cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcspr@unisba.ac.id
Phone
+6285723033508
Journal Mail Official
bcspr@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Public Relations
ISSN : -     EISSN : 28282167     DOI : https://doi.org/10.29313/bcspr.v2i2
Bandung Conference Series: Public Relations (BCSPR) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Public Relations dengan ruang lingkup Strategi Promosi, Brand, Citra, Corporate Social Responbility, Digital Public Relations, Diplomasi Publik, Dramaturgi, Hoax, Humas International, Informasi, Kampanye Public Relations, Transaksi, Krisis, Kinerja, Komunikasi Persuasi, Konseling, Konten, Kredibilitas, Kualitas Pelayanan, Literasi, Media Online, Media Sosial, Membangun Kepercayaan, Minat beli, Motif, Pelayanan, Pemberitaan, Peran Sosial, Perspektif, Pola Komunikasi Perusahaan, Profesionalisme, Publikasi, Rebranding, rebranding, Sikap, Special Event, Strategi media relations, Publikasi, Teknologi Informasi, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 464 Documents
Hubungan Kredibilitas yang Ditunjukkan Profil dengan Kebutuhan Informasi Pelayanan Publik di Kabupaten Sumedang Agung Firdaus; Raditya Pratama Putra
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.10445

Abstract

Abstract. Social media in the digitalization era is used as a tool for information transactions, both personal and public. In contrast to conventional media such as newspapers, information conveyed through social media is usually shared in the form of content. Therefore, the strategy in content production must be appropriate so that information can be received effectively by the audience.The Office of Communication and Informatics, Coding and Statistics (Diskominfosanditik) of the Sumedang district carried out its duties to convey information through the social media Instagram (@humassumedang) and succeeded in getting awards in the field of social media and public service. For this reason, this study aims to determine the relationship between Instagram content and the information needs of public services aimed at followers of the Instagram account @humassumedang. This study uses a quantitative method with a correlational approach study. The population of this research is the followers of the Instagram account @humassumedang with a sample of 100 people based on calculations using the Slovin formula and the sampling technique using purposive sampling. Data collection in this study was primary data using a questionnaire which was disseminated online to the sample criteria set by the researcher. The theory used in this research is Social Information Processing Theory. Researchers conducted data analysis by Spearman rank correlation, analysis. Abstrak. Media sosial di era digitalisasi digunakan sebagai alat transaksi informasi, baik bersifat personal ataupun publik. Berbeda dengan media konvensional seperti surat kabar, informasi yang disampaikan melalui media sosial biasanya dibagikan dalam bentuk konten. Maka dari itu, strategi dalam produksi konten harus tepat agar informasi dapat secara efektif diterima oleh audiens. Dinas Komunikasi dan Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosanditik) kabupaten Sumedang menjalankan tugasnya untuk menyampaikan informasi melalui media sosial instagram (@humassumedang) dan berhasil mendapatkan penghargaan dalam bidang media sosial dan juga pelayanan publik. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konten instagram dengan kebutuhan informasi pelayanan publik yang ditujukan pada followers akun instagram @humassumedang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan studi pendekatan korelasional. Populasi dari penelitian ini adalah followers akun instagram @humassumedang sebanyak 12.166 dengan sampel yang didapat yaitu 100 orang berdasarkan perhitungan menggunakan rumus Slovin dan teknik penarikan sampel menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini adalah data primer dengan menggunakan angket yang disebarkan secara online kepada kriteria sampel yang telah ditetapkan peneliti. Adapun teori yang digunakan pada penelitian ini adalah Social Information Processing . Peneliti melakukan analisis data dengan pengujian hipotesis korelasi rank spearman.
Pola Komunikasi Interpersonal Orang Tua terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini Sylvi; Santi Indra Astuti
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.10462

Abstract

Abstract. This study aims to determine the pattern of interpersonal communication between parents and early childhood in Cimenyan State Kindergarten in supporting cognitive development. Children at an early age level (kindergarten) need guidance to help physical and spiritual growth and development so that children have the preparation to enter primary school. The discussion of this research focuses on parents' interpersonal communication patterns on cognitive development of early childhood, therefore researchers want to know more deeply about how parents' interpersonal communication patterns on children's cognitive development (kindergarten) with aspects of communication patterns. This study uses qualitative research methods, with data collection techniques of interviews and observations to parents, teachers and students of Cimenyan State Kindergarten as research subjects. Data were analyzed using data reduction analysis techniques, data presentation and conclusion drawing, as well as triangulation for data validity. The results of the study Interpersonal communication that exists between parents and early childhood at TK Negeri Cimenyan is going well, but parents as the main educators and those who have the most time with children are still not aware of factors that can hinder communication and child development. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi interpersonal antara orang tua dan anak usia dini di TK Negeri Cimenyan dalam menunjang perkembangan kognitif. Anak pada jenjang usia dini (TK) memerlukan pembinaan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki persiapan untuk memasuki sekolah dasar. Pembahasan penelitian ini berfokus pada pola komunikasi interpersonal orang tua terhadap perkembangan kognitif anak usia dini, maka dari itu peneliti ingin mengetahui lebih dalam lagi mengenai bagaimana pola komunikasi interpersonal orang tua terhadap perkembangan kognitif anak (TK) dengan aspek-aspek pola komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan Teknik pengumpulan data wawancara dan observasi kepada orang tua, guru dan siswa TK Negeri Cimenyan sebagai subjek penelitian. Data dianalisa dengan menggunakan Teknik analisis reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, serta triangulasi untuk keabsahan data. Hasil dari penelitian Komunikasi interpersonal yang terjalin antara orang tua dan anak usia dini TK Negeri Cimenyan berjalan dengan baik namun orang tua sebagai pendidik utama dan pihak yang paling banyak memiliki waktu bersama anak masih belum menyadari faktor yang dapat menghambat komunikasi dan perkembangan anak.
Karakterisasi Tokoh Riddler pada Film The Batman 2022 Argya Fauzan; Askurifa'i Baksin
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.10517

Abstract

Abstract. This research aims to analyze the characterization of the Riddler in “The Batman 2022” movie using the semiotic approach of Ferdinand de Saussure within the context of characterization theory. The reason for the researcher to investigate the character of the Riddler in The Batman 2022 lies in the uniqueness of Riddler as an antihero who employs intricate puzzles and a series of complex intellectual games when confronting Batman. The movie introduces Riddler as a central character with complex and mysterious character element. The research employs a qualitative descriptive method. The focus of the research is on the characterization of the Riddler as portrayed in the 3D character visual dimension within the movie. The research has two main objectives. firstly, it aims to explore the character of Riddler in the “The Batman 2022” movie as expressed through the three dimensional (3D) character representation. Secondly, the research seeks to identify the visual signs of the 3D character Riddler as a means of reflecting and communicating the character’s traits. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakterisasi Riddler dalam film The Batman 2022 menggunakan pendekatan analisis semiotika Ferdinand de Saussure dalam konteks teori karakterisasi. Alasan peneliti melakukan penelitian terhadap karakter Riddler pada film The Batman 2022 karena keunikan Riddler sebagai antihero yang menggunakan teka-teki dan serangkaian permainan intelektual yang rumit dalam menghadapi Batman. Film ini menciptakan sebuah naratif yang memperkenalkan Riddler sebagai karakter sentral dengan elemen-elemen karakter yang kompleks dan misterius. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini berfokus pada karakterisasi Riddler yang diwujudkan dalam bentuk visual 3D karakter dalam film. Tujuan penelitian ini adalah untuk pertama, mengeksplorasi karakter Riddler dalam film “The Batman 2022” yang diungkapkan melalui dimensi tiga karakter (3D karakter). Kedua, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tanda-tanda visual 3D karakter Riddler dalam rangka merefleksikan dan mengkomunikasikan perwatakan karakter tersebut.
Komunikasi antar Budaya Mahasiswa Indonesia di Korea Selatan: Studi Fenomenologi tentang Komunikasi antar Budaya Mahasiswa Indonesia dalam Program Beasiswa Pemerintah Korea “Global Korea Scholarship” Lulu Nabila; Erik Setiawan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.10598

Abstract

Abstract. Getting an academic degree at a top university is a dream of a student. When a person decides to continue his or her education, he or she will look for a place of education that he or she thinks is superior. International studies are in demand among students because they can get new educational and teaching experiences and one of them can be obtained with a scholarship program. When someone gets an international study scholarship, this requires that person to adapt to a new cultural environment and carry out an intercultural communication. The purpose of this study is to find out how intercultural communication is carried out by Indonesian students in South Korea. The method used in this research is qualitative with a phenomenological approach with a constructivist paradigm. The theory used is Gudykunst and Kim's intercultural communication theory which means interpersonal interactions that occur with different cultural backgrounds. Following interviews with participants, it was found that effective cross-cultural communication is facilitated by several factors, including active participation in social activities, conducting research to learn about the host country, respecting cultural norms and others' rights, the presence of supportive facilities such as language schools provided by scholarship programs, and active involvement in campus activities. Abstrak. Mendapatkan gelar akademik di suatu universitas unggulan merupakan sebuah cita-cita dari seorang mahasiswa. Ketika seseorang memutuskan untuk terus melanjutkan jenjang pendidikannya, maka dia akan mencari sebuah tempat pendidikan yang menurutnya unggul. Studi internasional diminati oleh para kalangan mahasiswa karena mereka bisa mendapatkan pengalaman pendidikan dan pengajaran yang baru dan salah satunya bisa didapatkan dengan program beasiswa. Ketika seseorang mendapatkan beasiswa studi internasional, hal ini mengharuskan seseorang tersebut untuk beradaptasi dengan lingkungan budaya baru serta melakukan sebuah komunikasi antar budaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana komunikasi antar budaya yang dilakukan oleh mahasiswa Indonesia di Korea Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan paradigma konstruktivis. Teori yang di pakai adalah teori komunikasi antar budaya Gudykunst and Kim yang berarti interaksi antarpribadi yang terjadi dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda. Setelah melakukan wawancara dengan narasumber, hasil yang didapatkan ialah komunikasi antar budaya yang dilakukan dapat berjalan dengan efektif didorong oleh beberapa faktor diantaranya ialah dengan aktif berkegiatan sosial, melakukan riset untuk mencari tahu mengenai negara yang dituju, menghormati budaya dan hak orang lain, adanya fasilitas pendukung yakni sekolah Bahasa yang disediakan oleh program beasiswa serta aktif berkegiatan di kampus.
Komunikasi Interpersonal Jarak Jauh Orang Tua dan Anak dalam Menjaga Keharmonisan Rapli DegaSurya Pratama; Oji Kurniadi
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.10626

Abstract

Abstract. Communication is an integral element of human life because it is the foundation for all human relationships. The process of communication, whether verbal (language) or nonverbal (symbols, images, etc.), is the key to creating social interaction. Communication between friends and parents is definitely different and every child and parent wants to be close to one another, even all the time. However, from the fact that the relationship between parents and children experiences a long-distance relationship due to differences in place of residence, the child must migrate to another area to continue his studies. The absence of parents at any time and at any time will cause problems due to a lack of supervision from parents, because very little time to meet makes children freely do whatever they want without parental supervision. Like wise the communication that occurred with students who migrated to Bandung from Belitung who lived in the Asrama Gunung Tajam Belitung, some of them communicated with their parents, some of them communicated effectively with their parents but some did not communicate effectively with their parents. This ineffective communication is because they are busy with their lectures, they have a lot of assignments and due to social factors, they often go out or hang out with their friends so they don't have time to communicate with their parents. The method used in this research is a qualitative type. The nature of this research is descriptive qualitative which aims to conduct discourse analysis on communication patterns and long-distance barriers between parents and children in increasing harmony at the Mount Tajam Belitung Student Dormitory and the data collection methods that the authors use in this study are interviews, observation, and documentation. The results of this research are: there are differences in students who live in the Asrama Mahasiswa Gunung Tajam Belitung, some are successful and some are not when communicating long distances with their parents. Abstrak. Komunikasi ialah unsur yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia karena menjadi landasan bagi semua hubungan antar manusiaProses komunikasi, baik secara lisan (bahasa) ataupun nonverbal (simbol, gambaran, dan yang lainnya), menjadi kunci terciptanya interaksi sosial. Komunikasi yang dilakukan antara teman dan orang tua sudah pasti berbeda dan setiap anak dengan orang tua menghendaki kedekatannya antara satu sama lain, bahkan kalau bisa setiap saat. Namun dari kenyataan yang terjadi hubungan antara orang tua dengan anak mengalami hubungan jarak jauh karena perbedaan tempat tinggal, sang anak harus merantau di daerah lain untuk melanjutkan studi. Ketidak hadiran orang tua setiap saat dan setiap waktu akan menyebabkan permasalahan karena kurangnya pengawasan dari orang tua, karena waktu bertemu sangat sedikit membuat anak dengan leluasa melakukan apa saja yang mereka inginkan tanpa pengawasan orang tua. Begitu pula komunikasi yang terjadi pada mahasiswa yang merantau di Bandung dari Belitung yang tinggal di Asrama Mahasiswa Gunung Tajam ada yang berkomunikasi dengan orang tuanya, yang berkomunikasi secara efektif dengan orang tuanya namun ada pula yang tidak berkomunikasi secara efektif dengan orang tuanya. Komunikasi kurang efektif ini dikarenakan mereka sibuk dengan perkuliahan mereka yang banyak tugas dan dikarenakan faktor pergaulan, sering jalan-jalan atau kumpul-kumpul dengan teman-teman mereka sehingga tidak sempat untuk berkomunikasi dengan orang tua mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan jenis kualitatif. Adapun sifat penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk melakukan analisis wacana atas pola komunikasi dan hambatan jarak jauh antara orang tua dan anak dalam meningkatkan keharmonisan di Asrama Mahasiswa Gunung Tajam Belitung dan metode pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: terdapat perbedaan pada mahasiswa penghuni asrama gunung tajam Belitung ada yang sukses dan ada yang tidak ketika berkomunikasi jarak jauh dengan orang tuanya
Peranan Komunitas dalam Mengkapanyekan Olahraga Poundfit pada Masyarakat Adila Soraya; Ike Junita Triwardhani
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.10634

Abstract

Abstract. This research examines the role of communities in promoting Poundfit fitness in society. Poundfit is a type of fitness that combines elements of martial arts with dance movements and rhythms performed together with drumsticks as musical instruments. The aim of this research is to understand how communities can play a central role in promoting Poundfit among the public. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The research method employed is qualitative with a case study approach. The theoretical frameworks used are New Media Theory and the Componential Model of Campaigns.The findings reveal that the Bandung Poundfit Community is an event held for the first time in Saparua on a monthly basis. The community also provides free equipment rental as a promotional strategy to introduce Poundfit to the public. The use of social media, especially Instagram and TikTok, serves as a means in the campaign efforts of the Bandung Poundfit Community. Consequently, the community delivers information in an integrated manner, ensuring that the messages conveyed remain reliable to the public. Abstrak. Penelitian ini mengkaji peranan komunitas dalam mengkampanyekan olah raga Poundfit pada masyarakat. Poundfit adalah jenis kebugaran yang menggabungkan elemen-elemen seni bela diri dengan gerakan-gerakan tarian dan ritme yang dijalankan bersama-sama dengan stik alat musik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunitas dapat berperan sebagai tujuan utama dalam mempromosikan Poundfit di kalangan masyarakat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teori yang digunakan yaitu Teori Media Baru dan Model Komponensial Kampanye. Hasil penelitian ini yaitu Bandung Poundfit Community merupakan sebuah event yang pertama kali di Saparua dengan jangka waktu sebulan sekali, lalu komunitas ini menyewakan alat secara gratis sebagai strategi promosi untuk memperkenalkan Poundfit kepada masyarakat, Penggunaan media sosial, khususnya Instagram dan TikTok, menjadi sarana dalam upaya kampanye Bandung Poundfit Community, dengan demikian Bandung Poundfit Community menyampaikan informasi dengan cara yang terintegrasi dan memastikan bahwa pesan yang disampaikan tetap dapat diandalkan oleh masyarakat.
Representasi Komunikasi Keluarga dalam Film “Ngeri-Ngeri Sedap” : (Analisis Semiotika Roland Barthes dalam Film “Ngeri-Ngeri Sedap) Naufal Daffa Ramadhan Desiantoro; Oji Kurniadi
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.10666

Abstract

Abstract. The impact provided by the family is very large and important in the development of human life, one example is that family communication creates a big picture in their children when they grow up. The place where humans can learn to communicate for the first time is when communicating with family. The impact given by the family is very large and important in the development of human life, one example is that family communication creates a big picture of their children when they grow up. Movies with family themes are one of the media in modern mass communication. In this research, the movie "Ngeri-ngeri Sedap", which has a Comedy-Drama movie genre, will be the focus for study. This film was aired on the Indonesian big screen on June 2, 2022, and was directed by Bene Dion Rajagukguk. This research uses a qualitative research method with a Roland Barthes semiotic analysis approach with 3 stages in it, namely, denotative, and connotative, and myth. After being analyzed using the meaning of denotation, connotation and myth in depth, the results of the research can be concluded that the communication that occurs in the family should be well established because with good family communication can produce a positive impact on family members themselves. Family communication that is established without negative attitudes such as selfishness, stubbornness, and superiority can have a positive impact on family members themselves. Abstrak. Dampak yang diberikan oleh keluarga sangatlah besar dan penting dalam perkembangan hidup manusia, salah satu contohnya yaitu komunikasi keluarga menciptakan gambaran besar pada anak mereka ketika nanti beranjak dewasa. Tempat manusia bisa belajar melakukan komunikasi untuk pertama kalinya yaitu pada saat berkomunikasi dengan keluarga. Dampak yang diberikan oleh keluarga sangatlah besar dan penting dalam perkembangan hidup manusia, salah satu contohnya yaitu komunikasi keluarga menciptakan gambaran besar pada anak mereka ketika nanti beranjak dewasa. Film dengan tema keluarga menjadi salah satu media dalam komunikasi massa modern. Pada penelitian ini, film “Ngeri-ngeri Sedap” yang memiliki genre film Komedi-Drama akan menjadi tumpuan untuk dikaji. Film ini ditayangkan di layar lebar Indonesia pada tanggal 2 Juni 2022, dan disutradarai oleh Bene Dion Rajagukguk. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes dengan 3 tahapan di dalamnya yaitu, denotatif, dan konotatif, serta mitos. Setelah dianalisis menggunakan 3 makna tersebut secara mendalam, maka hasil penelitan dapat disimpulkan yaitu bahwa komunikasi yang terjadi pada keluarga seharusnya dijalin dengan baik karena dengan adanya komunikasi keluarga yang baik dapat menghasilkan dampak positif kepada anggota keluarga itu sendiri. Komunikasi keluarga yang dijalin tanpa adanya sikap negatif seperti sifat egois, keras kepala, bersikap superior dapat membuat hubungan antar anggota keluarga semakin erat. Adanya tuntutan dari orang tua kepada anak membuat seorang anak menjadi merasa tertekan karena jika anak tersebut tidak mampu untuk mengabulkan keinginan orang tuanya, akan memunculkan konflik yang mengakibatkan berkurangnya hubungan antara orang tua dan anak. Sikap pengasuhan yang diberikan oleh orang tua akan menjadi cerminan pada anaknya saat dewasa kelak.
Representasi Budaya dan Unsur Mistis dalam film Incantation Muhammad Hasan Muzaki; Askurifai Baksin
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.10672

Abstract

Abstract. This study discusses the meaning and elements of culture and mysticism in the film Incantation, in which the content of this research is the result of observations regarding cultural and mystical elements. Inspired by real events in Taiwan in 2005, the film Incantation tells the story of Li Ronan, a mother who tries to protect her daughter from a curse. The curse came from Ronan who was cursed 6 years ago due to violating a taboo against a belief. The research method used is the Qualitative Research Method, with Roland Barthes' Semiotics approach as a model and the Constructivism Paradigm as a reference for this research. The results of this study indicate that there are denotative, connotative, and mythical meanings in terms of cultural and mystical elements in the film Incantation. In the end, it needs to be realized that culture is still closely related to mystical things, especially in traditional social life, with this researchers can better understand the sacredness of culture. Abstrak. Penelitian ini membahas tentang makna dan unsur budaya dan mistik dalam film Incantation, yang di mana isi dari penelitian ini merupakan hasil observasi mengenai unsur budaya dan mistik. Terinspirasi dari kejadian nyata di Taiwan pada tahun 2005, film Incantation bercerita tentang Li Ronan, seorang ibu yang berusaha melindungi anak perempuannya dari kutukan. Kutukan tersebut berasal dari Ronan yang pada 6 tahun lalu dikutuk akibat melanggar hal yang tabu terhadap suatu kepercayaan. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Penelitian Kualitatif, dengan pendekatan Semiotika Roland Barthes sebagai model serta Paradigma Konstruktivisme sebagai acuan dari penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat makna denotasi, konotasi, dan mitos yang ditinjau dari unsur budaya dan mistik pada film Incantation. Pada akhirnya perlu disadari bahwa budaya masih lekat kaitannya dengan hal mistis khususnya pada kehidupan bermasyarakat tradisional, dengan ini peneliti dapat lebih memahami sakralitas budaya..
Komunikasi dan Penyesuaian Diri pada Mahasiswa Cianjur di Tahun Pertama Perkuliahan Chairun Trianisa Anwar; Maman Chatamallah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.10740

Abstract

Abstract. Humans need communication to adapt to their surrounding environment for the sake of survival. Entering college, every student will definitely make adjustments. This is due to differences in factors from high school transitioning to higher education. In the process of adjustment, first year students experience various kinds of changes that occur both academically and socially, with the changes that occur, problems arise that are experienced by first year students. This research aims to understand and describe the relationship between communication and adjustment in first year students class of 2020 in Cianjur Regency, which was conducted on 10 Cianjur students from various different universities. The data collection method used in this research is a qualitative method, using a research instrument technique in the form of a questionnaire. From the research that has been carried out, the results show that Cianjur students in their first year experience difficulties in adjusting to the level of study. There are several factors that differentiate between high school and tertiary institutions both in academic and non-academic terms. These new Cianjur students have their own way of adapting. Suggestions that can be made are that new students are able to adapt to the environment and all procedures in undergoing lectures and remain open-minded and positive about the changes they experience in the academic transfer transition. The results of the research state that differences in lecturers' teaching methods can be done by following lectures as best as possible. To overcome differences in assignments, this is by preparing a study schedule and discussing it with the study group. In terms of differences in character, friendship can be made by having an open and positive mind. And finally, the survey results state that the way to adapt to differences in university regulations is by obeying and following all campus regulations and not abandoning the obligation to worship and praying a lot, which is also accompanied by continuing to try to adapt. Abstrak. Manusia membutuhkan komunikasi dalam menyesuaikan diri dilingkungan sekitar demi pertahanan kelangsungan hidupnya. Memasuki perguruan tinggi setiap mahasiswa pasti akan melakukan penyesuaian diri. Ini disebabkan karena adanya faktor perbedaan dari Sekolah Menengah Atas yang bertransisi ke Perguruan Tinggi. Dalam proses penyesuaian diri, mahasiswa tahun pertama mengalami berbagai macam perubahan yang terjadi baik secara akademik maupun sosial, dengan perubahan yang terjadi muncul masalah-masalah yang dialami oleh mahasiswa tahun pertama. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan hubungan komunikasi dan penyesuaian diri pada mahasiswa tahun pertama angkatan 2020 di Kabupaten Cianjur, yang dilakukan pada 10 mahasiswa Cianjur dari berbagai Universitas yang berbeda. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif, dengan menggunakan teknik instrumen penelitian berupa kuesioner. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa Mahasiswa Cianjur di tahun pertama mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri ke jenjang perkuliahan. Adanya beberapa faktor yang membedakan antara Sekolah Menengah Atas dengan perguruan tinggi baik dalam hal akademik maupun non-akademik, Mahasiswa baru Cianjur ini, memiliki caranya masing-masing untuk menyesuaikan diri. Saran yang dapat dilakukan yaitu dengan cara mahasiswa baru mampu beradaptasi dengan lingkungan maupun seluruh prosedural dalam menjalani perkuliah dan tetap berpikir terbuka juga positif terhadap perubahan yang mereka alami dalam transasi perpindahan akademik. Hasil dari penelitian menyatakan dalam hal perbedaan cara mengajar dosen dapat dilakukan dengan cara mengikuti perkuliahan sebaik mungkin. Untuk mengatasi perbedaan pengerjaan tugas yaitu dengan cara menyusun jadwal belajar dan berdiskusi dengan kelompok belajar. Dalam hal perbedaan karakter pertemanan dapat dilakukan dengan cara memiliki pikiran yang terbuka dan positif. Dan yang terakhir hasil survei menyatakan cara untuk menyesuaikan diri dalam perbedaan peraturan Universitas yaitu dengan cara menaati dan mengikuti semua peraturan kampus serta tidak meninggalkan kewajiban beribadah dan banyak berdo’a yang juga di iringi dengan terus berusaha melakukan penyesuaian diri.
Aktivitas Bagian Social Media Specialist dalam Mengelola Konten di Media Sosial @halobandung Nadya Putri Arini; Raditya Pratama Putra
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.10751

Abstract

Abstract. Social media is one of the media that is widely used by people to exchange messages or information, interact, and is even embedded in the things that people do today. Moreover, the many easy-to-use features make social media very effective and efficient in spreading messages or information quickly. Many companies need social media specialists for their social media, one of which is the Bandung City Prokopim Section. Therefore, the problem in this research is: What are the activities of social media specialists in managing content on Instagram @halobandung. Researchers use a constructivist paradigm with qualitative research methods and a case study approach. The data collection techniques used in this research are interviews, observation and documentation. The results of this research are that the activities carried out by social media specialists help facilitate the management of the content produced, this will have an impact on the image of the Bandung City government. Abstrak. Media sosial merupakan salah satu media yang banyak digunakan masyarakat dalam bertukar pesan atau informasi, berinteraksi, bahkan sudah melekat pada hal-hal yang dikerjakan oleh masyarakat saat ini. Terlebih lagi dengan banyaknya fitur-fitur yang mudah digunakan membuat media sosial menjadi sangat efektif dan efisian dalam penyebaran pesan atau informasi secara cepat. Banyak perusahaan yang membutuhan social media specialist untuk media sosialnya, salah satunya ialah Bagian Prokopim Kota Bandung. Oleh karena itu, permasalahan dalam penelitian ini yakni : Bagaimana aktivitas social media specialist dalam mengelola konten di Instagram @halobandung. Peneliti menggunakan paradigma konstruktivis dengan metode penelitian kualitatif dan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah aktivitas yang dilakukan oleh social media specialist membantu mempermudah pengelolaan konten yang diproduksi, hal ini nantinya berdampak pada citra pemerintahan Kota Bandung.