cover
Contact Name
Tri Mei Khasana
Contact Email
trimeikh@gmail.com
Phone
+6289686000300
Journal Mail Official
medika.respati@respati.ac.id
Editorial Address
Universitas Respati Yogyakarta Kampus 2 Jl. Raya Tajem KM.1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 19073887     EISSN : 26851156     DOI : 10.35842/mr.vxxixx.xxx
Core Subject : Health,
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan welcome submission in the area of health sciences and practices. Focus and Scope: Medicine Nursing Midwifery Public Health Nutrition Physiotherapy Health technology The manuscript must be Original Article
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 4 (2024)" : 8 Documents clear
TANAMAN OBAT SEBAGAI WARISAN BUDAYA: STUDI MIXED METHODS Zakiyah, Zahrah; Febriati, Listia Dwi; Puspita Dewi, Devillya
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v19i4.1027

Abstract

Latar belakang: Indonesia merupakan negara dengan keberagaman hayati yang tinggi. Pemerintah terus berupaya melestarikan penggunaan tanaman obat tradisional dengan berbagai program peningkatan kualitas pemanfaatan tanaman obat dalam bentuk obat tradisional terstandar dan fitofarmaka yang telah teruji secara ilmiah. Tujuan: : menggali lebih dalam tentang faktor yang mendorong pemanfaatan tanaman obat oleh masyarakat melalui pendekatan ilmiah berbasis kuantitatif dan kualitatif. Metode : Metode penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan desain sequential explanatory. Tahap pertama menggunakan metode kuantitatif quasi experimental dengan desain the one-group pretest-posttest design dan analisis data wilcoxon signed rank test, selanjutnya metode kualitatif dilakukan pada tahap kedua dengan model Miles dan Huberman. Metode kualitatif digunakan untuk memperdalam dan memperluas data analisis kuantitatif. Hasil: Ada perbedaan bermakna rerata pengetahuan responden sebelum dan sesudah penyuluhan manfaat tanaman obat diberikan (p-value=0,000) dan 83.33% jawaban informan yang menyatakan berminat memanfaatkan tanaman obat.  Kesimpulan: Pengetahuan yang baik dapat mendorong minat masyarakat memanfaatkan tanaman obat sebagai warisan budaya untuk meningkatkan kesehatan secara rutin dalam kehidupan sehari-hari.
IMPLEMENTASI MODUL PENDAMPINGAN KELUARGA BAGI TIM PENDAMPING KELUARGA DI TINGKAT KALURAHAN SEBAGAI UPAYA PENURUNAN STUNTING Indrayani, Novi; Casnuri, Casnuri; Maratusholikhah Nurtyas, Maratusholikhah; Oktaviani, Fransiska Sela
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v19i4.1046

Abstract

Latar belakang: Indonesia saat ini dihadapkan pada masalah kesehatan yang mengancam yaitu stunting. Saat ini fokus pemerintah dalam penanganan stunting antara lain melalui intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif. Intervensi gizi spesifik dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional dan memiliki kontribusi sekitar 30% dalam pencegahan stunting. Jumlah baduta di Kalurahan Wedomartani sebanyak 58 baduta. Dari 58 baduta terdapat 18 baduta berisiko stunting dan 2 orang ibu hamil. Kalurahan Wedomartani merupakan salah satu kalurahan yang telah menjalankan program pendampingan keluarga dengan risiko stunting. Namun, pelaksanaan pendampingan terhadap keluarga risiko stunting belum maksimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Modul Pendampingan Keluarga Bagi Tim Pendamping Keluarga Di Tingkat Kalurahan Sebagai Upaya Penurunan Stunting. Metode : Penelitian Ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan menganalisis serta mendeskripsikan fenomena yang diteliti. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara. Hasil: Penyusunan modul petunjuk penggunaan harus lebih terperinci sehingga lebih mudah untuk digunakan. Kesimpulan: Modul pelatihan bagi Tim Pendamping Keluarga dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan pendampingan pada keluarga dengan risiko stunting sebagai upaya mempercepat penurunan stunting di tingkat kalurahan.
PENGARUH PEMBERIAN SARI KACANG HIJAU TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI ANEMIA Mualifah, Nita Azimatul; Sunarsih, Tri; Yulaikhah, Lily
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v19i4.1142

Abstract

Latar belakang: Remaja putri menghadapi peningkatan kerentanan terhadap anemia karena pertumbuhan fisik yang cepat dan permulaan menstruasi pada tahap ini. Akibatnya, remaja putri memerlukan zat gizi dalam jumlah yang lebih tinggi, terutama zat besi, sehingga mereka sangat rentan terhadap anemia. Untuk mengatasi kekurangan zat besi ini, seseorang dapat melengkapi pola makannya dengan makanan kaya zat besi, seperti kacang hijau, yang mengandung 13,96 mg/L zat besi dalam setiap 100 gramnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pemberian jus kacang hijau terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri anemia yang berada di MAN 1 Kulonprogo. Metode :  Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan Pretest – Posttest Control Group Design. Penelitian difokuskan pada populasi remaja putri yang bersekolah di MAN 1 Kulon Progo. Sampel penelitian berjumlah 20 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok. Intervensi diberikan selama 7 hari. Penelitian dilaksanakan di MAN 1 Kulon Progo. Data diperiksa dengan uji beda berpasangan (paired sample t-test). Hasil: Kadar hemoglobin pada kelompok intervensi mengalami peningkatan dari 11,05±0,79 menjadi 12,03±0,98 gr/dl setelah diberikan jus kacang hijau. Kelompok kontrol memiliki rata-rata konsentrasi hemoglobin 11,25±0,42 gr/dl sebelum pengujian dan sedikit menurun menjadi 11,20±0,62 gr/dl setelah pengujian. kelompok intervensi menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kadar hemoglobin sebelum dan sesudah menerima jus kacang hijau (p=0,025), yang mengindikasikan perubahan yang berarti pada tingkat hemoglobin setelah intervensi. Kesimpulan: pemberian jus kacang hijau memberikan dampak positif terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri anemia.
FAKTOR PENYEBAB KETIDAKAKURATAN KODE ICD-10 KASUS OBSTETRY Efendi, Bahtiar; Wulandari, Ayu; Umami, Siti Fithrotul
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v19i4.1195

Abstract

Latar belakang: Klasifikasi Statistik Internasional tentang Penyakit dan Masalah Kesehatan Terkait (ICD-10) dapat menjadi tidak akurat jika diagnosis medis salah. terdapat perbedaan kode dengan kasus penyakit lainnya, sehingga seringkali terjadi kesalahan saat menggunakannya. Kesalahan semacam ini dapat mempengaruhi pengelolaan informasi kesehatan yang tepat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi tentang hubungan antara ketepatan penulisan diagnosa dan keakuratan kode ICD-10 dengan kasus persalinan Metode :  Penelitian berjenis analitik korelasi, dengan pendekatan retrospektif. Variabel pada penelitian ini yakni ketepatan penulisan diagnosa serta keakuratan koding pada kasus obstetry. Penelitian ini memanfaatkan data primer yang dikumpulkan melalui observasi dokumen rekam medis. Analisis yang diterapkan mencakup analisis univariat dan bivariat, dengan menggunakan uji chi-square untuk mengevaluasi hubungan antara ketepatan penulisan diagnosis dan keakuratan pengkodean. Hasil: 46,2% ketepatan penulisan diagnosa diperoleh. Berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan p-value 0,002 yang menginterpretasikan terdapat hubungan antara ketepatan penulisan diagnosa dengan keakuratan kode ICD-10 kasus obstetry. Kesimpulan: Ketidaktepatan penulisan diagnosa dapat mengakibatkan tidak akuratnya kode ICD-10.
KECANDUAN GADGET DENGAN MASALAH EMOSI DAN PERILAKU PADA REMAJA Afdalia, Faizah; Sundari, Ririn Isma; Arni Nur Rahmawati, Arni Nur
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v19i4.1198

Abstract

Latar belakang: Gadget adalah salah satu jenis kemajuan teknologi yang sangat disukai. Remaja yang kecanduan perangkat elektronik akan asik dengan diri mereka sendiri, mengabaikan lingkungan sekitar, jam tidur, dan menurunkan prestasi akademik di sekolah. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kecanduan gadget dengan masalah emosi dan perilaku pada remaja di MAN 1 Banyumas Tahun 2024. Metode :  Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah desain analitik dengan metode pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 230 responden diambil dengan cara teknik proportionate random sampling. Instrument pada penelitian ini menggunakan kuesioner yaitu kuesioner Smartphone Addiction Scale – Short Version (SAS-SV) dan kuesioner Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ). Hasil: responden dengan mayoritas kecanduan gadget dengan kategori berat sebanyak 126 responden (54,8%) sedangkan responden dengan mayoritas masalah emosi dan perilaku normal sebanyak 113 responden (49,1%). Kesimpulan: terdapat hubungan antara kecanduan gadget dengan masalah emosi dan perilaku pada remaja di MAN 1 Banyumas.
PERILAKU BULLYING DENGAN TINGKAT STRES PADA REMAJA Affandi, Fauzan Afif; Rahmawati, Arni Nur; Sundari, Ririn Isma
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v19i4.1205

Abstract

Latar belakang: Masa remaja merupakan periode penting dalam siklus pertumbuhan dan perkembangan manusia di mana individu mengalami transisi dari anak-anak ke dewasa. Salah satu jenis prilaku nefgatif yang terjadi pada remaja adalah Perilaku bullying adalah salah satu faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya stres. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku bullying dengan tingkat stres pada remaja kelas VIII SMP Ma'arif NU 1 Purwokerto.  Metode :  Desain penelitian cross-sectional berdasarkan pendekatan korelasional digunakan dalam penelitian ini. Sebanyak 136 siswa kelas VIII SMP Ma'arif NU 1 Purwokerto menjadi populasi penelitian ini yang dipilih melalui teknik total sampling. Kuesioner perilaku bullying dan tingkat stres digunakan dalam penelitian ini. Hasil: 66 responden (57,4%) mengalami perilaku bullying tingkat tinggi dan 38 responden (33,0%) mengalami tingkat stres sangat tinggi. Uji statistik Rank Spearman menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,188 dan nilai p-value sebesar 0,045 (<0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan yang sangat lemah antara perilaku bullying dengan tingkat stres pada remaja kelas VIII di SMP Ma'arif NU 1 Purwokerto.  Kesimpulan: Adanya hubungan perilaku bullying dengan tingkat stres remaja.
BODY IMAGE DENGAN KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA PUTRI Fajrianti, Gustin; Sundari, Ririn Isma; Apriliyani, Ita
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v19i4.1218

Abstract

Latar belakang: Remaja mengalami perkembangan dan perubahan pada body image dan kepercayaan diri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara body image dengan kepercayaan diri remaja putri. Metode :  jenis penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 340 siswi kelas X. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling dengan sampel sebanyak 184 responden. Hasil: Remaja putri di MAN 1 Banyumas sebagian besar responden berusia 16 tahun sebanyak 132 responden (71,7%). Kategori body image positif sebanyak 100 responden (54,3%), 159 responden (86,4%) memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi. Uji korelasi Rank Spearman didapatkan nilai p 0,000<0,05 dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,273 yang artinya terdapat hubungan positif antara body image dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja putri Kesimpulan: Body image dengan kepercayaan diri berhubungan maka semakin positif body image seseorang, semakin tinggi kepercayaan dirinya.
FREKUENSI MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN PERSENTASE LEMAK TUBUH PADA MEMBER AKTIF DI EMPIRE GYM Ayu Ningsih, Ni Luh Rahma; Septriana, Septriana; Prasetyaningrum, Yunita Indah
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v19i4.1238

Abstract

Latar belakang: Obesitas adalah seseorang yang mempunyai kelebihan berat badan karena terdapat penumpukan lemak dalam jaringan subkutan, persentase lemak tubuh dapat dipengaruhi oleh faktor gaya hidup yaitu frekuensi makan dan aktvitas fisik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan terdapat hubungan antara frekuensi makan dan aktivitas fisik dengen persentase lemak tubuh pada member aktif di Empire Gym Maguwoharjo Yogyakarta. Metode :  Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah member aktif di Empire Gym Maguwoharjo Yogyakarta yang berjumlah 67 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner FFQ untuk mengukur frekuensi makan, kuesioner GPAQ untuk mengukur aktivitas fisik, dan BIA untuk mengukur persentase lemak tubuh. Analisa data menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil: Sebagian besar responden memiliki frekuensi makan dalam kategori rendah (49,3%), aktivitas fisik dalam kategori tinggi (70,1%), lemak tubuh dalam kategori overfat (80,6%). serta diperoleh nilai p-value sebesar 0,668 untuk frekuensi makan dengan lemak tubuh. Hubungan antara aktivitas fisik dan frekuensi makan dengan persentase lemak tubuh memiliki nilai p-value sebesar 0,668 dan 0,330. Nilai tersebut berarti bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi makan dan aktivitas fisik dengan persentase lemak tubuh pada member aktif di Empire Gym Maguwoharjo Yogyakarta. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara frekuensi makan dan aktivitas fisik dengen persentase lemak tubuh pada member aktif di Empire Gym Maguwoharjo Yogyakarta.

Page 1 of 1 | Total Record : 8