cover
Contact Name
Hasni Syahida
Contact Email
hsyahida@ulm.ac.id
Phone
+6287815460096
Journal Mail Official
homeostasis@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter
ISSN : -     EISSN : 27224333     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Homeostasis adalah jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian yang memiliki fokus dan ruang lingkup di bidang kedokteran dan kesehatan. Tulisan-tulisan yang dimuat bisa dalam bentuk Original Research, Literature Review, ataupun Laporan Kasus. Homeostasis terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember di setiap tahunnya.
Articles 481 Documents
Literature Review: Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Tingkat Kontrol Asma Ppada Penderita Asma Khairunisa Nurdin; Farida Heriyani; Ira Nurrasyidah
Homeostasis Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.524 KB)

Abstract

Abstract: Asthma is more common in overweight and obesitas subjects, compared to normal weight and underweight subjects. The review summarizes the relationship between body mass index (BMI) with level of asthma control in asthma suffers. The writing was conducted by analyzing related literature obtained from the search results on medical journal databases, such as PubMed - MEDLINE, Scince Direct, Google Scholar, and official websites such GINA, WHO and the Ministry of Health. Articles included are in Indonesia amd English and published in 2009-2020. Several studies have shown that being overweight and obese can increase inflammation, increase gastroesophageal reflux, and decrease pulmonary function, which can worsen asthma symptoms compared to normal weight individuals. There is a significant relationship between BMI and the level of asthma control. Excess BMI and obesity have uncontrolled asthma compared to normal and underweight BMI. The higher the BMI, the lower the level of asthma control. Keywords: asthma, asthma control, body mass index. Abstrak: Asma lebih banyak didapatkan pada subjek berat badan lebih dan obesitas, dibandingkan dengan berat badan normal dan underweight. Penulisan literature review ini bertujuan untuk merangkum hubungan indeks massa tubuh (IMT) dengan tingkat kontrol asma. Penulisan dilakukan dengan menganalisis literatur terkait yang didapatkan dari hasil pencarian pada database jurnal kedokteran, yaitu PubMed – MEDLINE, Scince Direct, Google Scholar, dan situs web resmi seperti GINA, WHO dan Kemenkes . Artikel yang disertakan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dan dipublikasikan pada tahun 2009-2020. Beberapa peneIitian menunjukkan bahwa keIebihan berat badan dan obesitas bisa  meningkatkan infIamasi, meningkatkan refIuks gastroesofagus, dan menurunnya fungsi pada paru yang bisa membuat buruknya gejaIa pada asma dibandingkan dengan individu dengan berat badan normaI. Terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan tingkat kontrol asma. IMT berlebih dan obesitas memiliki asma yang tidak terkontrol dibandingkan dengan IMT normal dan kurus. Semakin tinggi IMT maka semakin rendah tingkat kontrol asma. Kata-kata kunci: asma, kontrol asma, indeks massa tubuh
HUBUNGAN HEMATOKRIT DAN JUMLAH TROMBOSIT TERHADAP LAMA RAWAT INAP PASIEN DBD ANAK DI RSUD ULIN BANJARMASIN Noor Halimah Amini; Edi Hartoyo; Rahmiati Rahmiati
Homeostasis Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.218 KB)

Abstract

Abstract: Dengue virus infection causes plasma leakage which characterized by increasing haematocrite and thrombocytopenia which results in bleeding manifestation. These two manifestation are indication of patient with DHF being hospitalized to avoid worsening. This study aims to determine the relationship of haematocrit and platelet count to the length of stay of DHF in children. This research is an observasional-analitic with cross-sectional method. The sample is 75 medical records of DHF in children were hospitalized at General Hosiptal of Ulin Banjarmasin from January 1st-December 31st 2017 by using purposive sampling technique. The median of haematocrit was 38,4%, platelet count  was 75.000 sel/µL, and length of stay was 3 days. The results of the Chi-Square analysis showed significant association between haematocrit (p=0,012) to length of stay, and no significant association between platelet count (p=1,000) to length of stay. Keywords: dengue hemorrhagic fever, DHF in children, haematocrite, platelet count, length of stay Abstrak: Infeksi virus dengue menyebabkan terjadinya kebocoran plasma yang ditandai dengan peningkatan nilai hematokrit dan trombositopenia yang memunculkan manifestasi perdarahan. Dua manifestasi tersebut merupakan indikasi pasien DBD harus dirawat inap untuk menghindari perburukan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan nilai hematokrit dan jumlah trombosit terhadap lama rawat inap pasien demam berdarah dengue anak. Penelitian ini merupakan penelitian observasional-analitik dengan metode cross-sectional. Sampel berjumlah 75 data rekam medis pasien anak yang dirawat inap di RSUD Ulin Banjarmasin periode 1 Januari-31 Desember 2017 yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Median nilai hematokrit adalah 38,4%, jumlah trombosit adalah 75.000 sel/µL, serta lama rawat inap adalah 3 hari. Hasil uji analisis Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara nilai hematokrit (p=0,012) terhadap lama rawat inap, dan tidak terdapat hubungan bermakna antara jumlah trombosit (p=1,000) terhadap lama rawat inap. Kata-kata kunci: demam berdarah dengue, DBD anak,  hematokrit, trombosit, lama rawat inap
Literature Review: Perbandingan Kekuatan Otot Pasien DM Tipe 2 dan Non-DM pada Lansia Asmah Aulia; Wiwit Agung Sri Nur Cahyawati; Roselina Panghiyangani
Homeostasis Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.975 KB)

Abstract

Abstract: Elderly is someone over 60 years of age who experiences a natural aging process characterized by decreased physical ability due to changes in the function of organs and body systems which results in various diseases, one of which is type 2 diabetes. Aging is related to a progressive decrease in skeletal muscle strength. The purpose of this review literature is to determine the differences in muscle strength in patients with type 2 diabetes and non-DM patients in the elderly by analyzing the related literature obtained from search results in medical journal databases, namely Pubmed-MEDLINE and Google Scholar. There are 20 articles included in English and published in 2004-2020. Decreased muscle strength in the elderly due to increased visceral fat and intramuscular fat while subcutaneous fat, the number and size of muscle fibers decreased. The decrease in muscle strength in DM is due to insulin resistance resulting in a decrease in protein synthesis and an increase in protein degradation. So it can be concluded that the elderly with type 2 DM have lower muscle strength than non-DM. Keywords: elderly, muscle strength, diabetes mellitus type 2, non DM, hand grip strength. Abstrak: Lansia adalah seseorang berusia diatas 60 tahun yang mengalami proses penuaan alami ditandai menurunnya kemampuan fisik akibat perubahan fungsi organ dan sistem tubuh yang berakibat pada berbagai penyakit salah satunya DM tipe 2. Penuaan berkaitan dengan menurunnya kekuatan otot rangka secara progresif. Tujuan literatur review ini untuk mengetahui perbedaan kekuatan otot pasien DM tipe 2 dan non DM pada lansia dengan menganalisis literatur terkait yang didapatkan dari hasil pencarian pada database jurnal kedokteran, yaitu Pubmed-MEDLINE dan Google Scholar. Artikel yang disertakan sebanyak 20 menggunakan bahasa inggris dan dipublikasikan pada tahun 2004-2020. Penurunan kekuatan otot pada lansia karena lemak visceral dan lemak intramuscular meningkat sedangkan lemak subkutan, jumlah dan ukuran serat otot menurun. Penurunan kekuatan otot pada DM disebabkan resistensi insulin  sehingga terjadi penurunan sintesis protein dan peningkatan degradasi protein. Sehingga dapat disimpulkan lansia dengan DM tipe 2 memiliki kekuatan otot yang lebih rendah dibandingkan non DM. Kata-kata kunci:  lansia, kekuatan otot, diabetes melitus tipe 2, non DM, hand grip strength.Abstract:Elderly is someone over 60 years of age who experiences a natural aging process characterized by decreased physical ability due to changes in the function of organs and body systems which results in various diseases, one of which is type 2 diabetes. Aging is related to a progressive decrease in skeletal muscle strength. The purpose of this review literature is to determine the differences in muscle strength in patients with type 2 diabetes and non-DM patients in the elderly by analyzing the related literature obtained from search results in medical journal databases, namely Pubmed-MEDLINE and Google Scholar. There are 20 articles included in English and published in 2004-2020. Decreased muscle strength in the elderly due to increased visceral fat and intramuscular fat while subcutaneous fat, the number and size of muscle fibers decreased. The decrease in muscle strength in DM is due to insulin resistance resulting in a decrease in protein synthesis and an increase in protein degradation. So it can be concluded that the elderly with type 2 DM have lower muscle strength than non-DM. Keywords: elderly, muscle strength, diabetes mellitus type 2, non DM, hand grip strength. Abstrak: Lansia adalah seseorang berusia diatas 60 tahun yang mengalami proses penuaan alami ditandai menurunnya kemampuan fisik akibat perubahan fungsi organ dan sistem tubuh yang berakibat pada berbagai penyakit salah satunya DM tipe 2. Penuaan berkaitan dengan menurunnya kekuatan otot rangka secara progresif. Tujuan literatur review ini untuk mengetahui perbedaan kekuatan otot pasien DM tipe 2 dan non DM pada lansia dengan menganalisis literatur terkait yang didapatkan dari hasil pencarian pada database jurnal kedokteran, yaitu Pubmed-MEDLINE dan Google Scholar. Artikel yang disertakan sebanyak 20 menggunakan bahasa inggris dan dipublikasikan pada tahun 2004-2020. Penurunan kekuatan otot pada lansia karena lemak visceral dan lemak intramuscular meningkat sedangkan lemak subkutan, jumlah dan ukuran serat otot menurun. Penurunan kekuatan otot pada DM disebabkan resistensi insulin  sehingga terjadi penurunan sintesis protein dan peningkatan degradasi protein. Sehingga dapat disimpulkan lansia dengan DM tipe 2 memiliki kekuatan otot yang lebih rendah dibandingkan non DM. Kata-kata kunci:  lansia, kekuatan otot, diabetes melitus tipe 2, non DM, hand grip strength.
Literature Review: Korelasi Kadar Malondialdehid Plasma dengan Depresi pada Lanjut Usia Yasril Ananta Zakariya; Fakhrurrazy Fakhrurrazy; Fujiati Fujiati
Homeostasis Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.358 KB)

Abstract

Abstract: Depression in elderly is different from depression in general, it’s a little difficult to recognize because it shows different symptoms in younger people. Many factors can cause depression, which one is occurs by oxidative stress that marked by increasing levels of malondialdehyde (MDA). Writing this literature review aims to analyze the correlation between malondialdehyde levels and depression. Writing is done by analyzing related literature that is obtained from medical journal databases, PubMed-MEDLINE and Google Scholar using English language and published in 2000-2020. A total of 8 articles were included in this literature review. Based on the literature review, it was found that there was an corelation between MDA levels and depression, further research was needed to determine the direct relationship between MDA levels and depression in elderly. Keywords: oxidative stress, late life, malondialdehyde, depressive disorder, elderly. Abstrak: Depresi pada lanjut usia (lansia) berbeda dengan depresi pada umumnya, sedikit sulit untuk dikenali karena menunjukkan keluhan yang berbeda dengan orang yang lebih muda. Banyak faktor yang dapat menyebabkan depresi salah satunya terjadi stres oksidatif yang ditandai dengan meningkatnya kadar malondialdehid (MDA). Penulisan literature review ini bertujuan untuk menganalisis korelasi kadar MDA dengan depresi pada lansia. Penulisan dilakukan dengan menganalisis literatur terkait yang didapatkan dari pencarian pada database jurnal kedokteran, yaitu PubMed-MEDLINE dan Google Scholar menggunakan bahasa inggris dan dipublikasikan pada tahun 2000-2020. Sebanyak 8 artikel disertakan pada literature review ini. Berdasarkan literature review didapatkan korelasi antara kadar MDA dengan depresi pada lansia, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hubungan kadar MDA dengan depresi pada lansia secara langsung. Kata kunci: stres oksidatif, malondialdehid, depresi, lanjut usia.
Karakteristik Persalinan Prematur di RSUD Ulin Banjarmasin Periode Januari-Desember 2018 Delvi Aulia Larasati; Bambang Abimanyu; Azma Rosida
Homeostasis Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.303 KB)

Abstract

Identifikasi Bakteri Kontaminan Udara di Ruang Perinatologi RSUD Idaman Banjarbaru Tahun 2018 Larasati Gilang Puji Astuti; Noor Muthmainah; Rahmiati Rahmiati
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.341 KB)

Abstract

Abstract: Nosocomial infection can be caused due to the quality mikrobiological of air in the Perinatology room. Cause infection can be transmitted through the air. The aim this study of determine types of airborne contaminant bacteria in the Perinatology room RSD Idaman Banjarbaru period July 2018. This study uses descriptive method and cross-sectional approach. Identification of bacteria were performed using 15 blood agar media and 15 Mac Conkey media. Sampling was carried out using open plate method. The results of the study obtained gram-positive bacteria Staphylococcus aureus 48,6%, Staphylococcus epidermidis 12,5 %, and Staphylococcus saprophyticus 5,0 %. Gram negatif bacteria Escherichia coli 27,2 % and Salmonella typhi 6,7 %. The conclusions of the study gram-positive bacteria more found than gram-negatif.  Keywords: airborne contaminant bacteria, Perinatology room, open plate Abstrak: Infeksi nosokomial dapat disebabkan karena kualitas mikrobiologi udara di ruang Perinatologi, karena transmisi mikroorganisme penyebab infeksi dapat ditularkan melalui udara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis bakteri kontaminan udara di ruang Perinatologi RSD Idaman Banjarbaru periode Juli 2018. Metode penelitian adalah deskriptif dan pendekatan cross sectional. Identifikasi bakteri dilakukan dengan menggunakan 15 media agar darah dan 15 media Mac Conkey. Pengambilan sampel dengan metode open plate. Hasil penelitian didapatkan bakteri gram positif yaitu Staphylococcus aureus 48,6 %, Staphylococcus epidermidis 12,5 % dan Staphylococcus saprophyticus 5,0 %. Bakteri gram negatif yaitu Escherichia coli 27,2 % dan Salmonella typhi 6,7 %. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu bakteri gram positif lebih banyak ditemukan dibandingkan bakteri gram negatif. Kata-kata kunci: bakteri kontaminan udara, ruang Perinatologi, open plate
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Akar Binjai (Mangifera caesia Jack.) terhadap Shigella dysenteriae dan Salmonella typhi In Vitro Galuh Eka Suryani; Agung Biworo; Lia Yulia Budiarti
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.155 KB)

Abstract

Abstract: Binjai is plant that’s widely spread in South Kalimantan. Binjai’s root contains saponins and tannins as antibacterial. The purpose of study to analyze the differences in inhibitory activity of binjai’s root ethanol extract against Shigella dysenteriae and Salmonella typhi in vitro. This study used true experimental studies that’s posttest with control group design, consisting of 10 treatments of binjai’s root ethanol extract (50%, 55%, 60%, 65%, 70%, 75%, 80%, 85%, 90%, 95%) and ciprofloxacin (positive control). Data analysis was performed by one way ANOVA, post hoc Duncan, and t independent test (α = 0.05). The results of study showed that there were significant differences inhibitory power and inhibitory power increased with increasing concentration also at the same concentration, the inhibitory activity of binjai’s root ethanol extract was greater against to Salmonella typhi (23.12 mm) than Shigella dysenteriae (20.81 mm). Ethanol extract of binjai’s root has optimum inhibition at concentration 90% towards the growth both of bacteria. The conclusion is there are differences inhibitory activity of binjai’s root ethanol extract on the growth of Shigella dysenteriae and Salmonella typhi in vitro. Keywords: antibacterial activity, binjai’s root extract, Shigella dysenteriae, Salmonella typhi, in vitro. Abstrak Binjai merupakan tanaman yang banyak tersebar di Kalimantan Selatan. Akar binjai mengandung saponin dan tanin sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan aktivitas daya hambat ekstrak etanol akar binjai terhadap Shigella dysenteriae dan Salmonella typhi secara in vitro. Penelitian ini menggunakan studi true experimental dengan rancangan posttest with control group design, terdiri dari 10 perlakuan ekstrak etanol akar binjai (50%, 55%, 60%, 65%, 70%, 75%, 80%, 85%, 90%, 95%) dan siprofloksasin (kontrol positif). Analisis data dilakukan dengan uji one way ANOVA, post hoc Duncan, dan t independent  (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan daya hambat yang bermakna dari masing-masing perlakuan dan daya hambat meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi serta didapatkan pada konsentrasi yang sama, aktivitas daya hambat ekstrak etanol akar binjai lebih besar terhadap Salmonella typhi (23,12 mm) dibandingkan Shigella dysenteriae (20,81 mm). Ekstrak etanol akar binjai memiliki daya hambat optimum pada konsentrasi 90% terhadap pertumbuhan kedua bakteri uji. Simpulannya adalah terdapat perbedaan aktivitas daya hambat ekstrak etanol akar binjai terhadap pertumbuhan Shigella dysenteriae dan Salmonella typhi secara in vitro. Kata-kata kunci: aktivitas antibakteri, ekstrak akar binjai, Shigella dysenteriae, Salmonella typhi, in vitro.
Literature Review: Pengaruh Volume Prostat terhadap Kejadian Retensi Urin Akut pada Pasien BPH Zahra Fauziya; Hendra Sutapa; Dewi Indah Noviana Pratiwi
Homeostasis Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.116 KB)

Abstract

Abstract: Benign prostatic hyperplasia (BPH) is a hyperplasia of prostate cells. Acute urinary retention is a common complication of BPH. This literature review aims to give some insights regarding the effects of prostate volume on the incidency of acute urinary retention by observing the mean of prostate volume and incidency of acute urinary retention in BPH patients. The source of this study is nine journals related to the topic from some medical journal database: PubMed, Science Direct and Google Scholar. The writer compiled some journals in English and Bahasa Indonesia which were published in 2010-2020. The study shows that 8 out of 9 researches indicate that prostate volume has an effect on the incidency of acute urinary retention in patients with benign prostatic hyperplasia (BPH). The mean volume of prostate in patients with BPH is 53,9 ml. 470 out of 2464 patients with BPH in this study developed acute urinary retention.  Keywords: effect, prostate volume, acute urinary retention, benign prostatic hyperplasia, BPH. Abstrak: Benign prostatic hyperplasia (BPH) merupakan hiperplasia sel kelenjar prostat. Retensi urin akut merupakan salah satu komplikasi yang umum terjadi pada pasien BPH. Literature review ini disusun guna menambah wawasan mengenai pengaruh volume prostat terhadap kejadian retensi urin akut pada pasien BPH dengan melihat gambaran rerata volume prostat dan kejadian retensi urin akut pada pasien BPH. Sumber literatur berupa sembilan jurnal terkait yang diperoleh melalui database jurnal kedokteran, yaitu PubMed, Science Direct dan Google Scholar. Penulis mengambil jurnal dengan bahasa inggris maupun bahasa Indonesia yang dipublikasi dalam kurun waktu 2010-2020. Hasil yang didapat dari studi ini adalah 8 dari 9 penelitian yang ditinjau mengindikasikan terdapat pengaruh volume prostat terhadap kejadian retensi urin akut pada pasien benign prostatic hyperplasia (BPH). Rerata volume prostat dari pasien benign prostatic hyperplasia (BPH) adalah 53,9 ml. Terdapat 470 dari total 2464 pasien BPH pada literatur yang mengalami retensi urin akut. Kata-kata kunci:         pengaruh, volume prostat, retensi urin akut, benign prostatic hyperplasia, BPH.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN LABEL GIZI DENGAN KONSUMSI MAKANAN KEMASAN PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Agnes Tjahjadi; Triawanti Triawanti; Noor Muthmainnah
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Food consumption in the present era is influenced by the presence of various types of packaged foods that can affect consumption patterns in people with type 2 diabetes mellitus. The nutritional labels listed on packaged foods are useful for knowing the nutritional content contained in them. Knowledge and use of nutritional labels can help balance the pattern of food intake in diets of type 2 diabetes mellitus. This study aims to determine the relationship between knowledge and use of nutritional labels with consumption of packaged food in patients with type 2 diabetes mellitus at the Cempaka Public Health Banjarmasin. The method of this study used an observational analytic design with a cross sectional approach. Sampling is done by using purposive sampling technique and the number of respondent is 70 people. The research instrument was a questionnaire. The Chi-Square test results obtained p value = 0.325 which indicates that there is no relationship between nutritional label knowledge and consumption of packaged foods and the value of p = 0.006 which indicates that there is a relationship between the use of nutritional labels and consumption of packaged foods. Keywords: knowledge, use, nutrition label, packaged food, type 2 diabetes mellitus Abstrak: Konsumsi pangan di zaman sekarang dipengaruhi oleh adanya beragam jenis makanan kemasan yang dapat mempengaruhi pola konsumsi pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Label gizi yang tercantum pada makanan kemasan bermanfaat untuk mengetahui kandungan zat gizi yang terkandung di dalamnya. Pengetahuan dan penggunaan label gizi dapat membantu menyeimbangkan pola asupan makanan dalam diet penderita diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan penggunaan label gizi dengan konsumsi makanan kemasan pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Cempaka Banjarmasin. Metode penelitian menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling didapatkan 70 responden. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Hasil uji Chi-Square didapatkan nilai p=0,325 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan label gizi dengan konsumsi makanan kemasan dan nilai p=0,006 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara penggunaan label gizi dengan konsumsi makanan kemasan. Kata-kata kunci: pengetahuan, penggunaan, label gizi, makanan kemasan, diabetes mellitus tipe 2Abstract: Food consumption in the present era is influenced by the presence of various types of packaged foods that can affect consumption patterns in people with type 2 diabetes mellitus. The nutritional labels listed on packaged foods are useful for knowing the nutritional content contained in them. Knowledge and use of nutritional labels can help balance the pattern of food intake in diets of type 2 diabetes mellitus. This study aims to determine the relationship between knowledge and use of nutritional labels with consumption of packaged food in patients with type 2 diabetes mellitus at the Cempaka Public Health Banjarmasin. The method of this study used an observational analytic design with a cross sectional approach. Sampling is done by using purposive sampling technique and the number of respondent is 70 people. The research instrument was a questionnaire. The Chi-Square test results obtained p value = 0.325 which indicates that there is no relationship between nutritional label knowledge and consumption of packaged foods and the value of p = 0.006 which indicates that there is a relationship between the use of nutritional labels and consumption of packaged foods.Keywords: knowledge, use, nutrition label, packaged food, type 2 diabetes mellitus Abstrak: Konsumsi pangan di zaman sekarang dipengaruhi oleh adanya beragam jenis makanan kemasan yang dapat mempengaruhi pola konsumsi pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Label gizi yang tercantum pada makanan kemasan bermanfaat untuk mengetahui kandungan zat gizi yang terkandung di dalamnya. Pengetahuan dan penggunaan label gizi dapat membantu menyeimbangkan pola asupan makanan dalam diet penderita diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan penggunaan label gizi dengan konsumsi makanan kemasan pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Cempaka Banjarmasin. Metode penelitian menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling didapatkan 70 responden. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Hasil uji Chi-Square didapatkan nilai p=0,325 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan label gizi dengan konsumsi makanan kemasan dan nilai p=0,006 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara penggunaan label gizi dengan konsumsi makanan kemasan. Kata-kata kunci: pengetahuan, penggunaan, label gizi, makanan kemasan, diabetes mellitus tipe 2
Literature Review: Pengaruh Latihan Resistensi terhadap Tekanan Darah Penderita Hipertensi Hj. Norkhalifa Hj. Norkhalifa; Fauzan Muttaqien; Asnawati Asnawati
Homeostasis Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.559 KB)

Abstract

Abstract: High blood pressure or hypertension is one of the main causes of death globally, which increase morbidity and mortality worldwide. Physical training is considered a nonpharmacological therapy to reduce blood pressure, one of which is resistance training. The purpose of this literature review is to describe the effect of resistance training on blood pressure in patients with hypertension. The method of this study is analyzing the literature found from the search results on the medical journal database, PubMed and Google Scholar. Articles used in English and published in 2010-2020. Total of the articles used for the literature review were 20 articles. When doing resistance training, energy metabolism process will increase blood vessels adaptation so that it can lower blood pressure. Changing blood pressure after doing resistance training based on several factors, such as age, history of disease, uncontrolled eating habits, risk factors and limited resistance training capacity in hypertension patients. Keywords: Hypertension, resistance training, blood pressure. Abstrak: Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian secara global, yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Latihan fisik yang direkomendasikan sebagai terapi non farmakologi untuk menurunkan tekanan darah, salah satunya dengan latihan resistensi. Tujuan penulisan literature review ini untuk membuat gambaran umum terkait pengaruh latihan resistensi terhadap tekanan darah penderita hipertensi. Penulisan dilakukan dengan menganalisis literatur terkait yang didapatkan dari hasil pencarian pada database jurnal kedokteran yaitu PubMed dan Google Scholar. Artikel yang digunakan menggunakan bahasa Inggris dan dipublikasikan pada tahun 2010-2020. Artikel yang digunakan untuk literature review ini sebanyak 20 artikel. Ketika melakukan latihan resistensi maka akan terjadi proses metabolisme energi yang dapat meningkatkan adaptasi pembuluh darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Perubahan tekanan darah setelah melakukan latihan resistensi dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti: usia, riwayat penyakit, kebiasaan makan-makanan yang tidak terkontrol, faktor risiko dan kapasitas latihan resistensi yang terbatas pada penderita hipertensi. Kata-kata kunci: hipertensi, latihan resistensi, tekanan darah.