cover
Contact Name
Hasni Syahida
Contact Email
hsyahida@ulm.ac.id
Phone
+6287815460096
Journal Mail Official
homeostasis@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter
ISSN : -     EISSN : 27224333     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Homeostasis adalah jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian yang memiliki fokus dan ruang lingkup di bidang kedokteran dan kesehatan. Tulisan-tulisan yang dimuat bisa dalam bentuk Original Research, Literature Review, ataupun Laporan Kasus. Homeostasis terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember di setiap tahunnya.
Articles 485 Documents
Literature Review: Gambaran Berbagai Skor Diagnosis Apendisitis dengan Skor Alvarado dalam Diagnosis Apendisitis Akut Laily Alfisahrinie; Agung Ary Wibowo; Meitria Syahadatina Noor; Budianto Tedjowitono; Iwan Aflanie
Homeostasis Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.927 KB)

Abstract

Abstract: Appendicitis is an inflammation of the appendix vermiformis. Immediate surgery is the standard weakening to prevent perforation, but only by looking at clinical symptoms the negative appendectomy rate reaches 15-30%, leading to morbidity and even death. The ideal service system serves to speed up and improve diagnostic accuracy, the best known of which is the Alvarado score. Other service score tables are the King Isteri Pengiran Anak Saleha Appendicitis (RIPASA) score, Appendicitis Inflammatory Response (AIR) score, and Tzanakis score. The purpose of this literature review is to see an overview of the various appendicitis diagnosis scores with the Alvarado score in the diagnosis of acute appendicitis. The research method used a narrative literature review of 20 related literatures. Examining 11 literature discussing the Ripasa score, got superior in sensitivity and negative predictive rates. In 5 literature that discusses the Tzanakis score, it was found to be superior in sensitivity, positive and negative predictive numbers. And in 4 literature discussing AIR scores, it was found superior in specificity and positive predictive numbers. So that the use of scores other than Alvarado can be revoked in daily practice. Keywords: Appendicitis, Alvarado score, Ripasa score, Tzanakis score, AIR score. Abstrak: Apendisitis merupakan peradangan pada appendiks vermiformis. Pembedahan segera merupakan standar emas untuk mencegah terjadinya perforasi, tetapi hanya dengan melihat gejala klinis angka apendektomi negatif mencapai 15-30%, sehingga akan mengarah pada morbiditas dan bahkan kematian. Sistem penilaian yang ideal berfungsi untuk mempercepat dan meningkatkan akurasi diagnostik, yang paling dikenal adalah skor Alvarado. Terdapat skor penilaian lainnya yaitu skor Raja Isteri Pengiran Anak Saleha Appendicitis (RIPASA), skor Appendicitis Inflammatory Response (AIR), dan skor Tzanakis. Tujuan kajian literatur ini untuk melihat gambaran dari berbagai skor diagnosis apendisitis dengan skor Alvarado dalam diagnosis apendisitis akut. Metode penelitian menggunakan narrative literature review terhadap 20 literatur yang berkaitan. Terdapat 11 literatur yang membahas skor Ripasa, didapatkan unggul dalam sensitivitas dan angka prediksi negatif. Pada 5 literatur yang membahas skor Tzanakis, didapatkan unggul dalam sensitivitas, angka prediksi positif dan negatif. Dan pada 4 literatur yang membahas skor AIR, didapatkan unggul dalam spesifisitas dan angka prediksi positif. Sehingga penggunaan skor selain Alvarado dapat dipertimbangkan dalam praktek sehari-hari. Kata-kata kunci: Apendisitis, skor Alvarado, skor Ripasa, skor Tzanakis, skor AIR.
Hubungan Letak Lesi dengan Derajat Spastisitas pada Pasien Stroke Iskemik di RSUD Ulin Banjarmasin Andi Ari Sandy; Fakhrurrazy Fakhrurrazy; Didik Dwi Sanyoto
Homeostasis Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.769 KB)

Abstract

Abstract: Ischemic stroke occurs due to decreased blood flow due to emboli or thrombosis that is temporary or permanent in the cerebral arteries. Stroke has several symptoms such as facial paralysis, limbs or spasticity and can cause death. Spasticity is affected by the location of the lesion. The purpose of this study was to analyze the relationship between the location of the lesion with the degree of spasticity in ischemic stroke patients at Banjarmasin District Hospital based on the Modified Ashworth Scale (MAS). This research is an observational analytic and cross-sectional approach. The MAS examination is carried out after the respondent fulfills the inclusion and exclusion criteria. A total of 30 samples obtained by purposive sampling obtained 6 cortical lesions in the patient, 16 subcortical lesions in the patient, and 8 in the basal ganglia lesion in 8 patients. The degree of MAS in patients was found with the normal category of 6 patients, the moderate category of 19 patients, and the weight category of 5 patients. Analysis using the Kormogorov-Smirnoff correlation test showed an insignificant value of p = 0.841. The conclusion that there is no relationship between the location of the lesion with the degree of spasticity in ischemic stroke patients at Ulin Hospital Banjarmasin. Keywords: Ischemic stroke, location of the lesion, spasticity, Modified Ashworth Scale. Abstrak: Stroke iskemik terjadi akibat penurunan aliran darah karena emboli atau trombosis yang bersifat sementara atau permanen di arteri serebral. Stroke memiliki beberapa gejala seperti kelumpuhan wajah, anggota badan atau spastisitas dan dapat menyebabkan kematian. Spastisitas dipengaruhi oleh letak lesi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara letak lesi dengan derajat spastisitas pada pasien stroke iskemik di RSUD Banjarmasin berdasarkan Modified Ashworth Scale (MAS). Penelitian ini bersifat observational analitik dan pendekatan cross-sectional. Pemeriksaan MAS dilakukan setelah responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sebanyak 30 sampel didapatkan secara purposive-sampling didapatkan lesi pada kortikal sebanyak 6 pasien, lesi pada subkortikal sebanyak 16 pasien, dan lesi pada ganglia basalis sebanyak 8 pasien. Derajat MAS pada pasien ditemukan dengan kategori normal 6 pasien, kategori sedang 19 pasien, dan kategori berat 5 pasien. Analisis menggunakan uji korelasi Kormogorov-Smirnoff  menunjukkan nilai tidak signifikan p=0,841. Kesimpulan bahwa tidak terdapat hubungan letak lesi dengan derajat spastisitas pada pasien stroke iskemik di RSUD Ulin Banjarmasin. Kata-kata kunci: Stroke iskemik, letak lesi, spastisitas, Modified Ashworth Scale.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Kepatuhan Minum Obat Anti Diabetes pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin Naila Almira; Syamsul Arifin; Lena Rosida
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.812 KB)

Abstract

Abstract: The adherence behavior of taking anti diabetes drugs is influenced by age, gender, knowledge, and motivation. This research aims to analyze the factors that are related to the adherence behavior of taking anti diabetes drugs in patients with type 2 Diabetes Mellitus (DM) at Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin. The research method is observational analytic with cross sectional approach. The sample is amounted to 50 respondents obtained by systematic random sampling technique. The data are analyzed by chi-square test with α<0,05. The results of this research are respondents who are not elderly (86,1%) have high adherence behavior of taking anti diabetes drugs (p=0,004, PR=0,243), male (70%) and female (76,7%) respondents have high adherence behavior of taking anti diabetes drugs (p=0,843), respondents with good knowledge (90,6%) have high adherence behavior of taking anti diabetes drugs (p=0,001, PR=5,926), and respondents with good motivation (83,8%) have high adherence behavior of taking anti diabetes drugs (p=0,023, PR=3,320). In conclusion, there is a correlation between age, knowledge, and motivation to the adherence behavior of taking anti diabetes drugs, and there is no correlation between gender to the adherence behavior of taking anti diabetes drugs in patients with type 2 DM at Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin. Keywords: type 2 diabetes mellitus, age, gender, knowledge, motivation, adherence behavior of taking drugs. Abstrak: Perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, pengetahuan, dan motivasi. Penelitian bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes pada penderita Diabetes Melitus (DM) tipe 2 di Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin. Metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 50 responden diperoleh dengan teknik systematic random sampling. Data dianalisis dengan uji chi-square dengan α<0,05. Hasil penelitian menunjukkan responden belum lansia (86,1%) memiliki perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes tinggi (p=0,004, PR=0,243), responden laki-laki (70%) dan perempuan (76,7%) memiliki perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes tinggi (p=0,843), responden dengan pengetahuan baik (90,6%) memiliki perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes tinggi (p=0,001, PR=5,926), dan responden dengan motivasi baik (83,8%) memiliki perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes tinggi (p=0,023, PR=3,320). Kesimpulan penelitian terdapat hubungan usia, pengetahuan, dan motivasi dengan perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes, dan tidak terdapat hubungan jenis kelamin dengan perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes pada penderita DM tipe 2 di Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin. Kata-kata kunci: diabetes melitus tipe 2, usia, jenis kelamin, pengetahuan, motivasi, perilaku kepatuhan minum obat.
Identifikasi Bakteri pada Luka Operasi Pasien Paska Seksio Sesarea di Bangsal Kandungan dan Kebidanan RSUD Ulin Banjarmasin Risa Dirgagita; Renny Aditya; Noor Muthmainah
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.245 KB)

Abstract

Abstract: To to find out the description of the type of bacteria in post-cesarean surgical patient wounds obtained through the patient's surgical wound swab in the Ward Obstetrics and Gynecology RSUD Ulin Banjarmasin in the period August-October 2019. This study was ‘a descriptivee study with a cross sectional’ appproach. A total of 36 samples were taken using purposive sampling method, but only 32 bacterial isolates were obtained. Samples in the form of clean operating wound contaminated post-cesarean patients were planted on growth media and identified microscopically to be further classified based on responses to biochemical tests. Descriptive analysis shows that there are three types of bacteria, namely Staphylococcus aureus as much as 59.3%, Staphylococcus epidermidis as much as 25.0%, and Escherichia coli as much as 15.6%. Based on research conducted, obtained 3 types of bacteria in the results of surgical wound swab in post cesarean section patients who were hospitalized in the Ward and Obstetrics Hospital of Ulin Hospital Banjarmasin, namely Staphylococcus aureus as much as 59.4%, Staphylococcus epidermidis as much as 25.0%, Escherichia coli as much as 15.6%. Keywords: SSI, caesarean section, contaminant bacteria, surgery wound swab Abstrak: Untuk mengetahui gambaran jenis bakteri pada luka operasi pasien paska seksio sesarea yang didapat melalui ‘swab pada luka operasi pasien yang ada di Bangsal Kandungan dan Kebidanan RSUD Ulin Banjarmasin dalam periode Agustus-Oktober 2019. Penelitian ini adalah studi dekskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 36 hasil sampel diambil ‘dengan metode purposive sampling, tetapi hanya didapatkan 32 isolat bakteri. Sampel swab luka operasi bersih terkontaminasi pasien paska seksio sesarea ditanam pada media pertumbuhan dan diidentifikasi secara mikroskopis untuk selanjutnya diklasifikasikan berdasarkan respon terhadap uji biokimia. Analisis secara deksriptif menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis bakteri, yaitu Staphylococcus aureus’ sebesar presentasinya 59,3%, Staphylococcus epidermidis’ sebesar 25,0%, dan Escherichia coli sebesar’ 15,6%. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, didapatkan 3 jenis bakteri pada hasil swab luka operasi pasien paska seksio sesarea yang dirawat inap di Bangsal Kandungan dan Kebidanan RSUD Ulin Banjarmasin, adalah Staphylococcus aureus sebanyak 59,4%, Staphylococcus epidermidis sebanyak 25,0%, Escherichia coli sebanyak 15,6%. Kata-kata kunci: IDO, seksio sesarea, bakteri kontaminan, swab luka operasi
Literature Review: Hubungan antara Tingkat Pengetahuan dan Sikap dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Xena Asterina Susilo; Meitria Syahadatina Noor; Triawanti Triawanti; Farida Heriyani; Nur Qamariah
Homeostasis Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.759 KB)

Abstract

Abstract: Anemia in pregnant women has become an important factor in maternal mortality in Indonesia, especially when bleeding occurs during pregnancy or childbirth. Some literature shows a relationship between knowledge and attitudes with the incidence of anemia in pregnant women. In this literature review, an analysis of the relationship between the level of knowledge and attitudes and the incidence of anemia in pregnant women will be carried out. The review uses the narrative review method. Articles are obtained from keyword searches in the PubMed, Garuda, and Google Scholar databases with the publication range for 2010-2020 in Indonesian or English. A total of 18 articles were analyzed, there were 2,412 subjects of pregnant women studied from various countries. From the search results found 15 articles (83.3%) which indicated that there was a relationship between the level of knowledge and attitudes with the incidence of anemia in pregnant women and 3 (16.6%) articles which indicated that there was no relationship between the level of knowledge and attitudes with the incidence. anemia in pregnant women. The prevalence of anemia in pregnant women is more common in pregnant women who have low knowledge and bad attitudes. Keywords: Knowledge, Attitude, Anemia, Pregnant Women Abstrak: Anemia pada ibu hamil telah menjadi faktor penting dalam kematian ibu di Indonesia, terutama ketika terjadi perdarahan dalam masa kehamilan atau persalinan. Beberapa literatur menunjukkan adanya hubungan diantara pengetahuan dan sikap dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Dalam tinjauan literatur ini akan dilakukan analisis mengenai hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Tinjauan menggunakan metode narrative review. Artikel diperoleh dari pencarian kata kunci di database PubMed, Garuda, dan Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2010-2020 dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Sebanyak 18 artikel dianalisis, terdapat 2.412 subjek ibu hamil yang diteliti dari berbagai Negara. Dari hasil penelusuran ditemukan 15 artikel (83,3%) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan kejadian anemia pada ibu hamil dan 3 (16,6%) artikel yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Prevalensi kejadian anemia pada ibu hamil lebih sering terjadi pada ibu hamil yang memiliki pengetahuan rendah dan sikap yang buruk. Kata-kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Anemia, Ibu Hamil.
Hubungan Persepsi Benefit dengan Tingkatan Niat Ibu Balita dalam Rangka Kunjungan Penimbangan Balita di Posyandu Dwi Risky Arini; Syamsul Arifin; Ida Yuliana
Homeostasis Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.718 KB)

Abstract

Abstract: Malnutrition is responsible for one-third of all childhood dead causes worldwide. Government steps to early detect nutritional status is by weigh visitation program in posyanduThe purpose of this study is to analyze the correlation between benefit perception to the children under-five years mother level of intention in order to weigh their child in Children and Health Maternal Service of Pekapuran Raya Public Health Center working area. Research method is analytical observational with cross-sectional approach. The number of sample is 50 respondents used purposive sampling technique. Data were analyzed by using somers'd test with 95% confidence level. The results showed benefit perception of low are 2%, moderate are 24% and high are 74%.  Mother's intention level with criteria of low are 2%, moderate are 56% and strong are 42%. The result of the somers'd test showed the value of p = 0,000 and the value of r = 0.533. In conclusion, there is  positivet relationship with the moderate correlation between the benefit perception with children under five years mother intention level to weigh their children in posyandu. Keywords:   benefit perception, intention, children under five years weigh, maternal and child health service Abstrak: Kurang gizi menjadi penyebab sepertiga dari seluruh penyebab kematian anak di seluruh dunia. Langkah pemerintah untuk deteksi dini status gizi melalui program kunjungan penimbangan di posyandu. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan persepsi benefit dengan tingkatan niat ibu balita dalam  kunjungan penimbangan balita di posyandu  wilayah kerja Puskesmas Pekapuran Raya. Metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Besar sampel 50 responden menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis  menggunakan uji Somers’d dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan persepsi benefit kriteria rendah 2%, sedang 24% dan tinggi 74%.  Tingkatan niat ibu balita kriteria lemah  2%, sedang 56% dan kuat 42%. Hasil uji Somers’d menunjukan nilai p=0,000 dan nilai r=0,533. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan positif dengan korelasi cukup antara persepsi benefit dan tingkatan niat ibu balita menimbang balita. Kata-kata kunci:  persepsi benefit,  niat, penimbangan balita, posyandu
Literature Review: Pengaruh Kombinasi Propofol-Fentanil dan Propofol-Remifentanil Selvia Damayanti; Dwi Laksono Adiputro; Andri Lumban Tobing
Homeostasis Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.167 KB)

Abstract

Abstract: General endotracheal intubation anesthesia may cause a response to stress that can stimulate hemodynamic changes. In order to suppress this reaction, opioids such as fentanyl and remifentanil can be mixed with propofol. The purpose of this article is to assess the effect of the combination of propofol-fentanyl and propofol-remifentanil on patients undergoing endotracheal intubation, and then compare the effects of both. The writing approaches adopted is a literature review using a narrative form. The authors noticed that the most efficient method of maintaining hemodynamic stability was to administer 2 μg/kg of fentanyl 3-5 minutes before intubation. Meanwhile, with a suggested dose of 2 μg/kg, the effective dose of remifentanil is within the 0.5-4 μg/kg range and the recommended dose of propofol is 2 mg/kg for both opioids. In adult patients, propofol-remifentanil is better at preserving hemodynamic control, but propofol-fentanyl is more effective and safer when given to pediatric patients. Keywords: propofol, fentanyl, remifentanil, hemodynamic response, endotracheal intubation Abstrak: Anestesi umum dengan intubasi endotrakeal dapat memicu respon stres yang dapat menstimulasi perubahan hemodinamik. Opioid seperti fentanil dan remifentanil dapat dikombinasikan dengan propofol untuk menekan respon tersebut. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kombinasi propofol-fentanil dan propofol-remifentanil terhadap pasien intubasi endotrakeal kemudian membandingkan pengaruh keduanya. Metode penulisan yang digunakan adalah literature review berupa narrative review. Penulis menemukan bahwa pemberian 2 μg/kg fentanil dalam waktu 3-5 menit sebelum intubasi adalah yang paling efektif dan aman dalam menjaga stabilitas respon hemodinamik. Sementara itu, remifentanil memiliki dosis efektif pada rentang 0,5-4 μg/kg dengan dosis yang disarankan adalah 2 μg/kg dan dosis propofol yang dianjurkan untuk kedua opioid tersebut adalah 2 mg/kg. Propofol-remifentanil lebih baik dibandingkan dengan propofol-fentanil dalam menjaga stabilitas hemodinamik pasien dewasa. Sebaliknya, propofol-fentanil lebih efektif dan aman apabila diberikan pada pasien anak. Kata-kata kunci: propofol, fentanil, remifentanil, respon hemodinamik, intubasi endotrakeal.
Literature Review: Hubungan Kadar Hematokrit dengan Nilai VO2 Maks pada Atlet Triana Norwidianti; Siti Kaidah; Huldani Huldani
Homeostasis Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.553 KB)

Abstract

Abstract: Sport is defined as a subcategory of physical activity that is carried out systematically and progressively. Maximum oxygen consumption (VO2 max) is an indicator to determining an athlete’s fitness in achieving goals. VO2 max in a person largely depends on the efficient transport of oxygen to active tissues. Hematocrit is one indicator that plays a role in oxygen transport to active tissues. The purpose of writing this literature review is to make a review on the relationship between hematocrit levels and VO2 max values in athletes. The reviewed articles were obtained from search results on Google Scholar and PubMed. The articles included are in English and Indonesian, published in 2011-2021. There are differences in results between studies related to the relationship between hematocrit levels and VO2 max values in athletes due to differences in several influencing factors such as gender, physical exercise, dehydration, body fat composition, as well as haemoconcentration and auto-hemodilution phenomena. Keywords: correlations, hematocrit, VO2 max, athletes Abstrak: Olahraga didefinisikan sebagai sub kategori dari aktivitas fisik yang dilakukan secara sistematik dan progresif. Konsumsi oksigen secara maksimal (VO2 maks) merupakan indikator untuk menentukan kebugaran atlet dalam upaya menggapai prestasi. VO2 maks pada seseorang sebagian besar tergantung dari transport oksigen yang efisiensi ke jaringan yang aktif. Hematokrit merupakan salah satu indikator yang berperan terhadap transport oksigen pada jaringan yang aktif. Tujuan penulisan literature review ini adalah yaitu untuk membuat tinjauan tentang hubungan antara kadar hematokrit dengan nilai VO2 maks pada atlet. Artikel yang direview didapatkan dari hasil pencarian pada Google Scholar dan PubMed. Artikel yang disertakan menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia yang dipublikasikan pada tahun 2011-2021. Terdapat perbedaan hasil antar penelitian terkait hubungan kadar hematokrit dengan nilai VO2 maks pada atlet yang disebabkan adanya perbedaan pada beberapa faktor yang memengaruhi seperti jenis kelamin, latihan fisik, dehidrasi, komposisi lemak tubuh, serta fenomena hemokonsentrasi dan auto hemodilusi. Kata-kata kunci: hubungan, hematokrit, VO2 maks, atlet
PERBEDAAN JUMLAH LIMFOSIT PENGGUNA AIR SUNGAI MARTAPURA DENGAN PENGGUNA AIR PDAM BANDARMASIH Eldha Savitri; Huldani Huldani; Rahmiati Rahmiati
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The amount of water pollution will affect the quality of the river water and affect its immunity. The government's effort to provide clean water is the existence of a regional water company. The aim of this research was to find out the differences of lymphocyte counts between Martapura River water consuments and Bandarmasih local water supply utility consuments for daily in Banjarmasin  August 2018. This study was an analytic observational with cross sectional approach. A total of 60 samples have been selected by purposive sampling which is divided into 2 groups. The results showed that the average of  lymphocyte counts of river water consuments was 34.8% and the average of lymphocyte counts of local water supply utility consuments was 32.8%. Analyzed the data used T - independent test showed that there were no significant differences of lymphocyte counts betweem Martapura River water consuments and Bandarmasih local water supply utility consuments in Banjarmasin August 2018 (p=0.318).  Keywords: river water, local water supply utility, immunity, lymphocyte Abstrak: Pencemaran air akan mempengaruhi kualitas air sungai dan berdampak terhadap penggunanya yaitu imunitas. Program pemerintah dalam menyediakan air bersih ialah didirikannya perusahaan daerah air minum (PDAM). Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan jumlah limfosit pengguna air sungai Martapura dengan pengguna air PDAM Bandarmasih untuk keperluan sehari-hari di Kota Banjarmasin periode Agustus 2018. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 60 orang telah dipilih dengan metode purposive sampling yang terbagi menjadi 2 kelompok. Hasil penelitian menunjukkan rerata jumlah limfosit pengguna air sungai ialah 34.8% dan rerata jumlah limfosit pengguna air PDAM ialah 32.8%. Analisis data mengunakan uji T Test tidak berpasangan menunjukan tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara jumlah limfosit pengguna air Sungai Martapura dan pengguna air PDAM Bandarmasih di Kota Banjarmasin periode Agustus 2018 (p=0,318). Kata-kata kunci: air sungai, air PDAM, imunitas, limfosit
Literature Review: Hubungan Tingkat Pengetahuan Asma dengan Tingkat Kontrol Asma Khairunnisa Khairunnisa; Farida Heriyani; Ira Nurrasyidah
Homeostasis Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.985 KB)

Abstract

Abstract: WHO estimates that the quantity of people with asthma in the world is around 235 million. Achieving controlled asthma in patients and maintaining control status in a controlled state are the goals of asthma management. Patients knowledge regarding asthma is one of the factors that influence asthma control. Asthma patients who have sufficient knowledge of asthma will have asthma under control. The purpose of writing this article is to find out how the relationship between the level of knowledge of asthma and the level of asthma control in asthma patients. Writing is done by analyzing related literature obtained from search results on electronic databases, namely: PubMed - MEDLINE, Google Schoolar, Science Direct, and official websites such as GINA, WHO and the Ministry of Health. The design used was a literature review, the articles included in Indonesian and English were published in 2010 - 2020. In this literature review, 20 articles were included. Of all the articles included in the literature review, the results showed a significant relationship between the level of knowledge of asthma and the level of asthma control in asthma patients. Keywords: asthma, asthma knowledge, and asthma control. Abstrak: WHO memperkirakan jumlah penderita asma di dunia sekitar 235 juta. Tercapainya asma yang terkontrol pada penderita serta mempertahankan status kontrolnya pada keadaan terkontrol merupakan tujuan dari penatalaksanaan asma. Pengetahuan pasien terkait asma merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kontrol asma. Penderita asma yang mempunyai pengetahuan asma yang cukup akan memiliki asma yang terkontrol. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahuai bagaimana  hubungan terkait  tingkat pengetahuan asma dengan tingkat kontrol asma pada penderita asma. Penulisan dilakukan dengan menganalisis literatur terkait yang didapatkan dari hasil pencarian pada database elektronik yaitu: PubMed – MEDLINE, Google Schoolar, Science Direct, dan situs web resmi seperti GINA, WHO dan Kemenkes. Desain yang digunakan adalah literature review, artikel yang disertakan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang dipublikasikan pada tahun 2010 – 2020. Pada literature review ini disertakan 20 artikel. Dari semua artikel yang disertakan dalam literature review menunjukkan hasil adanya hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan asma dengan tingkat kontrol asma pada penderita asma. Kata-kata kunci: asma, pengetahuan asma, dan kontrol asma.

Page 10 of 49 | Total Record : 485