cover
Contact Name
I Gusti Ngurah Made Wiratama
Contact Email
rahde.wiratama@unmas.ac.id
Phone
+6281933018995
Journal Mail Official
tekniklingkungan@unmas.ac.id
Editorial Address
Jl. Kamboja No. 11A Denpasar-Bali Fakultas Teknik Lt. 3 Gedung Rektorat Universitas Mahasaraswati Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ecocentrism
ISSN : 27753220     EISSN : 28071085     DOI : -
Jurnal Ecocentrism adalah sebuah wadah yang memuat artikel-artikel lingkungan dari para akademisi, praktisi, dan penggiat lingkungan. Istilah Ecocentrism diambil dari sebuah teori etika lingkungan yang lebih luas. Semoga jurnal ini dapat dijadikan pedoman dan solusi dalam menjaga keseimbangan alam di Indonesia bahkan dunia.
Articles 51 Documents
PEMBERLAKUAN HUKUM DALAM PENANGGULANGAN PENCEMARAN LINGKUNGAN Perdana Yoga, I Gede; Aditya Pramana Putra, Made; Ella Apriyani, Ni Wayan
Jurnal Ecocentrism Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ecocentrism
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jeco.v5i1.9886

Abstract

Penegakan hukum bertanggung jawab untuk mengendalikan pencemaran lingkungan dengan melaksanakan tindakan atau proses paksa untuk mematuhi undang-undang, peraturan, dan persyaratan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai penegakan hukum terkait dengan pengendalian pencemaran lingkungan. Jenis penelitian ini berkaitan dengan peraturan normatif, dan bahan penelitian terdiri dari bahan primer dan sekunder. Data dikumpulkan melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan dilakukan dalam tiga (3) langkah: penegakan hukum administratif, penyelesaian sengketa di luar pengadilan atau di pengadilan, dan penyelidikan tindak pidana lingkungan.
KONDISI DAN LUAS SEBARAN EKOSISTEM PADANG LAMUN DI WILAYAH PESISIR PULAU BALI Sutrisna Wijaya Putra, A.A. Gde; Widyasari, Ni Luh; Vina Maharani, Made; Indah Dianti Putri, Putu
Jurnal Ecocentrism Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ecocentrism
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jeco.v5i1.10972

Abstract

Padang lamun adalah salah satu ekosistem di kawasan pesisir Pulau Bali yang memberikan dampak positif terhadap lingkungan. Namun, aktivitas antropogenik telah menyebabkan ekosistem lamun mengalami degradasi yang signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi kesehatan bedeng lamun dan menentukan distribusi area bedeng lamun di kawasan pesisir Pulau Bali. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan data sekunder yang diperoleh dari Peraturan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Bali No. 3 Tahun 2020. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi ekosistem lamun di kawasan pesisir Pulau Bali dibagi menjadi tiga kategori, yaitu kategori kaya/Sehat yang mencakup area seluas 47,11 Ha (3,66%); kategori kurang kaya/kurang sehat seluas 932,72 Ha (72,39%); dan kategori buruk seluas 308,68 Ha (23,96%). Kawasan pesisir Kota Denpasar memiliki distribusi lamun tertinggi, yaitu 400,95 Ha, dengan ditemukan 10 jenis vegetasi lamun, yaitu Holodulepinifolia, Thalassia hemprichii, Thalassodendron ciliatum, Enhalus acoroides, Zostrea sp., Holodule uninervis, Cymodocea rotundata, Syringodium isoetifolium, Halophilia avails, dan Cymodocea serrulata.
PERENCANAAN SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH DI PASAR SEMBUNG, KECAMATAN MENGWI, KABUPATEN BADUNG Sastra Wibawa, I Made; Widyasari, Ni Luh; Ayu Anjani Putri, Ni Komang; Mahendra Dewi, Ni Luh Putu
Jurnal Ecocentrism Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ecocentrism
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jeco.v5i1.11125

Abstract

Sampah pasar merupakan salah satu sumber limbah organik yang dapat didaur ulang menjadi kompos, biogas (metanisasi), maupun pakan ternak. Sampah pasar memiliki karakteristik yang berbeda dengan sampah rumah tangga. Komposisi sampah pasar didominasi oleh limbah organik, terutama berasal dari pedagang sayur dan buah. Dampak lain dari aktivitas para pedagang di pasar adalah meningkatnya jumlah sampah seiring berkembangnya pasar dan kegiatan di dalamnya. Pasar Sembung yang terletak di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, merupakan pusat jual beli masyarakat dari 15 desa berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 3 Tahun 2017 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan. Kondisi Pasar Sembung dengan beragam aktivitas penjual dan pembeli tentu menghasilkan limbah padat, termasuk limbah organik dan anorganik. Berdasarkan hasil observasi, Pasar Sembung belum memiliki sistem pengelolaan sampah yang efektif. Oleh karena itu, perlu direncanakan pengelolaan sampah di Pasar Sembung dengan pendekatan 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Dari hasil perencanaan yang telah dilakukan, dibutuhkan luas lahan sebesar 385 m² untuk mendukung sistem pengelolaan sampah tersebut.
STRATEGI PERENCANAAN SISTEM PENYALURAN AIR LIMBAH YANG RAMAH LINGKUNGAN DI KAWASAN TEGALLALANG, GIANYAR, BALI Maharani, Shinta Enggar; Satya Graha, I Made; Indah Dianti Putri, Putu; Anggun Istri Wulantari, Sagung; Vina Maharani, Made
Jurnal Ecocentrism Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ecocentrism
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jeco.v5i1.11524

Abstract

Kecamatan Tegallalang, yang terletak di Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, terdiri dari tujuh desa dengan luas wilayah 61,8 km² dan ketinggian antara 250 hingga 950 meter di atas permukaan laut. Peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas sehari-hari menyebabkan peningkatan volume limbah domestik, yang berpotensi menurunkan kualitas lingkungan jika tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merencanakan sistem penyaluran air limbah (SPAL) yang efektif di Kecamatan Tegallalang sebagai solusi lingkungan yang berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah proyeksi penduduk dengan pendekatan Least Square, yang bertujuan untuk memprediksi jumlah penduduk berdasarkan tren pertumbuhan historis. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa luas daerah pelayanan SPAL adalah 1.959,65 hektar, dengan perkiraan jumlah penduduk yang dilayani sebanyak 24.591 jiwa pada tahun 2035. Sistem ini dirancang untuk menyalurkan 80% dari total kebutuhan air bersih domestik dan non-domestik, yaitu sebesar 171,30 liter/detik, melalui jaringan pipa. Selain itu, infrastruktur SPAL meliputi manhole lurus sebanyak 304 unit, belokan 10 unit, pertigaan 3 unit, dan tanpa perempatan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi SPAL di Tegallalang berpotensi meningkatkan kualitas lingkungan dengan sistem pemisahan air limbah domestik yang terencana secara optimal. Studi ini memberikan kontribusi bagi perencanaan infrastruktur sanitasi yang lebih berkelanjutan di daerah wisata berbasis lingkungan.
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP PADA KAWASAN RAWAN BENCANA PROVINSI BALI Sutrisna Wijaya Putra, A.A. Gde; Mahendra Dewi, Ni Luh Putu; Maharani, Shinta Enggar; Wahyudi, Wahyudi
Jurnal Ecocentrism Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ecocentrism
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jeco.v5i1.11535

Abstract

Tekanan dan permasalahan lingkungan hidup di Provinsi Bali dari waktu ke waktu semakin kompleks bahkan meluas. Pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi menjadi salah satu penyebab terjadinya tekanan dan permasalahan lingkungan. Pertumbuhan penduduk Bali rata-rata 1,01% per tahun pada periode tahun 2010-2020, sedangkan pada tahun 2021 pertumbuhan penduduk Bali sebesar 1,4%. Pertumbuhan penduduk tertinggi telah terjadi di Kabupaten Buleleng mencapai (2,51%) dan Kabupaten Karangasem sebesar 2,29%, sedangkan untuk Kota Denpasar dan Kabupaten Badung terjadi penurunan pertumbuhan penduduk dengan persentase -0,81% untuk Kota Denpasar dan 0,09% terjadi di Kabupaten Badung dikarenakan adanya dampak Covid-19 yang mendorong terjadinya migrasi penduduk dari wilayah perkotaan ke pedesaan sehingga terjadi penurunan pertumbuhan penduduk yang sangat signifikan. Meskipun pertumbuhan penduduk di Provinsi Bali mengalami penurunan dibanding sepuluh tahun sebelumnya, namun pengelolaan lingkungan hidup tetap harus diupayakan oleh Pemerintah bersama-sama dengan masyarakat. Namun disadari bahwa upaya pengelolaan lingkungan hidup secara “business as usual” tidak akan mampu mengimbangi laju kerusakan lingkungan hidup.
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK DAUN SINGKONG DI DAERAH RAWAN KEMACETAN DENGAN DAERAH TIDAK RAWAN KEMACETAN Widiantara, I Kadek; Sri Anjani, Ida Ayu Anggara; Dale, Emanuel; Quivera Nanggor, Arnoldus Patrik
Jurnal Ecocentrism Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ecocentrism
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jeco.v5i2.12063

Abstract

The increasing number of motor vehicles each year has led to worsening air quality, with vehicle emissions being a major source of urban air pollution. This study aims to examine and compare the characteristics of cassava leaves growing in areas prone to traffic congestion. High pollution levels contribute to noticeable changes on the leaf surfaces. The research was conducted by collecting two leaf samples from different locations: (1) a roadside with heavy vehicle traffic and (2) a privately owned garden. The observed parameters included leaf color, texture, and the underside of the leaves. The results showed that cassava leaves exposed to high pollution levels experienced color changes (yellowish spots on the surface), rougher textures, and the presence of black dots or dirt particles on the underside, resembling vehicle emission residues. In contrast, leaves collected from the garden appeared unaffected by such conditions. These findings confirm that vehicle emissions significantly impact the characteristics of plant leaves.
ANALISIS EFEKTIVITAS UNIT KOLAM AERASI BERDASARKAN ASPEK TEKNIS PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH SUWUNG DENPASAR Wulantari, Sagung Anggun Istri; Widiantara, I Kadek; Wahyu Wijaya, I Made
Jurnal Ecocentrism Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ecocentrism
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jeco.v5i2.12542

Abstract

The government has built a Wastewater Treatment Plant (WWTP) to reduce environmental pollution. Suwung WWTP is a liquid waste treatment unit constructed using an aerated lagoon and sedimentation pond system to treat household wastewater in the areas around Denpasar, Sanur, and Kuta. The purpose of this study is to understand the technical design of the aerated lagoon unit at Suwung WWTP in Denpasar. This study uses a comparison of aerated lagoon design criteria with existing data from the aerated lagoon at Suwung WWTP. The study results on the quality of influent and effluent from the aeration ponds at Suwung WWTP have met quality standards according to the Bali Governor Regulation Number 16 of 2016 regarding BOD, TSS, pH, and DO parameters. The effectiveness of BOD removal in aerated lagoon I was 34.04% and in aerated lagoon II was 24.68%, while the TSS removal in aerated lagoon I was 23.72% and in aerated lagoon II was 11.68%. The existing aerated lagoon design complies with the design criteria indicators for aerobic flow through as per Annex II of PUPR Regulation No. 04 of 2017.
TANTANGAN IMPLEMENTASI CIRCULAR ECONOMY DALAM PENGELOLAAN SAMPAH PERKOTAAN (STUDI KASUS: KOTA DENPASAR) Sutrisna Wijaya Putra, A.A. Gde; Mahendra Dewi, Ni Luh Putu; Maharani, Shinta Enggar
Jurnal Ecocentrism Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ecocentrism
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jeco.v5i2.12813

Abstract

The transformation of waste management toward a circular economy has become a crucial agenda for urban sustainability in Indonesia, including Denpasar, the economic and tourism hub of Bali. This study aims to analyze the challenges in implementing a circular economy within Denpasar’s urban waste management system using descriptive-analytical approach based on secondary data from 2024. The findings indicate that although Denpasar has established a strong regulatory framework through Regional Regulation No. 3 of 2015 and Mayor Regulation No. 50 of 2018, its implementation still faces several structural constraints. According to data from the Denpasar Environmental and Sanitation Agency (DLHK) up to 2024, assessed at only 67%, the informal sector remained inactive (0%), and budget allocation waste management was relatively low (1.8% of the total city budget). Technically, the Denpasar DLHK Performance Report and several local media sources confirm that the Sarbagita Suwung Regional Landfill (32.4 ha) has exceeded its technical capacity. Limited public participation in waste segregation and weak cross-sectoral collaboration further hinder the realization of circularity. To achieve an environmentally resilient city, Denpasar needs to strengthen institutional collaboration, develop green financing Tri Hita Karana.
EVALUASI STATUS MUTU AIR SUNGAI TUKAD OOS KABUPATEN GIANYAR Ardi Putra, I Kadek; Arimbawa, Wahyudi; Wiratama, I Gusti Ngurah Made
Jurnal Ecocentrism Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ecocentrism
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jeco.v5i2.12842

Abstract

This study was conducted to evaluate the water quality status of the Tukad Oos River in Gianyar Regency based on physical, chemical, and biological parameters, namely temperature, pH, DO, BOD, COD, phosphate, nitrate, and coliform. The research was motivated by increasing anthropogenic activities, such as domestic waste disposal, which potentially degrade river water quality. Sampling was carried out at six points representing the upstream, middle, and downstream segments during two observation periods using the grab sampling method. Laboratory analyses were conducted with reference to the Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater, while the water quality status was assessed using the Pollution Index (PI) method based on Class II water quality standards according to Government Regulation No. 22 of 2021. The results showed that temperature 24–30°C, TSS <2–8 mg/L, pH 6.5–8, BOD 2.0–2.7 mg/L, and COD 12–24 mg/L were still below the allowable thresholds, and the PI values ranged from 0.623 to 0.770, indicating that all river segments were categorized as “good” or “unpolluted.” However, there was a tendency for increased temperature, COD, and coliform levels in the downstream segment due to domestic and agricultural activities. This indicates the need for future anticipation efforts through routine monitoring and integrated watershed management to prevent further degradation.
IMPLEMENTASI SAFE WORK PRACTICE (SWP) DAN HIRARCH DALAM PENGELOLAAN LIMBAH B3 Lailal Gusri; Hagabean, M. Doli; Yanova, Shally; Nuklirullah, M.
Jurnal Ecocentrism Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ecocentrism
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jeco.v5i2.12913

Abstract

Industrial and operational activities in various sectors, such as manufacturing, oil, gas, mining, and healthcare, have the potential to generate hazardous and toxic waste (B3) that can contaminate the environment, endanger human health, and threaten occupational safety. The management of B3 waste, which includes collection, storage, transportation, and final processing, carries a high risk of accidents and exposure to hazardous materials. These risks are generally due to workers' lack of knowledge of safe work procedures, improper use of personal protective equipment (PPE), and the failure to implement optimal occupational safety standards. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of Safe Work Practices (SWPs) using the Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRAC) approach at each stage of B3 waste management, from generation, packaging, and storage to transportation. The methods used included field observation, data collection from company documents, and risk analysis based on probability and severity matrices. The study results indicate that the implementation of SWPs has been generally effective, characterized by a predominantly low to moderate risk level. Therefore, the implementation of SWPs plays an important role in minimizing potential hazards in B3 waste management, but it is necessary to strengthen operational discipline and optimize supporting facilities to improve occupational safety performance.