cover
Contact Name
Hasni Syahida
Contact Email
hsyahida@ulm.ac.id
Phone
+6287815460096
Journal Mail Official
homeostasis@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter
ISSN : -     EISSN : 27224333     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Homeostasis adalah jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian yang memiliki fokus dan ruang lingkup di bidang kedokteran dan kesehatan. Tulisan-tulisan yang dimuat bisa dalam bentuk Original Research, Literature Review, ataupun Laporan Kasus. Homeostasis terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember di setiap tahunnya.
Articles 481 Documents
Literature Review: Perbedaan Nilai Konsumsi Oksigen Maksimal antara Pemain Basket dan Pemain Voli Jordy Aditya Raharjo; Asnawati Asnawati; Fauzan Muttaqien; Huldani Huldani; Mohammad Bakhriansyah
Homeostasis Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.215 KB)

Abstract

Abstract: Basketball and volleyball are aerobic-anaerobic, but predominantly anaerobic sports. Both of these sports can increase the maximum oxygen consumption (VO2 max). The purpose of this literature review is to analyze the difference in the value of maximum oxygen consumption between basketball players and volleyball players. The reference data in this article review was obtained by searching using Google Scholar.  This search uses English and Indonesian. After implementing a selection process in the form of checking titles and abstracts, the total remaining articles included in this literature review were 7 articles. The results of the 7 articles contained in this literature review, there are 4 articles that explain that the volleyball player group has a higher oxygen consumption value than the basketball player group, while in 3 other article explains that the maximum oxygen consumption value in the basketball player group is higher than the volleyball group. Keywords: maximum oxygen consumption, VO2 max, basketball, volleyball. Abstrak: Olahraga basket dan olahraga voli merupakan olahraga yang bersifat aerobik-anaerobik, tetapi didominasi anaerobik. Kedua olahraga ini dapat meningkatkan konsumsi oksigen maksimal (VO2 maks). Tujuan dari literature review ini adalah untuk menganalisa perbedaan nilai konsumsi oksigen maksimal antara pemain basket dan pemain voli. Data acuan dalam review artikel ini didapatkan dengan penelusuran menggunakan Google Scholar. Pencarian ini menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Setelah menerapkan proses seleksi berupa pengecekan judul dan abstrak, total artikel yang tersisa dan disertakan dalam literature review ini sebanyak 7 artikel. Hasil dari 7 artikel yang terdapat dalam literature review ini, terdapat 4 artikel yang menjelaskan bahwa pada kelompok pemain voli memiliki nilai konsumsi oksigen yang lebih tinggi daripada kelompok pemain basket, sedangkan pada 3 artikel lain menjelaskan bahwa nilai konsumsi oksigen maksimal pada kelompok pemain basket lebih tinggi daripada kelompok pemain voli. Kata-kata kunci: konsumsi oksigen maksimal, VO2 maks, basket, voli.
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Bunga Pukul Empat (Mirabilis jalapa) sebagai Larvasida dan Insect Growth Regulator terhadap Larva Aedes aegypti Alfina Hilma; Erida Wydiamala; Lisda Hayatie
Homeostasis Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.489 KB)

Abstract

Abstract: Mirabilis jalapa leaves are known to have secondary metabolic content in the form of alkaloid, flavonoid, saponin, and tannin which have the potential as larvicides and insect growth regulators. The purpose of this study was to determine the larvicidal activity and insect growth regulator of Mirabilis jalapa leaves ethanol extract against Aedes aegypti larvae. The concentration used in this study were six treatment groups for the larvicide test using a concentration of 1%, 0.5%, 0.25%, 0.125%, 0.0625%, 0.03125, with pure water as a negative control (K-) , and temefos 1% as positive control (K +). Five treatment groups for the insect growth regulator test used concentrations of 1%, 0.2%, 0.4%, 1.2%, 2.5%, with pure water as a negative control (K-), and pyriproxyfen as a positive control ( K +) uses 4 replications. The probit analysis results obtained the value of LC10 at a concentration of 0.141% (0.065% -0.209%), LC25 0.228% (0.134% -0.305%), LC50 0.389% (0.286% -0.488%), LC90 1.074% (0.811% -1.777%) , and LC99 2.458% (1.552% -6.226%). The results of the One-way Anova test showed that the value of p = 0.000 showed the effect of the ethanol extract of Mirabilis jalapa leaves on Aedes aegypti larvae. The results of the post-hoc test using LSD showed p value = 0.276, there was no significant difference between the 1% concentration and the positive control. The ethanol extract Mirabilis jalapa leaves on the insect growth regulator test obtained IE% results were 96% at a concentration of 0.1% and IE% were 100% at a concentration of 0.2%, 0.4%, 1.2%, and 2.5%. The conclusion of this study is the ethanol extract Mirabilis jalapa leaves has activity as a larvicide and insect growth regulator against Aedes aegpyti larvae. Keywords: larvacide, insect growth regulator, pukul empat leaves, Aedes aegypti Abstrak: Daun Bunga Pukul Empat diketahui memiliki kandungan metabolik sekunder berupa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin yang berpotensi sebagai larvasida dan insect growth regulator. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas larvasida dan insect growth regulator esktrak etanol daun bunga pukul empat terhadap larva Aedes aegypti. Konsentrasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah enam kelompok perlakuan untuk uji larvasida menggunakan konsentrasi 1%, 0,5%, 0,25%, 0,125%, 0,0625%, 0,03125, dengan air murni sebagai kontrol negatif (K-), dan temefos 1% sebagai kontrol positif (K+). Lima kelompok perlakuan untuk uji insect growth regulator menggunakan konsentrasi 1%, 0,2%, 0,4%, 1,2%, 2,5%, dengan air murni sebagai kontrol negatif (K-), dan pyriproxyfen sebagai kontrol positif (K+) menggunakan 4 replikasi. Hasil analisis probit didapatkan nilai LC10 pada konsentrasi 0,141% (0,065%-0,209%), LC25 0,228% (0,134%-0,305%), LC50 0,389% (0,286%-0,488%), LC90 1,074% (0,811%-1,777%), dan LC99 2,458% (1,552%-6,226%). Hasil uji Oneway Anova didapatkan nilai p=0,000 terdapat pengaruh ekstrak etanol daun bunga pukul empat terhadap larva Aedes aegypti. Hasil uji post-hoc menggunakan LSD didapatkan nilai p=0,276 tidak terdapat perbedaan signifikan antara konsentrasi 1% dengan kontrol positif. Ekstrak etanol daun bunga pukul empat pada uji insect growth regulator didapatkan hasil IE% sebesar 96% pada kosentrasi 0,1% dan IE% sebesar 100% pada konsentrasi 0,2%, 0,4%, 1,2%, dan 2,5%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol daun bunga pukul empat memiliki aktivitas sebagai larvasida dan insect growth regulator terhadap larva Aedes aegpyti. Kata kunci: larvasida, insect growth regulator, daun bunga pukul empat, Aedes aegypti
Perbandingan Aktivitas Daya Hambat Sediaan Tunggal dengan Kombinasi Infus Phyllanthus niruri dan Peperomia pellucida terhadap Staphylococcus aureus Lie Vanny Leono; Edyson Edyson; Lia Yulia Budiarti
Homeostasis Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.105 KB)

Abstract

Abstract: Phyllanthus niruri and Peperomia pellucida traditionally used for treatment of a variety of diseases. Both of these plants are known to contain compounds that have antibacterial activity name flavonoids, alkaloids, tannins. Medicinal plant consumption can be used singly or in combination. The purpose of this study was to analyze the differences of  optimum inhibitory activity between a single and the combination of infusion of P. niruri and P. pellucida on the growth of S. aureus in vitro. This study method was a true experimental with post test-only design with control group design, consisting of 26 single and combination treatments of P. niruri concentrations at 5%, 15, 25%, 35% and P. pellucida concentration at 10%, 20%, 30 %, 40%. The controls used were vancomycin 30µg and distilled water. The parameter measured is the diameter of the inhibition zone. The data was analyzed used One-way ANOVA test and Duncan's post-hoc test with α = 0.05. The results showed there were significant differences from each treatment of single and combination infusion (p <0.05). The combination of P. niruri and P. pellucida infusion that produces optimum inhibitory zone effect greater than the single preparation found at Meniran 25% + P. pellucida 40%. The conclusion from this study is that the combination infusion have optimum inhibition greater than the single infusion. Keywords: single dose, combination dose, Phyllanthus niruri, Peperomia pellucida, Staphylococcus aureus, optimum inhibitory activity Abstrak: Meniran (Phyllanthus niruri) dan sirih cina (Peperomia pellucida) merupakan tanaman herbal yang digunakan masyarakat untuk mengobati berbagai macam penyakit.  Kedua tanaman ini diketahui mengandung senyawa yang bersifat antibakteri yaitu flavonoid, alkaloid, dan tanin. Sediaan tanaman obat dapat digunakan secara tunggal maupun kombinasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan aktivitas daya hambat optimum dari sediaan tunggal dan kombinasi infus meniran dan sirih cina terhadap pertumbuhan S. aureus secara in vitro. Metode penelitian ini adalah true experimental dengan rancangan post test-only with control group design, terdiri dari 26 perlakuan sediaan tunggal dan kombinasi infus pada konsentrasi meniran 5%, 15, 25%, 35% dan sirih cina 10%, 20%, 30%, 40%. Kontrol yang digunakan yaitu Vankomisin 30µg dan akuades. Parameter yang diukur yaitu diameter zona hambat. Analisis data menggunakan uji One-way ANOVA dan uji post-hoc Duncan dengan α = 0,05. Hasil penelitian didapatkan ada perbedaan bermakna dari masing-masing perlakuan sediaan tunggal dan kombinasi (p < 0,05). Sediaan kombinasi infus meniran dan sirih cina yang menghasilkan efek zona hambat optimum lebih besar daripada sediaan tunggalnya terdapat pada konsentrasi meniran 25% + sirih cina 40%. Simpulan dari penelitian ini adalah sediaan kombinasi memiliki daya hambat optimum lebih besar dibandingkan sediaan tunggalnya. Kata-kata kunci: sediaan tunggal, sediaan kombinasi, Phylanthus niruri, Peperomia pellucida, Staphylococcus aureus, Daya hambat optimum
Literature Review: Efek Pemberian Kinesio Taping terhadap Nyeri pada Pasien Osteoartrithis Lutut Muhammad Daris Izdihar Putera Negara; Muhammad Siddik; Didik Dwi Sanyoto
Homeostasis Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.347 KB)

Abstract

Abstract: Kinesio Taping is emerging as an interesting method that can be applied to any condition of musculoskeletal injury. Likewise with osteoarthritis. This literature review was conducted with the aim of providing an overview of the effects of kinesio taping on pain in patients with knee osteoarthritis. The search was carried out on English-language articles published between 2010-2020. The articles used in this literature review are eight articles. The results of the literature review show that there is a positive effect of kinesio taping on pain in patients with knee osteoarthritis. This is evidenced by the reduction in pain measurement scores in almost all studies. There are several variations of KT fitting for knee OA, however, the Space correction technique is believed to be the fastest technique in reducing or eliminating pain in knee OA. Keywords: knee osteoarthritis kinesiotaping pain, kinesio taping, kneeosteoarthritis. Abstrak: Kinesio Taping muncul sebagai metode menarik yang dapat diterapkan pada berbagai kondisi cidera muskuloskeletal apa pun. Begitu juga dengan Osteoarthritis. Tinjauan literatur ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan gambaran umum terkait efek pemberian kinesio taping terhadap nyeri pada pasien Osteoarthritis lutut. Penelusuran dilakukan pada artikel berbahasa Inggris yang diterbitkan antara tahun 2010-2020. Artikel yang digunakan dalam tinjauan literatur ini sebanyak delapan artikel. Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa terdapat efek positif pemberian kinesio taping terhadap nyeri pada pasien Osteoarthritis lutut. Hal ini dibuktkan dengan penurunan skor pengukuran nyeri di hampir semua penelitian. Terdapat beberapa variasi pemasangan KT untuk OA lutut, namun teknik Space correction dipercaya sebagai teknik tercepat dalam mengurangi atau menghilangkan nyeri pada OA lutut. Kata-kata kunci: knee osteoarthritis kinesiotaping pain, kinesio taping, kneeosteoarthritis
Hubungan antara Diagnosis Rujukan dan Frekuensi Asuhan Antenatal dengan Kejadian Perdarahan Pasca-Salin di RSUD Ulin Banjarmasin Periode Januari 2018 – Juni 2019 Indra Rukmana Bangsawan; Noor Meitria Syahadatina; Ihya Ridlo Nizomy
Homeostasis Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.644 KB)

Abstract

Abstract: Postpartum hemorrhage is more than 500 ml of bleeding that occurs after vaginal delivery or more than 1000 ml after abdominal delivery within 24 hours. This research aims to determine the relationship of reference diagnosis and frequency of antenatal care with postpartum hemorrhage in RSUD Ulin Banjarmasin period January 2018 – June 2019 This research uses a case control analytical observational research method. The samples in this study were divided into samples of cases and control samples. Sample cases used total sampling and sampel control used simple random sampling. The statistical test used was the Chi-Square test and Fisher's alternative test    with a confidence level of 95% or α = 0.05. Analysis results of post-saline bleeding relationship to the diagnosis of reference (p= 0.000) and antenatal frequency (p= 0.424). The conclusion of this research is that there is a diagnosis relationship with the postpartum hemorrhage incident in RSUD Ulin Banjarmasin period January 2018 – June 2019 and there is no frequency relationship of antenatal bleeding with the incidence of postpartum hemorrhage in the RSUD Ulin Banjarmasin period January 2018-June 2019. Keywords: postpartum hemorrhage, referral diagnose, antenatal care frequency. Abstrak: Perdarahan pasca-salin adalah perdarahan yang terjadi lebih dari 500 ml setelah bayi lahir pervaginam atau lebih dari 1000 ml setelah persalinan abdominal dalam 24 jam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan diagnosis rujukan dan frekuensi asuhan antenatal dengan kejadian pendarahan pasca-salin di RSUD Ulin Banjarmasin periode Januari 2018 – Juni 2019 Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik yang bersifat case control. Sampel kasus menggunakan total sampling, sampel kontrol menggunakan simple random sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji’ Chi-Square dan uji alternatif Fisher dengan tingkat kepercayaan 95% atau α = 0,05. Didapatkan hasil analisis hubungan perdarahan pasca-salin terhadap diagnosis rujukan (p=0,000) dan frekuensi asuhan antenatal (p=0,424). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan diagnosis rujukan dengan kejadian perdarahan pasca-salin, tetapi tidak terdapat hubungan frekuensi asuhan antenatal dengan kejadian perdarahan pasca-salin di RSUD Ulin Banjarmasin periode Januari 2018-Juni 2019. Kata- kata  kunci: perdarahan pasca-salin, diagnosis rujukan, frekuensi asuhan antenatal.
Hubungan Kepadatan Hunian dan Kelembaban Ruangan dengan Kejadian Pedikulosis Kapitis. Rahmita Rahmita; Syamsul Arifin; Lisda Hayatie
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.438 KB)

Abstract

Abstract: Pediculosis capitis is an infectious disease of the scalp and hair caused by the infestation of Pediculus humanus var. capitis. The incidence and prevalence of pediculosis capitis is quite high in dense residential environments and humid rooms. The purpose of the study was to determine the relationship between residential density and room humidity with the incidence of pediculosis capitis at Darul Hijrah Islamic Boarding School Martapura. The method used is analytic observational with cross sectional approach. The sample size is 50 people using proportional random sampling technique and variable analysis using Mann Whitney test. The statistical test results for residential density p value = 0.002 and room humidity p value = 0.009. The conclusion of this study there is a relationship between residential density and room humidity with the incidence of pediculosis capitis at girl students in Darul Hijrah Islamic Boarding School Martapura. Keywords: pediculosis capitis, residential density, room humidity. Abstrak: Pedikulosis kapitis adalah penyakit menular pada kulit kepala dan rambut disebabkan infestasi Pediculus humanus var. capitis. Insiden dan prevalensi Pedikulosis kapitis cukup tinggi pada lingkungan padat hunian dan ruangan yang lembab. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kepadatan hunian dan kelembaban ruangan dengan kejadian Pedikulosis kapitis di Pesantren Darul Hijrah Puteri Martapura. Metode yang digunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel 50 responden dengan teknik pengambilan proportional randon sampling dan analisis variabel dengan uji Mann Whitney. Hasil uji statistik untuk kepadatan hunian nilai p = 0,002 dan kelembaban ruangan nilai p = 0,009. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara kepadatan hunian dan kelembaban ruangan dengan kejadian pedikulosis kapitis pada santriwati di Pesantren Darul Hijrah Martapura. Kata-kata kunci: pedikulosis kapitis, kepadatan hunian, kelembaban ruangan.
Literature Review: Efektivitas Kinesio Taping dan Exercise terhadap Intensitas Nyeri pada Pasien Carpal Tunnel Syndrome Muhammad Rifqi Haikal; Fathia Arsyiana; Didik Dwi Sanyoto
Homeostasis Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.098 KB)

Abstract

Abstract: Pain is one of the symptoms that are often found in patients with Carpal Tunnel Syndrome (CTS) which can cause nuisance and discomfort to the patient. Kinesio Tape (KT) is a medical rehabilitation through gate control theory mechanism and elevates soft tissue that compresses the median nerve. The purpose of this literature review is to determine the effect of KT on reducing pain intensity in CTS patients, and to determine the effect of KT combined with exercise on the pain intensity of CTS patients. This study was done by analyzing library sources from several medical journal databases, namely Google Scholar, PubMed, and Science Direct. Based on the search process, 10 journals were found that were used as topics in this review. The results of this paper indicate the effect of KT on reducing pain intensity, whether combined with exercise or not. Keywords : carpal tunnel syndrome, pain, kinesio tape, exercise Abstrak: Nyeri merupakan salah satu gejala yang sering ditemukan pada pasien Carpal Tunnel Syndrome (CTS) yang dapat menyebabkan gangguan dan ketidaknyamanan pada pasien. Kinesio Tape (KT) merupakan rehabilitasi medis melalui mekanisme gate control theory dan mengangkat jaringan lunak yang menekan nervus medianus. Tujuan literature review ini untuk mengetahui pengaruh KT tehadap penurunan intensitas nyeri pada pasien CTS, dan mengetahui pengaruh KT yang dikombinasikan dengan exercise terhadap intensitas nyeri pasien CTS. Penulisan ini dilakukan dengan menganalisis sumber pustaka dari beberapa database jurnal kedokteran yaitu google scholar, PubMed, dan Science Direct. Berdasarkan proses pencarian, didapatkan 10 jurnal yang dijadikan bahasan topik pada literatur ini. Hasil penulisan ini menunjukkan adanya pengaruh KT pada penurunan intensitas nyeri baik dikombinasikan dengan exercise ataupun tidak. Kata-kata kunci: carpal tunnel syndrome, pain, kinesio tape, exercise
Uji Toksisitas Ekstrak Metanol Kulit Kayu dan Daun Galam dengan Metode BSLT Ahmad Danial Rizkillah Az Zamzami; Isnaini Isnaini; Alfi Yasmina
Homeostasis Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.291 KB)

Abstract

Abstract: Galam (Malaleuca cajuputi subs. Cuimingiana [Turcz.] Barlow) contains phenolic compounds, flavonoids, alkaloids, tannins, steroids, and terpenoids, which are assumed to have toxic properties. Each part of the plant contains different compounds that might affect its biological activity. This study aimed to analyze the toxicity of the methanol extracts of galam leaves and tree bark with brine shrimp lethality test (BSLT). This research was experimental, and the samples used were the methanol extracts of galam leaves and tree bark with concentrations of 10, 100, 200, 500, and 1000 ppm. Toxicity was assessed with BSLT, and LC50 was analyzed using probit analysis. The results showed that the LC50 value for galam leaves methanol extract was 141.86 (110.77-177.07) ppm and for galam tree bark methanol extract was 610.50 (495.03-745.36) ppm. It can be concluded that galam leaves and tree bark methanol extracts was classified as toxic, with the methanol extract of galam leaves having a higher toxicity than the methanol extract of galam tree bark. Keywords: toxicity, galam, Malaleuca cajuputi, brine shrimp lethality test Abstrak: Tanaman galam (Malaleuca cajuputi subs. Cuimingiana [Turcz.] Barlow) mengandung steroid, fenol, alkaloid, terpenoid, tanin, dan flavonoid yang diduga memiliki sifat toksisitas. Bagian-bagian tanaman memiliki senyawa-senyawa yang berbeda, yang dapat mempengaruhi aktivitas biologisnya. Penelitian ini memiliki tujuan dalam menganalisa toksisitas ekstrak metanol kulit kayu dan daun galam dengan metode brine shrimp lethality test (BSLT). Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorik. Sampel yang digunakan adalah ekstrak metanol kulit kayu dan daun galam dengan konsentrasi 10, 100, 200, 500, dan 1000 ppm. Toksisitas dinilai dengan menggunakan metode BSLT dan dinyatakan dengan LC50. LC50 dianalisis menggunakan analisa probit. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai LC50 untuk ekstrak metanol daun galam sebesar 141, 86 (110,77-177,07) ppm dan untuk ekstrak metanol kulit kayu galam sebesar 610,50 (495,03-745,36) ppm. Dengan demikian, daun dan kulit kayu galam diklasifikasikan sebagai toksik, dengan ekstrak metanol daun galam mempunyai toksisitas lebih besar daripada ekstrak metanol kulit kayu galam. Kata-kata kunci: toksisitas, galam, Malaleuca cajuputi, brine shrimp lethality test
Hubungan Riwayat Merokok dan Tempat Tinggal dengan Gambaran Sitopatologi Kanker Paru Nurrafi Aliya Khasanah; Ika Kustiyah Oktaviyanti; Ida Yuliana
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.264 KB)

Abstract

Abstract: Lung cancer ranks third for mortality and new cases every year. Lung cancer is often associated with smoking. In addition, living quarters contaminated by carcinogens trigger lung cancer. The purpose of the study was to find out about the cytopathology description of lung cancer based on smoking history and residence in lung cancer patients at the Anatomical Pathology Laboratory of Ulin Hospital, Banjarmasin. This study is an observational analytic study with a retrospective approach. Samples were taken by purposive sampling technique. Data analysis using the Mann-Whitney test. The results showed that the majority were adenocarcinoma (74.5%), smokers (47.05%) and did not live in the mining area (66.67%). The conclusion is that there is a significant correlation between smoking history and lung cancer cytopathology (p=0.040) and there is no significant correlation between residence and cytopathology of lung cancer (p=0.938). Keywords: lung cancer, cytopathological, smoking, residence. Abstrak: Kanker paru menempati urutan ketiga untuk angka kematian dan kasus baru di setiap tahunnya. Kanker paru sering dikaitkan dengan merokok. Selain itu, tempat tinggal yang tercemar oleh karsinogen memicu terjadinya kanker paru. Tujuan penelitian untuk mengetahui tentang gambaran sitopatologi kanker paru berdasarkan riwayat merokok dan tempat tinggal pada pasien kanker paru di  Laboratorium Patologi Anatomi RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan retrospective. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan yang terbanyak adalah adenokarsinoma (74,5%), perokok (47,05%) dan tidak tinggal di wilayah pertambangan (66,67%). Kesimpulannya adalah terdapat hubungan bermakna antara riwayat merokok dengan gambaran sitopatologi kanker paru (p=0,040) dan tidak terdapat hubungan bermakna antara tempat tinggal dengan gambaran sitopatologi kanker paru (p=0,938). Kata-kata kunci:  kanker paru, sitopatologi, merokok, tempat tinggal.
Hubungan Kadar Albumin, Limfosit, dan Komorbiditas dengan Lama Rawat Inap Aisy Samara Istiqomah; Wiwit Agung Sri Nur Cahyawati; Roselina Panghiyangani
Homeostasis Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.151 KB)

Abstract

Abstract: Hypoalbuminemia is common in the elderly patients. Along with aging there is a decrease in physiological functions including the immune system which causes lymphopenia. Comorbidities also increase significantly with age. This research is analytic observational with cross-sectional method aimed to analyze the correlation of albumin, lymphocytes, and comorbidities with the length of stay of elderly patients. The research sample of 31 elderly people was obtained using a total sampling technique according to the inclusion and exclusion criteria. The mean albumin level was 3.07±0.61 gr/dl. The mean lymphocyte value was 17.84±9.68 %. The median comorbidity score was 2 with a minimum was 0 and the maximum was 4. The average length of stay for elderly patients was 7±3.84 days. There is a significant correlation between lymphocytes and LOS in elderly patients (r=-0,45;p=0,011). There is a significant correlation between comorbidities and LOS in elderly patients (r=0,368;p=0,042). There is no correlation between albumin and LOS of elderly patients (p>0.05) in the Internal Medicine Ward at Ulin Hospital Banjarmasin. Keywords: albumin levels, lymphocyte, comorbidity, length of stay, elderly Abstrak: Hipoalbuminemia umum ditemukan pada lansia. Seiring dengan peningkatan usia terjadi penurunan fungsi fisiologis termasuk pada sistem imunitas yang pada akhirnya menyebabkan limfopenia. Komorbiditas pun meningkat secara signifikan seiring bertambahnya usia. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan metode cross-sectional dan bertujuan untuk menganalisis korelasi albumin, limfosit, dan komorbiditas dengan lama rawat inap pasien lansia. Sampel penelitian sejumlah 31 lansia diperoleh menggunakan teknik total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Rerata kadar albumin 3,07 gr/dl±0,61. Rerata nilai limfosit 17,84%±9,68. Median skor komorbiditas didapatkan skor 2 dengan minimal 0 dan maksimal 4. Rerata lama rawat inap pasien lansia adalah 7±3,84 hari. Terdapat korelasi signifikan antara limfosit dan lama rawat pasien lansia (r=-0,45; p=0,011). Terdapat korelasi signifikan antara komorbiditas dan lama rawat pasien lansia (r=0,368; p=0,042). Tidak terdapat korelasi antara albumin dengan lama rawat pasien lansia (p>0,05) di Ruang Rawat Penyakit Dalam RSUD Ulin Banjarmasin. Kata-kata kunci: kadar albumin, limfosit, komorbiditas, lama rawat inap, lansia