cover
Contact Name
Hasni Syahida
Contact Email
hsyahida@ulm.ac.id
Phone
+6287815460096
Journal Mail Official
homeostasis@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter
ISSN : -     EISSN : 27224333     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Homeostasis adalah jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian yang memiliki fokus dan ruang lingkup di bidang kedokteran dan kesehatan. Tulisan-tulisan yang dimuat bisa dalam bentuk Original Research, Literature Review, ataupun Laporan Kasus. Homeostasis terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember di setiap tahunnya.
Articles 481 Documents
Prevalensi Reaksi Transfusi Darah Penderita Talasemia Beta Mayor yang Bergantung Transfusi di RSD Idaman Banjarbaru Tahun 2020-2021 Tasya Radhia Salsabila; Harapan Parlindungan Ringoringo; Roselina Panghiyangani; Edi Hartoyo; Rahmiati Rahmiati
Homeostasis Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.998 KB)

Abstract

Abstract: Patients with beta thalassemia major require regular and routine blood transfusions throughout life to maintain hemoglobin levels in order to survive. Blood transfusion in patients with beta thalassemia major who depend on transfusion can cause side effects and unwanted transfusion reactions. Transfusion reactions range from mild to life-threatening. The purpose of this study was to obtain data on the prevalence of transfusion reactions in transfusion-dependent beta thalassemia patients at Idaman Hospital Banjarbaru in 2020-2021. This study is a descriptive study that was taken retrospectively using patient medical record data. The results showed that there were 131 data on blood transfusion reactions of patients with beta thalassemia major who were dependent on transfusion from a total of 1591 data on transfusion at Idaman Hospital Banjarbaru for the period October 2020 - September 2021 with a prevalence of 8.2%. Moderate-severe transfusion reactions were the most common type, with 90 blood transfusion reactions (68.7%). The five main symptoms of a blood transfusion reaction that occur are fever, chills, pruritus, angioedema, and urticaria. All transfusion reactions that occurred were acute transfusion reactions and used PRC blood components. Keywords: beta thalassemia major, transfusion dependent, blood transfusion, transfusion reactions, PRC (Packed Red Cells) Abstrak: Pasien talasemia beta mayor memerlukan transfusi darah secara teratur dan rutin sepanjang hidup untuk mempertahankan kadar hemoglobin guna bertahan hidup. Transfusi darah pada penderita talasemia beta mayor yang bergantung transfusi dapat menimbulkan efek samping dan reaksi transfusi yang tidak diinginkan. Reaksi transfusi tersebut dari ringan sampai mengancam jiwa. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh data prevalensi reaksi transfusi penderita talasemia beta mayor yang bergantung transfusi di RSD Idaman Banjarbaru Tahun 2020-2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang diambil secara retrospektif menggunakan data rekam medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 131 data reaksi transfusi darah penderita talasemia beta mayor yang bergantung transfusi dari total 1591 data transfusi di RSD Idaman Banjarbaru periode Oktober 2020 – September 2021 dengan prevalensi sebesar 8,2%. Reaksi transfusi sedang-berat merupakan jenis yang paling banyak terjadi sebanyak 90 reaksi transfusi darah (68,7%). Lima gejala utama dari reaksi transfusi darah yang terjadi adalah demam, menggigil, pruritus, angioedema, dan urtikaria. Semua reaksi tranfusi yang terjadi adalah reaksi transfusi akut dan menggunakan jenis komponen darah PRC. Kata-kata kunci: talasemia beta mayor, bergantung transfusi, transfusi darah, reaksi transfusi, PRC (Packed Red Cells)
Hubungan Faktor Sosiodemografi dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin Gaida Akmila; Syamsul Arifin; Lisda Hayatie
Homeostasis Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.463 KB)

Abstract

Abstract: Thei rate of anemiaain pregnant women still quite high especially in the city of Banjarmasin. Data from the Banjarmasin City Health Department in 2018, East Kelayan Puskesmas has the prevalence of anemia in pregnant women of 48.37%. Anemia in pregnant women”can be caused by several factors one of them being sociodemographic factors which include age, education, family income, and occupationi. The purpose of this study was to determine whether there is an association between sociodemographic factors and the occurrences of anemia in pregnant women at the East Kelayan Puskesmas in Banjarmasin. This study used an analytic observational method with crossssectional approachi. A sample of 50 respondents with a criteria of pure K1 was obtained by systematic random sampling technique. Data were analyzed using chi-square test and fisher’s exact test. The results showed age factor with a p value of 0.001, education with p value of 0.036, family income with p value 0.002 and occupation with a p value of 0.039. In conclusion, there is a significant association between sociodemographic factors with the occurrence of anemia in pregnant women at the East Kelayan Puskesmas in Banjarmasin with a p value of 0,000 and PR = 3,15. Keywords: sociodemography factors, anemia in pregnant women, age, education, family income, occupation. Abstrak: Anemia pada ibu hamil di Kota Banjarmasin masih cukup tinggi. Tahun 2018 anemia pada ibu hamil”ditemukan paling banyak di Puskesmas Kelayan Timur dengan prevalensi sebesar 48,37% menurut data dari Dinas Kesehatan Banjarmasin. Anemia pada ibu hamil disebabkan beberapa faktor salah satunya faktor sosiodemografi yang meliputi umur, pendidikan, pendapatan keluarga dan pekerjaan. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah terdapat hubungan faktor sosiodemografi (umur, pendidikan, pendapatan keluargaadannpekerjaan) dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin. Metode penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel berjumlah 50 responden ibu hamiil dengan kriteria K1 Murni diperoleh dengan teknik systematic random sampling. Data dianalisis dengan uji chi-square dan uji fisher exact dengan hasil menunjukkan faktor umuradengan nilai p 0,001, pendidikanadengan nilai p 0,036, pendapatanakeluarga dengan nilai p= 0,002, dan pekerjaanadengan nilai p=”0,039. Kesimpulan hasil ini terdapat hubungan antara faktor sosiodemografi dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin dengan nilai p= (0,000) PR=3,15. Kata–kata kunci: Sosiodemografi, Anemia lbu Hamil, Umur, Pendidikan, Pendapatan Keluarga, Pekerjaan.
Perbedaan Rasio Trombosit Limfosit pada Kanker Serviks Tipe Karsinoma Sel Skuamosa dan Adenokarsinoma Bella Aprilia Damayanti; Hariadi Yuseran; F.X. Hendriyono
Homeostasis Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.779 KB)

Abstract

Abstract: Cervical cancer is an abnormal cell growth that leads to malignancy in the cervix. Cervical cancer has several cell types including squamous cell carcinoma (SCC) and adenocarcinoma type. The progression of cervical cancer is influenced by many factors, including platelets and the immune system, namely lymphocytes. The ratio of platelets to lymphocytes affects the progression and prognostic markers of cervical cancer. This study aims to determine whether there are differences in RTL in cervical cancer type SCC and adenocarcinoma. The results showed that 58 subjects with cervical cancer, 29 subjects with SCC type and 29 subjects with adenocarcinoma type. The mean RTL value for cervical cancer with SCC type was 196.4 and standard deviation was 105.3 and the mean RTL value for adenocarcinoma type was 163.9 and standard deviation was 59.0. The conclusion of this study is that there is a significant difference in RTL in cervical cancer type SCC and adenocarcinoma with p = 0.000. Keywords: cervical cancer, SCC, adenocarcinoma, RTL Abstrak: Kanker serviks merupakan pertumbuhan sel abnormal yang mengarah pada keganasan di leher rahim. Kanker serviks memiliki beberapa tipe sel diantaranya ada tipe karsinoma sel skuamosa (KSS) dan tipe adenokarsinoma. Progresivitas kanker serviks dipengaruhi banyak faktor, diantaranya trombosit dan sistem imun yaitu limfosit. Rasio trombosit limfosit mempengaruhi progresivitas dan penanda prognostik pada kanker serviks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan RTL pada kanker serviks tipe KSS dan adenokarsinoma. Hasil penelitian didapatkan 58 subjek kanker serviks, 29 subjek tipe KSS dan 29 subjek tipe adenokarsinoma. Hasil rerata nilai RTL pada kanker serviks tipe KSS adalah 196,4 dan simpang baku105,3 dan rerata nilai RTL pada tipe adenokarsinoma adalah 163,9 dan simpang baku 59,0. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan bermakna RTL pada kanker serviks tipe KSS dan adenokarsinoma dengan p=0,000. Kata – kata kunci : kanker serviks, KSS, adenokarsinoma, RTL
Perbedaan Aktivitas SGPT Sebelum dan Sesudah Kemoterapi Neoadjuvan Penderita Ca Mammae Stadium Lanjut Lokal Subtipe Luminal Murti Fatiya Filayati; FX Hendriyono; Sasongko Hadi Priyono
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.934 KB)

Abstract

Abstract: Neoadjuvant chemotherapy is given 3-4 cycles before surgery for locally advanced breast cancer. Aimed at reducing tumour size, killing micrometastases. The purpose was to determine differences in SGPT activity before the first cycle and third cycle of neoadjuvant chemotherapy in patients locally advanced breast cancer luminal subtypes. The research was analytic observational, retrospective cohort method. Sampling with a total sampling technique, data analysis using a paired t-test. Results obtained 18 samples inclusion criteria with median SGPT activity before first cycle of neoadjuvant chemotherapy 13.5U/L with lowest value of 6 U/L highest value of 51 U/L, median SGPT activity before third cycle of neoadjuvant chemotherapy 17.5 U/L lowest value of 9 U/L highest value of 50 U/L. There was a significant difference (p=0.044) SGPT activity before the first cycle and third cycle of neoadjuvant chemotherapy in patients locally advanced breast cancer luminal subtypes in Ulin Hospital Banjarmasin in January-June 2019 period. Keywords: locally advanced breast cáncer, luminal subtype, neoadjuvant chemotherapy, SGPT activity. Abstrak: Kemoterapi neoadjuvan dilakukan sebelum operasi sebanyak 3-4 siklus untuk ca mammae lanjut lokal. Bertujuan memperkecil ukuran tumor dan membunuh mikrometastasis. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan aktivitas SGPT sebelum siklus pertama dan siklus ketiga kemoterapi neoadjuvan pada penderita ca mammae stadium lanjut lokal subtipe luminal. Penelitian bersifat observasional analitik dengan metode Kohort Retrospektif. Penganbilan sampel dengan teknik total sampling dan analisis data menggunakan uji t berpasangan. Hasil penelitian didapatkan 18 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dengan median aktivitas SGPT sebelum siklus pertama kemoterapi neoadjuvan 13,5U/L dengan nilai terendah 6 U/L nilai tertinggi 51 U/L, median aktivitas SGPT sebelum siklus ketiga kemoterapi neoadjuvan 17,5 U/L dengan nilai terendah 9 U/L nilai tertinggi 50 U/L. Terdapat perbedaan bermakna (p = 0,044) aktivitas SGPT sebelum siklus pertama dan siklus ketiga kemoterapi neoadjuvan pada penderita ca mammae stadium lanjut lokal subtipe luminal di RSUD Ulin Banjarmasin periode Januari - Juni 2019. Kata-kata kunci:  ca mammae lanjut lokal subtipe luminal, kemoterapi neoadjuvan, aktivitas SGPT
Korelasi Hematokrit dengan Tekanan Darah Pasien Anak Demam Berdarah Dengue Affan Naufal Akhmad; Edi Hartoyo; FX. Hendriyono
Homeostasis Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.241 KB)

Abstract

Abstract: Dengue is viral disease transmitted by mosquitoes and can cause severe flu-like syndrome and sometimes leads to lethal complications called severe dengue. This study aims to determine effect of hematocrit to blood pressure in children patients with dengue hemorrhagic fever in RSUD Ulin Banjarmasin period of January-December 2016. This research is analytic observational and cross sectional with retrospective approach. Samples were taken by purposive sampling technique which get 104 children. Data were analyzed using Spearman test with 95% confidence level. Median hematocrit was 41.6%, median systolic blood pressure was 100 mmHg, median diastolic blood pressure was 70 mmHg. Result between hematocrit to systolic blood pressure p=0,035 and r=0,178 and between hematocrit to diastole blood pressure p=0,018 and r= 0,206. There is correlation of hematocrit to blood pressure in dengue hemorrhagic fever pediatric patients. Keywords: dengue hemorrhagic fever, hematocrit, blood pressure  Abstrak: Dengue merupakan penyakit virus yang ditularkan melalui nyamuk dan bisa menyebabkan penyakit berat mirip flu dan terkadang menyebabkan komplikasi potensial mematikan disebut dengue berat. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh hematokrit dengan tekanan darah pada pasien anak demam berdarah dengue di RSUD Ulin Banjarmasin periode Januari-Desember 2016. Penelitian merupakan penelitian observasional analitik yang bersifat cross sectional dengan pendekatan retrospektif. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling sebanyak 104 anak. Analisis menggunakan uji Spearman dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian: median  hematokrit adalah 41,6%, median tekanan darah sistol adalah 100 mmHg, median tekanan darah diastol adalah 70 mmHg. Hasil uji Spearman antara hematokrit dan tekanan darah sistol p=0,035 dan r=0,178 dan antara hematokrit dan tekanan darah diastol p=0,018 dan r=0,206. Terdapat korelasi hematokrit dengan tekanan darah pada pasien anak demam berdarah dengue. Kata-kata kunci: demam berdarah dengue, hematokrit, tekanan darah
Literature Review: Pengaruh Latihan Interval Intensitas Tinggi terhadap Konsumsi Oksigen Maksimal Penderita Hipertensi Ana Khawarizna Maulida; Asnawati Asnawati; Fauzan Muttaqien
Homeostasis Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.267 KB)

Abstract

Abstract: The most recommended physical activitiy for hypertension patient is high intensity interval training. The aim of this literature review is to summarize the literatures about the effect of high intensity interval training to maximum oxygen consumption of hypertention patients. The method analizying the literature found in the search results on the medical journal database from Google Scholar and PubMed. These literatures were scrutinized in simultaneous manner as full article in English and published on 2010-2020 at 20 different pieces. The high intensity interval training can increase the value of maximum oxygen consumption and fitness for daily activities by enhancement person's total pulmonary ventilation, skeletal muscle mass, and oxygen consumption. Twenty literatures state that this training is usefull for hypertension patients because of getting maximal oxygen for oxidation fuel of body metabolism rather than doing other trainings. Keywords: hypertension, hypertensive, high intensity interval training, maximum oxygen consumption. Abstrak: Aktifitas fisik yang paling direkomendasikan pada penderita hipertensi adalah latihan interval intensitas tinggi. Penulisan literature review ini bertujuan untuk merangkum pengaruh latihan interval intensitas tinggi terhadap konsumsi oksigen maksimal penderita hipertensi. Penulisan ini dilakukan dengan menganalisis literatur terkait yang didapatkan dari hasil pencarian pada database jurnal kedokteran, yaitu Google Scholar dan PubMed. Literatur ini diteliti secara menyeluruh dalam bentuk full article berbahasa Inggris dan dipublikasikan pada tahun 2010-2020 sebanyak 20 literatur. Latihan interval intensitas tinggi dapat meningkatkan nilai konsumsi oksigen maksimal dan kebugaran untuk aktivitas sehari-hari melalui peningkatan ventilasi paru total, massa otot rangka, dan konsumsi oksigen pada seseorang. Dua puluh literatur menyatakan bahwa latihan ini berguna untuk penderita hipertensi karena dapat memperoleh jumlah oksigen maksimal yang dimiliki sebagai bahan bakar oksidasi untuk metabolisme tubuh dibanding melakukan latihan lainnya. Kata-kata kunci: hipertensi, hipertensif, latihan interval intensitas tinggi, konsumsi oksigen maksimal
HUBUNGAN VARIABILITAS GLIKEMIK DENGAN INGKAT KEPARAHAN KLINIS PASIEN STROKE SKEMIK DI RSUD ULIN BANJARMASIN Muhammad Ervin; Fakhrurrazy Fakhrurrazy; Triawanti Triawanti
Homeostasis Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.833 KB)

Abstract

Abstract: Stroke is a state of sudden loss of brain function resulting from a disruption in the cerebral blood supply with symptoms lasting at least 24 hours or resulting in death. This study aims to analyze the relationship between glycemic variability and the clinical severity of ischemic stroke patients in Ulin Hospital Banjarmasin. This study was observational analytic with cohort design. The population in this study were all patients diagnosed with ischemic stroke in Ulin Banjarmasin Hospital in August-November 2018. The patient's glycemic variability value will be obtained by determining the mean and standard deviation of the patient's glycemia levels taken for 7 days and the patient's clinical value by using the National Institute Health of Stroke Scale (NIHSS) questionnaire on the first day and day 7 the patients were hospitalized. The sample size for this study is 30 people. The results of this study were that the incidence of ischemic stroke was found to occur most in the age group> 45 years (96.7%), and in patients with hypertension (76.7%). The results of bivariate analysis showed that the glycemic variability variable had a significant correlation with the patient's clinical variable (R = 0.767 **). The conclusion of this study is that there is a relationship between glycemic variability and the clinical severity of ischemic stroke patients in Ulin Hospital Banjarmasin Keywords: ischemic stroke, glycemic variability, National Institute Health of Stroke Scale (NIHSS)  Abstrak: Stroke adalah keadaan hilangnya fungsi otak secara tiba-tiba akibat dari gangguan pada suplai darah serebral dengan gejala yang berlangsung minimal 24 jam atau mengakibatkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara variabilitas glikemik dengan tingkat keparahan klinis pasien stroke iskemik di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain cohort. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien yang didiagnosis stroke iskemik di RSUD Ulin Banjarmasin pada bulan Agustus-November 2018. Nilai variabilitas glikemik pasien akan didapat dengan menentukan mean dan standar deviasi dari kadar glikemia pasien yang di ambil selama 7 hari dan klinis dari pasien akan dinilai dengan menggunakan kuisioner National Institute Health of Stroke Scale (NIHSS) pada hari pertama dan hari ke-7 pasien di rawat inap. Besar sampel pada penilitan ini adalah 30 orang. Hasil dari penelitian ini adalah kejadian stroke iskemik ditemukan paling banyak terjadi pada kelompok usia >45 tahun (96,7%), dan pada penderita hipertensi (76,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel variabilitas glikemik memiliki korelasi yang signifikan dengan variabel klinis pasien (p=0,00) dan (r=0,767**). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara variabilitas glikemik dengan tingkat keparahan klinis pasien stroke iskemik di RSUD Ulin Banjarmasin. Kata-kata kunci: Stroke iskemik, variabilitas glikemik, National Institute of Health Stroke Scale (NIHSS)
Literature Review: Hubungan Dukungan Suami dan Tenaga Kesehatan dengan Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Najibah Lestari; Meitria Syahadatina Noor; Ferry Armanza
Homeostasis Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.536 KB)

Abstract

Abstract: Long term contraceptive methods (LTCMs) are contraceptive methods can be used effective for a long period, and efficient to delaying pregnancy. LTCMs, users in Indonesia are classified as low, specifically 7,920,260 users (21,81%). The fact0rs that influence the use of LTCMs needs support from husbands, support from heaIth workers in using LTCMs. The purpose of this literature review is to explain the relationship between husband support and health workers with the use of LACMs. The method in this study uses a systematic literature review of 20 related research literature. The value showed that the percentage of literature related to the variable of husband's support with the use of LACMs was 61%, and the husband's support that was not related to the use of LACMs was 39%. While the value of the study showed that the percentage of literature related to the variable support for health workers with the use of LACMs was as much as 75% and the support for health personnel who were not related to the use of LACMs was 25%. Keywords: relationship, husband support, health worker support, long term contraceptive methods (LTCMs) Abstrak: Metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) adalah metode k0ntrasepsi yang masa kerjanya lama dan mempunyai efektivitas tinggi terhadap pencegahan kehamilan. Penggunaan MKJP di lndonesia tergolong sedikit sebesar 7.920.260 pengguna (21,81%). Faktor yang berpengaruh dalam MKJP yaitu dukungan suami dan dukungan tenaga kesehatan dalam penggunaan MKJP. Tujuan kajian literatur ini untuk menjelaskan hubungan dukungan suami dan tenaga kesehatan dengan penggunaan MKJP. Metode penelitian ini menggunakan systematic literature review terhadap  sebanyak 20 litarature penelitian yang berkaitan. Hasil penelitian menunjukan persentase literature yang berhubungan  untuk variabel dukungan suami dengan penggunaan MKJP sebanyak 61%, dan dukungan suami dengan penggunaan MKJP yang tidak berhubungan sebanyak 39%. Hasil penelitian menunjukan pesentase literature yang berhubungan untuk variabel dukungan tenaga kesehatan dengan penggunaan MKJP sebanyak 75% dan dukungan tenaga  Kesehatan yang tidak berhubungan dengan penggunaan MKJP sebanyak 25%. Kata-kata kunci: hubungan, dukungan suami, dukungan tenaga kesehatan, MKJP
Perbandingan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Tanjung dan Daun Jambu Biji terhadap Escherichia coli In Vitro Rinny Vebliani; Noor Muthmainah; Alfi Yasmina
Homeostasis Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.826 KB)

Abstract

Abstract: Tanjung leaves and guava leaves are commonly used by the community as herbal medicines. Guava leaves contain antibacterial compounds, namely, saponins, tannins, alkaloids and flavonoids, while the tanjung leaves contain alkaloids, tannins and saponins. This study aimed to examine the comparison of the antibacterial activity between tanjung leaves extract and guava leaves extract against Escherichia coli in vitro. The methods used in this study was true experimental with post test only with control group design, consisting of 10 treatments of tanjung and guava leaves extracts at the concentrations of 20%, 25%, 30% and 35%, chloramphenicol as positive control, and distilled water as negative control. The parameter measured was the diameter of the inhibitory zone. Data analysis used the Kruskal-Wallis test and the Mann-Whitney test, with 95% confidence level. In this study, the results obtained showed no significant differences between treatments with tanjung leaves extract and guava leaves extracts at the concentrations of 20%, 25%, 30%, and 35% (p > 0.05). The conclusion of this study is that the antibacterial activity of tanjung leaves extract did not differ significantly with guava leaves extract against E. coli at the same concentration. Keywords: Escherichia coli, inhibitoryzone, tanjung leaves, and guava leaves  Abstrak: Daun tanjung dan daun jambu biji biasa digunakan oleh masyarakat sebagai obat herbal. Daun jambu mengandung zat antibakteri yaitu saponin, tanin, alkaloiddanflavonoid, sedangkan pada daun tanjung yaitu alkaloid, tanindansaponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan aktivitas antibakteri ekstrak daun tanjung dan daun jambu biji terhadap Escherichia coliin vitro. Metode penelitian ini adalah true experimental dengan rancangan post test only with control grup design, terdiri dari 10 perlakuan ekstrak daun tanjung dan daun jambu biji dengan konsentrasi 20%, 25%, 30% dan 35%, kloramfenikol sebagai kontrol positif, serta akuades sebagai kontrol negatif. Parameter yang diukur adalah diameter zona hambat. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji Mann-Whitney, dengan tingkat kepercayaan 95%. Pada penelitian ini didapatkan hasil tidak ada perbedaan bermakna antara dari perlakuan ekstrak daun tanjung dan daun jambu biji konsentrasi 20%, 25%, 30%, dan 35% (p > 0,05). Simpulan pada penelitian ini adalah aktivitas antibakteri ekstrak daun tanjung tidakberbeda bermakna secara statistik dibandingkan ekstrak daun jambu biji terhadap E. coli pada konsentrasi yang sama. Kata-kata kunci: Escherichia coli, zona hambat, daun tanjung, daun jambu biji.
Literature Review: Perbandingan Fecal Lactoferrin dan C-Reactive Protein untuk Diagnosis dan Monitoring Kolitis Rizky Amalia; Agung Ary Wibowo; Rahmiati Rahmiati; Hery Poerwosusanta; Dewi Indah Noviana Pratiwi
Homeostasis Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.853 KB)

Abstract

Abstract: Colitis is an inflammation of colon which is classified into infectious and non-infectious colitis. Colitis is tough to treat because of frequent recurrences, therefore a non-invasive method of examination is needed to evaluate the activity, severity, and risk of recurrence of colitis. Fecal lactoferrin (FL) and C-reactive protein (CRP) are simple, non-invasive, and inexpensive alternative to diagnose and monitoring colitis. The aim of the literature review was to compare the effectiveness of FL and CRP in diagnosing and monitoring colitis. This paper was done using literature review method. The selected article were full text original articles published in the last 10 years. The search for articles was found out through Pubmed and Google Scholar databases using keywords “fecal lactoferrin AND c reactive protein AND colitis”. Based on 14 articles analyzed in the literature review, it was found that FL is more effective in diagnosing colitis than CRP. FL is also superior in predicting mucosal healing and colitis recurrence in colitis patients. Keywords: colitis, fecal lactoferrin, c reactive protein, diagnosed, mucosal healing Abstrak: Kolitis adalah peradangan kolon yang terbagi atas kolitis infeksi dan non infeksi. Kolitis sulit disembuhkan karena sering terjadi kekambuhan secara berulang, sehingga diperlukan metode pemeriksaan non invasif untuk mengevaluasi aktivitas, tingkat keparahan, dan risiko kekambuhan pada kolitis. Fecal lactoferrin (FL) maupun C-reactive protein (CRP) menjadi pemeriksaan alternatif yang sederhana, non invasif, dan murah untuk mendiagnosis dan memonitoring kolitis. Tujuan penulisan ini untuk membandingkan efektivitas FL dan CRP dalam mendiagnosis dan monitoring kolitis. Penulisan ini dilakukan dengan metode literature review. Artikel yang dipilih merupakan full text original article yang dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir. Pencarian artikel dilakukan melalui database Pubmed dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci “fecal lactoferrin AND c reactive protein AND colitis”. Berdasarkan 14 artikel yang dianalisis dalam literature review ini, didapatkan FL lebih efektif untuk diagnosis kolitis dibandingkan CRP. FL juga lebih unggul dalam memprediksi mucosal healing dan kekambuhan pada pasien kolitis. Kata-kata kunci: kolitis, fecal lactoferrin, c reactive protein, diagnosis, mucosal healing