cover
Contact Name
Hasni Syahida
Contact Email
hsyahida@ulm.ac.id
Phone
+6287815460096
Journal Mail Official
homeostasis@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter
ISSN : -     EISSN : 27224333     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Homeostasis adalah jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian yang memiliki fokus dan ruang lingkup di bidang kedokteran dan kesehatan. Tulisan-tulisan yang dimuat bisa dalam bentuk Original Research, Literature Review, ataupun Laporan Kasus. Homeostasis terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember di setiap tahunnya.
Articles 481 Documents
Identifikasi Escherichia coli pada Air Galon Bermerek dan Isi Ulang di Banjarmasin Rizkiya Novita; Rahmiati Rahmiati; Husnul Khatimah; Noor Muthmainnah; Ida Yuliana
Homeostasis Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.891 KB)

Abstract

Abstract: The use of branded galon water and galon water from refill galon water is increasing every year. Both of them must fulfill the regulations of PERMENKES number 492/MENKES/IV/2010 in this regulation the maximum level of Escherichia coli in a 100 ml water sample is 0. This research aims to determine whether there is any contamination of Escherichia coli in branded galon water and refill galon water. This study used by taking samples from 5 brands of branded galon water and 5 refill galon. 3 samples were taken from each brand and each refill galon, thus 15 samples of branded galon water and 15 samples of refill galon water were obtained.  The samples were tested by conventional method like MPN test, gram staining and biochemistry test. The results showed that 5 out of 15 refill galon samples contain Escherichia coli, and no branded galon water samples contain any Escherichia coli. Keywords: Escherichia coli, branded gallon water, refill gallon water, Banjarmasin Abstrak: Penggunaan air galon bermerek dan air galon isi ulang dari depot air minum isi ulang (DAMIU) dari tahun ketahun semakin meningkat. Air galon bermerek maupun air air galon isi ulang keduanya harus memenuhi persyaratan PERMENKES nomor 492/MENKES/IV/2010 dengan ketentuan kadar maksimal Escherichia coli dalam 100 ml sampel adalah 0.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat cemaran Escherichia coli pada air galon bermerek dan air galon isi ulang dari DAMIU. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel dari 5 merek air galon bermerek dan 5 tempat DAMIU. Setiap merek dan setiap DAMIU kemudian di ambil 3 sampel, sehingga menjadi 15 sampel air galon bermerek dan 15 sampel DAMIU.. Sampel kemudian di uji secara konvensional, menggunakan uji MPN, pewarnaan gram dan uji. Hasil identifikasi menunjukan 5 dari 15 sampel DAMIU mengandung Escherichia coli, dan tidak ditemukan Escherichia coli pada AMDK.  Kata-kata kunci: Escherichia coli,  air galon bermerek, air galon isi ulang, Banjarmasin.
Literature Review: Hubungan Paparan Asap Rokok dengan Tingkat Kontrol Asma pada Penderita Asma Nurlatifah Nurlatifah; Ira Nurrasyidah; Farida Heriyani
Homeostasis Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.246 KB)

Abstract

Abstract: Asthma is include in the top 10 causes of morbidity and mortality, it is illustrated from the Household Health Survey Study (SKRT) data of various provinces in Indonesia. Cigarette smoke is one of the triggers for asthma. This study aims to analyze and collect articles related to cigarette smoke exposure and asthma control in asthma patients. The design used is literature review, national and international literature searches are carried out using the PubMed database, ScienceDirect, Google Scholar and official websites such as GINA, WHO, Ministry of Health. The criteria for the articles used are those published in 2011-2020. Based on the articles that have been collected, it is found that exposure to cigarette smoke can worsen asthma symptoms so that asthma is not well controlled. Asthma sufferers who are exposed to secondhand smoke will have a greater risk of having an asthma attack compared to asthmatics who have never been exposed to cigarette smoke. Keywords: asthma, asthma control, exposure to cigarettes. Abstrak: Asma termasuk 10 besar penyebab morbiditas dan mortalitas, hal itu digambarkan dari data Studi Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) dari berbagai provinsi yang ada di Indonesia. Asap rokok merupakan salah satu faktor pencetus asma. Penelitian memiliki tujuan untuk menganalisa dan mengumpulkan artikel yang berhubungan dengan paparan asap rokok dan kontrol asma pada pasien asma. Desain yang digunakan adalah literature review pencarian literatur nasional maupun internasional dilakukan dengan menggunakan database PubMed, ScienceDirect, Google Scholar dan situs web resmi seperti, GINA, WHO, Kemenkes. Kriteria artikel yang digunakan adalah artikel yang diterbitkan dari tahun 2011-2020. Berdasarkan artikel yang telah dikumpulkan didapatkan hasil bahwa paparan asap rokok dapat memperburuk gejala asma sehingga asma tidak terkontrol dengan baik. Penderita asma yang terpapar asap rokok  mempunyai risiko lebih besar terjadinya serangan asma dibandingkan dengan penderita asma yang tidak pernah terpapar oleh asap rokok. Kata-kata kunci : asma, kontrol asma, paparan rokok.
Literature Review: Nilai Saturasi Oksigen pada Individu dengan Indeks Massa Tubuh Overweight Vivin Nurul Islami; Asnawati Asnawati; Dona Marisa
Homeostasis Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.58 KB)

Abstract

Abstract: Overweight is a health problem that often happens whether in Indonesia, or worldwide. Overweight can decrease respiratory function on individual and cause oxygen desaturation on individual. The purpose of this literature review is to summarize the value of oxygen saturation in individual with overweight body mass index. The reference data in the study of this article was obtained by searching using PubMed and Google Scholar published in 2011 to 2021. After search and selection process of the articles, 7 articles were included in this literature review. From all of the articles, only one article that found minimal association between oxygen saturation and body mass index, the rest of 6 articles show that the value of oxygen saturation is related to body mass index, the increase of body mass index can make oxygen desaturation whether someone is in resting condition or after doing exercise. The decrease of oxygen saturation is related with the increase of fat on chest muscle and abdomen that will makes compliance of lung become not maximal and cause the decrease of oxygen partial pressure in alveoli. Keywords: body mass index, overweight, oxygen saturation Abstrak: Overweight merupakan permasalahan kesehatan yang banyak terjadi baik di Indonesia maupun dunia. Overweight dapat menyebabkan penurunan fungsi pernafasan pada seseorang dan mengakibatkan penurunan saturasi oksigen. Tujuan penulisan literature review ini adalah untuk merangkum nilai saturasi oksigen pada individu dengan indeks massa tubuh overweight. Data acuan dalam kajian artikel ini didapatkan dengan penelusuran menggunakan PubMed dan Google Scholar yang dipublikasikan pada tahun 2011 hingga tahun 2021. Setelah proses pencarian dan seleksi artikel, didapatkan 7 artikel yang disertakan pada literature review ini. Dari seluruh artikel, terdapat satu artikel yang menunjukkan bahwa saturasi oksigen dengan indeks massa tubuh berhubungan secara minimal, sedangkan 6 artikel lainnya menunjukkan bahwa saturasi oksigen berhubungan dengan indeks massa tubuh seseorang, peningkatan indeks massa tubuh dapat menyebabkan penurunan saturasi oksigen baik saat dalam kondisi beristirahat maupun setelah berolahraga. Penurunan saturasi oksigen berkaitan dengan meningkatnya lemak pada dinding dada dan abdomen yang menyebabkan pengembangan paru kurang maksimal sehingga menurunkan tekanan parsial oksigen pada alveoli. Kata-kata kunci : indeks massa tubuh, overweight, saturasi oksigen
Perbedaan Nilai Kapasitas Vital Paru antara Pasien Penyakit Jantung Koroner yang Rutin dan Tidak Rutin Melakukan Senam Jantung Sehat Yusril Gunawan; Fauzan Muttaqien; Dona Marisa
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.775 KB)

Abstract

Abstract: Coronary Heart Disease (CHD) is a disorder of heart function that occurs due to narrowing in the walls of coronary arteries due to the formation of plaque in artery walls. Physical exercise or sports causes increased endurance of the respiratory muscles so that respiratory function will increase. One of the recommended sports for CHD patients is healthy heart gymnastic. This study aims to determine the difference in the vital lung capacity between patients with coronary heart disease who routinely and do not routinely perform healthy heart exercises at the Indonesian Heart Foundation branch in South Kalimantan in 2019. This study was an observational study with a cross sectional design. The number of samples in this study was determined by total sampling. Spirometry in this study was used to assess lung function in the form of forced lung vital capacity (FVC). The sample of this study consisted of 6 CHD patients who routinely did healthy heart gymnastics, and 12 CHD patients who did not routinely do healthy heart gymnastics. The results showed that the average FVC value of CHD patients who did not routinely perform healthy heart gymnastics was 63.2750% ± 9.24931%, while the average FVC value of CHD patients who routinely performed heart gymnastics was 70.2733% ± 13.93647%. The results of data analysis with unpaired t test obtained p = 0.1095. Based on this research, it can be concluded that there is no significant difference between the vital lung capacity values of CHD patients who routinely and do not routinely perform healthy heart exercises. Keywords: coronary heart disease, heart healthy exercise, vital lung capacity. Abstrak: Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah gangguan fungsi jantung yang terjadi akibat penyempitan di dinding pembuluh darah koroner karena adanya pembentukan plak di dinding arteri. Latihan fisik atau olahraga menyebabkan terjadinya peningkatan daya tahan otot pernapasan sehingga fungsi pernapasan akan meningkat. Salah satu olahraga yang dianjurkan untuk pasien PJK adalah senam jantung sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai kapasitas vital paru antara pasien penyakit jantung koroner yang rutin dan tidak rutin melakukan senam jantung sehat di Yayasan Jantung Indonesia cabang Kalimantan Selatan tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan cara total sampling. Spirometri dalam penelitian ini digunakan untuk menilai fungsi paru berupa kapasitas vital paru paksa (FVC). Sampel penelitian ini berjumlah 6 orang pasien PJK yang rutin melakukan senam jantung sehat, dan 12 orang pasien PJK yang tidak rutin melakukan senam jantung sehat. Hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata FVC pasien PJK yang tidak rutin melakukan senam jantung sehat adalah 63.2750% ± 9.24931%, sedangkan nilai rata-rata FVC pasien PJK yang rutin melakukan senam jantung adalah 70.2733% ± 13.93647%. Hasil analisis data dengan uji t tidak berpasangan didapatkan nilai p=0,1095. Berdasarkan penelitian didapatkan kesimpulan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara nilai kapasitas vital paru pasien PJK yang rutin dan tidak rutin melakukan senam jantung sehat. Kata-kata kunci: penyakit jantung koroner, senam jantung sehat, kapasitas vital paru
Perbandingan Kapasitas Oksigen Maksimal antara Laki Laki dan Perempuan pada Calon Jemaah Haji Novita Nuarti; Huldani Huldani; Asnawati Asnawati
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.949 KB)

Abstract

Abstract: Maximum oxygen capacity (VO2 max) is the maximum volume of oxygen that the body processes when carrying out intensive activities. One of the factors that influence the value of VO2 max is gender. This study aims to measure and compare VO2 max between men and women in prospective pilgrims. This study was an observational study with a cross sectional approach. A total of 30 male samples and 30 female samples were selected based on inclusion criteria then random sampling. The VO2 max measurement is done by Rockport. From the data, the average value of VO2 max for prospective pilgrims was 30.47 ml / kg / minute while the average value of VO2 max for women was 26.9 ml / kg / minute. The results of the unpaired t test with a confidence level of 95% obtained p = 0.001, so it can be concluded that there were significant differences between VO2 max male and female candidates in the pilgrimage. Keywords: VO2 max, gender, pilgrims Abstak: Kapasitas oksigen maksimal (VO2 maks) adalah volume maksimal oksigen yang diproses oleh tubuh pada saat melakukan kegiatan yang intensif. Salah satu faktor yang mempengaruhi nilai VO2 maks adalah jenis kelamin. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan membandingkan VO2 maks antara laki-laki dan perempuan pada calon jemaah haji. Penelitian ini ialah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 30 sampel laki-laki dan 30 sampel perempuan dipilih berdasarkan kriteria inklusi dipilih secara random sampling. Pengukuran VO2 maks dilakukan dengan cara Rockport.  Dari data didapatkan nilai rata-rata VO2 maks laki-laki calon jemaah haji 30,47 ml/kg/menit sedangkan nilai rata-rata VO2 maks pada perempuan 26,9 ml/kg/menit. Hasil uji t tidak berpasangan dengan tingkat kepercayaan 95% didapatkan nilai p=0,001, maka dapat disimpukan terdapat  perbedaan yang bermakna antara VO2 maks laki-laki dan perempuan pada calon jemaah haji. Kata-kata kunci: VO2 maks, jenis kelamin, jemaah haji
Literature Review: Pengaruh Pemberian Mecobalamin terhadap Perbaikan Klinis Pasien dengan Neuropati Perifer Dyah Septy Tri Christanty; Pagan Pambudi; Pandji Winata Nurikhwan; Muhammad Welly Dafif; Mohammad Bakhriansyah
Homeostasis Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.883 KB)

Abstract

Abstract: Peripheral neuropathy is a disorder of peripheral nerve function. It could be classified into 3 namely, mononeuropathy, mononeuropathy multiplex, and polyneuropathy. Mecobalamin is an active analog of vitamin B12 used in the treatment of peripheral neuropathy. It is used as an analgesic and increases nerve conduction provide neuronal protection by promoting the regeneration and maintenance of nerve cell function. This literature review was made to determine whether the administration of mecobalamin could provide clinical improvement in peripheral neuropathy patients. The data used was obtained by searching articles on PubMed, Science Direct, and Google Scholar. The articles used were articles with the year of publication from 2011-2021. A total of 6 articles would be reviewed after the search and selection were processed. The 6 existing articles showed that mecobalamin had an influence on the clinical improvement of peripheral neuropathy caused by entrapment, diabetes, heredity, and inflammation. The clinical improvement was a decrease in pain scores, decreased range of motion, grip strength, and reduced weakness in the distribution of affected nerves. Keywords: vitamin B12, mecobalamin, peripheral neuropathy Abstrak: Neuropati perifer merupakan suatu kondisi gangguan pada fungsi saraf perifer. Neuropati perifer dapat dibagi menjadi 3 jenis yaitu, mononeuropati, mononeuropati multipleks dan polineuropati. Mecobalamin merupakan bentuk analog aktif vitamin B12 yang digunakan pada terapi neuropati perifer. Mecobalamin dapat digunakan sebagai analgetik, untuk meningkatkan konduksi saraf serta menjadi proteksi neuronal dengan mendorong regenerasi dan pemeliharaan fungsi sel saraf. Literature review ini dibuat untuk mengetahui apakah pemberian mecobalamin dapat memberikan perbaikan klinis pada pasien neuropati perifer. Data yang digunakan dalam kajian ini didapatkan dengan melakukan penelurusan artikel di PubMed, Science Direct, dan Google Scholar. Artikel yang digunakan adalah artikel dengan tahun publikasi dari 2011-2021. Sebanyak 6 artikel akan dikaji setelah proses pencarian dan seleksi. Dari 6 artikel yang ada, semuanya menunjukan bahwa mecobalamin memiliki pengaruh dalam perbaikan klinis neuropati perifer yang disebabkan oleh entrapment, diabetik, herediter dan peradangan. Perbaikan klinis tersebut diantaranya adalah penurunan skor nyeri, penurunan keterbatasan gerak, kekuatan menggenggam, dan mengurangi rasa kelemahan pada bagian yang terdistribusi oleh saraf yang terganggu. Kata-kata kunci: vitamin B12, mecobalamin, neuropati perifer
Perbandingan Potensi Antibakteri Infus Akar dari Tanaman Akar Kuning (Fibraurea tinctoria Lour.) terhadap Pseudomonas aeruginosa dan Escherichia coli Sonya Esti Kholifa; Lia Yulia Budiarti; Mohammad Bakhriansyah
Homeostasis Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.534 KB)

Abstract

Abstract: Fibraurea tinctoria Lour. plant is commonly used by Dayak tribes in Central Borneo as a herbal medicine. Previous studies showed that this plant contains alkaloids, flavonoids, saponins, terpenoids, tanins as antibacterial compounds. This study was aimed to analyze the comparison of antibacterial potency of Fibraurea tinctoria Lour. against Pseudomonas aeruginosa (P. aeruginosa) and Escherichia coli (E.coli). This research method was a true-experimental study with a post-test only with the control group design. Fibraurea tinctoria Lour. concentration were 15%, 35%, 50%, 75%, 100%. Ciprofloxacin 5 μg as a positive control and distilled water as a negative control. Parameters that measured in this study were the inhibitory zone diameter (milimeter) of bacterial growth. The data was analyzed using the One-Way ANOVA test and LSD Post-hoc test at the 95% confidence level. The results of this research showed that all concentration had antibacterial effect against P.aeruginosa and E.coli. In P.aeruginosa, the smallest inhibitory zone was 8.9 mm (35%) and E.coli 7.99 mm (15%); while the largest inhibitory zone (100%) was 18.62 mm in P. aeruginosa and 19.31 mm in E.coli. The conclusion is the antibacterial activity of Fibraurea tinctoria Lour. against E.coli was better than against P.aeruginosa. Keywords: antibacterial activity, yellow root infusion, Pseudomonas aeruginosa,  Escherichia coli. Abstrak:  Tanaman akar kuning (Fibraurea tinctoria Lour.) merupakan tanaman yang dimanfaatkan masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah sebagai obat herbal alami. Penelitian terdahulu menunjukkan tanaman ini memiliki senyawa metabolit sekunder yang berperan sebagai antibakteri seperti flavonoid, alkaloid, saponin, terpenoid, dan juga tanin. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan potensi antibakteri infus akar kuning terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa (P.aeruginosa) dan bakteri Escherichia coli (E.coli). Metode yang digunakan true-experimental dengan post-test  with control group design. Perlakuan yang digunakan ialah sediaan infus konsentrasi (15%, 35%, 50%, 75%, 100%), siprofloksasin 5 μg, dan akuades masing-masing sebagai kontrol positif dan negatif. Parameter yang diukur pada penelitian ini ialah diameter zona hambat (milimeter) pertumbuhan bakteri. Data akan dianalisis menggunakan uji statistik One-Way ANOVA dan uji lanjutan Post-hoc LSD pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan semua perlakuan memberikan efek antibakteri terhadap bakteri uji. Pada P.aeruginosa zona hambat terkecil 8,9 mm (35%) dan E.coli 7,99 mm (15%). Zona hambat terbesar (100%) yaitu 18,62 mm pada P.aeruginosa dan 19,31 mm pada E.coli. Kesimpulan penelitian ini adalah efek antibakteri infus akar kuning terhadap E.coli lebih baik dibandingkan terhadap P.aeruginosa. Kata-kata kunci: antibakteri, infus akar kuning, Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli.
HUBUNGAN FREKUENSI DAN LAMA LATIHAN TERHADAP FUNGSI KOGNISI (MEMORI) PENARI MODERN Abdian Purnapita Pambudi; Dona Marisa; Asnawati Asnawati
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Cognition is the ability to recognize / know objects, circumstances or situations, which are associated with learning and intelligence. Cognition includes memory, concentration or attention, orientation, language skills, numeracy, visuospatial, executive functions, abstraction, and levels of intelligence. In this study, the intended cognition is memory related to the learning process of dance movements during modern dance practice. The higher frequency and duration of training will have possitive impact on the ability of the cognitive function (memory). This study aims to determine the relationship of frequency and duration of training to the function of cognition (memory) of modern dancers in Banjarmasin. This study used an observational analytic method with a crossectional approach. A sample of 30 people were taken by proportional stratified random sampling technique. Data analysis using Chi square test with level of confidence 95%. The results were obtained for the relationship between exercise frequency and cognition function (memory) with ρ value=0.001 (ρ <0.05) and the length of training relationship and cognitive function (memory) with ρ value=0.029 (ρ <0.05). The conclusion of this study shows that there is a significant relationship between the frequency and duration of training on the function of cognition (memory) of modern dancers in Banjarmasin. Keywords:frequency of training, duration of training, cognitive function, memory, modern dancers. Abstrak: Kognisi adalah kemampuan untuk mengenal/mengetahui benda, keadaan atau situasi, berhubungan dengan pembelajaran dan intelejensi.Kognisi meliputi memori atau daya ingat, konsentrasi atau perhatian, orientasi, kemampuan berbahasa, berhitung, visuospatial, fungsi eksekutif, abstraksi, dan taraf intelejensi.Pada penelitian ini, kognisi yang dimaksud adalah memori yang berkaitan dengan proses pembelajaran gerakan tari selama latihan tari modern. Frekuensi dan lama latihan yang semakin tinggi akan berdampak pada kemampuan fungsi kognisi (memori) yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi dan lama latihan terhadap fungsi kognisi (memori) penari modern di Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan  metode observasional analitik  dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 30 orang diambil dengan teknik proportional stratified random sampling. Analisis data menggunakan uji Chi square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian didapatkan untuk hubungan frekuensi latihan dan fungsi kognisi (memori) ρ value=0,001 (ρ < 0,05) dan hubungan lama latihan dan fungsi kognisi (memori) ρ value=0,029 (ρ< 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara frekuensi dan lama latihan terhadap fungsi kognisi (memori) penari modern di Banjarmasin. Kata-kata kunci: frekuensi latihan, lama latihan, fungsi kognisi, memori, penari modern.Abstract:Cognition is the ability to recognize / know objects, circumstances or situations, which are associated with learning and intelligence. Cognition includes memory, concentration or attention, orientation, language skills, numeracy, visuospatial, executive functions, abstraction, and levels of intelligence. In this study, the intended cognition is memory related to the learning process of dance movements during modern dance practice. The higher frequency and duration of training will have possitive impact on the ability of the cognitive function (memory). This study aims to determine the relationship of frequency and duration of training to the function of cognition (memory) of modern dancers in Banjarmasin. This study used an observational analytic method with a crossectional approach. A sample of 30 people were taken by proportional stratified random sampling technique. Data analysis using Chi square test with level of confidence 95%. The results were obtained for the relationship between exercise frequency and cognition function (memory) with ρ value=0.001 (ρ <0.05) and the length of training relationship and cognitive function (memory) with ρ value=0.029 (ρ <0.05). The conclusion of this study shows that there is a significant relationship between the frequency and duration of training on the function of cognition (memory) of modern dancers in Banjarmasin. Keywords:frequency of training, duration of training, cognitive function, memory, modern dancers. Abstrak: Kognisi adalah kemampuan untuk mengenal/mengetahui benda, keadaan atau situasi, berhubungan dengan pembelajaran dan intelejensi..Kognisi meliputi memori atau daya ingat, konsentrasi atau perhatian, orientasi, kemampuan berbahasa, berhitung, visuospatial, fungsi eksekutif, abstraksi, dan taraf intelejensi.Pada penelitian ini, kognisi yang dimaksud adalah memori yang berkaitan dengan proses pembelajaran gerakan tari selama latihan tari modern. Frekuensi dan lama latihan yang semakin tinggi akan berdampak pada kemampuan fungsi kognisi (memori) yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi dan lama latihan terhadap fungsi kognisi (memori) penari modern di Banjarmasin.Penelitian ini menggunakan  metode observasional analitik  dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 30 orang diambil dengan teknik proportional stratified random sampling. Analisis data menggunakan uji Chi square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian didapatkan untuk hubungan frekuensi latihan dan fungsi kognisi (memori) ρ value=0,001 (ρ < 0,05) dan hubungan lama latihan dan fungsi kognisi (memori) ρ value=0,029 (ρ< 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara frekuensi dan lama latihan terhadap fungsi kognisi (memori) penari modern di Banjarmasin. Kata-kata kunci: frekuensi latihan, lama latihan, fungsi kognisi, memori, penari modern
Aktivitas Ekstrak Daun Kembang Bulan (Tithonia diversifolia) sebagai Ovisida dan Insect GROWTH REGULATOR terhadap Nyamuk Aedes aegypti Vina Salsabila; Agung Biworo; Erida Wydiamala
Homeostasis Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.333 KB)

Abstract

Abstract: Kembang Bulan leaf are known to hold metabolic contents which are known to inhibit the growth of Aedes aegypti mosquito. The purpose of this study was to determine the activity of ovicides and insect growth regulators of Kembang Bulan leaf extract against Aedes aegypti. This study used a Completely Randomized Design method with 4 replications. The results of the probit analysis used for determination of lethal concentration values around 0.05%, 0.08%, 0.12%, 0.24%, and 0.45%. The result of the Mann-Whitney test showed that there is no concentration that has ovicide activity. However, the ethanol extract of kembang bulan leaf at concentration of 0.45% had ovicide activity of 48% better than temephos and pyriproxyfen. The result of insect growth regulator test showed that all lethal concentration had the same effect as pyriproxyfen. The conclusion is Kembang Bulan leaf have activity as ovicide and insect growth regulator against Aedes aegypti mosquito. Keyword: ovicides, insect growth regulator, kembang bulan leaves, Aedes aegypti. Abstrak: Daun kembang bulan diketahui memiliki kandungan metabolik yang berpotensi sebagai penghambat pertumbuhan nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ovisida dan insect growth regulator ekstrak daun kembang bulan terhadap nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan 4 kali replikasi. Hasil analisis probit digunakan untuk penetapan nilai konsentrasi letal sebesar 0,05%, 0,08%, 0,12%, 0,24%, dan 0,45%. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa tidak ada konsentrasi yang memiliki aktivitas ovisida. Namun, ekstrak etanol daun kembang bulan pada konsentrasi 0,45% memiliki aktivitas ovisida sebesar 48% lebih baik dari temefos dan pyriproxyfen. Hasil uji Insect Growth Regulator menunjukkan bahwa pada semua konsentrasi letal memiliki efek yang sama dengan pyriproxyfen. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol daun kembang bulan memiliki aktivitas sebagai ovisida dan insect growth regulator terhadap nyamuk Aedes aegypti. Kata-kata kunci: ovisida, insect growth regulator, daun kembang bulan, Aedes aegypti.
Hubungan Asupan Protein dan Zat Besi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMPN 18 Banjarmasin Fitrah Noor Pratama; Meitria Syahadatina Noor; Farida Heriyani
Homeostasis Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.581 KB)

Abstract

Abstract: Anemia is a condition of decreased hemoglobin levels in the blood. Data from the Banjarmasin City Health Department 2018 the incidence of anemia in adolescents was 924 cases, consisting 884 young women and 40 young men. One factor that may cause anemia is the lack of protein and iron intake. The purpose of this study was to determine and analyze the relationship of protein and iron intake with the incidence of anemia in adolescent girls at SMPN 18 Banjarmasin. The method used in this study is analytic observational with a cross-sectional approach. The population was the entire female students at SMPN 18 Banjarmasin with 88 females as the sample. The sampling technique used a proportional random sampling. Chi square test was used to help analyze this research. The results of this study were 47% of respondents with anemia and 53% without anemia, 60% of inadequate protein intake and 40% of adequate protein intake, 70% of inadequate iron intake and 30% of adequate iron intake. Chi-square test shows the results with a value of p = 0.149 for the association of protein intake of adolescents females with anemia and a value of p = 0.084 for the association of iron intake of adolescents females with anemia. In conclusion, there is no association between protein and iron intake with the occurrence of anemia in adolescents females at SMPN 18 Banjarmasin. Keywords : protein intake, iron intake, anemia, adolescents females. Abstrak: Anemia merupakan keadaan terjadinya penurunan kadar Hb darah di dalam tubuh. Data Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin 2018 angka kejadian anemia pada remaja sebesar 924 kasus, 884 remaja putri dan 40 remaja putra. Asupan protein dan zat besi yang kurang merupakan salah satu faktor kejadian anemia. Metode observasional analitik digunakan pada penelitian ini dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah remaja putri SMPN 18 Banjarmasin dengan jumlah 88 orang. Pengambilan sampel dengan proportional random sampling.  Data hasil uji chi-square menunjukan responden yang mengalami anemia 47% dan tidak anemia 53%, asupan protein yang tidak terpenuhi sebanyak 60% dan yang terpenuhi sebanyak 40%, asupan zat besi yang tidak terpenuhi sebanyak 70% dan yang terpenuhi sebanyak 30%. Hasil analisis uji chi square menunjukkan nilai p=0,149 untuk hubungan asupan protein dengan anemia dan nilai p=0,084 untuk hubungan asupan zat besi dengan kejadian anemia. Hasil pada penelitian ini menunjukan tidak ada hubungan asupan protein dan zat besi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 18 Banjarmasin. Kata-kata kunci: asupan protein, asupan zat besi, anemia, remaja putri