cover
Contact Name
Syarif Hidayatullah
Contact Email
syarifbahagia@uhamka.ac.id
Phone
+6281905887050
Journal Mail Official
syarifbahagia@uhamka.ac.id
Editorial Address
Jln. Warung Jati Barat, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
REFEREN
ISSN : -     EISSN : 2830652X     DOI : 10.22236/referen.v1i2.10317
REFEREN berkomitmen untuk menyajikan hasil penelitian dalam bentuk kajian teori dan kajian eksperimen yang berfokus pada Pembelajaran Bahasa, Pengkajian Bahasa, dan Pengkajian Sastra dengan kualitas terbaik dari para penulis yang beragam latar belakang seperti peneliti, para akademisi, professional, paraktisi, dan pelajar. Ruang lingkup pembelajaran bahasa adalah perencanaan, metode, model, media, bahan ajar, dan evaluasi pembelajaran bahasa. Ruang linkup pengkajian bahasa adalah kajian fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, psikolingustik, sosiolinguistik, dan analisis wacana kritis. Ruang linkup pengkajian sastra adalah sastra lisan, sastra tulis, sastra populer, sastra anak, dan sastra digital. REFEREN hanya akan memproses artikel yang sesuai dengan focus dan scope. Proses seleksi dilakukan dengan online submission system.
Articles 67 Documents
Representasi Bendera pada Naskah Drama Penjual Bendera Karya Wisran Hadi Wulan Nur Suciawaty; Hikmawaty Hikmawaty
REFEREN Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.598 KB) | DOI: 10.22236/referen.v1i1.9180

Abstract

Dalam mengenali suatu negara perlu memiliki identitas yang sebagai ciri khas suatu negara itu sendiri. Bendera negara merupakan salah satu yang menjadi identitas negara tersebut. Pada identitas bendera di suatu negara memiliki makna simbolik yang menggambarkan atau melukiskan suatu maksud dari bendera itu sendiri. Penelitian ini mengangkat suatu permasalahan tentang identitas serta makna pada bendera bertujuan untuk (1) mendeskripsikan struktur pembangun naskah drama Penjual Bendera, (2) mendeskripsikan identitas bendera berdasarkan ideologi yang direpresentasikan pada naskah drama Penjual Bendera, (3) mendeskripsikan representasi makna yang terkandung dalam bendera pada naskah drama Penjual Bendera. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif sebagai metode penelitian yang digunakan. Sumber data pada penelitian ini bersumber dari data naskah drama karya Wisran Hadi yaitu Penjual Bendera. Dalam pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik pustaka, simak, dan catat. Hasil penelitian mengindikasikan adanya tiga tokoh yang memiliki ideologi berbeda, hal tersebut berpengaruh pada identitas bendera dan makna yang dimiliki oleh setiap tokoh.
Perbandingan dan Representasi Feminisme Eksistensialis dalam Novel Berlatar Papua Berjudul Namaku Teweraut dan Tanah Tabu Fauzi Rahman
REFEREN Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.59 KB) | DOI: 10.22236/referen.v1i1.9181

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan serta merepresentasikan feminisme eksistensialis dalam novel berjudul Namaku Teweraut karya Ani Sekarningsih dengan novel Tanah Tabu karya Anindhita S. Thayf. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sastra perbandingan. Analisis data atau prosedur analisis penelitian dilakukan dengan cara membaca keseluruhan novel, menandai bagian-bagian yang dianggap sesuai dengan sasaran kajian feminisme eksistensialis, mereduksi bagian yang tidak termasuk kajian feminisme eksistensialis, mengklasifikasikan persamaan dan perbedaan hasil analisis, hingga menarik simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Namaku Teweraut merepresentasikan suku Asmat yang masih menganut sistem poligami, perjodohan, perempuan tidak boleh mengambil keputusan atau memilih jalan hidupnya dan mengabaikan pentingnya pendidikan. Adapun novel Tanah Tabu mengisahkan suku Dani yang mengesampingkan pendidikan dan mengutamakan pernikahan karena perempuan tidak perlu belajar cukup mengurus keluarga dan patuh pada suami. Dalam kedua novel ini dijelaskan bahwa tokoh wanita tidak bisa mengenyam pendidikan secara bebas karena terikat dengan sistem patriarki.
Parodi Kritik Politik dalam Cerpen Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi Karya Seno Gumira Ajidarma Abdullah Bimo Prakoso Putro; Arya Giri Anggara
REFEREN Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.575 KB) | DOI: 10.22236/referen.v1i2.9182

Abstract

Abstrak Seno Gumira Ajidarma terkenal dengan karya sastranya yang mengangkat tema sosial dan politik. Karya-karyanya banyak terbit pada masa orde baru yang mana sering terjadi penindasan, diskriminasi, dan pembatasan hak politik. Karya sastra sebagai karya fiksi memberikan gambaran permasalahan masyarakat dan realitas di lingkungannya. Pengarang menggunakan perantara karya sastra untuk menyampaikan ide, pemikiran, atau gagasan mengenai hal atau persoalan yang terjadi di masyarakat dan juga untuk menyampaikan pesan kepada pembaca. Seperti dalam Cerita pendek Dilarang Menyanyi Di Kamar Mandi karya Seno Gumira Ajidarma yang mengisahkan kegundahan hati para ibu di suatu kampung. Cerpen ini mengandung parodi kritik politik kepada pemerintah melalui humor yang diciptakan oleh Seno. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui parodi kritik politik dalam cerpen dan juga mengetahui unsur intrinsik yang terkandung dalam cerpen tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teori sosiologi sastra dan parodi politik. Kata kunci: Parodi; Kritik; Penindasan Abstract Seno Gumira Ajidarma is famous for his literary works on social and political themes. His works were widely published during the New Order period where there was often oppression, discrimination, and restrictions on political rights. Literary works as works of fiction provide an overview of the problems of society and the reality in its environment. Authors use the intermediary of literary works to convey ideas, thoughts, or ideas about things or problems that occur in society and also to convey messages to readers. As in the short story Forbidden to Sing In The Bathroom by Seno Gumira Ajidarma which tells the story of the heartache of mother in a village. This short story contains a parody of political criticism of the government through humor created by Seno. The purpose of this study is to find out the parody of political criticism in short stories and also know the intrinsic elements contained in the short story. This research was conducted using descriptive qualitative methods with data collection techniques using the theory of literary sociology and political parody. Keywords: Parody; Criticism; Oppression
Konflik Batin Novel Karya Genki Kawamura dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia Syahrul Romadhon
REFEREN Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.475 KB) | DOI: 10.22236/referen.v1i2.10176

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penceritaan Genki Kawamura dalam novel Jika Kucing Lenyap dari Dunia yang menunjukkan kompleksitas konflik batin pada tokoh utama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konflik batin tokoh utama pada novel Jika Kucing Lenyap dari Dunia karya Genki Kawamura dan implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dan analisis isi yang dilengkapi dengan pendekatan psikologi sastra. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 106 temuan konflik batin tokoh utama yang dibagi ke dalam aspek struktur kepribadian sebanyak 72 temuan (68%) dan mekanisme pertahanan diri sebanyak 34 temuan (32%). Pada aspek struktur kepribadian ditemukan konflik batin ego sebanyak 28 temuan (39%), id sebanyak 27 temuan (36%), dan superego sebanyak 18 temuan (25%). Pada aspek mekanisme pertahanan diri ditemukan represi sebanyak 21 temuan (61,76%), penyangkalan sebanyak 7 temuan (20,6%), pengalihan sebanyak 2 temuan (5,88%), proyeksi sebanyak 2 temuan (5,88%), dan rasionalisasi sebanyak 2 temuan (5,88%). Dengan demikian, konflik batin tokoh utama banyak terjadi dalam aspek struktur kepribadian pada wilayah ego. Kata kunci: Konflik batin; Novel; Struktur kepribadian; Mekanisme pertahanan diri Abstract This study is motivated by how Genki Kawamura wrote the story of Jika Kucing Lenyap dari Dunia which shows the complexity of the inner conflict in the main character. This study aims to describe main character’s inner conflict in the Jika Kucing Lenyap Dari Dunia novel by Genki Kawamura and its implication for learning Indonesian. The method that used in this study is qualitative and content analysis which is equipped with a litetary psychology approach. The result of this study indicate that there are 106 findings on the main character’s inner conflict which is divided into aspect of personality structure as many as 72 findings (68%) and self defense mechanism as many as 34 findings (32%). In aspect of personality structure, there are 28 findings of ego inner conflict (39%), 27 findings of id inner conflict (36%), and 18 findings of superego inner conflict. In aspect of self defence mechanism, there are 21 findings of repression (61,76%), 7 findings of denial (20,6%), 7 findings of diversion (20,6%), 2 findings of projection (5,88%), and 2 findings of rationalization (5,88%). Therefore, the main character’s inner conflicts often occur in the aspect of personality structure in the ego region. Keywords: Inner conflict; novel; Personality structure; Self defence mechanisme
Gaya Bahasa Ironi Stand Up Comedy Mamat Al Katiri dalam Konten Youtube Somasi Kharisma Putri Cahyani; Yudha Tria Ariansyah; Achmad Abimubarok
REFEREN Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.418 KB) | DOI: 10.22236/referen.v1i2.10246

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengungkap gaya bahasa ironi yang digunakan oleh komika bernama Mamat Al Katiri dalam penampilan stand up comedy-nya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis isi sebagaimana peneliti mencoba mengontruksikan pemahaman makna yang dimaksud pada penelitian untuk mengetahui makna sebenarnya dan juga sasaran yang dituju oleh si penutur. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah video Mamat Al Katiri dalam konten Somasi pada kanal Youtube Deddy Corbuzier. Teknik pengumpulan data yang dilakukan ada empat langkah yakni memirsa penampilan stand up comedy Mamat Al Katiri, menyiapkan instrumen untuk menelaah gaya bahasa ironi sesuai sasaran dan fungsinya, melakukan pencatatan tuturan bedasarkan instrumen, dan mengategorikan tuturan yang telah dicatat ke dalam instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa ironi yang digunakan oleh Mamat Al Katiri dalam stand up comedy-nya menyasar pada tiga pihak, yaitu pemerintah, individu, dan masyarakat. Selain itu, gaya bahasa ironi difungsikan atas dua hal, yaitu makna sebenarnya dan makna sebaliknya. Kajian ini memberikan gambaran bagaimana komedi bisa begitu bebas dan menjadikan lelucon tanpa pandang memandang dengan menggunakan gaya bahasa ironi yang menjadikan sindiran begitu halus namun tajam tanpa harus sarkas.
Ikon, Indeks, dan Simbol pada Cerpen Sesat Pikir Para Binatang Karya Triyanto Triwikromo Indah Fadhilla; Uliana Hidayatika; Hanna Hanifa Hira; Hanan Farihah; Ainatun Nabilah
REFEREN Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.048 KB) | DOI: 10.22236/referen.v1i2.10317

Abstract

Abstrak Pembahasan dalam penelitian ini adalah mengenai ikon, indeks, dan simbol dalam cerpen “Sesat Pikir Para Binatang” karya Triyanto Triwikromo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berbagai tanda dalam bentuk ikon, indeks, dan simbol di cerpen “Sesat Pikir Para Binatang” karya Triyanto Triwikromo dan mengungkapkan makna atau amanat yang dapat diambil dari bentuk simbol. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Tahapan yang peneliti lakukan adalah proses pengumpulan data, proses analisis data, dan penyajian hasil analisis data. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat ikon, indeks, dan simbol dalam cerpen “Sesat Pikir Para Binatang“ karya Triyanto Triwikromo untuk menggambarkan kemiripan antara naluri manusia dan insting binatang seperti kebuasan, kelabilan, dan keangkuhan. Penggambaran kemiripan ini bertujuan untuk mengkritik tingkah laku atau perilaku buruk manusia. Kata kunci: Ikon; Indeks; Simbol; Insting binatang; Naluri manusia Abstract The discussion in this study is about icons, indexes, and symbols in the short story "Sesat Pikir Para Binatang" by Triyanto Triwikromo. The purpose of this study was to find out the various signs in the form of icons, indexes, and symbols in the short story "Sesat Pikir Para Binatang" by Triyanto Triwikromo and reveal the meaning or mandate that can be taken from the form of symbols. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. The stages that the researchers did were the data collection process, the data analysis process, and the presentation of the data analysis results. This study found that there are icons, indexes, and symbols in the short story "Sesat Pikir Para Binatang" by Triyanto Triwikromo to describe the similarities between human instincts and animal instincts such as savagery, instability, and arrogance. The depiction of this resemblance aims to criticize human behavior or bad behavior. Keywords: Icons; Index; Symbol; Animal instinct; Human instinct
Ekranisasi Novel Silam Karya Risa Saraswati ke Dalam Film Silam Sutrada Jose Poernomo Azka Davia; Nabila Salsabila; Rahmayanti Puteri Rizanti; Syarif Hidayatullah
REFEREN Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.963 KB) | DOI: 10.22236/referen.v1i2.10495

Abstract

Abstrak Genre film horor merupakan genre yang paling banyak menarik minat penonton. Uniknya genre tersebut banyak mengangkat dari novel. Salah satu novel tersebut adalah novel Silam. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perubahan novel ke film yang meliputi penciutan, penambahan serta perubahan bervariasi pada film novel silam karya Risa Saraswati ke dalam film silam sutrada Jose Poernomo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mengkaji ekranisasi pada novel Silam karya Risa Saraswati ke dalam film Silam sutrada Jose Poernomo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi kualitatif dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua aspek unsur sastra, yaitu alur, tokoh, dan latar mengalami penciutan, penambahan, dan perubahan bervariasi. Namun hal tersebut tidak mengubah konsep cerita novel secara keseluruhan. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbadaan yang signifikan antara novel dengan film. Kata kunci: Ekranisasi; Novel; Film; Genre Horor   Abstract The horror film genre is the genre that attracts the most attention from the audience. Uniquely, this genre lifts a lot from the novel. One such novel is the Silam novel. The aim of this research is to find out the changes from novel to film which include shrinking, adding and varying changes from Risa Saraswati's past novel into Jose Poernomo's past film. This study uses a qualitative descriptive method to examine the ecranization of Risa Saraswati's Silam novel into the Silam film directed by Jose Poernomo. The method used in this study is a qualitative description method with content analysis techniques. The results of the research show that all aspects of literary elements, namely plot, characters, and setting experience reduction, addition, and varied changes. But this does not change the concept of the novel as a whole. It can be concluded that there is no significant difference between the novel and the film. Keywords: Ecranization; Novel; Film; Horror genre
Strategi Penerjemahan Bahasa Indonesia dan Analisis Makna Semantik Lagu Sebagai Alternatif Bahan Ajar Ahmad Dedi Mutiadi; Ifah Hanifah; Asep Jejen Jaelani
REFEREN Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.552 KB) | DOI: 10.22236/referen.v1i2.10502

Abstract

Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian analisis isi terhadap hasil terjemahan lagu For The Rest of My Life yang dinyanyikan oleh Maher Zain. Fokus penelitian adalah terhadap penggunaan strategi penerjemahan yang digunakan, apakah translation, adaptation, atau replacement. Dan hasil dari penelitian itu adalah sebagai berikut. Srategi penerjemahan yang digunakan lebih banyak adalah   replacement, yaitu digunakan sebanyak 16 kali dari total  30 kalimat atau  sebanyak 53,3 %. Sementara strategi adaptation  digunakan sebanyak 12 kali atau hanya 40%. Adapun strategi translation hanya digunakan sebanyak 2 kali atau hanya sebesar 6,7%. Selanjutnya, makna semantik dalam lagu terjemahan For The Rest of My Life, lebih dekat jika dikaji secara konteks. Sedangkan, jika dikaji secara leksikal, makna kalimatnya jauh. Karena itu, terjemahan lagu For The Rest of Life dapat dijadikan bahan ajar dalam mata kuliah semantik sebagai teks yang dapat digunakan sebagai alat penelaahan guna implementasi pemahaman yang telah didapatkan. Kata kunci: Stategi Penerjemahan; makna semantik; bahan ajar;   Abstract This research is a content analysis study of the translation of the song For The Rest of My Life sung by Maher Zain. The focus of the research is on the use of translation strategies used, whether translation, sdaptation, or replacement. And the results of that study are as follows. . The translation strategy used more is replacement, which is used 16 times out of a total of 30 sentences or as much as 53.3%. Meanwhile, the adaptation strategy  is used 12 times or only 40%. The translation strategy  is only used 2 times or only 6.7%. Furthermore, the semantic meaning in the translated song For The Rest of My Life, is more appropriateif examined in context. Sedangkan, if studied lexically, the meaning of the sentence is far away.  And therefore, the translation  of the song For The Rest of Life  can be used as teaching material in semantic courses as a text that can be used as a study tool to implement the understanding that has been obtained. Keywords: Translation Strategy; semantic meaning; teaching materials
Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka PAUD Ana Widyastuti
REFEREN Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.758 KB) | DOI: 10.22236/referen.v1i2.10504

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara konseptual implementasi penguatan profil pelajar Pancasila yang diimplementasi melalui proyek pada kurikulum merdeka di PAUD. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam artikel ini berbasis kajian jurnal, buku, artikel literatur serta dokumen lain yang relevan. Hasil temuan-temuan pada proses pengumpulan data, kemudian didokumentasikan, dianalisis, dan disajikan secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini yaitu 1) kajian tentang proyek penguatan profil pelajar Pancasila, 2) kajian tentang alur penentuan dalam memilih elemen dan subelemen profil pelajar Pancasila di PAUD. Harapannya dengan adanya tulisan ini para pemangku kepentingan di bidang pendidikan khususnya PAUD dapat memahami lebih dalam tentang projek penguatan profil pelajar Pancasila. Sebagai Perwujudan pelajar Indonesia maka profil pelajar Pancasila adalah pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dengan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Salah satu upaya pemerintah dalam menjawab pertanyaan tentang pelajar dengan profil atau kompetensi seperti apa yang akan dihasilkan oleh sistem pendidikan nasional kita yakni kurikulum Merdeka PAUD. Kata kunci: Proyek; Profil Pelajar Pancasila; Kurikulum Merdeka PAUD Abstract This study aims to describe conceptually how to strengthen the profile of Pancasila students which is implemented through projects on the independent curriculum in PAUD. This study used the library research method (Library Research). The data collection technique used in this article is based on studies of journals, books, literature articles and other relevant documents. The results of the findings in the data collection process were then documented, analyzed and presented descriptively. While the results of this study are; 1) a study of the project to strengthen the profile of Pancasila students, 2) a study of the flow of determination in selecting elements and sub-elements of the Pancasila student profile in PAUD. It is hoped that with this stakeholders in the field of education, especially PAUD, can understand more deeply about the project to strengthen the profile of Pancasila students. As an embodiment of Indonesian students, the profile of Pancasila students is lifelong students who have global competence by behaving in accordance with Pancasila values. One of the government's efforts to answer questions about students with what kind of profile or competence will be produced by our National education system, namely the Merdeka PAUD curriculum. Keywords: Project, Pancasila Student Profile; Independent Early Childhood Curriculum
Ekranisasi Novel Senior Karya Eko Ivano Winata ke Film Senior Karya Indra Gunawan Akmalia Esadiani; Alya Fitri; Mahabbati Izzati Rahmani; Syarif Hidayatullah
REFEREN Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.013 KB) | DOI: 10.22236/referen.v1i2.10507

Abstract

Abstrak Ekranisasi dapat diartikan sebagai bentuk penyampaian pesan dari sebuah karya sastra menjadi bentuk yang lain. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengungkapkan proses ekranisasi yang terjadi dari novel Senior karya Eko Ivano Winata ke dalam film Senior karya Indra Gunawan. Metode yang digunakan penulis dalam mengkaji proses ekranisasi yaitu dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan untuk memaparkan data yaitu dengan teknik membaca, mencatat, yang meliputi penambahan, pengurangan, dan perubahan bervariasi yang terjadi pada novel dan film Senior. Hasil penelitian dari proses ekranisasi yang telah dikaji memaparkan mengenai penambahan, pengurangan, dan perubahan bervariasi yang berkaitan dengan alur, latar, dan tokoh dari novel Senior karya Eko Ivano ke film Senior karya Indra Gunawan. Terdapat 6 penambahan alur, 6 pengurangan alur, dan 2 perubahan bervariasi alur. Lalu terdapat 2 penambahan latar, tidak terdapat penciutan latar dari novel ke film, dan 1 perubahan bervariasi latar. Lalu terdapat 1 penambahan tokoh, 3 penciutan tokoh, dan 1 perubahan bervariasi pada tokoh. Kata Kunci : Ekranisasi, Novel, Film Abstract Ecranization can be interpreted as a form of conveying messages from a literary work into another form. The purpose of this study is to reveal the ecranization process that occurs from the novel Senior by Eko Ivano Winata into the film Senior by Indra Gunawan. The method used by the author in studying the ecranization process is a qualitative descriptive method. The technique used to present the data is by reading, taking notes, which include adding, subtracting, and various changes that occur in the novels and films of Senior. The research results from the ecranization process that has been studied describe the addition, subtraction, and various changes related to the plot, setting, and characters from the novel Senior by Eko Ivano to the film Senior by Indra Gunawan. There are 6 groove additions, 6 groove reductions, and 2 changes to varying grooves. Then there are 2 background additions, no background shrinkage from novel to film, and 1 change in various settings. Then there is 1 character addition, 3 character shrinkages, and 1 variable change in character. Keywords: Ecranization, Novel, Film