cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsied@unisba.ac.id
Phone
+6285157882369
Journal Mail Official
bcsied@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 28282515     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2
Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, Berbusana Muslimah, Kewajiban Suami, Konsep Pendidikan, Manajemen Tahfidz Quran, Manajemen Kepesantrenan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Waktu, Mawaddah, Mentoring, Metode Tikrar, Model Pembinaan, Model Project Based Learning, Mufassir, Nilai Pendidikan, Pembelajaran Kitab Kuning, Pembelajaran Tahsin, Pendidikan Karakter, Rahmah (Sikap), Rasa Syukur (Hifdzun nafs), Religius Menulis, Remaja, Sakinah, Tanggung Jawab Pendidik. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 374 Documents
Hubungan Penggunaan Media Sosial Whatsapp dengan Penyampaian Informasi Pembelajaran Al-Qur’an Hadits pada Siswa Kelas VIII MTs. Al-Muhajirin Anisa Nur Indahsari; Khambali; Dewi Mulyani
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.464 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3735

Abstract

Abstract. This study aims to determine the relationship between the use of Whatsapp social media with the submission of information for learning of the Al-Qur'an Hadith in grade VIII students at MTs al-Muhajirin Lembang. The method used in this study is a quantitative approach to the explanation of associative relationships. The population in this study were all students of class VIII MTs al-Muhajirin Lembang, totaling 83 people. This study is a population study so the authors did not determine the number of research samples. Data collection techniques used in this study were questionnaires and observation. The results of this study indicate that there is a relationship between the use of Whatsapp social media and the delivery of information on learning Al-Qur'an Hadith, these results refer to the value of the correlation coefficient r with a significance level of 5% and DB = N-1 of 0.418 > r table 0.215. The relationship between the use of social media Whatsapp with the delivery of information on learning Al-Qur'an Hadith with r = 0.418 is at a moderate/ enough level. Therefore, it can be concluded that the alternative hypothesis Ha is accepted and H0 is rejected. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan media sosial Whatsapp dengan penyampaian informasi pembelajaran Al-Qur’an Hadits pada siswa kelas VIII di MTs al-Muhajirin Lembang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif jenis eksplanasi hubungan asosiatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTs al-Muhajirin Lembang yang berjumlah 83 orang. Penelitian ini merupakan penelitian populasi sehingga penulis tidak menentukan jumlah sampel penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara penggunaan media sosial Whatsapp dengan penyampaian informasi pembelajaran Al-Qur’an Hadits, hasil ini merujuk kepada nilai koefisien korelasi r dengan taraf siginifikansi 5% dan db=N-1 sebesar 0.418 > r tabel 0.215. Hubungan antara penggunaan media sosial Whatsapp dengan penyampaian informasi pembelajaran Al-Qur’an Hadits dengan r = 0.418 berada pada tingkat sedang/ cukup. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif Ha diterima dan H0 ditolak.
Upaya Guru PAI dalam Membina Akhlak Peserta Didik melalui Pembiasaan Kegiatan Keagamaan di SMA YBKP3 Garut Annisa Rahmawati Hidayat; Nan Rahminawati; A. Mujahid Rasyid
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.643 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3742

Abstract

Abstract. The teacher's efforts affect the success of students in learning, both in a change in attitude and in increasing the ability of the students themselves. The purpose of this study is (1) to find out what steps are taken by PAI teachers in fostering the morals of students at SMA YBKP3 Garut (2) to describe the methods used by PAI teachers to foster students' morals at SMA YBKP3 Garut (3) to find out what alone which is a factor supporting and hindering the efforts of PAI teachers in fostering the morals of students at SMA YBKP3 Garut. This research is an empirical research using a qualitative descriptive approach. Data collection techniques in this study used the methods of observation, interviews, and documentation. This qualitative research uses theoretical and empirical activities and is presented in the form of a narrative text to explain clearly how the steps of learning, learning methods, as well as supporting and inhibiting factors experienced by PAI teachers in fostering the morals of students through habituation of religious activities. Abstrak. Upaya guru mempengaruhi keberhasilan siswa dalam belajar, baik dalam perubahan sikap maupun dalam meningkatkan kemampuan siswa itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui langkah-langkah apa saja yang dilakukan guru PAI dalam membina akhlak siswa di SMA YBKP3 Garut (2) mendeskripsikan metode yang digunakan guru PAI untuk membina akhlak siswa di SMA YBKP3 Garut ( 3) untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat upaya guru PAI dalam membina akhlak siswa di SMA YBKP3 Garut. Penelitian ini merupakan penelitian empiris dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian kualitatif ini menggunakan kegiatan teoritis dan empiris dan disajikan dalam bentuk narrative text untuk menjelaskan secara gamblang bagaimana langkah-langkah pembelajaran, metode pembelajaran, serta faktor pendukung dan penghambat yang dialami guru PAI dalam pembinaan akhlak siswa melalui pembiasaan kegiatan keagamaan.
Strategi Guru dalam Meningkatkan Pencapaian Nilai KKM Mata Pelajaran PAI Siswa Kelas IX di SMPN 1 Kotabaru Kabupaten Karawang Siti Sarah; Nan Rahminawati; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.337 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3773

Abstract

Abstract. One of the factors that influence the success of learning in terms of teachers is strategy. A learning course has an assessment that has special limitations that have been set by a teacher. These limits are known as the Minimum Completeness Criteria (KKM). This research is an empirical research using qualitative descriptive method. This study uses a theoretical and empirical study presented in the form of a narrative text to explain clearly how the teacher's strategy in improving the achievement of KKM PAI scores for grade IX students at SMPN 1 Kotabaru, Karawang district. Data collection techniques in this study used the methods of observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that: (a) There are six steps the teacher takes in increasing the achievement of students' KKM scores, namely by preparing teaching, choosing learning methods, choosing learning techniques, approaching students, providing learning motivation, and using learning media. (b) The method used by the teacher in increasing the achievement of students' KKM scores is a learning method that has been selected and adapted to the learning material. (c) The technique used by the teacher in increasing the achievement of students' KKM scores is a learning technique that has been selected and adapted to the material to support the strategies and learning methods used. Abstrak. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran dari segi guru adalah strategi. Suatu pembelajaran tentunya ada penilaian yang memiliki batasan-batasan khusus yang telah ditetapkan oleh seorang guru. Batasan tersebut adalah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini merupakan penelitian empirik dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan kajian teoritis dan empiris yang disajikan dalam bentuk teks yang bersifat naratif untuk memaparkan secara jelas bagaimana strategi guru dalam meningkatkan pencapaian nilai KKM PAI siswa kelas IX di SMPN 1 Kotabaru kabupaten Karawang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) Terdapat enam langkah guru dalam meningkatkan pencapaian nilai KKM siswa yaitu dengan melakukan persiapan pengajaran, memilih metode pembelajaran, memilih teknik pembelajaran, melakukan pendekatan terhadap siswa, memberikan motivasi belajar, serta menggunakan media pembelajaran. (b) Metode yang digunakan oleh guru dalam meningkatkan pencapaian nilai KKM siswa adalah metode pembelajaran yang telah dipilih dan disesuaikan dengan materi pembelajaran. (c) Teknik yang digunakan oleh guru dalam meningkatkan pencapaian nilai KKM siswa adalah teknik pembelajaran yang telah dipilih dan disesuaikan dengan materi demi mendukung strategi dan metode pembelajaran yang digunakan.
Penerapan Model Pembelajaran Multiple Intelligences pada Pembelajaran Tahsin di SMAIT Miftahul Khoir Kota Bandung Nur Amalia Aini Sidik; Helmi Aziz; Ikin Asikin
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.264 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3780

Abstract

Abstract. In this increasingly modern era, many think that just reading the Qur'an is enough. So that many people can read the Qur'an, but there are still many mistakes from reading it if you look at it from the side of recitation. This causes several problems regarding the lack of ability to read the Qur'an of students properly and in accordance with the rules of tajwid and also the makharijul letters. The Tahsin learning program using the multiple intelligences application model carried out by SMA-IT Miftahul Khoir Bandung City is an effort made by teachers to improve the ability to read the Qur'an by placing students according to their abilities. This study aims to determine the planning, implementation, evaluation, advantages and limitations of the Tahsin program with the application of the multiple intelligences learning model in Tahsin learning at SMA-IT Miftahul Khoir Bandung City. The method used in this study is a descriptive qualitative method. The type of data used is qualitative data. In terms of collecting data, the researcher used observation, interview, and documentation studies. While the data analysis techniques used are through, reduction, data presentation, triangulation and drawing conclusions (verification). The results of this study generally indicate that the Tahsin program with the application of the multiple intelligences learning model in Tahsin learning at SMA-IT Miftahul Khoir Bandung City, which is carried out regularly, has brought significant results to students. These changes can be seen from the number of students who have good progress in terms of reading the Koran, it's just that there are still some students who have difficulty due to their own laziness. Abstrak. Di era yang semakin modern ini, banyak yang beranggapan bahwa membaca Al-Qur'an saja sudah cukup. Agar banyak orang yang bisa membaca Al-Qur'an, namun masih banyak kesalahan dari membacanya jika dilihat dari sisi bacaannya. Hal ini menyebabkan beberapa permasalahan mengenai kurangnya kemampuan membaca Al-Qur'an siswa dengan baik dan sesuai dengan kaidah tajwid dan juga huruf makharijul. Program pembelajaran Tahsin dengan menggunakan model aplikasi multiple intelligences yang dilakukan oleh SMA-IT Miftahul Khoir Kota Bandung merupakan upaya yang dilakukan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan menempatkan siswa sesuai dengan kemampuannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, kelebihan dan keterbatasan program Tahsin dengan penerapan model pembelajaran multiple intelligences dalam pembelajaran Tahsin di SMA-IT Miftahul Khoir Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah melalui, reduksi, penyajian data, triangulasi dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian ini secara umum menunjukkan bahwa program Tahsin dengan penerapan model pembelajaran multiple intelligences dalam pembelajaran Tahsin di SMA-IT Miftahul Khoir Kota Bandung yang dilaksanakan secara rutin telah membawa hasil yang signifikan bagi siswa. Perubahan tersebut terlihat dari banyaknya siswa yang memiliki kemajuan yang baik dalam hal membaca Alquran, hanya saja masih ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan karena kemalasannya sendiri.
Implikasi Pendidikan dari Surat An-Nahl Ayat 57-59 mengenai Budaya Masyarakat Arab Jahiliah atas Kelahiran Anak Perempuan terhadap Pendidikan Kaum Wanita Ibrahim Natzia Ahimsa; Aep Saepudin; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.076 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3792

Abstract

Abstract. One of the ignorant cultures of ignorance is that the ignorant Arabs do not like the birth of daughters because girls are considered a symbol of weakness and burden for the family or a tribe, even they carry out very sadistic and cruel behavior, namely burying baby girls alive. This kind of culture is opposed by Islam, Allah SWT in general criticizes it in several verses of the Koran, one of the verses that criticizes this behavior is QS An-Nahl verses 57-59. The purpose of this research is to find out the views of the exegetes regarding Qs An-Nahl verses 57-59, look for educational values or wisdom as well as the essence of Qs An-Nahl verses 57-59, add insight on how to educate women according to education experts, and put forward the educational implications of QS An-Nahl 57- 59. The method used in this research is a descriptive method, namely an investigation method that tells, analyzes, and classifies in an organized and systematic manner accurately about the educational implications of Qs. An-Nahl verses 57-59 by collecting and interpreting existing data, and using the tahili interpretation method, which is a method of describing the descriptions of the meaning contained in the verses of the Qur'an by following the orderly arrangement or sequence of the letters. and the verses of the Qur'an itself with more or less analysis in it. The results of the research of QS An-Nahl verses 57-59 are: (1) ignorant culture on the shame of giving birth to a girl causes the development of discrimination against women. (2) both men and women are equally glorious in the eyes of Allah SWT, the only difference is their piety. (3) Women need education as a means to make women intelligent and pious. Abstrak. Salah satu budaya Jahiliah yang begitu bodohnya yaitu mereka masyarakat Arab jahiliah tidak menyukai kelahiran anak perempuan karena anak perempuan dianggap sebagai suatu simbol kelemahan dan beban bagi keluarga atau suatu kabilah, bahkan mereka melakukan perilaku yang amat sadis dan kejam yaitu mengubur hidup-hidup bayi perempuan. Budaya seperti ini ditentang oleh Islam, Allah Swt secara garis besar mengkritiki hal tersebut dalam beberapa ayat Al-Quran salah satu ayat yang mengkritiki perilaku tersebut yaitu QS An-Nahl ayat 57-59. Tujuan dari penelitian ini sebagai sarana mengetahui pandangan para muffasir mengenai Qs An-Nahl ayat 57-59, mencari nilai-nilai pendidikan atau hikmah maupun esensi dari Qs An-Nahl ayat 57-59,menambah wawasan bagaiamana pendidikan kaum wanita menurut para ahli pendidikan, serta mengemukakan implikasi pendidikan QS An-Nahl 57-59. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu metode penyelidikan yang menuturkan, menganalisa, dan mengklasifikasikan secara tersusun dan sisitematis dangan tepat tentang implikasi pendidikan dari Qs. An-Nahl ayat 57-59 dengan mengumpulkan dan menafsirkan data yang ada, serta menggunakan metode tafsir tahili yaitu suatu metode mendeskripsikan uraian-uraian makna yang terkandung dalam ayat-ayat alQur‟an dengan mengikuti tertib susunan atau urut-urutan surat-surat dan ayat-ayat al-Qur‟an itu sendiri dengan sedikit banyak melakukan analisis didalamnya. Hasil dari penelitian QS An-Nahl ayat 57-59 adalah: (1) budaya jahiliah atas rasa malu kelahiran anak wanita menimbulkan berkembangnya diskriminasi terhadap kaum wanita. (2) baik laki-laki maupun wanita sama mulianya dimata Allah Swt,yang membedakan hanyalah ketakwaannya. (3) Wanita memerlukan pendidikan sebagai sarana untuk menjadikan wanita yang cerdas dan bertakwa.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Akhlakul Karimah untuk Meningkatkan Kemandirian Peserta Didik SMA-IT Miftahul Khoir Dago Bandung Amelia; Sobar Al Ghazal; Helmi Aziz
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.247 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3805

Abstract

Abstract. There were students who still did not practice good morals, while at SMA-IT Miftahul Khoir there was already moral development. So from that moment on, fostering moral character for the independence of students needs to be improved again so that students who have good morals are created and are able to become independent students. Fostering moral character to increase the independence of students in order to achieve it, it is necessary to know and understand the factors that influence moral development to increase independence so that the expected learning objectives can be achieved. Based on these conditions, the researcher is interested in researching "The Role of Islamic Religious Education Teachers in Fostering Akhlakul Karimah to Increase the Independence of SMA-IT Miftahul Khoir Students." The results of the coaching of students starting with poor morals starting from forgiveness, trustworthiness, morals, and being able to do well in accordance with Islamic teachings. The results of the existence of which increase independence are being able to take responsibility for themselves and others by being able to solve the problems that befell them. The purpose of this study was to determine, describe, and analyze the factors that influence the role of Islamic religious teachers in fostering morality and morality to increase the independence of students towards Islamic Religious Education subjects at SMA-IT Miftahul Khoir. The method used in this research is a descriptive method with a qualitative approach and the type of research is case research. The data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The population and sample of this study were school principals, religious teachers, and students of class XI SMA-IT Miftahul Khoir Bandung. The results of this study are the factors that influence in fostering the morals of class XI students on the subjects of Islamic Religious Education at SMA-IT Miftahul Khoir, namely by fostering morals of class XI students. Abstrak. Masih ada siswa yang belum mengamalkan akhlak yang baik, sedangkan di SMA-IT Miftahul Khoir sudah ada pembinaan akhlak. Maka mulai saat itu pembinaan akhlak untuk kemandirian siswa perlu ditingkatkan lagi agar tercipta siswa yang berakhlak baik dan mampu menjadi siswa yang mandiri. Pembinaan akhlakul karimah untuk meningkatkan kemandirian peserta didik agar dapat mencapainya, perlu diketahui dan dipahami faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan akhlak untuk meningkatkan kemandirian sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai. Berdasarkan kondisi tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti “Peranan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menumbuhkan Akhlakul Karimah Untuk Meningkatkan Kemandirian Siswa SMA-IT Miftahul Khoir”. Hasil pembinaan peserta didik dimulai dari akhlak yang buruk mulai dari pemaafan, amanah, akhlak, dan mampu berbuat baik sesuai dengan ajaran Islam. Hasil dari eksistensi yang meningkatkan kemandirian adalah mampu bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain dengan mampu memecahkan masalah yang menimpa dirinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi peran guru agama Islam dalam membina akhlak dan akhlak untuk meningkatkan kemandirian siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA-IT Miftahul Khoir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya adalah penelitian kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Populasi dan sampel penelitian ini adalah kepala sekolah, guru agama, dan siswa kelas XI SMA-IT Miftahul Khoir Bandung. Hasil penelitian ini adalah faktor-faktor yang berpengaruh dalam pembinaan akhlak siswa kelas XI pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA-IT Miftahul Khoir yaitu dengan pembinaan akhlak siswa kelas XI.
Implementasi Metode Talaqqi dalam Meningkatkan Kemampuan Hafalan Al-Qur’an Siswa Kelas 4 di MIS 05 Darussalam Kepahiang Kota Bengkulu Ulfah Annisa Fatiyah; Dedih Surana; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.302 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3820

Abstract

Abstract. Learning activities require an appropriate method so that the desired goals are achieved, as well as learning the Qur'an because memorizing the Qur'an is not as simple as imagined. Therefore, MIS 05 Darussalam Kepahiang Bengkulu chose the talaqqi method in learning the Qur'an. The purpose of this research is to find out how the implementation of the talaqqi method in improving students' ability to memorize the Qur'an of students, to find out what are the success factors and weaknesses of the implementation of the talaqqi method in Al-Qur'an learning activities. In this study the authors of qualitative and descriptive research with data collection techniques of observation, interviews and documentation. The results of this study indicate that the implementation of the talaqqi method used in learning the Qur'an is carried out privately. But in this way, it still makes the talaqqi method effective in learning the Qur'an, by making students' memorization better and making it easier for students to achieve the specified memorization targets. Some of the success factors in learning the Qur'an for students' memorization are a comfortable memorization atmosphere, there are adequate facilities and infrastructure, and the presence of a professional Al-Qur'an teacher. As for the weakness factor, there are students who are lazy to memorize and memorize murojaah as well as students' difficulties in managing time for muroja'ah and lack of support from parents. Abstrak. Kegiatan pembelajaran dibutuhkan sebuah metode yang tepat agar tujuan yang diinginkan tercapai, begitu juga dengan pembelajaran Al-Qur’an karena menghafal Al-Qur’an tidak sesederhana yang dibayangkan. Maka dari itu MIS 05 Darussalam Kepahiang Bengkulu memilih metode talaqqi dalam pembelajaran Al-Qur’an. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi metode talaqqi dalam meningkatkan kemampuan hafalan Al-Qur’an siswa, untuk mengetahui faktor keberhasilan dan kelemahan implementasi metode talaqqi dalam kegiatan pembelajaran Al-Qur’an. Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian kualitatif dan deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Implementasi metode talaqqi yang digunakan dalam pembelajaran Al-Qur’an dilakukan secara privat. Tetapi dengan cara seperti ini tetap menjadikan metode talaqqi efektif dalam pembelajaran Al-Qur’an, dengan ini membuat hafalan siswa menjadi lebih bagus dan memberikan kemudahan bagi siswa dalam mencapai target hafalan yang telah ditentukan. Beberapa faktor keberhasilan dalam pembelajaran Al-Qur’an untuk hafalan siswa adalah suasana tempat menghafal yang nyaman, terdapat sarana dan prasarana yang memadai, dan adanya guru Al-Qur’an yang profesional. Adapun faktor kelemahan ada beberapa siswa yang malas untuk menghafal dan murojaah hafalan serta kesulitan siswa dalam mengatur waktu untuk muroja’ah serta kurangnya dukungan dari orang tua.
Implementasi Metode Talaqqi dalam Meningkatkan Kemampuan Menghafal Al-Quran Makrifatu Nur Afifah; Aep Saepudin; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.846 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3834

Abstract

Abstract. A memorizer of the Qur'an must be accustomed to reading the Qur'an carefully and fluently, if the memorizer of the Qur'an is not fluent in reading the Qur'an then he will have difficulty in memorizing the Qur'an. Based on field data at at Miftahul Khoir Dago Bandung Islamic Senior High School, there are 16 students and 10 students are less fluent and tartil in reading the Qur'an so that this can hinder memorizing the Qur'an. In this problem, at Miftahul Khoir Dago Bandung Islamic Senior High School took steps by using the talaqqi method as a strategy for memorizing the Qur'an. This study aims to determine the planning of the talaqqi method, the implementation of the talaqqi method, the supporting and inhibiting factors, and the evaluation of the talaqqi method in improving the ability to memorize the Qur'an. The method that the researcher uses is descriptive qualitative, with the type of research being field research which is also called fielded research. In collecting data, the researcher used observation, interview, and documentation techniques. Results Based on research conducted at SMA-IT Miftahul Khoir Dago Bandung, the talaqqi method makes it easier for students to memorize the Qur'an and makes it easier for teachers to know the abilities of their students. Because this method is very easy to apply to students face-to-face or face-to-face, both from depositing the memorization to the delivery of the material, so that by using the talaqqi method most of them can achieve their memorization targets. Abstrak. Seorang penghafal Al-Qur’an haruslah terbiasa membaca Al-Qur’an dengan teliti dan fasih, jika penghafal Al-Qur’an tidak fasih dalam membaca Al-Qur’an maka ia akan akan kesulitan dalam menghafal Al-Qur’an. Berdasarkan data lapangan di SMA-IT Miftahul Khoir Dago Bandung terdapat 16 siswa dan 10 siswi kurang fasih dan tartil dalam membaca Al-Qur’an sehingga ini dapat menghambat menghafal Al-Qur’an. Dalam permasalahan ini SMA-IT Miftahul Khoir Dago Bandung mengambil langkah dengan cara menggunakan metode talaqqi sebagai strategi menghafal Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan metode talaqi, pelaksanaan metode talaqqi, faktor pendukung dan penghambat, serta evaluasi metode talaqqi dalam meningkatkan kemampuan menghafal Al-Qur’an. Metode yang peneliti gunakan yaitu kualitatif deskriptif, dengan jenis penelitiannya yaitu penelitian lapangan yang disebut juga fieled research. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Sedangkan teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMA-IT Miftahul Khoir Dago Bandung metode talaqqi mampu memudahkan siswa dalam menghafal Al- Qur’an dan memudahkan guru untuk lebih mengetahui kemampuan siswanya. Karena metode ini sangat mudah diterapkan pada siswa dengan cara berhadap-hadapan atau bertatap muka baik dari menyetorkan hafalan sampai dari cara penyampaian materinya, sehingga dengan menggunakan metode talaqqi murid sebagian besar dapat mencapai target hafalannya.
Studi Komparatif Metode Pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren Tanjung Salam Ciwidey Kab. Bandung dan Pondok Pesantren Al-Falah Dago Bandung Asri Fauziah; Sobar Al Ghazal
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.185 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3835

Abstract

Abstract, The yellow book is a source of knowledge and one of the important elements of the learning process in Islamic boarding schools in shaping intelligence, understanding, and piety morality. However, nowadays many say that many students in Islamic boarding schools have difficulty in learning the yellow book. So, it takes the right method in the learning process to make it easier for students to learn and understand the yellow book. This study aims to determine the learning method at the Pondok Pesantren Tanjung Salam and Pondok Pesantren Al-Falah Dago as well as the factors that support and inhibit the learning of the yellow book with the formulation of the problem: 1) How is the method of learning the yellow book at the Tanjung Salam Islamic Boarding School and Al-Islamic Boarding School. Falah Dago?, 2) What are the supporting and inhibiting factors for implementing the yellow book learning at Tanjung Salam Islamic Boarding School and Al-Falah Dago Islamic Boarding School?. This study uses a qualitative approach using descriptive methods. The data analysis technique uses data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions/verification. The researcher is the key instrument while the informant is a yellow book teacher. The results of this study arealthough both have similarities both in the use of the yellow book as a source of learning/knowledge, heterogeneous levels of santri education, and both Islamic boarding schools based on salafi (traditional), but there are differences in the application of the method. Likewise with the supporting and inhibiting factors both found differences. Abstrak. Kitab kuning merupakan sumber ilmu dan salah satu unsur penting proses pembelajaran di Pondok Pesantren dalam membentuk kecerdasan, pemahaman, serta moralitas kesalehan. Namun dewasa ini banyak yang menyatakan bahwa banyak santri di pesantren yang kesulitan dalam mempelajari kitab kuning. Maka, dibutuhkan metode yang tepat dalam proses pembelajaran guna mempermudah santri dalam mempelajari dan memahami kitab kuning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pembelajaran di Pondok Pesantren Tanjung Salam dan Pondok Pesantren Al-Falah Dago serta faktor yang menjadi pendukung dan penghambat pembelajaran kitab kuning dengan rumusan masalah: 1) Bagaimana Metode Pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren Tanjung Salam dan Pondok Pesantren Al-Falah Dago?, 2) Apa faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren Tanjung Salam dan Pondok Pesantren Al-Falah Dago?. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Adapun teknik analisis datanya menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Peneliti sebagai instrument kunci sedangkan informannya adalah pengajar kitab kuning. Hasil penelitian ini adalah walaupun keduanya memiliki kesamaan baik dalam pengggunaan kitab kuning sebagai sumber belajar/ilmu, jenjang pendidikan santri yang heterogen, dan sama-sama pondok pesantren yang berbasis salafi (tradisional), akan tetapi ada perbedaan dalam penerapan metodenya. Begitupun dengan faktor pendukung dan penghambat keduanya ditemukan perbedaan.
Hubungan antara Menyimak Santri dengan Pencapaian Prestasi Belajar dalam Kegiatan Ta’lim pada Kelas Ulya di Pondok Pesantren Miftahul Khoir Dago Bandung Kusnata Wijaya; Enoh; Ikin Asikin
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.359 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3854

Abstract

Abstract. Learning activities are the most basic activities in the whole teaching process in schools and other institutions. The success or failure of learning depends on the learning process, the lessons experienced by students, and how the teacher applies learning methods. Listening skills are an important factor for the success of students in learning. This study aims to determine the level of listening skills, learning achievement, and the relationship between listening skills and learning achievement of Ulya class students in ta'lim activities at Miftahul Khoir Islamic Boarding School Bandung. Listening skills according to Logan and Loban (2008: 63) are an activity which is a process consisting of listening, understanding, interpreting, evaluating, and responding. This is in line with the learning process of Bloom's revised taxonomy which consists of remembering, understanding, applying, analyzing, evaluating, and creating. Listening activities include hearing, seeing and accompanied by efforts to understand what is heard and seen. How beautiful is God's commandment to us to glorify and respect one another by listening to everything that other people say especially about things that are good for us. Learning, especially the skills of students in terms of listening, is required to respect each other by listening, not being noisy when learning takes place, always paying close attention and listening carefully to things conveyed by the speaker or teacher so that we get grace and useful knowledge. The method used in this research is correlation. According to Arikunto, correlation research is research conducted to determine the level of relationship between two or more variables, without making changes or manipulations to existing data. This study uses the type of causal correlation because one variable affects the other variables. Listening skill (X) is the independent variable, while learning achievement (Y) is the dependent variable (the dependent variable). Abstrak. Kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling mendasar dalam keseluruhan proses pengajaran di sekolah maupun lembaga yang lainnya. Keberhasilan atau kegagalan belajar tergantung pada proses pembelajaran, pelajaran dialami oleh peserta didik, dan bagaimana guru menerapkan metode pembelajaran. Menyimak merupakan faktor penting bagi keberhasilan peserta didik dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat menyimak, prestasi belajar, dan hubungan antara menyimak dengan pencapaian prestasi belajar santri kelas Ulya pada kegiatan ta’lim di Pondok Pesantren Miftahul Khoir Bandung. Menyimak menurut Logan dan Loban (2008: 63) adalah suatu kegiatan yang merupakan proses yang terdiri dari mendengarkan, memahami, menginterpretasi, mengevaluasi, dan menanggapi. Hal tersebut selaras dengan proses pembelajaran taksonomi bloom revisi yang terdiri dari proses mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, dan mengkreasi. Kegiatan menyimak mencakup mendengar, melihat dan disertai usaha untuk memahami apa yang didengar dan dilihat. Begitu indahnya perintah Allah kepada kita agar memuliakan dan menghargai satu sama lain dengan menyimak segala hal yang orang lain sampaikan apalagi mengenai hal yang baik kepada kita. Pembelajaran khususnya peserta didik dalam hal menyimak dituntut untuk saling menghargai dengan cara mendengarkan, tidak berisik saat pembelajaran berlangsung, selalu memperhatikan dengan cermat dan menyimak dengan baik hal-hal yang disampaikan oleh pembicara atau guru agar kita mendapatkan rahmat dan ilmu yang bermanfaat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi. Menurut Arikunto penelitian korelasi merupakan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih, tanpa melakukan perubahan atau manipulasi terhadap data yang sudah ada. Penelitian ini menggunakan jenis korelasi sebab akibat karena variabel satu berpengaruh terhadap variabel yang lain. Menyimak (X) sebagai variabel bebas, sedangan prestasi belajar (Y) sebagai variabel dependen (variabel terikat).

Page 8 of 38 | Total Record : 374