cover
Contact Name
Ida Leida Maria
Contact Email
hjph.unhas@gmail.com
Phone
+628114440454
Journal Mail Official
hjph.unhas@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan Km.10, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Hasanuddin Journal of Public Health
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : 27212408     DOI : https://doi.org/10.30597/hjph.v1i1
Core Subject : Health,
Aims and Scope Hasanuddin Journal of Public Health: Epidemiology Health Education and Promotion Environmental Health Occupational Health and Safety Health Administration and Policy Biostatistics Reproductive Health Hospital Management Nutrition Science Health Information System
Articles 180 Documents
ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM “JAMPANGI” (JANGKAUAN MAKSIMAL PELAYANAN IBU & ANAK TERINTEGRASI) Heriani Husaini; Suci Rahmadani; Indar Indar
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 2: JUNE 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i2.42901

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan AKI dan AKB di Kota Makassar masih menjadi prioritas masalah, dengan AKI tercatat sebanyak 27 kasus dan AKB sebanyak 74 kasus pada tahun 2021, di mana 92% kejadian terjadi di rumah sakit yang menunjukkan masih banyaknya kendala dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan, RSUD Daya Kota Makassar meluncurkan program "Jampangi" (Jangkauan Maksimal Pelayanan Ibu dan Anak Terintegrasi) pada tahun 2022, yang berhasil menurunkan AKI dari 3 menjadi 1 kasus per tahun sehingga perlu untuk melakukan analisis terhadap implementasinya. Tujuan: Penelitian ini menganalisis implementasi terkait Program “Jampangi’ meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Metode: Jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Informan dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling berjumlah 9 orang yaitu Kepala Ruangan IGD PONEK, Inovator Program, 2 Bidan Pelaksana, 5 Ibu Hamil. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam (in-depth interview) di RSUD Daya Kota Makassar pada Juli-September 2024 dengan menggunakan teknik content analysis. Hasil: Pelaksanaan program "Jampangi" di RSUD Daya Kota Makassar berjalan dengan baik, didukung oleh komunikasi yang efektif melalui berbagai saluran. Sumber daya manusia yang kompeten dan fasilitas yang memadai. Disposisi positif dari pelaksana dan masyarakat, serta dukungan penuh dari manajemen rumah sakit dan pemerintah daerah. Pembagian tugas yang jelas dan koordinasi yang baik antarunit mendukung kelancaran program. Kesimpulan: Implementasi Program "Jampangi" di RSUD Kota Makassar telah berjalan baik dengan komunikasi efektif, sumber daya memadai, disposisi positif, dan struktur birokrasi jelas. Diperlukan pelatihan, insentif, koordinasi, serta edukasi masyarakat untuk meningkatkan keberlanjutan dan efektivitas program.
HUBUNGAN PROMOSI K3 DENGAN PERILAKU K3 PADA PENGELOLA PASAR RAKYAT DI KABUPATEN GOWA Ardyansyah Saputra Basri; Lalu Muhammad Saleh; Awaluddin Awaluddin
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 2: JUNE 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i2.43749

Abstract

Latar Belakang: Pasar rakyat merupakan sektor industri perdagangan dengan risiko operasional. Mayoritas risiko tersebut yaitu kebakaran pasar rakyat di Indonesia sebanyak 67% yang disebabkan oleh arus pendek listrik. Implementasi SNI 8152:2021 masih rendah, dengan hanya 53 dari 5.491 pasar yang memenuhi seluruh persyaratan Badan Standarisasi Nasional tahun 2023. Hal ini mengindikasikan kesenjangan antara regulasi dan praktik penerapan K3 di pasar rakyat. Penerapan perilaku K3 dapat mengurangi risiko dan bahaya kecelakaan di pasar rakyat. Pengelola pasar berkewajiban untuk menciptakan lingkungan aman, selamat dan mendukung aktivitas komersil pasar. Tujuan: Mengetahui hubungan antara promosi K3 (komunikasi K3, pengawasan K3, edukasi K3, dan rambu-rambu K3) terhadap perilaku K3 pada pengelola pasar rakyat di Kabupaten Gowa. Metode: Penelitian kuantitatif observasional analitik menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-April 2025 di Pasar Rakyat Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Sampel berjumlah 64 orang dengan purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square melalui software SPSS. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara komunikasi K3 dengan penerapan perilaku K3 yang aman pada pengelola pasar rakyat (p=0,001); terdapat hubungan signifikan antara pengawasan K3 dan dengan penerapan perilaku K3 yang aman pada pengelola pasar rakyat (p=0,005); tidak terdapat hubungan signifikan antara edukasi K3 dengan penerapan perilaku K3 yang aman pada pengelola pasar rakyat (p=0,712); serta tidak terdapat hubungan antara rambu K3 dengan penerapan perilaku K3 yang aman pada pengelola pasar rakyat (p=0,351). Kesimpulan: Implementasi SNI 8152: 2021 Tentang Pasar Rakyat melalui penerapan SOP pengelolaan perlu dilakukan secara merata di seluruh pasar rakyat Kabupaten Gowa.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS TURIKALE KABUPATEN MAROS Alifia Meilany Arly Lewa; Amran Razak
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 2: JUNE 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i2.43789

Abstract

Latar Belakang: World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa hipertensi merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas global. Prevalensi hipertensi di Provinsi Sulawesi Selatan mencapai 33,6%, sedangkan di Kabupaten Maros, penyakit ini sering ditemukan di layanan kesehatan primer. Optimalisasi pemanfaatan layanan kesehatan menjadi langkah strategis untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan layanan kesehatan oleh penderita hipertensi di Puskesmas Turikale Kabupaten Maros. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Sampel sebanyak 112 responden dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square pada tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara usia (p-value = 0,218), aksesibilitas (p-value= 0,487), serta persepsi sakit (p-value = 0,745) dengan pemanfaatan layanan kesehatan. Namun, terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin (p-value = 0,035), tingkat pendidikan (p-value = 0,037), kepemilikan asuransi kesehatan (p-value = 0,046), dan dukungan keluarga (p-value = 0,003) dengan pemanfaatan layanan kesehatan. Kesimpulan: Faktor jenis kelamin, tingkat pendidikan, kepemilikan asuransi kesehatan, dan dukungan keluarga berhubungan signifikan dengan pemanfaatan layanan kesehatan pada penderita hipertensi. Oleh karena itu, peningkatan edukasi dan dukungan sosial diperlukan untuk mendorong pemanfaatan layanan kesehatan secara optimal.
HUBUNGAN PENERAPAN SBAR DENGAN KUALITAS PELAKSANAAN HANDOVER PERAWAT DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD KOTA MAKASSAR Tri Anita Sari; Fridawaty Rivai
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 2: JUNE 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i2.43867

Abstract

Latar Belakang: Handover merupakan bentuk komunikasi efektif (SKP 2) yang dilakukan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan, namun insiden keselamatan pasien masih terjadi di RSUD Kota Makassar selama 2022–2024. Oleh karena itu, komunikasi SBAR digunakan sebagai metode yang efektif untuk memastikan informasi handover disampaikan secara akurat, jelas, dan terorganisir. Tujuan: untuk menganalisis hubungan antara penerapan SBAR dengan kualitas pelaksanaan handover perawat di instalasi rawat inap RSUD Kota Makassar. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di Instalasi Rawat Inap RSUD Kota Makassar dengan menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling yang berjumlah 125 perawat. Analisis berupa analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Rank Spearman untuk menganalisis hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara penerapan metode SBAR dan kualitas pelaksanaan handover perawat di Instalasi Rawat Inap RSUD Kota Makassar, dengan nilai p = 0,000 (< α = 0,05) dan koefisien korelasi 0,745 yang mengindikasikan hubungan kuat dan positif. Sehingga semakin baik penerapan SBAR, semakin baik pula kualitas pelaksanaan handover perawat. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang kuat antara penerapan SBAR dan kualitas pelaksanaan handover perawat, dengan dimensi background dan efesiensi sebagai aspek terendah pada masing-masing variabel. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan supervisi oleh kepala ruangan serta penyusunan SOP handover berbasis SBAR di instalasi rawat inap.
FAKTOR RISIKO KETIDAKPATUHAN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) PADA PENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS BATUA Muh. Fakhran Farezi Akhyar; A. Arsunan Arsin; Ryza Jazid Baharuddin Nur
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 2: JUNE 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i2.43998

Abstract

Latar Belakang: Angka pengobatan lengkap tuberkulosis yang rendah menunjukkan adanya tantangan dalam penanganan kasus TB. Ketidakpatuhan minum OAT dalam kasus tuberkulosis dapat menjadi salah satu pemicu terhadap kegagalan pengobatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar faktor risiko ketidakpatuhan minum OAT pada penderita TB paru di Puskesmas Batua. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain case control. Populasi berasal dari seluruh pasien TB di Puskesmas Batua berjumlah 288 dengan sampel terdiri dari kasus dan kontrol sebanyak 140 sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan pengambilan data melalui wawancara kepada pasien yang berlangsung dari Desember 2024 hingga Februari 2025. Analisis data yang dilakukan berupa univariat dan bivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa status pekerjaan (OR=2,13; 95% CI: 1,02–4,46), tingkat pengetahuan (OR=4,33; 95% CI: 1,99–9,57), dukungan keluarga (OR=3,18; 95% CI: 1,45–7,09), peran PMO (OR=2,57; 95% CI: 1,22–5,41) dan efek samping OAT (OR=3,76; 95% CI: 1,50–10,00) merupakan faktor risiko terhadap ketidakpatuhan minum OAT pada penderita TB paru di Puskesmas Batua. Kesimpulan: Pada penelitian ini status pekerjaan, tingkat pengetahuan, dukungan keluarga, peran PMO, dan efek samping OAT merupakan faktor risiko yang bermakna secara statistik terhadap ketidakpatuhan minum OAT. Diharapkan kepada pihak Puskesmas Batua untuk meningkatkan edukasi yang berfokus pada pemahaman pentingnya pengobatan hingga tuntas meski telah merasa sembuh serta meningkatkan peran PMO melalui pelatihan untuk memantau dan mendampingi pasien TB lebih intensif.
DUKUNGAN SOSIAL UNTUK KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS LANSIA SENTRA GAU MABAJI KABUPATEN GOWA Nurul Mutiara Syahputri Sudirman; Indra Fajarwati Ibnu
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 2: JUNE 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i2.44166

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan jumlah lansia di Indonesia berdampak pada meningkatnya masalah kesejahteraan psikologis, terutama akibat minimnya dukungan sosial yang diperoleh lansia di panti jompo. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam tentang peran dukungan sosial terhadap kesejahteraan psikologis pada lansia yang tinggal di Sentra Gau Mabaji Kabupaten Gowa. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain analisis tematik. Penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam (in-depth interview) terhadap sembilan informan, terdiri dari lima lansia sebagai informan utama, serta dua pengelola dan dua perawat sebagai informan pendukung. Data di analisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, dan disandingkan dengan pendekatan analisis tematik untuk menghasilkan pemahaman yang terstruktur dan mendalam. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa lansia menerima empat bentuk dukungan sosial, yaitu dukungan emosional dalam bentuk perhatian dan pendampingan, dukungan instrumental melalui pemenuhan kebutuhan dasar, dukungan informasional terkait kesehatan dan kegiatan sosial, dan dukungan penghargaan berupa pengakuan atas partisipasi lansia. Keempat bentuk dukungan ini memberikan dampak positif terhadap aspek emosional, psikologis, dan sosial dalam kesejahteraan lansia. Kesimpulan: Dukungan sosial berkontribusi besar terhadap peningkatan kesejahteraan psikologis lansia di panti jompo. Disarankan agar pengelola panti lebih mengoptimalkan program yang mendorong interaksi sosial, penghargaan individu, serta penyediaan informasi yang sesuai untuk lansia sebagai bentuk upaya promotif terhadap kesehatan mental.
FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI PUSKESMAS KOTA PANGKAJENE KABUPATEN PANGKEP TAHUN 2025 Khairunnysa Khairunnysa; Balqis Balqis
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 2: JUNE 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i2.44223

Abstract

Latar Belakang: Puskesmas Kota Pangkajene Kabupaten Pangkep merupakan fasilitas kesehatan yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Namun, hasil observasi awal menunjukkan adanya masalah kinerja pegawai yang dipengaruhi oleh budaya organisasi, motivasi kerja, dan disiplin kerja yang belum optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi, motivasi kerja, dan disiplin kerja dengan kinerja pegawai di Puskesmas Kota Pangkajene Kabupaten Pangkep Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional study. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner bentuk google form yang disebarkan kepada pegawai Puskesmas Kota Pangkajene. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik untuk mengetahui pengaruh dan paling berpengaruh antara variabel independen (budaya organisasi, motivasi kerja, dan disiplin kerja) terhadap variabel dependen (kinerja pegawai). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi, motivasi kerja, dan disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai di Puskesmas Kota Pangkajene Kabupaten Pangkep. Adapun budaya organisasi paling berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Kesimpulan: Budaya organisasi, motivasi kerja, dan disiplin kerja terbukti memiliki pengaruh signifikan dengan kinerja pegawai Puskesmas Kota Pangkajene. Peningkatan budaya organisasi pegawai menjadi faktor kunci dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas tersebut.
EVALUASI PROGRAM TRIPLE ELIMINATION DI KOTA MAKASSAR TAHUN 2023 Zakya Nur Halizhah; Arsunan Arsin; Wahiduddin Wahiduddin
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 2: JUNE 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i2.44437

Abstract

Latar Belakang: Komunitas global telah berkomitmen mengeliminasi Pencegahan Penularan Ibu ke Anak (PPIA) HIV, sifilis, virus hepatitis B sebagai prioritas kesehatan masyarakat. Risiko penularan ibu ke anak untuk HIV yaitu 20-45%, sifilis yaitu 69-80% dan hepatitis B >90%.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program triple elimination di Kota Makassar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi ekologi. Penelitian ini dilakukan di Kota Makassar pada Desember 2024-Februari 2025. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi kontigensi melalui software SPSS dan analisis overlay melalui software QGIS. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi K1 (kunjungan antenatal 1) terhadap kasus HIV pada anak (p=0,417), tes HBsAg pada anak (p= 0,542), dan kasus sifilis kongenital (p=0,417); tidak terdapat hubungan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan dengan kasus HIV pada anak (p=0,384), tes HBsAg pada anak (p=0,211), dan kasus sifilis kongenital (p=0,519); tidak terdapat korelasi pada persentase ibu hamil HIV yang mengikuti terapi antiretroviral terhadap kasus HIV pada anak (p=0,168); terdapat korelasi pada persentase ibu hamil sifilis yang mengikuti pengobatan dengan kasus sifilis kongenital (p=0,016;r=0,607); serta tidak terdapat korelasi pada cakupan vaksin hepatitis B dosis 3 terhadap prevalensi tes HBsAg pada anak (p=0,953). Kesimpulan: Implementasi PPIA di Kota Makassar belum dilaksanakan secara merata. Oleh karena itu, diharapkan perlu meningkatkan dan memberlakukan program triple elimination secara merata di seluruh wilayah agar memudahkan keluarga mengakses pelayanan kesehatan.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DISMENORE PRIMER PADA MAHASISWI FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HASANUDDIN Shanti Riskiyani; Iin Dwi Rahmasari
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 2: JUNE 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i2.44641

Abstract

Latar Belakang: Dismenore primer merupakan nyeri haid tanpa kelainan organ genital yang umum dialami perempuan usia remaja hingga dewasa muda, termasuk mahasiswi, dan kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan konsentrasi belajar. Secara global, prevalensi dismenore primer berkisar antara 45–95%. Angka dismenore primer di Indonesia mencapai 54,89%, sementara di Kota Makassar tercatat sebesar 93,8%. Faktor pemicu terjadinya dismenore primer diantaranya adalah, konsumsi kopi, kualitas tidur, dan stres.  Tujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore primer pada mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang. Sebanyak 306 responden dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden mengalami dismenore primer kategori sedang (46,7%). Tidak ditemukan hubungan antara dismenore primer dengan konsumsi kopi (p = 0,893), dan kualitas tidur (p = 0,398). Namun, stres menunjukkan hubungan dengan kejadian dismenore primer (p = 0,000). Kesimpulan: Stres berhubungan dengan kejadian dismenore primer, sementara konsumsi kopi, dan kualitas tidur tidak menunjukkan hubungan. Mahasiswi disarankan untuk meningkatkan kemampuan manajemen stres melalui kegiatan positif seperti olahraga dan menjaga pola tidur yang baik. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan mengeksplorasi faktor psikologis lain seperti kecemasan, beban akademik, dan dukungan sosial yang dapat memengaruhi kejadian dismenore primer.
ANALISIS KESIAPAN TENAGA KESEHATAN DAN PELAKU PARIWISATA DALAM MENGHADAPI WISATAWAN HEALTH TOURISM Suriah Yusdalifa; Aeni Nahdiyati; Ida Leida Maria
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 2: JUNE 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i2.44822

Abstract

Latar Belakang: Health tourism merupakan sektor strategis yang berpotensi meningkatkan perekonomian dan kualitas layanan kesehatan secara simultan. Khususnya di Makassar, Sulawesi Selatan, integrasi pariwisata dan kesehatan dapat menjadi pendekatan inovatif untuk memperkuat peran daerah sebagai pusat pertumbuhan kawasan timur Indonesia. Tujuan: Menganalisis persepsi dan kesiapan pelaku pariwisata dan tenaga kesehatan terhadap pengembangan health tourism di Sulawesi Selatan, khususnya Makassar. Metode: Pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Jumlah responden sebanyak 105 orang yang terdiri dari berbagai latar belakang, baik dari sektor kesehatan maupun pariwisata. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup aspek persepsi, pemahaman, dan kesiapan terhadap health tourism. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk menilai tren dan pola jawaban. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden (69,5%) memilih puskesmas sebagai layanan kesehatan utama, dan 75,2% telah memiliki asuransi kesehatan. Sebanyak 75,2% responden pernah mendengar tentang health tourism, dan 81,9% memahami pengertiannya dengan benar. Mayoritas responden menyatakan bahwa health tourism dapat meningkatkan kualitas hidup dan ekonomi masyarakat serta mendukung integrasi antara sektor kesehatan dan pariwisata. Sebanyak 96,2% menyatakan kesiapan jika Makassar dijadikan destinasi health tourism. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan potensi besar pengembangan health tourism di Makassar dengan dukungan dari masyarakat dan tenaga profesional.