA PGRI Leuwiliang?, adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter yang berkualitas pada siswa SMA PGRI Leuwiliang. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini berasal dari manusia atau informan yaitu Guru Pendidikan Agama Islam dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan penelitian ini diharapkan dapat memperoleh data yang dibutuhkan dalam penelitian ini, sehingga memperoleh konkrit sesuai dengan penelitian ini. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan dan dipahami bahwa peran guru pendidikan agama islam dalam membentuk karakter yang berkualitas pada siswa di SMA PGRI Leuwiliang sudah berperan cukup baik. dimana guru melakukan perannya tidak hanya sebagai pengajar tetapi sebagai pendidik, dalam hal ini guru berperan sebagai pendidik, guru berperan sebagai pembimbing, guru berperan sebagai motivator untuk dapat mencapai tujuan pada pendidikan karakter ini.

Page 7 of 38 | Total Record : 374