cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsurp@unisba.ac.id
Phone
+628996888183
Journal Mail Official
bcsurp@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
ISSN : -     EISSN : 28282124     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsurp.v2i2
Bandung Conference Series: Urban and Regional Planning (BCSURP) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Perencanaan Wilayah dan Kota dengan ruang lingkup sebagai berikut: Agribisnis, Bencana Alam, Daya Dukung dan Tampung, Ekonomi Lokal, Ekowisata Mangrove, Fasilitas, Gempa Bumi, Evakuasi, Jasa budaya dan spiritual, pariwisata, Jasa Ekosistem, Karangsong Disabilitas, kearifan local, Kelayakan, Kinerja dan Pelayanan Jalan, landmark, pencemaran udara, planologi, Pola Penggunaan Ruang, Rantai pasok, Ruang Terbuka Hijau, Sarana dan prasarana, Shelter, SIKIM, Sistem Penyediaan Air Minum, Taman, Tempat Ibadah, Tingkat Kerentanan Bencana, Wisata. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 221 Documents
Efektivitas Kolam Retensi dalam Penanganan Bencana Banjir di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang Luthfiya A'yuni; Hilwati Hindersah
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8220

Abstract

Abstract. Flood disaster is one of the disasters that often occur in Jatinangor District. Floods in the Jatinangor District have an impact on residential and agricultural areas. The government implemented the construction of a retention pond as a flood control effort in the Jatinangor District. This study aims to identify the optimization of the application of retention ponds in handling floods in the Jatinangor District. The main cause of the flood disaster in Jatinangor District is the narrowing of the Cikeruh River due to the deposition of mud and garbage. Retention ponds are able to handle planned inundation worth 4.08% at the administrative scope, 4.09% at the sub-watershed scope, and 295% at the scope of the area directly affected by the presence of retention ponds or areas within a 400 meter radius of the retention pond location. The retention pond effectively overcame inundation in the neighboring areas, so that the retention pond could evacuate the residential area consisting of 948 houses from flooding. The retention pond did not effectively alleviate flooding at the administrative and sub-watershed levels. Abstrak. Bencana banjir merupakan salah satu bencana yang cukup sering terjadi di Kecamatan Jatinangor. Banjir di Kecamatan Jatinangor berdampak pada kawasan permukiman dan pertanian. Pemerintah menerapkan pembangunan kolam retensi sebagai Upaya pengendalian banjir di Kecamatan Jatinangor. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi optimalisasi penerapan kolam retensi dalam penanganan banjir di Kecamatan Jatinangor. Penyebab utama bencana banjir di Kecamatan Jatinangor yaitu penyempitan Sungai Cikeruh akibat pengendapan lumpur dan sampah. Kolam retensi mampu menangani genangan rencana senilai 4,08% pada lingkup administrasi, 4,09% pada lingkup sub-DAS, dan 295% pada lingkup wilayah yang secara langsung terdampak oleh keberadaan kolam retensi atau wilayah dalam radius 400 meter dari lokasi kolam retensi. Kolam retensi secara efektif mengatasi genangan pada wilayah di dekatnya, sehingga keberadaan kolam retensi dapat mengevakuasi kawasan permukiman yang terdiri dari 948 rumah di sekitarnya dari bencana banjir. Kolam retensi tidak mengatasi banjir secara efektif pada lingkup administrasi dan sub-DAS.
Pengaruh Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat terhadap Capaian Indikator SDGS Tujuan No. 11 Kota dan Permukiman Berkelanjutan Doris Yuliana Kuswara; Hani Burhanudin
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8227

Abstract

Abstrak. Currently, the government is reviewing various programs to achieve the SDGs target, especially in sustainable environmental management. The main issue in Bandung City is related to waste which is proven every year there is an increase in waste generation by 32.98% (BPS Bandung City 2018-2022). There are community-based waste management activities in Cinambo District, including the application of the 3R concept, Waste Bank, and so on. two villages in Cinambo sub-district received Proklim awards because the two villages have managed waste and community-based environment well in accordance with SDGs Goal Indicator No.11. The purpose of this study is to identify the percentage of waste handled, identify the achievement of waste management, identify the influence of community-based waste management on the achievement of SDGs and solutions to increase the percentage of waste handled. The approach used is a Quantitative Approach, the data used are secondary and primary data with data collection methods in the form of observation, documentation and interviews. The analysis method used is multiple linear regression analysis. It is concluded that the percentage of waste handled in Cinambo District in 2022 is 89.58%, the variable number of residents served, the number of residents running the Greenwaste Program, the number of waste facilities and infrastructure, and the number of institutions have a positive effect on the percentage of waste handled, the most dominant influence is Facilities and Infrastructure. So that the solution to increase the percentage of waste achievement handled needs to increase the number of facilities and infrastructure. Abstrak. Saat ini, pemerintah mengkaji berbagai program untuk mencapai target SDGs khususnya dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Isu utama di Kota Bandung adalah terkait sampah yang dibuktikan setiap tahunnya terdapat peningkatan timbulan sampah sebesar 32,98% (BPS Kota Bandung Tahun 2018-2022). Terdapat kegiatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kecamatan Cinambo diantaranya penerapan konsep 3R, Bank Sampah, dan lain sebagainya. dua Kelurahan di Kecamatan Cinambo mendapatkan penghargaan Proklim karena kedua Kelurahan tersebut telah mengelola sampah dan lingkungan berbasis masyarakat dengan baik sesuai dengan Indikator Tujuan No.11 SDGs. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi persentase sampah tertangani, mengidentifikasi ketercapaian pengelolaan sampah, mengidentifikasi pengaruh pengelolaan sampah berbasis masyarakat terhadap capaian SDGs dan solusi untuk meningkatkan persentase sampah tertangani. Pendekatan yang digunakan adalah Pendekatan Kuantitatif, data yang digunakan adalah data sekunder dan primer dengan metode pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi dan wawancara. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Disimpulkan bahwa persentase sampah yang ditangani di Kecamatan Cinambo pada tahun 2022 adalah 89,58%, Variabel jumlah penduduk terlayani, Jumlah warga yang menjalankan Program Greenwaste, jumlah sarana dan prasarana sampah, dan jumlah kelembagaan berpengaruh positif terhadap persentase sampah yang ditangani, pengaruh yang paling dominan adalah Sarana dan Prasarana. Sehingga solusi untuk meningkatkan persentase capaian sampah yang ditangani perlu meningkatkan jumlah sarana dan prasarana.
Model Pengelolaan Sampah Pasar Tradisional Berbasis Circular Economy Hasna Rofifah; Tarlani Tarlani
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8243

Abstract

Abstract. In almost all regions in Indonesia, the existence of waste is still a complex problem. Waste management can be referred to as an 'entrance' as well as an 'obstacle' to achieving sustainable development targets. The circular economy model has the advantage of trying to extend the life cycle of a product, raw materials and existing resources so that they can be used as long as possible and have value. The condition of the waste at the Caringin wholesale market greatly influences the quality of the surrounding environment which has caused air pollution due to the accumulation of waste that has not been managed properly, and has a major impact on public health, and flooding in the Caringin wholesale market often occurs during the rainy season. The purpose of this research is "to formulate a circular economy concept-based waste management model in the case study of the Caringin wholesale market". The method used in this study is the mix method. Data collection techniques in this study were interviews, literature studies and observation. The analytical method used is waste generation analysis, stakeholder capacity analysis and descriptive analysis using flowchart symbols. The amount of waste generation at the Caringin wholesale market is 72 tonnes/day, with 71.28 tonnes/day of organic waste and 1.3 tonnes/day of inorganic waste. The waste management scenario produces a simple modeling, a combined scenario is obtained between stakeholders, each of which will process Caringin Main Market waste towards Zero Waste based on a Circular Economy. The profit obtained from waste management is IDR 2,094,150,000/month. Abstrak. Hampir di seluruh wilayah di Indonesia keberadaan sampah sampai saat ini masih menjadi permasalahan yang kompleks. Pengelolaan sampah bisa disebut sebagai ‘pintu masuk’ dan juga ‘penghambat’ untuk mencapai target pembangunan berkelanjutan. Model Circular economy memiliki kelebihan yaitu berupaya memperpanjang siklus hidup dari suatu produk, bahan baku, dan sumber daya yang ada agar dapat dipakai selama mungkin dan memiliki value. Kondisi sampah di pasar induk Caringin ini sangat berpengaruh terhadap kualitas lingkungan sekitar yang telah menimbulkan polusi udara akibat penumpukan sampah yang belum terkelola dengan baik, dan berdampak besar pada kesehatan masyarakat, serta banjir di lingkungan pasar induk Caringin sering terjadi ketika musim hujan. Tujuan dari penelitian ini yaitu “Merumuskan model pengelolaan sampah berbasis konsep circular economy pada studi kasus pasar induk Caringin“. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mix method. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, studi literatur dan observasi. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis timbulan sampah, analisis kemampuan stakeholder serta analisis deskriptif dengan symbol flowchart. Jumlah timbulan sampah di pasar induk caringin adalah 72 ton/hari dengan 71,28 ton/hari sampah organik dan 1,3 ton/hari anorganik. Skenario pengelolaan sampah menghasilkan pemodelan sederhana, didapatkan skenario gabungan antar stakeholder yang masing-masing nya akan mengolah sampah Pasar Induk Caringin menuju Zero Waste yang berbasis Circular Economy. Keuntungan yang didapatkan dari adanya pengelolaan sampah adalah sebesar Rp2.094.150.000/bulan.
Identifikasi Ruang Komunal pada Permukiman Padat Penduduk Sherly Defannya Serdani; Verry Damayanti
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8244

Abstract

Abstract. Cicadas Subdistrict is one of the densely populated in the center of Bandung City. One of the RW's is a TNI AD housing complex with limited access. Limited land causes this area to not have sufficient communal space as a means of community interaction. The purpose of this research is to identify communal spaces in dense settlements in Cicadas Subdistrict. This study uses an empirical and spatial approach that is used to get an overview of current conditions in identifying communal spaces in densely populated settlements in Cicadas Subdistrict. The analysis in this study uses empirical quantitative analysis to determine the location of communal and spatial spaces by mapping the distribution of communal spaces using ArcGIS software. To obtain data, a primary survey and a secondary survey were carried out, from the results of the identification of the distribution of communal spaces in Cicadas Subdistict, it is known that communal spaces in Cicadas Subdistict consist of 7 RW halls, 1 Buruan Sae, 13 street points/alleys, 1 subdistrict office, 4 fields, 1 madrasah, 11 mosques, 3 security posts, 2 posts, 3 posyandu, 1 resident's house, 2 parks, and 2 stalls spread across almost all RW's. The majority of these communal spaces are communal spaces that are not planned as communal spaces such as houses, alleys, fields and parks that are not functioning properly, especially places that are very close to residential areas with informal activities and a very frequent frequency. The limited land available also gives rise to unique communal spaces, such as "Hati - Hati". Abstrak. Kelurahan Cicadas merupakan salah satu kelurahan padat penduduk yang berada di tengah Kota Bandung. Salah satu RW di Kelurahan ini merupakan komplek perumahan TNI AD yang aksesnya terbatas. Terbatasnya lahan menjadikan kawasan ini tidak memiliki cukup ruang komunal sebagai sarana interaksi masyarakat. Tujuan penelitian ini ialah mengidentifikasi ruang-ruang komunal pada permukiman padat di Kelurahan Cicadas. Penelitian ini menggunakan pendekatan empiris dan spasial yang digunakan untuk mendapatkan gambaran kondisi saat ini dalam mengidentifikasi ruang-ruang komunal pada permukiman padat penduduk Kelurahan Cicadas. Adapun analisis pada penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif empiris untuk mengetahui letak ruang-ruang komunal dan spasial dengan memetakan sebaran ruang-ruang komunal menggunakan software ArcGIS. Untuk memperoleh data dilakukan dengan survey primer dan survey sekunder. Dari hasil identifikasi sebaran ruang komunal di Kelurahan Cicadas, didapatkan hasil bahwa ruang komunal di Kelurahan Cicadas terdiri dari 7 balai RW, 1 Buruan Sae, 13 titik jalan/gang, 1 kantor kelurahan, 4 lapangan, 1 madrasah, 11 masjid, 3 pos kamling, 2 pos merokok, 3 posyandu, 1 rumah warga, 2 taman, dan 2 warung yang tersebar hampir di seluruh RW Kelurahan Cicadas. Mayoritas ruang-ruang komunal tersebut merupakan ruang-ruang komunal yang tidak direncanakan sebagai ruang komunal seperti rumah warga, gang, lapangan dan taman yang tidak difungsikan sebagaimana mestinya, terutama tempat-tempat yang sangat dekat dengan hunian dengan sifat kegiatan informal dan dengan frekuensi yang sangat sering. Keterbatasan lahan yang ada juga memunculkan ruang – ruang komunal yang unik, seperti “Hati – Hati”.
Identifikasi Keberlanjutan Lingkungan pada Permukiman Hana Diaz Amirah; Yulia Asyiawati; Bambang Pranggono
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8259

Abstract

Abstract.One of the basic needs of every human being is a place to live. Providing safe and sustainable settlements is a challenge, especially in urban areas because limited land is not proportional to the high population. One of the large-scale housing developments in Bandung City is in Antapani District. The development are grow rapidly. This makes Antapani currently a high-density area, namely 21,262 people/km2. Over time, various new developments were carried out resulting in significant changes to the settlement area, including the lack of green open space. Apart from that, there is a problem in one of the RW, when it downpour there will be puddles. Therefore, research is needed to identify the level of environmental sustainability in RW 03 Antapani Kidul. This study used scoring analysis and qualitative descriptive technique method with a mixed approach. Based on the analysis, it is known that there are still several variables that aren’t sustainable. The variables that have achieved sustainability are Water Access, Sanitation Access, Habitability, Public Transportation, and Air Quality. As for the unsustainable variables, namely Waste Management, Proportion of Open Space, Disaster, and Use of Eco-friendly Energy. Abstrak. Salah satu kebutuhan dasar setiap manusia ialah tempat tinggal. Mewujudkan permukiman yang aman dan berkelanjutan khususnya di kawasan perkotaan menjadi tantangan tersendiri, mengingat keterbatasan lahan kerap kali tidak sebanding dengan jumlah penduduk yang tinggi. Salah satu pembangunan perumahan skala besar yang terdapat di Kota Bandung berada di Kecamatan Antapani. Pembangunan perumahan tersebut berkembang pesat sehingga menjadikan Antapani saat ini termasuk wilayah dengan kepadatan tinggi, yakni sebesar 21.262 jiwa/km2. Seiring berjalannya waktu, berbagai pembangunan baru dilakukan sehingga mengakibatkan terjadinya perubahan yang signifikan terhadap wilayah permukiman tersebut, diantaranya minimnya ruang terbuka hijau. Selain itu muncul permasalahan di salah satu RW berupa timbulnya genangan air cukup tinggi bila hujan deras. Oleh karena itu, diperlukan adanya penelitian untuk mengidentifikasi tingkat keberlanjutan lingkungan di RW 03 Antapani Kidul. Peneliti menggunakan metode teknik analisis skoring dan deskriptif kualitatif dengan pendekatan campuran. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa masih terdapat beberapa variabel yang belum berkelanjutan. Variabel yang telah tercapai keberlanjutannya, yakni Akses Air, Akses Sanitasi, Kelayakan Hunian, Transportasi Publik, dan Kualitas Udara. Adapun variabel yang tidak berkelanjutan, yaitu Pengelolaan Sampah, Proporsi Ruang Terbuka, Kebencanaan, dan Penggunaan Energi Ramah Lingkungan.
Kajian Genius Loci Ruang Permukiman Kampung Adat Kuta, Kabupaten Ciamis Rahmah Aulia; Imam Indratno
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8312

Abstract

Abstract. The Kuta Indigenous People is an indigenous community based in Karangpaningal Village, Ciamis Regency. The Kuta Traditional Village Community adheres to maintaining the cultural values ​​of the order of life that have been mandated by their ancestors long ago. The purpose of this study is to reveal the genius loci of the settlement space of the Kuta Traditional Village. The researcher uses a structuralism approach with data collection methods, namely interviews, observation and literature studies and uses the genius loci analysis method. The results of the genius loci analysis represent that all the teachings along with spatial manifestations have a special meaning, namely the meaning of nature and culture which essentially have a single orientation, namely ancestor because it is seen that the whole structure has a connection with the ancestor. The sense of obedience to Ambu Rama, Bima Raksa, Kalijaga becomes unconscious of the indigenous people of Kuta so that they have very high determination in defending the values ​​and existence of the indigenous community of Kuta which is manifested by the presence of ancepan/tebet or places sacred by indigenous peoples. Abstrak. Masyarakat Adat Kuta merupakan suatu komunitas adat yang berpusat di Desa Karangpaningal, Kabupaten Ciamis. Komunitas Kampung Adat Kuta taat dalam mempertahankan nilai-nilai kultural tata kehidupan yang diamanahkan para leluhur sejak dahulu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkapkan genius loci ruang permukiman Kampung Adat Kuta. Peneliti menggunakan metode pendekatan strukturalisme dengan metode pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan studi literatur serta menggunakan metode analisis genius loci. Hasil analisis genius loci merepresentasikan bahwa seluruh ajaran beserta manifestasi ruang memiliki makna khusus, yaitu makna alam dan budaya yang pada hakikatnya memiliki orientasi tunggal yaitu leluhur sebab terlihat bahwa keseluruhan struktur memiliki keterkaitan terhadap leluhur. Rasa patuh terhadap Ambu Rama, Bima Raksa, Kalijaga menjadi nirsadar dari masyarakat adat Kuta sehingga memiliki keteguhan yang sangat tinggi dalam mempertahankan nilai-nilai dan eksistensi dari komunitas masyarakat adat Kuta yang dimanifestasikan oleh adanya ancepan/tebet atau tempat-tempat yang disakralkan oleh masyarakat adat.
Identifikasi Kesesuaian Atraksi Wisata Pantai Berdasarkan Daya Tampung dan Daya Dukung Widya Maharani; Yulia Asyiawati
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8331

Abstract

Abstract. Pangandaran Beach has various kinds of tourist attractions such as beach recreation areas, watersport, swimming, snorkeling, mangrove tourism and camping, but these tourist attractions have not considered the suitability of tourist attractions considering that the Pangandaran beach area is a disaster-prone area, for this reason it is necessary to carry out this study to consider the carrying capacity and carrying capacity of tourist attractions. This study aims to identify the types of tourist attractions in the Pangandaran beach area, identify the suitability of tourist attractions and identify the carrying capacity and carrying capacity of beach tourism attractions in the Pangandaran beach area. The analytical method used is the tourism suitability index, carrying capacity analysis by calculating physical carrying capacity (PCC), real carrying capacity (RCC), and effective carrying capacity (ECC) and regional carrying capacity analysis. Based on the results of the suitability index analysis for beach recreation tourism in the appropriate category (84.52%), mangrove ecotourism (64.10%) and snorkeling tourism (56.14%) in the conditional category, based on the results of calculating capacity, the value of PCC (319,051) > RCC (11,928) > ECC (10,504) shows that the tourism capacity of Pangandaran Beach has not been exceeded. The results of the calculation of the area's carrying capacity can accommodate 65,049 people from all types of tourist attractions. From the results of this analysis, what can be recommended from this study is to develop tourist attractions by adding and updating variations in various kinds of tourist attraction activities. Abstrak. Pantai Pangandaran memiliki berbagai macam atraksi wisata seperti area rekreasi pantai, watersport, berenang, snorkeling ,wisata mangrove dan berkemah akan tetapi atraksi wisata tersebut belum mempertimbangkan kesesuaian atraksi wisata mengingat kawasan pantai pangandaran merupakan kawasan rawan bencana, untuk itu perlu dilakukan kajian ini untuk mempertimbangkan daya tampung dan daya dukung untuk atraksi wisata. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis atraksi wisata yang terdapat di kawasan pantai pangandaran, mengidentifikasi kesesuaian atraksi wisata dan mengidentifikasi daya tampung dan daya dukung atraksi wisata pantai di kawasan pantai Pangandaran. Metode analisis yang digunakan adalah indeks kesesuaian wisata, analisis daya tampung dengan menghitung daya tampung fisik (PCC), daya tampung riil (RCC), dan daya tampung efektif (ECC) dan analisis daya dukung kawasan. Berdasarkan hasil analisis indeks kesesuaian wisata rekreasi pantai kategori sesuai (84,52%), ekowisata mangrove (64,10%) dan wisata snorkeling (56,14%) kategori sesuai bersyarat, berdasarkan hasil pehitungan daya tampung didapatkan nilai PCC (319.051) > RCC (11.928) > ECC (10.504), menunjukan daya tampung wisata Pantai Pangandaran belum terlampaui. Hasil perhitungan daya dukung kawasan dapat menampung 65.049 orang dari seluruh jenis atraksi wisata. Dari hasil analisis tersebut yang dapat direkomendasikan dari kajian ini adalah melakukan pengembangan atraksi wisata dengan penambahan dan pembaharuan variasi dalam berbagai macam aktivitas atraksi wisata.
Strategi Pengembangan Objek Wisata Pantai Desa Saganten Kecamatan Sindangbarang Kabupaten Cianjur Surya Nur Hakim; Saraswati
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8352

Abstract

Abstract. The development of beach attractions is very important for tourism in Saganten Village. To formulate what strategy can be used in the development of beach attractions in Saganten Village, research was conducted using the mix method method. Using quantitative analysis as a visitor assessment and qualitative to describe conditions or circumstances in the field. With the analysis used about supply demand and also SWOT. The result of this research is that there is good potential and strength to be developed but needs development regarding some shortcomings such as adding attractions that tourists can do when visiting beach attractions in Saganten Village. Abstrak. Pengembangan objek wisata pantai sangat penting bagi pariwisata di Desa Saganten. Untuk merumuskan strategi apa yang dapat digunakan dalam pengembangan objek wisata pantai di Desa Saganten ini dilakukan penelitian menggunakan metode mix method. Menggunakan analisis kuantitatif sebagai penilaian pengunjung dan kualitatif untuk mendeskripsikan kondisi atau keadaan di lapangan. Dengan analisis yang digunakan mengenai supply demand dan juga SWOT. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu terdapat potensi dan kekuatan yang bagus untuk dikembangkan namun perlu pengembangan mengenai beberapa kekurangan seperti penambahan atraksi yang dapat wisatawan lakukan saat mengunjungi objek wisata pantai yang ada di Desa Saganten..
Kesiapan Pemerintah Desa Ciburial pada Tata Kelola Pariwisata Halal Nina Agustina; Bambang Pranggono; Imam Indratno
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8359

Abstract

Abstract. Halal tourism is present as a tourism trend that has the potential to increase the current economy. Therefore, as a country where the majority of the population adheres to Islam, Indonesia is very suitable to describe halal tourism. The first step taken by Indonesia is to determine the province and the participation of 6 districts/cities as priority halal destinations, one of which is Bandung Regency. handle Bandung Regency is supported by the issuance of Bandung Regency Regional Regulation No. 6 of 2020 and shocks to areas that are able to present halal tourism such as Cimenyan District. Cimenyan District is a strategic area in West Java. Therefore, as the only Tourism Village in Cimenyan District, Ciburial Village has the potential to be developed as halal tourism. Ciburial Village is a tourist village with a low level of visits. Therefore, one of the strategies that must be carried out is to increase the support of the village government in regulating the governance of halal tourism so that it can fulfill the desire to increase visiting tourists. But before that, the Village Government needed to equip themselves to improve quality in managing halal tourism. In order to see the quality of the Village Government, it is necessary to measure the level of readiness of the Village Government towards the management of halal tourism. This study aims to determine and analyze the readiness of the Ciburial Village Government in managing halal tourism in Ciburial Village. Data collection techniques used in this study were field observations, questionnaires, and literature studies using the readiness model analysis method. Based on the results of the analysis it is known that the readiness level of the Ciburial Village Government for halal tourism governance is at the initiation stage with a score of 3.07. Abstrak. Pariwisata halal hadir menjadi tren pariwisata yang berpotensi meningkatkan ekonomi saat ini. Oleh karena itu, sebagai negara yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam, Indonesia sangat cocok untuk mempraktikkan pariwisata halal. Langkah awal yang dilakukan Indonesia adalah menetapkan provinsi dan keikutsertaan 6 Kabupaten / Kota sebagai destinasi halal prioritas, yang mana salah satu yang terlibat adalah Kabupaten Bandung. Keterlibatan Kabupaten Bandung ini didukung dengan penerbitan Peraturan Daerah Kabupaten Bandung No. 6 Tahun 2020 dan pemetaan terhadap wilayah yang mampu mempresentatifkan pariwisata halal seperti Kecamatan Cimenyan. Kecamatan Cimenyan termasuk kawasan strategis Jawa Barat. Oleh sebab itu, sebagai satu – satunya Desa Wisata yang berada di Kecamatan Cimenyan, Desa Ciburial memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pariwisata halal. Desa Ciburial merupakan desa wisata yang tingkat kunjungan masih rendah. Maka dari itu, salah satu strategi yang harus dilakukan adalah meningkatkan dukungan Pemerintah Desa dalam mengatur tata kelola pariwisata halal sehingga dapat memenuhi keinginan untuk meningkatkan wisatawan yang berkunjung. Namun sebelum itu, Pemerintah Desa perlu membekali diri guna meningkatkan kualitas dalam tata kelola pariwisata halal. Untuk melihat kualitas Pemerintah Desa perlu diukur tingkat kesiapan Pemerintah Desa terhadap tata kelola pariwisata halal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa kesiapan Pemerintah Desa Ciburial pada tata kelola pariwisata halal di Desa Ciburial. Teknik pegumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi lapangan, kuesioner, dan studi literatur dengan metode analisis model kesiapan. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa tingkat kesiapan Pemerintah Desa Ciburial pada tata kelola pariwisata halal berada di tahap initation dengan skor 3,07.
Kajian Pengelolaan Sampah di Kawasan Tahura Ir. H. Djuanda Berdasarkan Pedoman Pengelolaan Sampah Wisata Alam di Kawasan Hutan Sindi Febianti; Lely Syiddatul Akliyah
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8373

Abstract

Abstract. Tourism activities in the Tahura Area Ir. H. Djuanda caused piles of garbage at several points. This pile of garbage is a reflection of waste management in Tahura Ir. H. Djuanda not optimal. The purpose of this study is to identify and analyze efforts to reduce and handle existing waste in Tahura Ir. H. Djuanda according to the 2020 guidelines for Natural Tourism Waste Management in Forest Areas. The research approach used is quantitative with descriptive methods. The analytical method used is descriptive analysis, waste generation analysis, and descriptive statistics analysis. The amount of waste generation in 2022 is 0,457 m3/day, with a composition of 98% organic waste and 2% inorganic waste. The need for container facilities is 6 organic waste bins and 6 inorganic waste bins which are placed at the entrance area and tourist objects made of wood and iron which are closed and padlocked measuring 50 cm x 80 cm so that they are safe from monkey disturbances. Based on the results of the comparison, the existing waste management in Tahura Ir. H. Djuanda does not comply with the guidelines. With a mismatch percentage of 93% in the waste reduction component and 68% in the waste handling component. The recommendation for the Tahura BLUD is to monitor and evaluate waste management in the components of waste reduction and handling in the Tahura Area Ir. H. Djuanda to comply with the guidelines for Natural Tourism Waste Management in Forest Areas. Abstrak. Aktivitas pariwisata di Kawasan Tahura Ir. H. Djuanda menyebabkan tumpukan sampah di beberapa titik. Tumpukan sampah ini menjadi cerminan pengelolaan sampah di Tahura Ir. H. Djuanda belum optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis upaya pengurangan dan penanganan sampah eksisting di Tahura Ir. H. Djuanda sesuai dengan pedoman Pengelolaan Sampah Wisata Alam di Kawasan Hutan Tahun 2020. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan penelitian deskriptif. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis timbulan sampah, dan analisis statistik deskriptif. Jumlah timbulan sampah pada tahun 2022 yaitu 0,457 m3/ℎ