cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsme@unisba.ac.id
Phone
+6282120524105
Journal Mail Official
bcsme@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Mining Engineering
ISSN : -     EISSN : 28282140     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsme.v2i2
Bandung Conference Series: Mining Engineering (BCSME) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Teknik Pertambangan dengan ruang lingkup Analisis sensitivitas Net Present Value (NPV), Anggaran Biaya Crushing Plant, API 5L Grade B, Belt Conveyor, BESR II, Crude Oil, Crushing plant, Dimensi Paritan, Discounted Cash Flow (DCF), Dump Truck, Economic SR, Efisiensi Kerja Cassiterite, Gas, Korosi, Hopper, Internal Rate of Return (IRR), Kapasitas Sump Jalan Angkut, Lifetime Biaya Produksi, Loosematerials, Payback Periode (PBP), Pemompaan, Peringkat Batubara, Pipa Baja Karbon, Crude Oil, Pipa Baja, Pipa Transportasi, Pit Design BWE, Productin Rate Index Crushing Plant, Produktivitas Debit Air, Rencana Reklamasi, Roller, Sisa Umur Pakai Pipa Baja Karbon, Sisa Umur Pakai Pipa Reflektan Vitrinit, Sisa Umur Pakai, Sistem Dewatering, Target Ban, KPH, TUR, Variable Crushing Plan. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 161 Documents
Analisis Produktivitas untuk Meningkatkan Produksi Batu Pasir di CV.Bumi Pasir Makmur Ferdi Eka Putra; Yuliadi; Elfida Moralista
Bandung Conference Series: Mining Engineering 115 - 124
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v6i2.24512

Abstract

Abstract. CV Bumi Pasir Makmur is a sandstone mining company that operates using the surface mining method in Leles District, Garut Regency, West Java Province, Indonesia. In mining operations, the productivity of loading and hauling equipment plays an important role in achieving the company's production target of 500,000 tons per year. However, queues of dump trucks frequently occur in the crusher area, delaying the material dumping process and preventing the production target from being achieved. As a result, the actual annual production reached only 472,320 tons. This condition increases the hauling equipment waiting time, extends the cycle time, and reduces the efficiency of material hauling operations. Therefore, this study aims to determine the productivity of loading and hauling equipment and to analyze the effect of waiting time on the efficiency of sandstone mining operations at CV Bumi Pasir Makmur. This research employed a quantitative descriptive method through direct field observations. The data consisted of primary and secondary data. The primary data included cycle time, dump truck trips, haul road geometry, rock fragment size, rock density test results, and production targets. The secondary data included the location map, mechanical equipment specifications, and rainfall data. The collected data were analyzed to calculate the productivity of loading and hauling equipment, determine equipment working efficiency, and identify the factors affecting the performance of the mechanical equipment. The results showed that the productivity of the loading equipment was 82.35 tons/hour with a working efficiency of 92.22%, while the productivity of the hauling equipment was 82.22 tons/hour with a working efficiency of 52.59%. The analysis also indicated that the dump truck waiting time at the crusher area reached 256 minutes per day. The high waiting time was primarily caused by the relatively small crusher gap, resulting in dump truck queues during the material dumping process. This condition increased the hauling equipment cycle time and reduced hauling productivity. Based on the study results, the hauling equipment became the production bottleneck because its productivity was lower than that of the loading equipment. Therefore, optimization efforts are required to reduce waiting time and improve hauling equipment productivity in order to support the achievement of the company's production target. Abstrak. CV Bumi Pasir Makmur merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penambangan batu pasir dengan metode tambang terbuka (surface mining) yang berlokasi di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Dalam kegiatan penambangan, produktivitas alat gali muat dan alat angkut memegang peranan penting dalam pencapaian target produksi perusahaan sebesar 500.000 ton/tahun. Namun, diperkirakan sering terjadi antrian dump truck pada area crusher yang memperlambat proses penumpahan material sehingga target produksi belum tercapai. Produksi aktual yang diperoleh hanya sebesar 472.320 ton/tahun. Kondisi tersebut mengakibatkan meningkatnya waktu tunggu (waiting time) alat angkut, bertambahnya cycle time, serta menurunnya efisiensi kegiatan pengangkutan material. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas alat gali muat dan alat angkut serta mengkaji pengaruh waktu tunggu terhadap efisiensi kegiatan penambangan batu pasir di CV Bumi Pasir Makmur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif melalui pengamatan langsung di lapangan. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer meliputi waktu edar (cycle time), ritase dump truck, geometri jalan angkut, ukuran bongkah, hasil pengujian densitas batuan, serta target produksi. Data sekunder meliputi peta lokasi penelitian, spesifikasi alat mekanis, dan data curah hujan. Data tersebut kemudian diolah untuk menghitung produktivitas alat gali muat, produktivitas alat angkut, efisiensi kerja alat, serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kinerja alat mekanis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas alat gali muat sebesar 82,35 ton/jam dengan efisiensi kerja 92,22%, sedangkan produktivitas alat angkut sebesar 82,224 ton/jam dengan efisiensi kerja 52,59%. Hasil analisis menunjukkan bahwa waktu tunggu (waiting time) dump truck pada area crusher mencapai 256 menit/hari. Tingginya waktu tunggu tersebut diperkirakan disebabkan oleh ukuran gap crusher yang relatif kecil sehingga menimbulkan antrian dump truck pada saat proses penumpahan material. Kondisi tersebut menyebabkan meningkatnya cycle time alat angkut dan menurunkan produktivitas pengangkutan material. Berdasarkan hasil penelitian, alat angkut menjadi faktor pembatas (bottleneck) dalam sistem produksi karena produktivitasnya lebih rendah dibandingkan produktivitas alat gali muat. Oleh karena itu, diperlukan upaya optimalisasi untuk mengurangi waktu tunggu (waiting time) sehingga produktivitas alat angkut dapat ditingkatkan guna mendukung pencapaian target produksi perusahaan.
Evaluasi Kapasitas dan Pemeliharaan Settling Pond CP 1 di Site Bakan PT JRBM Muhammad Azka; Yunus Ashari; Noor Fauzi Isniarno
Bandung Conference Series: Mining Engineering 125 - 132
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v6i2.24666

Abstract

Abstract. This study aims to evaluate the actual capacity of Settling Pond CP1 based on runoff discharge and sedimentation, determine the optimal maintenance interval, and assess the effectiveness of Total Suspended Solids (TSS) reduction at the Bakan Site of PT J Resources Bolaang Mongondow. Hydrological analysis was conducted using the Rational Method based on rainfall data from 2015–2024, while the sedimentation rate was calculated from the combination of flow discharge and TSS concentration. The actual capacity of the settling pond was determined through topographic measurements and storage volume calculations. The results indicate that the actual capacity of Settling Pond CP1 is 178,109 m³, which is still sufficient to accommodate the design runoff discharge, although its capacity has decreased due to sediment accumulation. The total sedimentation rate entering the system is 27,003.2 m³/month, resulting in maintenance intervals of 1.88 months for Pond 1, 8.09 months for Pond 2, 4.00 months for Pond 3, and 12.97 months for Pond 4. TSS testing showed a reduction from 17,500 mg/L at the inlet to 30 mg/L at the outlet, with a removal efficiency of 99.7%, meeting the mining wastewater quality standard of 200 mg/L. Therefore, Settling Pond CP1 remains effective as a sediment control facility but requires periodic dredging according to the calculated maintenance intervals.   Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas aktual Settling Pond CP1 berdasarkan debit limpasan dan sedimentasi, menentukan interval pemeliharaan yang optimal, serta mengevaluasi efektivitas penurunan Total Suspended Solids (TSS) di Site Bakan PT J Resources Bolaang Mongondow. Analisis hidrologi dilakukan menggunakan Metode Rasional berdasarkan data curah hujan periode 2015–2024, sedangkan laju sedimentasi dihitung berdasarkan kombinasi debit aliran dan konsentrasi TSS. Kapasitas aktual settling pond ditentukan melalui pengukuran topografi dan perhitungan volume tampungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas aktual Settling Pond CP1 sebesar 178.109 m³ masih mampu menampung debit limpasan rencana, meskipun telah mengalami penurunan kapasitas akibat akumulasi sedimen. Total laju sedimentasi yang masuk ke sistem sebesar 27.003,2 m³/bulan, dengan interval pemeliharaan masing-masing 1,88 bulan untuk Pond 1, 8,09 bulan untuk Pond 2, 4,00 bulan untuk Pond 3, dan 12,97 bulan untuk Pond 4. Pengujian TSS menunjukkan penurunan konsentrasi dari 17.500 mg/L pada inlet menjadi 30 mg/L pada outlet dengan efektivitas penurunan sebesar 99,7%, sehingga memenuhi baku mutu air limbah pertambangan sebesar 200 mg/L. Dengan demikian, Settling Pond CP1 masih efektif sebagai fasilitas pengendalian sedimen, namun memerlukan pengerukan sedimen secara berkala sesuai interval pemeliharaan yang telah ditentukan.
Evaluasi Kegiatan Peledakan untuk Meminimalisir Dampak Negatif Getaran Tanah di Pt Antareja Mahada Makmur Jobsite Pt Multi Harapan Utama Ryan Andika; Zaenal; Noor Fauzi Isniarno
Bandung Conference Series: Mining Engineering 133 - 140
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v6i2.24796

Abstract

Abstract. Blasting activities are conducted to break rock or to separate mineral deposits from the host rock through chemical means using explosives. One of the negative impacts of blasting is ground vibration, which can influence slope stability. Therefore, this study aims to evaluate and analyze the effects of ground vibration on slope stability based on PPV (mm/s), PPA (g), and Amaks (g). This research employed two analytical methods: the non-linear power trendline method and Multiple Linear Regression. Both methods were used to predict vibration levels using distance and explosive charge per delay as variables. Ground vibration measurements were conducted at 31 points with varying distances. The analysis refers to the company's allowable vibration threshold, which is 0.06 g. Vibration analysis was carried out by examining the relationship between PPA and PPV with SD to determine the maximum explosive charge per delay that can be safely used. The results show that the vibration levels remain within safe limits, as the highest recorded PPA was 0.15 g, below the threshold of 0.06 g. The charge that can be used in each blasting with a distance of at least 300 m with an explosive content of more than 50 kg/delay will produce a value that exceeds the limit. Abstrak. Kegiatan peledakan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memberaikan batuan atau memisahkan bahan galian dari batuan induknya dengan cara kimiawi menggunakan bahan peledak. Salah satu dampak negatif dari peledakan adalah getaran tanah.Getaran tanah akan mempengaruhi kestabilan. Oleh karena itu adanya penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh getaran tanah terhadap kestabilan lereng berdasarkan nilai PPA (mm/s),PPV (g), dan Amaks (g). Kajian analisis pada penelitian ini menggunakan metode analisis non linier (Tredline Power) dan metode Multipe Linier Regression. Pada kedua metode yang digunakan yaitu untuk mengetahui prediksi dari nilai getaran dengan parameter jarak dan bahan peledak per waktu tunda. Pengukuran tingkat getaran peledakan dilakukan sebanyak 31 titik dengan jarak yang bervariasi. Analisis dilakukan berdasarkan trial and eror dengan tingkat getaran maksimum adalah 0,06 g. Analisis getaran dilakukan berdasarkan pada hubungan (PPA) dan (PPV) terhadap SD untuk mendapatkan muatan bahan peledak maksimum per waktu tunda yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat getaran terdapat nilai yang melebihi getaran maksimum nilai PPA tertinggi sebesar 0,15 g dan nilai ambang batas PPA sebesar 0,06 g. Muatan yang dapat digunakan pada setiap peledakan dengan jarak paling dekat 300 m dengan isian bahan peledak lebih dari 50 kg/delay akan menghasilkan nilai yang melebihi batas.
Analisis Kinerja Pompa Tanah terhadap Instalasi Pencucian pada Kapal Isap Produksi 12 PT Timah Tbk. di Laut Air Kantung Adista Mauli; Sriyanti; Rahman Ardhiansyah
Bandung Conference Series: Mining Engineering 151 - 158
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v6i2.25155

Abstract

Abstract. The Production Suction Dredger (PSD) is the primary equipment used in offshore tin mining operations, integrating excavation, slurry transportation, and mineral processing. The performance of the soil pump plays a crucial role in maintaining slurry flow to the washing plant, thereby affecting operational efficiency. This study aims to analyze the performance of the soil pump in relation to the washing plant at Production Suction Dredger 12 (PSD 12) operating in Air Kantung Waters, Bangka Regency. A quantitative approach was employed by analyzing technical parameters, including material transport velocity, slurry discharge, pump head, suction power, pump rotational speed (RPM), and earthmoving rate based on field observations, pump specifications, and drilling profile data. The results indicate that the actual earthmoving rate exceeded the company's production target of 200 m³/h. The required pump speed was calculated at 445.420 RPM, while the actual operating speed reached 470.514 RPM, resulting in a difference of 25.094 RPM. This condition indicates that the pump operated above its optimum capacity and may produce slurry discharge exceeding the washing plant capacity. Therefore, optimizing pump RPM and suction power according to mining conditions is essential to improve operational efficiency and maintain stable production performance.   Abstrak. Kapal Isap Produksi (KIP) merupakan sarana utama dalam penambangan timah lepas pantai yang mengintegrasikan proses penggalian, pengangkutan, dan pencucian material. Kinerja pompa tanah berperan penting dalam menjaga kontinuitas aliran slurry menuju instalasi pencucian sehingga memengaruhi efisiensi produksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja pompa tanah terhadap instalasi pencucian pada KIP 12 yang beroperasi di Laut Air Kantung, Kabupaten Bangka. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menganalisis kecepatan angkut material, debit angkut material, head pompa, daya isap pompa, putaran pompa (RPM), dan laju perpindahan tanah berdasarkan data lapangan, spesifikasi pompa, serta profil bor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju perpindahan tanah aktual telah melampaui target perusahaan sebesar 200 m³/jam. Kebutuhan putaran pompa sebesar 445,420 RPM, sedangkan putaran aktual mencapai 470,514 RPM, sehingga terdapat selisih 25,094 RPM. Kondisi tersebut menunjukkan pompa masih mampu memenuhi kebutuhan pengangkutan material, namun beroperasi di atas kondisi optimum sehingga berpotensi menghasilkan debit slurry yang melebihi kapasitas instalasi pencucian. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian RPM dan daya isap pompa agar sesuai dengan karakteristik lapisan penambangan dan kapasitas instalasi pencucian untuk meningkatkan efisiensi operasi.
Perencanaan Produksi Batubara untuk Mencapai Target Produksi tahun 2026 di Pt. Roda Tehnik R.Imam Musro; Zaenal; Indra Karna Wijaksana
Bandung Conference Series: Mining Engineering 159 -168
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v6i2.25247

Abstract

Abstract. Coal mining operations require precise production planning to meet the target set by the company in the 2026 Work Plan and Budget (RKAB): 230,000 tons. Production planning is crucial as it encompasses the formulation of mining sequences, pit design, and the planning of mechanical equipment requirements to ensure effective and efficient operations. This study aims to plan mining sequences, design the pit using the side-casting method, and determine the necessary excavation and loading equipment to achieve the production target at the PT Roda Tehnik pit in Tenggulang Village, South Sumatra. The data were processed to create the pit design, calculate volumes (256,664 tons of coal and 952,888 cubic meters of overburden), analyze equipment productivity, and formulate mining sequences using mining software; the results were then analyzed to evaluate the feasibility of meeting the 2026 production target.The study results indicate that the designed pit yields coal reserves of 256,437 tons, thereby exceeding the RKAB target of 230,000 tons. The calculated stripping ratio is 3.71. Productivity analysis determined the required equipment fleet to support the planned production: each fleet requires 3 excavators and 3 dump trucks. With a planned total of 2 to 3 fleets, the configuration entails 3 dump trucks per excavator within each fleet. Based on these results, it can be concluded that production planning using the side-casting method is feasible for implementation at the PT Roda Tehnik pit and is capable of effectively supporting the achievement of the 2026 production target..   Abstrak. Kegiatan penambangan batubara memerlukan perencanaan produksi yang tepat untuk mencapai target produksi yang telah ditetapkan perusahaan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026 sebesar 230.000 ton. Perencanaan produksi menjadi aspek penting karena berkaitan dengan penyusunan tahapan penambangan, rancangan desain pit, serta perencanaan kebutuhan alat mekanis agar kegiatan penambangan dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan merencanakan tahapan penambangan, menyusun desain pit dengan metode side casting, serta menentukan kebutuhan alat gali-muat untuk mendukung pencapaian target produksi di Pit PT Roda Tehnik, Desa Tenggulang, Sumatera Selatan. Seluruh data diolah melalui pembuatan desain pit, perhitungan volume batubara sebesar 256,664 dan overburden sebesar 952,888, analisis produktivitas alat, serta penyusunan sequence penambangan menggunakan perangkat lunak pertambangan, kemudian dianalisis untuk mengevaluasi ketercapaian target produksi tahun 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan pit yang dibuat mampu menghasilkan cadangan batubara sebesar 256.437 ton, sehingga telah melampaui target RKAB sebesar 230.000 ton. Nilai stripping ratio yang diperoleh adalah 3,71, sedangkan hasil analisis produktivitas menunjukkan kebutuhan fleet excavator yang mampu mendukung target produksi sesuai rencana penambangan kebutuhan alat yang diperlukan untuk mendukung kegiatan penambangan ini untuk beko itu sebanyak 3 unit dan untuk dump truk itu sebanyak 3 unit setiap fleet nya yang mana untuk banyak fleet nya itu sebanyak 2-3 fleet maka dari itu 1 beko itu memerlukan 3 unit dump truk pada setiap fleet nya. 
Rancangan Sistem Penyaliran Tambang Sirtu PT. Bukit Tampomas Lestari, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat Muhammad Reinald Raihan; Yunus Ashari; Noor Fauzi Isniarno
Bandung Conference Series: Mining Engineering 169 - 176
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Open-pit sand and gravel mining operations are vulnerable to water accumulation from rainfall and surface runoff, which can disrupt mining activities. Therefore, an effective mine drainage system is required. This study aims to determine rainfall intensity, catchment area, runoff discharge, and to design drainage ditches and a settling pond. The research applies the E.J. Gumbel frequency distribution, Mononobe, and Rational methods to analyze rainfall and runoff. The study uses rainfall data from 2015–2024, topographic maps, land cover maps, and slope gradient maps.The results show rainfall intensities of 29.7 mm/hour for the catchment area outside the Mining Business License (IUP) and 27.7 mm/hour inside the IUP, with a design rainfall of 19.968 mm. The outside catchment covers 5.62 ha with a runoff discharge of 1,076 m³/hour, while the inside catchment covers 4.94 ha with a runoff discharge of 817 m³/hour. The proposed drainage system consists of seven ditch segments and a rectangular settling pond measuring 37.43 m × 24.95 m × 5 m, with a volume of 4,670 m³. The recommended dredging interval is 7.9 months.   Abstrak. Penambangan sirtu dengan metode tambang terbuka memiliki potensi terjadinya genangan dikarenakan air hujan dan air limpasan yang masuk ke area penambangan. Kondisi ini dapat mengganggu kegiatan penambangan. Oleh karena itu, diperlukan perancangan sistem penyaliran tambang yang secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan intensitas curah hujan, luas daerah tangkapan hujan, debit air limpasan, merancang paritan, dan kolam pengendapan. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis distribusi frekuensi E.J. Gumbel, metode Mononobe, metode Rasional, perancangan paritan dan kolam pengendapan. Data yang digunakan berupa data curah hujan periode 2015 – 2024, peta topografi, peta tutupan lahan, dan peta kemiringan lereng. Hasil penelitian menunjukan intensitas curah huan sebesar 29,7 mm/jam pada catchment area luar IUP dan 27,7 mm/jam pada catchment area dalam IUP dengan curah hujan rencana sebesar 19,968 mm. Luas catchment area luar IUP sebesar 5,62 ha dengan debit limpasan 1.076 m3/jam, sedangkan catchment area dalam IUP sebesar 4,94 ha dengan debit limpasan 817 m3/jam. Sistem penyaliran yang dirancang terdiri dari tujuh segmen paritan dan kolam pengendapan dengn bentuk persegi panjang dengan dimensi 37,43 m x 24,95 m x 5 m dengan volume 4.670 m3. Hasil analisis interval pengerukan setiap 7,9 bulan.  
Evaluasi Tekanan Hidrostatik, ECD, BHCP, dan Tekanan Rekah Formasi sebagai Faktor Loss Circulation pada Sumur X Pad B Sukowati field Jawa Timur Bima Rizaldy; Yunus Ashari; Dono Guntoro
Bandung Conference Series: Mining Engineering 177 - 186
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v6i2.25676

Abstract

Abstract. This study evaluates hydrostatic pressure, equivalent circulating density (ECD), bottom hole circulating pressure (BHCP), and fracture pressure as controlling factors of lost circulation in Well X Pad B. The study used a quantitative descriptive method based on secondary drilling data, including mud log, mud weight, flowrate, rheology, well geometry, leak-off test information, and lithology. Pressure parameters were calculated along true vertical depth and interpreted using the drilling window concept. The results show that the well was generally drilled under overbalanced conditions; however, the margin between ECD/BHCP and fracture pressure became narrower in the deeper interval, particularly around 5,400-6,600 ftTVD. The critical interval is dominated by limestone and carbonate lithology interpreted as porous, fractured, vuggy, or brittle. Under this condition, annular pressure loss during circulation increases ECD and BHCP, allowing mud to enter fractures or secondary pores. The recommended control is to increase mud weight gradually to 14 ppg, reduce flowrate in critical intervals, and apply selective lost circulation material.   Abstrak. Penelitian ini mengevaluasi tekanan hidrostatik, equivalent circulating density (ECD), bottom hole circulating pressure (BHCP), dan tekanan rekah formasi sebagai faktor pengendali kejadian loss circulation pada Sumur X Pad B. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif berdasarkan data sekunder pengeboran, meliputi mud log, mud weight, flowrate, reologi lumpur, geometri sumur, data leak-off test, dan litologi. Parameter tekanan dihitung terhadap true vertical depth dan dianalisis menggunakan konsep drilling window. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumur secara umum berada dalam kondisi overbalance, tetapi margin antara ECD/BHCP terhadap tekanan rekah semakin menyempit pada interval bawah, terutama sekitar 5.400-6.600 ftTVD. Interval kritis tersebut didominasi litologi limestone dan karbonat yang ditafsirkan berpori, berekahan, vuggy, atau brittle. Pada kondisi tersebut, rugi tekanan annulus saat sirkulasi menaikkan ECD dan BHCP sehingga lumpur lebih mudah masuk ke rekahan atau pori sekunder. Pengendalian direkomendasikan melalui kenaikan mud weight bertahap menjadi 14 ppg, penurunan flowrate pada interval kritis, dan penggunaan lost circulation material secara selektif.
Kajian Geometri Jalan terhadap Konsumsi Bahan Bakar pada Pengangkutan Andesit Irgi Ahmad Alfahreza; Iswandaru; Yunus Ashari
Bandung Conference Series: Mining Engineering 187 - 194
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v6i2.25913

Abstract

Abstract. The study was conducted at the Liunggunung Producers Cooperative, located in Liunggunung Village, Plered District, Purwakarta Regency, West Java Province, which holds a production operation permit for andesite mining. This research aimed to investigate the effect of haul road gradient on diesel fuel consumption by evaluating the actual haul road geometry, fuel consumption of haul trucks under both loaded and unloaded conditions, fuel consumption for each haul road segment, as well as the fuel ratio and fuel cost. The study utilized both primary and secondary data. Primary data included haul road geometry, equipment cycle time, working time, delay time, swell factor, fill factor, and actual fuel consumption, while secondary data comprised geological, topographical, rainfall, and equipment specification data. Data analysis was carried out by comparing the actual haul road conditions with the AASHTO standard to determine fuel consumption efficiency. The results indicated that the actual productivity of the loading equipment was 38.16 BCM/h, while the haul trucks achieved 35.11 BCM/h. Fuel consumption was recorded at 8.43 L/h for the loading equipment and 7.76 L/h for the haul trucks. After improving the haul road gradient and reducing the cycle time, haul truck productivity increased to 41.06 BCM/h, whereas fuel consumption decreased to 6.61 L/h. Furthermore, reducing the average haul road gradient from 15% to 12% lowered the fuel ratio from 0.22 to 0.16 L/BCM and reduced the monthly fuel cost from IDR 44,932,830 to IDR 38,216,349, demonstrating that haul road improvement significantly enhances operational efficiency and reduces fuel consumption. Abstrak. Penelitian dilakukan di Koperasi Produsen Liunggunung, Desa Liunggunung, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, yang memiliki izin operasi produksi batuan andesit. Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh kemiringan jalan angkut terhadap konsumsi bahan bakar solar, serta mengevaluasi geometri jalan angkut, konsumsi bahan bakar alat angkut pada kondisi bermuatan dan kosong, konsumsi bahan bakar setiap segmen jalan, fuel ratio, dan fuel cost. Data yang digunakan terdiri atas data primer (geometri jalan, waktu edar, waktu kerja, waktu hambatan, swell factor, fill factor, dan konsumsi bahan bakar aktual) serta data sekunder (geologi, topografi, curah hujan, dan spesifikasi alat). Analisis dilakukan melalui perbandingan kondisi aktual dengan standar AASHTO untuk memperoleh efisiensi penggunaan bahan bakar. Hasil penelitian menunjukkan produksi aktual alat muat sebesar 38,16 BCM/jam dan alat angkut 35,11 BCM/jam. Konsumsi bahan bakar alat muat mencapai 8,43 liter/jam, sedangkan alat angkut 7,76 liter/jam. Setelah perbaikan kemiringan jalan dan waktu edar, produksi alat angkut meningkat menjadi 41,06 BCM/jam, sementara konsumsi bahan bakar turun menjadi 6,61 liter/jam. Perbaikan kemiringan jalan dari 15% menjadi 12% juga menurunkan fuel ratio dari 0,22 menjadi 0,16 liter/BCM serta menekan fuel cost bulanan dari Rp44.932.830 menjadi Rp38.216.349.
Optimasi Waktu Change Shift Melalui HSCS di PT Bina Sarana Sukses Argya Hadzari; Yunus Ashari; Noor Fauzi Isniarno
Bandung Conference Series: Mining Engineering 195 - 202
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v6i2.26312

Abstract

Abstract. PT Bina Sarana Sukses (BSS), a coal mining contractor partnering with PT Manoor Bulatn Lestari, set an overburden production target of 4,800,000 BCM in July 2025, increased from 4,200,000 BCM in June 2025. To achieve this target, the company operated a two-shift system with 17 effective working hours per day. However, the change shift process caused production delays because the shift exchange point in the manpower area was located far from the operational pit. This study aimed to reduce delay time and improve production by implementing a Hot Seat Change Shift (HSCS) system at a new change shift location. The change shift process included traveling from the mess to the Transfer of Shift (TOS) area, fingerprint attendance, a five-minute safety briefing (P5M), waiting for the assigned unit, conducting a pre-start inspection (P2H), and operating the unit after safety confirmation. Before HSCS implementation, the average distance from the manpower area to the East Front was 2.20 km, requiring approximately 8.5 minutes for shift change. After implementation, the distance decreased to 1.79 km, reducing the change shift duration to 4.4 minutes. Monthly production improved from a loss of 30,174.26 BCM before implementation to a gain of 17,391.77 BCM, demonstrating that HSCS effectively minimized delays and enhanced operational productivity.   Abstrak. PT Bina Sarana Sukses (BSS) merupakan kontraktor pertambangan batubara yang bekerja sama dengan PT Manoor Bulatn Lestari. Pada Juli 2025, perusahaan menetapkan target produksi overburden sebesar 4.800.000 BCM, meningkat dari 4.200.000 BCM pada Juni 2025. Untuk mencapai target tersebut, perusahaan menerapkan sistem kerja dua shift dengan waktu kerja efektif 17 jam per hari. Namun, aktivitas pergantian shift menjadi salah satu penyebab keterlambatan produksi karena lokasi pergantian operator di area manpower berjarak cukup jauh dari area pit. Penelitian ini bertujuan mengurangi waktu keterlambatan dan meningkatkan produktivitas melalui penerapan sistem Hot Seat Change Shift (HSCS) pada lokasi pergantian shift yang baru. Aktivitas pergantian shift meliputi perjalanan dari mess menuju area Transfer of Shift (TOS), absensi sidik jari, pelaksanaan P5M, menunggu unit, pemeriksaan awal kendaraan (P2H), dan pengoperasian unit setelah dinyatakan aman. Sebelum penerapan HSCS, rata-rata jarak dari area manpower ke East Front mencapai 2,20 km dengan waktu pergantian shift sekitar 8,5 menit. Setelah penerapan HSCS, jarak berkurang menjadi 1,79 km dan waktu pergantian shift menjadi sekitar 4,4 menit. Produksi bulanan meningkat dari kehilangan 30.174,26 BCM menjadi tambahan produksi sebesar 17.391,77 BCM, sehingga HSCS terbukti efektif mengurangi keterlambatan dan meningkatkan produktivitas operasi.
Optimasi Rancangan Sequence Penambangan Batupasir untuk Pencapaian Target Produksi Achmed Alfarizi Gerard; Yunus Ashari; Sri Widayati
Bandung Conference Series: Mining Engineering 203 - 212
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v6i2.26316

Abstract

Abstract. Sand mining plays an important role in meeting the demand for construction materials and infrastructure development. Increased construction activity has led to a continuous rise in demand for sand, requiring mining companies to achieve their production targets on a sustainable basis. To meet these targets, well-structured mining planning is required to ensure that mining activities run according to plan. Open pit mining planning includes determining the stages of mining, planning mine progress, and controlling production. CV Bumi Pasir Makmur is one of the sandstone mining companies operating in West Java Province. Based on the mining business license, CV Bumi Pasir Makmur has an IUP area of 16.2 Ha located in Margaluyu Village, Leles District, Garut Regency, West Java Province. The study involved a detailed analysis of the geological model and resource estimation through geophysical methods i.e. geoelectricity, as well as the geotechnical aspects required for a stable slope. The design emphasized the creation of an effective sequence phase that would simplify operations and improve safety during mining activities. Close monitoring of production plans against actual performance is recommended to ensure continued alignment with established objectives. Based on the results of data analysis, sandstone mining activities on a 16.2 hectare area at CV Bumi Pasir Makmur identified proven reserves of 1,979,875.00 BCM of sandstone. The study targets an annual production rate of 395,975.00 BCM, projecting a total operational life of 5 years for the mining site. Abstrak. Kegiatan penambangan batupasir memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan material konstruksi dan pembangunan infrastruktur. Peningkatan aktivitas pembangunan menyebabkan permintaan batupasir terus meningkat sehingga perusahaan tambang dituntut untuk mencapai target produksi secara berkelanjutan. Untuk memenuhi target tersebut, diperlukan perencanaan tambang yang tersusun dengan baik agar kegiatan penambangan berjalan sesuai rencana. Perencanaan tambang terbuka meliputi penentuan tahapan penambangan, perencanaan kemajuan tambang, dan pengendalian produksi. CV Bumi Pasir Makmur merupakan salah satu perusahaan tambang batupasir yang beroperasi di Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan izin usaha pertambangan CV Bumi Pasir Makmur memiliki luas IUP 16,2 Ha yang berada di Desa Margaluyu, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini melibatkan analisis rinci model geologi dan estimasi sumber daya melalui metode geofisika yaitu geolistrik, serta aspek geoteknik yang diperlukan untuk lereng yang stabil. Rancangan tersebut menekankan pada perancangan mine sequence yang efektif yang akan menyederhanakan operasi dan meningkatkan keselamatan selama kegiatan penambangan. Pemantauan yang ketat terhadap rencana produksi terhadap kinerja aktual direkomendasikan untuk memastikan keselarasan yang berkelanjutan dengan tujuan yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil analisis data, kegiatan penambangan batupasir pada area seluas 16,2 hektar di CV Bumi Pasir Makmur mengidentifikasi adanya cadangan sebesar 1.979.875,00 BCM batupasir. Penelitian ini menargetkan tingkat produksi tahunan sebesar 395.975,00 BCM, memproyeksikan total umur operasional selama 5 tahun untuk lokasi penambangan.