cover
Contact Name
Hasni Syahida
Contact Email
hsyahida@ulm.ac.id
Phone
+6287815460096
Journal Mail Official
homeostasis@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter
ISSN : -     EISSN : 27224333     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Homeostasis adalah jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian yang memiliki fokus dan ruang lingkup di bidang kedokteran dan kesehatan. Tulisan-tulisan yang dimuat bisa dalam bentuk Original Research, Literature Review, ataupun Laporan Kasus. Homeostasis terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember di setiap tahunnya.
Articles 481 Documents
Literature Review: Hubungan Kebiasaan Merokok Penghuni Rumah dengan Kejadian Pneumonia pada Balita yang Tinggal di Daerah Pabrik Dea Septi Rahayu; Farida Heriyani; Nurul Hidayah
Homeostasis Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.874 KB)

Abstract

Abstract: Pneumonia is a disease that considered serious in the world, including in Indonesia. Each year it is estimated that more than 2 million of the 9 million total deaths in toddlers. It is said that cigarette smoke and pollutants from factories are one of all factors that can cause pneumonia in toddler. The purpose of this literature review is to explain the relationship between the smoking habits of school-age children with pneumonia who live in the factory area. This article was written by analyzing relevant documents obtained from the search results of databases such as (GARUDA, PubMed, Google Scholar and Cochrane Library). The included articles are written in English and Indonesian and published in 2010-2019. The method in this study used a narrative review of 21 variables related literature. The results show that the relationship between family members with smoking habit and the incidence of childhood pneumonia, the percentage of literature that conforms to the theory is 71.4% factory pollutants with the incidence of pneumonia was 60% and the relationship between smoking habits of householders with pneumonia in toddler who living in the factory area was 20% with p-value 0,028 and OR = 2,94. Keywords: householder, smoking, pneumonia, pediatric, and industry. Abstrak: Pneumonia pada anak balita merupakan penyakit serius yang diakui dunia, termasuk Indonesia. Setiap tahunnya diperkirakan > 2 juta balita meninggal akibat pneumonia. Asap rokok dan polutan dari pabrik merupakan beberapa faktor penyebab pneumonia pada balita Tujuan penulisan tinjauan pustaka ini adalah untuk merangkum hubungan antara merokok dan pneumonia pada anak balita yang tinggal di area pabrik. Penulisan dilakukan dengan menganalisis literatur terkait yang didapatkan dari hasil pencarian pada database seperti PubMed, The Garba Rujukan Digital (GARUDA), Cochrane library, dan Google Scholar. Artikel yang disertakan menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang dipublikasi pada tahun 2010 - 2019. Metode pada penulisan ini menggunakan narrative review terhadap 21 literatur yang berkaitan dengan variabel. Hasil penelitian menunjukkan persentase literatur yang sejalan dengan teori, untuk variabel hubungan penghuni rumah yang memiliki kebiasaan merokok dengan pneumonia pada balita sebanyak 80%, polutan pabrik dengan kejadian pneumonia 60% dan hubungan kebiasaan merokok penghuni rumah dengan pneumonia pada balita yang tinggal di daerah pabrik 20% dengan nilai P -value 0,029 dan OR = 2,94. Kata-kata kunci: penghuni rumah merokok, pneumonia, balita, pabrik.
Korelasi Rasio Neutrofil Limfosit dengan Lama Rawat Inap Diah Ayu Wikan Nastiti; Wiwit Agung Sri Nur Cahyawati; Roselina Panghiyangani
Homeostasis Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.539 KB)

Abstract

Abstrack: Systemic inflammation can be characterized by an increased NLR. Systemic inflammation induce physiological changes, vulnerability, and even death. Elderly often experience various health complaints that cause prolonged hospitalization. Increased NLR is clinical marker that can be a preventive measure to predict length of stay. This study aims to analize correlation of NLR and length of stay of elderly. An analytical observasional with cross-sectional method using secondary data from medical records at RSUD Ulin Banjarmasin period July-November 2021.  Total 44 samples using total sampling technique. Data analysis used non-parametric correlation Spearman. Median NLR 7.7 (1,3-73,3). Median length of stay 5.5 (1-16) days, average age of the elderly 66±4.65 years. There is a significant relationship between NLR and length of stay with a weak correlation and positive direction (r=0.392; p=0.008). The conclution is there is a relationship between NLR and length of stay of elderly in Internal Room at RSUD Ulin Banjarmasin. Keywords: elderly, neutrophil lymphocyte ratio, length of stay. Abstrak: Inflamasi sistemik dapat ditandai dengan peningkatan RNL Inflamasi sistemik mengakibatkan perubahan fisiologis tubuh, kerentanan, bahkan kematian. Lansia sering mengalami berbagai keluhan yang menyebabkan rawat inap memanjang. Peningkatan RNL merupakan penanda klinis yang dapat menjadi upaya preventif untuk memprediksi lama rawat. Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi RNL dengan lama rawat inap pasien lansia. Penelitian observasional analitik dengan metode cross-sectional menggunakan data sekunder rekam medik RSUD Ulin Banjarmasin periode Juli-November 2021. Sampel sejumlah 44 menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi non-parametrik Spearman. Median RNL 7,7 (1,3-73,3). Median lama rawat inap 5,5 (1-16) hari, rerata umur lansia 66±4,65 tahun. Terdapat hubungan bermakna antara RNL terhadap lama rawat inap berupa korelasi lemah serta arah hubungan positif (r=0,392; p=0.008). Kesimpulan terdapat hubungan antara RNL dengan lama rawat inap pasien lansia di Ruang Rawat Penyakit Dalam RSUD Ulin Banjarmasin. Kata-kata kunci: lansia, rasio neutrofil limfosit, lama rawat inap. 
Hubungan Aktivitas Fisik dan Asupan Kalori Dengan Status Gizi Lebih Siswa SMA di Wilayah Kerja Puskesmas Teluk Dalam Abraham Hamonangan H Hutabarat; Triawanti Triawanti; Ida Yuliana
Homeostasis Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.829 KB)

Abstract

Abstract: Obesity is excessive or abnormal fat accumulation in the body that can interfere with health. Riskesdas data for 2018, the prevalence of overweight and obese population aged 16-18 years in South Kalimantan Province reached 8.9% overweight and 3.2% obese. The study aims to determine the association of physical activity and calorie intake with the over nutritional status of high school students in the work area of the Teluk Dalam Health Center. The variables studied were physical activity and calorie intake. Analytic observational research methods with a case control approach. The research sample was students with over nutritional status and normal nutritional status based on data from the Teluk Dalam Puskesmas in Banjarmasin in the 2018 period. Sampling with simple random sampling. Data analysis using Kolmogorov Smirnov test. The results of this study in the case group contained 80.5% had mild activity, 19.5% moderate activity, 5.6% less calorie intake, 80.6% normal calorie intake, and 13.8% excessive calorie intake. While the control group contained 13.9% had mild activity, 83.3% moderate activity, 2.8% heavy activity, 22.2% less calorie intake, 75% moderate calorie intake, and 2.8% excessive calorie intake. The results of the Kolmogorov Smirnov test analysis showed that there was an association between physical activity and the nutritional status of high school students in the work area of the Teluk Dalam Health Center (p = 0,000) and there was no association between calorie intake and the nutritional status of the high school students in the work area of the Teluk Dalam Health Center (p = 0.699 ). Keywords: physical activity, calories intake, nutritional status, adolescents Abstrak: Obesitas adalah akumulasi lemak secara berlebihan atau abnormal dalam tubuh yang dapat mengganggu kesehatan. Data Riskesdas tahun 2018, prevalensi gemuk dan obesitas penduduk dengan umur 16-18 tahun di Provinsi Kalimantan Selatan mencapai 8,9% gemuk dan 3,2% obesitas. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan aktivitas fisik dan asupan kalori dengan status gizi lebih siswa SMA di wilayah kerja Puskesmas Teluk Dalam. Metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampel penelitian adalah siswa dengan status gizi lebih (kelompok kasus) dan status gizi normal (kelompok kontrol). Variabel yang diteliti adalah aktivitas fisik dan asupan kalori yang diambil dengan cara simple random sampling. Analisis data menggunakan uji kolmogorov smirnov. Hasil penelitian ini pada kelompok kasus terdapat 80,5% memiliki aktivitas ringan, 19,5% aktivitas sedang, 5,6% asupan kalori kurang, 80,6% asupan kalori normal, dan 13,8% asupan kalori berlebih. Pada kelompok kontrol terdapat 13,9% memiliki aktivitas ringan, 83,3% aktivitas sedang, 2,8% aktivitas berat, 22,2% asupan kalori kurang,  75% asupan kalori sedang, dan 2,8% asupan kalori berlebih. Hasil analisis uji Kolmogorov Smirnov menunjukkan terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan status gizi lebih siswa SMA di wilayah kerja Puskesmas Teluk Dalam (p=0,000) dan tidak terdapat hubungan antara asupan kalori dengan status gizi lebih SMA di wilayah kerja Puskesmas Teluk Dalam (p=0,699). Kata-kata kunci: aktivitas fisik, asupan kalori, status gizi, remaja
Identifikasi Jamur Kontaminan Udara di Ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Idaman Banjarbaru Tahun 2018 Muhammad Fajariyanoor; Noor Muthmainah; Rahmiati Rahmiati
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.996 KB)

Abstract

Abstract: The Intensive Care Unit (ICU) is a treatment room for patients at risk for nosocomial infections. One of transmission for nosocomial infections is through the air. The aim of this study was to identify type of airborne contaminant fungi in the ICU Idaman Banjarbaru Hospital. This study used descriptive method with cross sectional approach. Sampling was done by used the open plate method for 15 minutes at five points in the ICU, where 4 points in each corner and one point in the middle of the room. The media used in this study was SDA + (Saboraud Dextrose Agar + Chloramphenicol 0.05%) as many as 5 media. The results showed that one species of fungus was Aspergillus niger with 5 colonies. The conclusions from this study are obtained one species of airbone contaminant fungi in the ICU room of Idaman Banjarbaru Hospital namely Aspegillus niger. Keywords: air contaminants fungi, ICU, nosocomial infections, Aspergillus niger. Abstrak: Ruang Intensive Care Unit (ICU) merupakan ruang perawatan pasien yang beresiko untuk terjadinya infeksi nosokomial. Salah satu cara penularan infeksi nosokomial adalah melalui udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis jamur kontaminan udara di ruang ICU RSD Idaman Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional . Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode open plate selama 15 menit di lima titik di ruang ICU, dimana 4 titik di masing-masing sudut dan satu titik di tengah ruangan. Media yang digunakan pada penelitian ini adalah SDA+(Saboraud Dextrose Agar + Kloramfenikol 0,05%) sebanyak 5 media Hasil penelitian didapatkan satu spesies jamur yaitu Aspergillus niger dengan jumlah koloni 5. Simpulan dari penelitian ini adalah didapatkan satu spesies jamur kontaminan udara di ruang ICU RSD Idaman Banjarbaru yaitu Aspergillus niger. Kata-kata kunci: jamur kontaminan udara, ICU, infeksi nosokomial, Aspergillus niger
Karakteristik Pasien Meningioma di RSUD Ulin Banjarmasin Tahun 2018-2020 Faradila Hayuning Raharjanti; Agus Suhendar; Fakhrurrazy Fakhrurrazy; Ardik Lahdimawan; Istiana Istiana
Homeostasis Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.483 KB)

Abstract

Abstract: Meningioma are the most common primary tumors in the CNS. Although these tumors are benign, meningioma are a frequent cause of morbidity. This study aims to determine the characteristics of meningioma patients at General Ulin Hospital Banjarmasin in 2018-2020. This study used a retrospective descriptive method from the patient's medical record. The results of this study show that the number of meningioma patients in 2018 was 38 patients (40.4%), in 2019 was 42 patients (44.7%) and in 2020 was 14 patients (14.9%). The most common characteristics were 46-55 range of age (38.3%), female (84%), South Kalimantan (90.4%), Islam (96.8%), private employees (28.7%), BPJS patients (93.6%). All patients had no family history of the disease. Only one patient was recorded as having a history of hormonal treatment (1.1%). Most of the patients had no history of allergies (89.4%). Six patients were classified as class I meningioma (6.4%). The most common tumor location was supratentorial (89.3%). The most common tumor size occurred in the diameter range of 3-6 cm (33%). The most common clinical symptom that appeared was headache (57.4%). GCS scores pre and post operative the most, including mild-normal. The length of treatment for the most patients was more or equal to 10 days (54.3%). The most patient’s outcome was recovered (90.4%). Keywords: Meningioma, characteristics  Abstrak: Meningioma adalah tumor primer tersering di SSP. Meskipun tumor ini bersifat jinak, meningioma sering menjadi penyebab morbiditas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien meningioma di RSUD Ulin Banjarmasin tahun 2018-2020. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif retrospektif dari rekam medis pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah pasien meningioma terbanyak terjadi tahun 2019 sebanyak 42 pasien (44,7%). Karakteristik terbanyak terjadi pada rentang usia 46-55 tahun (38,3%), jenis kelamin perempuan (84%), alamat asal Kalimantan Selatan (90,4%), agama Islam (96,8%), pekerjaan pegawai swasta (28,7%) dan jaminan kesehatan berupa BPJS (93,6%). Semua pasien tidak memiliki riwayat keluarga. Sebagian besar pasien tidak memiliki riwayat alergi (89,4%). Lokasi tumor terbanyak di supratentorial (89,3%). Ukuran tumor terbanyak adalah diameter 3-6 cm (33%). Gejala klinis terbanyak adalah nyeri kepala (57,4%). Skor GCS datang dan pulang terbanyak termasuk ringan-normal. Lama perawatan pasien terbanyak adalah ≥10 hari (54,3%). Luaran terbanyak adalah sembuh (90,4%). Kesimpulan penelitian ini adalah karakteristik terbanyak pasien meningioma terjadi pada rentang usia 46-55 tahun, jenis kelamin perempuan, alamat asal Kalimantan Selatan, agama Islam, pekerjaan pegawai swasta, pasien BPJS, tidak ada riwayat penyakit keluarga, lokasi tumor supratentorial, diameter 3-6 cm, gejala nyeri kepala, skor GCS ringan-normal, lama perawatan ≥10 hari, dan luaran terbanyak sembuh. Kata-kata kunci: karakteristik, meningioma
Kadar Protein C-Reaktif Pasien Sepsis dan Non-Sepsis di Ruang Rawat Intensif RSUD Ulin Banjarmasin Nurmalita Insani Haq; Oky Susianto; Rahmiati Rahmiati
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.474 KB)

Abstract

Abstract: Sepsis is a high mortality disease with a in intensive care unit. CRP is expected to be a marker of sepsis. CRP is an acute phase biomarker which the increase is induced by proinflamatory cytokines. The purpose of this study was to determine sepsis and nonsepsis patients in the ICU based on qSOFA scores, CRP levels and patient outcomes in the period August - October 2019. This research was a descriptive observational prospect with repeated measurement of CRP levels. The sampling technique used was consecutive sampling. The study population was all patients in the intensive care unit of Ulin General Hospital Banjarmasin in the period August - October 2019. The diagnosis of sepsis was made using the qSOFA score. CRP levels were measured on ICU admission and 3 days after respectively. The results of this study included of 25 patients, consisted of 14 sepsis patients and 11 nonsepsis patients. The CRP level average of sepsis patients was at H0 (35.07 ± 31.53); H1 (15.85 ± 15.54); H2 (19.28 ± 18.25) and H3 (12.54 ± 14.8). Keywords: CRP, mortality, sepsis. Abstrak: Sepsis merupakan penyakit dengan angka kematian yang tinggi di ruang rawat intensif. CRP diperkirakan dapat menjadi salah satu penanda diagnosis sepsis. CRP merupakan biomarker fase akut yang peningkatannya diinduksi oleh sitokin proinflamasi. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui gambaran pasien sepsis dan nonsepsis di ICU berdasarkan skor qSOFA, kadar CRP dan luaran pasien pada periode Agustus – Oktober 2019. Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif yang bersifat prospektif, dengan pengukuran berulang terhadap kadar CRP. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling. Populasi penelitian adalah seluruh pasien di ruang rawat intensif RSUD Ulin Banjarmasin pada periode Agustus – Oktober 2019. Penegakkan diagnosis sepsis dilakukan menggunakan skor qSOFA. Pengukuran kadar CRP dilakukan saat pasien masuk ICU dan 3 hari setelahnya secara berturut-turut. Hasil penelitian ini terdiri dari 25 pasien, dengan 14 pasien sepsis dan 11 pasien non sepsis. Rata-rata kadar CRP pasien sepsis pada H0 (35.07±31.53); H1 (15.85±15.54); H2 (19.28±18.25) dan H3 (12.54±14.8). Kata-kata kunci: CRP, mortalitas, sepsis.
PERBEDAAN JUMLAH NEUTROFIL PENGGUNA AIR SUNGAI MARTAPURA DAN PENGGUNA AIR PDAM BANDARMASIH Fauziah Fauziah; Huldani Huldani; Rahmiati Rahmiati
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Poor river water sanitation causes health problems for its consuments, such as pathogen microorganism infection. Local Water Supply Utility provides cleaner water, especially to avoid the infection diseases. One of the infection signs is the increases of blood neutrophil count. The aim of this research was to find out the difference of neutrophil count between Martapura River water consuments and Bandarmasih Local Water Supply Utility consuments in August 2018 period. The research method was analytic observational with cross sectional approach. Sample was estimated by purposive sampling method. The result showed neutrophil count average level of 30 consuments of Martapura River water was 54.03% and neutrophil count average level of 30 consuments of Bandarmasih Local Water Supply Utility was 54.9%. Statistical analysis with unpaired t-test showed there wasn’t any difference of neutrophil count between Martapura River water consuments and Bandarmasih Local Water Supply Utility consuments (p=0.723) in August 2018 period. Keywords: river water consuments, local water supply consuments, immunity, neutrophil. Abstrak: Kondisi air sungai yang buruk menyebabkan masalah kesehatan bagi penggunanya, salah satunya infeksi akibat mikroorganisme patogen. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih menyediakan air bersih yang dinilai lebih aman bagi kesehatan, terutama dari penyakit infeksi. Salah satu penanda infeksi adalah meningkatnya hitung jenis sel neutrofil pada darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar neutrofil pengguna air Sungai Martapura dan pengguna air PDAM Bandarmasih pada periode Agustus 2018. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan rerata jumlah neutrofil 30 orang pengguna air sungai adalah 54.03% dan rerata jumlah neutrofil 30 orang pengguna air PDAM Bandarmasih adalah 54.9%. Analisis statistik menggunakan uji t tidak berpasangan menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antara kadar neutrofil pengguna air sungai Martapura dan pengguna air PDAM Bandarmasih (p=0.723) pada periode Agustus 2018. Kata-kata kunci: pengguna air sungai, pengguna air PDAM, imunitas, neutrofil
Literature Review: Korelasi Stres Oksidatif dengan Tekanan Darah pada Lanjut Usia Eleonora Armelia Tanjoto; Fakhrurrazy Fakhrurrazy; Eko Suhartono
Homeostasis Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.334 KB)

Abstract

Abstract: Elderly is a term for someone who is already 60 years old. Elderlies are people in their last phase of life and experience aging process. Aging process is caused by many factors such as oxidative stress. Elderlies also develop age-related diseases like hypertension. This literature review was intended to explain about the relationship between oxidative stress and blood pressure in elderlies. English articles were browsed on PubMed and Google Scholar which was published between the years 2005-2020. This literature reviewed 17 articles. This literature review showed that oxidative stress was found higher in the older group.  Elderlies also had higher hypertension incidences. Oxidative stress increased blood pressure by impairing vasodilatation function. In addition, oxidative stress was also caused by increased blood pressure. According to those articles, positive correlation was found between oxidative stress and blood pressure in elderlies. Keywords: oxidative stress, free radicals, blood pressure, hypertension, elderly, elders, olders Abstrak: Lanjut usia (lansia) adalah istilah bagi orang yang telah berusia 60 tahun. Lansia ialah kelompok orang yang berada dalam tahap terakhir kehidupan dan mengalami proses penuaan. Proses penuaan disebabkan oleh berbagai macam hal, salah satunya stres oksidatif. Lansia juga mengalami penyakit yang berkaitan dengan usia seperti hipertensi. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan stres oksidatif dan tekanan darah pada lansia. Penelusuran artikel berbahasa Inggris dilakukan pada PubMed dan Google Scholar yang dipublikasi pada tahun 2005-2020. Tinjauan literatur ini menggunakan 17 artikel. Hasil dari tinjauan literatur ini ialah stres oksidatif didapatkan lebih tinggi pada kelompok lanjut usia. Lanjut usia mengalami insidensi hipertensi yang lebih tinggi. Stres oksidatif meningkatkan tekanan darah dengan mengganggu fungsi vasodilatasi. Selain itu, stres oksidatif juga dapat ditimbulkan oleh peningkatan tekanan darah. Berdasarkan artikel-artikel tersebut, ditemukan korelasi positif antara stres oksidatif dan tekanan darah pada lanjut usia. Kata-kata kunci: stres oksidatif, radikal bebas, tekanan darah, hipertensi, lanjut usiaAbstract: Elderly is a term for someone who is already 60 years old. Elderlies are people in their last phase of life and experience aging process. Aging process is caused by many factors such as oxidative stress. Elderlies also develop age-related diseases like hypertension. This literature review was intended to explain about the relationship between oxidative stress and blood pressure in elderlies. English articles were browsed on PubMed and Google Scholar which was published between the years 2005-2020. This literature reviewed 17 articles. This literature review showed that oxidative stress was found higher in the older group.  Elderlies also had higher hypertension incidences. Oxidative stress increased blood pressure by impairing vasodilatation function. In addition, oxidative stress was also caused by increased blood pressure. According to those articles, positive correlation was found between oxidative stress and blood pressure in elderlies. Keywords: oxidative stress, free radicals, blood pressure, hypertension, elderly, elders, olders Abstrak: Lanjut usia (lansia) adalah istilah bagi orang yang telah berusia 60 tahun. Lansia ialah kelompok orang yang berada dalam tahap terakhir kehidupan dan mengalami proses penuaan. Proses penuaan disebabkan oleh berbagai macam hal, salah satunya stres oksidatif. Lansia juga mengalami penyakit yang berkaitan dengan usia seperti hipertensi. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan stres oksidatif dan tekanan darah pada lansia. Penelusuran artikel berbahasa Inggris dilakukan pada PubMed dan Google Scholar yang dipublikasi pada tahun 2005-2020. Tinjauan literatur ini menggunakan 17 artikel. Hasil dari tinjauan literatur ini ialah stres oksidatif didapatkan lebih tinggi pada kelompok lanjut usia. Lanjut usia mengalami insidensi hipertensi yang lebih tinggi. Stres oksidatif meningkatkan tekanan darah dengan mengganggu fungsi vasodilatasi. Selain itu, stres oksidatif juga dapat ditimbulkan oleh peningkatan tekanan darah. Berdasarkan artikel-artikel tersebut, ditemukan korelasi positif antara stres oksidatif dan tekanan darah pada lanjut usia. Kata-kata kunci: stres oksidatif, radikal bebas, tekanan darah, hipertensi, lanjut usia
PERBEDAAN KADAR KOLESTEROL TOTAL DAN TRIGLISERIDA PADA ANAK SINDROM NEFROTIK RELAPS DAN REMISI DI RSUD ULIN BANJARMASIN Siti Annisa Rezki; FX Hendriyono; Selli Muljanto
Homeostasis Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.804 KB)

Abstract

Abstract: Hyperlipidemia is one of an important characteristics of nephrotic syndrome (NS). This study aims to determine the differences between total cholesterol and triglyceride levels in childrens with relapse and remission NS in Ulin General Hospital Banjarmasin from January 2017 - August 2018. A total of 26 childrens with NS were selected by purposive sampling method according to inclusion criteria. Among these, 15 childrens were in relapse and 11 childrens were in remission. Hypercholesterolemia were found in 93% of childrens with relapse NS and in 27% of childrens with remission NS, while hypertriglyceride were found in 67% of childrens with relapse NS and in 36% of childrens with remission NS. The mean total cholesterol levels in childrens with relapse NS is 374±38 mg/dL, was higher than those in remission, which is 168±12 mg/dL. The mean triglyceride levels in childrens with relapse NS is 267±186 mg/dL, also higher than those in remission, which is 130±78 mg/dL. The results of the analysis using an unpaired T test with a confidence level of 95%. This study can concluded that there were significant differences between total cholesterol (p = 0,000) and triglyceride levels (p = 0,030) in children with relapse and remission NS. Keywords: relaps nephrotic syndrome, nephrotic syndrome, remission, total cholesterol, triglyceride Abstrak: Hiperlipidemia merupakan karakteristik penting pada sindrom nefrotik (SN). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar kolesterol total dan trigliserida pada anak SN relaps dan remisi di RSUD Ulin Banjarmasin periode Januari 2017 – Agustus 2018. Sebanyak 26 anak SN yang terbagi atas 15 SN relaps dan 11 SN remisi dipilih secara purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Didapatkan kejadian hiperkolesterolemia sebanyak 93% pada SN relaps dan 27% pada SN remisi, sedangkan kejadian hipertrigliseridemia sebanyak 67% pada SN relaps dan 36% pada SN remisi. Rerata kadar kolesterol total dan trigliserida pada SN relaps lebih tinggi dari SN remisi. Rerata kadar kolesterol total pada SN relaps adalah 374±38 mg/dL dan SN remisi adalah 168±12 mg/dL. Rerata kadar trigliserida pada SN relaps adalah 267±186 mg/dL dan SN remisi adalah 130±78 mg/dL. Hasil analisis menggunakan uji T tidak berpasangan dengan tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara kadar kolesterol total (p=0,000) dan trigliserida (p=0,030) pada anak SN relaps dan remisi. Kata-kata kunci: sindrom nefrotik relaps, sindrom nefrotik, remisi, kolesterol total, trigliserida
Aktivitas Antibakteri Infus Kayu Laban (Vitex pubescens Vahl.) terhadap Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa Salsabella Firqah Najiyah; Edyson Edyson; Husnul Khatimah
Homeostasis Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.465 KB)

Abstract

Abstract: Laban (Vitex pubescens Vahl.) is a plant often used as herbal medicine by Dayak community. It has antibacterial properties as it contains active compounds such as flavonoids, alkaloids, phenols, steroids and terpenoids. This study was aimed to assess the antibacterial activity of laban wood infusions against Escherichia coli (E.coli) and Pseudomonas aeruginosa (P.aeruginosa). This study used true experimental methods with posttest-only design with control group design, the concentration of laban wood infusion were 20%, 40%, 60%, 80%, and 100%, with ciprofloxacin and sterile aquadest as positive and negative control. The data were analyzed using One-Way ANOVA and Post-hoc Duncan (α=0,05), with substantial differences (p<0.05) in all treatments. The highest inhibitory zone of laban wood infusion is at concentration of 100% against E.coli (18.67 mm), and P.aeruginosa (17.07 mm). It was concluded that laban wood infusion had antibacterial activity against E.coli and P.aeruginosa. Keywords: Laban wood infusion, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, antibacterial. Abstrak: Laban (Vitex pubescens Vahl) adalah contoh tumbuhan yang umumnya dimanfaatkan masyarakat dayak sebagai obat herbal. Laban diketahui mempunyai antibakteri karena mengandung senyawa aktif flavonoid, alkaloid, fenol, steroid, dan terpenoid. Studi ini memiliki tujuan untuk menguji aktivitas antibakteri dari infus kayu laban terhadap Escherichia coli (E.coli) dan Pseudomonas aeruginosa (P.aeruginosa). Studi ini memanfaatkan metode true eksperimental dengan rancangan posttest-only with control group design, perlakuan yang digunakan yakni infus kayu laban konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%, dengan siprofloksasin sebagai kontrol positif dan aquadest steril sebagai kontrol negatif. Analisis data memanfaatkan uji One-Way ANOVA dan Post-hoc Duncan (α=0,05) ditemukan perbedaan yang bermakna (p<0,05) pada seluruh perlakuan. Rerata zona hambat tertinggi dari perlakuan infus kayu laban yaitu pada konsentrasi 100% terhadap E.coli (18,67 mm) dan P.aeruginosa (17,07 mm). Disimpulkan bahwa infus kayu laban mempunyai aktivitas antibakteri bagi E.coli serta P.aeruginosa. Kata-kata kunci:    Infus kayu laban, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, antibakteri.