cover
Contact Name
Hasni Syahida
Contact Email
hsyahida@ulm.ac.id
Phone
+6287815460096
Journal Mail Official
homeostasis@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter
ISSN : -     EISSN : 27224333     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Homeostasis adalah jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian yang memiliki fokus dan ruang lingkup di bidang kedokteran dan kesehatan. Tulisan-tulisan yang dimuat bisa dalam bentuk Original Research, Literature Review, ataupun Laporan Kasus. Homeostasis terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember di setiap tahunnya.
Articles 481 Documents
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN KEJANG DEMAM KOMPLEKS DAN SIMPLEKS Sinta Anamiyanoor; Nurul Hidayah; Huldani Huldani
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8785

Abstract

Kejang demam merupakan bangkitan kejang yang terjadi karena kenaikan suhu tubuh (suhu diatas 38ºC) yang ditimbulkan oleh proses ekstrakranium. pada anak dengan kadar hemoglobin rendah menyebabkan kemampuan sel darah merah yang mengikat oksigen menurun dan diduga dapat mengakibatkan kejang. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan kadar hemoglobin dengan kejang demam kompleks dan simpleks. Penelitian dilakukan dengan Cross Sectional Study dengan jumlah sampel masing-masing 30 untuk kasus kejang demam kompleks dan kejang demam simpleks. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Data berupa data sekunder yang diambil dari rekam medik di RSUD Ulin Banjarmasin. Analisis data menggunakan chi-square (R2). Hasil penelitian didapatkan bahwa  9 orang (45%) yang memiliki Hb rendah yang mengalami kejang demam simpleks dan terdapat 11 orang (55%) yang memilki Hb rendah yang mengalami kejang demam kompleks. Terdapat 21 orang (52,5%) yang memiliki Hb normal yang mengalami kejang demam simpleks, dan terdapat 19 orang (47,5%) yang memiliki Hb normal yang mengalami kejang demam kompleks. Hasil analisis data adalah tidak terdapat hubungan yang bermakna (p= 0,584) antara kadar hemoglobin dengan kejang demam kompleks dan kejang demam simpleks.
GAMBARAN KEPATUHAN HAND HYGIENE PADA PESERTA PROGRAM STUDI PROFESI DOKTER DI RSUD ULIN BANJARMASIN Tashya Mutiara Annisa Putri; Rahmiati Rahmiati; Nina Mulyani; Agung Ary Wibowo; Noor Muthmainah
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8808

Abstract

Pelaksanaan hand hygiene dapat mengurangi peningkatan kejadian Hospital Associated Infections (HAIs). Peserta program studi profesi dokter merupakan salah satu perantara patogen kepada pasien untuk mengurangi kejadian HAIs diperlukan kepatuhan terhadap hand hygiene. Hand hygiene adalah suatu tindakan untuk mengurangi peningkatan angka kejadian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran kepatuhan hand hygiene pada peserta program studi profesi dokter di RSUD Ulin Banjarmasin berdasarkan jenis kelamin, lama pendidikan, protokol five moments dan cuci tangan 6 langkah. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan pengamatan langsung dengan populasi peserta program studi profesi dokter. Penelitian dilakukan pada bulan November – Desember 2022 dengan pengambilan secara consecutive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan angka kepatuhan hand hygiene 33,33% dan melakukan sesuai prosedur 25%. Kepatuhan hand hygiene pada perempuan 35,48% dan laki – laki 31,03%; pada angkatan 31 sebanyak 42,86% dan angkatan 32 sebanyak 25%. Kepatuhan pada tiap momen seelum menyentuh pasien 22,73%, sebelum tindakan aseptis 25%, setelah terpapar cairan tubuh 50%, setelah menyentuh pasien 45,45%, setelah menyentuh lingkungan sekitar pasien 25%. Hasil penelitian kepatuhan hand hygiene ini didapatkan jenis kelamin perempuan dan angkatan 31 lebih patuh. Kepatuhan momen tertinggi saat setelah terpapar cairan tubuh pasien. Subjek penelitian diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan hand hygiene.
HUBUNGAN FREKUENSI DAN JUMLAH PENGGUNAAN COTTON BUD UNTUK TOILET TELINGA TERHADAP DERAJAT KELUHAN NYERI Anastasia Larasati; Nur Qamariahi; Rahmiati Rahmiati; Alex Syamsuddin; Lisda Hayatie
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8799

Abstract

Cotton bud merupakan salah satu alat yang kerap digunakan untuk membersihkan telinga. Penggunaan cotton bud dapat mengganggu mekanisme pembersihan serumen secara alami serta dapat menyebabkan trauma dan rasa nyeri pada telinga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan frekuensi dan jumlah penggunaan cotton bud untuk toilet telinga terhadap derajat keluhan nyeri pada telinga berdasarkan VAS. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik yang menggunakan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Angkatan 2019-2021. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yang dilakukan secara daring, didapatkan sampel sebanyak 30 responden. Hasil penelitian ini adalah frekuensi dan jumlah penggunaan cotton bud yang terbanyak yakni masing-masing 1-2 kali per minggu (73,3%) dan 1-2 batang (56,7%) setiap kali toilet telinga. Hasil analisis data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, dapat diambil kesimpulan bahwa tidak terdapat hubungan antara frekuensi penggunaan cotton bud (p=1,000) dan jumlah penggunaan cotton bud (p=0,670) terhadap derajat keluhan nyeri. 
KARAKTERISTIK PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE YANG DILAKUKAN HEMODIALISIS DI RSUD ULIN BANJARMASIN SELAMA PANDEMI COVID-19 Tinjauan Terhadap Usia, Jenis Kelamin, Pendidikan, Pekerjaan, Status Pernikahan, Riwayat Penyakit Penyerta, Riwayat Terpajan Virus COVID-19 Raden Abyuta Wiksa Pranandhira; Eka Yudha Rahman; Husnul Khatimah
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8790

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan kelainan struktur atau fungsi pada ginjal yang berlangsung selama >3 bulan. Pasien dengan penyakit CKD yang dihemodialisis rentan terpajaan virus COVID-19 karena pasien tersebut memiliki gabungan faktor risiko seperti usia yang tua, sistem kekebalan yang kurang efisien akibat status uremik, diabetes serta hipertensi. Tujuan umum penelitian adalah mengetahui karakteristik pasien Chronic Kidney Disease yang dilakukan hemodialisis di RSUD Ulin Banjarmasin selama pandemi COVID-19. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan data sekunder dari rekam medis. Teknik pengambilan sampel adalah purposive samplingdengan subyek berjumlah 100 data rekam medis. Hasil dan kesimpulan penelitian ini didapatkan karakteristik usia pasien terbanyak adalah 46-55 tahun sejumlah 41 orang (41%), karakteristik jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki sejumlah 58 orang (58%), karakteristik tingkat pendidikan terbanyak adalah SMA sejumlah 47 orang (47%), karakteristik pekerjaan terbanyak adalah ibu rumah tangga sejumlah 22 orang (22%), karakteristik status pernikahan terbanyak adalah menikah sejumlah 91 orang (91%), karakteristik penyakit penyerta terbanyak adalah hipertensi sejumlah 43 orang (43%), dan karakteristik riwayat terpajan virus COVID-19 sejumlah 22 orang (22%).Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan kelainan struktur atau fungsi pada ginjal yang berlangsung selama >3 bulan. Pasien dengan penyakit CKD yang dihemodialisis rentan terpajaan virus COVID-19 karena pasien tersebut memiliki gabungan faktor risiko seperti usia yang tua, sistem kekebalan yang kurang efisien akibat status uremik, diabetes serta hipertensi. Tujuan umum penelitian adalah mengetahui karakteristik pasien Chronic Kidney Disease yang dilakukan hemodialisis di RSUD Ulin Banjarmasin selama pandemi COVID-19. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan data sekunder dari rekam medis. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan subyek berjumlah 100 data rekam medis. Hasil dan kesimpulan penelitian ini didapatkan karakteristik usia pasien terbanyak adalah 46-55 tahun sejumlah 41 orang (41%), karakteristik jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki sejumlah 58 orang (58%), karakteristik tingkat pendidikan terbanyak adalah SMA sejumlah 47 orang (47%), karakteristik pekerjaan terbanyak adalah ibu rumah tangga sejumlah 22 orang (22%), karakteristik status pernikahan terbanyak adalah menikah sejumlah 91 orang (91%), karakteristik penyakit penyerta terbanyak adalah hipertensi sejumlah 43 orang (43%), dan karakteristik riwayat terpajan virus COVID-19 sejumlah 22 orang (22%).
HUBUNGAN USIA DAN JENIS KELAMIN DENGAN DERAJAT KEPARAHAN HEMOROID INTERNA Nazwa Salsabila Hadni; Ika Kustiyah Oktaviyanti; Lena Rosida; Agung Ary Wibowo; Ida Yuliana
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8813

Abstract

Hemoroid adalah keadaan abnormal bantalan anus, terbagi menjadi interna, eksterna, campuran. Hemoroid interna terdiri dari empat derajat keparahan, derajat I-IV. Hemoroid sebagai penyebab morbiditas dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, seperti usia dan jenis kelamin. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan usia dan jenis kelamin dengan derajat keparahan hemoroid interna di RSUD Ulin Banjarmasin tahun 2019-2021, menggunakan pendekatan cross sectional, didapatkan 45 sampel, dianalisis dengan uji statistik Kolmogorov-Smirnov. Berdasarkan hasil, sebanyak 58% pasien berusia < 45 tahun, 67% laki-laki, dan 58% derajat III. Analisis data menunjukan usia < 45 tahun terbanyak derajat III yaitu 14 pasien (54%), sedangkan ≥ 45 tahun derajat III yaitu 12 pasien (63%). Pasien laki-laki terbanyak derajat III yaitu 18 pasien (60%), sedangkan perempuan derajat III yaitu 8 pasien (54%). Hasil analsis hubungan menunjukkan p = 0,000. Kesimpulan penelitian adalah terdapat hubungan bermakna antara usia dan jenis kelamin dengan derajat keparahan hemoroid interna di RSUD Ulin Banjarmasin tahun 2019-2021.
PERBEDAAN KADAR MCV DAN MCHC PADA PASIEN KANKER SERVIKS DENGAN PERDARAHAN DAN TANPA PERDARAHAN Karo Karo Gabriel Pranata; Hariadi Yuseran; Alfi Yasmina; Ferry Armanza; Mashuri Mashuri
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8804

Abstract

: Perdarahan sering terjadi pada pasien dengan kanker serviks, dan dapat menimbulkan anemia. Tipe anemia yang diderita bisa ditentukan dengan parameter Mean Corpuscular Volume (MCV) dan Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration (MCHC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar MCV dan MCHC pada pasien kanker serviks dengan perdarahan dan tanpa perdarahan. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Subjek penelitian adalah pasien kanker serviks di RSUD Ulin Banjarmasin periode April sampai Agustus 2021 yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel bebasnya adalah perdarahan dan variabel terikatnya adalah kadar MCV dan MCHC. Analisis dilakukan dengan uji T tidak berpasangan dan uji Mann-Whitney. Diperoleh 45 orang pasien kanker serviks, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa 58% mengalami perdarahan. Rerata kadar MCV pada pasien dengan dan tanpa perdarahan adalah 73,74±7,64 fl dan 81,26±4,98 fl (p < 0,001), dan rerata kadar MCHC pada pasien dengan dan tanpa perdarahan adalah 30,89±1,45 g/dl dan 32,41±1,47 g/dl (p < 0,001). Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kadar MCV dan MCHC pada pasien kanker serviks dengan perdarahan dan tanpa perdarahan.
UJI DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN Xylocarpus granatum TERHADAP Staphylococcus aureus ATCC 25923 DAN Streptococcus pyogenes ATCC 12344 Raymona Dewi Ginarti; Agung Biworo; Lia Yulia Budiarti
Homeostasis Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i2.10003

Abstract

Xylocarpus granatum (X. granatum) merupakan jenis dari tanaman mangrove yang banyak ditemukan di kawasan hutan mangrove Pulau Burung Kalimantan Selatan. Daun X. granatum diketahui mengandung metabolit sekunder berperan sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah menguji daya antibakteri ekstrak etanol daun (ED) X. granatum terhadap Staphylococcus aureus (S. aureus) ATCC 25923 dan Streptococcus pyogenes (S. pyogenes) ATCC 12344. Rancangan penelitian eksperimental ini menggunakan posttest-only with control group design dengan uji daya hambat menggunakan metode difusi kertas cakram. Kelompok perlakuan uji yaitu ED X. granatum 25%, 50%, 75%, dan 100% serta kontrol kloramfenikol dan DMSO 1%. Diameter zona hambat dari perlakuan ED terhadap S. aureus (9,20 mm–16,36 mm) dan terhadap S. pyogenes (8,13 mm–15,69 mm) zona hambat termasuk kategori sedang sampai kuat. Rerata zona hambat ED pada S. aureus lebih besar daripada S. pyogenes yang berbeda bermakna menurut uji one-way ANOVA, uji post-hoc Duncan dan uji T independent. Aktivitas antibakteri pada ekstrak masih dibawah kontrol positif. Kesimpulannya, ekstrak etanol daun X. granatum memiliki daya antibakteri terhadap S. aureus dan S. pyogenes, dengan daya hambat sedang sampai kuat.
HUBUNGAN VO2 MAKS DAN WAKTU REAKSI PADA REMAJA Muhammad Hasbi; Siti Kaidah; Dona Masrisa; Asnawati Asnawati; Didik Dwi Sanyoto
Homeostasis Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i2.9994

Abstract

VO2 Maks adalah jumlah maksimal oksigen yang dapat digunakan pada saat melakukan kegiatan berat. VO2 Maks dipengaruhi oleh banyak faktor seperti jasmani, fitur fisiologis individu, dan jenis kelamin. VO2 Maks digunakan untuk mengetahui tingkat kebugaran fisik. Kebugaran fisik mempengaruhi efisiensi pengangkutan oksigen dan nutrisi sehingga meningkatkan kemampuan kognitif. Kemampuan kognitif diketahui berhubungan terhadap waktu reaksi. Waktu reaksi adalah jumlah waktu yang dibutuhkan seseorang untuk bereaksi terhadap stimulus. Waktu reaksi dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin, penggunaan tangan dominan, latihan, kelelahan, puasa, siklus pernafasan, dan olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan VO2 Maks dan waktu reaksi pada remaja. Penelitian menggunakan populasi SMAN 1 Banjarbaru dan subjek berjumlah 30 orang yang dipilih dengan metode simple random sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dimulai dengan pengukuran waktu reaksi menggunakan computer-based visual reaction time test lalu dilanjutkan dengan tes Cooper lari 12 menit untuk menilai VO2 Maks. Hasil dari pengukuran waktu reaksi adalah 381,23±62,07 ms dan hasil dari pengukuran VO2 Maks adalah 31,08±5,37 ml/kg/menit. Hasil analisis data menggunakan uji korelasi Pearson adalah terdapat korelasi negatif kuat antara VO2 Maks dan waktu reaksi (r = -0,634). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif antara VO2 Maks dan waktu reaksi pada remaja.
HUBUNGAN KEBIASAAN, DURASI MEROKOK DAN JENIS ROKOK DENGAN KEJADIAN PENYAKIT KATARAK DI POLIKLINIK MATA RSUD ULIN BANJARMASIN Annisa Kumala Dewi; Muhammad Ali Faisal; Asnawati Asnawati
Homeostasis Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i2.9977

Abstract

Katarak adalah keruhnya lensa yang terjadi karena hidrasi (penambahan cairan) lensa, denaturasi protein lensa terjadi akibat kedua-duanya. Merokok merupakan salah satu faktor risiko dimana katarak dapat terjadi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan, durasi merokok dan jenis rokok dengan kejadian penyakit katarak di poliklinik mata RSUD Ulin Banjarmasin. Desain observasi analitik dengan pendekatan cross sectional digunakan sebagai rancangam pada riset ini. Menggunakan teknik purposive sampling, didapatkan 69 orang perokok dan 11 tidak merokok yang memenuhi kriteria inklusi. Sebanyak 53,75% orang memiliki kebiasaan merokok, 73,8% memiliki durasi merokok di atas 20 tahun dan 70,3% menggunakan jenis rokok berfilter. Uji statistik menggunakan uji fisher exact dengan tingkat kepercayaan 95%, didapatkan hasil untuk hubungan kebiasaan merokok dengan kejadian katarak p = 0,000, OR = 1,26 dengan rentang nilai 1,999 – 7.943 interval kepercayaan (CI) 95%. Untuk hubungan durasi merokok dengan kejadian katarak didapatkan p = 0,001 OR=2,46. Sedangkan untuk hubungan jenis rokok dengan kejadian katarak didapatkan hasil p = 0,210 OR = 0,372. Disimpulkan dari hasil riset adanya hubungan bermakna antara kebiasaan merokok dan durasi merokok dengan kejadian katarak tetapi tidak terdapat hubungan yang bermakna antara jenis rokok dengan kejadian katarak.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN PERILAKU MAKAN DAN STATUS GIZI Vory Vory; Yanti Fitria; Triawanti Triawanti; Syaiful Fadhilah; Nelly Al Audhah
Homeostasis Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i2.10014

Abstract

Kecemasan adalah keadaan emosional yang tidak menyenangkan yang sering disertai dengan keluhan fisik. Mahasiswa kedokteran mengalami tingkat kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa lainnya dikarenakan jadwal perkuliahan yang lebih padat. Mahasiswa yang mengalami stressor terkait dengan akademik dapat mempengaruhi perilaku makan, dapat berupa peningkatan nafsu makan maupun penurunan nafsu makan. Bila hal ini terjadi dalam waktu yang lama akan menyebabkan perubahan status gizi. Perubahan status gizi dapat menyebabkan masalah gizi yaitu underweight, overweight, dan obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kecemasan dengan perilaku makan dan status gizi mahasiswa klinik. Penelitian yang dilakukan ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data menggunakan data primer berupa wawancara dan pengisian kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa klinik stase mayor di RSUD Ulin Banjarmasin. Jumlah sampel adalah 157 subjek penelitian dengan teknik total sampling. Hasil uji chi-square tidak menunjukkan hubungan antara kecemasan dan perilaku makan p-value 0,407 (>0,05) dan menunjukkan hubungan antara kecemasan dan status gizi p-value 0,000 (<0,05). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan tidak terdapat hubungan antara kecemasan dengan perilaku makan namun terdapat hubungan antara kecemasan dan status gizi mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Program Profesi pada stase mayor di RSUD Ulin Banjarmasin.