cover
Contact Name
Hasni Syahida
Contact Email
hsyahida@ulm.ac.id
Phone
+6287815460096
Journal Mail Official
homeostasis@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter
ISSN : -     EISSN : 27224333     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Homeostasis adalah jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian yang memiliki fokus dan ruang lingkup di bidang kedokteran dan kesehatan. Tulisan-tulisan yang dimuat bisa dalam bentuk Original Research, Literature Review, ataupun Laporan Kasus. Homeostasis terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember di setiap tahunnya.
Articles 485 Documents
HUBUNGAN LAMA STUDI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PROGRAM PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIBIOTIK PADA DOKTER MUDA DI RSUD ULIN BANJARMASIN Muhammad Agung Perdana; Noor Muthmainah; Rahmiati Rahmiati; Agung Biworo; Hendra Wana Nur'amin
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8805

Abstract

Faktor paling banyak penyebab terjadinya resistensi antibiotik adalah tingkat pengetahuan yang rendah terhadap pemakaian dan peresepan suatu antibiotik, serta kurangnya pengalaman dari seorang dokter. Hal ini membuat WHO dan Pemerintah Indonesia membentuk suatu program yang bertujuan untuk mengawasi dan mengurangi kejadian dari resistensi antibiotik yaitu Program Pengendalian Resistensi Antibiotik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan lama studi terhadap tingkat pengetahuan tentang program pengendalian resistensi antibiotik pada dokter muda di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional pada 170 orang dokter muda di RSUD Ulin Banjarmasin. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling. Data diambil menggunakan kuesioner melalui google form, kemudian dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian yang dilakukan pada 170 sampel yang terbagi menjadi 2 kategori berdasarkan lama studi kepaniteraan klinik yaitu baru bila < 1 tahun dan lama bila ³  1 tahun menunjukkan bahwa terdapat 151 orang yang memiliki tingkat pengetahuan baik dan 19 orang memiliki tingkat pengetahuan kurang tentang program pengendalian resistensi antibiotik. Dari hasil uji statistik terdapat hubungan lama studi terhadap tingkat pengetahuan tentang program pengendalian resistensi antibiotik pada dokter muda di RSUD Ulin Banjarmasin (p£0,001).
PERBEDAAN KASUS COVID-19 SEBELUM DAN SESUDAH PROGRAM VAKSINASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA BANJARMASIN Nuria Ra’yal Ain; Nika Sterina Skripsiana; Noor Muthmainah; Farida Heriyani; Lisda Hayatie
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8796

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus severe acute respiratory syndrome 2 (SARS-Cov-2) yang menjadi persoalan serius seiring dengan peningkatan angka kejadian pasien konfirmasi positif dan angka mortalitasnya. Vaksinasi merupakan salah satu upaya untuk menekan kasus COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kasus COVID-19 sebelum dan sesudah program vaksinasi di wilayah kerja puskesmas kota Banjarmasin meliputi angka kejadian pasien konfirmasi dan angka mortalitas. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 26 puskesmas di wilayah kerja Kota Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan angka kejadian pasien konfirmasi positif COVID-19 sebelum program vaksinasi adalah 2359 kasus sedangkan sesudah program vaksinasi sebanyak 1452. Angka mortalitas COVID-19 sebelum program vaksinasi adalah 194 kasus sedangkan sesudah program vaksinasi sebanyak 10 kasus. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan angka kejadian pasien konfirmasi positif sebelum dan sesudah program vaksinasi (p<0,001) serta adanya perbedaan angka mortalitas COVID-19 sebelum dan sesudah program vaksinasi (p<0,001).
HUBUNGAN DERAJAT DISPLASIA DENGAN JUMLAH SEL GOBLET PADA GAMBARAN HISTOPATOLOGI KOLITIS DI RSUD ULIN BANJARMASIN PADA TAHUN 2020-2022 Kanessha Winola Sunata; Agung Ary Wibowo; Ika Kustiyah Oktaviyanti Kustiyah Oktaviyanti; Winardi Budiwinata; Lena Rosida Rosida
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8787

Abstract

Kolitis merupakan suatu kondisi dimana lapisan mukosa kolon meradang, secara akut maupun kronis. Selama 2 dekade terakhir, insidensi IBD meningkat secara signifikan di Asia. Selain itu, kolitis juga bisa berkembang menjadi suatu keganasan. Hal ini bisa dilihat dengan memantau peningkatan derajat displasia dan pengurangan jumlah sel goblet sejalan dengan progesivitas penyakit. Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis karakeritstik serta hubungan derajat displasia dengan jumlah sel goblet pada kolitis di RSUD Banjarmasin tahun 2020-2022. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, menggunakan sampel sebanyak 39 sediaan (preparate/slide) histopatologi pasien kolitis yang diambil dengan teknik total sampling. Hasil dari penelitian ini dianalisis dengan uji Rank Spearman dan ditemukan ada hubungan antara peningkatan derajat displasia dengan penurunan jumlah sel goblet. Semakin tinggi derajat displasia maka semakin rendah jumlah rata – rata sel goblet pada kolitis.
PERNGARUH LATIHAN LARI 12 MENIT TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL DAN TRIGLISERIDA PADA PEMAIN SEPAK BOLA Rizky Nabila Febriani; Huldani Huldani; Siti Kaidah; Fauzan Muttaqien; Azma Rozida
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8810

Abstract

Peningkatan kadar kolesterol dan trigliserida dapat disebabkan kurangnya aktivitas fisik, sehingga terjadi penumpukan plak pada pembuluh darah dan terjadi gangguan metabolisme. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh kadar kolesterol total dan trigliserida sebelum dan sesudah lari aerobik 12 menit yang dilakukan 4 kali dalam seminggu selama 6 minggu pada pemain sepak bola. Metode penelitian ini menggunakan quasi eksperimental non control group design yang sudah ditetapkan untuk kriteria sebagai sampel penelitian. Sampel penelitian menggunakan metode purposive sampling dengan mengambil 15 orang klub sepak bola Banjarmasin. Pengukuran kadar kolesterol total dan kadar trigliserida dilakukan sebelum program 12 menit dan setelah program 12 menit. Data dianalisis menggunakan t-test berpasangan.Rerata kadar kolesterol total sebelum 188,06 ± 43,46  dan sesudah 158,86 ± 31,12. Hasil analisis data adalah terdapat pengaruh bermakna pada kadar kolesterol total (p=0.000). Rerata kadar trigliserida sebelum 107,66 ± 42,76 dan sesudah 144,60 ± 66,58. Hasil analisis data  tidak terdapat pengaruh bermakna pada kadar trigliserida (p=0.088). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa lari 12 menit dapat menurunkan kadar kolesterol secara signifikan, akan tetapi lari 12 menit tidak berpengaruh terhadap kadar trigliserida. 
STUDI IN SILICO: PREDIKSI DAMPAK KOBALT DAN MERKURI TERHADAP PROTEIN PADA KEJADIAN DIABETES MELITUS Maria Yosephine Himawan; Eko Suhartono; Fujiati Fujiati; Mashuri Mashuri; Bambang Setiawan
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8801

Abstract

Kalimantan Selatan merupakan provinsi yang memiliki sumber daya alam yang melimpah khususnya di sektor pertambangan. Logam berat hasil buangan tambang batubara yang tidak diolah bersifat sangat beracun bagi lingkungan dan manusia seperti merkuri dan kobalt yang berdampak pada kesehatan manusia seperti gangguan proses glikolisis. Penelitian in bertujuan untuk mengetahui interaksi logam berat merkuri dan kobalt terhadap enzim glukokinase, 11β-hydroxysteroid dehydrogenase-1, dipeptidyl peptidase-IV, dan Interleukin-1β dengan PDB ID: 1V4S, 2BEL, 1J2E, 9ILB yang diambil dari protein data bank serta menggukan website molecular docking MIB2: Metal Ion Binding Site Prediction and Docking server. Hasil docking divisualisasikan menggunakan aplikasi Chimera versi 1.16. Ditemukan hasil dari molecular docking logam berat merkuri dan kobalt dapat berinteraksi dengan keempat protein. Ion logam merkuri berikatan secara hidrofobik dengan residu asam amino interleukin 1 β dan ikatan kovalen koordinasi glukokinase, 11β-hydroxysteroid dehydrogenase-1, dan dipeptidyl peptidase-IV. Sedangkan ion logam kobalt berikatan secara kovalen koordinasi dengan residu asam amino enzim glukokinase, 11β-hydroxysteroid dehydrogenase-1, dipeptidyl peptidase-IV, dan Interleukin-1β. Dari keempat protein, ion logam merkuri berikatan paling kuat dengan enzim dipeptidyl peptidase-IV dikarenakan dipeptidyl peptidase-IV memiliki binding potensial yang lebih kuat tetapi pada jarak ikatan ion merkuri lebih mendekati ke enzim glukokinase tersebut.
PERBEDAAN KADAR CRP PADA REMAJA TERLATIH DAN TIDAK TERLATIH SETELAH LARI INTENSITAS SEDANG 30 MENIT Raida Namira; Huldani Huldani; Siti Kaidah; Asnawati Asnawati; FX Hendriyono
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8792

Abstract

Aktivitas fisik dapat menimbulkan respons inflamasi. Biomarker inflamasi yang mudah untuk diukur adalah C-reaktif protein. Penelitian ini bertujuan menjelaskan perbedaan kadar CRP sebelum dan setelah lari 30 menit dengan intensitas sedang pada remaja terlatih dan tidak terlatih. Penelitian dilangsungkan melalui Cross Sectional Study pada 15 remaja terlatih yaitu pemain sepak bola dari Klub Perseban Banjarmasin dan 15 remaja tidak terlatih di Banjarmasin yang berkisar umur 16-22 tahun dengan jenis kelamin laki-laki. Teknik pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling. Pengukuran kadar CRP dilakukan sebelum dan setelah lari intensitas sedang 30 menit. Penelitian didapatkan nilai kadar rata-rata CRP 5.3 mg/L pada kelompok remaja terlatih setelah lari intensitas sedang 30 menit dan 11.58 mg/L pada kelompok remaja tidak terlatih setelah lari. Selanjutnya dilakukan uji t tidak berpasangan untuk membandingkan perbedaan (setelah lari) kadar CRP antara 2 kelompok yang dikumpulkan yakni nilai p=0.000 yang menujukkan nampak korelasi berarti. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terjadi perbedaan kadar CRP atas remaja terlatih serta tidak terlatih sesudah lari intensitas sedang 30 menit.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI OBAT TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI DI SMAIT UKHUWAH BANJARMASIN Bagaskara Adji Prayudhistya; Meitria Syahadatina Noor; Istiana Istiana; Juhairina Juhairina; Nika Sterina Skripsiana
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8783

Abstract

Remaja seringkali mengalami anemia defisiensi zat besi dengan alas an tingginya kebutuhan zat besi sehingga defisiensi besi di dalam tubuh cukup berat terjadi. Anemia defisiensi besi dapat dihindari dengan memenuhi zat besi melalui makanan yang bergizi serta mengonsumsi tablet tambah darah (TTD). Dukungan keluarga merupakan salah satu aspek keberhasilan pelaksanaan pemberian TTD. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan konsumsi obat tablet tambah darah pada remaja puteri di SMAIT Ukhuwah Banjarmasin. Metode penelitian adalah observasional analitik dengan teknik purposive sampling dan jumlah sampel sebanyak 45 siswi remaja putri. Hasil penelitian menunjukkan dari 13 orang yang keluarganya tidak mendukung, mayoritas responden adalah tidak patuh sebanyak 9 orang (20%), hanya 3 orang (7%) yang patuh dalam konsumsi obat tablet tambah darah. Sedangkan dari 32 orang (71%) yang keluarganya mendukung, mayoritas responden adalah patuh mengonsumsi obat tablet tambah darah sebanyak 25 orang (55%) dan hanya 8 orang (18%) responden yang tidak patuh dalam konsumsi obat tablet tambah darah. Hubungan dukungan keluarga dan kepatuhan memiliki p value sebesar 0,000 dengan PR sebesar 3,09375. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi signifikan  (p value < 0,05) pada dukungan keluarga dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah di SMAIT Ukhuwah Banjarmasin.
PERBEDAAN KADAR MCV DAN MCHC PADA PASIEN KANKER SERVIKS SEBELUM DAN SESUDAH KEMOTERAPI Kezia Natania Budiharjo; Hariadi Yuseran; Alfi Yasmina; Ferry Amanza; Mashuri Mashuri
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8806

Abstract

Kemoterapi berbasis platinum, seperti cisplatin, carboplatin, dan oxaliplatin, merupakan salah satu pilihan terapi untuk pasien kanker serviks. Kemoterapi ini dapat menyebabkan efek nefrotoksik, sehingga menganggu pembentukan sel darah merah di sumsum tulang belakang, dan dapat mempengaruhi kadar Mean Corpuscular Volume (MCV) dan Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration (MCHC). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar MCV dan MCHC pada pasien kanker serviks sebelum dan sesudah kemoterapi berbasis platinum. Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif, menggunakan sampel sebanyak 40 pasien kanker serviks pada periode Januari-Desember 2021 yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel bebasnya adalah kemoterapi berbasis platinum, dan variabel terikatnya adalah kadar MCV dan MCHC. Analisis dilakukan dengan uji T berpasangan dan uji Wilcoxon.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kadar MCV sebelum dan sesudah kemoterapi adalah 80,04±7,14 fl dan 88,19±6,11 fl (p < 0,001), dan rerata kadar MCHC sebelum dan sesudah kemoterapi adalah 31,63±1,52 g/dl dan 32,71±1,12 g/dl (p < 0,001). Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kadar MCV dan MCHC pada pasien kanker serviks sebelum dan sesudah kemoterapi berbasis platinum. 
HUBUNGAN USIA DAN JENIS KELAMIN DENGAN KEJANG DEMAM SIMPLEK DAN KOMPLEK Barra Gusma Fadillah; Nurul Hidayah; Huldani Huldani
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8797

Abstract

Kejang demam merupakan penyakit bangkitan kejang yang terjadi pada anak dengan kenaikan suhu tubuh lebih dari 38°C. Kejang demam diklasifikasikan  menjadi 2 jenis kejang, kejang demam simpleks dan kejang demam kompleks, yang diduga berhubungan dengan usia dan jenis kelamin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengaetahui hubungan usia dan jenis kelamin dengan kejang demam simpleks dan kompleks pada anak di RSUD Ulin Banjarmasin. Pada anak dengan umur 1-2 tahun sering mengalami kejang demam, yang dimana berkaitan dengan tingkat kematangan otak anak. Pada anak laki-laki sering mengalami kejang demam, dibandingkan anak perempuan hal ini berkaitan dengan proses neurogenesis.  Penelitian dilakukan dengan Cross Sectional Study dengan jumlah 60 sampel. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, yang diambil dari rekam medik di RSUD Ulin Banjarmasin. Analisis data menggunakan chi-square (R2). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien berusia < 2 tahun (56.7%), jenis kelamin laki-laki (65%), Hasil analisis data adalah tidak terdapat kebermaknaan secara stastik (p=0,297) antara usia dengan kejang demam simpleks dan kompleks dan tidak terdapat kebermaknaan (p=0.787) antara jenis kelamin dengan kejang demam simpleks dan kejang demam kompleks
PERBEDAAN KADAR D-DIMER PADA IBU HAMIL DENGAN COVID-19 TANPA DAN DISERTAI PREEKLAMPSIA Hernaldi Reiki; Ferry Armanza; Fransiskus Xaverius Hendriyono; Renny Aditya; Rahmiati Rahmiati
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8788

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Ibu hamil merupakan kelompok yang rentan terinfeksi COVID-19. Preeklampsia merupakan penyakit pada ibu hamil yang ditandai dengan hipertensi pada usia kehamilan > 20 minggu dan proteinuria. D-dimer adalah penanda adanya proses fibrinolisis, sehingga molekul ini berperan sebagai penanda adanya hiperkoagulasi yang berkaitan dengan keparahan COVID-19 dan preeklampsia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan bermakna kadar d-dimer pada ibu hamil dengan COVID-19 tanpa dan disertai preeklampsia. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik menggunakan desain studi potong lintang dengan pengambilan data secara retrospektif. Hasil penelitian didapatkan 603 subjek, tetapi hanya 65 subjek yang memenuhi kriteria inklusi. Subjek ibu hamil dengan COVID-19 tanpa preeklampsia sebanyak 39 pasien diacak sehingga didapatkan 26 subjek ibu hamil dengan COVID-19 tanpa preeklampsia dan 26 subjek ibu hamil dengan COVID-19 disertai preeklampsia. Pada penelitian ini didapatkan kadar d-dimer ibu hamil dengan COVID-19 tanpa preeklampsia dan disertai preeklampsia berurutan median 1,39 ng/mL dan 1,37 ng/mL dengan nilai minimum 0,42 ng/mL dan 0,28 ng/mL dengan nilai maksimum 5,96 ng/mL dan 5,32 ng/mL Kesimpulan penelitian ini adalah tidak didapatkan perbedaan bermakna kadar d-dimer pada ibu hamil dengan COVID-19 tanpa dan disertai preeklampsia dengan p=0,405.