cover
Contact Name
Ida Leida Maria
Contact Email
hjph.unhas@gmail.com
Phone
+628114440454
Journal Mail Official
hjph.unhas@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan Km.10, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Hasanuddin Journal of Public Health
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : 27212408     DOI : https://doi.org/10.30597/hjph.v1i1
Core Subject : Health,
Aims and Scope Hasanuddin Journal of Public Health: Epidemiology Health Education and Promotion Environmental Health Occupational Health and Safety Health Administration and Policy Biostatistics Reproductive Health Hospital Management Nutrition Science Health Information System
Articles 185 Documents
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN MSDs PADA PETANI RUMPUT LAUT KABUPATEN MAROS Adam Adam; Yahya Thamrin
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 7 No. 2: JUNE 2026
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v7i2.49374

Abstract

Latar Belakang: Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) adalah gangguan otot, tulang, sendi, jaringan ikat yang ditandai dengan nyeri dan keterbatasan mobilitas. Studi global tahun 2019 di 192 negara memperkirakan faktor ergonomi kerja menyebabkan sekitar 126,1 juta kasus nyeri punggung bawah dan 15,1 juta tahun hidup dengan disabilitas pada usia kerja.Tujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan keluhan MSDs pada petani rumput laut di Kabupaten Maros. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah 151 petani rumput laut di Kabupaten Maros yang telah mendapat fasilitas meja dan kursi ergonomis dari pemerintah daerah. Sampel diambil menggunakan proportionate random sampling, Kemudian perhitungan besar sampel dengan rumus Lemeshow sehingga diperoleh 112 responden. Data dianalisis menggunakan aplikasi Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) secara univariat, bivariat, serta menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik berganda. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52,7% responden mengalami keluhan MSDs ringan. Keluhan MSDs berhubungan dengan beberapa faktor, yaitu usia, jenis kelamin, kebiasaan merokok, masa kerja, lama kerja, IMT, dan postur kerja. Namun, kepatuhan penggunaan APD tidak berhubungan dengan keluhan MSDs. Faktor yang paling berpengaruh adalah postur kerja, dengan nilai OR = 3,508, yang berarti pekerja dengan postur kerja berisiko memiliki kemungkinan sekitar 3,5 kali lebih besar mengalami keluhan MSDs. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, kebiasaan merokok, masa kerja, lama kerja, IMT, dan postur kerja dengan keluhan MSDs. Postur kerja merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi keluhan MSDs. Oleh karena itu, petani rumput laut disarankan menerapkan postur kerja yang ergonomis pada setiap tahapan pekerjaan, memanfaatkan meja dan kursi ergonomis yang tersedia, menghindari pengangkatan beban berlebihan, melakukan peregangan dan istirahat secara berkala, serta mengatur lama kerja untuk mengurangi risiko keluhan MSDs.
FAKTOR RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO Nahda Fatin Alifah; Wahiduddin Wahiduddin
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 7 No. 2: JUNE 2026
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v7i2.49474

Abstract

Latar Belakang: Penderita diabetes melitus (DM) tipe 2 memiliki risiko lebih tinggi untuk komplikasi kardiovaskular, terutama penyakit jantung koroner (PJK), yang merupakan faktor penyebab morbiditas dan mortalitas yang lebih tinggi.  Tujuan: Menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian penyakit jantung koroner pada penderita Diabetes Melitus tipe 2. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain case control yang dilakukan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo pada November 2025 - Januari 2026. Sampel penelitian sebanyak 128 responden terdiri atas 64 kelompok kasus dan 64 kelompok kontrol yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan rekam medis, kemudian diolah menggunakan software statistik Jamovi serta dianalisis secara univariat dan multivariat menggunakan uji regresi logistik dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Analisis multivariat menunjukkan bahwa usia, jenis kelamin, lama menderita Diabetes Melitus (DM), dan hereditas Penyakit Jantung Koroner (PJK) berhubungan bermakna dengan kejadian PJK pada penderita DKM tipe 2. Hereditas PJK merupakan faktor risiko paling dominan, dengan peluang 15,3 kali lebih besar mengalami PJK pada penderita DM tipe 2 yang memiliki riwayat keluarga PJK. Sementara itu, hipertensi, riwayat merokok, indeks massa tubuh, dan aktivitas fisik tidak menunjukkan hubungan bermakna. Kesimpulan: Faktor risiko kejadian PJK pada penderita DM tipe 2 meliputi usia ≥55 tahun, jenis kelamin laki-laki, dan hereditas penyakit jantung koroner. Hereditas PJK merupakan faktor risiko paling dominan dengan peluang 15,3 kali lebih besar mengalami PJK pada penderita DM tipe 2 dengan riwayat keluarga PJK. Temuan ini menunjukkan pentingnya deteksi dini dan pengendalian faktor risiko kardiovaskular pada penderita DM tipe 2 dengan riwayat keluarga jantung.
ANGKA KUMAN UDARA SEBAGAI INDIKATOR KUALITAS UDARA DI RUANG TUNGGU PUSKESMAS Fahrul Islam; Yonan Yonan; Abdul Ganing; Haeranah Ahmad
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 7 No. 2: JUNE 2026
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v7i2.50308

Abstract

Latar Belakang: Kualitas udara dalam ruangan di fasilitas pelayanan kesehatan perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kenyamanan dan kesehatan pasien, pengunjung, serta petugas. Ruang tunggu puskesmas merupakan area berisiko mengalami pencemaran mikrobiologis udara karena digunakan oleh banyak orang dalam ruang terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kuman udara sebagai indikator kualitas udara di ruang tunggu Puskesmas Tampapadang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan analisis korelasi eksploratif. Sampel berupa udara ruang tunggu yang diambil selama tiga hari pengukuran pada bulan Juni 2025 pukul 10.00 WITA menggunakan teknik volumetric air sampling dengan microbiological air sampler. Parameter yang diukur meliputi angka kuman udara, suhu, kelembapan, pencahayaan, luas ventilasi, dan kepadatan hunian. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil pengukuran terhadap baku mutu yang berlaku, serta uji Spearman untuk melihat kecenderungan hubungan antarvariabel. Hasil: Rata-rata angka kuman udara adalah 90 CFU/m³ dan masih memenuhi baku mutu Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023, yaitu kurang dari 180 CFU/m³. Namun, parameter fisik lingkungan belum memenuhi syarat, meliputi suhu 31,2°C, kelembapan 26,67%, pencahayaan 85,6 lux, luas ventilasi 0,27 m², dan kepadatan hunian (luas ruang per orang) 0,28–0,41 m²/orang. Hasil uji Spearman menunjukkan kecenderungan hubungan antara parameter fisik lingkungan dan angka kuman udara, tetapi perlu ditafsirkan hati-hati karena jumlah pengukuran terbatas. Kesimpulan: Angka kuman udara masih memenuhi standar, tetapi kondisi fisik ruang tunggu belum optimal. Perbaikan ventilasi, pengaturan jumlah pengunjung, dan pemantauan kualitas udara secara berkala diperlukan untuk menjaga kualitas udara ruang tunggu puskesmas.
DETERMINAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH (TTD) PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 1 KOTA TANGERANG SELATAN Rahmah Hida Nurrizka; Denisa Raudhotul Fadilah
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 7 No. 2: JUNE 2026
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v7i2.50320

Abstract

Latar Belakang: Tablet Tambah Darah (TTD) diberikan kepada remaja putri di sekolah setiap bulan sebanyak 10 tablet untuk dikonsumsi setiap satu kali per minggu dan satu kali setiap hari selama masa menstruasi dengan tujuan untuk mengurangi anemia pada remaja. Namun, studi awal menemukan hanya 13,3% remaja putri mengonsumsi TTD sesuai rekomendasi. Tujuan: Mengetahui determinan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional dan dilakukan di SMAN 1 Kota Tangerang Selatan dengan sampel sebanyak 134 siswi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil: Sebanyak 45,5% remaja putri mengonsumsi TTD secara rutin, sedangkan 46,3% menyimpan/ mengonsumsi TTD di luar lingkungan sekolah, yaitu dirumah. Pengetahuan, sikap, motivasi dan paparan informasi berhubungan secara signifikan dengan konsumsi TTD pada remaja putri dengan nilai p-value berturut-turut p < 0,000; p = 0,046; p < 0,000 dan p = 0,010. Sementara itu, dukungan teman sebaya tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan perilaku konsumsi TTD (p = 0,602). Kesimpulan: Penelitian ini menemukan bahwa pengetahuan, sikap, motivasi dan paparan informasi berkaitan dengan perilaku konsumsi TTD pada remaja putri. Temuan ini dapat menjadi dasar dalam pengembangan strategi edukasi untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PETUGAS AVIATION SECURITY (AVSEC) Armitha Agustia Darmas; Mahfuddin Yusbud
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 7 No. 2: JUNE 2026
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v7i2.50443

Abstract

Latar Belakang: Kelelahan kerja merupakan kondisi akibat aktivitas fisik dan mental berlebihan yang dapat menurunkan konsentrasi, kewaspadaan, dan kinerja serta meningkatkan risiko kesalahan kerja. Pada petugas Aviation Security (Avsec), risiko tersebut meningkat karena tuntutan operasional 24 jam, beban fisik, dan tekanan psikologis. Tujuan: Mengkaji keterkaitan usia, jenis kelamin, kualitas tidur, shift kerja, masa kerja, serta stres kerja terhadap kelelahan kerja pada petugas Aviation Security (Avsec) di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Metode: Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif menggunakan rancangan cross sectional dan dilaksanakan selama Januari - Februari 2026. Populasi penelitian ini adalah seluruh petugas Avsec di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar dengan jumlah sampel sebanyak 200 responden melalui metode proportional random sampling. Pengolahan data menggunakan SPSS dengan analisis univariat, analisis bivariat dengan Chi-Square, serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil: Terdapat keterkaitan yang bermakna antara usia (p = 0,000), kualitas tidur (p = 0,000), masa kerja (p = 0,034), dan stres kerja (p = 0,004) dengan kelelahan kerja. Sebaliknya, jenis kelamin (p = 1,000) dan shift kerja (p = 0,168) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kelelahan kerja. Pada analisis multivariat, usia (OR: 7,28; 95%CI: 3,01–17,09), kualitas tidur (OR: 10,65; 95%CI: 5,04–22,54), serta masa kerja (OR: 3,80; 95%CI: 1,04–13,82) tetap memperlihatkan hubungan yang signifikan terhadap kelelahan kerja. Kesimpulan: Kelelahan kerja pada petugas Aviation Security (Avsec) berkaitan dengan usia, kualitas tidur, masa kerja, dan stres kerja, sedangkan jenis kelamin dan shift kerja tidak menunjukkan keterkaitan. Pengendalian kelelahan perlu dilakukan melalui perbaikan kualitas tidur, penyesuaian beban kerja, dan pengelolaan stres.