cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcspr@unisba.ac.id
Phone
+6285723033508
Journal Mail Official
bcspr@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Public Relations
ISSN : -     EISSN : 28282167     DOI : https://doi.org/10.29313/bcspr.v2i2
Bandung Conference Series: Public Relations (BCSPR) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Public Relations dengan ruang lingkup Strategi Promosi, Brand, Citra, Corporate Social Responbility, Digital Public Relations, Diplomasi Publik, Dramaturgi, Hoax, Humas International, Informasi, Kampanye Public Relations, Transaksi, Krisis, Kinerja, Komunikasi Persuasi, Konseling, Konten, Kredibilitas, Kualitas Pelayanan, Literasi, Media Online, Media Sosial, Membangun Kepercayaan, Minat beli, Motif, Pelayanan, Pemberitaan, Peran Sosial, Perspektif, Pola Komunikasi Perusahaan, Profesionalisme, Publikasi, Rebranding, rebranding, Sikap, Special Event, Strategi media relations, Publikasi, Teknologi Informasi, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 464 Documents
Culture Shock Mahasiswa Indonesia dalam Studi di Luar Negeri Adinda Annisa Zahra; Tia Muthiah Umar
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.11538

Abstract

Abstract. As we already know, Culture Shock is something that can be said to be a habit when going through a process of cultural adaptation to a new environment, one of which is abroad. In accordance with the research that I will research, it is entitled "Culture Shock for Indonesian Students in Studying Abroad (Phenomenological Study of Indonesian Students in Perth, Australia)". The aim of this research is to find out what preparations, processes, obstacles and solutions Indonesian students face when adapting so that culture shock can occur. The researcher intends to examine in more depth how Indonesian students deal with Culture Shock. This research uses qualitative research with a phenomenological study approach, constructivism paradigm, and data collection by observation, interviews, and documentation. The results of this research show that each migrant student has their own way of adapting. In the process of cultural adaptation, opening themselves to the surrounding environment, following the existing norms of Perth society. Furthermore, this research uses source triangulation as a technique for testing the validity of the data. This research describes the Culture Shock experienced by Indonesian students abroad, specifically in Perth, Australia. In the process of cultural adaptation, Indonesian students will certainly encounter cultural differences. By going through a process that is appropriate to cultural adaptation, each student will feel comfortable in their new environment. When adapting to culture, every student will definitely experience culture shock and obstacles when facing the cultural adaptation process. Environmental factors can influence the student's adaptation process. Language differences are usually still a major obstacle when students are in the process of adjusting to a new culture. Abstrak. Seperti yang sudah kita ketahui Culture Shock adalah hal yang dapat di katakan sebagai kebiasaan saat sedang melalui proses adaptasi budaya dengan lingkungan baru salah satunya di Luar Negeri. Sesuai dengan penelitian yang akan saya teliti ini berjudul “Culture Shock Mahasiswa Indonesia dalam studi di luar negeri (Studi Fenomenologi pada mahasiswa indonesia di Perth Australia)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persiapan, proses, hambatan dan solusi apa yang di hadapai oleh mahasiswa Indonesia saat ber-adaptasi sehingga dapat terjadinya culture shock. Peneliti bermaksud untuk mengkaji lebih dalam akan bagaimana mahasiswa Indonesia dalam menghadapi Culture Shock. Penelitian ini menggunakan penelitian kuliatatif dengan pendekatan studi fenomenologi, paradigma konstruktivisme, serta pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa setiap mahasiswa pendatang memiliki caranya masing-masing saat melakukan adaptasi Dalam proses adaptasi budaya, membuka diri dengan lingkungan sekitar, mengikuti norma yang ada dengan masyarakat Perth.Selanjutnya penelitian ini menggunakan tringgulasi sumber sebagai Teknik uji keabsahan data. Penelitian ini memaparkan Culture Shock yang dialami oleh mahasiswa Indonesia di luar Negeri tepatnya di Perth Australia. Dalam proses adaptasi budaya, mahasiswa Indonesia tentu akan menemukan perbedaan-perbedaan budaya. Dengan melewati proses yang sesuai dengan adaptasi budaya, nantinya setiap mahasiswa akan merasakan kenyamanan terhadap lingkungan barunya. Saat melakukan adaptasi budaya, setiap mahasiswa pasti memiliki culture shock dan hambatan ketika sedang menghadapi proses adaptasi budaya tersebut. Faktor lingkungan bisa mempengaruhi proses adaptasi pada mahasiswa tersebut. Perbedaan bahasa biasanya masih menjadi kendala utama ketika mahasiswa sedang melakukan proses penyesuian dengan budaya baru.
Komunikasi Bisnis Barang Bekas di Media Sosial Instagram Naufal Ikhsan Nurrokhman; Yulianti
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.11571

Abstract

Abstract. Social media is used as a tool to provide information and as time goes by, many Indonesians are using social media, one of which is the Instagram application. The Instagram application is currently very popular and popular among all levels of society. The online shop @beezweakz uses Instagram as a medium. The phenomenon of online shops that use Instagram, namely Beezweakz, which has an Instagram social media account called @beezweakz, is a company from Bandung that operates in the used goods sector and uses Instagram social media as a business tool. The purpose of this research is to find out how to use social media fonts as a marketing tool by @beezweakz. To find out about content packaging created by @beezweakz. To find out why @beezweakz uses old school bands in their Instagram social media profiles. The researcher used a qualitative method with a case study approach, that is, he wanted to explore information in depth, especially the use of Instagram as a promotional medium. The data collection techniques used in this research used interviews, observation, literature study and documentation. The results of this research show that this font writing strategy is a good step in trying to position the brand in the eyes and minds of buyers, and differentiate used goods from competitors with the aim of providing more value to customers. The concept implemented by @beezweakz is in the form of an old school band in a profile to attract buyers, withstand competitive pressure, and improve its position in the market packaged with visual design. Abstrak. Media sosial digunakan sebagai alat untuk memberikan informasi dan seiring dengan perkembangan zaman, sudah banyak orang Indonesia yang menggunakan media sosial, salah satunya adalah aplikasi instagram. Aplikasi instagram saat ini sedang banyak digemari dan popular di seluruh kalangan masyarakat. Toko online @beezweakz memanfaatkan instagram sebagai media. Fenomena toko online yang menggunakan instagram yaitu Beezweakz yang memiliki akun media sosial instagram bernama @beezweakz merupakan perusahaan asal Bandung yang bergerak di bidang barang bekas dan menggunakan media sosial instagram sebagai sarana bisnis. Tujuan penelitian ini yaitu, untuk mengetahui memanfaatkan tulisan font sosial media sebagai alat pemasaran oleh @beezweakz. Untuk mengetahui pengemasan konten yang dibuat oleh @beezweakz. Untuk mengetahui mengapa @beezweakz menggunakan band jadul dalam profil media sosial instagram. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yaitu itu ingin menggali informasi secara mendalam khususnya pemanfaatan di instagram sebagai media promosi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, studi kepustakaan dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa Strategi tulisan font ini menjadi langkah yang baik berusaha untuk memposisikan brand di mata dan pikiran pembeli, dan membedakan barang bekas dari pesaing dengan tujuan untuk memberikan nilai lebih bagi pelanggan. Konsep yang dilakukan @beezweakz berupa band jadul dalam profil untuk menarik pembeli, menahan tekanan persaingan, dan memperbaiki posisinya di pasar yang dikemas dengan design visual.
Pemanfaatan Key Opinion Leader dalam Promosi Cupola.id Erik Febrian Widiyanto; Nova Yuliati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.11612

Abstract

Abstract. In the modern era like today, it is very important to do marketing, to do marketing there are many ways that can be done. One of the things that is currently busy is through a key opinion leader or commonly called KOL. Through KOL, it can also increase the closeness between companies and consumers in order to establish long-term relationships. In this case, the function and role of a PR or Public Relations is needed, because PR will be a bridge for companies and external parties, both consumers and KOLs. The role of PR and the use of KOL as a means of promotion has been widely carried out by various coffee shops, one of which is Cupola.id which is one of the coffe shops that has been established for a long time, namely since 2018 and can be called a pioneeer coffee shop in the city of Bandung. This study aims to determine Utilization of Social Media Key Opinion Leaders in Cupola.id Promotion. In this study, researchers used the theory of communication between persons. This type of research uses qualitative methods with case studies as a research approach, because researchers want to dig deeply, especially about the use of Key Opinion Leaders by Public Relations by utilizing Instagram social media. Data collection techniques are carried out in three ways, namely observation, interviews and written sources. Data reduction, data presentation, and data verification are used to perform data analysis techniques. To test the validity of the data in this study, a triangulation test was carried out. The object of research in this study is Public Relations and Head of Marketing from last Cupola.id for supporting speakers, namely three people who are Key Opinion Leaders. The results of this study show the use of social media as the main means of disseminating information and managing communication. Abstrak. Di era modern seperti sekarang ini penting sekali melakukan pemasaran, untuk melakukannpemasaran banyak sekali cara yang dapat dilakukan. Salah satu yang sedang ramai adalah melalui key opinion leader atau biasa disebut KOL. Melalui KOL juga dapat meningkatkan kedekatan antara perusahaan dan konsumen agar dapat menjalin relasi jangka panjang. Dalam hal ini dibutuhkanlah fungsi serta peran seorang PR atau Public Relations, karena PR lah yang akan menjadi jembatan bagi perusahaan dan pihak eksternal baik itu konsumen maupun KOL. Peran PR dan pemanfaatan KOL sebagai sarana promosi telah banyak dilakukan oleh berbagai coffee shop, salah satunya adalah Cupola.id yang merupakan salah satu coffe shop yang telah berdiri lama yaitu sejak 2018 dan bisa disebut sebagai pioneeer coffee shop di Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pemanfaatan Key Opinion Leader Dalam Promosi Cupola.id. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori komunikasi antarpersona. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus sebagai pendekatan penelitian, karena peneliti ingin menggali secara mendalam khususnya mengenai pemanfaatan Key Opinion Leader oleh Public Relations dengan memanfaatan media sosial Instagram. Teknik pengumpulan data diakukan dengan tiga cara yaitu observasi, wawancara dan sumber tertulis. Reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data digunakan untuk melakukan teknik analisis data. Untuk menguji keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan uji triangulasi. Objek penelitian dalam penelitian ini yaitu Public Relations dan Head Marketing dari Cupola.id lalu untuk narasumber pendukung yaitu tiga orang yang merupakan Key Opinion Leader. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya pemanfaatan media sosial sebagai sarana utama penyebaran informasi dan pengelolaan komunikasi.
Upacara Adat Nyangku sebagai Bentuk Perayaan Maulid Nabi Galuh Noval Firdaus; Hernawati, Riza
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.11641

Abstract

Abstract. The Nyangku Traditional Ceremony is a traditional ceremony that has been carried out since tradition by the people of Panjalu that was held at the end of the month of Rabiul Awal. This traditional ceremony aims to cleanse the heirloom with the aim of honoring the struggle of Prabu Borosngora as King of Panjalu in ancient times and the first person to be considered to have converted to Islam in Panjalu land. This traditional ceremony is also a form of maulid celebration of the prophet Muhammad SAW in honor of his birth. The purpose of this study was to find out the denotative, connotative, and mythical meanings of my traditional ceremonies. The research methodology used is a qualitative method with Roland Barthes' semiotic analysis approach. The data collection used is through observation, interviews, documentation, and library studies on journals, scripts, and other sources that are considered relevant.The results of this study in each adherent ceremonial procession contain denotative, connotative, and mythical meanings. The denotative meaning is described and clearly seen from every process that goes through with the aim of cleaning the heirloom, the connotative meaning is that this traditional ceremony exists and remains as a form of tribute to Prabu Borosngora's struggle and honor the birth of the Prophet Muhammad SAW, As well as the mythical significance contained in this traditional ceremony are present based on the beliefs of the local people. Abstrak. Upacara Adat Nyangku merupakan upacara adat yang sudah dilaksanakan sejak turun temurun oleh masyarakat Panjalu yang dilaksanakan pada penghujung bulan Rabiul Awal. Upacara adat ini bertujuan untuk membersihkan benda pusaka dengan tujuan untuk menghormati perjuangan Prabu Borosngora sebagai Raja Panjalu pada zaman dahulu dan orang pertama yang dianggap memeluk agama islam di tanah Panjalu. Upacara adat ini juga sekaligus sebagai bentuk perayaan maulid nabi Muhammad SAW untuk menghormati kelahiran beliau. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui makna denotatif, konotatif, serta makna mitos dari upacara adat nyangku. Metologi penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes. Pengumpulan data yang digunakan ialah melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta melakukan studi pustaka pad jurnal, skripsi, dan sumber lain yang dianggap relevan. Hasil penelitian ini dalam setiap prosesi upacara adatnya terkandung makna denotatif, konotatif, dan mitos. Makna denotatif nya tergambarkan dan terpampang jelas dari setiap proses yang dilalui dengan tujuan untuk membersihkan benda pusaka, makna konotatif nya ialah upacara adat nyangku ini ada dan tetap lestari sebagai bentuk penghormatan kepada perjuangan Prabu Borosngora dan menghormati kelahiran Rasulullah SAW, serta makna mitos yang terkandung dalam upacara adat ini hadir berdasarkan kepercayaan masyarakat setempat.
Pola Komunikasi Keluarga pada Hubungan Jarak Jauh Anak dengan Orang Tua Aisyah Nur Afifah; Atie Rachmiatie
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.11663

Abstract

Abstract. Family communication is an important aspect in the formation of behavior that will affect the attitude and growth of children because it contains elements of education. Nowadays, many parents are willing to separate from their children, so that their children get the best university in achieving their desired goals. This long-distance family communication often experiences obstacles. The purpose of this research is to find out the experience of communication in long-distance relationships between children and parents in maintaining family harmony and to find out how long-distance relationships can provide meaning in maintaining family communication. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach. The data collection methods used in this research are interviews and observations. The theory used is family relationship scheme theory. The findings of this study are that they conduct long-distance communication with parents to maintain harmony by conducting intense communication. The drivers of this communication are financial support, a sense of loss and longing, while the inhibiting motives are bad networks, and each other's busyness. Then the meaning obtained from this experience is to become more familiar, communication becomes more open, and more appreciative of the time when they are together. Abstrak. Komunikasi keluarga merupakan aspek penting dalam pembentukan perilaku yang akan mempengaruhi sikap dan pertumbuhan anak karena didalamnya mengandung unsur pendidikan. Saat ini banyak orang tua yang rela berpisah dengan anak, agar anak mendapatkan universitas yang terbaik dalam meraih cita-cita yang diinginkan. Komunikasi keluarga jarak jauh ini sering mengalami kendala. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman komunikasi dalam hubungan jarak jauh antara anak dengan orang tua dalam menjaga keharmonisan keluarga dan untuk mengetahui bagaimana hubungan jarak jauh dapat memberikan makna dalam menjaga komunikasi keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini wawancara dan observasi. Teori yang dipakai menggunakan teori skema hubungan keluarga. Temuan penelitian ini yaitu mereka melakukan komunikasi jarak jauh dengan orang tua untuk menjaga keharmonisan dengan melakukan komunikasi yang intens. Pendorong komunikasi ini yaitu dukungan finansial, rasa kehilangan dan kerinduan, Sedangkan motif penghambatnya yaitu jaringan yang buruk, dan kesibukan satu sama lain. Lalu makna yang didapat dari pengalaman ini yaitu menjadi lebih akrab komunikasi menjadi lebih terbuka, dan lebih menghargai waktu pada saat sedang bersama.
Hubungan antara Brand Ambassador dengan Minat Beli Masyarakat Muhammad Haris Munandar; Mochammad Rochim
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.11742

Abstract

Abstract. Shopee is the most popular online shopping platform in Taiwan and Southeast Asia. Shopee was first launched in 2005 in Singapore. In 2015, Shopee was first present in Indonesia. The purpose of this study is to examine and analyze: 1) The relationship between Ruben Onsu and Sarwendah as Shopee Brand Ambassadors on people's buying interest. 2) The relationship between visibility, credibility, attraction, and power of Ruben Onsu and Sarwendah as Shopee Brand Ambassadors to people's buying interest. .In this study, the author uses the correlation study method to study and analyze which will later benefit from his research. By using quantitative methods supported by using Spearman Rank theory as a foundation in reviewing hypotheses and subhypotheses, it is expected to make it easier for researchers to analyze the data that has been obtained. There is a uniqueness that will be explored regarding the use of Ruben Onsu and Sarwendah as Shopee Brand Ambassadors for people's buying interest. The results of this study show that there is a relationship between Ruben Onsu and Sarwendah as brand ambassadors of the Shopee online shopping application with people's buying interest in RT 01 and RT 05 RW 09 obtained 0.000 and α which is 0.05 with test criteria, namely reject H0 if the significance value (sig) < α so that 0.000 < 0.05 is rejected H0. Then based on the calculation results, the value of the correlation coefficient is 0.636. The correlation coefficient value of 0.636 shows a strong relationship between Ruben Onsu and Sarwendah as brand ambassadors of the Shopee online shopping application with people's buying interest. Abstrak. Shopee adalah platform belanja online paling populer di Taiwan dan Asia Tenggara. Shopee pertama kali diluncurkan pada tahun 2005 di Singapura. Ditahun 2015, Shopee pertama kali hadir di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini diantaranya adalah untuk mengkaji dan menganalisis: 1) Hubungan Ruben Onsu dan Sarwendah sebagai Brand Ambassador Shopee terhadap minat beli Masyarakat. 2) Hubungan visibility, credibility, attraction, dan power Ruben Onsu dan Sarwendah sebagai Brand Ambassador Shopee terhadap minat beli Masyarakat. Pada penelitian ini, penulis menggunakan metode studi korelasi untuk mengkaji dan menganalisis yang nantinya akan ditungkan kedalam penelitiannya. Dengan menggunakan metode kuantitatif didukung dengan menggunakan teori Rank Spearman sebagai landasan dalam mengkaji hipotesis dan subhipotesis, diharapkan dapat memudahkan peneliti dalam menganalisis data yang sudah didapatkan. Terdapat keunikan yang akan digali terkait penggunaan Ruben Onsu dan Sarwendah sebagai Brand Ambassador Shopee terhadap minat beli Masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, terdapat hubungan antara Ruben Onsu dan Sarwendah sebagai brand ambassador aplikasi belanja online Shopee dengan minat beli masyarakat di lingkungan RT 01 dan RT 05 RW 09 didapat 0.000 dan α yaitu 0.05 dengan kriteria uji yaitu tolak H0 jika nilai signifikansi (sig) < α sehingga 0.000 < 0.05 dinyatak tolak H0. Kemudian berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh nilai koefisien korelasi yakni sebesar 0.636. Nilai koefisien korelasi sebesar 0.636 menunjukan hubungan yang kuat antara Ruben Onsu dan Sarwendah sebagai brand ambassador aplikasi belanja online Shopee dengan minat beli Masyarakat
Representasi Kekerasan dalam Film The Big 4 Pratama, Dimas Sopian; Baksin, Askurifai
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.11937

Abstract

Abstract. In the era of the growth of the entertainment industry, the representation of violence in films is a critical concern that requires in-depth understanding. The theme of violence is raised in the context of research to increase understanding of the impact of violence in the media on society. This study reviews the depiction of violence as a central element in the film "The Big 4" with the aim of exploring the representation of violence shown in the film. Carrying the action-comedy genre, the movie "The Big 4" provides a tense, awe-inspiring, and entertaining experience at the same time. A qualitative research method with John Fiske's semiotic analysis approach is used to explore the television codes contained in each scene of violence. The identification of television codes in violent scenes became the focus of the research, and the results were analyzed using John Fiske's "The Codes of Television" theory. In-depth analysis was conducted on the use of levels of reality, representation of violence in various forms, ideological implications in conflict, ideological duality, causes and effects of violence, and the role of violence in character empowerment. The results highlight the complexity of human beings, ideological conflicts, and the impact of violence on characters and society. The movie is not only a work of entertainment, but also an object of research that stimulates critical thinking and reflection in the audience. Abstrak. Dalam era pertumbuhan industri hiburan, representasi kekerasan dalam film menjadi sorotan kritis yang memerlukan pemahaman mendalam. Tema kekerasan diangkat dalam konteks penelitian untuk meningkatkan pemahaman mengenai dampak kekerasan dalam media terhadap masyarakat. Penelitian ini mengulas penggambaran kekerasan sebagai elemen sentral dalam film "The Big 4" dengan tujuan untuk menggali representasi kekerasan yang ditayangkan dalam film. Mengusung genre aksi-komedi, film “The Big 4” memberikan pengalaman tegang, kagum, sekaligus terhibur dalam satu waktu. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika John Fiske digunakan untuk mengeksplorasi kode-kode televisi yang terkandung dalam setiap adegan kekerasan. Identifikasi kode-kode televisi dalam adegan kekerasan menjadi fokus penelitian, dan hasilnya dianalisis menggunakan teori "The Codes of Television" dari John Fiske. Analisis mendalam dilakukan terhadap penggunaan level realitas, representasi kekerasan dalam berbagai bentuk, implikasi ideologis dalam konflik, dualitas ideologi, penyebab dan dampak kekerasan, serta peran kekerasan dalam pemberdayaan karakter. Hasil penelitian menyoroti kompleksitas manusia, konflik ideologis, dan dampak kekerasan pada karakter dan masyarakat. Film ini tidak hanya menjadi karya hiburan, melainkan juga objek penelitian yang merangsang pemikiran kritis dan refleksi pada penonton.
Studi Etnografi Virtual mengenai Fanatisme Fandom NCTzen di Sosial Media Twitter Salma Zahra Zakiyah; Rochim, Mochammad
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.11992

Abstract

Abstract. This study examines the social use of Twitter media as an interaction medium between K-Pop fans that triggers fanatic behavior in certain objects. Aggressive fan behavior backfired by fanaticism, his often leads to quarrels and fights, and fanaticism is also seen as an amplification of group behavior leading to aggressive behavior. The purpose of this study was to find out how the relationship of fanaticism among K-Pop fans, especially NCTzen (NCT fandom). This study used the qualitative research method of Virtual Ethnography. The subject of the study was K-Pop fans who used Twitter social media in their daily lives and interacted actively with other NCT fans. The theories used are fanaticism, social media and virtual ethnography. The research aims to find out if there is a connection to Twitter's social media influences with fanaticism occurring in K-Pop fans. The results of this study suggest that at the level of media cyber analysis, there is an interaction in NCT fans that leads to fanaticism. Also, twitter became a medium to express its fanfare to NCT. Abstrak. Penelitian ini membahas penggunaan sosial media Twitter sebagai media interaksi antar penggemar K-Pop yang memicu adanya perilaku fanatisme pada objek tertentu. perilaku penggemar yang agresif dilatarbelakangi oleh fanatisme. Hal ini sering menimbulkan pertengkaran dan perkelahian, dan fanatisme juga dipandang sebagai penguat perilaku kelompok yang mengarah pada perilaku agresif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan perilaku fanatisme di antara penggemar K-Pop, khususnya NCTzen (fandom NCT). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif Etnografi Virtual. Subjek pada penelitian ini adalah penggemar K-Pop yang menggunakan sosial media Twitter dalam kesehariannya dan berinteraksi aktif dengan sesama penggemar NCT lainnya. Teori yang digunakan adalah teori fanatisme, sosial media dan etnografi virtual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh hubungan pada sosial media Twitter dengan fanatisme yang terjadi di lingkungan penggemar K-Pop. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada level analisis siber media, adanya interaksi pada penggemar NCT yang mengarah pada fanatisme. Juga twitter menjadi media untuk mengekspresikan kegemarannya pada NCT.
Representasi Kekerasan dalam Webseries Katarsis Season 1 Rifqi Waluya; Baksin, Askurifai
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.12052

Abstract

Abstract. In this research, the researcher raises the formulation of the problem, namely how physical violence is represented in the Webseries Katharsis season 1. This research aims to reveal the issue of violent scenes contained in the film in a comprehensive and in-depth manner . This research uses a qualitative research method with Christian Metz's semiotic analysis approach. This type of research aims to determine the attitude depiction of each scene of violence in the webseries Katharsis season 1. Then the data is analyzed using Metz's 8 mapping steps from The Large Syntagmatic Analysis in Christian Metz's theory . This 48 minute webseries is divided into 5 violent segments containing 4 elements of the Christian Metz syntagma. The syntagmas contained are, Scene, Subjective Insert, Ordinary Sequence, and Explanatory Insert. The violence displayed is verbal, non-verbal and symbolic violence. Verbal violence occurs through insults and curses, non-verbal violence occurs through stabbing and beating, symbolic violence is presented through psychological manipulation by the actors. Researchers analyze the factors that cause violence that occurs in web series, such as environmental conditions and mental health as triggers for violence. Abstrak. Dalam penelitian ini, peneliti mengangkat rumusan masalah yaitu bagaimana representasi kekerasan fisik dalam Webseries Katarsis season 1. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap persoalan adegan kekerasan yang terkandung di dalam film tersebut secara menyeluruh dan mendalam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Christian Metz, jenis penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggambaran sikap dari setiap scene adegan kekerasan dalam webseries Katarsis season 1. Kemudian data tersebut dianalisis dengan 8 langkah pemetaan Metz dari Analisis The Large Syntagmatic dalam teori Christian Metz. Webseries berdurasi 48 menit ini terbagi ke dalam 5 segmen kekerasan yang mengandung 4 unsur syntagma Christian Metz. Adapun syntagma yang terkandung yaitu, Scene, Subjective Insert, Ordinary Sequence, dan Explanatory Insert. Kekerasan yang ditampilkan yaitu kekerasan verbal, non-verbal, dan simbolik. Kekerasan verbal muncul lewat hinaan dan makian, kekerasan non-verbal terjadi melalui penikaman dan pemukulan, kekerasan simbolik dihadirkan lewat manipulasi psikologis oleh pemerannya. Peneliti menganalisis faktor-faktor penyebab kekerasan yang terjadi dalam webseries, seperti kondisi lingkungan dan kesehatan mental sebagai pemicu kekerasan.
Komunikasi Terapeutik Verbal Dokter kepada Pasien di Klinik Pratama UPTK UNISBA Alya Mochtar Wenno; Tia Muthiah Umar
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.12071

Abstract

Abstract. Communication carried out by doctors to patients is not just ordinary communication, but a form of therapeutic communication. therapeutic communication is an interpersonal interaction between doctors to patients in order to build good communication between doctors and patients. This study aims to identify the verbal communication of doctors to patients which is the basis of the therapeutic communication style of doctors to patients at the UPTK Unisba Pratama Clinic. Then the purpose of this study is also to understand the doctor's therapeutic communication style verbally used in interacting with patients, and to evaluate the patient's response to the doctor's therapeutic communication style verbally implemented by doctors at the UPTK Unisba Primary Clinic. This study uses a qualitative method using a communication ethnography approach as its research framework. The research participants consisted of key informants, namely Dr. Ani Rohaeni and Dr. Bella Yuliviasari. The results of the study found that verbal therapeutic communication conducted by doctors to patients can be delivered well when doctors implement their verbal communication warmly and empathetically so that patients will feel comfortable, safe, and fully trust the doctor. Abstrak. Komunikasi yang dilakukan oleh dokter kepada pasien tidak hanya sekadar komunikasi biasa, tetapi bentuk dari komunikasi terapeutik. komunikasi terapeutik adalah interaksi interpersonal antara dokter kepada pasien guna membangun komunikasi yang baik antara dokter dan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komunikasi verbal dokter kepada pasien yang menjadi dasar dari gaya komunikasi terapeutik dokter kepada pasien di Klinik Pratama UPTK Unisba. Kemudian tujuan dari penelitian ini juga guna memahami gaya komunikasi terapeutik dokter secara verbal yang digunakan dalam berinteraksi dengan pasien, serta untuk mengevaluasi respon pasien terhadap gaya komunikasi terapeutik dokter secara verbal yang diimplementasikan oleh dokter di Klinik Pratama UPTK Unisba. Penelitian ini memakai metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi komunikasi sebagai kerangka kerja penelitiannya. Partisipan penelitian terdiri dari informan kunci, yaitu dr. Ani Rohaeni dan dr. Bella Yuliviasari. Hasil penelitian menemukan bahwa komunikasi terapeutik secara verbal yang dilakukan oleh dokter kepada pasien dapat tersampai dengan baik saat dokter mengimplementasikan komunikasi verbalnya secara hangat dan penuh empati dengan begitu pasien akan merasa nyaman, aman, dan percaya sepenuhnya terhadap dokter.