cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsurp@unisba.ac.id
Phone
+628996888183
Journal Mail Official
bcsurp@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
ISSN : -     EISSN : 28282124     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsurp.v2i2
Bandung Conference Series: Urban and Regional Planning (BCSURP) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Perencanaan Wilayah dan Kota dengan ruang lingkup sebagai berikut: Agribisnis, Bencana Alam, Daya Dukung dan Tampung, Ekonomi Lokal, Ekowisata Mangrove, Fasilitas, Gempa Bumi, Evakuasi, Jasa budaya dan spiritual, pariwisata, Jasa Ekosistem, Karangsong Disabilitas, kearifan local, Kelayakan, Kinerja dan Pelayanan Jalan, landmark, pencemaran udara, planologi, Pola Penggunaan Ruang, Rantai pasok, Ruang Terbuka Hijau, Sarana dan prasarana, Shelter, SIKIM, Sistem Penyediaan Air Minum, Taman, Tempat Ibadah, Tingkat Kerentanan Bencana, Wisata. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 221 Documents
Kajian Penyediaan Ruang Terbuka Hijau dalam Mewujudkan Kota Ramah Lingkungan di Kecamatan Gedebage Kota Bandung Sahda Aninda; Yulia Asyiawati; Weishaguna
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.7916

Abstract

Abstract. This research study study aims to examine the provision of green open spaces in the Gedebage District area to create a green city based on the ecological function aspect which is the main function of green open spaces as a producer of oxygen to increase the availability of clean and cool quality air, improve the quality of life of urban residents by providing comfortable open spaces, and improve environmental sustainability. The background of this research is the unavailability of fulfilling 20% of public green open space in Gedebage District and based on the disaster aspects of floods and earthquakes that almost the entire area of Gedebage District is in a high disaster-prone area so that disaster mitigation is needed by providing green open spaces as disaster management which has an ecological function so that it will create a safe, comfortable and sustainable area. The research method used is descriptive quantitative with a green city approach, especially green open space indicators. Data collection was carried out through field observations and literature studies. The method of analysis carried out is an analysis of the calculation of the need for green open space based on the number of residents and the need for oxygen which is calculated using the geometric method to determine the amount of oxygen demand (O2) and produce recommendations for types of oxygen-producing plants based on typology of green open spaces adjusted to applicable standards and in accordance with the characteristics of the research study area. Abstrak. Kajian studi penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penyediaan ruang terbuka hijau pada wilayah Kecamatan Gedebage untuk mewujudkan kota yang ramah lingkungan berdasarkan pada aspek fungsi ekologis yang merupakan fungsi utama ruang terbuka hijau sebagai penghasil oksigen untuk meningkatkan ketersediaan udara yang berkualitas bersih dan sejuk, meningkatkan kualitas hidup penduduk perkotaan dengan penyediaan ruang terbuka yang nyaman, serta memperbaiki keberlanjutan lingkungan. Latar belakang penelitian ini adalah belum tersedianya pemenuhan 20% ruang terbuka hijau publik di Kecamatan Gedebage serta berdasarkan aspek kebencanaan banjir dan gempa bumi yang hampir seluruh wilayah Kecamatan Gedebage berada pada wilayah rawan bencana tinggi sehingga diperlukan mitigasi bencana dengan penyediaan ruang terbuka hijau sebagai penanggulangan bencana yang memiliki fungsi ekologis sehingga akan menciptakan wilayah yang aman, nyaman dan berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan kota hijau khususnya indikator green open space. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan studi pustaka. Metode analisis yang dilakukan yaitu analisis perhitungan kebutuhan ruang terbuka hijau berdasarkan pada jumlah Penduduk dan kebutuhan oksigen yang dihitung menggunakan metode gerarkis untuk mengetahui besaran kebutuhan oksigen (O2) dan menghasilkan rekomendasi jenis tanaman penghasil oksigen berdasarkan tipologi ruang terbuka hijau yang disesuaikan dengan standar yang berlaku dan sesuai dengan karakteristik wilayah studi penelitian.
Arahan Pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Berdasarkan Tingkat Kenyamanan Termal di Kecamatan Sukajadi Kota Bandung Fadia Anzira Yasmin; Tonny Judiantono; Verry Damayanti
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i1.7989

Abstract

Abstract. Temperature Humidity Index (THI) is an indicator that can determine the level of thermal comfort in which the sensation of thermal comfort is received by people in an urban area. The situation and atmosphere in Sukajadi District can be said to lack climate control media, so that when the temperature is high it will feel very hot and arid. The existing green open space in Sukajadi District is only available for 2.7% of the total area which is due to limited land and space. The temperature in Sukajadi District is at an average temperature of 27.8°C – 30.5°C. The purpose of this study is to provide directions and recommendations for the development of green open space to achieve thermal comfort standards in Sukajadi District. The methods used are Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Urban Heat Island (UHI), Temperature Humidity Index (THI), calculation of green open space needs based on THI, and formulation of green open space development directions using a qualitative descriptive method. The results of this study are that Sukajadi District has a THI value of 25-29, belonging to two classes, namely some are uncomfortable and some are uncomfortable. Provision of green open space to achieve thermal comfort of 43.03 Ha. There are alternative ways to obtain land that has the potential to become green open space, namely land consolidation and acquisition of private green open space by planting vegetation that can reduce temperature and protect from sun exposure. Abstrak. Temperature Humidity Index (THI) merupakan suatu indikator yang dapat menentukan tingkat kenyamanan termal yang dimana sensasi dari kenyamanan termal diterima oleh masyarakat di suatu wilayah perkotaan. Keadaan dan suasana di Kecamatan Sukajadi bisa dikatakan kurang adanya media pengatur iklim, sehingga di kala suhu sedang tinggi akan dirasa sangat panas dan gersang. RTH eksisting yang ada pada Kecamatan Sukajadi hanya tersedia sebesar 2,7 % dari luas wilayah yang dimana luas wilayah akibat keterbatasan lahan dan ruang. Suhu di Kecamatan Sukajadi berada pada rata – rata suhu sebesar 27,8°C – 30,5°C. Tujuan penelitian ini yaitu memberikan arahan dan rekomendasi pengembangan RTH untuk mencapai standar kenyamanan termal di Kecamatan Sukajadi. Metode yang digunakan yaitu Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Urban Heat Island (UHI), Temperature Humidity Index (THI), perhitungan kebutuhan RTH berdasarkan THI, dan perumusan arahan pengembangan RTH dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu Kecamatan Sukajadi memiliki nilai THI sebesar 25-29, termasuk ke dalam dua kelas yaitu sebagian tidak nyaman dan tidak nyaman. Penyediaan RTH untuk mencapai kenyamanan temal sebesar 43,03 Ha. Terdapat cara alternatif untuk mendapatkan lahan yang berpotensi menjadi RTH yaitu konsolidasi lahan dan akuisisi RTH privat dengan dilakukan penanaman vegetasi yang dapat mereduksi suhu dan melindungi dari paparan sinar matahari.
Evaluasi Kinerja Angkutan Perkotaan K-02 Kota Bekasi Farrel Achmad Fauzi; Dadan Mukhsin
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8027

Abstract

Abstract. The K-02 city transport route is one of the longest route among the 78 city transport routes operating in Bekasi City. The K-02 city transport traverses densely populated residential areas, as well as the economic zone of Bekasi City. This makes the K-02 a representation of the characteristics of transport in Bekasi City. The decline in the fleet of the K-02 city transport has been a phenomenon that occurred from 2018 to 2022. The decrease in the number of K-02 city transport fleets was caused by several factors include the development of new transportation modes on the K-02 route and the ease of owning private vehicles, which made passengers feel safer, faster, and more comfortable using them. Based on this phenomenon, its important for evaluation of the performance of the K-02 city transport as one of the efforts to identify the root cause of the issues occurring with the K-02 city transport. This study uses a deductive method with user and regulator perspective, using performance measurement analysis, Likert scale, fleet requirements. From the performance measurement of K-02 city transportation, one of the five components tested was still in accordance with the standard, the other four deviated but were within reasonable limits. Regarding user satisfaction, four out of five components were assessed as unsatisfactory in terms of performance for city transport users, with scores below 50%. Considering the fleet requirements conditions, the K-02 city transport still needs six additional fleets to address the deviations in all five components that have occurred. Abstrak. Rute angkutan kota K-02 merupakan salah satu rute terpanjang dari 78 rute angkutan kota yang beroperasi di Kota Bekasi. Angkutan kota K-02 melintasi kawasan padat permukiman, serta kawasan perekonomian Kota Bekasi. Hal tersebut membuat angkutan kota K-02 dapat menggambarkan karakteristik angkutan Kota Bekasi. Penurunan armada angkutan kota K-02 merupakan fenomena yang telah terjadi semenjak 2018 hingga 2022, penurunan jumlah armada angkutan kota ini disebabkan oleh beberapa faktor yang memungkinkan penumpang beralih moda seperti adanya perkembangan moda transportasi baru pada trayek K-02, dan kemudahan untuk memiliki kendaraan pribadi yang keduanya membuat penumpang merasa lebih aman, cepat dan nyaman ketika menggunakannya. Berdasarkan fenomena tersebut, maka perlu dilakukan evaluasi kinerja angkutan kota K-02 sebagai salah satu upaya dalam menemukan akar permasalahan dari fenomena yang terjadi pada angkutan kota K-02 tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deduktif dengan dengan sudut pandang dari sisi pengguna dan regulator dengan menggunakan analisis pengukuran kinerja, skala likert, dan kebutuhan armada. Pengukuran kinerja angkutan kota K-02 menghasilkan tingkat kesesuaian komponen pengukuran kinerja dengan standar hanya satu dari lima komponen yang diujikan pada angkutan kota, namun penyimpangan yang terjadi pada keempat komponen tersebut masih dapat ditolelir dengan rentang deviasi 0 hingga 17%. Pada tingkat kepuasan, empat dari lima komponen dinilai masih kurang memuaskan kinerjanya bagi pengguna angkutan kota dengan angka dibawah 50%. Dalam kondisi komponen – komponen yang diujikan tersebut, dan berdasarkan kebutuhan armada, angkutan kota K-02 masih membutuhkan 6 armada tambahan untuk dapat mengurai penyimpangan – penyimpangan dari kelima komponen yang terjadi tersebut.
Kajian Lanskap Budaya sebagai Identitas Budaya di Kampung Adat Kuta, Kabupaten Ciamis Hafifah Akbar; Imam Indratno
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8043

Abstract

Abstract. The Kuta Indigenous People are located in Ciamis Regency. The indigenous people of Kuta are closely related to the natural environment, culture and are still bound by traditions that have been passed down from generation to generation. The purpose of this research is to identify the cultural landscape, and develop an eco-culture based tourism plan in Kampung Kuta. The researcher used the structuralism approach method and used the cultural landscape analysis method. The results of the analysis of the cultural landscape produce a formal identity that is formed from Leuweung Gede's spiritual values ​​with the existence of traditional and spiritual activities. This spiritual value is a manifestation of natural and cultural values ​​towards ambu rama or ancestors. Then in substantial identity emerges the cultural value of the tritangtu philosophy in bhuana where the manifestation of this philosophical concept is to regulate and maintain human attitudes, both with others and with nature and God. The resulting value is constructed as a new value creation (friendship value) which will later be used for tourism development in Kampung Kuta. The implementation of the development of eco-culture tourism is carried out by developing eco-culture tourism products, namely offering tour packages. In addition, by conducting training to improve the quality of tourism human resources. Eco-cultural tourism activities can be supported by improving accessibility and basic facilities based on the DED documents of Kampung Kuta, Ciamis Residence. Abstrak. Masyarakat Adat Kuta terletak di Kabupaten Ciamis. Masyarakat adat Kuta erat hubungannya dengan lingkungan alam, budaya dan masih terikat dengan adat istiadat yang turun-temurun. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi lanskap budaya, dan mengembangkan rencana paiwisata berbasis eco-culture di Kampung Kuta. Penulis menggunakan metode pendekatan strukturalisme serta menggunakan metode analisis lanskap budaya. Hasil analisis lanskap budaya menghasilkan identitas formal yang terbentuk dari nilai spiritual Leuweung Gede dengan adanya aktivitas adat dan spiritual. Nilai spiritual ini merupakan manifestasi dari nilai alam dan budaya terhadap ambu rama atau leluhur. Kemudian pada identitas substansial muncul nilai budaya dari filosofi tritangtu di bhuana dimana manifestasi dari konsep filosofi tersebut untuk mengatur dan menjaga sikap manusia, baik dengan sesama maupun dengan alam dan Tuhan. Nilai yang dihasilkan di konstruksi sebagai penciptaan nilai baru (nilai sahabat) yang nantinya digunakan untuk pengembangan pariwisata di Kampung Kuta. Implementasi pengembangan eco-culture tourism dilakukan dengan pengembangan produk eco culture tourism yaitu menawarkan paket-paket wisata. Selain itu juga dengan melakukan pelatihan-pelatihan untuk meningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata. Kegiatan wisata eko-budaya dapat ditunjang dengan perbaikan aksesibilitas dan fasilitas dasar berdasarkan dokumen DED Kampung Kuta, Kabupaten Ciamis.
Kajian Biaya Dampak Pembangunan Kawasan Summarecon Kota Bandung Ahmad Kinan Trigustara; Tonny Judiantono; Yulia Asyiawati
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8058

Abstract

Abstract. The construction of Summarecon Mall Bandung will increase the demand for existing public goods and services, based on those construction and activities, costs will arise in an effort to covering the needs for goods and services which are potentionally disrupt the Regional Government's finances, by those case a study is needed regarding the costs of the development impact which is expected to provide an overview of the costs borne by the Regional Government to provide the required public goods and services. The purpose of this study is to identify the financial burden borne by the Regional Government for provide general goods and services with special procedures and Case Study analysis methods that calculate needs directly based on data in the field. The conclusion from this study is that the construction of Summarecon Mall does not burden the Regional Government's financing. To increase these results, the regional government should increase regional income by establishing rules regarding tax collection. Abstrak. Pembangunan Summarecon Mall Bandung akan meningkatkan kebutuhan barang dan jasa umum yang telah ada, berdasarkan hal tersebut akan muncul biaya dalam usaha memenuhi kebutuhan barang dan jasa yang dikhawatirkan akan menganggu keuangan Pemerintah Daerah sehingga diperlukan sebuah kajian mengenai biaya dampak pembangunan yang nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran beban biaya yang ditanggung oleh Pemerintah Daerah untuk menyediakan barang dan jasa umum yang dibutuhkan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi beban pembiayaan yang ditanggung Pemerintah Daerah atas penyediaan barang dan jasa umum dengan prosedur khusus dan metode analisis Case Study yang menghitung kebutuhan secara langsung berdasarkan data di lapangan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pembangunan Summarecon Mall tidak membebani pembiayaan Pemerintah Daerah. Untuk meningkatkan hasil tersebut baiknya pemerintah Daerah dapat meningkatkan pendapatan daerah dengan menetapkan aturan terkait pemungutan pajak.
Kajian Efektivitas Jaringan Drainase dalam Upaya Pengendalian Genangan di Kawasan Perkotaan Fiana Yusida Salma; Ivan Chofyan; Hani Burhanudin
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8113

Abstract

Abstract. Ketapang District is the largest region of the West Borneo Province. The area encompasses 31.588 km2, or equal to 21,28 percent of the West Borneo Province, comprising 20 subordinates, nine wards, and 253 villages. Delta Pawan Subdistrict is the regency's capital, making it the center of government administration, commerce, and education. Puddles that disturb the main roads of Delta Pawan Subdistrict have been a fundamental problem in Delta Pawan Subdistrict that has yet to find its solution. This research aims to understand the effectiveness of the drainage system existing in the city area in Delta Pawan Subdistrict. The analytical methods used in this research are Run-off Analysis, Drainage Capacity Analysis, and Multiple Linear Regression Analysis. Based on the ratio between run-off and drainage capacity, it appears that 4 out of 6 drainage channels that have been examined does not work effectively due to the run-off being more extensive than the drainage capacity per channel (Qrs > Qds). The drainage channels proven to work ineffectively are the Left MT Haryono channel, Right MT Haryono channel, Left Agus Salim channel, and Right Agus Salim channel. Derived from the result of linear regression, the dominant variable that affected the occurrence of puddles on the roads is different, resulting in various countermeasures required for each street. These countermeasures are interlinked with each other; in this case, it is not possible to be done by only one party. The government and the people must collaborate to resolve the puddles issue. Abstrak. Kabupaten Ketapang memiliki luas wilayah terbesar di Provinsi Kalimantan Barat. Luas wilayahnya 31.588 km2 atau 21,28 persen luasan Kalimantan Barat, yang terbagi atas 20 Kecamatan, 9 kelurahan, dan 253 desa. Kecamatan Delta Pawan merupakan ibukota Kabupaten yang menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, serta pendidikan. Genangan air yang terjadi di ruas- ruas jalan di kawasan perkotaan di Kecamatan Delta Pawan ini menjadi permasalahan mendasar yang belum terselesaikan di Kecamatan Delta Pawan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas jaringan drainase eksisting di kawasan perkotaan di Kecamatan Delta Pawan serta mengetahui faktor dominan yang mempengaruhi genangan air di kawasan perkotaan di Kecamatan Delta Pawan. Metode Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Debit Limpasan, Analisis Kapasitas Drainase, dan Analisis Regresi Linear Berganda. Berdasarkan hasil perbandingan debit limpasan dan kapasitas tampung drainase di beberapa ruas jalan di kawasan perkotaan di Kecamatan Delta Pawan di dapatkan hasil bahwa 4 dari 6 saluran yang di analisis tidak bekerja secara efektif dikarenakan debit limpasan lebih lebih besar dari kapasitas drainase per saluran (Qrs > Qds) adapun saluran yang tidak bekerja secara efektif yaitu saluran MT.Haryono Kiri, MT.Haryono Kanan, Agus Salim Kiri, dan Agus Salim Kanan. Berdasarkan hasil analisis regresi linier variabel dominan yang mempengaruhi terjadinya genangan di beberapa ruas jalan berbeda-beda sehingga memiliki penanggulangan permasalahan penyebab terjadinya genangan yang berbeda pula di masing masing ruas jalannya. Penanggulanagan yang dilakukan ini saling berkaitan satu sama lain, dalam hal ini tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainan perlu adanya kerjasama antar pihak baik dari pemerintah maupun masyarakat.
Pengaruh Keberadaan Ekowisata di Desa Wisata Ciburial terhadap Pendapatan Masyarakat Armeyliana Safna; Asep Hariyanto
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8120

Abstract

Abstract. Ciburial Village is a village located in the nortern region of Bandung City which is a protected area. The contour of the Ciburial Village area which is a hilly area is highly utilized by business people to build attractive tourist attractions. So that the Ciburial Village area has great potential in the type of nature tourism or referred to as Ecotourism. The formulation of the problem in this study is how the existence of Ecotourism in Ciburial Village affects people’s income. The purpose of this study was to determine the effect of the existence of Ecotourism in Ciburial Village on community income. This research uses quantitative methods. With data sources in the form of questionnaires through purposive sampling techniques, the sample amounted to 100 respondents from the community in the Ciburial Village tourism area. Furthermore, it is tested using SPSS in the form of validity test, Reliability Test, Classical Assumption Test, Multiple linear regression test T test, F test and R-square test. In this study the variables used include location variables (X1), attractiveness (X2), environmental approach (X3), participation and empowerment (X4), ecotourism management (X5), and community income (Y). The data collected were then analyzed using multiple linear regression methods with a significance level 5%. The results showed that partially the variables of locaton, environmental approach, community participation, and ecotourism management had positive effect on local community income. While the attraction variable has no effect on community income. Furthermore, all variables simultaneously (together) have an influence on community income in Ciburial Village. The contribution of these variables was 65.7% and the remaining 34.3% was explained by other variables. Abstrak. Desa Ciburial merupakan sebuah desa yang berada di wilayah utara Kota Bandung yang merupakan kawasan lindung. Kontur wilayah Desa Ciburial yang merupakan kawasan perbukitan sangat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha untuk membangun tempat wisata yang menarik. Sehingga wilayah Desa Ciburial memiliki potensi besar dalam jenis wisata alam atau disebut sebagai Ekowisata. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh keberadaan Ekowisata di Desa Wisata Ciburial terhadap pendapatan masyarakat. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh keberadaan ekowisata di Desa Wisata Ciburial terhadap pendapatan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Dengan sumber data berupa kuesioner melalui teknik purposive sampling sampel berjumlah 100 responden yang berasal dari masyarakat di kawasan wisata Desa Ciburial. Selanjutnya di uji menggunakan SPSS berupa uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji regresi linier berganda Uji T, Uji F dan Uji R-square. Dalam penelitian ini variabel yang digunakan meliputi variabel lokasi (X1), daya tarik (X2), pendekatan lingkungan (X3), partisipasi dan pemberdayaan (X4), pengelolaan ekowsiata (X5), dan pendapatan masyarakat (Y). Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan metode regresi linier berganda dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel lokasi, pendekatan lingkungan, partisipasi dan pemberdayaan, dan pengelolaan ekowisata berpengaruh positif terhdap pendapatan masyarakat setempat. Sedangkan variabel daya tarik tidak berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat. Selanjutnya, seluruh variabel secara simultan (bersama-sama) mempunyai pengaruh terhadap pendapatan masyarakat di Desa Ciburial. Kontribusi variabel-variabel tersebut sebesar 65.7% dan sisanya sebesar 34.3% dijelaskan oleh variabel-variabel lainnya.
Strategi Pengembangan Agribisnis Manggis di Kecamatan Kiarapedes Kabupaten Purwakarta Ardelia Salwa Pratiwi; Ivan Chofyan
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8145

Abstract

Abstract.Mangosteen (Garcinia Mangostana L) is one of the leading commodities in Purwakarta District and has been recognized by the Decree of the Minister of Agriculture Number 571/KPTS/SR.120/9/2006 which states that the mangosteen fruit of Purwakarta Regency is recognized as a superior variety called Manggis Wanayasa. Kiarapedes sub-district is one of the mangosteen-producing sub-districts in Purwakarta District, which has a large potential area for developing mangosteen. In Kiarapedes sub-district, there is also mangosteen agricultural land belonging to the Food and Agriculture Service of Purwakarta District as an integrated demonstration garden. The potential possessed by Kiarapedes Sub-district has not been utilized optimally because there are still farmers who do not understand the importance of regulations and there is no advanced processing industry for mangosteen. Therefore, the purpose of this research is to determine the condition of the mangosteen commodity agribusiness in Kiarapedes Sub-district and to formulate strategies that can be implemented to support the development of mangosteen commodities in Kiarapedes Sub-district. The approach method of this research is descriptive quantitative, and the analytical method used is descriptive statistical analysis and SWOT analysis. From the results of the analysis of the condition of mangosteen agribusiness in Kiarapedes District, there are 8 internal factors, namely 4 strengths and 4 weaknesses, and 5 external factors, namely 3 opportunities and 2 threats. The mangosteen agribusiness development strategy in Kiarapedes Sub-district, especially in on farm agribusiness are in quadrant I, which is in a favorable situation, so the strategy that needs to be implemented is aggressive growth. Abstrak. Manggis (Garcinia Mangostana L) merupakan salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Purwakarta dan telah diakui dengan adanya Keputusan Menteri Pertanian Nomor 571/KPTS/SR.120/9/2006 yang menyatakan bahwa buah manggis Kabupaten Purwakarta diakui sebagai varietas unggul yang disebut dengan Manggis Wanayasa. Kecamatan Kiarapedes merupakan salah satu kecamatan penghasil manggis di Kabupaten Purwakarta yang memiliki luas areal potensi pengembangan manggis yang masih luas, di kecamatan Kiarapedes juga terdapat lahan pertanian manggis milik Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta sebagai kebun percontohan terpadu. Potensi yang dimiliki oleh Kecamatan Kiarapedes tersebut belum dimanfaatkan secara optimal karena masih adanya perilaku petani yang belum mengerti pentingnya regulasi dan belum adanya industri pengolahan lanjutan manggis. Maka dari itu tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi agribisnis komoditas manggis di Kecamatan Kiarapedes dan merumuskan strategi yang dapat dilakukan untuk mendukung pengembangan agrbisnis manggis di Kecamatan Kiarapedes. Metode pendekatan dari penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dan metode analisis yang digunakan yaitu analisis statistika deskriptif dan analisis SWOT. Dari hasil analisis kondisi agribisnis manggis di Kecamatan Kiarapedes memiliki 8 faktor internal yaitu 4 kekuatan dan 4 kelemahan, serta 5 faktor eksternal yaitu 3 peluang dan 2 ancaman. Strategi pengembangan agribisnis manggis di Kecamatan Kiarapedes khususnya pada subsistem usahatani berada pada kuadran I, yaitu berada pada situasi yang menguntungkan, sehingga strategi yang perlu diterapkan yaitu pertumbuhan agresif.
Pengaruh Keberadaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati terhadap Ekonomi Makro Kabupaten Majalengka Muhammad Abdillah Azis; Nia Kurniasari
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8160

Abstract

Abstract. The presence of West Java International Airport (BIJB) Kertajati is expected to have a significant impact on the economy of Majalengka Regency in particular and West Java Province in general. Economic driving infrastructure such as the airport is a new hope for the people of Majalengka Regency as a new growth center and new economic potential. BIJB Kertajati has several problems that have reduced the interest of visitors to come to BIJB Kertajati as the main choice of airport. The methodology used in this study is a primary survey such as field observations, interviews and documentation, while a secondary survey through institutional surveys, journal reviews and related literacy. The economic impact of Majalengka Regency with the presence of BIJB Kertajati needs to be further studied by identifying demographic data (population and workforce projections) of Majalengka Regency, regional economic data (GRDP, PAD, APBD), economic potential, economic vulnerability, prospects for economic development (PDRB projections ) Majalengka Regency in the future. The conclusion that was obtained, the presence of BIJB Kertajati had various impacts on the regional economy such as a shift in the economic structure of Majalengka Regency from the dominant agricultural sector to the processing industry sector during the post-development of BIJB Kertajati. Even though at this time BIJB Kertajati has not had a significant economic impact, BIJB Kertajati is projected to have an impact on the economy of Majalengka Regency in the next 20 years. Prospects for economic development can also take advantage of the realization of Kertajati Aerocity and the emergence of new industries around the BIJB area so as to create new jobs. Abstrak. Kehadiran Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati diharapkan memberikan dampak yang signifikan untuk perekonomian Kabupaten Majalengka pada khususnya dan Provinsi Jawa Barat pada umumnya. Infrastruktur pendorong perekonomian seperti Bandara menjadi harapan baru bagi masyarakat Kabupaten Majalengka sebagai pusat pertumbuhan baru dan potensi perekonomian baru. BIJB Kertajati memiliki beberapa permasalahan yang menyebabkan berkurangnya minat pengunjung untuk datang ke BIJB Kertajati sebagai pilihan utama bandara. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survey primer seperti observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi, sedangkan survey sekunder melalui survey instansional, review jurnal dan literasi terkait. Dampak perekonomian Kabupaten Majalengka dengan hadirnya BIJB Kertajati perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut dengan mengidentifikasi data kependudukan (proyeksi penduduk dan angkatan kerja) Kabupaten Majalengka, data perekonomian wilayah (PDRB,PAD,APBD), potensi perekonomian, kerentanan ekonomi, prospek perkembangan perekonomian (proyeksi PDRB) Kabupaten Majalengka di masa yang akan datang. Kesimpulan yang didapatkan, hadirnya BIJB Kertajati memberi dampak beragam terhadap perekonomian wilayah seperti pergeseran struktur perekonomian Kabupaten Majalengka dari sektor pertanian yang dominan tergeser oleh sektor industri pengolahan pada saat pasca pembangunan BIJB Kertajati. Meskipun pada saat ini BIJB Kertajati belum memberikan dampak perekonomian yang signifikan, BIJB Kertajati diproyeksikan akan memberi dampak terhadap perekonomian Kabupaten Majalengka di 20 tahun yang akan datang. Prospek perekmbangan perekonomian juga dapat memanfaatkan realisasi Kertajati Aerocity dan munculnya industri baru di sekitar kawasan BIJB sehingga terciptanya lapangan kerja baru.
Kajian Penyediaan Ruang Terbuka Hijau dalam Mewujudkan Kota Ramah Lingkungan di Kecamatan Gedebage Kota Bandung Dynanti; Yulia Asyiawati; Wishaguna
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8177

Abstract

Abstract. This study aims to examine the provision of green open space in the Gedebage District area to create an environmentally friendly city based on the aesthetic aspect of its function as an enhancer of the beauty of the environment and urban landscape. The background of this research is the unavailability of fulfilling 20% of Public Green Open Spaces in Gedebage District so that a study is needed regarding the provision of Green Open Spaces based on aesthetic functions to address urban problems in the aesthetic aspect. The research method used is descriptive descriptive with a green city approach, especially green open space indicators. Data collection was carried out through questionnaires, field observations and literature studies. The analytical method used is scenic beauty estimation analysis (SBE) and analysis of perceptions and preferences to determine the value of the aesthetic quality of green open spaces in Gedebage District, which will then be used as a reference for the provision of green open spaces based on aesthetic functions in the future. The output or results of the research will produce recommendations for types of facilities based on the Green Open Space typology that are adjusted to applicable standards and in accordance with the characteristics of the research study area. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penyediaan ruang terbuka hijau pada wilayah Kecamatan Gedebage untuk mewujudkan kota yang ramah lingkungan berdasarkan kepada aspek fungsi estetika sebagai peningkat keindahan lingkungan dan lansekap kota. Latar belakang penelitian ini adalah belum tersedianya pemenuhan 20% Ruang Terbuka Hijau Publik di Kecamatan Gedebage sehingga diperlukan kajian mengenai penyediaan Ruang Terbuka Hijau berdasarkan fungsi estetika guna mengatasi permasalah perkotaan pada aspek estetika. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan kota hijau khususnya indikator green open space. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi lapangan dan studi literatur. Metode analisis yang dilakukan yaitu analisis scenic beauty estimation (SBE) dan analisis persepsi dan preferensi untuk mengetahui nilai kualitas estetika ruang terbuka hijau di Kecamatan Gedebage yang selanjutnya penilaian tersebut akan dijadikan acuan untuk peyediaan ruang terbuka hijau berdasarkan fungsi estetika di masa yang akan datang. Output atau hasil penelitian akan menghasilkan rekomendasi jenis fasilitas berdasarkan tipologi Ruang Terbuka Hijau yang disesuaikan dengan standar yang berlaku dan sesuai dengan karakteristik wilayah studi penelitian.