cover
Contact Name
Ida Leida Maria
Contact Email
hjph.unhas@gmail.com
Phone
+628114440454
Journal Mail Official
hjph.unhas@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan Km.10, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Hasanuddin Journal of Public Health
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : 27212408     DOI : https://doi.org/10.30597/hjph.v1i1
Core Subject : Health,
Aims and Scope Hasanuddin Journal of Public Health: Epidemiology Health Education and Promotion Environmental Health Occupational Health and Safety Health Administration and Policy Biostatistics Reproductive Health Hospital Management Nutrition Science Health Information System
Articles 180 Documents
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT STRES MAHASISWA PROGRAM STUDI S-1 KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HASANUDDIN Yuana Wira Dwi Satya Ilham Putra; Rahma Rahma; Arif Anwar
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 1: FEBRUARY 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i1.35913

Abstract

Latar Belakang: Stres merupakan fenomena yang pasti dialami oleh semua manusia.Stres dalam ilmu psikologi dalah perasaan tertekan dan ketegangan mental. Stres adalah respons individu terhadap perubahan dalam situasi atau situasi yang mengancam. Mahasisawa memiliki beban akademik dan kegatan kampus lainnya menjadi salah satu tanggung jawab yang harus dipenuhi dan tak jarang hal ini dapat memicu stres.Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian stres pada mahasiswa Program Studi Strata-1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin. Metode: Jenis Penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh seluruh mahasiswa aktif Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin dan sampel sebanyak 307 yang dipilih secara stratiified random sampling. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari 307 sampel yang diteliti terdapat 51 responden (16,6%) dengan tingkat stres tinggi, 205 responden (66,8%) dengan tingkat stres sedang, dan 51 responden (16,6%) dengan tingkat stres rendah. Hasil analisis lebih lanjut menggunakan uji Chi-Square dan ditemukan bahwa beban akademik (p=0,016) dan trauma masa kecil (p<0,001) berhubungan dengan tingkat stres mahasiswa sedangkan jenis kelamin (p=0,298) dan usia (p=0,319) tidak berhubungan dengan tingkat stres mahasiswa. Kesimpulan: Beban akademik dan trauma masa kecil merupakan faktor yang berhubungan dengan tingkat stres mahasiswa Program S-1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin. Diharapkan pihak fakultas dapat melakukan pengembangan program bimbingan konseling yang lebih optimal untuk membantu mahasiswa mengatasi stres dan mengembangkan keterampilan koping yang sehat
FAKTOR RISIKO KEJADIAN PERSALINAN PREMATUR DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DAYA KOTA MAKASSAR TAHUN 2023 Shalwa Safitri Abdullah; Rahma Rahma; Masni Masni
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 1: FEBRUARY 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i1.35942

Abstract

Latar Belakang: Persalinan Prematur adalah persalinan yang terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu. Secara global, prematuritas merupakan penyebab utama kematian pada anak di bawah usia 5 tahun. Setiap tahun, tercatat 15 juta kelahiran prematur di seluruh dunia, dan Indonesia menduduki peringkat kelima dengan jumlah kelahiran prematur mencapai sekitar 675.700 per tahun. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor risiko kejadian persalinan prematur di RSUD Daya Kota Makassar Tahun 2023. Metode: Jenis Penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh seluruh ibu bersalin pada tahun 2023 di RSUD Daya Kota Makassar dan sampel sebanyak 300 yang dipilih secara simple random sampling. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Odds Ratio. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan dari hasil analisis lebih lanjut menggunakan odds ratio ditemukan bahwa usia ibu risiko tinggi (OR=3,61, 95% CI = 2,151-6,074), jarak kehamilan risiko tinggi (OR=4,46, 95%CI=2,606-7,647), jenis kelamin anak laki-laki (OR=2,34, 95% CI=1,420-3,886), ketuban pecah dini risiko tinggi (OR=3,17, 95% CI=1,306-7,698), preeklampsia risiko tinggi (OR=3,61 95% CI=1,577-8,306), gemeli (OR=10,47, 95% CI=1,207-90,901) merupakan faktor risiko kejadian persalinan prematur, sedangkan riwayat kelahiran prematur (OR=1,397, 95% CI = 0,705-2,768) bukan merupakan faktor risiko kejadian persalinan prematur. Kesimpulan: Usia ibu, jarak kehamilan, jenis kelamin anak, ketuban pecah dini, preeklampsia, dan gemeli merupakan faktor risiko kejadian persalinan prematur di RSUD Daya Kota Makassar Tahun 2023. Diharapkan ibu hamil dapat lebih memperhatikan kehamilannya dan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin di pusat kesehatan.
ANALISIS FAKTOR PEMANFAATAN PELAYANAN SKRINING KESEHATAN PRA NIKAH KECAMATAN TALLO KOTA MAKASSAR Alfiah Afifah Suroso; Apik Indarty Moedjiono; Rahma Rahma
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 1: FEBRUARY 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i1.36035

Abstract

Latar Belakang: Skrining kesehatan pra nikah atau premarital screening adalah serangkaian tes pemeriksaan penyakit genetik dan penyakit menular untuk mencegah risiko terjadinya penyakit pada pasangan atau keturunan yang dilakukan sebelum menikah. Cakupan pemeriksaan di Kota Makassar pada tahun 2022 hanya mencapai 19% dari target 90%, dengan cakupan paling rendah di Kecamatan Tallo. Tujuan: Mengetahui adanya hubungan usia, pendidikan, pengetahuan, sikap, sumber informasi, dan dukungan keluarga dengan pemanfaatan pelayanan skrining kesehatan pra nikah pada calon pengantin di Kecamatan Tallo Kota Makassar Tahun 2024. Metode: Jenis penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional study. Populasi penelitian seluruh calon pengantin wanita yang mendaftar menikah pada Kantor Urusan Agama Tallo Tahun 2024, dengan besar sampel minimal 100 calon pengantin wanita diambil menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Sebanyak 38 (38%) dari 100 responden memanfaatkan pelayanan skrining kesehatan pra nikah. Hasil analisis bivariat Chi-Square menunjukkan variabel yang memiliki hubungan dengan pemanfaatan pelayanan skrining pra nikah yaitu usia (p: 0,010), pendidikan (p: 0,000), sumber informasi (p: 0,000), dan dukungan keluarga (p: 0,008). Kesimpulan: Pada uji bivariat, variabel usia, pendidikan, sumber informasi, dan dukungan keluarga menunjukkan hubungan yang signifikan dengan pemanfaatan pelayanan skrining kesehatan pra nikah
FAKTOR-FAKTOR KELELAHAN KERJA PADA PRAMUDI BUS TRANS MAMMINASATA DI KOTA MAKASSAR Rahmat Ramadhan; Awaluddin Awaluddin; A. Muflihah Darwis
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 1: FEBRUARY 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i1.36085

Abstract

Latar Belakang: Kelelahan kerja dapat mengakibatkan menurunnya kinerja serta dapat menambah tingkat kecelakaan kerja. Kelelahan pada pengendara sangat berpengaruh buruk terhadap konsentrasi berkendara. Menurut WHO setiap 24 detik ada nyawa yang melayang akibat kecelakaan lalu lintas. Data Korlantas Polri dipublikasikan Kementerian Perhubungan kasus kecelakaan lalu lintas pada tahun 2021 telah menewaskan 25.266 korban jiwa. Sementara jumlah korban luka berat akibat kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun lalu sebanyak 10.553 orang, dan korban luka ringan 117.913 orang dengan Kasus kecelakaan lalu lintas yang paling tinggi dengan persentase 73%. Tujuan: Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pramudi bus di PT. Trans Mamminasata Kota Makassar. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan Total Sampling, Besar sampel berjumlah 115 Pramudi Bus PT. Trans Mamminasata Kota Makassar. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan masa kerja (p=0,115), waktu istirahat (p=0,056), usia (p=0,185) dengan kelelahan kerja pada Pramudi Bus PT. Trans Mamminasata Kota Makassar, sedangkan variabel status gizi (p= 0,002), motivasi kerja (p=0,000) dan beban kerja (p=0,000) terdapat hubungan yang signifikan terhadap kelelahan kerja pada Pramudi Bus PT. Trans Mamminasata Kota Makassar. Kesimpulan: Pada Pramudi Bus PT. Trans mamminasata Kota Makassar, masa kerja, waktu istirahat, dan usia adalah faktor yang tidak berhubungan, sedangkan status gizi, motivasi kerja, dan beban kerja adalah faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja. Untuk mengontrol kelelahan kerja, penting juga untuk mempertimbangkan faktor lain seperti lingkungan kerja.
HUBUNGAN SOSIOKULTURAL DAN GAYA HIDUP DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA HIPERTENSI MASYARAKAT PESISIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAROMBONG KOTA MAKASSAR La Ode Rasyid; Ridwan Amiruddin; A. Arsunan Arsin
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 3: OCTOBER 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i3.36186

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan gangguan sistem peredaran darah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah melebihi 140/90 mmHg. Banyak penderita tidak sadar pada kondisi tubuhnya bahwa memiliki penyakit hipertensi, maka dari itu penyakit hipertensi sering juga disebut sebagai the silent killer. Masyarkat pesisir dengan kadar garam tinggi pada makanannya lebih mungkin terkena hipertensi. Penderita hipertensi dapat mengalami banyak perubahan pada kualitas hidup. Tujuan: Mengetahui hubungan sosiokultural dan gaya hidup dengan kualitas hidup penderita hipertensi masyarakat pesisir di Wilayah Kerja Puskesmas Barombong Kota Makassar. Metode: Desain penelitian studi cross sectional. Adapun besar sampel penelitian sebanyak 155 sampel. Populasi penelitian adalah penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Barombong. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan Fisher's exact. Hasil: Analisis chi square menunjukkan hasil bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga (p=0,00), dukungan sosial (p=0,00), spiritual (p=0,005), pola makan (p=0,006), aktivitas fisik (p=0,002) dengan kualitas hidup penderita hipertensi, pada analisis Fisher's exact menunjukkan hasil bahwa terdapat hubungan antara status merokok (p=0,03) dengan kualitas hidup penderita hipertensi. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan keluarga, dukungan sosial, spiritual, pola makan, aktivitas fisik dan status merokok dengan kualitas hidup penderita hipertensi masyarakat pesisir. Masyarakat pesisir yang menderita hipertensi selalu diberikan dukungan keluarga, dukungan sosial, spiritual tinggi, pola makan baik, aktivitas fisik tinggi dan tidak merokok dapat meningkatkan kualitas hidup penderita hipertensi.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BIRA KOTA MAKASSAR TAHUN 2024 Aina Syamira; Ummu Salmah; Muhammad Tahir Abdullah
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 1: FEBRUARY 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i1.36291

Abstract

Latar Belakang: Pneumonia adalah penyebab kematian menular terbesar pada anak-anak di seluruh dunia dan membunuh 740.180 anak di bawah usia 5 tahun pada tahun 2019, terhitung 14% dari semua kematian anak di bawah 5 tahun tetapi 22% dari semua kematian pada anak berusia 1 hingga 5 tahun. Indonesia termasuk salah satu dari 30 negara dengan beban pneumonia tertinggi di dunia. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor risiko kejadian pneumonia pada balita di wilayah kerja Puskesmas Bira Kota Makassar. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita berusia 12-59 bulan dan terdiagnosa pneumonia di wilayah kerja Puskesmas Bira serta dipilih secara purposive sampling. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji odds ratio. Hasil: Berdasarkan hasil analisis odds ratio ditemukan bahwa jenis kelamin balita (OR=3,27, 95% CI = 1,384-7,758) dan status gizi balita (OR = 4,73, 95% CI = 1,842 - 12,163) merupakan faktor risiko kejadian pneumonia pada balita. Sedangkan, riwayat ASI eksklusif (OR=1,30, 95% CI=0,597-2,867), riwayat imunisasi (OR=1,76, 95% CI=0,503-6,169), tingkat pengetahuan ibu (OR=1,42, 95% CI=0,66-3,081), kebiasaan merokok anggota keluarga (OR=0,78, 95% CI=0,346-1,795), akses pelayanan kesehatan (OR=1,28, 95% CI=0,485-3,420), dan riwayat asma (OR=1,66, 95% CI=0,422-6,582) bukan faktor risiko kejadian pneumonia pada balita. Kesimpulan: Jenis kelamin balita dan status gizi balita merupakan faktor risiko kejadian pneumonia pada balita di wilayah kerja Puskesmas Bira Kota Makassar Tahun 2024. Diharapkan agar ibu balita lebih memperhatikan asupan gizi yang cukup dan seimbang guna mencegah risiko pneumonia.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERASAAN KELELAHAN KERJA PADA TENAGA KEPENDIDIKAN UNIVERSITAS HASANUDDIN Adhelin Tiku Rombedatu; Lalu Muhammad Saleh; Mahfuddin Yusbud
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 1: FEBRUARY 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i1.36348

Abstract

Latar Belakang: Salah satu gejala gangguan kesehatan pada tenaga kerja yang timbul akibat pekerjaan adalah kelelahan. Perasaan kelelahan yang dialami oleh tiap individu tentunya juga berbeda. Tedapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi perasaan kelelahan kerja pada tenaga kerja. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara usia, jenis kelamin, masa kerja, IMT, durasi kerja, durasi tidur, stress kerja, dan beban kerja terhadap perasaan kelelahan kerja pada tenaga kependidikan Universitas Hasanuddin. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah tenaga kependidikan Universitas Hasanuddin dengan 124 responden. Pengambilan sampel dengan simple random sampling yang selanjutnya dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menyajikan data tabel dan narasi. Hasil: Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa variabel usia (p=0,050), jenis kelamin (p=0,496), IMT (p=0,673), dan beban kerja (p=0,233) tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap perasaan kelelahan pada tenaga kependidikan Universitas Hasanuddin. Sedangkan variabel masa kerja (p=0,000), durasi kerja (p=0,000), durasi tidur (0,001), dan stres kerja (p=0,000) memiliki hubungan yang signifikan terhadap perasaan kelelahan kerja pada tenaga kependidikan Universitas Hasanuddin. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara masa kerja, durasi kerja, durasi tidur, dan stres kerja terhadap perasaan kelelahan kerja pada tenaga kependidikan Universitas Hasanuddin. Sedangkan variabel usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT), dan beban kerja tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap perasaan kelelahan kerja pada tenaga kependidikan Universitas Hasanuddin. Diharapkan terdapat kebijakan untuk mengelola masa kerja tenaga kerja, perlu juga evaluasi kepada pekerja terkait durasi kerja, serta dapat diimplementasikan program pemberian edukasi pentingnya durasi tidur dan manajemen stres kerja.
DETERMINAN KEJADIAN HIPERTENSI PRIMER PADA PASIEN DI POLIKLINIK INTERNA RUMAH SAKIT UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2024 Frensi Arynanti Tangki&#039;; Nur Nasry Noor; Andi Selvi Yusnitasari
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 1: FEBRUARY 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i1.36443

Abstract

Latar belakang: Prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk umur ³15 tahun menurut SKI, 2023 adalah sebesar 29,5%. Hipertensi juga menempati peringkat ke 2 dari 10 penyakit terbanyak pada pasien rawat jalan di rumah sakit. Hipertensi primer merupakan hipertensi yang belum diketahui penyebabnya sedangkan hipertensi sekunder adalah hipertensi yang penyebabnya sudah diketahui. Tujuan: Menganalisis hubungan obesitas, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, konsumsi garam, aktivitas fisik, dan stres dengan kejadian hipertensi primer pada pasien di poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Tahun 2024. Metode: Penelitian dengan desain cross sectional melibatkan 220 pasien yang diambil menggunakan accidental sampling. Data diperoleh dari hasil wawancara pasien di poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit Universitas Hasanuddin pada bulan Mei-Juni Tahun 2024 melalui pengisian kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square untuk melihat hubungan variabel dependen dan variabel independen. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara obesitas (p-value = 0,001), konsumsi alkohol (p-value = 0,015), konsumsi garam (p-value = 0,001), aktivitas fisik (p-value = 0,015), dan stres (p-value = 0,001) dengan kejadian hipertensi primer. Sedangkan kebiasaan merokok tidak berhubungan dengan kejadian hipertensi primer (p-value = 0,321). Kesimpulan: Ada hubungan antara variabel obesitas, konsumsi alkohol, konsumsi garam, aktivitas fisik, dan stres dengan kejadian hipertensi primer, sedangkan variabel kebiasaan merokok tidak berhubungan dengan kejadian hipertensi primer pada pasien di poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit Universitas Hasanuddin tahun 2024. Oleh sebab itu, diharapkan bagi pasien untuk menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit hipertensi.
KORELASI CAPAIAN AKSES PILAR SATU STBM DENGAN KEJADIAN STUNTING DI KABUPATEN MAROS TAHUN 2022-2023 Anas Nugraha; Ruslan Ruslan; Hasnawati Amqam
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 1: FEBRUARY 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i1.41099

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan lingkungan termasuk sanitasi atau praktik higiene berkontribusi 70% sebagai intervensi sensitif terhadap kontribusi penurunan kejadian stunting. Sanitasi lingkungan yang termasuk ketersediaan jamban juga berpengaruh terhadap risiko anak terkena penyakit infeksi dan kurang gizi yang dapat menyebabkan stunting. Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan perilaku hidup sehat seperti melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), dengan penerapan STBM menjadi sarana pendukung dalam menyehatkan keluarga sehingga dapat mencegah kejadian stunting. Tujuan: Untuk mengetahui korelasi antara capaian akses pilar 1 STBM yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dengan kejadian stunting di Kabupaten Maros Tahun 2022-2023. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi ekologi berdasarkan tempat atau lokasi. Studi ini bersifat deskriptif dan dapat disebut juga sebagai studi korelasi dengan populasi sebagai unit analisisnya (unit analisis agregat). Hasil: Pada penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel Pilar 1 STBM yang terdiri dari Jamban Sehat Permanen (JSP) memiliki nilai koefisien korelasi (R2) sebesar 0,0128 dengan kejadian stunting, Jamban Sehat Semi Permanen (JSSP) memiliki nilai koefisien korelasi (R2) sebesar 0,0027 dengan kejadian stunting, Jamban Sharing memiliki nilai koefisien korelasi (R2) sebesar 0,0288 dengan kejadian stunting, dan perilaku BABS memiliki nilai koefisien korelasi (R2) sebesar 0,0041 dengan kejadian stunting. Kesimpulan: Terdapat korelasi antara cakupan JSP, JSSP, Jamban Sharing, perilaku BABS dengan kejadian stunting dan tingkat kekuatan korelasinya sangat lemah. Diharapkan kepada Dinas Kesehatan Maros untuk melengkapi data STBM pilar 1 sampai pilar 5, dan bagi masyarakat setempat agar lebih memperhatikan sanitasi lingkungan terutama pada 5 pilar STBM agar tidak mengundang vektor dan terhindarnya kontaminasi.
ANALISIS SPASIAL KAWASAN RAWAN NARKOBA BERDASARKAN KARAKTERISTIK ORANG DAN TEMPAT DI KOTA MAKASSAR TAHUN 2022 Aulia Rachmaudina; Andi Zulkifli; Ryza Jazid Baharuddin
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 1: FEBRUARY 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i1.42055

Abstract

Latar Belakang: Sulawesi Selatan menempati urutan ke 11 provinsi dengan jumlah pengguna narkoba kelompok pernah pakai terbanyak pada tahun 2020. Tahun 2022, sebanyak 56 kelurahan yang termasuk pada status waspada kawasan rawan narkoba dan sebanyak 97 kelurahan lainnya berstatus siaga. Tujuan: Mengetahui sebaran kawasan rawan narkoba berdasarkan indikator tingkat pendidikan, tingkat perceraian, kepadatan penduduk, jarak ke terminal, kawasan pesisir, dan permukiman kumuh di Kota Makassar Tahun 2022.  Metode: Penelitian epidemiologi deskriptif dengan ecological study. Unit analisis dalam penelitian ini adalah 153 kelurahan dan 15 kecamatan di Kota Makassar. Analisis data yang digunakan adalah analisis spasial dan statistik bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Terdapat korelasi positif antara tingkat pendidikan yang rendah (sig 2-tailed: 0.202), tingginya angka perceraian (sig 2-tailed: 0.006), tingginya kepadatan penduduk (sig 2-tailed: 0.000), dan keberadaan kawasan kumuh (sig 2-tailed: 0.405) dengan tingkat kerawanan narkoba di suatu kawasan. Korelasi yang signifikan ditemukan pada variabel angka perceraian dan tingkat kepadatan penduduk. Setiap titik terminal mencakup setidaknya dua kawasan berstatus waspada narkoba. Sebanyak 48 dari 56 Kelurahan berstatus waspada narkoba termasuk dalam jangkauan 3000 meter dari garis pantai. Kesimpulan: Kawasan rawan narkoba tersebar pada 153 kelurahan dengan berbagai kriteria, ada yang memiliki persentase pendidikan rendah yang tinggi, angka perceraian yang tinggi, angka kepadatan penduduk yang tinggi, dekat dari titik terminal, memiliki akses ke kawasan pesisir, dan memiliki kawasan kumuh. Sebanyak 6 kelurahan berstatus siaga berisiko rawan narkoba berdasarkan seluruh indikator yang diteliti. BNNP Sulawesi Selatan sebaiknya melaksanakan upaya P4GN di kelurahan berstatus siaga yang berisiko berdasarkan karakteristik orang dan tempat.