cover
Contact Name
Oris Krianto Sulaiman
Contact Email
oris.ks@ft.uisu.ac.id
Phone
+6281262500400
Journal Mail Official
jimrestri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Imam Bonjol No. 9 Forum 9th Floor, Kota Medan, Sumatera Utara 20112
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri
Published by Ilmu Bersama Center
ISSN : -     EISSN : 2961953X     DOI : https://doi.org/10.56211/factory
Core Subject : Engineering,
actory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri merupakan jurnal yang membahas ilmu dibidang Teknik Industri, jurnal ini sebagai wadah untuk menuangkan hasil penelitian baik secara konseptual maupun teknis yang berkaitan dengan Teknik Industri. Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri terbit 3 kali dalam setahun yaitu pada bulan Agustus, Desember dan April. Terbitan pertama adalah bulan Agustus 2022. Naskah yang masuk akan diterima oleh editor untuk kemudian kan dilakukan pemeriksaan kemiripan naskah dengan aplikasi Plagiarism Checker. Proses review dilakukan dengan menggunakan peer review. Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri menerima naskah dengan topik Production Planning and Inventory Control, Design Product and Control Quality, Model Simulasi and Optimasi System, Ergonomic and Work Study, Design Manufacturing Facility, Multi Criteria Decision Making dan Productivity.
Articles 108 Documents
Pengelolaan Persediaan Spare Part dengan Klasifikasi ABC dan Metode EOQ pada Divisi Maintenance Pipa Minyak di PT Delta Andy Saputra; Wahyuda Wahyuda; Farida Djumiati Sitania
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v5i1.1784

Abstract

  Pengelolaan persediaan spare part merupakan faktor penting dalam mendukung kelancaran kegiatan maintenance pipa minyak pada perusahaan kontraktor migas. PT Delta menghadapi permasalahan berupa keterlambatan pengadaan material, risiko stockout, serta lokasi proyek yang jauh dari pusat distribusi. Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan spare part menggunakan metode ABC, menentukan jumlah pemesanan optimal dengan metode Economic Order Quantity (EOQ), serta membandingkan biaya persediaan dengan kebijakan perusahaan. Data yang digunakan adalah data historis pemakaian spare part periode Juni 2024–Mei 2025. Hasil klasifikasi ABC menunjukkan terdapat enam item kategori A, yaitu Elbow 3”-90, Flange 3” #300, Flange 6” #150, Flange 4” #300, Packing 3” #300, serta Bolt & Nut yang memiliki kontribusi nilai persediaan terbesar. Perhitungan EOQ menghasilkan jumlah pemesanan, safety stock, dan reorder point yang optimal sehingga dapat mengurangi risiko kehabisan persediaan. Selain itu, total biaya persediaan dengan metode EOQ sebesar Rp441.277,40, lebih rendah dibandingkan kebijakan perusahaan sebesar Rp887.047,28. Penerapan EOQ mampu memberikan penghematan biaya sebesar Rp445.769,88 atau 50,25%, sehingga lebih efektif dalam mengendalikan persediaan spare part perusahaan.
Transformasi Proses Bisnis UMKM Kuliner Melalui Digitalisasi Proses Operasional Nabilah Khanun; Muhammad Febrilian Dwi Syahputra
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v5i1.1844

Abstract

Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner di Indonesia masih menghadapi inefisiensi operasional akibat proses manajemen stok yang dilakukan secara manual dan tidak terintegrasi. Penelitian ini bertujuan memetakan proses bisnis operasional UMKM kuliner yang berjalan saat ini, mengukur efisiensi throughput sebelum dan sesudah rancangan ulang proses berbasis digitalisasi, serta merancang model proses bisnis baru yang terintegrasi dengan teknologi informasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-eksploratif dengan metode Business Process Reengineering (BPR) pada satu UMKM kuliner di Jawa Timur, didukung pemetaan proses standar ASME. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses manajemen stok awal terdiri dari 9 aktivitas dengan total waktu 120 menit dan efisiensi throughput 75%, dengan aktivitas penundaan pengambilan keputusan pembelian sebagai bottleneck utama. Setelah rancangan ulang proses berbasis digitalisasi, jumlah aktivitas menyusut menjadi 8 dengan total waktu 40 menit dan efisiensi throughput meningkat menjadi 90%, setara penghematan waktu proses 80 menit per siklus. Peningkatan ini dicapai melalui eliminasi aktivitas pencatatan manual, otomatisasi notifikasi stok minimum, serta pelaporan stok secara real-time. Nilai efisiensi 90% merupakan hasil kalkulasi proyeksi rancangan, bukan implementasi penuh di lapangan. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi UMKM kuliner skala kecil bahwa digitalisasi proses operasional yang diawali dengan redesain proses bisnis secara menyeluruh dapat meningkatkan efisiensi secara signifikan dan terukur.
Penerapan Metode Economic Order Quantity dalam Penentuan Safety Stock dan Reorder Point Bahan Baku pada CV Cakra Collection Dava Rehan Afreliano Supartono Putera; Deniel Putra Hardika; I.I. Dewa Putu Arjun Sastraguna; Ratih Wulandari
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v5i1.1847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengoptimalkan pengendalian persediaan bahan baku pada CV Cakra Collection guna mengatasi ketidakakuratan data persediaan, keterlambatan pengadaan bahan baku, serta belum optimalnya perencanaan kebutuhan material akibat sistem pencatatan yang masih dilakukan secara manual. Metode yang digunakan meliputi Economic Order Quantity (EOQ), Safety Stock (SS), dan Reorder Point (ROP) untuk menentukan jumlah pemesanan ekonomis, persediaan pengaman, dan titik pemesanan kembali. Penelitian ini juga didukung oleh perancangan prototipe sistem informasi persediaan berbasis web sebagai alat bantu pencatatan dan pemantauan bahan baku. Hasil penelitian menunjukkan nilai EOQ sebesar 18.385 kg untuk kain spandeks, 12.487 gulung untuk kain elastis 4 cm, 22.062 gulung untuk kain elastis 2 cm, dan 1.360 gulung untuk benang jahit. Nilai Safety Stock yang diperoleh masing-masing sebesar 667 kg, 453 gulung, 800 gulung, dan 50 gulung, sedangkan nilai ROP masing-masing sebesar 847 kg, 575 gulung, 1.016 gulung, dan 64 gulung. Penerapan metode EOQ menghasilkan total biaya persediaan sebesar Rp10.182.378, lebih rendah dibandingkan kebijakan perusahaan sebesar Rp22.799.966, sehingga diperoleh penghematan sebesar Rp12.617.588 atau 55,34%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan EOQ, Safety Stock, dan Reorder Point yang didukung sistem informasi dapat meningkatkan efisiensi biaya, mengurangi risiko kekurangan maupun kelebihan persediaan, serta mendukung pengambilan keputusan persediaan secara lebih akurat dan efektif.
Perancangan Organisasi Pabrik Sajadah Travel dengan Menggunakan Model Galbraith dalam Pengendalian Kualitas Sistem Produksi di CV Alifa Berkah Abadi Darmawan Yudhanegara; Agung Prasetyo
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v5i1.1857

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah merancang organisasi pada departemen produksi Sajadah Travel di sebuah perusahaan konveksi di Kota Bandung. Dalam mencapai tujuan penelitian ini diperlukan serangkaian proses langkah demi langkah yang diawali dari permasalahan di produksi seperti  mengidentifikasi permasalahan terlebih dahulu, kemudian penelusuran sebab akibat ke masalah paling mendasar, sampai penyusunan rancangan organisasi produksi itu sendiri tahap akhir. Penelitian ini bersifat empiris yang dilakukan dengan pendekatan bertahap yaitu diagram Fishbone pada langkah identifikasi permasalahan yang pertama, selanjutnya dilakukan langkah kedua yaitu analisis penyebab pada akar-akarnya dengan pendekatan 5 Why analysis, sedangkan langkah terakhirnya yaitu menyusun rancangan organisasi dilakukan dengan Model Galbraith. Pendekatan dan Model ini digunakan sesuai tingkatannya yang memiliki fungsi masing-masing seperti penelusuran masalah berguna untuk mengetahui tingkat penyebab pada faktor yang dominan, sedangkan tahapan kedua dalam menentukan faktor dominan tersebut ditelusuri sampai ke akar-akarnya penyebabnya, sedangkan tahap terakhir dilakukan pada rancangan organisasi yang bertujuan agar diperoleh organisasi yang berkelanjutan guna mencapai tujuan utama organisasi produksi Sajadah Travel. Hasil rancangan organisasi pada penelitian ini dilakukan terapan selama 3 bulan, kemudian menghasilkan penuruan jumlah kecacatan yang diawal rata-rata 1,01% menjadi 0,51%, masih dibawah target 0,5%.
Analisis Pengendalian Kualitas Kemasan Produk D Menggunakan Metode Statistical Process Control (SPC) dan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) untuk Mereduksi Tingkat Defect di PT ADP Wiwi Prastiwinarti; Galih Tri Nugroho
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v5i1.1866

Abstract

Persaingan industri kemasan yang semakin ketat menuntut perusahaan menghasilkan produk berkualitas melalui pengendalian kualitas yang efektif. PT ADP merupakan perusahaan percetakan kemasan karton lipat yang masih menghadapi permasalahan kualitas pada produk D dengan rata-rata tingkat defect sebesar 4,03% pada periode Mei–Desember 2025, melebihi batas toleransi perusahaan sebesar 3%. Selain itu, nilai kapabilitas proses (Cp dan Cpk) yang berada di bawah 1,00 menunjukkan bahwa proses produksi belum mampu memenuhi spesifikasi kualitas secara konsisten. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi defect dominan, menganalisis penyebab kegagalan, menentukan usulan perbaikan, serta merancang Dashboard Early Warning System (EWS) sebagai media pemantauan kualitas proses produksi. Metode yang digunakan adalah Statistical Process Control (SPC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam jenis defect dengan total kecacatan sebesar 31.426 pcs. Analisis Pareto mengidentifikasi defect set-off, scratch/baret, mata ayam, dan warna tidak sesuai sebagai defect dominan yang menyumbang 86,2% dari total kecacatan. Analisis SPC menunjukkan bahwa proses produksi pada kondisi awal belum terkendali secara statistik, namun setelah dilakukan iterasi dan eliminasi data, proses berada dalam kondisi terkendali. Hasil FMEA menunjukkan bahwa penyebab kegagalan utama berasal dari faktor manusia, metode, dan mesin. Usulan perbaikan meliputi perawatan mesin secara berkala, penerapan checklist pemeriksaan, penjadwalan pembersihan mesin, dan pelatihan ulang operator. Selain itu, Dashboard EWS berhasil dirancang untuk mengelompokkan kondisi proses ke dalam kategori ok, warning, alert, dan critical sehingga membantu supervisor produksi mendeteksi penyimpangan lebih dini. Penerapan SPC, FMEA, dan Dashboard EWS diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk dan meminimalkan tingkat defect pada proses produksi kemasan.
Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Supplier Paper Bag Ready to Use Menggunakan Integrasi Metode AHP dan TOPSIS di PT CKN Wiwi Prastiwinarti; Devi Yanti
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v5i1.1868

Abstract

Pemilihan supplier merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas bahan baku dan kelancaran proses operasional perusahaan. PT CKN menghadapi kendala dalam menentukan supplier paper bag ready to use karena proses evaluasi masih dilakukan secara subjektif sehingga berpotensi menghasilkan keputusan yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan menentukan prioritas supplier paper bag ready to use menggunakan integrasi metode Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk pembobotan kriteria dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Tahapan penelitian meliputi penentuan dan pembobotan kriteria menggunakan AHP, penyusunan matriks keputusan, normalisasi, pembentukan matriks ternormalisasi terbobot, penentuan solusi ideal positif dan negatif, perhitungan jarak setiap alternatif terhadap solusi ideal, serta penentuan nilai preferensi TOPSIS untuk memperoleh peringkat supplier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Supplier A memperoleh nilai preferensi tertinggi sebesar 0,788 sehingga menjadi prioritas utama, diikuti Supplier B dengan nilai preferensi 0,540 dan Supplier C dengan nilai preferensi 0,109. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Integrasi metode AHP dan TOPSIS mampu menghasilkan proses pemilihan supplier yang lebih objektif, sistematis, dan akurat sehingga dapat mendukung perusahaan dalam menentukan supplier paper bag ready to use yang sesuai dengan kebutuhan.
Metode Engineering Economy Industri Diterapkan pada Rekayasa Manajemen Waktu Pelayanan Jasa Darmawan Yudhanegara; Abdul Rojak; Pandena Kicky Basuki Putri
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v5i1.1954

Abstract

Tujuan  penelitian ini adalah penerapan metode ekonomi teknik dalam pengelolaan waktu mengajar dan waktu bekerja di Industri dengan menggunakan konsep nilai waktu terhadap uang (time value of money atau TVM) ke dalam pengelolaan waktu mengajar di Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana. Bagi mereka yang bekerja di Industri (praktisi) dan perguruan tinggi (Dosen) merupakan sebuah prespektif yang berbeda antara peluang pendapatan Industri dan Pergutuan Tinggi. Metodologi penelitian ini adalah pengembangan dari prinsip-prinsip TVM dengan pendekatan perbandingan dalam pengelolaan waktu 10 jam per minggu, dengan analisis peluang pendapatan sebagai acuan keputusan yang diambil. Pada pengelolaanya Dosen mengatur waktu mengajar dengan faktor waktu mempengaruhi yang merupakan pilihan-pilihan profesional antara kampus dengan industri. Pendekatan ini mengandung unsur teoretis, studi kasus, data kuantitatif dengan pekerjaan di industri dan perguruan tinggi, serta pengambilan keputusan dengan skenario pengelolaan waktu antara peran di industri dan peran sebagai dosen secara dilematis professional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan TVM dalam meningkatkan kemampuan analisis dosen, mendorong keterlibatan aktif, dan memperkuat kompetensi mereka mengajar, serta pengelolaan waktu yang didasarkan pada nilai ekonomi antara bekerja di Industri dan Perguruan Tinggi. Hasil perhitungan selisih (peluang pendapatan) menunjukkan angka Rp.138.890,00 per 1 jam per minggu yang bernilai positif dengan perbandingan antara industri dengan Perguruan Tinggi, sehingga memperoleh nilai peluang pendapatan lebih tinggi di Industri, dengan maksimal 23 Jam per minggu, sedangkan total pendapatan untuk 10 jam per minggu adalah Rp. 638.890,00.
Model Integrasi Digital Human Resource Management terhadap Kinerja dan Keunggulan Kompetitif PT XYZ pada Industri Otomotif Nadila Deryza Syofrin; Feddy Wanditya Setiawan
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v5i1.1956

Abstract

Transformasi digital mendorong organisasi mengintegrasikan teknologi dalam pengelolaan sumber daya manusia melalui penerapan Digital Human Resource Management (DHRM) untuk meningkatkan kinerja organisasi dan memperkuat keunggulan kompetitif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Digital Human Resource Management terhadap Kinerja Organisasi dan Keunggulan Kompetitif pada PT XYZ di industri otomotif, serta menguji peran mediasi Kinerja Organisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 250 karyawan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4 melalui evaluasi model pengukuran (outer model), model struktural (inner model), dan pengujian hipotesis menggunakan Bootstrapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh konstruk memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Digital Human Resource Management berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Organisasi (β = 0,729; p < 0,001) dan Keunggulan Kompetitif (β = 0,381; p < 0,001). Kinerja Organisasi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keunggulan Kompetitif (β = 0,517; p < 0,001) serta berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara Digital Human Resource Management dan Keunggulan Kompetitif. Nilai koefisien determinasi menunjukkan kemampuan model yang baik, yaitu R² = 0,531 untuk Kinerja Organisasi dan R² = 0,718 untuk Keunggulan Kompetitif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi Digital Human Resource Management yang terintegrasi mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan sumber daya manusia, mendorong peningkatan kinerja organisasi, dan memperkuat keunggulan kompetitif perusahaan. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan literatur DHRM serta menjadi dasar penyusunan strategi transformasi digital sumber daya manusia pada industri otomotif.

Page 11 of 11 | Total Record : 108