cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsj@unisba.ac.id
Phone
+6281280817880
Journal Mail Official
bcsj@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Journalism
ISSN : -     EISSN : 28282175     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsj.v2i2
Bandung Conference Series: Journalism (BCSJ) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Jurnalistik dan Media Digital dengan ruang lingkup Analisis Framing, Analisis Naratif Resepsi, Analisis Resepsi, Analisis Wacana, Pemberitaan Anarkis, Banalitas Kejahatan, Berita, Dramaturgi, Feature News, Feminisme, Fenomenologi, Film, Independensi Media, Jurnalisme Positif, Jurnalistik Film, kredibilitas berita, Kampanye, Kekerasan Seksual Anak, Komunikasi Feminisme, Komunikasi Interpersonal Bermedia, Komunikasi Islam Konvergensi Media, Makna Diri Jurnalis, Media Independence, Jurnalisme advokasi, Critical Discourse Analysis, Online Mass Media, Online Media, Penyandang disabilitas, Pola Komunikasi, Political Interests Prinsip Kewartawanan, Reportasi Investigatif, Sinematografer, Surat Kabar, Teori Pemaknaan, Teori Uses and Gratification, Terpaan media, Uses and Gratification Theory, Uses and Gratification, Voice of America, Wartawan Jihad. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 119 Documents
Pola Komunikasi Pemuda Hijrah XTC Lingkar melalui Konsep “LIQO” | Tria Satria Handaya; kiki zakiah darmawan
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.362 KB) | DOI: 10.29313/bcsj.v2i2.4549

Abstract

Abstract. The phenomenon of migration among the millennial generation was greeted enthusiastically by millennial youths. Starting from the community at the national level to the local level. The rapid flow of migration has drawn pros and cons among the community. Apart from the pros and cons that have emerged, the phenomenon of the wave of migration of millennials is actually a great potential for the awakening of Islam from the millennial generation in Indonesia for the future of the people. XTC Hijrah is a dakwah-based community under XTC Indonesia. In order to form objects that are able to play a role in the midst of society, the XTC Lingkar Hijrah Youth Community has an activity that aims to meet the needs of tarbiyah and deepen knowledge of Islam in community members, this activity is called liqo. The purpose of this research is to find out how the communication patterns of youth migrating XTC Lingkar through the concept of "Liqo". The method used in this research is qualitative, this type of research includes case study research, data collection is interviews and documentation. The data analysis technique used was data reduction, data presentation and conclusion drawing. The validity of the data used source data. Drawing conclusions: the communication community youth hijrah XTC Lingkar through the concept of liqo of them socio cultural. The convention, the commitment members in doing the duties to be followed. Any member of who follow study have to share experiences moving from every individual. Abstrak. Fenomena hijrah di kalangan generasi milenial disambut antusias para pemuda-pemudi milenial. Mulai dari komunitas yang berlevel nasional hingga yang berlevel lokal. Derasnya arus hijrah ini menuai pro-kontra di kalangan masyarakat. Terlepas dari pro kontra yang muncul, fenomena gelombang hijrah kaum milenial sejatinya menjadi potensi besar kebangkitan Islam dari generasi milenial di Indonesia untuk masa depan umat. XTC Hijrah merupakan salah satu komunitas berbasis dakwah yang berada di naungan XTC Indonesia. Agar terbentuknya objek yang mampu berperan di tengah-tengah masyarakat, Komunitas Pemuda Hijrah XTC Lingkar memiliki sebuah kegiatan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tarbiyah dan memperdalam pengetahuan mengenai Islam pada anggota komunitasnya, kegiatan ini dinamakan liqo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi yang terbentuk dalam komunitas pemuda hijrah XTC Lingkar melalui konsep Liqo, mengetahui kendala atau penghambat dalam komunikasi pemuda hijrah XTC Lingkar melalui konsep Liqo, mengetahui mengapa komunitas pemuda hijrah XTC Lingkar menggunakan konsep Liqo dalam berkomunikasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, jenis penelitian ini termasuk penelitian studi kasus, pengumpulan data adalah wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan tiangulasi sumber. Simpulan: Pola komunikasi komunitas pemuda hijrah XTC Lingkar melalui konsep liqo diantaranya socio cultural atau (kebiasaan sosial yang dibangun). Adanya konvensi atau (norma yang di bangun oleh komunitas), adanya komitmen dari setiap anggota (melaksanakan tugas yang harus diikuti). Setiap anggota yang mengikuti kajian harus saling berbagi pengalaman hijrah dari setiap individu anggota.
Analisis Wacana Kritis Berita “Mahfud MD: Pemerintah Tak Setengah-Setengah Tindak Pelaku Investasi Ilegal” di Kumparan.com Abu Setiawan Pratama; Ferry Darmawan
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.957 KB) | DOI: 10.29313/bcsj.v2i2.4561

Abstract

Abstract. Illegal investment under the guise of binary options is currently being discussed in the community. This issue has also become the main topic of news coverage in online news portal in Indonesia. The online news portal Kumparan is one of the online news portal that reports about this case of illegal binary options investment. The discussion about illegal binary options investment is inseparable from the two cases of arresting influencers who were caught in illegal investment cases. The first case ensnared Indra Kesuma who was proven guilty of fraudulent binary options investment through the Binomo application. Then, the second case ensnared Doni Salmanan who was also proven to have committed a binary option investment fraud through the Quotex application. This study uses a descriptive qualitative research method with a critical paradigm approach. The researcher will use the theory of Critical Discourse Analysis of the Teun A. Van Dijk model by taking one of the news uploaded on the online news portal Kumparan entitled "Mahfud MD: The Government Is Not Half-Half Acts of Illegal Investment Actors". By using critical discourse analysis, it is expected to reveal linguistic rules that construct discourse, produce discourse, understand discourse, and symbolize something in discourse. Abstrak. Investasi ilegal berkedok binary option saat ini ramai diperbincangkan di tengah-tengah masyarakat. Isu ini pun menjadi topik utama pemberitaan di berbagai portal berita online di Indonesia. portal berita online Kumparan menjadi salah satu portal berita online yang memberitakan mengenai kasus investasi ilegal binary option ini. Ramainya perbincangan mengenai investasi ilegal binary option ini tak lepas dari dua kasus penangkapan influencer yang terjerat kasus investasi ilegal. Kasus pertama menjerat Indra Kesuma yang terbukti melakukan penipuan investasi binary option melalui aplikasi Binomo. Lalu, kasus kedua menjerat Doni Salmanan yang juga terbukti melakukan penipuan investasi binary option melalui aplikasi Quotex. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan paradigma kritis. Peneliti akan menggunakan teori Analisis Wacana Kritis model Teun A. Van Dijk dengan mengambil salah satu berita yang diunggah di portal berita online Kumparan yang berjudul “Mahfud MD: Pemerintah Tak Setengah-Setengah Tindak Pelaku Investasi Ilegal”. Dengan menggunakan analisis wacana kritis diharapkan dapat mengungkapkan kaidah kebahasaan yang mengonstruksi wacana, memproduksi wacana, memahami wacana, dan melambangi suatu hal dalam wacana.
Model Terpaan Berita terhadap Tingkat Kecemasan Khalayak Suci Tri Lestari; Arba’iyah Satriani
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.231 KB) | DOI: 10.29313/bcsj.v2i2.4577

Abstract

Abstract. The power of a mass media is to influence the audience. The audience reads, sees and hears a message or information from the mass media from the information conveyed that the mass media is able to give an attention to the message conveyed from the information. From there, the audience is directly exposed to the exposure of messages conveyed by the mass media, because all messages that can affect the audience, and the effect of the message exposure to the news is that the audience becomes anxious. This study aims to determine the model of news exposure to observer anxiety in terms of frequency, duration and attention. The theory used in this study is the Hypodermic Needle Theory. This research also uses a quantitative research methodology with a descriptive correlational study. The population selected in this study were employees of the Lembang Floating Market, with a total sample of. Data collection techniques used in this study were questionnaires, observation, and literature study. The data analysis technique used in this research is descriptive analysis technique. The results of this study are if an audience reads a news as often as possible even for a long time then and continues to follow news developments, the audience will experience an exposure to news that causes anxiety. Abstrak. Kekuatan dari suatu media massa adalah mampu mempengaruhi khalayak. Khalayak membaca, melihat dan mendengar suatu pesan atau informasi dari media massa dari informasi yang disampaikan itulah media massa mampu memberikan suatu perhatian terhadap pesan yang disampaikan dari informasi tersebut. Dari situlah secara langsung khalayak terkena terpaan dari pesan yang disampaikan oleh media massa, karena semua pesan-pesan yang ada dapat mempengaruhi khalayak, dan efek yang ditimbulkan dari pesan terpaan berita tersebut adalah khalayak menjadi cemas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model terpaan berita terhadap tingkat kecemasan khalayak ditinjau dari aspek frekuensi, durasi dan atensi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Jarum Hipodermik. Dalam penelitian ini juga menggunakan metodologi penelitian kuantitatif dengan studi deskriptif korelasional. Populasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah karyawan dari Floating Market Lembang, dengan jumlah Sampel sebanyak. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner, observasi, dan studi pustaka. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknis analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah jika seorang khalayak membaca suatu berita sesering mungkin bahkan dalam waktu yang cukup lama maka dan mengikuti terus perkembangan berita maka khalayak tersebut akan mengalami suatu terpaan berita yang menimbulkan suatu kecemasan.
Resepsi Khalayak Mengenai Berita di Media Sosial Instagram Tempo.co Della Trisnawati; Yadi Supriadi
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.731 KB) | DOI: 10.29313/bcsj.v2i2.4579

Abstract

Abstract. The rapid development of technology encourages the audience to grow and increase their knowledge. The public can easily access various technological product today, social media is one of them. Many people are now familiar with the term social media. The rapid advancement of technology makes social media also develop. The audience is also familiar with various social media platforms such as Line, Instagram, Twitter, Facebook and so on. The increasing prevalence of news through online media does not rule out the possibility, often news that has sources that are not clear, not neutral and so on. This is coused by online media that overrides journalistic ethic in reporting. This resulted in the audience receiving the wrong information. Tempo.co is one of the online media that is widely used as a source of information by the public. As the target communication, the audience does not just receive information. Audience is an understanding of human itself which involves various aspects such as different social, psychological and politic aspects. In this study, the researcher used a qualitative approach using the reception analysis method. The results of this study, the audience responded to the news content uploaded on Tempo.co's Instagram as one of the news content that was interesting and quite informative. Researchers have also determined the hypothetical position of the audience. Resulted in three informants in the Dominant Hegemonic position. The next two people occupied Oppositional positions. Abstrak. Perkembangan teknologi yang sangat pesat mendorong khalayak untuk semakin berkembang dan menambah wawasannya. Khalayak dapat dengan mudah mengakses berbagai produk teknologi zaman sekarang, media sosial adalah salah satunya. Berbagai kalangan saat ini tentunya sudah mengenal istilah media sosial. Pesatnya kemajuan teknologi membuat media sosial pun ikut berkembang. Khalayak juga mengenal berbagai platform media sosial seperti Line, Instagram, Twitter, Facebook, dan lain sebagainya. Semakin maraknya pemberitaan melalui media online tidak menutup kemungkinan, seringkali didapatkan berita-berita yang memiliki sumber yang tidak jelas, tidak netral dan sebagainya. Disebabkan oleh media online yang mengesampingkan etika jurnalistik dalam pemberitaannya. Hal ini mengakibatkan khalayak menerima informasi yang salah. Tempo.co menjadi salah satu media online yang banyak digunakan sebagai sumber informasi oleh khalayak. Sebagai sasaran dari komunikasi, khalayak tidak sekedar menerima informasi saja. Khalayak merupakan pengertian manusia itu sendiri yang melibatkan berbagai aspek seperti sosial, psikologi dan politik yang berbeda-beda. Dalam penelitian ini, peneliti memakai pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode analisis resepsi. Hasil dari penelitian ini, khalayak menanggapi konten berita yang diunggah di Instagram Tempo.co sebagai salah satu konten berita yang menarik dan cukup informatif. Peneliti juga telah menentukan posisi hipotekal khalayak. Menghasilkan tiga orang informan berada di posisi Dominant Hegemonic. Dua orang berikutnya menduduki posisi Oppositional.
Pengaruh Konten “Why” dalam Saluran Youtube Tretan Universe terhadap Mahasiswa di Kota Bandung Dimas Fitrianto Surya; Arba'iyah
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.721 KB) | DOI: 10.29313/bcsj.v2i2.4641

Abstract

Abstract. In today's digital era, the audience's need for messages and information is very high. The mass media in the form of electronic and digital are competing to present messages that can meet the need for these messages. Youtube is an online and the main purpose of this site is as a medium for searching, viewing and sharing original videos to and from all corners of the world via a web. One of them is the “WHY” content on the Tretan Universe Youtube channel. A content that contains issues of unrest that are currently happening in Indonesia and then reacted by Stand Up Comedian Tretan Muslim. The purpose of this study was to determine the effect of the intensity, message content and attractiveness of “WHY” content with cognitive, affective and conative aspects on the social attitudes of the 2021 students in Bandung City. The research method used in this research is a quantitative descriptive study. The sampling technique used is simple random sampling, with the research subjects being students of the 2021 class in the city of Bandung who are members of the Line Smansa'20 group totaling 80 people. The results showed a correlation coefficient of rs = 0.845. It can be stated that there is a very strong influence between the "WHY" content on the Tretan Universe Youtube channel and the attitude of the 2021 students in Bandung. This means that the higher the quality of the messages in the “WHY” content on the Tretan Universe Youtube channel, the more positive social attitudes tend to be among the 2021 students in Bandung. Abstrak. Pada era digital saat ini, kebutuhan khalayak akan pesan dan informasi sangat tinggi. Media massa berbentuk elektronik dan digital berlomba-lomba menyajikan pesan yang dapat memenuhi kebutuhan akan pesan tersebut. Youtube adalah video online dan yang utama dari kegunaan situs ini ialah sebagai media untuk mencari, melihat dan berbagi video yang asli ke dan dari segala penjuru dunia melalui suatu web. Salah satunya adalah konten “WHY” dalam saluran Youtube Tretan Universe. Sebuah konten yang berisikan tentang isu-isu keresahan yang sedang terjadi di Indonesia dan kemudian direaksi oleh Stand Up Comedian Tretan Muslim. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh antara intensitas, isi pesan dan daya tarik konten “WHY” dengan aspek kognitif, afektif dan konatif mahasiswa Angkatan 2021 di Kota Bandung. Metode penelititan yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah studi deskriptif kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan ialah simple random sampling, dimana subjek penelititan ini adalah mahasiswa Angkatan 2021 di Kota Bandung yang tergabung dalam grup Line Smansa’20 berjumlah 80 orang. Data antara konten “WHY” dengan sikap penonton dalam penelitian ini menggunakan kuesioner/angket. Teori yang digunakan adalah teori S-O-R (Stimulus-Organism-Response). Data yang diperoleh berupa data ordinal, sehingga pengolahan data menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil diperoleh koefisien korelasi sebesar rs = 0,845. Dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh yang sangat kuat antara konten “WHY” di saluran Youtube Tretan Universe dengan sikap mahasiswa Angkatan 2021 di Kota Bandung. Artinya semakin berkualitas pesan dalam konten ““WHY” di saluran Youtube Tretan Universe maka akan menimbulkan kencenderungan sikap mahasiswa Angkatan 2021 di Kota Bandung.
Konstruksi Media Online terhadap Isu Penerapan PPKM Level 4 oleh Luhut Binsar Pandjaitan Nirwansyah Rustaman; Ferry Darmawan
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.177 KB) | DOI: 10.29313/bcsj.v2i2.4642

Abstract

Abstract. The level of PPKM has become a lot of discussion in the community. Online media as a means of disseminating information becomes a reference for the public to take a deeper look at the aims and objectives of implementing emergency PPKM in 2021. Luhut Binsar Pandjaitan was appointed coordinator of emergency PPKM in Java and Bali and changed his name to PPKM Level 4. On 9 August 2021 Republika.co.id & Tempo.co both reported on the issue of PPKM Level 4, with different framing. This study aims to identify and compare each framing structure of the Republika.co.id and Tempo.co media with the Zhondang Pan & Gerald Kosicki model framing analysis method in raising news about the issue of implementing PPKM Level 4 by Luhut Binsar Pandjaitan. The result of this research is that there is a significant difference between Republika.co.id's media framing and Tempo.co's framing. The contents of the findings can be seen from the sources of quotations and the completeness of each news story about PPKM Level 4 on August 9, 2021 by comparing the video recordings of the Luhut Binsar Panjaitan press conference. Abstrak. PPKM berlevel menjadi banyak perbincangan dalam lingkungan masyarakat. Media online sebagai sarana penyebaran informasi menjadi acuan pada masyarakat untuk melihat lebih dalam tentang maksud dan tujuan diterapkannya PPKM darurat di tahun 2021. Luhut Binsar Pandjaitan diangkat menjadi koordinator PPKM darurat di wilayah Pulau Jawa dan Bali dan diganti namanya menjadi PPKM Level 4. Pada tanggal 9 Agustus 2021 Republika.co.id & Tempo.co sama-sama memberitakan mengenai isu PPKM Level 4, dengan framing yang berbeda. Penelitian ini berujuan untuk mengetahui dan membandingkan setiap struktur framing dari media Republika.co.id dan Tempo.co dengan metode analisis framing model Zhondang Pan & Gerald Kosicki dalam mengangkat berita tentang isu penerapan PPKM Level 4 oleh Luhut Binsar Pandjaitan. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan yang signifikan antara framing media Republika.co.id dan framing Tempo.co. Isi temuannya dapa dilihat dari sumber kutipan dan kelengkapan di setiap berita tentang PPKM Level 4 di tanggal 9 Agustus 2021 dengan membandingkan dari rekaman video konferensi pers Luhut Binsar Panjaitan.
Penerapan Jurnalisme Gonzo di Highvolta Media Muhammad Taufik; Doddy Iskandar
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.829 KB) | DOI: 10.29313/bcsj.v2i2.4789

Abstract

Abstract. This study focuses on explaining the implementation of Gonzo journalism in an alternative media, namely Highvolta Media. Pioneered by Hunter S. Thompson, gonzo journalism produces stories tailored to the needs of a mix of the skills of a good journalist, the eye of a photographer or artist, and the field skills of a photographer. It is this flow of gonzo journalism that Highvolta Media is trying to make as a basis for carrying out its duties as a reporter and also applying it to the newsroom to carry out every journalistic activity that occurs at Highvolta Media. This study aims to determine how the implementation of gonzo journalism at Highvolta Media. This study uses a qualitative method with a case study research approach. In this case, the researcher tries to find out the reasons and how the journalistic practices that occur at Highvolta Media with the use of gonzo journalism. Also finding out how relevant Gonzo journalism is to its subjectivity in the world of journalism. The results of the study revealed that Highvolta Media had inadvertently applied gonzo journalistic characteristics to their writing style from the beginning, but was not known by its members. It was realized by them when their second year was running. gonzo journalism was finally implemented and Highvolta Media gained an ever-increasing readership. Abstrak. Penelitian ini berfokus pada pemaparan implementasi jurnalisme gonzo di sebuah media alternatif, yaitu Highvolta Media. Dipelopori oleh Hunter S. Thompson, jurnalisme gonzo dalam menghasilkan berita yang ditulis secara subjektif membutuhkan campuran antara kemampuan seorang wartawan yang baik, mata seorang fotografer atau seniman, dan kemampuan lapangan bak seorang aktor. Aliran jurnalisme gonzo inilah yang dicoba oleh Highvolta Media untuk dijadikan sebagai landasan dalam melaksanakan tugas sebagai pewarta dan juga menerapkannya pada ruang redaksi untuk menjalankan setiap kegiatan jurnalistik yang terjadi di Highvolta Media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan jurnalisme gonzo di Highvolta Media. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian studi kasus. Dalam hal ini peneliti berusaha mencari tahu alasan dan bagaimana praktik jurnalistik yang terjadi di Highvolta Media dengan penggunaan jurnalisme gonzonya. Juga mencari tahu bagaimana relevansi jurnalisme gonzo yang kental akan unsur subjektivitasnya di dunia kejurnalistikan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Highvolta Media secara tidak sengaja dari awal terbentuknya sudah menerapkan karakteristik-karakteristik jurnalisme gonzo pada gaya penulisan mereka, namun tidak diketahui oleh para anggotanya. Disadari oleh mereka ketika tahun kedua mereka berjalan. jurnalisme gonzo akhirnya berhasil diterapkan dan Highvolta Media mendapatkan pembaca yang semakin meningkat jumlahnya.
Pengaruh Film Penyalin Cahaya terhadap Tingkat Kesadaran Kekerasan Seksual di Kalangan Mahasiswa Fikom Unisba 2018 Fadhila Nur Syahida; Aziz Taufik Hirzi
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i1.5255

Abstract

Abstract. Sexual violence is a form that isnot only limited to physical treatment, butalso verbal and symbolic. There are 3 factors that trigger this, namely, biological,social and cultural factors, and powerrelations. Cases of sexual violence inuniversities are increasing every year. In themidst of a cultural crush that is still thick,matters relating to sexuality are still considered taboo, this makes the victim feelreluctant to speak up. Through this film, theCahaya Cahaya film opens taboos createdfrom myths and cultures that have been firmly held by society. This study aims todetermine the effect of the film PengalinCahaya on the level of awareness of sexualviolence among students of Fikom Unisba2018. The method used is quantitative, thepopulation in this study is students ofFikom Unisba 2018 and samples taken asmany as 198 respondents using non-probability sampling technique. To determine the prospective respondents, the writer uses saturated sampling. The data analysis technique used is descriptiveanalysis, method of successive interval(MSI), normality test, simple regression analysis, t test and the coefficient of determination. After conducting research on each variable, the respondents gave a positive response that the film PengalinCahaya has a significant influence on the level of awareness of sexual violence that the variance that occurs in the Level of Awareness of Sexual Violence among students of Fikom Unisba 2018 (Y) is 69.722% determined by the variance occursin the influence variable of the LightCopying film (X). As much as 30.278% isdetermined by other factors outside thestudy. Abstrak. Kekerasan seksual merupakanbentuk yang tidak hanya sebatas perlakuanfisik, melainkan juga verbal dan simbolik.Terdapat 3 faktor yang memicu terjadinyahal tersebut yaitu, faktor biologis, sosialdan budaya, serta relasi kuasa. Kasuskekerasan seksual di perguruan tinggimeningkat setiap tahunnya. Di tengahhimpitan budaya yang masih kental, hal-halyang menyangkut seksualitas dianggapmasih tabu, hal ini membuat korban merasaenggan untuk bersuara, melalui filmPenyalin Cahaya ini membuka hal tabuyang tercipta dari mitos dan budaya yangselama ini dipegang teguh masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh film Penyalin Cahaya terhadaptingkat kesadaran kekerasan seksual dikalangan mahasiswa Fikom Unisba 2018. Metode yang digunakan kuantitatif, populasi dalam penelitian ini adalahmahasiswa Fikom Unisba 2018 dan sampelyang diambil sebanyak 198 respondendengan menggunakan teknik nonprobability sampling. Untuk menentukan calonresponden penulis menggunakan sampling jenuh. Teknik analisis data yang digunakanyaitu Analisis Deskriptif, Methode of successive Interval (MSI), Uji Normalitas, Analisis Regresi Sederhana, Uji t dan Koefisien Determinasi. Setelah dilakukanpenelitian terhadap masing-masingvariabel, responden memberikan tanggapanpositif bahwa film Penyalin Cahayamemiliki pengaruh yang signifikanterhadap tingkat kesadaran kekerasanseksual bahwa varians yang terjadi padaTingkat Kesadaran Kekerasan Seksualdikalangan mahasiswa Fikom Unisba 2018. (Y) sebesar 69,722% ditentukan oleh varianyang terjadi pada variabel pengaruh filmPenyalin Cahaya (X). Sebesar 30.278% ditentukan oleh faktor-faktor lain di luarpenelitian.
Pendekatan Analisis Framing Pan dan Kosicki Mengenai Pro Kontra Deforestasi Hutan di Indonesia Dalam Bingkai Media Daring Tempo.co dan Detik.com M. Abdi Octavianus; Doddy Iskandar
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i1.5293

Abstract

Abstract. At the end of 2021, the audience in Indonesia was enlivened by a “tweet” from the Minister of Environment and Forestry Siti Nurbaya posted on her Twitter account. "The massive development of President Jokowi's era must not stop in the name of a "carbon mission or in the name of deforestation," reads a tweet posted by Siti Nurbaya on Wednesday, November 3, 2021—the post was deleted when the author visited her account on Monday, January 17. 2022. His position as Minister of the Environment and Maritime Affairs has made his tweets widely discussed by netizens. Reporting from Suara.com, the newly uploaded tweet in approximately 21 hours has received 988 replies, 6100 retweets, and 681 likes. This study aims to determine the construction of media coverage of Tempo.co and Detik.com in reporting the tweets of the Minister of Environment and Forestry Siti Nurbaya. The method used is qualitative with a framing analysis approach using the Pan and Kosicki model and data collection techniques by observation, literature study, and interviews. As for the results of the research are, 1) Syntactical Structure, the two media frame the news that invites the reader to evaluate each of the information. 2) In Script Structure, Tempo.co failed to include the where element. So that makes the 5W + 1H elements incomplete. 3) In Thematic Structure, both Detik.com and Tempo.co media mostly use “yang” and “and” which refers to important things being discussed. 4) In terms of rhetorical structure, the use of photos, both of which use photos of Siti Nurbaya, although Tempo.co's second story only contains a quote from the Democrat Party politician, Irwan Fecho. Abstrak. Pada akhir tahun 2021, khalayak di Indonesia diramaikan oleh “cuitan” dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya yang diposting di akun Twitter miliknya. “Pembangunan besar-besaran era Presiden Jokowi tidak boleh berhenti atas nama ëmisi karbon atau atas nama deforestasi.”, begitu bunyi twit yang diposting oleh Siti Nurbaya pada Rabu, 3 November 2021—postingan tersebut telah dihapus saat penulis mengunjungi akunnya pada Senin, 17 Januari 2022. Jabatan sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kelautan menjadikan cuitannya ramai diperbincangkan warganet. Dilansir dari Suara.com, twit yang baru diunggah kurang lebih 21 jam sudah mendapat 988 balasan, 6100 retweet, dan 681 like. Penelitian ini bertujuan mengetahui kontruksi pemberitaan media Tempo.co dan Detik.com dalam memberitakan cuitan Menteri LHK Siti Nurbaya. Metode yang dipakai adalah kualitatif dengan pendekatan analisis framing menggunakan model Pan dan Kosicki serta teknik pengumpulan data secara observasi, studi kepustakaan, dan wawancara. Adapun untuk hasil penelitiannya adalah, 1) Secara Struktur Sintaksis, kedua media tersebut membingkai berita yang mengajak pembaca untuk menilai masing-masing dari informasi tersebut. 2) Secara Struktur Skrip, Tempo.co luput mencantumkan unsur where. Sehingga membuat tidak kelengkapan unsur 5W+1H. 3) Secara Struktur Tematik, Kedua media Detik.com dan Tempo.co lebih banyak menggunakan “yang” serta “dan” yang merujuk pada hal penting yang dibahas. 4) Secara Struktur Retoris, penggunaan foto, kedua berita tersebut sama-sama menggunakan foto Siti Nurbaya, meskipun pada berita kedua Tempo.co yang hanya berisi kutipan politikus Partai Demokrat, Irwan Fecho.
Hubungan antara Menonton Tayangan Konten di Kanal Youtube Clarin Hayes dengan Pengetahuan Kesehatan Mental Subscribers Annisa Latifah; Santi Indra Astuti
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i1.5316

Abstract

Abstrack. Health-related educational content is of particular concern and is much sought after by the public today, especially matters related to mental health. One of the mental health influencers who often provides mental health education through video shows on YouTube is Clarin Hayes. This study aims to determine the relationship between watching Clarin Hayes' YouTube content and subscribers' health knowledge. The research method used in this study is a quantitative method using a correlational approach. Data collection techniques are carried out by distributing questionnaires or questionnaires. Based on the results of the research that has been done, it can be concluded that there is a fairly strong relationship between watching Clarin Hayes' YouTube content and knowledge of subscribers' health. This is in accordance with the uses and gratification theory which explains that the mass media, namely YouTube Clarin Hayes has the ability to meet the information needs about health desired by subscribers. Abstrak. Konten edukasi terkait kesehatan menjadi perhatian tersendiri dan banyak dicari oleh masyarakat saat ini terutama hal yang menyangkut dengan kesehatan mental. Salah satu influencer kesehatan yang sering memberikan edukasi kesehatan mental melalui tayangan video di youtube adalah Clarin Hayes Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara menonton tayangan konten youtube Clarin Hayes dengan pengetahuan kesehatan mental subscriberss. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan korelasional. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan angket atau kuisioner. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang cukup berarti antara menonton tayangan konten youtube Clarin Hayes dengan pengetahuan kesehatan mental subscribers. Hal ini sesuai dengan teori uses and gratification yang menerangkan bahwa media massa yakni youtube Clarin Hayes memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan informasi mengenai kesehatan yang diinginkan oleh subsribers.

Page 4 of 12 | Total Record : 119