cover
Contact Name
Ida Leida Maria
Contact Email
hjph.unhas@gmail.com
Phone
+628114440454
Journal Mail Official
hjph.unhas@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan Km.10, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Hasanuddin Journal of Public Health
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : 27212408     DOI : https://doi.org/10.30597/hjph.v1i1
Core Subject : Health,
Aims and Scope Hasanuddin Journal of Public Health: Epidemiology Health Education and Promotion Environmental Health Occupational Health and Safety Health Administration and Policy Biostatistics Reproductive Health Hospital Management Nutrition Science Health Information System
Articles 180 Documents
MOTIVASI, DUKUNGAN KELUARGA DAN PERCEIVED STIGMA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PENDERITA TB Aryunita Aryunita; Indra Dwinata
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 3: OCTOBER 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i3.45363

Abstract

Latar Belakang: Keberhasilan pengobatan tuberkulosis (TB) sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat secara teratur. Secara nasional, proporsi penderita TB paru yang tidak rutin minum obat mencapai 62,5%. Ketidakpatuhan tersebut dapat menyebabkan kegagalan pengobatan dan meningkatkan risiko penularan pada orang lain. Tujuan: Mengetahui hubungan motivasi, dukungan keluarga, dan perceived stigma dengan kepatuhan minum obat pada penderita TB paru di Puskesmas Tamalate Kota Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel 128 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tamalate pada bulan Februari hingga April 2025. Analisis data dilakukan melalui analisis univariat, bivariat dengan uji chi square, stratifikasi menggunakan uji mantel-maenszel, dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil: Analisis bivariat menunjukkan bahwa motivasi (p=0,00), dukungan keluarga (p=0,002), dan perceived stigma (p=0,00) berhubungan dengan kepatuhan minum obat. Namun, analisis multivariat menunjukkan hanya motivasi, perceived stigma, dan efek samping obat yang berhubungan signifikan, sedangkan dukungan keluarga tidak berhubungan setelah dikontrol oleh variabel independen. Efek samping obat merupakan faktor dominan yang mempengaruhi kepatuhan (OR=12,30). Kesimpulan: Motivasi dan perceived stigma memiliki hubungan signifikan dengan kepatuhan minum obat pada penderita TB paru. Tenaga kesehatan perlu memperkuat edukasi dan dukungan psikososial bagi pasien serta meningkatkan manajemen efek samping obat untuk mendorong kepatuhan pengobatan.
PENGARUH MEDIA STOP TB BOARD GAME DALAM PENCEGAHAN TB PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KELURAHAN TAMAMAUNG Aisyah Azzahrah Arfajah; Suriah Suriah
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 3: OCTOBER 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i3.46096

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang menyerang anak dengan imunitas rendah dan masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia yang mencatat 1,08 juta kasus dan 125 ribu kematian pada tahun 2023. Provinsi Sulawesi Selatan menyumbang 23 ribu kasus, dengan Kota Makassar sebagai wilayah tertinggi (6.677 kasus). Kasus TB anak meningkat signifikan menjadi 659 kasus (9,9% dari total kasus TB), Puskesmas Tamamaung mencatat kasus TB anak terbanyak pada tahun 2023 (20 kasus) dan disusul Paccerakkang (19 kasus). Kondisi ini menunjukkan urgensi intervensi edukatif yang menarik di sekolah dasar. STOP TB Board game merupakan adaptasi dari permainan start-finish yang dimodifikasi untuk edukasi pencegahan TB pada anak. Tujuan: Mengetahui pengaruh STOP TB Board game dan ular tangga terhadap pengetahuan, sikap, dan tindakan pencegahan TB pada anak sekolah dasar. Metode:  Penelitian kuasi-eksperimental dilakukan pada 172 siswa sekolah dasar di Kota Makassar dengan desain non-randomized control group pre-test post-test. Kelompok eksperimen menggunakan STOP TB Board game, sedangkan kelompok kontrol menggunakan media ular tangga. Intervensi dilakukan satu kali selama 20–30 menit. Hasil: Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan signifikan (p<0,001) pada pengetahuan, sikap, dan tindakan pencegahan TB setelah intervensi menggunakan STOP TB Board game dibandingkan kelompok kontrol yang menggunakan media ular tangga. Kesimpulan: STOP TB Board game terbukti lebih efektif dibanding ular tangga dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan pencegahan TB pada anak sekolah dasar. Instansi terkait, seperti puskesmas, dinas kesehatan, dan LSM, disarankan mengintegrasikan media ini ke dalam program UKS atau TB Goes to School sebagai strategi edukasi yang menarik dan berkelanjutan di sekolah.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA PULMONARY TUBERCULOSIS DI SAMARINDA Erni Wingki Susanti; Revi Hildayani; Nida Amalia
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 3: OCTOBER 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i3.46189

Abstract

Latar Belakang: Kualitas hidup pasien pulmonary tuberculosis (PTB) dipengaruhi oleh kondisi fisik, psikologis, dan sosial. Pengetahuan yang baik dan dukungan social yang kuat sangat berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan serta kualitas hidup pasien. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan dukungan sosial dengan kualitas hidup penderita PTB di Puskesmas Air Putih Kota Samarinda. Metode: Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah penderita PTB aktif di Puskesmas Air Putih pada tahun 2024-2025 sebanyak 34 orang penderita PTB.  Berdasarkan perhitungan besar sampel didapatkan sampel sebesar 31 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara dengan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji fisher’s exact dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (64%), dukungan sosial baik (87,1%) dan kualitas hidup baik (61,3%). Dari hasil analisis didapatkan nilai p sebesar 0,705 (p-value > 0,05) pada variabel tingkat pengetahuan dan dukungan sosial sebesar 0,139 (p-value > 0,05) dengan kualitas hidup penderita PTB. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan dukungan sosial dengan kualitas hidup penderita PTB. Hal ini menegaskan perlunya pendekatan holistik dalam upaya meningkatkan kualitas hidup penderita PTB seperti mempertimbangkan faktor lain yang mungkin berperan penting dalam kesejahteraan pasien misalnya faktor kesehatan fisik, ekonomi, akses pelayanan kesehatan dan aspek psikososial yang lebih luas. Penelitian selanjutnya juga dapat mengeksplorasi variabel tambahan untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif.
ANALISIS PENURUNAN STATUS MUTU AIR DANAU TOBA DI DESA PAROPO Vania Gita Ramadhan; Sri Malem Indirawati
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 3: OCTOBER 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i3.46254

Abstract

Latar Belakang: Air Danau Toba dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Paropo untuk berbagai aktivitas, seperti Keramba Jaring Apung (KJA), wisata air serta kebutuhan air bersih. Tujuan: Menganalisis status pencemaran air Danau Toba di Desa Paropo, Kecamatan Silahisabungan. Metode: Penelitian deskriptif. Lokasi pengambilan sampel berjumlah 5 titik yang ditentukan berdasarkan metode purposive sampling yaitu wilayah KJA, permukiman masyarakat, pelabuhan, perkemahan, serta pantai dengan 9 parameter pengukuran. Hasil: Hasil penelitian menemukan DO pada 5 titik berkisar antara 4.03-7.74 mg/L, hanya dua titik yang memenuhi standar yang ditetapkan PP No. 22 tahun 2021. BOD memiliki kisaran nilai antara 0.11-3.4 mg/L, hanya dua titik yang memenuhi standar kualitas. COD berkisar antara 6.9-17.8 mg/L, hanya tiga titik yang memenuhi standar kualitas. Kandungan Total coliform berkisar antara 1500-16000 MPN/100mL, tidak ada titik yang memenuhi standar kualitas. Suhu (27-28.8°C), TDS (32-33 mg/L), pH (8.07-8.53), klorida (5.998-7.498 mg/L) dan timbal (0.000005-0.000082 mg/L) masih memenuhi standar kualitas air. Skor Indeks Pencemaran pada 5 titik lokasi berkisar antara 1.39-5.05. Kesimpulan: Hasil studi mengindikasikan bahwa status mutu air Danau Toba di Desa Paropo adalah cemar ringan, dipengaruhi oleh penurunan kualitas air akibat aktivitas sekitarnya. Saran bagi pemerintah setempat untuk bekerja sama dan memberi himbauan kepada masyarakat, pemilik KJA, serta pengelola tempat wisata dalam mengelola limbah padat maupun cair yang dihasilkan agar tidak mencemari perairan.
ANALISIS PENGELOLAAN DAN KUALITAS AIR BERSIH BERDASARKAN PARAMETER NITRAT, NITRIT, DAN PH Vita Pramaningsih; Muhammad Zetyo Dewantoro Halim; Ratna Yuliawati
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 3: OCTOBER 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i3.46684

Abstract

Latar Belakang: Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia yang berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat. Air bersih juga menjadi elemen yang mendasar dalam kehidupan sehari-hari karena digunakan dalam berbagai aktivitas domestik, seperti konsumsi, kebersihan pribadi, persiapan makanan, serta pemeliharaan lingkungan.   Tujuan: Mengetahui pengelolaan air bersih dan kualitas air bersih berdasarkan parameter nitrat, nitrit, dan pH di wilayah Lempake Hulu, Kota Samarinda. Metode: Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, dan uji laboratorium terhadap sampel air sumur bor. Populasi sebanyak 240 orang dan jumlah sampel sebanyak 150 responden, dengan menggunakan teknik random sampling.  Hasil:  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada dalam kategori baik. Namun, sebanyak 95,3% responden belum melakukan penyaringan air sebelum digunakan. Pada hasil uji laboratorium menunjukan bahwa kualitas air masih memenuhi baku mutu Permenkes No.2 Tahun 2023, dengan parameter yang diuji adalah nitrat, nitrit, dan pH.  Kesimpulan: Masyarakat di Lempake Hulu telah menjalankan pengelolaan air bersih dengan baik (60,7%), terutama dalam menjaga kebersihan. Pada uji kualitas air bersih dengan sumber sumur bor, di dapatkan hasil bahwa pada parameter nitrat, nitrit dan pH masih memenuhi syarat. Disarankan adanya penguatan edukasi masyarakat serta penerapan filtrasi sederhana, sementara penelitian lanjutan perlu memperluas titik sampel dan memasukkan parameter mikrobiologis untuk menghasilkan data yang lebih representatif dalam analisis kualitas air bersih.Latar Belakang: Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia yang berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat. Air bersih juga menjadi elemen yang mendasar dalam kehidupan sehari-hari karena digunakan dalam berbagai aktivitas domestik, seperti konsumsi, kebersihan pribadi, persiapan makanan, serta pemeliharaan lingkungan.   Tujuan: Mengetahui pengelolaan air bersih dan kualitas air bersih berdasarkan parameter nitrat, nitrit, dan pH di wilayah Lempake Hulu, Kota Samarinda. Metode: Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, dan uji laboratorium terhadap sampel air sumur bor. Populasi sebanyak 240 orang dan jumlah sampel sebanyak 150 responden, dengan menggunakan teknik random sampling.  Hasil:  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada dalam kategori baik. Namun, sebanyak 95,3% responden belum melakukan penyaringan air sebelum digunakan. Pada hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa kualitas air masih memenuhi baku mutu Permenkes No.2 Tahun 2023, dengan parameter yang diuji adalah nitrat, nitrit, dan pH.  Kesimpulan: Masyarakat di Lempake Hulu telah menjalankan pengelolaan air bersih dengan baik (60,7%), terutama dalam menjaga kebersihan. Pada uji kualitas air bersih dengan sumber sumur bor, di dapatkan hasil bahwa pada parameter nitrat, nitrit dan pH masih memenuhi syarat. Disarankan adanya penguatan edukasi masyarakat serta penerapan filtrasi sederhana, sementara penelitian lanjutan perlu memperluas titik sampel dan memasukkan parameter mikrobiologis untuk menghasilkan data yang lebih representatif dalam analisis kualitas air bersih.
PERILAKU IBU DALAM PEMENUHAN HAK BAYI MENDAPATKAN ASI EKSKLUSIF Theolia Oktalina Hot Asi Parapat; Fadilah Aini
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 3: OCTOBER 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i3.46687

Abstract

Latar Belakang: Pemberian ASI eksklusif merupakan program pemerintah untuk meningkatkan status gizi dan tumbuh kembang anak. Rendahnya cakupan ASI eksklusif menjadi masalah penting yang perlu segera diatasi, karena dapat berdampak buruk pada pertumbuhan dan perkembangan generasi mendatang. Cakupan ASI eksklusif di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2024 sebesar 42.73% dan di wilayah kerja Puskesmas Tanah Tinggi Kota Binjai tahun 2023 hanya mencapai 27.4%, masih di bawah target Renstra Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara yaitu 50%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan perilaku ibu dalam pemenuhan hak bayi mendapatkan ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Tinggi Kota Binjai tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 72 responden. Penelitian dilaksanakan selama satu bulan, pada Juni 2025 di wilayah kerja Puskesmas Tanah Tinggi Kota Binjai. Instrument yang digunakan dalam pengumpulan data adalah kuesioner. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square. Hasil: Menunjukkan bahwa paritas (p=0.001), pengetahuan (p=0.001), dukungan keluarga (p=0,001), dan dukungan tenaga kesehatan (p=0.009) memiliki hubungan dengan perilaku ibu dalam pemenuhan hak bayi mendapatkan ASI eksklusif. Sedangkan usia (p=0.932), pendidikan (p=0.529), pekerjaan (p=0.690), sikap (p=0.858), dan ketersediaan sarana pelayanan kesehatan (p=0.393) menunjukkan tidak adanya hubungan. Kesimpulan: Paritas, pengetahuan, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan memiliki hubungan dengan perilaku ibu dalam pemenuhan hak bayi mendapatkan ASI eksklusif. Pihak Puskesmas diharapkan dapat melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan program ASI eksklusif seperti penyuluhan dan sosialisasi tentang pemberian ASI eksklusif kepada ibu yang mempunyai bayi.
DETERMINAN PEMANFAATAN IMUNISASI DASAR LENGKAP DI PUSKESMAS RAMBUNG KOTA BINJAI TAHUN 2025 Putri handayani Ginting; Fadilah Aini
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 3: OCTOBER 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i3.46688

Abstract

Latar Belakang: Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) merupakan salah satu langkah preventif yang efektif untuk melindungi bayi dari Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Cakupan IDL di Wilayah Kerja Puskesmas Rambung, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai masih rendah, yaitu sebesar 32,9%, hal ini masih jauh di bawah target nasional. Tujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan IDL pada bayi di Puskesmas Rambung Kota Binjai. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki bayi usia 9-12 bulan sebanyak 410 orang, dengan sampel sebanyak 80 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat menunjukkan hubungan yang signifikan (p < 0,05) pada beberapa faktor. Hasil: Sebanyak 80% responden tidak memanfaatkan pelayanan IDL secara lengkap. Faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan IDL adalah pengetahuan (p=0,014), pekerjaan (p=0,023), kepercayaan (p=0,001), dukungan keluarga (p=0,001), tenaga kesehatan (p=0,002), dan kebutuhan (p=0,024) dengan pemanfaatan pelayanan IDL. Sedangkan pada variabel sikap tidak ditemukan hubungan yang signifikan dengan pemanfaatan pelayanan IDL (p=0,122). Kesimpulan: Peningkatan pengetahuan, kepercayaan, dukungan keluarga, serta peran tenaga kesehatan merupakan determinan penting dalam pemanfaatan IDL. Tenaga kesehatan diharapkan memperkuat komunikasi, edukasi, dan konseling, sedangkan dukungan keluarga dan perubahan persepsi masyarakat perlu ditingkatkan untuk mencapai cakupan IDL yang lebih optimal.
KARAKTERISTIK IBU DAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 0-23 BULAN Azaluddin Azaluddin; Arlin Adam; Zamli Zamli; Ida Leida Maria
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 3: OCTOBER 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i3.47285

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah permasalah gizi kronis yang hingga kini masih menjadi tantangan global. Kondisi stunting di Kabupaten Buton Tengah membutuhkan penanganan serius mengingat perannya sebagai bagian dari upaya nasional untuk menurunkan angka stunting secara menyeluruh. Tujuan: Mengetahui karakteristik ibu dan faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 0-23 bulan. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional study. Sampel adalah seluruh ibu balita 0 – 23 bulan yang berada di Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling sebanyak 78 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner. Analisis data univariate dan Bivariat. Hasil: Kejadian stunting pada anak usia 0–23 bulan di Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah memiliki pola yang berbeda bila dilihat dari karakteristik umur, pendidikan ibu dan pekerjaan orang tua. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan, Asi Ekelusif dan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada anak usia 0-23 di kecamatan lakudo kabupaten buton tengah dengan nilai p < 0,05. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan pengetahuan, Asi Ekelusif dan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada anak usia 0-23 di kecamatan lakudo kabupaten buton tengah. Ini berarti bahwa semakin baik pengetahuan ibu, pemberian Asi Eklusif dan kurangnya riwayat penyakit infeksi kemungkinan kejadian stunting semakin berkurang.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU KESELAMATAN BERKENDARA SISWA SMAN 3 PALOPO Ummu Kamilah; Asti Hardianti; Muhammad Fandi Ahmad; Andi Mifta Farid Panggeleng
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 3: OCTOBER 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i3.47378

Abstract

Latar Belakang: Keselamatan berkendara pada remaja merupakan isu penting mengingat tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar sebagai pengguna sepeda motor. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku keselamatan berkendara pada siswa SMA Negeri 3 Palopo. Metode: Pendekatan kuantitatif dengan desain analitik cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 165 responden yang dipilih secara random sesuai kriteria inklusi. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang terdiri dari item pengetahuan dengan pilihan jawaban benar-salah, serta item sikap dan perilaku dengan skala Likert. Pengumpulan data dilakukan menggunakan google form, dan hasilnya dianalisis dengan analisis univariat serta uji chi-square untuk analisis bivariat. Hasil: Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan cukup, sikap positif, dan perilaku keselamatan berkendara kategori cukup. Uji Chi-Square membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku (p= 0,000), serta sikap dengan perilaku keselamatan berkendara (p= 0,000). Kesimpulan: Temuan ini menegaskan bahwa semakin baik pengetahuan dan semakin positif sikap siswa, semakin aman pula perilaku berkendara yang ditunjukkan. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan gambaran pentingnya edukasi keselamatan berkendara di lingkungan sekolah dan keluarga, serta dapat menjadi dasar intervensi untuk menekan risiko kecelakaan pada remaja.
PENGARUH VIDEO EDUKASI TENTANG MP-ASI TERHADAP PENGETAHUAN IBU DAN POLA PEMBERIAN MP-ASI Afiatul Auliyah; Nur Asmi; Eka Sari Ridwan
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 3: OCTOBER 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i3.47519

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih tinggi di Indoneisia. Salah satu penyebab utama adalah pola pemberian MP-ASI yang tidak sesuai standar. Upaya edukasi melalui media video diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan ibu. Tujuan: Mengetahui pengaruh video edukasi tentang makanan pendamping ASI (MP-ASI) terhadap pengetahuan ibu dan pola pemberian MP- ASI pada balita stunting di Puskesmas Kassi-Kassi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experment dengan rancangan one group pre-test post-test. Sampel peneilitan berjumlah 40 ibu yang memiliki balita stunting, dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kueisioner pengetahuan dan lembar observasi pola pemberian MP-ASI. Analisis data mengguinakan uji Wilcoxon. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan ibu pada kelompok intervensi meningkat dari 8,53 ± 2,56 menjadi 11,53 ± 1,93 (p = 0,000), sedangkan pada kelompok kontrol meningkat dari 8,44 ± 2,56 menjadi 10,78 ± 2,31 (p = 0,000). Rata-rata skor pola pemberian MP-ASI pada kelompok intervensi meningkat dari 36,63 ± 2,82 menjadi 45,06 ± 2,40 (p = 0,000), sementara pada kelompok kontrol meningkat dari 37,44 ± 2,24 menjadi 45,47 ± 3,02 (p = 0,000). Perbandingan antar-kelompok menunjukkan perbedaan signifikan pada peningkatan pengetahuan (p = 0,000) dan pola pemberian (p = 0,000). Kesimpulan: Video edukasi baiki meningkatkan pengeitahuan ibu dan memperbaiki pola pemberian MP-ASI pada balita stunting. Disarankan eduikasi kesehatan menggunakan media video diterapkan secara luas di layanan kesehatan.