cover
Contact Name
Oris Krianto Sulaiman
Contact Email
oris.ks@ft.uisu.ac.id
Phone
+6281262500400
Journal Mail Official
jimrestri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Imam Bonjol No. 9 Forum 9th Floor, Kota Medan, Sumatera Utara 20112
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri
Published by Ilmu Bersama Center
ISSN : -     EISSN : 2961953X     DOI : https://doi.org/10.56211/factory
Core Subject : Engineering,
actory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri merupakan jurnal yang membahas ilmu dibidang Teknik Industri, jurnal ini sebagai wadah untuk menuangkan hasil penelitian baik secara konseptual maupun teknis yang berkaitan dengan Teknik Industri. Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri terbit 3 kali dalam setahun yaitu pada bulan Agustus, Desember dan April. Terbitan pertama adalah bulan Agustus 2022. Naskah yang masuk akan diterima oleh editor untuk kemudian kan dilakukan pemeriksaan kemiripan naskah dengan aplikasi Plagiarism Checker. Proses review dilakukan dengan menggunakan peer review. Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri menerima naskah dengan topik Production Planning and Inventory Control, Design Product and Control Quality, Model Simulasi and Optimasi System, Ergonomic and Work Study, Design Manufacturing Facility, Multi Criteria Decision Making dan Productivity.
Articles 71 Documents
Perbaikan Tata Letak Industri Mikro Kecil dan Menengah Tenun Wan Atiqah Kota Dumai Menggunakan Metode Systematic Layout Planning dan Grafik Rihas, Sabila Nur; Fitra, Fitra; Sari, Lidya; Sari, Evita
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i2.1192

Abstract

IMKM Tenun Wan Atiqah merupakan salah satu industri kecil menengah yang bergerak di bidang kerajinan tekstil di Kota Dumai. Permasalahan awal yang dihadapi adalah jarak antar stasiun kerja yang terlalu jauh, alur perpindahan material yang tidak teratur, serta penempatan mesin yang kurang strategis sehingga menghambat kelancaran proses produksi. Oleh karena itu, dibutuhkan perbaikan tata letak yang lebih sistematis dan efisien agar proses produksi dapat berjalan lebih efektif dan mendukung peningkatan produktivitas. Berdasarkan dari permasalahan tersebut, Penulis melakukan penelitian perbaikan tata letak pada IMKM Tenun Wan Atiqah dengan pendekatan SLP dan metode grafik sebagai metode analisis untuk menghasilkan alternatif tata letak yang lebih efisien. Penggunaan metode ini digunakan untuk membandingkan alternatif tata letak yang dapat meminimalkan jarak perpindahan material. Dengan tata letak yang lebih eifisien, diharapkan mampu meminimalkan luas area yang terbuang sia-sia, alur produksi menjadi lebih tertata, dan kapasitas produksi lebih tinggi. Berdasarkan hasil evaluasi, alternatif layout yang terpilih adalah layout dengan jarak perpindahan terkecil yaitu layout dengan pendekatan SLP sebesar 407,5 meter. Sementara itu, layout dengan metode grafik menghasilkan jarak total sebesar 516,2 meter. Hasil ini menunjukkan bahwa metode SLP lebih efektif dalam meminimalkan perpindahan material dan menciptakan alur produksi yang lebih efisien.
Perbaikan Tata Letak IMKM Bengkel Las Jaya di Kota Dumai Menggunakan Metode Systematic Layout Planning (SLP) dan Grafik Rahmawanti, Gustina; Fitra, Fitra; Mellisa, Fitri; Putri, Yuniati
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i2.1215

Abstract

IMKM Bengkel Las Jaya merupakan usaha reparasi body mobil yang menghadapi permasalahan dalam tata letak fasilitasnya. Penempatan area kerja yang tidak terorganisir menyebabkan aliran proses menjadi tidak efisien, meningkatkan waktu tunggu, serta berisiko terhadap keselamatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang tata letak fasilitas menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP) dan metode grafik guna meningkatkan efisiensi proses kerja. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP) dan metode berbasis grafik untuk menganalisis dan merancang ulang tata letak fasilitas. Tahapan yang dilakukan mencakup pengumpulan data lapangan, penyusunan operation process chart, from-to chart, activity relationship chart, dan pembuatan relationship diagram. Selanjutnya dilakukan perhitungan kebutuhan ruang dan perancangan alternatif layout berdasarkan kedekatan aktivitas serta evaluasi jarak perpindahan antar stasiun kerja menggunakan metode grafik. Layout terbaik dipilih berdasarkan efisiensi jarak dan alur produksi yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layout usulan mampu memperpendek jarak perpindahan antar stasiun kerja, memperbaiki alur kerja, serta memanfaatkan ruang secara lebih optimal. Dengan penerapan metode SLP dan grafik, layout usulan yang terpilih adalah layout dengan jarak perpindahan terkecil dengan hasil metode SLP yaitu sebesar 320,2 dan metode grafik 373,1. Hasil layout usulan IMKM Bengkel Las Jaya adalah layout usulan dengan pendekatan metode SLP yang memiliki jarak perpindahan terkecil yaitu sebesar 320,2. Berdasarkan perbandingan jarak perpindahan antar layout, didapat perpindahan menggunakan SLP memiliki total penghematan jarak sebesar 59% lebih rendah daripada menggunakan metode Grafik dengan total penghematan jarak sebesar 69,1%.
Analisis Structural Equation Modeling Kualitas Pelayanan dan Keandalan Pasokan terhadap Kepuasan Pelaku Usaha (UMKM) dengan Citra Lembaga Pengelolaan Air Bersih sebagai Serial Mediasi Berbasis SmartPLS Sabilah, Ade Irpan; Supratman, Jasan
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i2.1298

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat, termasuk sektor UMKM yang sangat bergantung pada pasokan air dalam menjalankan aktivitas usaha. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan keandalan pasokan air terhadap kepuasan UMKM dengan citra lembaga pengelola air bersih sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 50 pelaku UMKM di Kota Bekasi dan dianalisis melalui Structural Equation Modeling berbasis SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model memiliki daya jelaskan yang tinggi dengan nilai R² sebesar 0,784 untuk citra lembaga dan 0,730 untuk kepuasan UMKM. Temuan menarik dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh negatif terhadap citra lembaga. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan aspek teknis pelayanan air bersih tidak secara otomatis memperbaiki persepsi UMKM terhadap lembaga penyedia, terutama ketika ekspektasi pelaku UMKM terhadap konsistensi layanan, komunikasi, dan respons kelembagaan belum terpenuhi. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya perbaikan kinerja pasokan dan pelayanan yang konsisten serta pengelolaan ekspektasi pelanggan melalui komunikasi yang transparan guna menjaga kepuasan dan memperkuat kepercayaan pelaku usaha. Oleh karena itu, pengelola layanan air bersih disarankan untuk tidak hanya berfokus pada peningkatan aspek teknis distribusi air tetapi juga memperkuat strategi komunikasi, transparansi informasi serta mekanisme penanganan keluhan UMKM.
Analisis Optimalisasi Biaya Persediaan Multi-Item Single Supplier dengan Kendala Kapasitas Gudang Terbatas Isrofi, Nisa; Utami, Ni Made Cyntia
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i2.1317

Abstract

Pengendalian persediaan sangat krusial untuk menjaga kelancaran operasional perusahaan, kepuasan pelanggan dan efisiensi biaya. Banyak perusahaan menghadapi tantangan dalam mengelola banyak item yang bersumber dari satu pemasok, khususnya ketika terbatasnya kapasitas penyimpanan. Hampir semua perusahaan mengelola lebih dari satu jenis item dari satu pemasok saja agar memperoleh efisiensi pesanan terpusat. Namun, hal ini menimbulkan tantangan dalam menentukan kuantitas pemesanan optimal dan menjaga tingkat layanan tanpa melebihi batas Gudang. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sistem persediaan multiitem single supplier dengan kendala keterbatasan luas gudang, sehingga diperoleh kebijakan optimal karena metode tersebut dapat menurunkan total biaya persediaan lebih dari 30%. Penelitian ini menggunakan pendekatan komparatif dengan 4 skenario (EOQ; EOQ kendala luas Gudang; Model Inventory Multi Item; Model EOQ dengan Metode Multi Item Single Supplier dan luas kebutuhan yang dibutuhkan) dengan tujuan menganalisis dan membandingkan beberapa model pengelolaan persediaan dengan mempertimbangkan kendala-kendala nyata seperti luas gudang dan kebijakan pemesanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap pendekatan memiliki keunggulan dan keterbatasannya masing-masing. Skenario 1 menunjukkan efisiensi biaya tertinggi namun tidak dapat diterapkan karena kebutuhan ruang yang melebihi kapasitas gudang. Skenario 2 berhasil menekan kebutuhan ruang hingga di bawah batas maksimum, tetapi menyebabkan lonjakan biaya yang signifikan. Skenario 3 menawarkan efisiensi biaya yang lebih baik dibanding skenario 2, namun masih belum feasible karena kebutuhan ruang yang besar. Sementara itu, Skenario 4 yang mengintegrasikan pendekatan multi-item single supplier dengan kendala ruang terbukti menjadi solusi paling seimbang, karena mampu memenuhi batasan fisik gudang sekaligus mempertahankan efisiensi logistik. Skenario 4 direkomendasikan sebagai model yang paling realistis dan aplikatif untuk diterapkan dalam pengelolaan persediaan di Gudang Material 2.
Task Technology Fit and Financial Technology Adoption: A Systematic Literature Review on E-Money Contexts (2020-2025) Chairunnisa, Nanda; Kesuma, Sambas Ade; Syarif, Firman; Muda, Iskandar
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i2.1349

Abstract

The rapid advancement of financial technology has positioned electronic money (e-money) as a critical innovation in modern payment systems, making the alignment between technological capabilities and user requirements essential for successful adoption. This study conducts a systematic literature review to examine the application of Task–Technology Fit (TTF) theory in e-money and digital payment research published between 2020 and 2025, with the aim of synthesizing empirical evidence and identifying theoretical and methodological gaps in the existing literature. Following the systematic review protocol proposed by Kitchenham and Charters, a comprehensive search was conducted in the Scopus database using predefined keywords related to TTF and fintech, yielding 1,424 articles that were subsequently filtered through inclusion and exclusion criteria to obtain 26 primary studies. Quality assessment was performed using five predefined criteria, and data extraction addressed five research questions concerning TTF model types, research focus, theoretical integration, methodological approaches, and knowledge gaps. The findings indicate that 80.8% of the reviewed studies employed extended or hybrid TTF models integrated with behavioral theories, particularly UTAUT/UTAUT2 and TAM. Most studies focused on technology adoption, followed by utilization and fit-related analyses, with quantitative approaches dominating the literature and SEM-PLS emerging as the most frequently used analytical technique. Geographically, research was concentrated in European countries, notably the United Kingdom, the Netherlands, and Switzerland, with a marked increase in publications observed in 2024. Despite the robustness of TTF in explaining e-money adoption, the review identifies persistent gaps related to contextual factors such as digital literacy and trust, limited cross-cultural perspectives, and a lack of longitudinal and experimental designs, highlighting the need for stronger theoretical integration and broader methodological approaches to advance fintech adoption research across diverse socio-economic contexts.
A Systematic Review of Affordance Theory in Digital Transformation Research: Evidence from 2020–2025 Maramis, Yolanda Noviasari; Kesuma, Sambas Ade; Syarif, Firman; Muda, Iskandar
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i2.1351

Abstract

This study presents a Systematic Literature Review (SLR) of research applying Affordance Theory in the context of digital technology from 2020 to 2025. A total of 49 peer-reviewed studies were analyzed to identify dominant constructs, mediating mechanisms, boundary conditions, and research gaps. The findings show that perceived, actualized, and technological affordances serve as core constructs explaining how digital features enable or constrain user behavior. Mediating factors such as trust, engagement, and learning orientation influence how affordances translate into digital outcomes, while contextual conditions such as organizational culture and technological complexity shape their effectiveness. Despite its growing application, the literature remains fragmented, with limited theoretical integration and methodological diversity. Future research should adopt process-oriented, longitudinal, and mixed-method approaches to enhance the explanatory power of Affordance Theory. This review contributes to a clearer theoretical understanding of how digital affordances drive behavioral and organizational transformation in the evolving digital era.
Indentifikasi Jalur Kritis pada Proses Pemindahan Sarana Produksi Krimer Retail dengan Metode CPM pada PT X Prasisko, Bily; Jumali, Muhamad Abdul
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i2.1382

Abstract

Industri manufaktur global menghadapi tantangan kompleks dalam mengelola proyek pemindahan fasilitas produksi, dimana keterlambatan dapat mengakibatkan kerugian finansial signifikan dan gangguan operasional berkepanjangan, khususnya dalam industri makanan dan minuman yang memiliki kompleksitas peralatan tinggi dan standar keamanan pangan ketat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi aktivitas jalur kritis, menentukan durasi optimal penyelesaian proyek, dan menganalisis aktivitas dengan float time dalam pemindahan sarana produksi krimer retail di PT X menggunakan metode Critical Path Method (CPM). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan studi kasus tunggal, pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara terstruktur dengan 8 responden (manajer proyek, technical engineer, maintenance staff, logistics coordinator, quality assurance, external mover, dan safety officer), serta dokumentasi perusahaan mencakup work breakdown structure dan laporan progres. Analisis data dilakukan melalui tahapan identifikasi 12 aktivitas proyek, penentuan dependensi, estimasi durasi, pembuatan diagram jaringan activity-on-node, perhitungan forward pass dan backward pass, serta identifikasi jalur kritis dan float time. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek pemindahan sarana produksi krimer retail di PT X dijadwalkan selesai dalam waktu optimal selama 36 hari kerja berdasarkan perhitungan CPM denga mengidentifikasi sembilan aktivitas kritis (A→B→C→E→F→H→J→K→L) yang merepresentasikan 83,3% dari keseluruhan aktivitas dengan durasi optimal 36 hari kerja atau 7,2 minggu. Aktivitas dengan durasi terpanjang meliputi persiapan pondasi dan utilitas (7 hari), pembongkaran mesin line 1 (6 hari), dan instalasi mesin (6 hari). Dua aktivitas non-kritis teridentifikasi memiliki float time yaitu pembongkaran mesin line 2 (1 hari) dan koneksi listrik dan pendingin (6 hari), memberikan fleksibilitas strategis dalam alokasi sumber daya. Penelitian merekomendasikan penerapan monitoring intensif pada aktivitas kritis, implementasi teknik fast-tracking, dan pemanfaatan float time sebagai buffer temporal untuk mengantisipasi kendala teknis guna meminimalkan risiko keterlambatan dan memastikan kelancaran transisi operasional.
Perbandingan Metode Holt-Winters dan SARIMA untuk Memprediksi Permintaan Produk Fashion pada PT XYZ Firdaus, Fauzan; Komaro, Mumu; Dwiyanti, Vina
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i2.1401

Abstract

Permintaan produk fashion yang bersifat musiman dan dipengaruhi oleh tren sering menimbulkan ketidaksesuaian antara jumlah produksi dan penjualan. Kondisi tersebut terjadi di PT XYZ khususnya pada produk casual jeans, di mana volume produksi secara konsisten melebihi penjualan dan terus meningkat setiap tahun. Ketidakseimbangan tersebut menunjukkan perlunya sistem peramalan yang mampu menggambarkan pola permintaan secara lebih akurat untuk mendukung perencanaan produksi dan pengendalian persediaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan komparatif untuk membandingkan performa metode Holt-Winters dan Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average (SARIMA) dalam memprediksi permintaan produk casual jeans. Penelitian ini menggunakan data sekunder penjualan bulanan dari Januari 2022 hingga Desember 2024 yang dianalisis menggunakan perangkat lunak RStudio. Akurasi kedua model diukur menggunakan Mean Absolute Scaled Error (MASE) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Holt-Winters Additive menghasilkan nilai MASE sebesar 0,399 dan MAPE 2,97%, sedangkan metode Holt-Winters Multiplicative memiliki nilai MASE 0,228 dan MAPE 1,55%. Sementara itu, model SARIMA (0,1,1) (1,1,0) [12] menunjukkan kinerja terbaik dengan nilai MASE 0,216 dan MAPE 1,43%, yang merupakan tingkat kesalahan terendah dibandingkan metode lainnya. Dengan demikian, metode SARIMA lebih sesuai digunakan untuk memprediksi permintaan produk casual jeans dengan pola musiman, serta dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan produksi yang lebih efisien di PT XYZ.
Analisis Green Lean Manufacturing untuk Reduksi Waste dan Dampak Lingkungan pada Proses Pembuatan Tas Hendrawan, Marcel Albert; Munang, Aswan; Aliyah, Khikmatul
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i2.1412

Abstract

UD Hidayah Abadi merupakan usaha kecil menengah (UKM) yang bergerak di bidang produksi tas dan menghadapi tantangan berupa tidak tercapainya target produksi serta tingginya volume limbah produksi. Limbah utama yang dihasilkan berupa kain perca, sisa benang, dan oli bekas mesin yang berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas penyebab pemborosan (waste), mengukur efisiensi proses produksi berdasarkan nilai tambah, serta mengevaluasi dampak lingkungan yang ditimbulkan dari limbah tersebut. Pendekatan Green Lean Manufacturing digunakan dengan metode Value Stream Mapping (VSM), Process Activity Mapping (PAM), serta simulasi Life Cycle Assessment (LCA) menggunakan metode ReCiPe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total waktu siklus produksi berhasil dikurangi dari 231,52 menit menjadi 195,82 menit, menghasilkan efisiensi sebesar 15,43%. Evaluasi dampak lingkungan menunjukkan bahwa kain denim mendominasi dengan emisi 748.8 kg CO₂-eq, hampir 1.5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan kain kanvas yang menghasilkan 520.5 kg CO₂-eq. Kain parasut dan furing polyester menghasilkan emisi masing-masing 143.0 kg CO₂-eq dan 103.8 kg CO₂-eq. Keempat material tekstil ini secara kolektif menyumbang lebih dari 95% total emisi gas rumah kaca dari seluruh bahan yang dianalisis. Usulan perbaikan disusun menggunakan pendekatan kaizen, dengan fokus pada faktor manusia, mesin, material, metode, dan lingkungan untuk mendukung efisiensi dan keberlanjutan proses produksi.
Evaluasi Ketidakefektifan Pembagian Tugas pada Warung Makan Ijo dan Perancangan Struktur Organisasi Lini sebagai Solusi Peningkatan Operasional Iqbal, Muhammad; Nabila, Azra; Ulfa, Helza Maria; Saragih, Febi Nissa
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i2.1445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan manajerial pada Warung Makan Ijo, khususnya yang berkaitan dengan pembagian tugas, struktur organisasi, dan pengelolaan bahan baku yang belum tertata dengan baik. Ketidakefektifan operasional ditunjukkan oleh tidak adanya struktur organisasi formal, rangkap fungsi pekerjaan, ketiadaan standar operasional prosedur (SOP), serta sistem inventori yang masih berbasis perkiraan pemilik. Kondisi tersebut berdampak pada beban kerja yang tidak seimbang, penurunan kualitas layanan, serta keterlambatan penyajian pesanan dengan durasi rata-rata sekitar 30 menit, yang berpotensi menurunkan kepuasan pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap karyawan berpengalaman sebagai informan kunci untuk memperoleh pemahaman komprehensif terhadap permasalahan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelemahan dalam pengendalian internal, manajemen sumber daya manusia, dan pengelolaan inventori menjadi faktor utama penyebab ketidakefektifan operasional. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian merekomendasikan penyusunan SOP, pembagian tugas yang lebih terstruktur, pelatihan karyawan, perencanaan pembelian bahan baku secara mingguan, serta kerja sama dengan pemasok tetap. Implementasi rekomendasi ini diharapkan dapat menurunkan keterlambatan penyajian, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperbaiki kualitas pelayanan secara keseluruhan. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan praktik manajemen yang kontekstual untuk mendukung keberlanjutan UMKM dan dapat menjadi rujukan bagi pelaku usaha maupun pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi pengembangan UMKM yang lebih adaptif dan berdaya saing.