cover
Contact Name
Syarif Hidayatullah
Contact Email
syarifbahagia@uhamka.ac.id
Phone
+6281905887050
Journal Mail Official
syarifbahagia@uhamka.ac.id
Editorial Address
Jln. Warung Jati Barat, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
REFEREN
ISSN : -     EISSN : 2830652X     DOI : 10.22236/referen.v1i2.10317
REFEREN berkomitmen untuk menyajikan hasil penelitian dalam bentuk kajian teori dan kajian eksperimen yang berfokus pada Pembelajaran Bahasa, Pengkajian Bahasa, dan Pengkajian Sastra dengan kualitas terbaik dari para penulis yang beragam latar belakang seperti peneliti, para akademisi, professional, paraktisi, dan pelajar. Ruang lingkup pembelajaran bahasa adalah perencanaan, metode, model, media, bahan ajar, dan evaluasi pembelajaran bahasa. Ruang linkup pengkajian bahasa adalah kajian fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, psikolingustik, sosiolinguistik, dan analisis wacana kritis. Ruang linkup pengkajian sastra adalah sastra lisan, sastra tulis, sastra populer, sastra anak, dan sastra digital. REFEREN hanya akan memproses artikel yang sesuai dengan focus dan scope. Proses seleksi dilakukan dengan online submission system.
Articles 67 Documents
Citraan dalam Novel Segala yang Diisap Langit Karya Pinto Anugrah: Kajian Stilistika Safitriani Safitriani; Assifa Atsna Hanifa; Nabila Nabila; Elpida Fathi Garwita
REFEREN Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v2i1.10318

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan citraan yang digunakan dalam novel Segala yang Diisap Langit Karya Pinto Anugrah melalui kajian stilistika. Pemilihan novel Segala yang Diisap Langit dilatarbelakangi oleh penggunaan citraan oleh Pinto Anugrah dalam mengrekspresikan hasil pemikiran imajinatif sehingga menghadirkan gambaran dan bayangan yang nyata di benak pembaca. Dalam novel ini, pembaca seakan-akan berada di dalam cerita, sebab pengarang banyak menggunakan citraan dalam menyajikan cerita. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa kata, frase, kalimat, dan paragraf, dalam novel Segala yang Diisap Langit Karya Pinto Anugrah. Langkah penelitian yang dilakukan di antaranya: (1) pengumpulan data; (2) analisis data; dan (3) penyajian hasil analisis. Pengumpulan data dilakukan teknik pustaka, simak, dan catat. Data dianalisis dengan penafsiran berdasarkan pemahaman penulis terhadap teori. Penyajian hasil analisis dilakukan dengan teknik informal, yakni pemaparan melalui kata-kata yang mudah dipahami. Dari hasil penelitian ditemukan citraan penglihatan, citraan pencium, citraan rabaan, citraan rasaan dan citraan pendengaran. Berdasarkan data penelitian yang telah dianalisis maka dapat disimpulkan bahwa citraan penglihatan mendominasi kemudian citraan rasaan selanjutnya citraan rabaan lalu citraan pendengaran dan terakhir citraan penciuman dalam novel Segala yang Diisap Langit karya Pinto Anugrah.
Representasi Tokoh dalam Syair Ken Tambuhan Hikmawaty Hikmawaty
REFEREN Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v2i1.10610

Abstract

Syair Ken Tambuhan merupakan salah satu naskah kuno berbahasa Melayu yang populer karena kisah cinta Ken Tambuhan dan Raden Menteri yang romantis. Dilatarbelakangi karena syair ini memiliki alur cerita yang menarik, tokoh menjadi salah satu unsur pembangun yang penting. Maka penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tokoh dalam Syair Ken Tambuhan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teori representasi sastra dan pendekatan obyektif menurut Abrams. Tokoh yang diteliti dalam Syair Ken Tambuhan ialah Ken Tambuhan, Raden Menteri, Permaisuri, dan Raja Kuripan. Setiap tokoh memiliki penggambaran yang berbeda sehingga pada penelitian ini tokoh-tokoh tersebut digambarkan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Syair Ken Tambuhan memiliki 184 halaman tetapi hanya 174 yang terisi. Syair tersebut memiliki beberapa tokoh dengan penggambaran yang variatif, di antaranya: Ken Tambuhan, seorang gadis cantik yang berusia 14 tahun; Raden Menteri, pria berusia 17 tahun yang menawan; Raja Kuripan, seorang raja sekaligus ayah yang baik; dan Permasuri yang memiliki penokohan antagonis karena kejahatannya.
Nilai-Nilai Didaktis dalam Novel Hafalan Shalat Delisa Karya Tere Liye Abdul Latif; Sumiyadi
REFEREN Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v2i1.10764

Abstract

Nilai didaktis dapat dipelajari melalui sebuah karya sastra berupa novel. Novel menyajikan interpretasi dari kehidupan nyata ke fiktif. Penelitian ini mengkaji nilai-nilai didaktis pada sebuah novel dengan menggunakan metode kualitatif analisis deskripsi melalui pendekatan sastra didaktis. Sumber data berasal dari novel Hafalan Shalat Delisa hasil karya penulis ternama Tere Liye. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam novel tersebut terdapat nilai-nilai didaktis, yaitu (1) kajian alur tokoh dan penokohan serta latar ditemukan nilai-nilai karakter berupa kejujuran, disiplin, semangat tinggi, periang (2) terdapat nilai pendidikan nasional, yaitu nilai karakter profil pancasila, yaitu (a) beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, (b) berkebhinekaan global, (c) bergotong royong, (d) kreatif, (e) bernalar kritis, dan (f) mandiri. Pada akhirnya, novel tersebut dapat menjadi bahan ajar pembelajaran sastra di sekolah untuk meningkatkan karakter siswa yang positif.
Afiksasi Dialog Karnaen Dalam Bunga Rumah Makan Karya Utuy Tatang Sontani Muhamad Rafi
REFEREN Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v2i1.10810

Abstract

Afiksasi menjadi suatu proses dari morfologi yang tidak bisa lepas dari suatu bacaan. Tanpa afiksasi, sebuah kata tidak bisa dihubungkan antara satu kata dengan kata yang lainnya. Naskah drama menjadi suatu bacaan yang dapat ditemukan segala bentuk afiksasi di dalamnya. Penelitian ini bermaksud untuk mencari afiksasi yang terdapat pada dialog tokoh Karnaen. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan afiksasi yang ada di dalam naskah drama karangan karya Utuy Tatang Sontani yang berjudul Bunga Rumah Makan pada dialog tokoh Karnaen. Selain itu, penelitian memiliki tujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk afiksasi yang ada di dalam naskah drama tersebut. Peneliti memakai metode penelitian kualitatif melalui pendekatan deskriptif. Sumber datanya berupa naskah drama Bunga Rumah Makan dialog tokoh Karnaen. Teknik pengumpulan datanya dengan cara simak catat. Hasil dari penelitian ini berupa temuan afiksasi dalam naskah drama pada dialog tokoh Karnaen yang berupa prefiks, sufiks, konfiks, dan klofiks. Terdapat prefiks yang berupa me-, ter-, di-, dan ber-. Sufiks yang berupa –nya, -an, dan –kan. Konfiks yang berupa ke-an, ber-an, dan per-an, sedangkan klofiks berupa berke-an, me-kan, dan me-i.
Kriminalitas dalam Novel Sekali Peristiwa di Banten Selatan Karya Pramoedya Ananta Toer Arya Giri Anggara; Tiara Anwar Sekar Utami; Novi Diah Haryanti
REFEREN Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v2i1.11516

Abstract

Karya sastra merupakan bagian dari masyarakat dan tidak dapat dipisahkan, karena kasus-kasus yang diangkat dalam sebuah karya sastra merupakan cerminan dari kasus-kasus yang terjadi dikehidupan nyata. Salah satu masalah sosial yang diangkat kedalam sebuah karya sastra adalah kriminalitas. Tindakan kriminalitas tidak boleh dibiarkan, karena tindakan kriminal dapat menganggu ketentraman dalam menjalani kehidupan. Novel Sekali Peristiwa di Banten Selatan karya Pramoedya Ananta Toer banyak memunculkan kasus-kasus kriminal yang dilakukan oleh kelompok Darul Islam. Novel ini mengisahkan kehidupan warga desa yang berjuang untuk melawan kelompok Darul Islam yang menguasai desa dengan tindakan-tindakan tidak manusiawi. Berdasarkan analisis, di dalam novel ini ditemukan empat jenis kejahatan yaitu kejahatan ekonomi, kejahatan kekerasan, kejahatan seksual, kejahatan politik.
Konflik Batin Tokoh Utama dalam Cerpen Dua Dunia Karya N.H Dini Jasmine Malaika Ramadhani; Emira Hayatina Ramadhan; Fakhri Ardan Naashir
REFEREN Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v2i1.11587

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan konflik batin pada tokoh utama Iswanti dalam cerpen Dua Dunia karya N.H Dini. Dalam penelitian ini penulis menjabarkan struktur yang meliputi tema, tokoh dan penokohan, serta latar pada cerpen dua dunia. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra dari Sigmun Freud. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa dialog serta monolog yang disampaikan oleh tokoh utama pada cerpen tersebut dan juga sudut pandang orang ketiga, teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka dan memakai tabel korpus data. Dari hasil penelitian ini kita mengetahui struktur yang meliputi cerpen dua dunia Karya N.H Dini. Terdapat juga beberapa bentuk konflik batin yang dialami tokoh utama. Di antaranya kepedihan, kekecewaan, kemarahan, kecemasan, dan kegagalan. Faktor-faktor tersebut menyebabkan konflik batin tokoh utama kepada Darwono selaku suaminya, serta kedua orang tuanya. Terdapat tiga gaya yang digunakan tokoh utama dalam mengatasi konflik batin yaitu gaya beruang, gaya hiu, dan gaya kura-kura.
Citra Perempuan dalam Novel Layar Terkembang dan Siniar Layar Terkembang Vira Feysa Razan; Sifana Umardi
REFEREN Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v2i1.11603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan perbandingan antara novel Layar Terkembang dengan siniar Layar Terkembang yang merupakan karya sastrawan Sutan Takdir Alisjahbana. Perkembangan teknologi membuat ranah kesusastraan turut andil dalam menjawab tantangan zaman yang diwujudkannya melalui perubahan medium sastra dari buku ke siniar atau podcast atau dari media cetak ke audio. Penelitian yang dikaji dengan metode bandingan ini akan mengkaji struktur novel dan siniar Layar Terkembang, baik persamaan maupun perbedaan, serta isu citra perempuan yang terdapat dalam keduanya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan mendapatkan hasil, di antaranya adalah; terdapat penghilangan bagian cerita ketika sudah dialihwahakan ke dalam bentuk siniar, aspek-aspek citra perempuan yang dihadirkan dalam keduanya tidak memiliki perbedaan yang signifikan, bagian cerita yang dihilangkan tidak lantas mengubah substansi karya yang dialihwahanakan.
Psikologi Tokoh Alina Suhita dalam Novel Hati Suhita Karya Khilma Anis Siti Ummul Khoir Saifullah
REFEREN Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v2i1.11617

Abstract

Novel merupakan karya sastra naratif yang menyajikan gambaran kehidupan yang dibawakan melalui tokoh. Fenomena kajian psikologi menjadi kajian yang menarik karena dapat mengungkapkan kepribadian tokoh-tokoh dalam novel. Novel Hati Suhita memiliki tokoh yang menarik untuk dikaji, yakni tokoh Alina Suhita. Tujuan penelitian ini tidak lain adalah untuk mengungkapkan kepribadian tokoh Suhita dalam novel Hati Suhita. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori psikologi humanistik Abraham Maslow. Penelitian ini menerapkan isi dengan pendekatan kualitatif. Dengan menggunakan teori psikologi humanistik Abraham Maslow, penelitian ini akan memberikan penjelasan tentang hierarki kebutuhan tokoh Alina Suhita sebagai individu dalam novel. Metode kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini menghasilkan bahwasanya tokoh Alina dalam novel Hati Suhita mempunyai lima kebutuhan hierarki, yakni kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan cinta dan kasih sayang, kebutuhan akan harga diri, dan kebutuhan aktualisasi diri.
Nilai-nilai Kehidupan dalam Novel Ziarah Karya Iwan Simatupang Fira Deyanti; Siti Chodijahtul Bilqis; Safira Nur Rahma
REFEREN Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v2i1.11618

Abstract

Novel termasuk ke dalam karya sastra tulis, oleh karena itu di dalamnya harus memuat nilai-nilai agar dapat dijadikan sebagai teladan dan diterapkan pada kehidupan sehari-hari. maka, penelitian mengenai nilai-nilai sedikit banyaknya dapat bermanfaat bagi para pembaca. tujuan penelitian ini untuk menganalisis nilai-nilai dalam novel "Ziarah" karya Iwan Simatupang. Novel ini menceritakan seseorang yang kehilangan arah sebab ditinggal oleh orang terkasih dan berusaha mencari jati diri serta kembali pada jalan yang benar. Metode yang digunakan pada penelitian kali ini adalah metode deskriptif kualitatif, pada metode ini kami dapat memperoleh suatu data dengan membaca, menggambarkan, meringkas, menganalisi serta mengidentifikasi objek penelitian. Hingga ditemukannya beberapa nilai yang terkandung dalam novel "Ziarah" seperti nilai religius berupa pembelajaran agar kita senantiasa mendoakan orang yang sudah mati dan senantiasa mengujungi makam kerabat atau keluarga, nilai moral berupa pesan agar kita hanya mencintai makhluk sekedarnya saja, dan terakhir nilai sosial yaitu seperti tolong menolong, memiliki sikap tanggung jawab dan saling peduli antara satu dengan lain.
Masih Adakah Lokalitas dalam Sastra Digital? Sebuah Kajian Estetika Lokal Saifur Rohman
REFEREN Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v2i1.11628

Abstract

Makalah ini memfokuskan pada pelacakan bahasa ibu dalam eskrepsi estetis di Youtube, Instagram, Fanfiction Wattpad, dan Tiktok. Endraswara (2013) mendefinisikan “cybersastra” sebagai aktivitas sastra yang memanfaatkan internet. Selama dua dekade, terdapat dua gelombang sastra internet. Pertama memindahkan sastra cetak menjadi sastra digital. Semula karya sastra dimuat di koran atau buku, kini dimuat di laman sehingga praktik ini dapat disebut digitalisasi sastra cetak. Gelombang kedua, meninggalkan sejarah sastra cetak menuju sastra multimedia. Karya sastra ini memanfaatkan musik, video, desain grafis, serta tuturan pengarang. Sisa-sisa sastra cetak tidak lagi bisa dikenali seperti halaman Prancis, data buku, ISBN, maupun kota terbit. Sastra ini hanya bisa diperiksa melalui akun, alamat laman, dan media. Selain empat media sebagai objek kajian itu telah menjadi tren, secara objektif masing-masing usia program terapan itu relatif aktual dalam 10 tahun terakhir. Wattpad berdiri pada 2006 dengan jumlah 15 juta pengguna, 400 juta cerita dan diakuisi pada Januari 2021 oleh Naver Corporation, Instagram berdiri pada 2010, Tiktok didirikan pada 2016 dan 2019 sudah terdapat 500 pengguna aktif di seluruh dunia, dan Youtube berdiri pada 2005. Metode kajian adalah antropologi virtual, yakni sebuah eksperimen teoretis yang didasarkan pada disiplin antropologi di satu sisi dan realitas simulakrum di sisi lain. Hasilnya adalah sebuah gambaran bahasa ibu dari aspek sejarah, asal-usul, serta kultur manusia dan sastra virtual. Pertama, dari sisi genre teks, peran bahasa ibu menjadi bagian penting dalam genre sastra didaktik dan sastra populer. Kedua, secara naratif, selain lebih sering menggunakan sapaan “bro”, “guys”, yang berasal dari bahasa inggris, sapaan bahasa daerah digunakan sebagai bagian dari politik identitas. Ketiga, dalam tuturan naratif, logat bahasa daerah dimanfaatkan untuk menampilkan tokoh-tokoh yang polos atau naif. Hasil penelitian ini bermanfaat untuk pengembangan leksikografi, ilmu sastra, serta antropologi postmodern.